← Daftar isi Allah Tritunggal sebagai Roh itu Menjenuhi Manusia Tripartit Tubuh Kristus dan Roh Kelahiran-ulang Kita Hasil Perampungan dari Dua Roh · bab 1/23

DUA ROH

Pembacaan Aliktab

Yoh. 3:6; Rm. 8:16; Kej. 1:26; Ef. 1:10; 3:9;

1Tim. 6:16; Yoh. 1:14; 20:22; 14:17.

Garis Besar

I. Tujuan kekal Allah

A. Sekelompok orang untuk mengekspresikan Alah

B. Manusia dibuat dalam gambar Allah

II. Jalan Allah menggenapi tujuan kekal Allah

A. Ekonomi Allah (oikonomia)

B. Allah mendispensikan DiriNya sendiri untuk menghasilkan Tubuh

III. Allah sebagai Roh itu mencapai manusia

A. Jalan Allah dapat masuk ke dalam kaum imani

B. Roh itu adalah transmisi Allah

IV. Roh itu adalah seluruh Allah Tritunggal

V. Roh realitas

VI. Roh insani

A. Untuk mengontaki Allah

B. Menjadi kunci untuk kehidupan Kristiani

C. Keagungan roh manusia

Di dalam Perjanjian Baru ada tiga ayat yang membicarakan roh insani Roh ilahi. Ayat-ayat tersebut adalah ayat-ayat penting yang harus Anda ingat. Ayat-ayat itu adalah Yohanes 3:6, 4:24, dan Roma 8:16.

Dalam Yohanes 3:6 kita membaca:"Apa yang dilahirkan dari Roh itu adalah roh." Ayat ini menbicarakan mengenai dua "roh" dengan jelas: yang satu adalah huruf bbesar dan yang satu lagi tidak. Peristiwa pertama dari kata itu mengacu kepada Roh Kudus dari Allah, dan yang kedua mengacu kepada roh insani dari manusia. Apa yang dilahirkan dari Roh Kudus adalah roh insani. Ayat lain yang memperlihatkan dua "roh" ini adalah Yohanes 4:24: "Allah itu Roh; dan barangsiapa yang menyembahNya harus menyembahNya di dalam roh dan realitas." Lagi, Roh yang pertama adalah huruf besar dan roh yang kedua tidak. Kita harus menyembah Allah, yang adalah Roh itu, di dalam roh insani kita. Roma 8:16 lebih menetapkan eksistensi dua roh ini: "Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah." Kata ganti "kita" dengan pasti menetapkan roh insani dan mendasarkan beberapa keraguan untuk meragukan realitas dari Roh ilahi dan roh insani.

Banyak yang telah menjadi Kristen selama bertahun-tahun tidak pernah melihat dua roh itu di dalam ayat-ayat ini. Namun, ini adalah kebenaran yang penting mengenai Allah, tujuaNnya, dan pengalaman kekristenan kita.

I. TUJUAN KEKAL ALLAH

A. Sekelompok Orang untuk Mengekspresikan Allah

Menurut Efesus 3, di dalam kekekalan yang lampau Allah berencana untuk menggarapkan DiriNya sendiri ke dalam umat pillihanNya. Tujuan kekalNya adalah untuk memiliki sekelompok orang dengan Dia sebagai hayat. Allah akan di dalam mereka dan mereka akan menjadi satu dengan Dia. Orang-orang ini akan menjadi tubuh Kristus untuk mengekspresikan Diri Allah sendiri di dalam Kristus. Pertama mereka adalah gereja dan akhirnya Yerusalem baru.

B. Manusia Dibuat dalam Gambar Allah

Alkitab memberitahu kita bahwa di dalam kekalan yang lampau yang ada hanya Allah. Kemudian Dia bertujuan memiliki Tubuh bagi Kristus. Untuk ini Dia menciptakan alam semesta dan kemudian manusia, pusat dari semesta. Kejadian 1:26 memberitahu kita, manusia dibuat dalam cara yang khas. Manusia dibuat dalam gambar Allah dan menurut rupaNya. Mengapa Allah membuat manusia di dalam bentukNya sendiri? Ini dikarenakan Allah bermaksud supaya pada suatu hari Dia masuk ke dalam manusia untuk membuat manusia wadahNya, dengan DiriNya sendiri sebagai isinya. Sejak dari permulaan, kemudian, dari saat penciptaan manusia, persiapan dibuat agar manusia berisi Allah.

