BAB 9
Sifat Bawaan Yakub
dan Penanggulangan yang diterimanya
Pembacaan Alkitab: Kejadian 25:19-34; pasal 27-30
Setiap orang yang membaca Alkitab dengan teliti, tidak bisa tidak merasakan sejarah Ishak sangat berbeda dengan sejarah Yakub. Sejarah Ishak adalah damai sejahtera, tidak banyak urusan; sejarah Yakub penuh dengan kesulitan, banyak urusan. Jalan Ishak itu datar, tetapi jalan Yakub naik turun. Apa yang dialami Ishak selalu lancar, meskipun ditentang oleh orang, mudah sekali mengatasinya. Tetapi Yakub mengalami banyak penderitaan.
Allah adalah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Sebab itu kita tidak bisa memisahkan sejarah tiga orang ini. Dalam sejarah rohani, ketiga orang ini memperlihatkan kepada kita tiga aspek dari satu orang. Pekerjaan Allah dalam diri seseorang terlaksana dalam tiga aspek ini. Sebab itu jangan sekali-kali menganggap ada orang mutlak seperti Yakub, ada orang mutlak seperti Ishak. Syukur kepada Allah, kita adalah Ishak, bersamaan dengan itu kita juga adalah Yakub. Di satu pihak, di depan Tuhan kita selalu menikmati, semuanya damai, semuanya kaya, dan menang, sebab itu kita terus-menerus memuji syukur; tetapi di pihak lain, karena ada hidup (hayat) alamiah, maka Roh Kudus masih terus bekerja di atas kita, menanggulangi diri kita. Firman Allah berkata, "Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?" (Ibrani 12:7). Sebagai anak, di satu pihak Allah menerima kita; di pihak lain Allah menghajar kita. Ishak menyatakan, karena kasih karunia Allah kita diterima oleh Allah sebagai anak; Yakub menyatakan, bagaimana kita menerima ganjaran Allah. Sebab itu, di satu pihak Allah memperlihatkan kepada kita, bahwa hidup kita seperti Ishak yang puas dan lancar, di dalam Tuhan semuanya diberikan kepada kita, semua yang milik Abraham dimiliki Ishak; di pihak lain, Dia akan membawa kita berbagian dalam kekudusanNya, supaya Kristus terbentuk di dalam kita, supaya Roh Kudus di atas diri kita menghasilkan buah-buah.
Ketika kita membaca sejarah Yakub, kalau kita sendiri belum pernah mengalami pemberesan Allah, tidak mengenal daging, kita mudah sekali berdiri pada kedudukan yang tinggi dan menghakimi Yakub. Kita mengira Yakub tidak patut dipakai oleh Allah, ia seharusnya dihakimi. Ketika membaca sejarah Abraham, kita merasa berarti. Ketika membaca sejarah Yakub, kita menganggapnya tidak seberapa berarti. Tetapi kalau kita sedikit diterangi oleh Allah, nampak apa yang disebut hidup alamiah, apa yang disebut kebobrokan kekuatan daging, dengan sendirinya kita bisa nampak Yakub di atas diri kita. Nampak bahwa Yakub bukan hanya satu orang Yakub, tetapi juga ada di dalam kita. Ketika kita membaca sejarah Yakub pada masa tuanya, kita nampak tujuh belas tahun ia ada di Mesir, adalah tujuh belas tahunnya yang paling kaya. Di sana kita nampak perkataannya, nampak perbuatannya, nampak sikapnya, nampak tindakannya. Tidak bisa tidak kita menundukkan kepala dan berkata, "Ya Allah, orang yang seperti Yakub ini juga bisa mencapai tingkat ini. Betul-betul adalah kasih karuniaMu." Ketika kita membaca akhir sejarah Yakub, kita tidak bisa tidak mengucurkan air mata dan berkata, "Ya Allah, betul-betul adalah kasih karuniaMu, yang mengubah orang yang tidak ada harapan sampai tingkat ini, menjadi bisa dipakai olehMu, menjadi bejanaMu yang berguna."
