← Daftar isi Hosea · bab 3/9

LAMBANG DARI SEORANG ISTRI PESUNDAL (2)

Pembacaan Alkitab: Hos. 2:1—3:5

Dalam berita ini kita akan melanjutkan membahas lambang seorang istri pesundal.

B. Gomer si Pesundal sebagai Istri Nabi Hosea

Gomer si pesundal sebagai istri nabi Hosea melambangkan perzinahan umat Israel sebagai istri yang tidak suci terhadap TUHAN (2:1-12).

1. TUHAN Menginginkan Orang Israel Kembali untuk Mengadukan Perzinahan Umat Israel

Ayat 1a mengatakan, “Adukanlah ibumu, adukanlah.” Ini menunjukkan bahwa TUHAN ingin orang Israel (putri-putri) kembali untuk mengadukan perzinahan umat Israel (ibu).

2. TUHAN Menyangkal bahwa umat Israel adalah Istri dan bahwa Dia adalah Suaminya

Dalam ayat 1b TUHAN berkata, “Sebab dia bukan istri-Ku, / dan Aku ini bukan suaminya.” Ini menyatakan sejenis perceraian. Situasi memaksa Allah melakukan sesuatu yang tidak normal. Sekalipun, Allah menceraikan umat Israel berdasarkan tekad kuat-Nya untuk menerima dia kembali lagi. Dalam pengertian, Allah menceraikan umat Israel, tetapi Dia melakukan hal ini dengan maksud menerima dia kembali. Apa yang Allah lakukan mengenai umat Israel berdasarkan apa adanya Dia.

3. TUHAN Memperingatkan umat Israel

Dalam ayat 1c sampai 3 kita memiliki peringatan TUHAN kepada umat Israel. Pertama Dia memerintahkan dia untuk meninggalkan persundalannya di depan wajahnya, dan perzinahannya dari antara buah dadanya (ay. 1c). Jika dia gagal melakukan ini, Dia akan membiarkan dia telanjang seperti hari dia dilahirkan dan membuatnya seperti padang gurun dan tanah kering dan membunuhnya dengan kehausan (ay. 2). Lebih jauh lagi, pada anak-anaknya Dia tidak akan menyayangi, sebab mereka adalah anak-anak sundal (ay. 3).

4. Umat Israel telah menjadi Seorang Sundal

Ayat 4a memberi tahu kita bahwa umat Israel telah menjadi seorang sundal dan melakukan yang senonoh. Dia bahkan selanjutnya mengatakan, “Aku mau mengikuti para kekasihku, / Yang memberi roti dan air minumku, / Bulu domba dan kain lenanku, / Minyak dan minumanku.” (ay. 4b). Dia berkata bahwa keperluan sehari-harinya disuplai oleh kekasihnya, yaitu oleh berhala-berhalanya. Hal ini sesungguhnya adalah dusta.

5. TUHAN Menyekat Jalannya dengan Duri-duri dan Membangun Pagar Tembok Mengurung Dia

Dalam ayat 5 TUHAN berkata, “Sebab itu, sesungguhnya, Aku akan menyekat jalannya dengan duri-duri, / Mendirikan pagar tembok mengurung dia, / Sehingga dia tidak dapat menemui jalannya.” Sungguh sering kali Allah yang agung akan melakukan banyak perihal kecil agar menggagalkan kita dengan tujuan menanggulangi kita. Seperti Paulus katakan dalam Roma 8:28, segala sesuatu, besar dan kecil, bekerja sama untuk kebaikan kita. Sepeti yang akan kita lihat, ini adalah situasi nabi Yunus. Ikan besar, pohon jarak, dan ulat semua dipakai Allah untuk menanggulangi Yunus.

6. Orang Israel Mengejar Para Kekasihnya tetapi tidak Akan Mencapai Mereka

Hosea 2:6a selanjutnya berkata, “Dia akan mengejar para kekasihnya, / Tetapi tidak akan mencapai mereka; / Dia akan mencari mereka.” Ini memperlihatkan sikap keras kepala orang Israel. Bahkan melalui Allah akan memagari mereka dan membangun sebuah tembok mengurungi mereka, menghalangi jalan mereka, dia tidak akan kembali kepada Dia tetapi sebaliknya akan mengejar para kekasihnya, berhala-berhalanya. Namun, akhirnya dia akan berkata “Aku akan pulang / Kembali kepada suamiku yang pertama, / Sebab waktu itu aku lebih berbahagia dari pada sekarang.” Ini menunjukkan bahwa akhirnya dia akan kembali kepada Allah sebagai suaminya yang pertama. Kita semua memiliki pengalaman ini. Pertama, kita bergumul terus menerus melawan Allah sampai satu poin, tetapi selanjutnya kita kembali kepada Allah untuk bersama Dia. Kita berkata, “Aku akan kembali kepada Allah, sebab waktu itu aku lebih berbahagia dari pada sekarang.”

