MELATIH ROH KITA
Pembacaan Alkitab
1 Tim.4:7; 2 Tim.1:7; 4:22; 1 Tim.1:5; Ibr.10:22;
1 Yoh.1:7; Ef.6:18; 1 Tes.5:17.
Garis Besar
I. Latihan ibadah
A. Latihan roh
B. Lebih berguna daripada latihan badani
II. Menjaga hati nurani kita
A. Suatu hati nurani yang baik
B. Perlunya pembasuhan darah
III. Melatih melalui berdoa
A. Berdoa tidak henti melalui berseru
B. Mendoabacakan Firman
IV. Melatih roh kita dalam sidang-sidang
I. LATIHAN IBADAH
A. Latihan Roh
Satu Timotius 4:7 berkata "Latihlah dirimu beribadah." 2 Timotius 1:7 memberitahu kita, "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban." Kemudian 2 Timotius 4:22 berkata, "Tuhan menyertai rohmu." Ketika kita meletakkan semua ayat ini bersama-sama, kita dapat nampak bahwa latihan ibadah tergantung kepada latihan roh, dimana Tuhan berada. Jika Anda akan melatih roh diri Anda beribadah, Anda harus mengetahui bagaimana melatih roh Anda karena Allah itu berada di dalam roh Anda. Ayat-ayat ini merupakan dasar Alkitabiah untuk latihan roh.
B. Lebih Berguna daripada Latihan Badani
Dalam teks Yunani dari Perjanjian Baru, kata untuk "latihan" adalah sama dengan kata dalam bahasa Inggris "gymnastics." Pada hari-hari ketika Rasul Paulus menulis surat-surat kiriman rasul, latihan-latihan senam sedang dipraktekkan oleh orang-orang Yunani. Oleh karena itu, latar belakang sejarah kata yang digunakan oleh Paulus merupakan latihan senam secara badani. Bahkan hari ini, orang-orang sedang mempelajari terus-menerus bagaimana untuk melatih tubuh mereka untuk kesehatan fisik mereka. Namun, Rasul Paulus menggunakan kata ini untuk menekankan keperluan vital dari jenis latihan senam yang lain, jenis latihan yang lain yangtidak berhubungan dengan tubuh fisik. Latihan senam (gymnastic) semacam ini berhubungan dengan perkara ibadah secara pribadi.
Mungkin beberapa saudara telah melatih atau latihan senam tiap hari bagi tubuh kita. Jadi, hal ini baik, karena Paulus telah mengatakan bahwa latihan badani terbatas gunanya. Latihan badani itu baik, tetapi hanya untuk suatu tingkat tertentu saja. Namun, Paulus menggambarkan jenis latihan senam lainnya yang baik untuk selamanya---baik untuk hari ini maupun untuk kekekalan! Dia mengatakan bahwa jenis latihan senam yang kedua ini memberikan kita keuntungan bagi hayat hari ini dan bagi hayat dalam kekekalan. Oleh karena itu, kita seharusnya lebih memperhatikan latihan senam (gymnastic) yang lain ini, latihan roh kita.
II. MENJAGA HATI NURANI KITA
A. Suatu Hati Nurani yang Baik
Agar dapat melatih roh kita, sangatlah vital untuk menjaga hati nurani kita. Hati nurani adalah bagian yang memimpin dari roh kita. Jika hati nurani kita bersalah, kita tidak dapat pernah memiliki suatu roh yang tepat. Lebih dari itu, bahkan kita tidak dapat pernah melatih roh kita. Kenyataannya, jika hati nurani kita bersalah, roh kita mati! Oleh karena itu, sebelum kita dapat melatih roh kita dengan tepat, pertama-tama kita harus memiliki suatu hati nurani yang baik.
Jika Anda menjadi tercemari karena melihat pada jenis-jenis gambar tertentu, roh Anda akan ternodai, tercemari, dan mati. Sebagai akibatnya, Anda tidak akan dapat berdoa kecuali jika Anda pertama-tama bertanya kepada Tuhan untuk membasuh Anda dari semua pencemaran. Saya mengemukakan hal ini sebagai suatu ilustrasi mengenai keperluan kita untuk bekerja sama dengan pengudusan Allah Tritunggal untuk memiliki roh kita terlindung dari kematian dan pencemaran.
