← Daftar isi Allah Tritunggal sebagai Roh itu Menjenuhi Manusia Tripartit Tubuh Kristus dan Roh Kelahiran-ulang Kita Hasil Perampungan dari Dua Roh · bab 9/23

PEKERJAAN ROH ITU DI DALAM KAUM IMANI (3)--- TRANSFORMASI

Pembacaan Alkitab

2 Kor. 3:18; Rm. 12:2

Garis Besar

I. Transformasi

A. Hasil dari pengudusan

B. Suatu perubahan metabolik

1. Membuang elemen yang lama dan menambahkan yang baru

2. Dengan menerima Roh yang almuhit

II. Cara untuk ditransformasi

A. Bukan diserupakan tetapi ditransformasi oleh pembaharuan pikiran

B. Memandang dan memantulkan Tuhan

I. TRANSFORMASI

A. Hasil dari Pengudusan

Dalam pelajaran yang lalu kita telah nampak perkara pengudusan, pembagian hayat ilahi ke dalam seluruh diri kita. Ketika hayat dibagikan ke dalam kita, hasilnya adalah transformasi. Sama dengan suatu reaksi kimia yang disebabkan oleh satu elemen yang ditambahkan kepada yang lainnya. Hayat ilahi yang dibawa masuk ke dalam kita melalui pengudusan adalah suatu elemen kimia yang ilahi. Ketika elemen ini dibagikan ke dalam diri kita, ada suatu reaksi, dan reaksi itu adalah transformasi. Transformasi berarti mengubah sifat, esensi, penampilan, rasa kita dan seluruh diri kita. Transformasi bukanlah perubahan, koreksi, atau penyesuaian yang di luar; transformasi secara keseluruhan adalah suatu perubahan batiniah, metabolik dari diri kita.

B. Suatu Perubahan Metabolik

1. Membuang elemen yang lama dan menambahkan yang baru

Di dalam tubuh fisik metabolisme mengacu kepada proses-proses di dalam sel-sel dimana bahan-bahan yang lama dibuang dan yang baru ditambahkan. Perubahan ini, yang diterapkan kepada sukma, disebut transformasi dalam Perjanjian Baru (2 Kor. 3:18; Rm. 12:2). Menggunakan kosmetik dapat menghasilkan suatu perubahan dalam penampilan, tetapi itu semata-mata hanyalah secara luaran, bukan suatu perubahan yang metabolik. Di pihak yang lain, memiliki warna kulit yang lebih baik karena diet yang diperbaiki, adalah hasil dari suatu proses metabolik. Elemen-elemen yang baru diasimilasi secara organik oleh tubuh, menggantikan yang lama. Transformasi adalah suatu perubahan di dalam hayat, bukan hanya dalam penampilan. Elemen ilahi ditambahkan kepada kita; ini membuang elemen insani yang lama. Perubahan yang organik ini terjadi di dalam sukma kita.

2. Dengan Menerima Roh yang Almuhit

Maka roh kita memerlukan kelahiran-ulang; sedangkan sukma kita transformasi. Di dalam seluruh gereja lokal orang-orang kudus seharusnya mempedulikan perubahan metabolik di dalam hayat ini melalui penyebaran Roh ilahi itu. Roh ini adalah esensi dan elemen dari Tuhan Yesus. Setelah Anda diselamatkan, Dia mulai membagikan elemenNya ke dalam Anda. Doktrin-doktrin bukanlah elemen. Hanya Kristus sendiri, Roh pemberi hayat yang almuhitlah elemennya. Kristus yang demikian sebagai Roh yang almuhit sedang membagikan DiriNya sendiri ke dalam roh Anda, dan dari roh Anda ke dalam seluruh diri Anda. Dia akan menyebar ke dalam hati, pikiran, emosi, dan tekad Anda. Elemen Kristus ini adalah benar-benar suatu elemen yang mentransformasi. Begitu elemen ini masuk ke dalam Anda, sesuatu terjadi. Sebagai contohnya, setelah para ibu memberi makan anak-anak mereka, makanan tersebut dicerna dan diasimilasikan oleh anak-anak. Elemen dari makanan itu masuk ke dalam darah anak-anak, dan kemudian menembus sel-sel dan jaringan-jaringan organik mereka, menyebabkan mereka bertumbuh.

