BERJALAN MENURUT ROH DAN DUA JALAN OLEH ROH ITU
Pembacaan Alkitab
Rm. 8:4, 16; I Kor. 6:17; Rm. 8:14; Gal. 5:16, 22-23, 25
Garis Besar
I. Berjalan menurut roh
II. Dipimpin oleh Roh itu
III. Dua macam jalan oleh Roh itu
A. Berjalan-jalan---jalan pertama
B. Berjalan di dalam garis---jalan kedua
C. Berjalan oleh Roh itu sebagai peraturan
I. BERJALAN MENURUT ROH
Jika Anda membaca sampai habis Alkitab Anda, dari Perjanjian Lama sampai dengan akhir Perjanjian Baru, Anda akan nampak bahwa perintah ultima Tuhan kepada Anda bukanlah agar Anda mengikuti hukum-hukum ataupun pengajaran-pengajaran, melainkan agar Anda berjalan menurut roh.
Di dalam Rm. 8:4 kita diberitahu untuk berjalan, bukan menurut daging; tetapi menurut roh. Roh di dalam Rm. 8:4 ini adalah roh yang telah dibaurkan, roh kita dibaurkan dengan Roh Kudus (Rm. 8:16; I Kor. 6:17). Kita harus berjalan menurut roh kita karena hari ini Roh Kudus berada di dalam roh kita dan bahkan satu dengan roh kita. Ketika kita berjalan menurut roh kita, secara spontan kita berjalan menurut Roh Kudus, karena kedua roh itu adalah satu.
Kebanyakan orang berjalan dan melakukan hal-hal menurut pikiran, menurut apa yang mereka pikirkan, dan menurut apa yang mereka senangi. Beberapa orang yang berjalan menurut daging melakukan hal-hal yang berdosa, sementara yang lainnya mengerjakan hal-hal yang baik menurut pikiran mereka, pemikiran mereka, dan kesenangan dan ketidaksenangan mereka. Tetapi kita orang-orang Kristen harus berjalan menurut roh. Membedakan roh dari daging adalah mudah, tetapi untuk membedakan roh dari pikiran kadang-kadang tidaklah mudah. Sebagai contohnya, mungkin Anda berpikir untuk mengunjungi seorang saudara, tetapi di dalam ada sesuatu yang mengganggu Anda. Anda tak seharusnya berjalan menurut pemikiran Anda atau kesenangan dan ketidaksenangan Anda, tetapi menurut "lampu merah batini" atau "lampu hijau batini". Ini adalah berjalan menurut roh Anda.
Berjalan berarti hidup, bertindak, atau mengatur diri seseorang. Kita harus hidup dan bergerak dan mengatur diri kita; bukan menurut Sepuluh Perintah, atau pun apa yang dinamakan Khotbah di atas Gunung, atau beberapa doktrin, tetapi menurut roh pembauran.
Berlatihlah menjalani jalan ini. Setiap hari, dari pagi sampai malam, berhentilah dari pekerjaan Anda dan tuntutlah agar senantiasa tinggal di dalam roh pembauran ini.
II. DIPIMPIN OLEH ROH ITU
Roma 8:14 mengatakan,"Semua orang yang dipimpin oleh Roh Allah, adalah putera-putera Allah." Ayat ini merupakan suatu kelanjutan dari bagian-bagian sebelumnya di mana Paulus memberi tahu kita bahwa kita harus berjalan menurut roh (ay. 4). Dalam beberapa hal, berjalan menurut roh adalah berada di bawah pimpinan Roh Kudus.
Hayat yang di dalam memberi Anda perasaan, bahkan di dalam hal-hal kecil, mengenai apakah Anda berada di bawah pimpinan Tuhan atau tidak. Maka, kita dipimpin oleh Roh itu dengan berjalan menurut roh dan dengan meletakkan pikiran kita di atas roh. Oleh karena itu, pimpinan Roh itu yang disebutkan di dalam ayat 14 bukan berasal dari lingkungan yang di luar, tetapi dari perasaan dan kesadaran yang di dalam akan hayat ilahi. Pimpinan ini membuktikan bahwa kita adalah putera-putera Allah, karena "Semua orang yang dipimpin oleh Roh Allah, adalah putera-putera Allah."
