← Daftar isi Allah Tritunggal sebagai Roh itu Menjenuhi Manusia Tripartit Tubuh Kristus dan Roh Kelahiran-ulang Kita Hasil Perampungan dari Dua Roh · bab 2/23

ROH YANG ALMUHIT

Pembacaan Alkitab

Kej. 1:2; Yeh. 11:5; Luk. 1:35; Yoh. 7:37-39;

Kis. 16:6-7; Rm. 8:9-11; Flp. 1:9; Why. 22:17

Garis Besar

I. Wahyu yang maju mengenai Roh ilahi

A. Roh Allah

B. Roh Yehova

C. Roh Kudus

D. Roh itu "belum ada"

E. Roh Yesus

F. Roh Kristus

G. Roh Yesus Kristus

II. Roh itu---yang almuhit, Allah Tritunggal yang telah terproses

III. Diselamatkan oleh suplaian yang limpah dari Roh itu

Kita telah melihat bahwa karena Allah adalah Roh, Dia dapat mencapai manusia dan masuk ke dalam manusia. Namun, Allah dapat masuk ke dalam manusia bukanlah suatu perkara yang sederhana. Allah Tritunggal pergi melalui proses yang besar untuk mendispensikan DiriNya ke dalam kita. Ini dapat kita lihat dari wahyu Alkitab mengenai Roh ilahi.

I. WAHYU YANG MAJU MENGENAI ROH ILAHI

Wahyu dalam Alkitab mengenai Allah, Kristus, dan Roh itu adalah berkembang. Wahyu ini dimulai di dalam Kejadian 1 dan berkembang dengan maju sampai mencapai kesempurnaannya dalam kitab Wahyu.

A. Roh Allah

Penyebutan pertama mengenai Roh itu di dalam kitab suci ditemukan dalam Kejadian 1:2, dimana kita diberi tahu bahwa Roh Allah mengeram di atas air (Ibr.). Dalam hubungannya dengan ciptaan Allah, Roh itu secara khusus disebut Roh Allah.

B. Roh Yehova

Hubungan Allah dengan manusia, tentunya, adalah lebih intim dari pada hubunganNya dengan ciptaan. Setelah menciptakan manusia, Allah tetap secara intim terlibat dengan manusia. Dalam hubunganNya dengan manusia gelar Allah adalah Yehova. Inilah mengapa di dalam Perjanjian Lama Roh Allah selalu disebut Roh Yehova. Roh Yehova datang ke atas orang-orang tertentu. Ini menandakan bahwa Roh Yehova harus disebutkan dengan manusia ciptaan Allah (Hak. 3:10; Yeh. 11:5). Gelar utama yang digunakan untuk Roh Allah di dalam Perjanjian Lama adalah Roh Allah dan Roh Yehova.

C. Roh Kudus

Sebutan ilahi yang pertama diberikan kepada Roh itu dalam Perjanjian Baru adalah "Roh Kudus." Pada saat berinkarnasi Roh Allah disebut Roh Kudus (Mat. 1:18, 20; Luk. 1:35). Andrew Murray di dalam karya agungnya, Roh Kristus, menunjukkan bahwa sebutan ilahi, Roh Kristus, tidak digunakan dalam Perjanjian Lama. Dalam Mazmur 51:11 dan Yesaya 63;10-11 "Roh Kudus" seharusnya diterjemahkan "Roh Kekudusan." Istilah "Roh Kudus" datang ke dalam kita ketika datang untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Kristus dan mempersiapkan tubuh insani bagi Kristus untuk memulai dispensasi Perjanjian Baru, (Luk. 1:15, 35).

Lukas 1:35 memberi kita sebutan yang pertama mengenai Roh Kudus. Dia diperkenalkan pada saat ketika Tuhan Yesus dikandung oleh seorang ibu insani. Ini karena sesuatu yang umum dibuat menjadi kudus. Di dalam ayat yang sama Orang yang dilahirkan ini disebut "perkara yang kudus." Roh Kudus datang ke dalam insan adalah mengandung sesuatu yag kudus. Ketika Roh Kudus datang ke dalam kita insan yang umum, kita juga dapat dibuat menjadi kudus.

D. Roh Itu Belum Ada

Sekarang kita datang ke sesuatu yang sangat membingungkan tetapi poin yang penting dalam tahapan wahyu mengenai Roh itu. Dalam Yohanes 7:37-38 Tuhan Yesus memanggil, "Jika barangsiapa haus, baiklah ia datang kepadaKu dan minum. Dia yang percaya ke dalamKu, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci, dari dalam batinnya akan mengalir sungai-sungai air hidup." Kemudian dalam ayat 39 Yohanes menjelaskan bahwa yang Tuhan bicarakan adalah ini "mengenai Roh itu, yang akan diterima oleh orang-orang yang percaya ke dalamNya; karena Roh itu belum ada, sebab Tuhan Yesus belum dimuliakan." Yohanes tidak berkata Roh Allah, Roh Yesus, atau Roh Kudus, "tetapi Roh itu." Dia lebih jauh lagi berkata bahwa ketika Yesus memanggil keluar orang-orang itu, " Roh itu belum ada." Versi King James mengatakan, "Roh itu belum diberikan," tetapi kata "diberikan" adalah sisipan; ini bukanlah dalam Teks Yunani. Roh Allah ada dalam Kejadian 1 dan Roh Yehova datang ke atas nabi-nabi dalam Perjanjian Lama. Mengapa, kemudian, dalam Yohanes 7 Roh itu "belum ada"?