Demikian juga, kita hanya perlu secara terus menerus membuka diri kita sendiri dan berkata kepada Tuhan, "O Tuhan Yesus! Masuklah, Tuhan Yesus! Penuhilah aku, Tuhan Yesus!" Bukalah dirimu dan biarkan Kristus memenuhi Anda. Jika Anda setia untuk menerima Dia dalam cara yang konstan dan mendalam, Dia akan menyebar ke dalam batin Anda. Dengan pencernaan dan asimilasi yang tepat, Anda akan dijenuhi oleh segala elemen Kristus yang bergizi.

II. CARA UNTUK DITRANSFORMASI

A. Bukan Diserupakan tetapi Ditransformasi oleh

Pembaharuan Pikiran

Roma 12:2 mengatakan, "Janganlah menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan pikiran." Inilah sebabnya banyak orang Kristen yang telah diselamatkan tetapi tidak dapat mengerti hal-hal yang rohani. Mereka telah menjadi terlalu modern. Kita harus melepaskan jaman modern ini. Jika kita diserupakan dengan jaman ini, kita tidak akan pernah dapat ditransformasi oleh pembaharuan pikiran.

Karena pikiran adalah suatu bagian dari sukma, maka transformasi terjadi di dalam sukma. Kita telah dilahirulangkan di dalam roh, tetapi sekarang masalahnya ada ada sukma ... Di dalam roh kita, kita benar-benar berbeda dengan orang-orang dunia, tetapi saya khawatir bahwa di dalam pikiran, tekad, dan emosi kita, kita masih tetap sama. Kelahiran-ulang telah digenapan di dalam roh kita, tetapi setelah kelahiran-ulang, kita masih memerlukan transformasi di dalam sukma.

Marilah kita mengilustrasikannya dengan beberapa contoh. Bagaimana dengan pakaian kita? Banyak orang yang telah diselamatkan yang sama dengan orang dunia dalam pemikiran mereka mengenai mode. Mereka berpakaian serupa dengan jaman modern ini. Mereka berpikir bahwa selama hal itu tidak berdosa, itu tidaklah apa-apa, tetapi ini hanyalah pemikiran insani dan konsep alamiah. Jika mereka mau ditransformasi oleh pembaharuan pikiran mereka, pikiran mereka mengenai cara berpakaian mereka akan berubah.

Dan bagaimana tentang pengeluaran kita? Sudahkah cara kita menggunakan uang kita diubah? Saya mengetahui cerita dari banyak orang Kristen. Setelah mereka diselamatkan, mereka terus menggunakan uang mereka mirip seperti orang dunia. Mereka tidak akan ditransformasi dalam cara menghabiskan uang mereka sampai mereka lebih mengasihi Tuhan dan memberikan lebih banyak lahan kepada Tuhan untuk bekerja di dalam mereka.

Demikian juga, ada banyak saudara-saudara muda yang masih belajar di Perguruan Tinggi yang memiliki pemikiran yang sama dengan orang-orang muda di dunia mengenai studi mereka dan gelar mereka. Tetapi jika mereka mau memberikan lahan kepada Tuhan dan ditransformasi dalam sukmanya oleh pembaharuan pikiran mereka, pikiran mereka mengenai perkara-perkara ini akan diubah. Ini tidak berarti bahwa mereka rela melepaskan studi mereka, tetapi pemikiran mereka dan konsep mereka mengenai studi mereka akan seluruhnya berbeda. Mereka akan memiliki suatu sudut pandang yang lain untuk mengevaluasi studi mereka dan gelar mereka.

Harus ada perubahan di dalam pikiran kita terhadap hampir segala hal. Apakah perubahan dalam pikiran kita ini? Ini adalah transformasi dari sukma kita oleh pembaharuan pikiran kita. Kita memiliki Kristus sebagai hayat di dalam roh kita, tetapi sekarang kita perlu Kristus untuk menyebar ke dalam bagian-bagian batiniah sukma dan menjenuhi mereka dengan DiriNya sendiri. Gambar Kristus ini kemudian akan dipantulkan di dalam pikiran-pikiran kita. Di dalam apapun yang kita pikirkan dan pertimbangkan, pikiran kita yang telah diperbaharui akan mengekspresikan gambar Kristus yang penuh mulia. Pengertian pikiran kita kemudian akan menjadi rohani.