II. JALAN ALLAH MENGGENAPI TUJUAN KEKALNYA

A. Ekonomi Allah (oikonomia)

Jalan di mana Allah menggenapi tujuan kekalNya adalah "ekonomi"Nya. Ekonomi Allah adalah dispensi DiriNya sendiri ke dalam umat yang dipilih, ditakdirkan, dan ditebusNya sebagai hayat, suplay hayat, dan segala sesuatu mereka. Kita telah bayak menghabiskan waktu untuk mempelajari kata Yunani ekonomi atau dispensi yang digunakan di dalam Efesus1:10; 3:9 dan 1 Timotius1:4 - oikonomia. Kata Yunani ini adalah suatu kata yang tersusun dari ,oikos, yang berarti rumah, dan .nomos, yang berarti hukum. Jika Anda menelusuri akar dari kata ini, kembali ke kata yang mengacu kepada bungkusan luar makanan, membagi-bagikan makanan itu seperti paket kiriman. Akar kata ini juga berarti membagi-bagikan makanan kepada hewan piaraan untuk makan rumput. Ekonomi Allah adalah mengirimkan DiriNya sendiri sebagai hayat dan suplai hayat kita.

B. Dispensi Diri Allah Sendiri Untuk Menghasilkan Tubuh

Dalam ekonomi Allah Dia mendispensikan diriNya sendiri ke dalam umatNya sebagai hayat, suplai hayat, dan sebagai segala sesuatu bagi mereka. Dia mendispensikan diriNya sendiri sebagai tenaga, kekuatan, hikmat, kebenaran, kekudusan, kasih, kebaikan, dan bahkan sebagai atribut dan kebajikan mereka. Inilah ekonomi Allah. Hasil dari ekonomi ini banyak kaum imani telah dihasilkan menjadi komponen-komponen Tubuh Putra Allah untuk suatu ekspresi Allah Tritunggal yang penuh. Inilah visi kita mengenai ekonomi Allah.

III. ALLAH SEBAGAI ROH ITU MENCAPAI MANUSIA

A. Cara Allah Masuk ke dalam Kaum Imani

Dengan cara apakah Allah yang tak terbatas didispensikan ke dalam manusia? Bapa dengan DiriNya sendiri tidak dapat mencapai kita, demikian pula Putra dengan DiriNya sendiri tidak dapat masuk ke dalam kita. Bapa tidak dapat dihampiri (I Tim. 6:16), tetapi Putra datang untuk diam diantara kita (Yoh. 1:14). Tetapi Dia tidak dapat masuk ke dalam kita karena Dia masih darah dan daging. Sebagai seorang manusia dengan tubuh fisik Dia bisa berada diantara murid-muridNya tetapi tidak di dalam mereka. Sehingga Dia memberi tahu murid-muridNya bahwa Dia harus mati dan dibangkitkan. Melalui kematian dan kebangkitanNya bentukNya berubah dari bentuk fisik ke dalam bentuk rohani. Dia menjadi Kristus yang pneumatik yang dapat masuk ke dalam murid-muridNya (Yoh. 20:22). Ini adalah pencapaian Allah Tritunggal. Ketika Allah Tritunggal mencapai umat tebusanNya, Dia adalah Roh itu.

B. Roh Itu Adalah Transmisi Allah

Allah Bapa diwujudkan di dalam Allah Putra, dan Allah Putra diwujudkan, ditransmisikan, dialami dan didapatkan oleh kita di dalam Allah Roh. Roh itu sebagai yang ketiga di dalam Allah Kepala adalah Allah menjadi perwujudan dan pengalaman kita.