Dalam Yohanes pasal tujuh, Tuhan Yesus masih di dalam daging; Dia belum di dalam kemuliaan, yaitu belum di dalam kebangkitan. Karena Dia belum dibangkitkan, Roh itu belum ada. Tentunya, Roh Allah ada sejak awal (Kej. 1:1-2), tetapi Roh itu sebagai Roh Yesus (Kis. 16:7), Roh Kudus (Rm. 8:9), dan Roh Yesus Kristus (Flp. 1:19), adalah "belum ada" sampai Tuhan dimuliakan dalam kebangkitan. Setelah kebangkitanNya, Roh Allah menjadi Roh Yesus Kristus yang berinkarnasi, disalibkan, dan dibangkitkan. Ini meliputi perkara proses.

Dalam Kejadian 1:2 kita mempunyai Roh Alah. Elemen yang ada dalam Roh Allah adalah hanya esensi ilahi. Tetapi setelah inkarnasi, ketersaliban, dan kebangkitan Tuhan Yesus, Roh itu menjadi Roh Yesus, Roh Kristus, dan Roh Yesus Kristus. Ketika Roh Allah adalah hanya Roh Allah, elemen dalam Roh itu hanya esensi ilahi. Tetapi ketika Roh Allah menjadi Roh Yesus, esensi insani ditambahkan.

E. Roh Yesus

Menurut Kisah Para Rasul 16:6, Paulus dan sekerjanya "dilarang Roh Kudus untuk memberitakan Firman di Asia." Tetapi ayat 7 mengatakan bahwa Roh Yesus tidak mengizinkan mereka pergi ke Bitinia. Dalam dua ayat yang pertama kita mempunyai Roh Kudus, kemudian Roh Yesus. Jika kita mempelajari konteks ayat 7 ini, kita seharusnya melihat bahwa Paulus menderita. Untuk alasan ini, Roh Yesus bersamanya. Roh Yesus mempunyai elemen insani, penghidupan insani, dan ketersalipan. Karena Paulus di dalam Kisah Para Rasul 16 mengalami penderitaan insani dan mengalami kematian Kristus, Roh Allah, Roh Tuhan, dan Roh Kudus sambungan Roh Yesus, Roh inkarnasi Orang yang tinggal di atas bumi sebagai seorang manusia dan mati di atas salib.

F. Roh Kristus

Roma 8:9 berkata,"Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. Roma 8:9,10,11 dihubungkan dengan kebangkitan Kristus. Roh Kristus dalam ayat 9 mempunyai elemen kebangkitan. Dalam ayat yang sama Roh ini disebut Roh Allah dan dalam ayat 2 disebut juga Roh Hayat.

Di dalam Roh itu kita mempunyai inkarnasi, keinsanian, penghidupan insani, kematian, dan kebangkitan Kristus. Ini diwahyukan oleh sebutan yang berbeda dari Roh itu. Jika Roh itu tidak berisi elemen inkarnasi, penghidupan insani, dan ketersalipan, mengapa Dia disebut Roh Yesus? Sama halnya, jika Roh itu tidak mengandung elemen kebangkitan, mengapa Dia disebut Roh Kristus? Maka, jika Roh itu tidak mengandung hayat ilahi, mengapa Dia disebut Roh hayat? Sebutan Roh itu menyatakan fakta itu. Oleh karena itu, dasar atas sebutan Roh itu digunakan dalam Perjanjian Baru, kita dapat mengatakan bahwa dalam Roh Yesus kita mempunyai inkarnasi, keinsanian, penghidupan insani, penderitaan, dan ketersalipan, dan di dalam Roh Kristus kita mempunyai kebangkitan, kuasa kebangkitan, dan hayat ilahi.

