BAB 7
Ciri-ciri Ishak
Pembacaan Alkitab:
Kejadian 25:5-6, 11 a; 26:1-5, 23-24
Allah bukan hanya ingin mendapatkan Abraham, juga ingin mendapatkan satu bejana yang korporat, mendapatkan keturunan Abraham yaitu gereja, untuk mencapai tujuanNya sendiri. Sebab itu sejarah Abraham, di satu pihak adalah pengalaman Abraham perorangan, di pihak yang lain juga pengalaman yang harus dimiliki oleh setiap bejana Allah. Abraham bukan hanya merupakan perorangan, juga sebagai bapa orang beriman (Galatia 3:7). Tidak hanya dia perorangan perlu mempunyai pengalaman-pengalaman ini, bahkan semua orang yang beriman perlu memiliki pengalaman-pengalaman ini. Sebab itu, ketika kita membaca sejarah pengalaman-pengalaman Abraham, di satu pihak harus nampak, inilah pengalaman Abraham yang dibereskan oleh Allah, di pihak lain juga harus nampak, Abraham adalah standar Allah membereskan umatNya. Demikianlah sejarah Abraham menjadi suatu tuntutan Allah kepada setiap orang yang percaya. Kalau kita tidak bisa mencapai tuntutan ini, kita belum bisa memuaskan hati Allah, dan belum bisa mencapai tujuanNya.
Untuk rencana Allah sendiri, Dia menghendaki kita menjadi bejanaNya, supaya kita berbagian dalam pekerjaan pemulihanNya. Pengalaman Abraham sangat baik, pemberesan yang diterima Abraham juga sangat berharga. Abraham sendiri asalnya adalah manusia biasa. Allah membawa dia sampai ke suatu tingkat, sampai Kejadian pasal 22, ia bercahaya, ia bersinar; tetapi mengapa kita yang telah menjadi orang Kristen bertahun-tahun tetap tidak bisa bersinar? Abraham adalah standar umat Allah, lalu, bagaimana kita bisa mencapai tingkat yang dicapai oleh Abraham? Bagaimana kita bisa membiarkan Allah merampungkan pekerjaan yang telah Dia rampungkan di atas diri Abraham? Allah di atas diri Abraham bisa mendapatkan satu bejana, bisakah di atas diri kita Allah mendapatkan satu bejana? Inilah persoalan yang sedang kita hadapi.
Dalam firman Allah, Allah tidak hanya menyebut diri-Nya sebagai Allah Abraham, juga menyebut diriNya Allah Ishak, dan juga menyebut diriNya Allah Yakub. Menurut tujuan Allah, Abraham sudah sempuma, tetapi menurut pekerjaan Allah, Abraham belum sempurna; harus ditambah Ishak dan ditambah lagi Yakub, baru sempurna. Inilah salah satu prinsip yang paling penting dalam Alkitab. Dengan kata lain, Allah ingin mendapatkan satu orang yang seperti Abraham, yang mengenal Allah adalah Bapa, yang begitu terlepas dari pekerjaan daging; juga harus mengenal Allah sebagai Allah Ishak, mengenal Allah sebagai Allah Yakub. Harus mengenal Allah Ishak, harus mengenal Allah Yakub, barulah mendapatkan apa yang didapatkan oleh Abraham. Memang semua tujuan Allah ada di atas din Abraham. Yang Allah berikan kepada Ishak, semua diberikan kepada Abraham; jalan yang di tempuh Ishak tidak lebih jauh daripada jalan yang ditempuh Abraham; jalan yang ditempuh Yakub juga tidak lebih jauh daripada jalan yang ditempuh Abraham. Boleh dikatakan, Abraham sudah mencapai puncak. Tetapi, mengapa Abraham tidak bisa langsung mendapatkan satu Kerajaan? Ini dikarenakan dalam pengalaman ia masih perlu ada tambahan; Ishak masih perlu ditambahkan ke dalam Abraham, kemudian ditambah lagi Yakub, demikian baru mencapai apa yang ingin Allah capai di atas diri Abraham. Dengan kata lain, kita perlu ada pengalaman Abraham, kita perlu ada pengalaman Ishak, juga perlu ada pengalaman Yakub. Abraham adalah satu standar yang dibentangkan di sana, tetapi di antara Abraham dengan kerajaan Israel masih ada Ishak dan Yakub. Allah tidak bisa melewatkan Ishak dan Yakub, untuk langsung melompat ke kerajaan Israel. Masih perlu ada Allah yang dikenal oleh Ishak, masih perlu ada Allah yang dikenal oleh Yakub, baru ada kerajaan Israel, baru bisa mempunyai pengalaman korporat. Yang dikehendaki oleh Allah adalah satu bejana yang korporat. Untuk menjadi bejana yang korporat harus mengenal Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Kita harus selalu ingat perkataan yang diucapkan oleh Allah. Dia berkata, "Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub" (Keluaran 3:6). Sampai Allah disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, barulah kerajaan Israel datang. Kitab Keluaran membicarakan hal ini. Begitu sampai tahap ini, bejana Allah datang, bejana Allah yang korporat muncul.
