ROH YANG BERHUNI, PEMBERI HAYAT
Pembacaan Alkitab
Yun. 1:1, 14; 1 Kor. 15:45b; 2 Kor. 3:17; Yun. 20:22.
Garis Besar
I. Allah yang telah terproses
A. Menjadi Roh pemberi hayat
B. Suatu proses tertentu
II. Kristus dan Roh itu adalah satu
III. Kristus sebagai Roh yang berhuni
IV. Kristus tidak pernah meninggalkan orang-orang percaya
Satu Korintus 15:45b adalah salah satu dari ayat-ayat yang paling penting di dalam Alkitab. Ayat tersebut mengatakan,"Adam yang akhir telah menjadi (became) Roh pemberi hayat." "Adam yang akhir" ini mengacu kepada Kristus. kata "telah menjadi (became)" menunjukkan bahwa suatu proses telah terjadi atas Dia untuk menjadi Roh pemberi hayat. Hari ini, jika Anda menanyakan kepada orang-orang siapakah Allah, beberapa akan mengatakan bahwa Dia adalah adalah Sang Pencipta. Yang lain mungkin mengatakan bahwa Dia juga adalah Penebus dan Penyelamat kita. Tidak banyak yang akan mengatakan bahwa Allah adalah Roh itu.
Sebagai Roh itu, Allah itu tidaklah sederhana, karena Dia adalah Roh pemberi hayat yang almuhit. Roh ini mencakup keilahian, keinsanian, penghidupan insani, penyaliban, dan kebangkitan. Roh ini adalah Roh majemuk yang almuhit yang telah kita lihat pada pelajaran sebelumnya.
I. ALLAH YANG TELAH TERPROSES
A. Menjadi Roh Pemberi Hayat
Di dalam kekekalan yang lampau hanya ada Allah sendirian. Kemudian, di dalam waktu, Ia menciptakan segala sesuatu. Pada suatu titik tertentu di dalam sejarah, Allah Pencipta ini, Pencipta segala sesuatu, menjadi seorang manusia. Langkah yang penting ini disebut inkarnasi. Melalui inkarnasi, Allah mengenakan manusia dengan segala ciptaan, karena manusia adalah kepala ciptaan. Tuhan Yesus, Allah yang berinkarnasi, hidup di atas bumi selama tigapuluh tiga setengah tahun. Ketika Dia disalibkan, seluruh ciptaan disalibkan bersama-sama dengan Dia. Ini berarti bahwa bukan hanya Kristus saja yang tersalib, tetapi manusia itu yang telah Allah kenakan (pakai) kepada DiriNya sendiri dengan seluruh ciptaan tersalib bersama Dia. Karena itu, kematian Kristus si atas salib merupakan penyaliban yang almuhit. Setelah penyalibanNya, Kristus dikuburkan di dalam sebuah kuburan. Manusia dan ciptaan itu yang telah tersalib bersama Kristus juga dikubur di dalam kuburan itu. Setelah tiga hari, Kristus bangkit dari kematian di dalam kebangkitan. Melalui kebangkitan dan di dalam kebangkitan Ia menjadi Roh pemberi hayat. Lebih jauh lagi, di dalam kenaikkanNya ke langit tingkat ketiga, Dia dimahkotai dan menjadi Kepala dan Tuhan atas segala sesuatu. Kemudian Ia turun ke atas TubuhNya sebagai Roh pemberi hayat.
Karena Allah, setelah menyelesaikan pekerjaan penciptaan, telah melalui inkarnasi, penghidupan insani, penyaliban, kebangkitan, naik, dan turun, kita dapat menyatakan Dia sebagai Allah yang telah terproses. Diagram ini menggambarkan proses yang telah Ia lewati.
DIAGRAM
B. Suatu Proses Tertentu
Ada yang mencari-cari kesalahan pada kata "terproses" dan memperdebatkan bahwa tidaklah mungkin bagi Allah untuk terproses sebab Dia adalah kekal dan tidak berubah-ubah. Walaupun Allah adalah kekal dan tidak berubah-ubah, namun Dia telah melalui suatu proses. Bukankah inkarnasi itu merupakan suatu proses? Sejak kekekalan yang lampau sampai inkarnasi Kristus, Allah tidak memiliki suatu tubuh daging. Tetapi ketika Dia dilahirkan di malaf, Dia adalah Allah yang perkasa berinkarnasi menjadi bayi.. Menurut Yesaya 9:6, seorang anak yang dilahirkan bagi kita disebut Allah yang perkasa ... anak ini, Allah yang berinkarnasi, tinggal di dalam rumah seorang tukang kayu selama bertahun-tahun. Bayangkanlah bahwa Sang Pencipta alam semesta tinggal di dalam rumah seorang tukang kayu di Nazaret! Bukankah itu merupakan suatu proses? Demikian juga, bukankah penyaliban dan kebangkitan merupakan suatu proses? Tentu saja Allah telah terproses melalui inkarnasi, penghidupan insani, penyaliban, dan kebangkitan Kristus. Allah kita hari ini bukan Allah yang "mentah", tetapi Allah yang telah terproses. Hari ini Dia adalah Roh pemberi hayat yang almuhit.