G. Roh Yesus Kristus

Dalam Filipi 1:19 Paulus berkata tentang Roh Yesus Kristus: "Karena aku tahu bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh permohonanmu dan suplaian yang serba lengkap dari Roh Yesus Kristus." Ketika Paulus menulis firman ini, dia ada di dalam penjara. Tetapi sekalipun dia terpenjara, dia dapat bergembira karena dia mempunyai suplaian yang serba lengkap dari Roh Yesus Kristus. Dia menikmati Roh Yesus, Orang yang menderita, dan Roh Kristus, Orang yang dibangkitkan. Roh ini mensuplai dan membantu Paulus di dalam penderitaannya dan memungkinkan dia bergembira. Oleh karena itu, Paulus dapat berkata dalam Filipi 1:20 dan 21, "Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sedia kala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku. Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

II. ROH ITU---ROH YANG ALMUHIT, ALLAH TRITNGGAL YANG TELAH TERPROSES

Ketika seluruh aspek dan elemen Roh itu ditaruh bersama kita mempunyai suatu totalitas, suatu hasil akhir yang dikenal dalam Perjanjian baru sebagai "Roh itu" (Rom. 8:16, 23, 26, 27; Gal. 3:14; 5:16-18, 22, 25; 1 Pet. 1:2; Why. 2:7; 14:13; 22:17). Roh yang menajukjupkan ini akhirnya menjadi sangat sederhana dalam sebutan! Dia sederhana dalam sebutan tetapi penuh dengan elemen ilahi untuk kita nikmati. Roh ini adalah Roh Allah, Roh Yehova, Roh Kudus, Roh Yesus, Roh Kristus, dan Roh Yesus Kristus. Dia sekarang adalah almuhit, majemuk, pembari hayat, roh yang berhuni yang adalah Allah Tritunggal yang telah terproses. .

Kita telah melihat bahwa di dalam Yohanes 7:39, Roh itu "belum ada." Waktu ituTuhan Yesus belum dimuliakan dalam kebangkitan. Tetapi sekarang kita yang percaya ke dalam Kristus nasib kita mengenai menikmati Roh itu digenapi, dan Roh ini akan menjadi sungai-sungai air hidup yang mengalir keluar dari dalam batin kita. Menurut Yohanes 7:38 dan 39, Roh itu, Roh yang almuhit, akan menjadi sungai-sungai air hidup yang mengalir keluar dari kita. Ini berarti bahwa dalam pengalaman kita Roh yang satu itu menjadi banyak sungai-sungai air hayat. Inilah kenikmatan akan Roh itu.

III. DISELAMATKAN OLEH SUPLAIAN YANG SERBA LENGKAP DARI ROH ITU

Dalam Filipi 1 Paulus diselamatkan dari situasi yang khusus melalui suplaian yang serba lengkap dari Roh itu. Dalam pasal dua dia kemudian menunjukkan bagaimana kaum imani dalam penghidupan sehari-hari mengalami keselamatan yang konstan dalam perkara-perkara yang biasa. Sebagai contoh, 2:14 berkata, "Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan." Bersungut-sungut dan berbantah-bantahan adalah perkara-perkara yang kita alami sehari-hari. Kita mungkin tidak setiap hari mengalami benci atau marah, tetapi alasan yang pasti kita bersungut-sungut setiap hari.

Anda mungkin sering tidak bergembira dengan situasi Anda di rumah atau di sekolah. Anda merasa Anda sangat dibatasi atau bekerja dengan berlebihan; Anda perlu kebebasan yang lebih atau perubahan langkah. Tetapi, pemikiran yang demikian, tidak mengubah perkara-perkara atau membuat Anda lebih bergembira. Apa yang sebenarnya Anda butuhkan adalah suplaian yang serba lengkap dari Roh yang almuhit! Paulus di dalam penjara mengharapkan untuk mati, namun dia bergembira (Flp. 4:4). Dia berkata, "Aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan" (Flp. 4:11). Selanjutnya jika Anda merasa situasi Anda adalah suatu "penjara," Anda perlu mengumumkan, "Puji Tuhan! Terima kasih kepada Mu untuk situasi saya yang menakjupkan! Tuhan kekasih, Kau adalah segala keperluanku!" Ini bukanlah suatu teori; ini adalah praktek dan pengalaman. Ini akan menolong Anda dari banyak perkara yang sedemikian dan pasti akan menyebabkan Anda mengekspresikan Kristus terhadap orang-orang di sekitar Anda.

IKHTISAR

Wahyu di dalam Alkitab mengenai Roh itu adalah berkembang. Dalam Perjanjian Lama, Roh itu hanyalah Roh Allah dan Roh Yehova. Sebutan "Roh Kudus" dalam Perjanjian Baru tidak digunakan sampai waktu inkarnasi Tuhan. "Roh Allah" ada sejak awal, tetapi "Roh itu" belum ada sampai Tuhan melalui seluruh proses inkarnasi, penghidupan insani, kematian dan kebangkitan. Hari ini Roh itu adalah Roh yang almuhit berisi seluruh elemen ilahi untuk kita nikmati!

Pertanyaan

1. Apa sebutan utama yang digunakan untuk Roh Allah di dalam Perjanjian Lama? Terhadap apakah sebutan-sebutan itu dihubungkan?

2. Kapan istilah "Roh Kudus" pertama kali digunakan?

3. Mengapa dalam Yohanes 7 Roh itu "belum ada?"

4. Apa elemen Roh Yesus? Roh Yesus Kristus?

5. Apa sebutan Roh ilahi yang telah terampungkan? Apa yang tercakup dalam sebutan yang sederhana ini?