Mari kita sekarang melihat apa yang disebut Allah Ishak.
ISHAK ADALAH ANAK
Apa yang disebut Allah Abraham sudah kita ketahui, Abraham sendiri adalah bapa. Di satu pihak, Allah membawa Abraham untuk mengenal Allah adalah Bapa, di pihak lain, Allah menyuruh Abraham menjadi bapa. Nama asalnya adalah Abram, dalamnya mengandung arti bapa; kemudian disebut Abraham, di dalamnya juga mengandung arti bapa, hanya lebih besar daripada yang di depan, adalah menjadi bapa sejumlah besar bangsa. Abraham mengenal Allah adalah Bapa, sebab itu, dia sendiri adalah bapa. Dari berbagai aspek kita melihat Abraham adalah bapa. Dari sudut pekerjaan pemulihan Allah, bermula dari Abraham, sebab itu, dia adalah bapa. Dari pekerjaan yang dilakukan Abraham, ia adalah yang pertama kali menyeberang sungai, sebab itu, dia adalah bapa. Sejak Adam, selama dua ribu tahun, kita tidak mendengar ada seorang Ibrani, yang disuruh Allah meninggalkan negerinya, sanak saudaranya dan rumah bapanya, untuk pergi ke tanah Kanaan. Abraham adalah orang pertama yang demikian. Kita juga belum pernah melihat ada orang yang berhubungan dengan Allah begitu akrab seperti sahabat. Abraham adalah orang yang demikian. Pernahkah Anda mendengar ada orang yang sudah lanjut usia, masih bisa melahirkan anak? Abraham adalah orang yang demikian. Pernahkah Anda mendengar ada orang yang melahirkan anak dalam usia seratus tahun, kemudian mempersembahkan anak itu sebagai korban? Abraham adalah orang yang pertama. Dalam Alkitab kita nampak, banyak perkara yang dilakukan oleh Abraham sebagai yang pertama kali melakukannya. Sebab itu, Abraham adalah benar-benar bapa.
Kalau kita melihat Abraham adalah bapa, kita juga segera melihat Ishak adalah anak. Dalam seluruh Alkitab, tidak ada sejarah orang lain yang bisa menyatakan Tuhan Yesus sebagai Anak seperti sejarah Ishak. Ishak dilahirkan bukan berdasarkan daging, melainkan berdasarkan janji Allah. Injil Matius dalam Perjanjian Baru dari pasal 1 sampai pasal 2 boleh dikatakan mirip dengan Kitab Kejadian dalam Perjanjian Lama. Dalam Perjanjian Baru hanya ada satu orang yang dilahirkan tidak berdasarkan daging, dalam Perjanjian Lama juga hanya ada satu orang yang dilahirkan tidak berdasarkan kekuatan daging. Anak itu tidak hanya tidak dilahirkan berdasarkan daging, juga merupakan anak tunggal yang dikasihi bapanya. Anak tunggal ini pernah ditaruh di atas mezbah, kemudian didapatkan kembali dari atas mezbah, seakan-akan didapatkan kembali dari kematian (Ibrani 11:19). Kita nampak di sini ada satu Anak yang dikasihi oleh Allah, Anak yang pernah mati, namun bangkit kembali. Kita juga nampak ayahnya mengutus hambanya pergi ke negerinya dan kepada saudaranya untuk mengambil seorang isteri baginya. Orang yang membaca Alkitab dengan teliti bisa mengetahui, hal itu melambangkan Roh Kudus mencari gereja bagi Kristus. Gereja ini adalah gereja dalam kehendak Allah, yang dilahirkan Allah, yang sekeluarga dengan Tuhan. Ishak dan Ribka adalah satu keluarga. Anak-anak Allah menjadi gereja Allah, juga dilahirkan oleh Allah, sama seperti Tuhan Yesus dilahirkan oleh Allah.