Sekarang kita akan melihat bagaimana Allah merampungkan pekerjaanNya di atas diri Yakub – bagaimana Allah menanggulangi dia, membereskan hidup alamiahnya, membuat dia lemah, bagaimana melalui penyusunan Roh Kudus, Kristus terbentuk di dalamnya, sehingga menghasilkan buah-buah Roh Kudus.
Apakah sebenarnya penanggulangan Roh Kudus dan penyusunan Roh Kudus? Penanggulangan (pendisiplinan atau ganjaran) Roh Kudus dan penyusunan Roh Kudus adalah satu pekerjaan, bukan dua pekerjaan. Dalam penanggulangan Roh Kudus ada penyusunan; dalam pengukiran Roh Kudus ada pembentukan. Saat membereskan hidup alamiah kita, karakter Kristus tersusun ke dalam diri kita. Melalui pemberesan Allah, Yakub dengan sendirinya menghasilkan buah-buah damai sejahtera. Di tengah-tengah penanggulangan, dihasilkanlah buah damai sejahtera, bukan setelah lewat penanggulangan baru menghasilkan buah damai sejahtera. Allah menjamah hidup alamiahnya, lalu ia dengan sendirinya menghasilkan buah damai sejahtera. Inilah prinsip yang Allah nyatakan di atas diri Yakub. Sebab itu, di satu pihak, kita harus nampak bagaimana Allah mengukir dia, supaya dia lemah; di pihak lain, kita harus melihat bagaimana Allah melalui Roh Kudus menyusun karakter Kristus di atas dirinya agar menjadi karakternya.
Dari pimpinan yang Allah berikan kepada Yakub, kita melihat sejarah seumur hidup Yakub dapat dibagi menjadi empat potongan. Potongan pertama -- sifat bawaan Yakub (Kejadian pasal 25-27), yaitu sejak lahirnya sampai ia dengan tipu muslihat mendapatkan berkat ayahnya, menyatakan Yakub sebenarnya orang yang bagaimana. Potongan kedua -- penanggulangan yang diterima Yakub (Kejadian 28-30), yaitu sejak ia meninggalkan keluarga sampai ke Padan Aram, dalam situasi itu menerima pengujian, menerima pemberesan. Potongan ketiga -- terkilirnya hidup alamiah Yakub (Kejadian 31-35), yaitu dari Yakub meninggalkan rumah pamannya, meninggalkan Padan Aram, lewat Pniel Sikhem, melewati Betel, sampai ke Hebron. Dalam kurun waktu ini, hidup alamiah Yakub dijamah oleh Allah. Potongan keempat -- kematangan Yakub (Kejadian 37-49), yaitu masa tua Yakub, sejak Yusuf dijual sampai Yakub meninggal dunia.
SIFAT BAWAAN YAKUB
Kita terlebih dulu melihat potongan pertama sejarah Yakub. Bagaimana sifat bawaan Yakub? Orang macam apakah Yakub? Dari Kejadian pasal 25 sampai pasal 27, Kita bisa melihat dan mendapatkan jawabannya.
Dalam Rahim Ibunya
Berebutan Siapa yang Lebih Besar
Bagaimana Yakub dilahirkan? "Tetapi anak-anaknya bertolak-tolakan di dalam rahimnya" (Kejadian 25:22). lnilah Yakub. Inilah alamiah Yakub. Firman Allah memperlihatkan kepada kita, Yakub sama sekali berbeda dengan Ishak. Ishak adalah seorang yang biasa, ia hanya menikmati, hanya mewarisi. Tetapi Yakub adalah seorang yang licik, banyak akal, seorang yang cerdik. Dia bisa melakukan semuanya, juga berani melakukannya. Dia mempunyai kepandaian juga mempunyai kemampuan, inilah Yakub. Justru Yakub yang demikianlah yang Allah bawa sampai suatu tahap, sehingga menjadi bejana Allah, untuk mencapai tujuan Allah. Ishak memberitahu kita bagaimana menikmati kasih karunia Allah; Yakub memberitahu kita bagaimana melewati pengukiran Allah.