7. Umta Israel tidak Mengenal bahwa ini adalah TUHAN Yang Memberi Dia Gandum, Anggur Baru, dan Minyak Segar

Umat Israel tidak mengenal bahwa ini adalah TUHAN yang memberi dia gandum, anggur baru, dan minyak segar dan yang melipatgandakan perak dan emasnya. Sebaliknya, dia menggunakan perak dan emas untuk melayani Baal, berhala (ay. 7).

8. TUHAN Mengambil Kembali Gandum-Nya pada Masanya dan Anggur Baru-Nya pada Musimnya

Ayat 8 memberi tahu kita bahwa TUHAN akan mengambil kembali anggur-Nya pada masanya dan anggur baru-Nya pada musimnya, dan Dia akan merampas kain bulu domba dan kain lenan-Nya yang harus menutupi auratnya. Beberapa orang mungkin heran apakah Allah yang agung akan melakukan hal semacam ini. Ya, Allah melakukan semacam demikian agar mengoreksi kita, untuk menyesuaikan kita, untuk menyempurnakan kita, dan untuk membuat kita menurut maksud-Nya.

9. TUHAN Menyingkapkan Kemaluannya di Depan Mata Para Kekasihnya, dan Seorangpun tidak akan Melepaskan Dia dari Tangannya

TUHAN akan menyingkapkan kemaluannya di depan mata para kekasihnya, dan seorangpun tidak akan melepaskan dia dari tangnnya. Dia akan membawa semua kegembiraannya, pestanya, bulan barunya, dan hari Sabatnya, dan segala perayaannya berakhir. Dia akan memusnahkan pohon anggurnya dan pohon aranya, yang tentangnya dikatakannya, “Ini semuanya pemberian kepadaku, / Yang dihadiahkan kepadaku oleh para kekasihku” (ay. 9-11a). Dia akan membuat mereka menjadi hutan, dan binatang-binatang di padang akan memakannya habis (ay. 11b). Dia juga akan menghukum dia karena hari-hari ketika dia membakar kurban untuk para Baal, berhias dengan anting-anting dan kalungnya, dan mengikuti para kekasihnya dan melupakan TUHAN (ay. 12).

C. Pemulihan TUHAN atas Perzinahan dan Penyelewengan Umat Israel

Dalam 2:13-22 kita nampak pemulihan TUHAN atas perzinahan dan penyelewengan umat Israel.

1. TUHAN Membujuk Umat Israel, Membawa Dia ke Padang Gurun, dan Berbicara kepada Hatinya

TUHAN akan membujuk umat Israel, Dia akan membawa dia ke padang gurun, dan Dia akan berbicara kepada hatinya (ay. 13). Padang gurun melambangkan suatu tempat liar. Selama Perang Dunia Kedua Hitler membuat Jerman suatu padang gurun bagi orang Yahudi, dan hari ini negara-negara Arab mencoba untuk membuat bangsa Israel suatu padang gurun. Allah akan mengizinkan hal ini, agar di padang gurun Allah dapat berbicara kepada umat Israel.

Sungguh sering kali dalam kehidupan manusia kita masuk ke dalam satu situasi yang mungkin seperti suatu padang gurun. Kadang-kadang Allah akan menyebabkan lingkungan kita menjadi suatu padang gurun sehingga Dia dapat berbicara kepada kita, kepada hati kita.

2. TUHAN Memberikan Israel Kebun Anggurnya dan Lembah Akhor sebagai Pintu Pengharapan

TUHAN akan memberi Israel kebun anggurnya dari sana (padang gurun) dan lembah Akhor sebagai pintu pengharapan. Dia akan menjawab di sana seperti pada masa mudanya dan seperti pada waktu dia berangkat keluar dari tanah Mesir (ay. 14).

3. Pada Waktu itu Israel Memanggil TUHAN Suaminya

Pada waktu itu umat Israel akan memanggil TUHAN Suaminya (Yes. 54:5; Yer. 3:14; Yeh. 16:8) dan tidak lagi memanggil Dia Baalku (artinya “Tuanku”—Hosea 2:15). Lalu TUHAN akan menjauhkan nama para Baal dari mulutnya, dan mereka tidak akan lagi mengingat namanya (ay. 16).

4. TUHAN Membuat Satu Perjanjian bagi Umat Israel

TUHAN akan membuat satu perjanjian bagi umat Israel pada waktu itu dengan binatang-binatang di padang, burung-burung di udara, dan binatang-binatang melata di bumi (ay. 17a). Sebagaimana Allah membuat bagi kita satu perjanjian dengan makhluk-makhluk hidup pada zaman Nuh, maka Dia akan membuat satu perjanjian sedemikian bagi Israel pada zaman pemulihan. Karena perjanjian ini, binatang-binatang, burung-burung, dan binatang-binatang melata akan ada dalam pengaturan yang baik. Juga, Allah akan meniadakan busur panah, pedang, dan alat perang dari negeri itu, dan Dia akan menyebabkan orang Israel berbaring dengan tentram (ay. 17b).

