PERZINAHAN ISRAEL MENENTANG TUHAN DAN PENGHUKUMAN TUHAN ATAS ISRAEL
Pembacaan Alkitab: Hos. 9—10
Dalam berita ini kita akan membahas dari Hosea 9 dan 10 perkara perzinahan Israel menentang TUHAN dan penghukuman TUHAN atas Israel.
I. PERZINAHAN ISRAEL MENENTANG TUHAN SEPERTI SEORANG ISTRI PESUNDAL MENENTANG SUAMINYA
Perzinahan Israel menentang TUHAN seperti seorang istri pesundal menentang suaminya (1:2; 2:13; 3:1). Pemikiran Hosea di sini sangat dalam karena ini menunjukkan kesatuan organik Allah dengan umat-Nya. Namun, situasi istri adalah sangat buruk.
II. ISRAEL PERGI SEBAGAI PESUNDAL MENINGGALKAN ALLAHNYA
Israel memberi tahu untuk tidak suka cita, sejak dia pergi sebagai pesundal meninggalkan Allahnya. Dia telah mengasihi orang yang membayarnya, seperti seorang pesundal, atas setiap tepung gandum, menyembah setiap berhala di segala tempat pengirikan gandum (9:1). Pengirikan gandung adalah suatu tempat di mana orang mendapatkan penghasilannya. Maka itu, mereka menyembah berhala-berhala di tempat di mana mereka mendapatkan penghasilannya.
III. PENGIRIKAN GANDUM DAN PEMERASAN ANGGUR
TIDAK MEMBERI MAKAN MEREKA
Ayat 2 mengatakan bahwa tempat pengirikan gandun dan tempat pemerasan anggur tidak akan memberi mereka makan, dan anggur baru akan mengecewakan mereka. Apapun yang mereka miliki tidak dapat mencukupi untuk memelihara keperluan mereka. Mereka akan mendambakan anggur untuk diminum, tetapi tidak akan ada apapun.
IV. MEREKA TIDAK TINGGAL DI NEGERI TUHAN
Menurut ayat 3, Israel tidak akan tinggal di negeri TUHAN. Sebaliknya, mereka akan kembali ke Mesir, dan di Asyur mereka akan makan apa yang najis.
V. MEREKA TIDAK MENCURAHKAN MEMPERSEMBAHKAN KURBAN CURAHAN ANGGUR KEPADA TUHAN, DAN KURBAN-KURBAN SEMBELIHANNYA TIDAK AKAN MENYENANGKAN DIA
Mereka tidak akan mempersembahkan kurban curahan anggur kepada TUHAN, tak akan ada kurban-kurban sembelihannya yang menyenangkan. Kurban-kurbannya bagi mereka akan menjadi seperti roti perkabungan, roti yang dimakan oleh keluarga yang tidak ada hubungan. Semua yang memakannya akan menjadi najis, sebab roti mereka adalah untuk mereka sendiri, tidak boleh dibawa ke dalam rumah TUHAN (ay. 4). Mereka tidak memiliki kenikmatan yang sejati, dan apa yang mereka persembahkan kepada Allah dalam nama bukan bagi Allah tetapi bagi diri mereka sendiri.
VI. MEREKA TIDAK BERBAGIAN DALAM PERTEMUAN RAYA DAN PADA HARI RAYA TUHAN
Ayat 5 menunjukkan bahwa mereka tidak akan berbagian dalam pertemuan raya dan pada hari raya TUHAN. Mereka tidak merayakan hari raya TUHAN tetapi hanya bagi keperluan, kenikmatan, dan kesukaan mereka sendiri.
VII. MEREKA MENGELAKKAN DIRI DARI PEMUSNAHAN, TETAPI MESIR MENGUMPULKAN MEREKA, DAN MENFIS MENGUBUR MEREKA
Mereka mengelakkan diri dari pemusnahan, dari kejahatan yang menimpa mereka. Tetapi Mesir akan mengumpulkan mereka, dan (Menfis, satu kota orang Mesir dengan sungai Nil) akan mengubur mereka. Mengenai benda-benda perak yang diinginkannya (berhala), akan membakar hak mereka. Onak akan tumbuh dalam kemah-kemah mereka (ay. 6). Di satu pihak, ini adalah satu gambaran penghukuman; di lain pihak, adalah gambaran kedosaan mereka. Mereka tidak memperhatikan pondokan tetapi hanya kenikmatan dosanya.