Firman Allah memperlihatkan kepada kita, bukan hanya pekerjaan yang dilakukan Yakub tidak benar, bahkan orangnya pun tidak benar; bukan hanya pekerjaan yang ia kerjakan tidak bisa memuliakan nama Tuhan, bahkan diri manusianya pun tidak bisa memuliakan nama Tuhan. Sejak di dalam rahim ibunya dia sudah ada masalah; sebelum dia melihat matahari, sudah ada masalah. Di dalam rahim ibunya, kerusakannya sudah mulai. Ribka berdoa, bertanya kepada Allah, apakah yang telah terjadi? Allah memberitahu kepadanya, "Dua bangsa ada dalam kandunganmu, dan dua suku bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu; suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari yang lain, dan anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda" (Kejadian 25:23). Saat Ribka melahirkan anak, ternyata melahirkan anak kembar, yang lahir lebih dulu adalah Esau, kemudian Iahir saudara Esau, dengan tangan memegang tumit Esau, sebab itu diberi nama Yakub. Yakub tidak membiarkan Esau menjadi yang lebih besar. Dia sangat mengharapkan Esau berhenti sejenak. Sebab itu, dia memegang tumit Esau. Sejak awal ia memang orang semacam itu.
Dari pandangan manusia, Esau terlihat sebagai orang yang jujur, tidak seperti Yakub, suka menipu, sungguh keterlaluan. Apa gunanya orang yang seperti Yakub ini! Dari sudut alamiah, kita memandang dia demikian, tetapi dari Roma pasal 9 kita melihat, bahwa hal Esau dan Yakub berhubungan dengan pilihan Allah. Allah berkata, "Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau" (Roma 9:13). Allah yang memilih Yakub untuk menjadi bejanaNya.
Sebab itu kita harus belajar percaya terhadap pemilihan Allah, harus belajar membiarkan Allah membawa kita sampai tingkat yang sempuma. Allah selamanya tidak pernah berhenti di tengah jalan. Dia adalah Alfa, Dia adalah Omega. Dia yang memulai, Dia yang mengakhiri. Kalau Dia telah memilih, berarti Dia telah memulai. Apakah Dia akan melakukan separuh saja? Kalau Allah memilih Anda, Anda harus belajar percaya, menyerahkan diri Anda ke tangan Allah. Pada waktu yang Allah pandang baik, Dia akan membawa Anda sampai kepada tingkat yang sempurna. Demikianlah Yakub. Allah justru memilih Yakub yang demikian.
Tidak sedikit saudara saudari berkata, "Aku sungguh sulit ditanggulangi/dibereskan!" Saudara saudari yang berkata demikian benar-benar memerlukan Allah Yakub. Meskipun Anda agak susah dibereskan, tetapi Allah yang bisa membereskan Yakub, juga bisa membereskan Anda. Lagi pula bukan diri Yakub sendiri yang mencari Allah, melainkan Allah yang mencari Yakub. Ketika Yakub masih dalam rahim ibunya, Allah telah memilih dia. Sebab itu kalau Anda mengetahui pilihan Allah, Anda dapat menyerahkan diri kepada Allah, melemparkan diri Anda kepada Allah. Anda bisa percaya, bahwa Allah akan membawa Anda mencapai suatu tahap yang sesuai dengan kehendak hatiNya.
Dengan Masakan Kacang Merah
Mengganti Hak Kesulungan
Pada suatu had, Esau pulang dari berburu di padang. la lelah, lalu berkata kepada Yakub, "Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah." Yakub berkata, "Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu." Kebetulan Esau sangat lelah, lalu dengan sembarangan menjawab, "Sebentar lagi aku akan mati, apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu!" Akhirnya Esau menjual hak kesulungannya kepada Yakub (Kejadian 25:29-34). Hal ini menyatakan betapa liciknya karakter Yakub. Memang Yakub memperhatikan hak kesulungan, ini menunjukkan bahwa dia memperhatikan janji Allah; ini baik. Tetapi dia dengan cara yang licik mendapatkan hak kesulungan, ini tidaklah wajar. Dengan berbuat demikian, Yakub berdasarkan kekuatannya sendiri mendapatkan apa yang Allah kehendaki dia dapatkan.