Saya ingin mengatakan beberapa patah kata terutama kepada para remaja yang mungkin sedang membaca berita ini. Ketika teman sekelas Anda sedang berbicara secara duniawi, pada porsi tertentu, Anda mungkin merasakan bahwa Anda tak dapat bergabung di dalam percakapan itu. Walaupun tidak ada sesuatu yang di luar yang mengacaukan Anda, Anda merasakan larangan batini. Peraturan batini ini datang dari hayat Allah di dalam Anda, hayat yang menjadikan Anda seorang anak Allah. Teman-teman sekelas Anda dengan senang dan bersemangat mungkin mendiskusikan hal-hal yang berdosa, tetapi hayat ilahi di dalam Anda tidak memperbolehkan Anda mengutarakan sepatah katapun. Bahkan, hayat ilahi menjauhkan Anda dari mereka. Itu adalah pimpinan Roh. Pimpinan Roh ini menandai Anda sebagai seorang putera Allah. Karena tanda dari pimpinan Roh Kudus ini teman-teman sekelas Anda akan bertanya-tanya atas apa yang sebetulnya telah terjadi pada Anda. Mereka akan bertanya-tanya karena mereka adalah putera-putera iblis dan Anda adalah seorang putera Allah. Anda memiliki pimpinan Roh itu di dalam Anda.
III. DUA MACAM JALAN OLEH ROH ITU
Di dalam Galatia 5 Paulus dua kali berbicara mengenai berjalan oleh Roh itu.
A. Berjalan---jalan-Jalan Pertama
Kata Yunani untuk berjalan di dalam ayat 16, peripateo, berarti mengatur diri kita, bertingkah-laku, mengatur sikap hidup kita, untuk berjalan-jalan. Ini berhubungan dengan kehidupan sehari-hari kita. Ini menunjukkan perjalanan sehari-hari kita yang biasa. Pemahaman mengenai berjalan oleh Roh ini diteguhkan oleh ayat 22 dan 23, di mana Paulus berbicara mengenai buah Roh. Aspek yang bermacam-macam dari buah Roh yang disebutkan di dalam ayat-ayat ini bukanlah hal-hal yang aneh; mereka merupakan aspek-aspek dari kehidupan sehari-hari kita yang biasa. Oleh karena itu, berjalan di dalam ayat 16 merupakn perjalanan sehari-hari kita yang telah biasa dan umum.
B. Berjalan di dalam Garis-Jalan Kedua
Kata Yunani untuk berjalan di dalam ayat 25, stoicheo, memiliki suatu arti yang sangat berbeda. Kata ini berasal dari suatu akar yang berarti mengatur di dalam suatu garis. Ini dapat diilustrasikan dengan pergerakan lalu-lintas di dalam jalur-jalur yang telah ditentukan pada suatu jalan layang. Maka, kata Yunani untuk berjalan di sini berarti berjalan di dalam garis. Kata ini juga berarti berbaris di dalam barisan militer. Berjalan dalam cara demikian, seperti para serdadu yang berbaris di dalam barisan, memerlukan kita terus melangkah.
Ketika kita membandingkan kedua macam jalan ini, kita nampak bahwa jalan yang kedua lebih diatur daripada yang pertama. Di dalam jalan yang kedua kita perlu berjalan seperti seorang tentara dan tetap melangkah, sedangkan di dalam jenis jalan yang pertama kita bebas untuk berjalan-jalan. Walaupun demikian, kedua macam jalan, jalan yang biasa dan berjalan di dalam garis atau dalam barisan, adalah oleh Roh itu.
Di dalam penghidupan sehari-hari kita sebagai orang Kristen, kita perlu memiliki dua macam jalan oleh Roh itu. Yang pertama adalah suatu jalan yang umum,. di mana jalan yang kedua adalah berjalan menurut suatu aturan atau prinsip tertentu bagi penggenapan maksud kekal Allah. Di dalam jalan macam pertama, kita perlu memamerkan buah Roh, kebajikan-kebajikan yang tercantum di dalam 5:22 dan 23. Walaupun demikian, kita di sini bukan hanya semata-mata memamerkan kebajikan-kebajikan seperti kasih, sukacita, dan damai sejahtera yang demikian. Kita di sini untuk penggenapan maksud ini. Bagi maksud Allah, kita perlu memiliki suatu jalan yang beraturan, suatu jalan yang menuruti peraturan-peraturan dasar tertentu. Mengasihi dan bersukacita bukanlah peraturan-peraturan atau prinsip-prinsip dasar. Ini hanyalah aspek-aspek yang berbeda dari kehidupan sehari-hari kita sebagai orang-orang Kristen, bukan karakteristik jalan yang memimpin kepada penggenapan maksud Allah. Jalan ini, macam jalan yang kedua oleh Roh itu, memerlukan kita berjalan menurut prinsip-prinsip dasar dan peraturan-peraturan dasar.