VIII. SUDANG DATANG HARI-HARI PENGHUKUMAN
Ayat 7 mengatakan bahwa sudah datang hari-hari penghukuman; sudah datang hari-hari pembalasan. Nabi adalah seorang yang bodoh, dan yang menginspirasi manusia dalah orang gila, karena besarnya kesalahan Israel dan karena besarnya permusuhan. Daripada mengasihi dan bersimpati di antara umat, ada kebencian dan permusuhan. Mereka menganggap seorang manusia dari roh. Atau seorang yang menginspirasi orang, sebagai orang gila. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak memperhatikan kepentingan Allah. Sebaliknya, mereka berpikir bahwa memperhatikan kepentingan Allah adalah kebodohan.
IX. EFRAIM TELAH MENJADI PENGINTAI BERSAMA ALLAH
Ayat 8a berkata, ‘‘Efraim adalah seorang pengintai (penjaga) / Bersama Allahku’’ (Tl.). Ini menunjukkan bahwa di masa lalu kerajaan Israel di utara adalah sungguh baik.
Ayat 8b melanjutkan, ‘‘Sebab nabi, seorang jerat penangkap burung / ada dalam segala jalannya; / Permusuhan ada dalam rumah Allahnya’’ (Tl.). Ini berarti bahwa nabi-nabi telah menjadi begitu jahat apa saja yang mereka lakukan adalah jerat penangkap untuk menjerat orang. Dalam bait nabi-nabu menciptakan permusuhan; mereka tidak memiliki kasih atau simpati.
Dalam ayat 9 Hosea selanjutnya berkata mengenai Efraim, ‘‘Busuk sangat perbuatan mereka / Seperti pada hari-hari Gibea; / Ia akan mengingatkan kesalahan mereka / Dan akanh menghukum dosa mereka.’’ Kebusukan Efraim begitu besar yaitu sama dengan kebusukan pada hari-hari Gibea yang digambarakan dalam Hakim-hakim 19:15-30. Karena Israel telah menjadi seperti mereka pada hari-hari Gibea, Allah datang untuk menghukum dosa mereka.
X. TUHAN MENEMUKAN ISRAEL SEPERTI BUAH-BUAH ANGGUR DI PADANG GURUN, MELIHAT NENK MOYANGNYA SEPERTI BUAH SULUNG HASIL PERTAMA POHON ARA
TUHAN menemukan Israel seperti buah-buah anggur di padang gurun dan melihat nenek moyangnya seperti buah sulung hasil pertama pohon ara (Hosea 9:10a). Ini mengacu kepada waktu “bulan madu” Allah dengan Israel. Pada waktu keluar dari Mesir, Allah menganggap Israel seorang istri belia. Namun, ketika istri ini betumbuh, ia meninggalkan Allah kepada Baal dan kepada Baal-Peor (satu kota yang dinamai menurut berhala Baal dari Peor–Bil. 25:3; Mzm. 106:28) dan membaktikan diri kepada dewa keaiaban (berhala) dan kejijikan, seperti dewa (berhala) yang ia kasihi (Hosea 9:10b).
XI. KEMULIAAN EFRAIM TERBANG SEPERTI BURUNG
Kemuliaan Efraim, kemuliaan kerajaan Israel di utara, akan terbang seperti burung. Ini berarti bahwa tidak ada ada melahirkan, hamil, dan mengandung. Sekalipun mereka membesarkan anak-anaknya, Tuhan akan membuat mereka bulus, sehingga tidak ada manusia lagi. Sungguh, celakalah juga mereka pada waktu TUHAN menjauhkan daripada mereka! Efraim ditanah di padang rumput Tirus, tetapi dia masih membesarkan anak-anaknya untuk dibunuh. TUHAN memberi mereka kandungan yang mandul dan buah dada yang kering. Segala kejahatan mereka terjadi di Gilgal (sasaran penyembahan berhala–4:15), sungguh, di sana TUHAN membenci mereka. Oleh karena jahatnya perbuatan-perbuatan mereka, TUHAN akan menghalau mereka dari rumah-Nya; Dia tidak akan mengasihi mereka lagi. Semua pemuka mereka adalah pemberontak. Efraim telah dipukul. Akarnya telah menjadi kering; mereka tidak akan menghasilkan buah. Bahkan sekalipun mereka melahirkan anak, TUHAN akan mematikan buah kandungannya yang berharga. Allah menolak mereka, sebab mereka tidak mendengarkan Dia. Mereka akan mengembara di antara bangsa-bangsa (9:11-17).