Dengan Tipu Daya
Mendapatkan Berkat Ayahnya
Yakub dan ibunya telah berunding baik-baik untuk menipu ayahnya. Tadinya ayahnya telah berkata kepada Esau, "Pergilah ke padang dan burulah bagiku seekor binatang; olahlah bagiku makanan yang enak, seperti yang kugemari, sesudah itu bawalah kepadaku, supaya kumakan, agar aku memberkati engkau, sebelum aku mati" (Kejadian 27:3-4). Tetapi Yakub dibantu oleh ibunya memanfaatkan kelemahan Ishak yang sudah tua dan yang mulai kabur matanya. Yakub memakai baju Esau, membuat makanan yang enak yang diolah dari domba, menipu ayahnya untuk mendapatkan berkat. Perkara ini sekali lagi menyatakan karakter Yakub yang sangat licik, sangat licin, penuh tipu muslihat. Mungkin ada orang berkata, "Kalau berkat itu didapat oleh Esau, bukankah yang tua tidak akan melayani yang muda? Bukankah pilihan Allah akan menemui kesulitan? Allah berjanji akan memberkati Yakub, dan Yakub berbuat demikian, tidakkah ini baik dan tepat menggenapkan janji Allah?" Tetapi kita harus tahu, janji Allah tidak perlu bantuan daging manusia untuk menggenapinya. Apakah takhta Allah bisa goyah, sehingga perlu tangan manusia untuk memapahnya agar kokoh? Ini adalah pikiran manusia!
Di dalam rahim ibunya, Yakub sudah menjadi orang yang berusaha keluar lebih dulu. Pada masa mudanya, ia menipu kakaknya. Sekarang dengan cara yang licik, ia menipu ayahnya. Semua itu menyatakan alamiah Yakub. Memang dia sangat pandai, licik, bahkan sangat licik! Inilah sifat bawaan Yakub, inilah alamiah Yakub.
PENANGGULANGAN YANG DITERIMA YAKUB
Sekarang Allah akan menanggulangi diri Yakub. Sebab itu, setelah Yakub mendapatkan berkat dengan cara menipu, dia tidak lagi dapat tinggal di rumah. Dia tahu kakaknya akan membunuh dia, terpaksa dia pergi, terpaksa dia melarikan diri meninggalkan rumah.
Meninggalkan Rumah Bapa
Kali ini dengan cara menipu mendapatkan berkat, hasilnya dia menerima penanggulangan Allah. Aktivitas dagingnya menghasilkan penanggulangan Allah. Terhadap orang yang pandai, terhadap orang yang cakap, terhadap orang yang penuh tipu muslihat, terhadap orang yang berdaya, penanggulangan dan pendisiplinan Allah cukup banyak. Tetapi kita tetap harus bersyukur kepada Allah, karena Allah dengan penanggulangan/pendisiplinan membuat dia mendapatkan berkat. Sejak itu, Allah terus menanggulangi dia, supaya dia demi penanggulangan itu mendapatkan berkat. Sekarang dia mau tidak mau harus meninggalkan rumah bapanya, dia terpaksa meninggalkan ibu bapanya, seorang diri pergi ke Padan Aram.
