← Daftar isi Allah Tritunggal sebagai Roh itu Menjenuhi Manusia Tripartit Tubuh Kristus dan Roh Kelahiran-ulang Kita Hasil Perampungan dari Dua Roh · bab 20/23

MELAYANI DI DALAM ROH KITA

Pembacaan Alkitab

Rm. 1:9; 7:6; 12:1, 11; 2 Kor. 3:6, 8.

Garis Besar

I. Kehidupan dan pelayanan

II. Pelayanan adalah meministrikan Kristus

III. Dasar pelayanan kita

A. Oleh pertumbuhan di dalam hayat

B. Di dalam Tubuh

C. Di dalam roh

1. Bukan di dalam keusangan huruf

2. Di dalam kebaharuan roh kita yang telah dilahirulangkan

IV. Meministrikan Kristus di dalam pelayanan praktis

Rasul Paulus berkata di dalam Roma 1:9, "Karena Allah, yang kulayani di dalam rohku di dalam injil PuteraNya, adalah saksiku, bahwa dalam doaku aku selalu mengingat kamu." Kemudian dia berkata di dalam Roma 7:6, "Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga kita sekarang melayani sebagai budak-budak di dalam kebaharuan roh dan bukan dalam keusangan huruf." Dia memohon kepada kita, "Oleh karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai korban yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah pelayananmu yang sejati." (Rm. 12:1). Dia juga memerintahkan kita agar janganlah kerajinan kita kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan sebagai seorang budak (Rm. 12:11).

I. KEHIDUPAN DAN PELAYANAN

Di dalam pelayanan ini kita berhubungan dengan aspek praktis dari kehidupan orang Kristen, yaitu, pelayanan. Sebagai orang Kristen, selalu ada 2 aspek yang bersama-sama dengan kita. Aspek yang pertama merupakan suatu perkara dari kehidupan orang Kristen, suatu perkara kehidupan, dan aspek yang kedua merupakan suatu perkara dari pelayanan orang Kristen, suatu perkara pelayanan. Sebagai anak-anak Allah, di suatu pihak kita memerlukan suatu kehidupan yang tepat, suatu kehidupan rohani, dan di pihak lain kita memerlukan suatu pelayanan yang tepat, suatu pelayanan rohani.

Di dalam Matius 25 Tuhan Yesus memberikan 2 perumpamaan, perumpamaan dari 10 dara, yang berhubungan dengan kehidupan orang Kristen, dan perumpamaan mengenai talenta, yang berhubungan dengan pelayanan kita. Sepanjang kehidupan kita, kita harus menjadi anak-anak dara dengan kesaksian terang dalam tangan kita ketika kita keluar dari dunia ini untuk menjumpai mempelai laki-laki kita. ini adalah kehidupan kita, aspek kehidupan. Kita memerlukan minyak, dan kita memerlukan kesaksian terang. Kita perlu keluar dari dunia ini, untuk menunggu kedatangan Tuhan kembali, dan terus maju untuk memenuhi kedatanganNya. Ini adalah kehidupan orang Kristen.

Segera setelah perumpamaan ini, Tuhan memberikan kita perumpamaan mengenaitalenta, yang merupakan sesuatu yang berhubungan dengan pelayanan kita. Kita perlu menggunakan talenta, karunia, yang telah Tuhan berikan kepada kita, untuk melakukan sejumlah bisnis dan membuat keuntungan bagi Tuhan. Kedua aspek ini, kehidupan dan pelayanan, selalu ada bersama-sama dengan anak-anak Allah. kita perlu bertumbuh di dalam hayat dengan minyak, dan terang, dan dengan keluar dari dunia ini untuk menjumpai Tuhan dalam kedatanganNya kembali. Kita juga perlu melatih secara tepat apa yang telah Tuhan berikan kepada kita sebagai suatu karunia, sebagai suatu talenta.