XII. ISRAEL ADALAH POHON ANGGUR YANG RIAP TUMBUHNYA, YANG MENGHASILKAN BUAH UNTUK DIRINYA
Hosea 10:1a berkata, “srael adalah pohon anggur yang riap tumbuhnya, / yang menghasilkan buah (untuk dirinya).’’ Buah anggur seharusnya dipersembahkan kepada Allah sebagai kurban curahan, tetapi mereka memakai anggur untuk berbuah untuk dirinya, bukan untuk Allah.
Ayat 1b dan 2 melanjutkan, ‘‘Makin banyak buahnya, / Makin banyak dibuatnya mezah-mezbah. / Makin baik tanahnya, / Makin baik dibuatnya tugu-tugu berhala. / Hati mereka licik, / Sekarang mereka harus menanggung akibat kesalahannya: / Dia akan menghancurkan mezbah-mezbah mereka, / Akan meruntuhkan tugu-tugu berhala mereka’’ Israel menjadi kaya, tetapi mereka memekai hasil panennya untuk membangun mezbah-mezbah dan membuat berhala. Karena itu, Hosea berkata bahwa Allah akan menghancurkan mezbah-mezbahnya dan meruntuhkan tugu-tugu berhalanya.
Ayat 3 berkata, “Sungguh, sekarang mereka berkata: / "Kita tidak mempunyai raja lagi, / Sebab kita tidak takut kepada TUHAN. / Apakah yang dapat dilakukan raja bagi kita?" Karena mereka tidak takut akan TUHAN, mereka tidak akan memiliki wakil otoritas Allah (raja). Ini mengacu kepada kekepalaan, kepemimpinan, di antara umat Allah. Ketika gereja tepat, gereja memiliki kekepalaan, kepemimpinan, mewakili Allah sebagai otoritas-Nya. Tetapi pada waktu kekacauan, beberapa orang berkata, ‘Mengapa kita perlu wakil otoritas Allah? Mengapa kita perlu memiliki kekepalaan atau kepemimpinan?’’ Ini diakibatkan anarki.
XIII. MEREKA MEMBUAL, MENGANGKAT SUMPAH DUSTA KETIKA MEMBUAT PERJANJIAN
Dalam ayat 4 asampai 8 kita memiliki riancian selanjutnya mengenai penyembahan berhala Istarl menentang Allah dan penghukuman TUHAN atas Israel. Mereka membuat, mengangkat sumpah dusta ketika membuat perjanjian. Penghakiman tumbuh seperti pohon upas di alur-alur ladang. Penduduk Samaria gentar mengenai anak lembu (berhala) of Bet-Awen (kemungkinan nama penghinaan yang diterapkan untuk Betel, yang ada tempat penyembahan berhala–1 Raja-raja 12:26-33; Hosea 4:15). Rakyatnya akan berkabung oleh karenannya, dan imam-imam berhalanya akan meratapa oleh karenanya, oleh sebab kemuliaannya telah beralih daripadanya. Anak lembu itu sendiri akan dibawa ke Asyur: sebagai persembahan kepada Raja ‘Agung’. Efraim akan menanggung malu, dan Israel akan mendapat malu karena rancangannya. Samaria akan dihancurkan; rajanya seperti sepotong ranting yang terapung di air. Bukit-bukit pengorbanan Awen, yakni dosa Israel, akan dimusnahkan. Semak duri dan rumput duri akan tumbuh di atas mezbah-mezbahnya. Dan mereka akan berkata kepada gunung-gunung, ‘‘Timbunilah kami!’’ / Dan kepada bukit-bukit: “Runtuhlah menimpa kami!” (ay. 8). Inilah penghakiman TUHAN atas Israel dan penyembahan perhalannya.