Bermalam Beratapkan Langit di Betel
Kejadian 28:10-11 mengatakan, "Maka Yakub berangkat dari Bersyeba dan pergi ke Haran. !a sampai di suatu tempat, dan bermalam di situ, karena matahari telah terbenam. la mengambil sebuah batu yang terletak di tempat itu dan dipakainya sebagai alas kepala, lalu membaringkan dirinya di tempat itu." Sekarang dia bermalam beratapkan langit di padang dengan batu sebagai alas kepalanya. Ia mulai menempuh penghidupan penanggulangan. Kejadian 28:12-14 mengatakan, "Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebirah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu. Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu. Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu, semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." Perkataan-perkataan ini adalah perkataan-perkataan yang pernah kita lihat dalam Kejadian pasal 12. Sekarang janji Allah kepada Abraham diberikan kepada Yakub. Kapan Allah memberi janji kepada Yakub? Saat Yakub licik, penuh tipu muslihat, saat kehidupan dagingnya, kehidupan alamiahnya belum dibereskan. Pada saat itu Allah bisa berkata demikian kepadanya, karena Allah sangat dapat diandalkan, Allah tahu, bahwa Yakub ini tidak bisa luput dari tanganNya. Pada suatu hari, Allah pasti dapat membawa Yakub mencapai satu tingkat, hingga ia bisa menjadi bejanaNya dalam rencanaNya yang kekal. Allah kita patut dipercaya, Allah bisa mencapai tujuanNya sendiri. Manusia banyak kekuatiran, menganggap orang seperti Yakub ini tidak bisa diandalkan, tidak lama lagi mungkin timbul urusan, mungkin akan banyak kesulitan. Tetapi Allah mempunyai keyakinan yang mutlak. Allah berkata, "Olehrnu serta oleh keturunanmu, semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." Allah telah menetapkan demildan, sebab itu harapan kita tergantung pada dapat dipercayanya Allah, bukan tergantung apakah kita bisa dipercaya; fungsi kita tergantung pada kehendak Allah, bukan tergantung pada kuatnya tekad kita. Saudara saudari, kita harus belajar mengenal, bahwa Allah adalah Allah yang selamanya tidak pernah gagal.
Di Betel, Yakub dalam mimpi bertemu dengan Allah dan Allah berbicara kepadanya. Allah tidak berkata sepatah kata pun yang menyalahkan dia. Allah tidak berkata, "Hai, manusia, pikirkanlah, beberapa hari ini, apa saja yang telah kaulakukan di rumah!" Kalau kita, pasti kita memarahi dia. Tetapi Allah mengenal Yakub, Allah tahu Yakub adalah orang yang pandai, licik, licin, banyak tipu muslihat, kekuatannya lebih besar daripada orang-orang lain, sifatnya lebih kuat daripada orang lain. Terhadap orang demikian, teguran dan anjuran tidak seberapa berguna. Allah memegang Yakub di tanganNya sendiri, Allah bisa melalui situasi mengikis Yakub sedikit di sini, mengikis sedikit di sana, mengukir sedikit di sini, mengukir sedikit di sana. Kalau tidak selesai dalam waktu satu tahun, bisa jadi dua tahun kemudian selesai; kalau sepuluh tahun belum rampung, dua puluh tahun lagi pasti rampung. Allah bisa merampungkan perkara ini. Sebab itu, dua puluh tahun kemudian, ketika Allah membawa Yakub kembali ke Betel, Yakub sudah berubah.
Janji Allah kepada Yakub, melebihi janji Allah kepada Abraham, juga melebihi janji Allah kepada lshak. Apa yang tidak bisa didapatkan Abraham maupun Ishak, di hadapan Allah, telah di dapatkan oleh Yakub -- selanjutnya Allah berkata kepada Yakub, "Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke manapun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu" (Kejadian 28:15). Haleluya! Puji Allah! Allah memberikan janji ini kepada Yakub tanpa syarat apapun. Allah tidak berkata, "Kalau engkau menganggap Aku sebagai Allah, Aku akan menjadikan engkau sebagai umat; kalau engkau menuruti perintahKu, menuruti syaratKu, engkau bisa mendapatkan janjiKu." Janji yang tanpa syarat ini berarti: entah Yakub itu baik atu jelek, jujur atau licik, Allah mempunyai cara untuk membereskannya. Allah tahu pada satu hari--"Aku telah menggenapkan janji kepadamu." Allah kita adalah Allah yang tidak bisa gagal. Kita tidak bisa menghalanghalangi Allah, kita juga tidak bisa membuat Allah berhenti di tengah jalan. Sekali Allah telah memilih Anda, Allah pasti akan merampungkan janjiNya di atas diri Anda.
Selanjutnya kita nampak apa yang diucapkan Yakub, "Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya. la takut dan berkata: Alangkah dahsyatnya tempat ini: Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga" (Kejadian 28:16-17). Perkataan Allah kepadanya sama sekali dia lupakan, dia tidak memikirkan janji Allah Abraham dan Allah Ishak; ia hanya merasa inilah pintu gerbang sorga, lalu merasa takut. Betel, di pandangan orang yang milik daging sungguh-sungguh menakutkan. Ketahuilah, Betel adalah rumah Allah. Bagi orang-orang yang dagingnya belum pernah dibereskan, rumah Allah sungguh menakutkan. Dalam rumah Allah ada otoritas, dalam rumah Allah ada minister, dalam rumah Allah ada pengaturan Allah, ada kemuliaan Allah, ada kekudusan Allah, ada keadilan Allah. Bagi orang yang dagingnya belum dibereskan, rumah Allah adalah tempat yang menakutkan.
"Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil batu yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu menjadi tugu dan menuang minyak ke atasnya" (Kejadian 28:18). Ini berarti memisahkan batu itu. "la menamai tempat itu Betel, dahulu nama kota itu Lus" (ayat 19). Kemudian Yakub bemazar kepada Allah, "Jika Allah menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai, sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku. Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepadaMu" (ayat 20-22). Inilah jawaban Yakub kepada Allah. Inilah pengenalan Yakub terhadap Allah.
Allah berkata kepadanya, "Sesungguhnya Aku menyertai engkau", ia berkata kepada Allah, "Jika Allah akan menyertai"; Allah berkata, "Aku akan melindungi engkau ke manapun engkau pergi." ia berkata, "Jika . . . akan melindungi aku." Allah berkata, "Menyertai"; tetapi Yakub berkata, "Jika menyertai." Inilah pengenalan Yakub terhadap Allah.
Mari kita lihat lagi, apakah permintaannya? Dari permintaan Yakub, kita bisa melihat dan mengetahui apa yang ia perhatikan. la berkata, "Memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai . . ." Yang ia perhatikan adalah hal sandang dan pangan, ia tidak nampak rencana Allah. Sepatah kata Yakub ini juga memperlihatkan kepada kita penanggulangan yang diterima oleh Yakub. Tadinya ia adalah anak yang manja di rumah, karena menerima penanggulangan, ia meninggalkan keluarga. Kemarin malam adalah untuk pertama kalinya ia tinggal di bawah kolong langit dengan batu sebagai alas kepalanya. Sejak saat itu ia tidak tahu dari mana mendapatkan makanan, juga tidak tahu dari mana mendapatkan pakaian. Sebab itu, yang ia pikirkan hanya sandang dan pangan. Dalam hal sandang dan pangan, ia menerima penanggulangan. Kini ia nampak, dengan cara yang tidak wajar mendapatkan berkat, malah membuatnya tidak mempunyai makanan, tidak mempunyai pakaian, juga tidak ada rumah bapa. Sebab itu dia berkata kepada Allah, "Jika Allah menyertai dan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan aku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai, sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku . . . " Yang diharapkan Yakub adalah ada makanan, ada pakaian, dengan selamat kembali ke rumah ayahnya. Kalau Allah berbuat demikian terhadapnya, ia akan berbuat demikian: "Batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepadaMu." Inilah Yakub. Inilah taraf awal Yakub mengenal Allah. Dari yang Allah berikan kepadanya, dia pasti mempersembahkan sepersepuluh kepada Allah. Pikirannya adalah pikiran jual beli, dia berhubungan dengan Allah seperti hanya berdagang saja. Allah beserta dia, Allah melindungi dia, Allah memberikan dia makanan dan pakaian, Allah membuat dia dengan selamat kembali ke rumah ayahnya, kemudian dia memberi sepersepuluh untuk membalas kepada Allah.
Inilah pertama kalinya Yakub bertemu dengan Allah. Karena Betel adalah tempat pertama kali Allah berbicara dengan Yakub, maka ketika Allah berbicara lagi kepada Yakub, Allah menyebut diriNya, "Akulah Allah yang di Betel itu" (Kejadian 31:13). Kali itu, meskipun Yakub belum begitu mengenal Allah, tetapi kesan yang Allah berikan kepadanya di Betel sangatlah dalam. Kali itu Allah pertama kali membereskan dia. Lewat dua puluh tahun kemudian, karena telah menerima penanggulangan, Yakub menjadi orang yang berguna.
