← Daftar isi Allah Tritunggal sebagai Roh itu Menjenuhi Manusia Tripartit Tubuh Kristus dan Roh Kelahiran-ulang Kita Hasil Perampungan dari Dua Roh · bab 21/23

ALLAH TRITUNGGAL SEBAGAI ROH ITU MENJENUHI MANUSIA TRIPARTIT

Pembacaan Alkitab

Rm. 8:1-11; Yoh. 14:10-11; 1 Kor. 15:45b; 1 Tes. 5:22

Garis Besar

I. Allah Tritunggal

A. Diwahyukan dalam Roma delapan

B. Tiga-satu

II. Manusia tripartit

A. Tubuh dan sukma dan roh

B. Roh membuat manusia unik

C. Dilahirulangkan dengan benih ilahi

III. Pembagian hayat kepada setiap bagian diri kita

A. Roh kita menjadi hayat

B. Sukma kita menjadi hayat

C. Hayat dibagikan kepada tubuh kita yang fana

D. Seluruh diri kita dijenuhi dengan Allah

IV. Perlunya nampak visi

I. ALLAH TRITUNGGAL

A. Diwahyukan dalam Roma 8

Roh yang kita maksudkan adalah Roh itu; yaitu, Allah Tritunggal yang telah terproses dan telah menjadi Roh pemberi hayat. Allah Tritunggal ini, seperti yang judul kita katakan, menjenuhi manusia tripartit. Lihatlah Roma 8:9. dan Anda akan nampak keterangan mengenai Allah Tritunggal. "Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam roh, jika memang Roh Allah diam dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus." Perkatikanlah bahwa Allah, Kristus, dan Roh itu semua disebutkan di sini. Namun ayat ini bukanlah membuat suatu pernyataan doktrin; ayat ini berhubungan dengan pengalaman kita. Trinitas bukanlah suatu doktrin bagi kita untuk dianut, seperti yang disajikan oleh Kekristenan. Kita perlu Allah untuk menjadi Tritunggal agar kita dapat mengalami Dia. Allah, Kristus, dan Roh itu semua berada dalam pengalaman kita.

B. Tiga-Satu

Yohanes 14 dengan jelas berkata bahwa Putera berada dalam Bapa dan Bapa di dalam Putera (ay. 10-11). Melihat Putera adalah melihat Bapa. Ketika Putera berbicara, Bapalah yang bekerja. Keduanya tidak dapat dipisahkan. Alkitab seterusnya berkata bahwa Putera, setelah mati dan bangkit,menjadi Roh itu (1 Kor. 15:45b). Putera, yang dalamnya Bapa berada, telah menjadi Roh itu. Jadi, Allah Tritunggal dapat masuk ke dlam orang berdosa. Putera datang bersama dengan Roh; ketika Putera datang, Bapa juga datang.

Istilah tritunggal berarti tiga dalam satu. Dari satu pihak ada tiga; tetapi dari pihak lain mereka adalah satu, karena mereka tidak dapat dipisahkan.

Perhatikanlah tiga istilah yang paulus gunakan dalam Roma 8:9 dan 10. Dia berkata bahwa Roh Allah berhuni di dalam kamu; bahwa tanpa Roh Kristus kamu bukan milik Dia; bahwa Kristus berada di dalam Anda. Mengapa Paulus menggunakan tiga istilah untuk mengacu kepada seseorang yang sama? Ini karena orang ini memiliki 3 aspek: aspek Bapa, Putera, dan Roh itu.

II. MANUSIA TRIPARTIT

Bukan saja Allah itu Tritunggal; manusia juga tripartit. Kita manusia adalah roh, sukma, dan tubuh. Kita diciptakan dalam cara ini, sehingga kita dapat secara organik diokulasikan kepada Allah, dan sehingga kedua roh, RohNya dan roh kita, dapat disatukan bersama-sama.

A. Tubuh dan Sukma dan Roh

Manusia, seperti yang kita tunjukkan, dapat diwakilkan oleh 3 lingkaran konsentris. Lingkaran yang di luar berhubungan dengan tubuh fisik kita, bagian dari kita yang memiliki substansi dan dapat dilihat dan dijamah. Disamping bagian ini, kita memiliki satu sukma, yang diwakilkan dengan lingkaran yang di tengah. Ini adalah bagian psikologis kita, yang membuat kita dapat berpikir, emosi, dan tekad. Lingkaran yang terdalam, lubuk bathin manusia, adalah roh. Anda mungkin tidak begitu jelas mengenai roh insani, tetapi salah satu bagiannya, hati nurani, Anda telah mengenalnya. Hati nurani lebih dalam dari pikiran, emosi, dan tekad.