II. KRISTUS DAN ROH ITU ADALAH SATU
Satu Korintus 15:45b mengatakan bahwa Adam yang akhir menjadi Roh pemberi hayat. Dua Korintus 3:17 memberi tahu kita bahwa sekarang Tuhan adalah Roh itu. Adam yang akhir di dalam 1 Korintus 15:45b dan Tuhan di dalam 2 Korintus 3:17 keduanya mengacu kepada Kristus. Ini menunjukkan dengan jelas bahwa hari ini Kristus dan Roh itu adalah satu.
Dia yang telah tersalib di atas salib adalah Kristus, tetapi Dia yang masuk ke dalam orang-orang percaya adalah Roh itu. Di dalam ketersaliban bagi penebusan orang-orang percaya Dia adalah Kristus, tetapi di dalam berhuni menjadi hayat orang-orang percaya Dia adalah Roh itu. Ini adalah Roh pemberi hayat yang almuhit, yang merupakan berkat injil yang almuhit dan ultima. Dikarenakan banyak yang tidak jelas mengenai hal ini, maka mereka membicarakan apa yang disebut berkat kedua, atau mengenai menerima Roh itu terpisah dari kelahiran ulang. Ketika beberapa orang Kristen mengetahui bahwa orang lain telah percaya kepada Kristus, mereka terus menanyakan kepadanya apakah dia sudah menerima Roh Kudus. Akan tetapi, menjadi seorang Kristen yang sejati adalah percaya kepada Kristus dan menerima Roh itu. Menjadi seorang Kristen yang sejati adalah percaya kepada Kristus, dan percaya kepada Kristus adalah menerima Roh itu. Walau demikian, mereka yang menganggap Kristus terpisah dan berbeda dari Roh itu mungkin menganggap bahwa percaya kepada Kristus tanpa menerima Roh itu adalah mungkin. Ini merupakan suatu kesalahpahaman yang serius.
III. KRISTUS SEBAGAI ROH YANG BERHUNI
Ketika kita percaya kepada Tuhan Yesus dan menerima Dia sebagai Penebus kita, maka Roh pemberi hayatlah yang masuk ke dalam kita. Banyak orang percaya tidak menyadari bahwa mereka menerima Tuhan Yesus bukan hanya sebagai Penebus dan Juruselamat, tetapi juga sebagai Roh pemberi hayat. Ketika kita percaya kepada Tuhan Yesus, kita tahu bahwa kita ini penuh dengan dosa. Oleh karena itu, kita berdoa, bertobat, mengaku, dan menerima Dia sebagai Juruselamat kita. Tetapi, kita tidak diberi tahu bahwa Dia akan masuk ke dalam kita untuk menjadi hayat kita. Setidaknya saya tidak diberi tahu mengenai hal ini ketika saya percaya kepada Dia. Tetapi, kemudian saya menemukan bahwa setelah percaya kepada Dia, ada sesuatu di dalam diri saya yang membuat saya senang dan gembira. Kadangkala saya bahkan merasa ingin melompat. Pernahkah Anda mengalami hal ini? Ini merupakan pengalaman akan Kristus sebagai Roh pemberi hayat. Walaupun kita menerima Dia sebagai Penebus kita, Ia masuk ke dalam kita bukan hanya sebagai Penebus, tetapi juga sebagai Roh pemberi hayat. Hari ini Dia berada di dalam kita terutama sebagai Roh pemberi hayat.