XIV. ISRAEL TELAH BERDOSA SEJAK HARI GIBEA
Israel telah berdosa sejah hari Gibea (ay. 9a). Israel berpikir bahwa peperangan telah terjadi di Gibea melawan orang-orang curang tidak akan mencapai mereka (ay. 9b; Hak. 19:15-30). Tetapi TUHAN berkata bahwa Dia akan menghajar mereka karena “salahnya yang berganda” (Hosea 10:10). Kesalahan ganda ini mengacu kepada dua kejahatan Israel: meninggalkan TUHAN dan berpaling kepada berhala-berhala (Yer. 2:13). Dosa Israel dakan kehidupan sosial mereka dikarenakan dosa meninggalkan Allah dan berpaling kepada berhala-berhala.
XV. EFRAIM ADALAH SEEKOR ANAK LEMBU YANG TERLATIH YANG SUKA MENGIRIK GANDUM, TETAPI TUHAN MEMASANG KUK DI ATAS TENGKUKNYA YANG ELOK
Efraim adalah seekor anak lembu yang terlatih yang suka menggirik gandum. Tetapi TUHAN memasang kuk di atas tengkuknya yang elok. TUHAN memasang Efraim. Yuhuda harus membajak, Yakub harus menyisir tanah baginya sendiri (Hosea 10:11).
XVI. MENABURLAH BAGIMU SESUAI DENGAN KEADILAN, MENUAILAH SESUAI KASIH SETIA, DAN BUKALAH BAGIMU TANAH BARU
Ayat 12 dan 13 berkata, ‘‘Menaburlah bagimu sesuai dengan keadilan, / Menuailah menurut kasih setia! / Bukalah bagimu tanah baru, / Sebab sudah waktunya untuk mencari TUHAN, / Sampai Ia datang dan menghujani kamu dengan keadilan. / Kamu telah membajak kefasikan, / Telah menuai kecurangan, / Telah memakan buah kebohongan. / Oleh karena engkau telah mengandalkan diri pada keretamu, / Pada banyaknya pahlawan-pahlawanmu.’’ Ini adalah mirip dengan apa yang Paulus katakan dalam Galatia 6:7 dan 8, di mana dia memberi tahu kita bahwa jika kita menabur kepada daging, kita akan menuai kerusakan daging, tetapi jika kita menabur kepada Roh, kita akan menuai hayat kekal dari Roh itu. Di sini dalam Hosea 10:12 menabur berarti mencari TUHAN. Mencari TUHAN dengan benar adalah menabur dengan benar. Maka, Hosea memerintahkan bani Israel menabur kepada keadilan. Jika mereka melakukan ini, mereka akan menuai menurut kasih setia. Demikian juga, jika mereka membajak kefasikan, mereka akan menuai kecurangan.
Dalam ayat 12 Hosea memekai pernyataan ‘‘tanah baru.’’ Tanah baru adalah tanah yang telah dibajak tetapi belum ditaburi dengan segala sesuatu. Nabi Israel adalah tanah baru. Mereka telah dibajak oleh Allah, tetapi belum ditaburi dengan keadilan. Mereka telah menyisir tanah baru; yaitu, mereka mencari Allah sampai Kristus datang sebagai keadilan menghujani keadilan ke atas mereka.
Namun, Israel tidak menabur dengan tepat. Mereka bersandar dalam cara mereka sendiri dan pada banyaknya pahlawan mereka. Karena itu, Allah menyebabkan mereka sama sekali dihancurkan. Sehubungan dengan ini, ayat 14 dan 15 berkata, ‘‘Maka keriuhan perang akan timbul di antara bangsamu, / Dan segala kubumu akan dihancurkan / Seperti Salman menghancurkan Bet-Arbel / Pada hari pertempuran: / ibu beserta anak-anak diremukkan. / Demikianlah akan Kulakukan kepadamu, / Hai kaum Israel, oleh karena dahsyatnya kejahatanmu. / Pada waktu fajar akan dilenyapkan sama sekali raja Israel.’’ Ini sepenuhnya digenapi oleh Titus pada 70 Masehi.
Kata ‘‘waktu fajar” dalam ayat 15 menunjukkan bahwa Israel ada pada malam hari, dalam kegelapan. Mereka adalah umat yang sebenarnya kekurangan dan kebenaran dan keadilan. Mereka meninggalkan Allah dan mereka saja kepada satu dengan yang lain.