B. Roh itu Menjadikan Manusia Unik

Demikianlah cara manusia dibuat. Hewan memiliki suatu bagian yang berhubungan dengan sukma, tetapi mereka kekurangan bagian bathini ini, organ penyembahan manusia. Tidak pernah ada suatu peristiwa dalam sejarah dimana seekor keledai, atau seekor monyet, atau seekor kambing membangun suatu tempat kudus yang kecil dan mendirikan suatu patung untuk disembah! sebaliknya, catatan umat manusia, penuh dengan agama, berhala, bait, dan bentuk-bentuk penyembahan. Orang-orang yang berbudaya atau Barbar, kuno atau modern---semua orang damba untuk menyembah seseorang lebih tinggi. Apakah alasan bagi perbedaan di antara manusia dan hewan? Apa yang mendesak manusia untuk menyembah? Ini adalah karena manusia dibuat oleh Allah dengan suatu roh.

C. Dilahirulangkan dengan Benih Ilahi

Apakah perbedaan antara manusia yang belum dilahirulangkan dan seorang imani? Keduanya memiliki tiga bagian tubuh, sukma, dan roh itu. walaupun demikian, kaum imani memiliki suatu banih ilahi dalah rohnya. Benih Allah tinggal di dalamnya.

Benih dari hayat dan sifat ilahi ini perlu bertumbuh. Ketika benih ini bertumbuh, benih ini berkembang dan menyebar dari roh ke dalam sukma, terutama ke dalam pikiran, bagian sukma yang utama. Jika kita membiarkan benih ini bertumbuh tanpa sekatan; benih ini akan menyebar bahkan kepada tubuh fana kita.

III. PEMBAGIAN HAYAT

Kepada Setiap Bagian Diri Kita

Dalam 8:1-11 kita nampak bahwa, setelah melewati berbagian proses, Allah Tritunggal menjadi suatu Roh pemberi hayat, Roh yang memberi hayat. Dalam ayat 11 Paulus dengan jelas berkata bahwa Dia yang membangkitkan Kristus dari antara orang mati memberikan hayat kepada tubuh fana kita "melalui RohNya yang diam di dalam kamu." Roh ini sekarang berhuni di dalam roh kita.

A. Roh Kita menjadi Hayat

Sebagai Roh pemberi hayat, Allah Tritunggal yang telah terproses berhuni di dalam kita untuk memberikan kita hayat secara tiga kali lipat. Aspek pertama dari pemberian hayat ini ditemukan dalam ayat 10: "Dan jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah hayat karena kebenaran." Ayat ini mengatakan bahwa jika Kristus berada di dalam kita, roh kita adalah hayat. Kristus di sini adalah Allah Tritunggal yang telah menjadi Roh yang berhuni. Karena Kristus ini berada dalam roh kita, dan berhuninya Dia menjadikan roh kita hayat. Ini adalah aspek pertama dari pemberian hayat yang diwahyukan dalam Roma 8.

B. Sukma Kita menjadi Hayat

Aspek kedua ditemukan dalam ayat 6: "karena pikiran yang diletakkan di atas daging adalah maut, tetapi pikiran yang diletakkan di atas roh adalah hayat dan damai sejahtera." Pikiran adalah bagian utama dari sukma. Sebagai bagian yang demikian, pikiran mewakili sukma kita. Ini berarti bahwa ketika pikiran menjadi hayat, sukma kita menjadi hayat. Pertama-tama roh kita adalah hayat, dan kemudian sukma kita juga menjadi hayat.

Dalam apapun yang kita kerjakan atau katakan, kitaharus merasa yakin bahwa pikiran kita berada di atas roh kita. Ketika pikiran kita terlepas dari roh kita, kita seperti peralatan listrik yang dicabut. Jika kita merasa bahwa pikiran kita tidak berada di atas roh, kita harus berhenti dan menyeru nama Tuhan Yesus. Banyak di antara kita dapat bersaksi bahwa hanya setelah menyeru nama Tuhan Yesus, kita memiliki suatu perasaan di dalam, bahwa sekali lagi, pikiran kita berada di atas roh kita. walaupun ini adalah perkara yang sederhana, perkara ini sangat serius.

C. Hayat Dibagikan kepada Tubuh Kita yang fana

akhirnya, hayat dibagikan kepada tubuh fana kita. Menurut ayat 11, Dia yang membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati memberikan hayat kepada tubuh fana kita melalui Roh yang menghuni.

Jika kita membiarkan Roh yang menghuni itu membuat rumahNya dalam diri kita, Roh yang menghuni ini akan menjenuhi tubuh kita yang akan mati dan fana dengan hayat kebangkitan. Tubuh fana kita akan dihidupkan, dibangunkan, dan disembuhkan dengan hayat ilahi.