Kita dapat mengunakan kehidupan sehari-hari dari seorang saudari muda yang merupakan seorang siswi untuk mengilustrasikan kedua macam jalan oleh Roh itu. Di satu pihak, saudari ini hidup bersama keluarganya di rumah. Jika dia memang benar-benar memperhidupkan Kristus, dia akan memperlihatkan kebajikan-kebajikan Kristus kepada anggota-anggota keluarganya. Di pihak lain, dia perlu menjadi seorang siswi yang tepat di sekolah dan menggenapi segala persyaratan kelulusan. Di rumah dia perlu berjalan sebagai seorang anak perempuan dan saudari, tetapi di sekolah dia perlu berjalan sebagai seorang siswi yang tepat. Dia perlu memiliki jalan yang umum di rumah dengan keluarganya dan jalan yang lebih khusus di sekolah menurut peraturan-peraturan dasar dan prinsip-prinsip dasar.
C. Berjalan oleh Roh itu sebagai Peraturan
Jika kita mempertimbangkan Gal. 5:25 di dalam terang ayat-ayat lain di mana kata Yunani Stoicheo digunakan untuk berjalan (Rm. 4:12; Flp. 3:16), kita akan nampak bahwa berjalan oleh Roh itu adalah berjalan dengan Roh itu sebagai peraturan kita. Roh itu sendiri merupakan jalan, peraturan, garis, prinsip, yang memimpin kepada sasaran Allah. Roh itu sendiri harus menjadi peraturan kita. Jika kita ingin memiliki jalan yang kedua oleh Roh itu, kita harus mengambil Roh itu sebagai peraturan kita, jalan kita. Ini dapat diilustrasikan dengan mengendarai di jalan layang untuk mencapai suatu tujuan tertentu, yang berbeda dengan hanya semata-mata mengendarai. Ketika kita mengendarai di jalan layang, jalur-jalur pada jalan layang adalah suatu peraturan. Dengan mengendarai menurut peraturan ini, kita dapat mencapai tujuan kita.
Di dalam perjalan kekristenan kita, jalan keluar oleh Roh itu merupakan suatu jalan di mana Roh itu adalah peraturannya. Peraturan kita bukanlah doktrin atau teologi. Juga bukanlah hukum. Kepentingan Paulus dalam menulis kepada orang-orang Galatia adalah untuk memberitahu mereka bahwa mereka tidak seharusnya mengambil hukum sebagai peraturan mereka lagi. Kaum imani Galatia telah dialihkan dari Roh itu kepada hukum dan mengambilnya sebagai peraturan mereka. Paulus mengatakan kepada mereka bahwa mereka itu bodoh dan bahwa mereka harus kembali kepada Roh itu sebagai peraturan mereka. Karena mereka telah memiliki hayat dan hidup oleh Roh itu, mereka juga harus berjalan oleh Roh itu sebagai peraturan mereka. Jika kita ingin memiliki jalan yang kedua bagi penggenapan maksud Allah, kita pertama-tama harus belajar berjalan oleh Roh itu sebagai jalan, peraturan, prinsip, dan jalur kita.
Saya mendorong semua orang kudus untuk memiliki jalan yang kedua oleh Roh itu. Anda perlu berdoa,"Tuhan, aku akan mengikuti Dikau agar memiliki jalan yang kedua bagi penggenapan maksudMu. Aku tak mau berjalan dengan doktrin, teologi, organisasi, ataupun konsepsi-konsepsi alamiah. Aku ingin berjalan oleh Roh itu sebagai jalan layangku yang unik."
Menurut 5:25, karena kita telah menerima hayat dan hidup oleh Roh itu, kita sekarang harus memiliki jalan yang kedua oleh Roh itu sebagai peraturan kita. Kita telah diberi hayat oleh Roh itu agar kita dapat berjalan oleh Roh itu untuk menggenapi maksud Allah. Betapa mulianya sasaran yang terbentang di hadapan kita! Jalan layang yang memimpin kita kepada sasaran ini adalah Roh itu, ekspresi yang ultima dari Allah Tritunggal. Ketika kita berjalan pada jalan layang yang unik ini, kita tidak seharusnya melenceng ataupun berbalik melainkan terus maju kepada sasaran.
RINGKASAN
Perintah Tuhan yang ultima adalah agar kita hidup, bertindak-tanduk, dan mengatur diri kita menurut roh. Kita dipimpin oleh Roh itu dengan berjalan menurut perasaan yang di dalam dari hayat ilahi. Dua jenis berjalan oleh roh disinggung di dalam Gal. 5. Jalan yang pertama adalah satu jalan umum sehari-hari yang memamerkan kebajikan-kebajikan seperti kasih, sukacita, dan damai sejahtera. Jalan yang kedua adalah menuruti peraturan-peraturan dan prinsip-prinsip dasar tertentu bagi penggenapan maksud Allah. Kita harus hidup oleh Roh itu dan memiliki jalan yang kedua dengan Roh itu sebagai peraturan kita.
Pertanyaan