Ada satu perkara yang sangat ajaib, yaitu Abraham pernah meninggalkan Kanaan pergi ke Mesir, Yakub pergi ke Mesir pada masa tuanya, tetapi Ishak lahir di Kanaan, juga mall di Kanaan, tidak pernah meninggalkan Kanaan. Lahir di Kanaan, bertumbuh besar di Kanaan, tidak pernah meninggalkan Kanaan, inilah anak. Anak adalah "Anak manusia yang turun dari sorga, tetapi masih tetap tinggal di sorga" (Yohanes 3:13, Terjemahan langsung). Anak adalah "Anak tunggal Allah yang di pangkuan Bapa" (Yohanes 1:18). Ketika di bumi, Dia menampilkan Bapa, tetapi Dia belum pernah meninggalkan pangkuan Bapa. Sebab itu, dalam perlambangan, Ishak betul-betul wakil yang paling baik dari Anak.
Dari sudut lambang, Ishak betul-betul melambangkan Anak. Dari aspek pengalaman pribadi, pengalaman yang bagaimanakah yang dialami oleh Ishak? Boleh dikatakan pengalaman Ishak adalah pengalaman yang datar, biasa. Ishak sangat berbeda dengan Abraham. Abraham melakukan banyak perkara yang belum pernah dilakukan oleh orang lain, tetapi Ishak hanya melakukan perkara-perkara yang telah dilakukan orang lain. Abraham benar-benar bapa. Ishak benar-benar anak. Dalam Kejadian 21 kita nampak, Ismael mengejek/menghina Ishak pada hari Ishak disapih (Terjemahan langsung). Tetapi kita tidak nampak, bagaimana keadaan Ishak pada masa kecilnya. Ketika Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran dan menaruhnya di alas bahu Ishak, Ishak tidak berkata apa-apa. Kemudian, ketika Abraham mengikat Ishak dan menaruhnya di atas kayu api untuk korban bakaran, Ishak juga tidak berbicara apapun. Ke mana bapanya menyuruhnya pergi, ia pergi ke mana, ia tidak berkata apa. Dalam perkara yang demikian besar ini, ia hanya mengajukan satu pertanyaan, "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran?" (Kejadian 22:7). Sampai Kejadian 23, ibunya meninggal. Pada pasal 24, ayahnya mengambil seorang perempuan untuk menjadi isterinya. Dia tidak menentukan berdasarkan dirinya sendiri, dia tidak melakukan sesuatu berdasarkan dirinya sendiri. Pada dirinya tidak ada sesuatu apapun. Ketika dia berumur enam puluh tahun, dia melahirkan dua anak, juga tidak ada keistimewaan. Karen Abraham juga mempunyai dua anak. Allah menghendaki Abraham mengusir anak yang pertama dan meletakkan anak yang kedua di atas mezbah. Tetapi Allah tidak menyuruh Ishak berbuat demikian. Meskipun Allah mengasihi Yakub dan membenci Esau (Maleakhi 1:2-3), tetapi Allah tidak menyuruh Ishak berbuat sesuatu. Di tanah Kanaan, Abraham mengalami bala kelaparan, lshak juga pernah mengalami bala kelaparan. Ketika Abraham mengalami bala kelaparan, ia pergi ke Mesir; di Mesir dia berkata tentang istrinya, bahwa dia adalah adik perempuannya. Hasilnya dia ditegur oleh Firaun (Kejadian 12:18-19). Ishak juga mengalami bala kelaparan, meskipun tidak pergi ke tanah Mesir, tetapi ia pergi ke Gerar, juga mengatakan bahwa istrinya adalah adik perempuannya; kemudian ditegur oleh Abimelekh (Kejadian 26:9-10). Kemudian kita melihat, Ishak menggali sumur, tetapi sumur itu sudah digali ayahnya, Abraham, ketika masih hidup. Setelah ayahnya mati, orang Filistin menutup sumur-sumur itu dan sekarang Ishak menggalinya lagi (ayat 18). Ishak memberi nama-nama sumur-sumur itu seperti yang diberi oleh ayahnya. Setelah Ishak mati, ia dikubur dalam kuburan ayahnya; sampai kuburannya pun disediakan oleh ayahnya (Kejadian 49:30-31). Inilah sejarah seumur hidup Ishak.