Oleh karena itu, hayat dibagikan kepada kita secara tiga kali lipat: roh kita menjadi hayat, pikiran kita menjadi hayat, dan hayat dibagikan kepada tubuh fana kita. Karena inilah kita dapat mengatakan bahwa, menurut Roma 8, Allah Tritunggal didispensikan ke dalam manusia tripartit dan memberi hayat kepada roh, sukma, dan tubuh manusia.

D. Seluruh Diri Kita Dijenuhi dengan Allah

Roh resapi ku mereta,

Semua Kristus semua Allah...

Kidung, # 501

Hubungan kita dengan Allah harus mencapai tingkat ini. Seluruh diri kita haruslah dijenuhi oleh Dia. Kita tidak boleh hanya puas dengan menyembah Dia secara luaran, mengasihi Dia, takut pada Dia, dan melakukan hal-hal untuk menyenangkan Dia. Allah yang misterius ini telah melalui suatu proses: penciptaan, inkarnasi, penghidupan manusia, kematian, kebangkitan, dan kenaikan. Sekarang Dia telah kembali sebagai Roh itu untuk memasuki semua orang yang percaya dalamNya. Demikianlah Allah kita dan Juru Selamat kita.

Dia tidak menginginkan kita untuk menyembah dari jauh. Dia tidak menginginkan kita untuk berdiri dengan hikmat di hadapanNya. Dia juga tidak menginginkan kita mengerjakan tugas: tertentu menyenangkan Dia. Yang Dia inginkan adalah agar kita membuka bagian yang terdalam dari diri kita kepadaNya dan menyeru namaNya. Kemudian RohNya masuk ke dalam kita, menjadikan kita yang telah mati menjadi hayat. Dari sana Dia menyebar keluar---ketika kita menaruh pikiran di atas roh, sukma kita juga dijenuhi oleh Dia. Semua kita juga menjadi hayat dari sukma, hayat juga menyebar ke tubuh fana kita. Hayat kebangkitan menjenuhinya. Ketika setiap bagian kita dijenuhi dengan Roh pemberi hayat yang almuhit ini, kita berada dalam kesatuan yang Allah inginkan.

IV. PERLUNYA NAMPAK VISI

Kita semua perlu nampak visi pendispensian hayat Allah Tritunggal ke dalam ketiga bagian dari diri kita. Jika kita nampak visi ilahi ini, konsep etil dan moral alamiah kita akan diserakkan. Kita perlu berkata kepada Tuhan, "Tuhan, aku bersyukur padaMu. Sejak Dikau masuk ke dalamku, rohku telah menjadi hayat. Sekarang jika aku menaruh pikiranku di atas rohku, pikiranku juga akan menjadi hayat. O, Tuhan, betapa aku memujiMu! Melalui RohMu yang berhuni, hayat zoe (Yunani, hayat ilahi Allah)Mu dapat didispensikan bahkan ke dalam tubuh fana kita. Tuhan, aku menyembahMu untuk hal ini, aku menikmati hal ini, dan aku menjadi sutu dengan Dikau dalam dispensi ini." Ini adalah dispensi hayat Allah Tritunggal ke dalam manusia tripartit. Melalui pendispensian yang demikian Allah Tritunggal menjadi satu dengan manusia tripartit, dan manusia tripartit menjadi satu dengan Allah Tritunggal. Melalui dispensi hayat ilahi kita menjadi putera-putera Allah. Terlebih lagi, oleh dispensi inilah kita ditransformasi dan diserupakan kepada gambar Kristus. Inilah kehidupan orang Kristen dan kehidupan gereja.

KESIMPULAN

Roma delapan mewahyukan Allah Tritunggal mendispensikan DiriNya sendiri dalam manusia tripartit. Allah Tritunggal sebagai Roh itu masuk ke dalam roh manusia dan membuatnya menjadi hayat. Ketika pikiran diletakkan di atas roh, pikiran menjadi hayat dan akhirnya hayat diberikan bahkan kepada tubuh fana kita. Jadi, Allah Tritunggal sebagai Roh itu secara penuh menjenuhi manusia tripartit, membuat Allah dan manusia benar-benar satu.

Pertanyaan

1. Jelaskan bagaimana kita dapat nampak Allah Tritunggal dalam Roma 8.

2. Terdiri dari berapa bagiankah manusia? Sebutkan.

3. Apa yang membedakan manusia dari makhluk-makhluk yang lain?

4. Jelaskan bagaimana Allah Tritunggal berhuni dalam kita untuk memberi kita hayat secara tiga kali lipat.