Penanggulangan di Haran
Kejadian pasal 29 memberitahu kepada kita, setelah Yakub sampai ke negeri timur, di pinggir perigi ia nampak sekelompok gembala dari Haran datang. "Selagi ia berkata-kata dengan mereka, datanglah Rahel dengan kambing domba ayahnya, sebab dialah yang menggembalakannya. Ketika Yakub melihat Rahel, anak Laban saudara ibunya, serta kambing domba Laban, ia datang mendekat, lalu menggulingkan batu itu dari mulut sumur, dan memberi minum kambing domba itu. Kemudian Yakub mencium Rahel serta menangis dengan suara keras" (ayat 9-11). Ketika bertemu dengan Allah di jalan, Yakub sudah kuatir tentang makan apa dan memakai pakaian apa. Sekarang sampai ke negeri baru di timur, begitu berjumpa dengan sanak keluarganya sendiri, perkara pertama yang ia lakukan adalah menangis. Menangis ini telah mengungkapkan keadaan yang ia alami di jalan serta perkara yang ia pikirkan di kemudian hari. Seorang yang penuh dengan rencana dan perhitungan tidak begitu mudah menangis, selain sampai tidak ada jalan baru bisa menangis, Tetapi kini Yakub menangis.
Allah di atas dirinya kembali akan melakukan satu pekerjaan. la sudah sampai ke rumah pamannya. Laban, pamannya berkata kepadanya, "Sesungguhnya engkau sedarah sedaging dengan aku." Maka tinggallah Yakub dengannya genap satu bulan lamanya (ayat 14). Yakub menjadi tamu pamannya. Setelah lewat satu bulan, kelihatannya pamannya dengan sopan berkata kepadanya, "Masakan karena engkau adalah sanak saudaraku, engkau bekerja padaku dengan cuma-cuma? Katakanlah kepadaku apa yang patut menjadi upahmu" (ayat 15). Dad kata-kata ini dapat dilihat, otak Laban juga otak bisnis, otak dagang. Laban dan Yakub adalah orang yang satu model. Ketika Esau bertemu dengan Yakub, Esau tidak berdaya menghadapi Yakub, tetapi ketika Yakub bertemu dengan Laban, Yakub juga sulit menghadapi Laban. Orang yang sifatnya cepat bertemu dengan orang yang sifatnya cepat, orang yang sifatnya kikir bertemu dengan orang yang sifatnya kikir, orang yang sombong bertemu dengan orang yang sombong, orang yang suka mencari keuntungan dari orang lain, bertemu dengan orang yang suka mencari keuntungan dari orang lain, selalu akan mendapat kesulitan, selalu akan mengalami penggesekan. Inilah yang kini ditemui oleh Yakub. Allah menanggulangi dia, menaruh dia di bawah orang yang seperti Laban. "Masakan karena engkau adalah sanak saudaraku, engkau bekerja padaku dengan cuma-cuma? Katakanlah kepadaku apa yang patut menjadi upahmu." Perkataan ini kelihatannya enak didengar. Sebetulnya maksud Laban, "Engkau seharusnya tidak dengan cuma-cuma makan di rumahku. Engkau harus bekerja sedikit untuk aku, lalu aku memberimu sedikit uang." Laban hanya dengan sedikit kata yang enak didengar menyatakan maksudnya. Dulu Yakub di rumah sebagai anak, sekarang di sini sebagai orang upahan! Inilah penanggulangan Allah kepadanya dalam situasi lingkungan.
la melayani Laban, upah yang ia minta adalah menikahi Rahel. Demi Rahel, ia melayani Laban tujuh tahun, tetapi akhirnya ia ditipu oleh Laban, yang ia nikahi adalah Lea. Hari-hari sebelumnya, ia menipu orang; sekarang ia ditipu orang lain. Ya, demi Rahel, ia melayani Laban tujuh tahun lagi. Dalam empat belas tahun itu, karena dua anak perempuan pamannya, ia melayani pamannya. Dia melayani pamannya dua puluh tahun, tetapi pamannya menipu dia, sepuluh kali pamannya mengubah upahnya. Tadinya sudah ditentukan bekerja, setelah bekerja mendapatkan uang. Tetapi kenyataannya setelah bekerja, upahnya berubah, rata-rata dua tahun berubah sekali. Yakub benar-benar mendapat pencobaan.