Dari sini kita akan belajar satu pelajaran, yaitu mengenal Allah Anak (Putra). Kita tidak hanya mengenal Allah adalah Bapa, kita juga harus mengenal Kristus adalah Allah Putra. Apa yang disebut dengan Allah Putra? Allah Putra berarti semuanya adalah menerima, tidak ada sedikit pun yang ia prakarsai. Di atas diri Abraham kita nampak tujuan Allah; di atas diri Ishak kita nampak kekuatan Allah. Di atas diri Abraham kita nampak standar tuntutan Allah kepada umatNya; di atas diri Ishak kita nampak kehidupan (hayat) umat Allah yang mencapai standar itu. Banyak orang Kristen yang mempunyai kesulitan yang amat besar, yaitu nampak tujuan Allah, tetapi tidak narnpak suplai Allah; mereka nampak standar Allah, tetapi tidak nampak kehidupan Allah. Telah nampak tuntutan Allah, tetapi tidak nampak satu kekuatan untuk menjawab tuntutan itu. Sebab itu, kita harus nampak Abraham, juga harus nampak Ishak.
DUA PERKARA DALAM HIDUP ISHAK
Dalam hidup (hayat) Ishak kita akan memperhatikan dua perkara. Pertama, adalah hubungan Ishak dengan Abraham. Kedua, adalah hubungan Ishak dengan Allah.
Hubungan Ishak dengan Abraham
Kejadian 24:36, "Dan Sara, isteri tuanku itu, sesudah tua, telah melahirkan anak laki-laki bagi tuanku itu; kepada anaknya itu telah diberikan tuanku segala harta miliknya." Anak ini adalah Ishak. Jadi, apa yang disebut Ishak? Ishak tidak melakukan sesuatu sendiri, dan tidak mencari-cari sendiri; Ishak adalah menikmati apa yang didapatkan oleh Abraham. Segalanya adalah pemberian ayahnya kepadanya – "kepada anaknya itu telah diberikan tuanku segala harta miliknya."
Mari kita lihat lagi pasal 25:5, "Abraham memberikan segala harta miliknya kepada Ishak." Semua yang dimiliki Ishak tidak ada yang dilakukan oleh Ishak sendiri. la menjadi jaya juga karena pemberian Allah kepadanya, itu perkara yang lain. Dalam Alkitab kita nampak ciri-ciri Ishak adalah mewarisi. Segalanya adalah pemberian ayahnya kepadanya, bukan dia sendiri yang melakukan. Ayahnya pergi ke tanah Kanaan. Ia lahir di tanah Kanaan. Dia tidak perlu kuatir akan segala sesuatu.
Hubungan Ishak dengan Allah
Hubungan Ishak dengan Abraham adalah mewarisi, lalu apakah hubungan Ishak dengan Allah? Kejadian 26:2-3, "Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini." Membaca sampai di sini, mungkin Kita menganggap Allah langsung berhubungan dengan Ishak, membuat perjanjian dengan Ishak. Tetapi selanjutnya Allah memberitahu kepadanya, "Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu." Sebab itu Allah memberi berkat kepada Ishak bukan karena Ishak, melainkan karena Abraham. Janji Allah diberikan kepada Abraham, sekarang Allah memberkati Ishak karena menepati perjanjian itu. Ayat 4, "Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi ini akan mendapat berkat." Perkataan ini sudah diucapkan Allah kepada Abraham (Kejadian 22:17-18). Jadi, Allah tidak memberi barang yang baru kepada Ishak. Yang diberikan Allah kepada Ishak, hanyalah yang telah diberikan Allah kepada Abraham. Bagaimana bangsa-bangsa bisa mendapat berkat? Ayat 5 mengatakan, "karena Abraham . . ."; bukan karena Ishak, melainkan "karena Abraham." Itulah sebabnya Allah tidak lebih dulu mengatakan, diriNya adalah Allah Ishak, tetapi terlebih dulu menyebut diriNya adalah Allah Abraham.
Kejadian 26:24, "Lalu pada malam itu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: Akulah Allah ayahmu Abraham . . ." Inilah hubungan Allah dengan Ishak -- "Akulah Allah ayahmu Abraham." Kemudian Allah melanjutkan, "Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau; Aku akan memberkati engkau dan membuat banyak keturunanmu karena Abraham, hambaKu itu." Firman Allah dengan jelas memperlihatkan kepada kita, hubungan Ishak dengan Allah adalah berdasarkan hubungan Abraham dengan Allah. Karena Ishak adalah anak Abraham, maka Allah memberkatinya. Allah adalah Allah ayahnya, sebab itu Allah memberkatinya.
