ROH MAJEMUK
Pembacaan Alkitab
Kel. 30:22-25; Mzm. 45:7; Yes. 61:1; Kol. 3:5; Gal. 5:24; Rm. 8:13; Yun. 7:39.
Garis Besar
I. Minyak urapan kudus yang majemuk dalam Keluaran 30
II. Arti dari bahan-bahan
III. Arti dari angka-angka dan ukuran-ukuran
IV. Roh majemuk
I. MINYAK URAPAN KUDUS YANG MAJEMUK DALAM KELUARAN 30
Dalam pelajaran yang lampau kita telah melihat bahwa Roh ilahi di dalam Perjanjian Lama adalah hanya Roh Allah dan Roh Yehovah. Roh yang almuhit "belum datang" karena Allah Tritunggal belum melewati seluruh tahap-tahap dari prosesNya. Namun Keluaran 30:22-25 menunjukkan suatu gambaran yang ajaib mengenai arti Roh majemuk itu. "Berfirmanlah Yehovah kepada Musa, ambillah rempah-rempah pilihan, mur tetesan lima ratus syikal, dan kayu manis yang harum setengah dari itu, yakni dua ratus lima puluh syikal, dan kayu teja lima ratus syikal, ditimbang menurut syikal kudus, dan minyak zaitun satu hin. Haruslah kau buat semuanya itu menjadi minyak urapan yang kudus, suatu campuran rempah-rempah yang dicampur...." (Hin dan syikal adalah satuan ukuran yang kuno).
Minyak urapan yang kudus ini digunakan untuk tabernakel, isi tabernakel, dan untuk imam yang melayani. Ini adalah suatu gambaran (simbol) dari "Roh majemuk". Majemuk adalah sesuatu hasil dari penyatuan atau campuran dari eleman-elemen atau bahan-bahan yang berbeda. Setiap bahan dari minyak urapan yang kudus ini dan satuan ukurannya memperlihatkan kepada kita seuatu yang sangat berarti mengenai Roh itu.
II. ARTI DARI BAHAN-BAHAN
A. Minyak Zaitun
Di dalam Alkitab minyak melambangkan Roh Allah (Maz. 45:8 Yes. 61:1). Minyak zaitun adalah hasil dari zaitun yang ditekan. Minyak zaitun melambangkan Roh Allah, yang mengalir keluar melalui tekanan akan kematian Kristus.
Minyak zaitun adalah dasar dari minyak urapan, elemen dasar ini digabung dengan rempah-rempah. Keempat rempah-rempah itu digabung ke dalam minyak zaitun untuk membuat minyak urapan. Ini menandakan bahwa Roh Allah, diartikan oleh minyak zaitun, tidak semata-mata hanya minyak, tetapi sekarang adalah minyak dicampur dengan bahan-bahan tertentu.
B. Mur
Mur tetesan, baunya harum tetapi rasanya pahit, melambangkan mustika kematian Kristus. Didalam Alkitab mur terutama digunakan untuk penguburan. Maka, mur adalah berhubungan dengan kematian. Menurut Yohanes 19, ketika Nikodemus dan yang lainnya mempersiapkan penguburan tubuh Tuhan Yesus, mereka menggunakan mur.
Mur datang dari pohan yang beraroma. Tetesan pohon ini adalah jus hasil dari memotong atau beberapa jenis irisan. Pada jaman dahulu kala, jus ini digunakan untuk mengurangi penderitaan kematian. Ketika Tuhan Yesus disalibkan, ditawarkan anggur yang dicampur dengan mur untuk mengurangi rasa sakitNya. Namun, Dia menolak untuk menggunakannya. Tak diragukan lagi, mur dalam Keluaran 30 adalah suatu simbol dari kematian Tuhan.
C. Kayu Manis
Kayu manis yang harum melambangkan kemanisan dan khasiat dari kematian Kristus. Khasiat kematian Kristus adalah di dalam Roh itu. Roh ini adalah seperti dosis obat yang almuhit. Beberapa obat adalah almuhit, mengandung beberapa elememen untuk merawat kita dan beberapa elemen yang lain untuk memebunuh kuman-kuman Roh yang almuhit adalah suatu dosis yang almuhit. Jika kita ditaruh ke dalam Roh yang almuhit ini, maka Roh yang almuhit ini akan menyembuhkan kita, tidak ada hal yang membuat kita sakit. Di dalam Roh ini ada elemen yang merawat dan elemen yang membunuh. Kuasa membunuh dari kematian Kristus hari ini adalah Di dalam Roh yang almuhit ini.