B. Perlunya Pembasuhan Darah
Oleh karena itu, bilamana kita melatih roh kita untuk berkontak dengan Tuhan, kita perlu darah. Jika kita tidak mengetahui bagaimana melatih roh. Setiap waktu kita melatih roh kita, kita akan merasa bahwa kita perlu darah. Pembasuhan darah adalah suatu keharusan; itu benar-benar vital dan perlu. Segera setelah kita melatih roh kita untuk berkontak dengan Tuhan, yang adalah benar dan kudus, kita akan merasakan perlunya darah untuk membasuh hati nurani kita. Dia berada di dalam kemuliaan, tetapi kita berada di dalam dosa, kejahatan, kotor, keduniawian dan nafsu birahi, kehilangan kemuliaanNya! Oleh karena itu, darah harus mengisi celah antara kita dengan Tuhan. Kita harus belajar untuk menerapkan darah dengan konstan.
III. MELATIH MELALUI BERDOA
Kita harus mulai melatih roh kita melalui berdoa, karena untuk berdoa, pada prinsipnya, adalah sesuatu di dalam roh (Ef. 6:18). Jika Anda akan melatih mata kita, Anda harus melihat. Jika Anda akan melatih kaki Anda, Anda harus berjalan. Semakin banyak Anda berjalan, semakin banyak Anda melatih kaki Anda. Dengan cara yang sama, jalan yang terbaik bagi Anda untuk melatih roh Anda adalah belajar untuk berdoa. Namun, dalam pengalaman Anda, mungkin tidak terlihat begitu mudah untuk berdoa.
Salah satu alasan mengapa kita tidak dapat berdoa adalah bahwa roh Anda tidak digunakan selama waktu yang begitu lama. Roh Anda itu berada di luar fungsi, karena roh tersebut tidak digunakan. Pada suatu hari seorang dokter memberitahu saya bahwa jika kita menutup mata kita selama tiga bulan, kita tidak akan dapat melihat. Walaupun kita membuka mata kita, pandangan kita akan hilang, karena kita tidak menggunakan mata kita selama waktu yang agak lama. Jika kita tidak menggunakannya, maka mata kita akan gagal untuk berfungsi. Sama seperti, banyak saudara dan saudari yang benar-benar gagal untuk menggunakan roh mereka. Mereka dengan konstan menggunakan pikiran, emosi, tekad mereka, atau tubuh fisik mereka, tetapi bukan roh mereka. Oleh karena itu, roh mereka gagal untuk berfungsi dan akhirnya hilang fungsinya.
Jalan satu-satunya untuk melatih roh Anda adalah berdoa. Begitu kita melatih roh kita dalam doa, tujuan kita seharusnya untuk berkontak dengan Tuhan, bukan pertama-tama berdoa untuk orang-orang atau hal-hal tertentu. Hanya berkontak dengan Tuhan dan membiarkan Dia membebani Anda untuk berdoa bagi hal-hal atau orang-orang tertentu. Jangan menghampiri Tuhan dengan pikiran Anda yang dipenuhi dengan banyak hal untuk didoakan. Jika Anda mencoba untuk berkontak dengan Tuhan dengan cara ini, maka Anda akan menutp roh Anda. Kita seharusnya datang kepada Tuhan dengan suatu roh yang sepenuhnya terbuka, menyembah Dia, memuji Dia, dan berterima kasih kepadaNya. Kemudian kita akan mengetahui akan apa yang akan kita doakan, dan kita akan mempunyai banyak yang diutarakan kepada Tuhan dalam doa.
A. Berdoa Tidak Henti melalui Berseru
Dalam 1 Tesalonika 5:17, Paulus memerintahkan kita untuk berdoa tidak henti. Apakah yang dimaksud dengan berdoa secara tidak henti? Walaupun kita mungkin makan beberapa daging dalam satu hari dan walaupun kita minum beberapa kali selama hari itu, tak seorangpun dapat makan dan minum terus-menerus. Tetapi tentu saja kita dapat bernafas dengan tidak henti. Perintah Paulus untuk berdoa tidak henti menyatakan bahwa berdoa tidak henti adalah seperti bernafas. Tetapi bagaimana doa kita dapat menjadi nafas rohani kita? Tetapi bagaimana kita dapat mengarahkan berdoa kepada bernafas? Cara untuk melakukan hal ini adalah berseru kepada nama Tuhan. Kita perlu berseru kepada Tuhan Yesus terus-menerus. Inilah caranya untuk bernafas, untuk berdoa tidak henti. Karena kita tidak dibiasakan akan hal ini, kita perlu untuk melatih berseru kepada nama Tuhan terus-menerus. Hidup adalah bernafas. Pembicaraan secara rohani, bernafas adalah berseru kepada nama Tuhan dan berdoa. Melalui berseru kepada nama Tuhan Yesus, kita akan menghirup Roh itu.