SEGALA SESUATU ISHAK BERASAL DARI MENERIMA
Dan dua hubungan di atas kita nampak, ciri-ciri dari Ishak dalam seumur hidupnya adalah: segala miliknya berasal dari menikmati, semuanya adalah menerima. Jadi, apa yang disebut dengan mengenal Allah Ishak? Mengenal Allah Ishak hanya ada satu arti, yaitu mengenal Allah adalah Penyuplai, mengenal segala sesuatu berasal dan Allah. Kalau Anda ingin mengenal Allah adalah Bapa, Anda harus mengenal Allah Putra. Kalau Anda mau mengenal Allah Abraham, Anda harus mengenal Allah Ishak. Bila hanya memiliki Allah Abraham, kita tidak berdaya, karena Dia tinggal dalam terang yang tidak bisa didekati manusia (I Timotius 6:16). Puji syukur kepada Allah! Dia juga menjadi Allah Ishak. Ini berarti, semua yang kita miliki adalah menerima.
Sebab itu, kalau orang Kristen tidak mengenal Allah Ishak, ia tidak bisa menempuh jalan yang di depan. Kalau orang Kristen tidak mengenal apa Ishak itu, ia tidak bisa mencapai tujuan Allah. Dengan kata lain, kalau Anda tidak mengetahui bagaimana menjadi seorang yang menerima, Anda selamanya tidak bisa mencapai tujuan Allah. Semua orang yang tidak mengetahui bagaimana menjadi Ishak, adalah orang-orang yang tinggal di bawah gunung Sinai. Setiap orang yang tidak mengenal Ishak dalam kehidupan (hayat), setiap orang yang tidak menyatakan Ishak dalam kehidupannya, maka semua miliknya tidak lain hanyalah hukum Taurat. Allah mempunyai tuntutan, lalu ia berdasarkan dirinya sendiri "melakukan". Allah ingin mendapatkan sesuatu, lalu ia berdasarkan dirinya sendiri "mempersembahkan." Ini bukan Ishak. Orang demikian pada akhirnya hanya bisa mengeluh, "Di dalam aku sebagai manusia (di dalam dagingku), tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukanlah berbuat apa yang baik" (Roma 7:18). Orang yang dalam Roma pasal 7 itu bukan tidak mau berbuat baik. Dia mau berbuat baik, tetapi "dia" yang melakukan di sana. Dia tidak nampak Allah datang menyelamatkan dia, dia tidak nampak segalanya ada di dalam Kristus, dia tidak nampak, bahwa Allah di dalam Kristus telah menyediakan suplai yang betapa kaya, dia juga tidak nampak, dalam Ishak kita bisa mewarisi begitu banyak. Dia tidak mengetahui rahasia kemenangan adalah tergantung pada menerima. Dia tidak nampak, bahwa kita "adalah" orang Kristen, bukan "berbuat menjadi" orang Kristen. Dia tidak nampak, bahwa Allah menyelamatkan kita dengan hukum hayat (kehidupan), sebab itu dia masih memakai kekuatan tekadnya.
"Mencapai" dan "Mendapatkan"
Kesulitan anak-anak Allah adalah: mereka mengetahui permintaan Allah kepada Abraham, tetapi tidak nampak harus bagaimana mendapatkan itu. Setelah anak-anak Allah nampak tujuan Allah, mereka lalu mengira harus "melakukan", harus "mencapai." Mereka tidak mengetahui hidup (hayat) orang Kristen, hidup kemenangan, hidup merdeka, hidup kudus adalah "mendapatkan", bukan "mencapai." Prinsip Ishak adalah segala sesuatu ia dapatkan/terima. Sama seperti perkara beroleh selamat, ini sudah dirampungkan oleh Tuhan Yesus, begitu kita menerima, kita beroleh selamat. Beroleh selamat bukan naik tangga sorgawi, harus bersusah payah naik sampai tingkat yang paling tinggi baru mendapatkannya. Beroleh selamat bukan kita pergi ke langit tinggi untuk mendapatkannya, melainkan Allah dari sorga turun memberikan kepada kita. Demikian juga dengan kemenangan, bukan kita yang sehari lewat sehari "melakukan"; bukan kekuatan tekad kita lebih kuat daripada orang lain, sehingga kita bisa mengalahkan dosa. Sebagaimana beroleh selamat itu adalah menerima, begitu juga kemenangan adalah dari menerima. Tidak perlu kita berdasarkan diri sendiri "melakukan", cukup menerima saja. Asal Anda nampak, Anda menerima, Anda bisa berkata, "Tuhan, aku bersyukur kepadaMu. Aku memuji Engkau. Di dalam Kristus, aku telah mendapatkan!"