Jika Anda menanyakan orang-orang percaya dimanakah Penebus mereka, Tuhan Yesus, berada, banyak yang menengadahkan mata mereka, tertuju ke langit, dan mengatakan, "Dia berada di sorga." Jarang sekali Anda menemukan seorang Kristen, yang ketika ditanya dimanakah Tuhan Yesus berada, akan mengatakan dengan sukacita,"Kristus ada di dalamku!" Jika Anda menanyakan kepada saya dimanakah Kristus berada, saya akan mengatakan,"Yesus Penebusku, di satu pihak, berada di sorga sebagai Tuhanku dan, di pihak lain, berada di dalamku sebagai Roh pemberi hayat." Dikarenakan hal inilah kadangkala saya bersukacita, meluap-luap, dan bahkan lupa diri dikarenakan kegembiraan. Bersukacitalah, Yesus Kristus adalah Roh pemberi hayat di dalam kita! Sebelum datang ke gereja-gereja, anda mungkin belum pernah mendengar bahwa Sang Penebus telah menjadi Roh pemberi hayat. Tetapi terdapat satu ayat di dalam Alkitab yang memberi tahu kita bahwa Adam yang akhir telah menjadi Roh pemberi hayat. Nampaknya mereka yang berada di dalam Kekristenan tidak memiliki bagian kedua dari 1 Korintus 15:45. Setelah menyelesaikan pekerjaan penebusan, Kristus menjadi Roh pemberi hayat.
IV. KRISTUS TIDAK PERNAH MENINGGALKAN ORANG-ORANG PERCAYA
Yohanes 20 merupakan catatan pertama mengenai Tuhan datang kepada orang-orang percaya sebagai Roh pemberi hayat. Para murid berkumpul bersama di ruang atas dengan semua pintu tertutup karena takut kepada orang-orang Yahudi. Tiga hari sebelumnya mereka telah melihat Tuhan Yesus disalibkan.
Tiba-tiba Yesus berdiri di antara mereka dan berkata,"Damai sejahtera bagi kalian"! PerkataanNya sedikit, tetapi Ia menghembusi ke dalam mereka dan berkata,"Terimalah Roh Kudus" (Yoh. 20:22). Perkataannya dapat juga diterjemahkan,"Terimalah nafas kudus." Beberapa perkataan pendek lainnya, dan Ia pun pergi. Ia datang tanpa seseorang membukakan pintu; Ia pergi tanpa mengatakan selamat tinggal. Itu bukan berarti bahwa Dia pergi. Malah, Ia masuk ke dalam mereka sebagai nafas kudus. Mulai saat itu, dimana saja murid-murid berada, Yesus juga berada di sana. Ia berada di dalam mereka! Inilah Kristus di dalam kebangkitan menjadi Roh yang berhuni.
Kita semua dapat merasa yakin bahwa Kristus ini berada di dalam kita. Kemana saja kita pergi, Dia berada di dalam kita. Ketika kita bergembira bersama Dia, datang ke sidang-sidang, berdoa, dan doa-baca, kita mungkin tidak memiliki perasaan yang kuat bahwa Dia berada di dalam. Tetapi jika kita melawanNya, Dia akan menampakkan diriNya kepada kita dalam suatu cara yang keras. Jika kita pergi ke bioskop, atau ke tempat judi, Dia akan berbicara kepada kita dari dalam,"Apa yang Anda lakukan di sini?" Tuhan kita adalah nyata, hidup, hadir, dan di dalam. Kita tidak memiliki suatu agama. Apakah yang kita butuhkan dari suatu agama? Kita memiliki Kristus yang hidup! Dialah yang kita perlukan dan kita miliki.
Dia adalah nyata, hidup, dan sangat berkuasa, tetapi ramah, mengasihi, dan sabar. Kita tidak boleh mengira bahwa jika kita menyinggung Dia, Ia akan pergi. Semakin kita menyinggung Dia, semakin Ia akan meyakinkan kita bahwa Dia tidak akan pernah pergi!
Tuhan yang seharusnya kita nikmati setiap hari tidak lagi hanya berada di sorga. Ia telah melewati suatu proses yang besar untuk menjadi Roh pemberi hayat. Sebagai Roh yang sedemikian, Dia dapat datang untuk berhuni di dalam roh kita dan memberikan hayat kepada kita. Hayat yang Ia berikan adalah hayat Allah Tritunggal itu sendiri. What a Spirit we have! Dia adalah Roh yang almuhit, majemuk, pemberi hayat, yang berhuni yang adalah Allah Tritunggal yang telah terproses!
IKHTISAR
Adam yang akhir menjadi Roh pemberi hayat menunjukkan bahwa Allah telah melalui suatu proses. Allah telah melalui inkarnasi, penghidupan insani, penyaliban, dan kebangkitan untuk menjadi Roh pemberi hayat. Kristus datang sebagai Roh ini untuk masuk ke dalam orang-orang percaya. Kristus yang berhuni ini berada di dalam orang-orang percaya untuk pengalaman mereka dan tidak akan pernah pergi.
Pertanyaan