B. Mendoabacakan Firman
Seperti yang telah kita lihat pada pelajaran dua belas, Roh itu terwujud dalam Firman. Untuk mengalami suplaian dari Roh itu dalam Firman, kita harus melatih roh kita. Doa-baca merupakan salah satu cara yang terbaik untuk melatih roh kita.
Mari kita menggunakan Mazmur 133 untuk menunjukkan perbedaan antara menganalisis Alkitab dan menikmati perawatan yang terkandung di dalamnya melalui doa-baca. Pada saat kebaktian keagamaan mereka secara pribadi, beberapa orang Kristen mungkin membaca Amsal 133. Begitu mereka membaca, mereka mulai menganalisis dan bertanya mengenai minyak urapan yang baik, janggut, jubah, embun, dan Gunung Hermon. Sebagai pengganti menerima suplaian yang limpah lengkap, semuanya itu ditinggalkan dengan banyak pertanyaan yang tidak terjawab. Tetapi jika kita mendoabacakan Mazmur 133, kita akan mengambil bagian ini dengan jalan hayat. Begitu kita mendoabaca, kita mungkin berkata, "Lihatlah, amen! Betapa baik dan betapa menyenangkan, amen." Melalui menerima Firman dengan cara ini, kita a+1n menerapkan Roh ya.g almu(it ke dalam batiN kita. Me,alui doa-baca, kita melatih roh kita untuk menerima perawatan rohani dari Firman. Melalui perawatan inilah kita bertumbuh dalam hayat. Kita dirawat oleh firman mengenai iman dan pengajaran yang sehat. Bahkan jika kita menggunakan sedikitnya sepuluh menit untuk mendoabacakan suatu bagian dari Firman, kita akan menerima perawatan. Lebih dari itu, kita akan mengalami elemen-elemen yang bervariasi dari segala kekayaan Kristus.
IV. MELATIH ROH KITA DALAM SIDANG-SIDANG
Akhirnya, kita harus nampak pentingnya melatih roh kita dalam sidang-sidang gereja. Bilamana kita orang-orang Kristen datang bersama-sama dalam suatu sidang gereja, kita perlu berfungsi. Kita perlu berdoa, memuji, atau memberikan sepatah kata mengenai kesaksian. Hal ini adalah untuk melatih roh kita dan tidak membiarkannya untuk tetap tidak aktif (tidur) atau dalam suatu keadaan yang mati. Tetapi maafkanlah untuk mengatakan, banyak orang kudus tidak memelihara roh mereka melalui melatihnya dengan cara ini. Malahan, mereka membiarkan roh mereka untuk tetap tidak aktif (tidur). Nampaknya mereka meninggalkan roh mereka dalam sebuah kuburan.
Ketika setiap orang melatih rohnya dalam suatu sidang, Roh kudus bebas bergerak dan mengalir. Tetapi ini adalah suatu peperangan yang riil, karena Setan mengetahui bahwa jika kita semuanya membebaskan roh kita, dia akan dikalahkan.Dia dengan cerdik menyerang titik strategi dengan menghambat roh orang-orang kudus. Selama dia dapat menghambat roh kita, kita dimatikan dan dia berhasil. Oleh karena itu, kita harus memenangkan peperangan ini. Kita harus belajar untuk membebaskan roh kita terus-menerus dan secara kontinu siap untuk berdoa. Bilamana kita datang ke suatu sidang, kita harus dengan segera melatih dan membebaskan roh kita untuk berdoa.
Semua masalah kita dipecahkan dan semua keperluan kita dijumpai melalui latihan roh kita. Semua apa adanya Allah dan semua yang telah dirampungkanNya berada di dalam Roh Almuhit itu yang telah ditempatkan di dalam roh kita. Oleh karena itu, melalui kembali ke dalam roh kita dan melalui melatih roh kita, kita mungkin mendapatkan suplaian yang penuh untuk memenuhi keperluan kita.
RINGKASAN
Kita kaum imani harus mengetahui bagaimana melatih roh kita untuk berkontak dengan Tuhan. Untuk melatih roh kita, kita harus menjaga hati nurani kita melalui menerapkan pembasuhan darah. Jalan satu-satunya untuk melatih roh kita adalah berdoa. Kita semuanya dapat berdoa tidak henti melalui berseru kepada nama Tuhan terus-menerus. Kita melatih roh kita untuk menerima perawatan dari Firman melalui doa-baca. Kita harus melatih roh kita dalam sidang-sidang gereja melalui berdoa, memuji, atau memberikan sepatah kata mengenai kesaksian.
Pertanyaan