Dalam II Petrus pasal 1 ada satu ayat Alkitab yang sangat berharga, "Dengan jalan itu la telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia" (ayat 4). Entah ada berapa orang Kristen yang memperhatikan kata "dan" dalam ayat ini. Kata "dan" ini betapa baik! Banyak orang Kristen berkata, "Kami sangat mengharapkan", tetapi Allah berkata "dan luput." Bukan mengatakan kita "berusaha" luput, juga bukan berkata, bahwa Allah bekerja sampai suatu tingkat supaya kita "bisa" luput, melainkan mengatakan "dan" luput! "Dan" luput berarti telah luput; asal kita menerima, sudah mendapatkan. Inilah yang disebut Ishak.
Arti Ishak adalah Allah bekerja, kita menerima. Kita bukan orang-orang yang terus-menerus "mau", terus "menuntut", terus "mengharap", kita adalah duduk menikmati apa yang sudah terjadi. Anda tidak perlu kuatir karena Anda adalah anak. Anda sudah tinggal di dalam. Sebagai anak, otomatis adalah ahli waris, bisa mewarisi warisan dalam keluarga itu. Sebagai Ishak, kita boleh menikmati. Inilah kasih karunia Allah.
"Melakukan" dan "Menikmati"
Apa yang dilakukan oleh kebanyakan orang Kristen? Mereka memaksa diri untuk melakukan perkara-perkara yang tidak dapat mereka lakukan, memaksa diri untuk mengerjakan perkara-perkara yang tidak mungkin mereka kerjakan. Mereka tidak mau melakukan itu, tetapi Allah mau, maka mereka memaksa diri untuk melakukannya. Atau sebaliknya, mereka mau melakukan sesuatu, tetapi Allah tidak mau mereka melakukan itu, maka mereka memaksa diri untuk tidak melakukan. Semuanya itu berarti "berbuat menjadi" orang Kristen! Ini mutlak salah. Ini tidak seperti Ishak, di dalamnya tidak ada kenikmatan.
Keadaan yang normal adalah demikian: Allah di dalam Kristus memberi kita satu kehidupan (hayat). Kehidupan ini bisa dengan sendirinya melakukan apa yang Allah kehendaki kita lakukan, bukan memaksa kita melakukan. Di pihak lain, kehidupan ini bisa tidak melakukan apa yang tidak dikehendaki oleh Allah. Sebab itu, bukan kita memaksa diri tidak melakukan, melainkan dengan spontan tidak melakukan. Baik melakukan atau tidak melakukan, semuanya terjadi dengan sendirinya, bukan terpaksa. Inilah yang disebut menjadi Ishak. Allah memiliki satu persediaan, kita masuk ke dalam persediaan ini, inilah yang disebut Ishak. Ketika Abraham akan mempersembahkan Ishak kepada Allah, Ishak hanya mengajukan satu pertanyaan, "Di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?" Inilah satu-satunya pertanyaannya. Tetapi saat dia mengajukan pertanyaan ini, ayahnya menjawab, "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bagiNya, anakku." Inilah ciri-ciri Ishak. Ciri-ciri Ishak adalah menikmati persediaan Allah.
ORANG KRISTEN HARUS MENUNTUT
TIGA PENGALAMAN YANG KHUSUS
Jadi, apa yang disebut Allah Ishak? Allah Ishak berarti, semua tuntutan, semua harapan, semua standar yang ditetapkan Allah dalam Abraham, dilaksanakan sendiri oleh Allah. Abraham menyatakan tujuan Allah, Ishak menyatakan pekerjaan kehidupan Allah. Permintaan Allah, standar Allah, berada dalam Abraham. Suplai Allah, gudang Allah berada di dalam Ishak.
Allah Abraham berarti Allah menentukan satu bejana standar. Allah Ishak berarti untuk menjadi bejana Allah, untuk mencapai standar Allah, maka semua kehidupan (hayat), semua kekuatan, harus berasal dari Allah. Ishak adalah anak, anak bisa mewarisi segala sesuatu yang dimiliki ayahnya, sedikitpun tidak perlu mengeluarkan tenaga sendiri untuk itu. Sebab itu, kalau kita hanya mengetahui Allah Abraham, kita belum bisa mencapai tujuan Allah. Kalau kita ingin mencapai tujuan Allah, kita harus belajar mengenal Allah Ishak. Tetapi pengenalan yang kita tuntut, tidak bisa berhenti sampai di sini, kita masih perlu mengenal Allah Yakub. Hanya memiliki Allah Abraham, masih kurang. Hanya ditambah Allah Ishak, juga masih kurang, harus ditambah lagi Allah Yakub, baru cukup.