Dalam Kolose 3:5 Paulus berkata, "Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala." Di dalam anggota-anggota diri kita yang penuh ada hukum dosa, yang membuat kita tawanan dosa dan menyebabkan tubuh kita yang bejad menjadi tubuh yang m.ati (Rom. 7:23-24). Maka, anggota-anggota diri kita, yang penuh dengan dosa, adalah sama dengan hal-hal yang penuh dosa, seperti percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat, dan keserakahan.
Galatia 5:24 berkata, "Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya." Kristus telah merampungkan suatu penyaliban yang almuhit, dan kita sekarang dapat menerapkannya ke atas diri kita yang penuh dengan nafsu daging. Dengan catatan, bahwa hal ini mutlak berbeda dengan pertapaan.
Hal ini berhubungan dengan Roma 8:13: "Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup." Dengan diri kita sendiri, kita tidak dapat mematikan perbuatan-perbuatan tubuh kita seperti, kita tidak dapat menyalibkan diri kita sendiri. Usaha kita untuk mematikan perbuatan-perbuatan tubuh adalah tidak lebih dari pertapaan. Meskipun kita tidak mempraktekkan pertapaan, kita mematikan hal yang negatif di dalam kita oleh kuasa Roh Kudus. Untuk melakukan ini, kita perlu terbuka terhadap Roh itu dan membiarkan Roh itu mengalir di dalam kita. Melalui pengaliran Roh itu, kita mengalami keefektifan kematian Kristus.Ini bukan pertapaan; ini adalah operasi Roh Kudus di dalam kita.
Kita dapat mengalami pekerjaan yang membunuh ini di dalam penghidupan kita sehari-hari. Misalnya dianggap seorang seorang saudara tidak merawat Roh yang berhuni ini, tetapi malahan, menolak Roh itu, bertengkar dengan isterinya dan mengatakan beberapa hal yang sangat tidak baik kepada isterinya. Namun, saudara ini juga dianggap berdoa di dalam Roh itu, tinggal di dalam Roh itu, berjalan di dalam Roh itu. Ini akan membuatnya sangat sulit untuk bertengkar dengan isterinya. Begitu dia membuka mulutnya untuk bertengkar dengan isterinnya, dia akan mengalami elemen kematian Kristus beroperasi di dalamnya. Kemudian dia menemukan tidak mungkin bertengkar dengan isterinya. Banyak saudara-saudara yang telah menikah mempunyai pengalaman semacam ini. Anda mungkin belum menikah, tetapi Anda harus mempraktekkan ini kepada situasi Anda dengan keluarga dan teman-teman Anda.
D. Tebu
Tebu dalam Keluaran 30 adalah buluh. Akar kata mur dalam bahasa Ibrani berarti mengalir, dan akar kata tebu berarti berdiri. Tebu tumbuh di rawa-rawa atau di tempat yang berlumpur. Tetapi meskipun tebu tumbuh di rawa-rawa, tebu itu dapat menjulang ke udara. Menurut urutan rempah-rempah, tebu ini melambangkan kebangkitan Tuhan Yesus dari tempat kematian. Tuhan di taruh ke dalam rawa-rawa, ke dalam situasi yang mati, tetapi dalam kebangkitan Dia bangkit dan berdiri. Oleh karena itu, tebu, melambangkan mustika kebangkitan Kristus.
E. Kayu Teja
Kayu teja, rempah yang keempat, melambangkan kuasa kebagkitan Kristus. Kayu teja dan kulit kayu manis memiliki rumpun yang sama. Kulit kayu manis adalah dari bagian kayu yang di dalam, dan kayu teja dari bagian kayu yang di luar. Baik kulit kayu manis maupun kayu teja adalah manis dan harum. Oleh karena itu, tanam-tanaman dari mana mereka diperoleh sering tinggal dan bertumbuh di tempat-tempat di mana tanam-tanaman yang lain tidak dapat tumbuh.
Pada jaman purbakala kayu teja digunakan sebagai penangkal untuk mengusir serangga dan ular. Maka kayu teja melambangkan kuasa, keefektifan, dari kebangkitan Kristus. Kebangkitan Kristus dapat menahan beberapa jenis dari pengaruh lingkungan, dan kebangkitanNya terutama adalah penangkal. Menangkal segala "serangga" yang jahat dan khususnya si ular tua, Setan.