Arus listrik adalah suatu ilustrasi dari Roh itu sebagai penerapan Allah Tritunggal. Terpisah dari arus listrik, listrik tidak dapat digunakan/diterapkan. Di dalam penerapannya listrik perlu menjadi arus listrik. Namun, arus, bukan sesuatu yang berbeda dari listrik itu sendiri. Arus listrik secara sederhana adalah listrik di dalam gerak. Dalam beberapa prinsip, Roh itu adalah penerapan Allah Tritunggal kepada kita. Roh itu adalah arus dari Allah Tritunggal kepada kita untuk diterapkan; Dia adalah Allah Tritunggal di dalam gerak.

IV. ROH ITU ADALAH SELURUH ALLAH TRITUNGGAL

Oleh karena itu, adalah sangat penting untuk melihat bahwa Bapa dan Putra sepenuhnya diwujudkan di dalam Roh itu sebagai Allah Kepala yang ketiga. Ini berarti bahwa kita tidak bisa memisahkan Roh Kudus dari Putra atau dari Bapa. Ketiga Allah Kepala tidak hanya hidup bersama-sama, tetapi Mereka juga saling menghuni. Maka, antara Bapa, Putra, dan Roh adalah hidup bersama-sama dan saling menghuni. Allah adalah Tritunggal; Dia adalah tiga-satu. Kita telah mencakup perkara-perkara ini secara menyeluruh di dalam buku pelajaran Allah Tritunggal.

Roh Kudus adalah pencapaian Allah Tritunggal yang ultima dan telah terampungkan kepada kita. Jangan berpikir bahwa ketika Roh Kudus mencapai Anda, hanya Dia, Allah Kepala yang ketiga, datang, dan bahwa Bapa dan Putra tetap tinggal di sorga. Banyak orang Kristen mempunyai pemahaman yang sedemikian. Sementara kepercayaan bahwa Kristus ada di dalam kita, mereka menuntut bahwa Kristus mengirim Roh Kudus berfungsi sebagai perwakilanNya di dalam kita. Konsep ini adalah salah semuanya. Alkitab tidak membicarakan Roh itu mewakili Putra di dalam kita. Sebaliknya, menurut Kitab Suci, ketika Roh Kudus datang, Putra datang bersamaNya dan di dalamNya. Bapa juga datang bersama Putra dan Roh itu. Ini berarti ketika Roh Kudus datang kepada kita seluruh Allah Tritunggal datang. Menurut Alkitab, kita bisa berkata, bahwa Bapa adalah sumber, Putra adalah sungai, dan Roh itu adalah arus. Betapa ajaibnya bahwa Roh Kudus adalah pencapaian Allah Tritunggal yang telah rampung terhadap Anda dan saya.

V. ROH REALITAS

Karena Roh itu adalah perwujudan Allah Tritunggal, Dia disebut Roh realitas (Yoh. 14:17; 15:26; 16:13). Di dalam Yohanes 16:13 kita melihat bahwa Roh realitas menuntun kita ke dalam realitas: " Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh realitas, Ia akan menuntun kamu ke dalam seluruh realitas; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari DiriNya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengarNya itulah yang akan dikatakanNya dan Ia akan memberitakan kepada kamu hal-hal yang akan datang." Roh realitas menuntun kaum imani ke dalam seluruh realitas Allah Tritunggal dan ke dalam seluruh perkara-perkara ilahi. Roh realitas menuntun kita ke dalam realitas pembenaran, kekudusan, kasih, dan seluruh hal-hal ilahi lainnya. Dia memimpin kita ke dalam, membawa kita ke dalam, realitas dari hal-hal tersebut.

Jika kita menerapkan seluruh apa adanya Allah dan Kristus, kita perlu Roh itu. Kita harus memuji Tuhan bahw hari ini Dia tidak hanya Bapa dan Putra tetapi juga Roh. Dia tidak hanya sumber dan haluan tetapi juga penerapan/arus. Roh itu mencapai kita, masuk ke dalam kita dan menerapkan seluruh yang kita perlukan dari Bapa dan Putra. Ini adalah menakjubkan.