Yakub adalah orang yang licik, banyak tipu muslihat, tetapi Yakub bertemu dengan Allah. Di atas diri Ishak, pekerjaan Allah adalah menyuplai. Di atas diri Yakub, pekerjaan Allah adalah memukul, membereskan. Kedua pekerjaan ini pada dasamya berbeda. Terhadap Ishak, Allah terus memberi; terhadap Yakub, Allah terus menggarap. Ishak di depan Allah terus mendapatkan kasih karunia; Yakub di depan Allah terus dipukul/dibereskan Dengan kata lain, Allah menyuplaikan Kristus kepada Ishak; Allah dengan Roh Kudus membereskan Yakub. Ishak membuat kita nampak apa maksudnya menikmati kehidupan kemenangan; Yakub membuat kita nampak apa maksudnya pemberesan kehidupan alamiah. Ishak memperlihatkan kepada kita, Allah sudah memberikan kekayaan kehidupan kebangkitan Kristus kepada anak-anakNya; Yakub memperlihatkan kepada kita, Allah bagaimana selangkah demi selangkah mengikis kehidupan alamiah, memukul kehidupan jiwani, semua kekuatan manusia berdasarkan daging, terus dipukul sampai suatu hari, akamya putus, menjamah pangkal pahanya. Allah akan bekerja sampai suatu tingkat, supaya kita nampak, berdasarkan perhitungan diri sendiri, berdasarkan kepandaian diri sendiri, berdasarkan kekuatan diri sendiri, semua itu tidak ada manfaat rohani. Allah menghendaki kita secara dalam belajar satu pelajaran, yaitu menyingkirkan diri sendiri. Dengan kata lain, Allah Yakub menggenapkan Allah Ishak, Allah Yakub adalah untuk Allah Ishak. Hidup (hayat) yang Allah berikan kepada kita, terbelenggu oleh kehidupan alamiah kita, tidak bisa bebas, karena itu, Allah akan setahap demi setahap membereskan kehidupan alamiah kita. Orang Kristen harus dibereskan oleh Allah sampai satu tingkat, ada satu pemberesan yang mematikan di atas dirinya. Sayang sekali, ada orang Kristen dengan sia-sia menerima puluhan bahkan ratusan kali pemberesan Allah, belum pernah sekali menerima pemberesan yang mematikan dirinya Kalau ada satu pemberesan yang mematikan, Yakub akan takluk, tipu muslihat Yakub akan terhenti, rencana Yakub akan terhenti, kekuatan Yakub akan terhenti, dan aktivitas Yakub pun akan terhenti. Setelah aktivitas alamiah berhenti, baru hidup yang Allah berikan kepada kita mendapatkan kebebasan. Jika segala sesuatu di dalam Kristus hendak sempuma di atas diri kita, haruslah di atas diri kita tidak ada satupun barang yang berasal dari alamiah. kita harus menghentikan semua alamiah, baru Kristus bisa terekspresi di atas diri kita dengan sempuma
Lalu, pengalaman apa yang seharusnya dituntut oleh orang Kristen? Kita boleh berkata demikian, di depan Allah kita harus mempunyai satu visi seperti yang dilihat oleh Abraham, harus mempunyai satu kehidupan seperti yang didapat oleh Ishak, juga mempunyai satu pemberesan/penanggulangan Roh Kudus seperti yang dialarni oleh Yakub. Inilah tiga pengalaman khusus yang perlu kita tuntut. Jangan sekali-kali mengira, mendapatkan salah satu saja sudah cukup.. Kita harus mempunyai ketiga pengalaman ini, bam di depan Allah mempunyai nilai yang tinggi. Kita harus mempunyai visi, melihat apa yang dikehendaki oleh Allah, melihat bahwa segala sesuatu berasal dari Allah, mengenal Dia adalah Bapa; bersamaan dengan itu, kita harus mengenal hidup (hayat) Kristus, mengenal kasih karuniaNya adalah kekuatan kita. Kalau kita berdasarkan daging, tidak bisa mencapai tujuan Allah. Untuk mencapai tahap bejana, itu adalah perbuatan Allah, bukan kita sendiri yang melakukan. Tetapi setelah kita nampak hidup (hayat) Kristus, dan karena tidak nampak daging, kita mudah sekali mengambil kekuatan alamiah menggantikan hayat Kristus, atau dengan kasih karunia Tuhan memuliakan diri sendiri, memegahkan diri, sombong. Sebab itu, kita harus ditanggulangi seperti Yakub menerima pemberesan.