Tetapi puji syukur kepada Allah! Inilah tangan Allah di atas dirinya. Di Betel Allah pernah berkata, "Aku pasti akan membawa engkau kembali ke negeri ini." Allah berjanji akan membawa dia kembali, tetapi Allah terlebih dulu menyuruh dia mengenal rumah Allah. Di sana Allah memegang dia. Allah menaruh Yakub pada orang yang sama seperti dirinya yang begitu penuh rencana, pandai dan banyak tipu muslihat, supaya Yakub dibereskan. Dalam sepotongan waktu ini, Yakub mulai belajar tunduk di bawah kuasa Allah. Tetapi bukan berarti Yakub telah berubah. Dalam potongan Alkitab ini Yakub masih bisa mencari akal, supaya domba-domba yang dilahirkan berbintik-bintik, sehingga domba itu menjadi miliknya. Yakub tetap Yakub yang lama; Laban pun berbeda, tetap menghadapinya. Laban sepuluh kali mengubah upah Yakub, tetapi Yakub masih ada cara untuk mengalahkan Laban.
Inilah pekerjaan Allah di atas diri Yakub: terhadap Yakub Allah mempunyai satu tujuan, Allah akan memimpin Yakub mencapai satu tujuan itu, lalu di berbagai aspek dengan penanggulangan membereskan bagian Yakub yang terlalu kuat. Demikianlah Allah setindak demi setindak membereskan Yakub, selama dua puluh tahun, terus-menerus membuat Yakub terluka, membuat Yakub menderita kerugian. Di satu pihak Allah bekerja di atas dirinya supaya dia mendapatkan penanggulangan, namun di pihak lain, dagingnya masih ada di sana, dia masih begitu licik, masih begitu licin. Tetapi Allah terus bekerja di atas dirinya, sehingga dari perkara-perkara yang tidak lancar itu, Yakub mau tidak mau mengakui ada tangan Allah di sana.
Setelah Rahel melahirkan Yusuf, Yakub ingin kembali ke rumah ayahnya, tetapi hari penanggulangannya belum cukup. la masih harus berada di bawah tangan Laban; lebih pagi seharipun tidak bisa.
Kita harus percaya, bahwa apa yang dilakukan oleh tangan Allah semuanya benar. Situasi lingkungan kita adalah pengaturan tangan Allah untuk kebaikan kita. Setiap hal yang diatur dalam situasi lingkungan kita adalah untuk kebaikan kita. Setiap hal dan situasi lingkungan kita adalah untuk menanggulangi/membereskan bagian yang paling kuat dari alamiah kita. Semoga Allah tidak perlu memakai dua puluh tahun untuk membereskan kita. Tetapi sayang sekali, ada orang yang melewati dua puluh tahun tanpa menyelesaikan pelajarannya. Ada orang, meskipun terusmenerus mendapat ujian, terus-menerus mendapat pemberesan, pendisiplinan, tetapi masih tidak seberapa maju, dagingnya belum terjamah Allah sehingga berubah menjadi lemah, karena itu dia masih bisa berencana, masih banyak tipu muslihat. Sungguh sayang sekali! Saudara saudari, janganlah Anda menyalahkan tangan Allah begitu berat menekan diri Anda. Allah tahu apa yang la kerjakan. Asalnya Yakub adalah orang yang tegar dan kejam, tetapi setelah ditanggulangi oleh Allah, sampai masa tuanya, dia menjadi orang yang penuh kasih. Semoga kita bisa nampak, semua yang kita alami sudah ditakarkan Roh Kudus untuk kita dalam situasi lingkungan menurut keperluan kita. Tidak ada orang Kristen yang mengalami suatu kejadian secara kebetulan. Semua kejadian dalam hidup orang Kristen adalah pengaturan Roh Kudus. Semuanya untuk membina kita. Meskipun saat kita melalui penanggulangan, pengujian, terasa tidak enak, tidak menyenangkan, tetapi semuanya adalah pekerjaan Allah di atas diri kita. Di kemudian hari kita akan nampak, bahwa semua kejadian itu berfaedah bagi kita.