VI. ROH INSANI

A. Untuk Mengontaki Allah

Manusia dapat menjadi seperti radio. Roh Allah adalah seperti gelombang radio sorgawi. Roh itu di dalam manusia adalah seperti radio penerima. Banyak radio tidak berfungsi karena diri mereka sendiri tidak menggunakan roh mereka! Orang-orang tidak dapat mengontaki Allah karena penerima di dalam mereka tidak terpakai. Jika manusia tidak mempunyai roh, dia tidak akan dapat mengontaki Allah.

B. Kunci Penghidupan Kristen

Kunci ini ada di dalam roh kita dimana kita dilahirkan kembali (Yoh. 3:6); kunci ini ada di dalam roh kita dimana kita dibuat hidup (Ef. 2:5; Rom. 8:10); kunci ini ada di dalam roh kita dimana Allah berhuni (Ef. 2:22; II Tim. 4:22; Rom. 8:16); kunci ini ada di dalam roh kita dimana kita diikat menjadi satu dengan Tuhan (I Kor. 6:17); dan kunci ini ada di dalam roh kita dimana kita mengontaki dan menyembah Allah (Yoh. 4:24). Sekarang kita harus berjalan memperlakukan seluruh diri kita menurut roh kita-melayani di dalam roh kita (Rom. 1:9), berdoa di dalam roh (Ef. 6:18), diisi di dalam roh (Ef. 5:18), melihat wahyu Allah di dalam roh (Ef. 1:17; 3:15; Why.1:10; 4:2; 17:3; 21:10), bersekutu dengan saudara-saudari di dalam roh (Flp. 2:1), dan dibangunkan bersama dengan yang lainnya menjadi tempat kediaman Allah di dalam roh (Ef. 2:22).

C. Keagungan Roh Manusia

Zakharia 12:1 memberi tahu kita bahwa ada tiga hal penting di dalam ciptaan Allah : langit, bumi, dan roh manusia. Ayat ini berkata bahwa Yehovah yang "membentangkan langit, dan meletakkan dasar bumi, dan menciptakan roh di dalam diri manusia." Betapa agungnya roh kita ini! Langit adalah untuk bumi. Tanpa langit, bumi tidak mempunyai apa pun yang organik. Bumi adalah untuk manusia, dan manusia untuk Allah. Karena manusia adalah untuk Allah, dia perlu suatu penerima. Penerima ini adalah roh insani kita. Puji Tuhan bahwa kita di sini berada di bawah rencana dan di dalam rencana Allah; bahwa kita telah dibuat di dalam gambarNya; bahwa kita mempunyai roh unutk menerima Dia; bahwa Dia, sebagai Roh ilahi, telah masuk ke dalam roh insani kita membuat kita putra-putraNya bagi ekspresiNya! Inilah rencanaNya.

IKHTISAR

Tujuan kekal Allah adalah untuk memiliki sekelompok orang yang akan mengekspresikanNya. Cara Dia menggenapi rencanaNya ini disebut ekonomiNya. Di dalam ekonomiNya, Allah sebagai Roh itu mendispensikan DiriNya sendiri ke dalam manusia. Allah dapat mendispensikan DiriNya ke dalam manusia karena Dia adalah Roh dan manusia mempunyai roh. Roh itu transmisi seluruh Allah Tritunggal, dan roh manusia menerima transmisi ini. Roh kita adalah sarana bagi kita untuk mengontaki Allah Tritunggal; maka roh insani adalah suatu hal yang agung di dalam alam semesta. Melalui Roh ilahi memasuki roh insani, Allah akan merampungkan kedambaanNya.

Pertanyaan

1. Sebutkan ketiga ayat-ayat Perjanjian Baru yang membicarakan Roh ilahi dan roh insani. Apa yang ayat-

ayat itu katakan?

2. Apakah tujuan kekal Allah?

3. Bagaimana Allah akan menggenapi tujuan kekalNya?

4. Apa arti bahasa Yunani " Oikonomia" ?

5. Bagaimana Allah yang agung ini menyalurkan DiriNya ke dalam manusia?

6. Apakah Roh itu semata-mata hanya yang ketiga dari Allah Kepala?

7. Mengapa Roh itu disebut " Roh realitas" di dalam tulisan Yohanes?

8. Apakah artinya roh insani?