Karena ada visi, kita bisa nampak apa yang akan Allah kerjakan; ada hidup kemenangan, kita bisa memuji, kita bisa mempunyai keyakinan kemenangan. Tetapi masih ada satu aspek, yaitu Allah akan menanggulangi kita. Mengenal Allah Ishak, membuat kita mempunyai satu keyakinan berkata, "Syukur kepada Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami, di jalan kemenanganNya!" "Siapakah yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus?" (II Korintus 2:14 ; Roma 8:35). Tetapi kita masih perlu mengenal Allah Yakub. Penanggulangan Allah di atas diri Yakub menampakkan kepada kita, setiap saat, kita masih berkemungkinan gagal. Kita tidak bisa menjamin bahwa kita bisa diandalkan. Kalau bukan Tuhan yang menjaga kita, setiap saat, kita bisa lemah, kita bisa jatuh. Di pihak Yakub, kita mengenal diri kita sendiri; di pihak Ishak, kita mengenal Kristus. Karena mengenal Kristus, kita mempunyai keyakinan; karena mengenal diri sendiri, kita tidak ada keyakinan. Demikian keduanya digabung baru bisa dengan sempurna menampilkan Kristus.
Ada orang sudah mengetahui Allah itu Bapa, mengetahui Allah adalah segala sesuatunya, mengetahui semuanya berasal dari Allah, lalu dia berdasarkan diri sendiri menanggulangi diri sendiri, menekan diri sendiri, membatasi diri sendiri. Tetapi di dalam dirinya tidak ada barang yang positif itu, akibatnya meskipun dia menderita banyak sengsara, namun tidak juga mencapai tingkat ini. Tindakannya itu bukanlah jalan rohani. Ada orang yang nampak Kristus adalah hidup (Kolose 3:4; red.), telah mendapatkan Kristus, benar-benar mempunyai hidup kemenangan, tetapi dia lupa kalau masih ada hidup alamiah, atau ia sama sekali tidak nampak bahwa hidup alamiah sama dengan dosa, yang perlu ditanggulangi. Akhirnya ia menganggap barang-barang yang di dalam hidup alamiah sebagai hidup kemenangan. Inipun bukan jalan rohani. Sebab itu, hanya nampak hidup kemenangan Kristus saja masih kurang, harus nampak juga apakah hidup alamiah itu.
Kalau kita ingin menjadi umat Allah, ingin menjadi bejanaNya, ingin mempertahankan kesaksianNya, ingin mencapai tujuanNya, kita harus mengenal Dia adalah Allah Abraham, juga harus mengenal Dia adalah Allah Ishak dan Allah Yakub. Ketiga pengalaman ini harus dimiliki. Hanya memiliki satu atau dua, masih kurang. Perlu pada suatu hari, Allah membuka mata kita, sehingga kita nampak visi, nampak permintaan Allah. Perlu pada suatu hari, Allah membuka mata kita, sehingga kita nampak pekerjaan Allah di dalam Kristus, nampak Kristus menjadi hidup (hayat). Perlu pada suatu hari, Allah membuka mata kita, sehingga kita nampak Allah menjamah hidup alamiah kita, memukul tulang punggung hidup alamiah kita. Setelah kita nampak tiga aspek ini, barulah kita bisa terus maju. Saya ulangi lagi, ketiga hal ini, masing-masing adalah pengalaman yang khusus. Sebagaimana Allah menampakkan diri kepada Abraham dan menjadi Allah Abraham, begitu juga Allah menampakkan diri kepada kita dan menjadi Allah kita. Sebagaimana Allah menampakkan diri kepada Ishak dan menj adi Allah Ishak, demikian juga Allah menampakkan diri kepada kita dan menjadi Allah kita. Sebagaimana Allah menampakkan diri kepada Yakub dan menjadi Allah Yakub, demi.kian juga Allah menampakkan diri kepada kita dan menj.adi Allah kita. Kita harus mengenal Allah dalam ketiga aspek ini. Kita harus mengenal, apakah artinya Dia adalah Allah. Abraham? Apakah artinya Dia adalah Allah Ishak? Dan apakah artinya Dia adalah Allah Yakub? Kita harus mempunyai ketiga pengalaman ini, kemudian baru kita bisa baik-baik menempuh jalan yang di depan.