II. PELAYANAN ADALAH MEMINISTRIKAN KRISTUS

Pelayanan yang sedang kita bicarakan tentu saja bukanlah apa yang dinamakan dengan "pelayanan minggu pagi" di mana banyak orang Kristen telah terbiasa. Pelayanan juga bukanlah hanya menampilkan beberapa pekerja seperti membersihkan balai sidang, walaupun itu dapat menjadi bagian pelayanan. Pelayanan yang sesungguhnya adalah berfungsinya kita di dalam kehidupan gereja dimana kita meministrikan Kristus. Di dalam mengabarkan injil, mempersembahkan suatu doa, atau memberikan suatu kesaksian di dalam sidang, Anda harus memiliki pandangan bahwa Anda sedang melayankan Kristus kepada orang lain. Seorang pramugari di dalam suatu pesawat terbang melayani orang-orang dengan minuman dan makanan. Demikian juga, di dalam gereja kita seharusnya menjadi orang-orang yang melayani orang lain dengan Kristus.

Meministrikan Kristus sebagai hayat kepada orang lain haruslah menjadi maksud dari semua hal yang kita kerjakan, baik ketika sedang membersihkan, mengatur, memasak, melawat, meministrikan firman, menyanyi, maupun berdoa. Semua hal-hal praktis di dalam kehidupan gereja merupakan saluran-saluran, sarana-sarana yang melaluinya, olehnya, dan di dalamnya kita meministrikan Kristus kepada orang lain.

Jika orang lain tidak dapat merasakan Kristus di dalam dapur ketika Anda sedang memasak, sangatlah diragukan apakah mereka dapat merasakan Dia dalam sidang secara riil. Agar Kristus diministrikan di dalam sidang-sidang kita perlu melatih diri kita sedemikian rupa di dalam melakukan segala hal-hal yang praktis agar Kristus dapat diministrikan di dalam hal-hal praktis. Setiap bagian dari pelayanan gereja harus meministrikan Kristus sebagai hayat.

Kita perlu belajar untuk melayani di dalam roh, dan kita perlu belajar untuk melakukan segala hal di dalam pelayanan gereja sedemikian rupa sehingga Kristus diministrikan kepada orang lain. Ini adalah tujuan dan maksud kita.

III. DASAR PELAYANAN KITA

A. Oleh Pertumbuhan di dalam Hayat

Pertama-tama kita memiliki aspek hayat, kemudian aspek pelayanan. Kita pertama-tama menempatkan perkara kehidupan, kemudian berdasarkan fakta itu, kita memiliki perkara pelayanan. Tanpa hayat dan pertumbuhan di dalam hayat yang cukup, kita tidak dapat memiliki pelayanan. Anak kecil dapat melakukan banyak hal, tetapi mereka tidak dapat melayani, karena mereka tidak memiliki pertumbuhan yang cukup di dalam hayat.

Di dalam pelajaran-pelajaran yang lalu kita telah membahas mengenai banyak aspek dan praktek-praktek kehidupan yang dapat menolong Anda untuk bertumbuh di dalam hayat. Kita semua harus bangkit untuk melayani menurut kapasitas hayat kita. kita tidak seharusnya mengatakan bahwa diri kita masih muda. Setiap kum imani harus memiliki suatu pelayanan yang tepat.

B. Di dalam Tubuh

Pelayanan orang Kristen merupakan suatu perkara hayat dan di dalam Tubuh. Pelayanan orang Kristen merupakan suatu perkara di dalam Tubuh dan suatu perkara Tubuh. Anda tidak dapat melayani Tuhan sebagai orang Kristen individual. Untuk melayani Tuhan, Anda perlu menyadari bahwa pelayanan Tuhan adalah suatu yang berada di dalam Tubuh.

Setiap kaum imani adalah satu anggota Tubuh, satu bagian Tubuh. Seorang individual bukanlah Tubuh. Seorang anggota Tubuh tidak dapat berfungsi tanpa Tubuh. Tangan itu baik, cukup berguna, tetapi jika tangan dipotong dari tubuh, tangan bukan saja mati, tetapi juga jelek, mengerikan, dan bahkan menakutkan. Anda mungkin senang menyalami saya, tetapi jika tangan ini dipisahkan dari tubuh, tangan menjadi mengerikan.