Hari demi hari kita harus ditaruh di atas Roh pemberi hayat sebagai penangkal Setan. Ketika Anda menyeru nama Tuhan Yesus, Anda tidak hanya minum dari Dia; Anda juga ditaruh di atas Roh pemberi hayat sebagai penangkal. Jiha hal yang pertama di pagi hari Anda tidak ditaruh di atas penangkal ini, ular akan menyerang Anda. Dan Anda akan kehilangan temperamen Anda selama sehari itu. Tetapi jika Anda menyeru nama Tuhan beberapa kali, Anda tidak hanya minum dari air hidup, tetapi juga menerapkan penangkal ini. Kapan kala Anda melakukan ini maka ular akan menjadi takut.
ARTI DARI ANGKA-ANGKA DAN UKURAN-UKURAN
A. Satu Hin Minyak dengan Empat Rempah-rempah
Dalam perlambangan angka ada artinya. Di sini dalam Keluaran 30 kita mempunyai satu tambah empat. Dalam perlambangan angka satu melambangkan Allah yang unik. Allah, dilambangkan oleh satuan yang lengkap dari satu hin minyak zaitun, yang adalah unik dan lengkap. Angka empat melambangkan ciptaan. Baik dalam Yehezkiel 1 maupun dalam Wahyu 4 kita membaca empat ciptaan yang hidup. Maka, di dalam Alkitab angka empat selalu melambangkan ciptaan. Oleh karena itu, di dalam minyak urapan kudus yang majemuk adalah suatu perkara Allah ditambah ciptaanNya, manusia. Ini mewahyukan bahwa minyak urapan kudus adalah gabungan dari Allah dengan manusia. Allah, elemen dasar, dilambangkan oleh minyak zaitun, dan manuusia di wakili oleh empat rempah-rempah.
B. Tiga Unit dari Lima Ratus
Di dalam Roh majemuk kita juga memiliki Allah Tritunggal: Bapa, Putera, dan Roh itu. Mungkin Anda bertanya-tanya bagaimana mungkin melihat Allah Tritunggal dilambangkan oleh minyak urapan kudus yang majemuk. Di dalam minyak urapan kudus ini Allah Tritunggal dilambangkan oleh ketiga unit dari ukuran keempat rempah-rempah (Kel. 30:23-24). Di dalam minyak urapan kudus yang majemuk terdapat lima ratus syikal mur, kayu manis dan tebu masing-masing dua ratus lima puluh syikal, dan lima ratus syikal kayu teja. Walaupun terdapat empat macam rempah-rempah, terdapat suatu jumlah total dari tiga unit yang berukuran lima ratus syikal. Tetapi bagaimana kita dapat menghubungkannya dengan Allah Tritunggal? Unit pertama adalah lima ratus syikal mur. Akan tetapi, unit lima ratus syikal kedua terbagi menjadi dua: dua ratus lima puluh syikal kayu manis dan dua ratus lima puluh syikal tebu. Unit ketiga adalah lima ratus syikal kayu teja. Perhatikan bahwa unit kedualah, yang ditengah, yang terbagi menjadi dua bagian. Hal ini pasti menunjuk kepada Yang Kedua dari Allah Tritunggal, sang Putera, dan ketersalibanNya.
C. Lima Elemen
Terakhir kita melihat arti dari angka lima. minyak urapan kudus tersusun dari lima elemen dasar: minyak zaitun, mur, kayu manis, tebu, dan kayu teja. Kuantitas rempah-rempah yang dicampurkan dengan minyak zaitun adalah seratus kali lima. Di dalam Alkitab angka lima, tersusun atas empat ditambah satu, merupakan angka pertanggungjawaban. Baik sepuluh perintah dan sepuluh dara keduanya terbagi menjadi dua grup angka lima (Kel. 34:28-29; Mat. 25:1-2). Lihatlah tangan Anda: Anda memiliki empat buah jari dan satu jempol untuk menanggung pertanggungjawaban. Jika Anda mempunyai empat jari tetapi tidak mempunyai jempol, akan sangat sulit untuk mengambil barang. Apakah Anda angka empat atau angka lima? Jika Allah telah ditambahkan kepada Anda, Anda adalah angka lima. Saya tahu bahwa saya adalah angka lima, karena Allah telah ditambahkan kepada saya. Arti dari angka lima adalah bahwa Roh pemberi hayat yang almuhit adalah untuk memikul tanggung jawab. Semakin Anda menikmati Roh Kristus yang almuhit, semakin besar kemampuan yang akan Anda miliki untuk memikul tanggung jawab.