B. Memandang dan Memantulkan Tuhan

Dua Korintus 3:18 memberitahu kita bahwa kita dapat ditransformasi: "Dan kita semua dengan muka yang tidak berselubung, memandang dan memantulkan kemuliaan Tuhan seperti sebuah cermin, ditransformasi ke dalam gambar yang sama dari kemuliaan kepada kemuliaan, bahkan seperti dari Tuhan Roh."

Ketika kita memandang dan memantulkan seperti sebuah cermin kemuliaan Tuhan, kita ditransformasi ke dalam gambar Tuhan dari satu tingkat kemuliaan kepada tingkat kemuliaan yang lain. Ketika sebuah cermin berhadapan dengan sesuatu, dia memantulkan apa yang dihadapannya. Tetapi jika sebuah cermin terselubung, mukanya tidak terbuka; bahkan jika dia berhadapan dengan sebuah objek, dia tidak dapat memantulkannya. Jika kita adalah sebuah cermin yang terbuka, kita akan memandang Kristus dengan memandang Dia. Ini adalah proses transformasi. Tuhan adalah Roh itu yang mentransformasi kita dari dalam. Walaupun kita sangat alamiah dan bahkan berdosa, Roh itu mentransformasi gambar alamiah kita ke dalam gambarNya yang mulia.

Jika kita masih terselubung dalam beberapa hal, kita akan seperti sebuah kamera yang lensanya tertutup. Tidak ada terang yang dapat menembung batin kita. Jika kita tidak ingin terselubung, kita perlu berkata kepada Tuhan, "Tuhan, singkirkanlah semua yang menyelubungi aku. Tuhan, pindahkanlah selubung-selubungku. Singkirkanlah segala opini yang menjadi selubung bagiku. Tuhan, aku ingin benar-benar terbuka, mutlak tidak terselubung." Kemudian dengan suatu muka yang tidak berselubung kita akan memandang dan memantulkan kemuliaan Tuhan dan ditransformasi ke dalam gambarNya dari kemuliaan kepada kemuliaan.

Hari ini kemuliaan adalah Kristus yang bangkit, dan Kristus ini adalah Roh itu. Ini berarti bahwa Tuhan sebagai kemuliaan adalah Roh itu yang hidup di dalam kita dan tinggal di dalam roh kita. Sekarang kita telah memiliki Roh itu yang menghuni roh kita, kita perlu lebih melatih roh kita dengan berdoa, membaca Firman, dan menyeru nama Tuhan. Semakin kita melatih roh kita dengan muka yang tak berselubung, semakin kita akan memandang Tuhan. Ketika kita memandang Dia, kita juga akan memantulkan Dia. Ketika kita memandang dan memantulkan Dia secara demikian, elemenNya, esensiNya, akan ditambahkan ke dalam diri kita. Elemen yang baru ini akan menggantikan dan membuang elemen dari hayat kita yang lama dan alamiah. Maka kita akan mengalami transformasi, suatu perubahan metabolik. Kita akan ditransformasi ke dalam gambar Tuhan.

RINGKASAN

Transformasi adalah perubahan atau reaksi di dalam diri kita yang dihasilkan dari hayat ilahi yang dibagikan ke dalam kita. Ini bukanlah suatu perubahan yang di luar tetapi suatu perubahan di dalam hayat, suatu perubahan yang metabolik di dalam sukma kita. Ketika kita terbuka kepada Tuhan, Kristus sebagai Roh itu membagikan DiriNya sendiri ke dalam kita sebagai elemen yang mentransformasi. Kita tidak seharusnya menjadi serupa dengan jaman modern ini, tetapi ditransformasi oleh pembaharuan pikiran. Dengan memandang dan memantulkan Tuhan dengan muka yang tak berselubung, kita akan ditransformasi ke dalam gambarNya.

Pertanyaan

1. Bagaimanakah pengubahan berhubungan dengan pengudusan?

2. Jelaskan dengan singkat bagaimana suatu reaksi kimia dapat mengilustrasikan proses transformasi.

3. Apakah perbedaan antara perubahan secara metabolis dan perubahan penampilan yang hanya secara luaran? Hubungkan ini dengan pengubahan kita.

4. Dua ayat yang manakah di dalam Perjanjian Baru yang memberitahu kita bagaimana kita dapat diubah?