Hari ini banyak orang Kristen dilepaskan, dipisahkan dari realitas Tubuh. Seolah-olah mereka adalah anggota-anggota yang tidak berwujud. Anggota-anggota Tubuh menjadi indah selama mereka menempel pada tempat semestinya pada tubuh, tetapi di tempat yang lain mereka mengerikan. Betapa menyedihkan bahwa hari ini banyak orang Kristen yang seperti telinga yang telah dipisahkan dan ditempatkan di atas bahu. Bagaimana mereka dapat melayani Tuhan? Bagaimanakah kita dapat melayani Tuhan tanpa dibangunkan bersama-sama sebagai anggota-anggota Tubuh? Ini tidak mungkin.

C. Di dalam Roh

1. Bukan di dalam Keusangan Huruf

Sekarang kita sampai kepada poin yang penting; yaitu, kita perlu belajar bagaimana melayani di dalam roh. Roma 7:6 mengatakan, "Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga kita sekarang melayani sebagai budak-budak di dalam kebaharuan roh dan bukan dalam keusangan huruf-huruf." Kita perlu belajar untuk melayani di dalam roh---bukan di dalam huruf, bukan di dalam hkum, bukan di dalam doktrin, tetapi di dalam roh.

Dua Korintus 3:6 menunjukkan bahwa pelayanan Perjanjian baru merupakan suatu perkara Roh, bukan huruf-huruf: "Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh memberikan hayat." Ayat 8 melanjutkan, "Betapa lebih besarnya lagi kemuliaan yang menyertai pelayanan Roh!"

2. Di dalam Kebaharuan Roh Kita yang telah Dilahirulangkan

Saya khawatir banyak kaum imani yang tidak mengenal apa maksudnya melayani di dalam roh. Sebelum kita diselamatkan, kita mati di dalam roh kita. Di satu pihak, kita sangat aktif di dalam pikiran dan emosi kita; namun kita mati di dalam roh. Tetapi, puji Tuhan, pada saat kita diselamatkan, Tuhan melahirulangkan roh kita dan membuatnya hidup. sejak saat ini, kita perlu belajar untuk hidup, berjalan, bertindak-tanduk di dalam roh, bukan di dalam pikiran atau emosi, bukan di dalam sukma.

Kita perlu belajar untuk bukan hanya berjalan, hidup, di dalam roh, tetapi juga melayani di dalam roh dan melayani di dalam kebaharuan roh. Beban saya adalah untuk menolong Anda mengenal sesuatu secara praktis, bukan secara doktrin atau teori.

Apa artinya melayani Tuhan di dalam roh dan di dalam kebaharuan roh? Suatu roh telah diciptakan di dalam kita, dan kita telah dilahirulangkan. Roh kita telah diperbaharui, dan Roh Allah sekarang berhuni di dalam roh yang telah dipercepat dan diperbaharui ini. Oleh karena itu roh kita sekarang adalah suatu faktor yang kuat di dalam diri kita. Karena roh ini telah diperbaharui dan dihidupkan, dan karena roh ini telah dikuatkan olrh Roh Kudus yang berhuni, roh ini tentu saja merupakan faktor yang kuat di dalam diri kita. Namun, karena faktanya kita kekurangan pengajaran yang tepat, kita tidak menyadari bahwa kita memiliki suatu roh yang telah diperbaharui dengan Roh Kudus berhuni di dalamnya. Walaupun demikian, kita perlu memiliki beberapa realitas karena semua pembicaraan di dalam ministri mengenai perkara ini.

Di satu pihak, kita perlu berjalan, hidup, di dalam roh ini. kita tidak berbicara dari Roh Kudus, tetapi dari roh kita yang telah diperbaharui dimana Roh Kudus berhuni. Berjalan, hidup, di dalam roh kita berarti bahwa kita berada di dalam Roh Kudus karena sekarang Roh Kudus menghuni roh kita. Kita perlu hidup di dalam roh, dan perlu belajar untuk melayani di dalam roh.