IV. ROH YANG MAJEMUK
Puji Tuhan! Alkitab benar-benar merupakan suatu kitab yang ajaib. Mereka yang mengatakan bahwa Alkitab bukanlah Firman Allah pasti belum pernah melihat gambaran yang ajaib dari minyak urapan kudus yang majemuk. Melalui gambaran ini kita dapat dengan lebih jelas memahami mengapa di dalam Yoh. 7:39 Roh itu belum ada. Sebelum inkarnasi, penghidupan insani, penyaliban dan kebangkitan Tuhan, Roh Allah tidak majemuk; Dia hanya memiliki keilahian, tidak ada yang lain lagi. Tetapi sekarang, Roh itu tidak lagi hanya Roh Allah.
Hari ini Roh Allah adalah Roh Yesus, Roh Kristus, dan Roh Yesus Kristus. Di dalam Roh yang almuhit ini kita menikmati Allah, keinsanian Yesus yang dipertinggi, kemanisan kematian Kristus, kebangkitan Kristus, dan kuat kuasa kebangkitan Kristus. Semua elemen ini tercakup di dalam minyak urapan kudus yang majemuk ini. Ingatlah bahwa Roh Kristus tidak lagi hanya merupakan minyak zaitun; ini adalah minyak urapan yang majemuk. Ini adalah Roh yang telah terproses. Tentu saja pemajemukan merupakan suatu proses. Kapankala sesuatu dimajemukkan, ia melalui suatu proses. Haleluya, hari ini kita tidak memiliki suatu Roh yang hanya tersusun atas keilahian saja, tetapi Roh almuhit yang merupakan campuran dari keilahian, keinsanian Yesus, kematian Kristus, dan kebangkitanNya. Melalui pengalaman kita dapat mempersaksikan bahwa Allah, keinsanian Yesus, kefektifan kematian Kristus, dan kebangkitan Yesus yang penuh kuat kuasa semuanya ada di dalam Roh almuhit. Ini adalah Roh Allah bercampur dengan keinsanian, kematian, dan kebangkitan Kristus.
Kita telah mencakup banyak point dalam pelajaran ini. Anda seharusnya meluangkan sedikit waktu untuk mengingat bahan-bahan yang berbeda tersebut, ukuran mereka, dan apa yang mereka simbolkan. Membuat suatu chart (grafik) atau diagram dapat membantu Anda. Ini akan membantu Anda untuk mengalami Roh majemuk yang ajaib ini di dalam penghidupan sehari-hari Anda. Sedikit orang Kristen yang telah menyadari perkara Roh majemuk. Terima kasih pada Tuhan bahwa Dia telah membuka kebenaran yang besar ini kepada kita hari-hari ini!
RINGKASAN
Minyak urapan kudus majemuk di dalam Keluaran 30 merupakan suatu tipe "Roh majemuk." Minyak zaitun mewakili Roh Allah. Keempat rempah-rempah melambangkan empat elemen yang telah ditambahkan kepada Roh itu; mur (kematian Kristus), kayu manis (kemanisan kematianNya), tebu (kebangkitan Kristus), dan kayu teja (kuat kuasa kebangkitan Kristus). Dalam kitab Bilangan dan ukuran-ukuran dari unsur-unsur itu kita juga nampak: 1) pembauran Allah dan manusia; 2) Allah Tritunggal; dan 3) kemampuan untuk memikul tanggung jawab. Semua butir ini sekarang termasuk dalam Roh majemuk, yang telah diproses.
Pertanyaan
1. Dimanakah kita menemukan lambang Roh majemuk dalam Perjanjian Lama?
2. Nama unsur-unsur dari minyak majemuk. Mereka melambangkan apa?
3. Bagaimana unsur-unsur ini diterapkan pada pengalaman kita? (gunakanlah tebu sebagai contoh.)
4. Bagaimana kita dapat nampak pembauran keilahian dan keinsanian dari kitab Bilangan dan ukuran-ukuran dari unsur-unsur itu? Bagaimana kita dapat nampak Allah Tritunggal? Kemampuan untuk memikul tanggung jawab?