IV. MEMINISTRIKAN KRISTUS DI DALAM PELAYANAN PRAKTIS

Maksud dari segala apa yang kita kerjakan di dalam pelayanan gereja adalah untuk meministrikan Kristus kepada orang lain. Apapun yang kita kerjakan harus meministrikan hayat kepada orang lain.

Misalnya Anda datang ke balai sidang untuk mengurusi beberapa perkara praktis, mengatur kursi-kursi, mengerjakan pekerjaan pembersihan, atau merawat dapur. Apapun yang sedang Anda kerjakan, Anda harus mengambilnya sebagai suatu kesempatan untuk meministrikan Kristus kepada orang lain. Jika Anda sedang membersihkan, pembersihan Anda harus meministrikan hayat kepada orang lain. Anda perlu meministrikan Kristus dengan pembersihan. Jika Anda sedang mengajar, pengajaran Anda harus meministrikan hayat kepada orang lain. hanya meministrikan beberapa pengetahuan kepada orang lain tidaklah cukup. Anda perlu meministrikan Kristus dengan mengajar. Ini juga sama dengan memasak. Bahkan dengan memasak Anda harus meministrikan Kristus.

Ada banyak pelajaran untuk belajar dalam meministrikan Kristus kepada orang lain dengan membersihkan, dengan memasak, dan dengan mengerjakan banyak hal praktis yang berbeda. kelihatannya kita begitu rohani, begitu mirip dengan Kristus, ketika kita datang bersama-sama untuk bersidang, tetapi ketika kita di dapur kelihatannya kita mirip yang lainnya kecuali kristus. Kita perlu mempelajari pelajaran untuk melayani orang lain dan untuk melayani Allah dengan meministrikan Kristus tidak peduli apapun yang sedang kita kerjakan. Jika Anda berada di dalam roh ketika Anda sedang bermain piano, dengan bermain piano Anda akan meministrikan Kristus kepada orang lain. Sebagai gereja kita di sini bukan untuk melakukan hal yang lainnya selain meministrikan Kristus kepada orang lain. Memasak masakan yang enak bagi orang-orang kudus, menyiapkan suatu tempat yang baik untuk bersidang, bermain piano secara mahir---tidak ada satupun dari perkara-perkara ini akan berarti kecuali mereka meministrikan Kristus kepada orang lain. Apapun yang kita kerjakan di dalam pelayanan Tuhanharuslah meministrikan Kristus kepada orang lain. Kita memiliki sangat banyak hal untuk dipelajari dalam perkara ini.

RINGKASAN

Ada 2 aspek sebagai seorang Kristen: yang satu adalah kehidupan dan yang satunya lagi adalah pelayanan. Kita perlu memiliki suatu pelayanan rohani yang tepat dan juga pertumbuhan hayat. Pelayanan yang sesungguhnya adalah meministrikan Kristus di dalam apapun yang kita kerjakan, baik kita mengabarkan injil maupun membersihkan balai sidang. Pelayanan kita seharusnya adalah dengan pertumbuhan di dalam hayat, di dalam Tubuh, dan di dalam roh kelahiran-ulang kita

Pertanyaan

1. Jelaskan bagaimana perumpamaan mengenai anak-anak dara dan talenta di dalam matius 25 memperlihatkan aspek kehidupan dan pelayanan.

2. Apakah pelayanan gereja yang sesungguhnya?

3. Karena pelayanan yang sesungguhnya adalah meministrikan Kristus, dapatkah Anda nampak mengapa pelayanan kita didasarkan pertama-tama ataspertumbuhan di dalam hayat?

4. Mengapa melayani adalah suatu perkara Tubuh?

5. Apakah yang telah terjadi dengan roh kita yang pernah mati sehingga kita dapat melayani di dalam kebaharuan roh?