5. Yehoha akan menjadikan Israel Istrinya untuk Selama-lamanya

TUHAN akan menjadikan umat Israel istrinya untuk selama-lamanya (ay. 18a). Tentu saja, Dia akan memperistri dia bagi diri-Nya dalam lima atribut-Nya—kebenaran, keadilan, kasih setia, belas kasihan, dan kesetiaan—dan dia akan mengenal TUHAN (ay. 18b-19).

6. TUHAN Menjawab Langit, dan Langit Menjawab Bumi

Pada waktu itu TUHAN akan menjawab langit, dan langit akan menjawab bumi dengan hujan agar bumi menumbuhkan sesuatu (ay. 20). Kemudian bumi akan menjawab gandum, anggur segar, dan minyak, dan mereka akan menjawab Yizreel yang menandakan menabur (ay. 21).

7. TUHAN Menabur Israel bagi Diri-Nya di Negeri itu

TUHAN akan menabur Israel bagi diri-Nya di negeri Palestina (ay. 22a). Dia akan memiliki belas kasihan atas Lo-Ruhama (artinya “dia tidak memperoleh belas kasihan”), dan Dia akan berkata kepada Lo-Ami (artinya “bukan umat-Ku”), “Engkau adalah umat-Ku.” Dan mereka akan berkata, “Allahku” (ay 22b).

D. Penegasan Kesetiaan Allah Memulihkan Umat Israel

Hosea 3:1-5 membicarakan penegasan kesetiaan Allah memulihkan umat Israel.

1. TUHAN Memberi Tahu Hosea untuk Mencintai Gomer, Seorang Perempuan Sundal, Lagi

“Berfirmanlah TUHAN kepadaku: Pergilah lagi, cintailah perempuan yang suka bersundal dan berzina, seperti TUHAN juga mencintai orang Israel, sekalipun mereka berpaling kepada alah-alah lain dan menyukai kue kismis” (ay. 1). Di sini TUHAN memberi tahu Hosea untuk mencintai Gomer, seorang perempuan sundal, lagi. Ini melambangkan bahwa TUHAN akan mencintai umat Israel lagi, melalui mereka berpaling pada kekasihnya yang lain (alah-alah lain) dan menyukai kue kismis (kesukaan sendiri). Kelihatannya, Allah berhenti mencintai orang Israel ketika Nebukadnezar menawan Yerusalem dan sekali lagi ketika Titus pangeran Romawi menghancurkan Yerusalem. Sampai hari ini orang Israel tinggal sendirian, kelihatannya tanpa kasih Allah, namun Allah masih memperhatikan Israel dalam cara-Nya sendiri.

2. Hosea Mencintai Gomer dan Memberi Tahu Dia untuk Tinggal Lama bersama Dia

Hosea sangat taat kepada Allah. Dia menikahi Gomer segera, dan ia telah melahirkan tiga anak bagi dia. Kemudian ia mungkin meninggalkan dia dan melakukan persundalan dengan para kekasihnya. Selanjutnya, sebagai satu lambang maksud-Nya untuk mencintai umat Israel lagi, TUHAN memberi tahu Hosea untuk mencintai Israel lagi, dan Hosea melakukan demikian.

Hosea memberi tahu Gomer, perempuan sundal, untuk menikah dengan dia lama tanpa pergi sebagai seorang pesundal tidak juga dengan laki-laki lain, dan dia akan menjadi sama terhadap ia (ay. 2-3). Menurut ayat 4, ini melambangkan bahwa umat Israel akan tinggal lama tanpa raja, tanpa pangeran, tanpa kurban, tanpa tugu (untuk menyembah), dan tanpa efod dan terafim (berhala-berhala di rumah). “Lama” ini dimulai ketika orang-orang Babel membakar bait. Selama tujuh puluh tahun orang Yahudi tidak mempersembahkan kurban. Bait dibangun kembali, tetapi ini sama sekali dihancurkan oleh Titus pada 70 Masehi. Sejak waktu itu, Israel tanpa raja, tanpa pangeran, dan tanpa penyembahan mereka dengan mempersembahkan kurban pada Allah. Lebih jauh lagi, sejak waktu itu sampai hari ini, satu periode hampir dua ribu tahun, orang Yahudi tidak menyembah berhala.

3. Umat Israel Kembali dan Mencari TUHAN dan Daud Raja Mereka (Kristus dalam Milenium)

Selanjutnya, ayat 5 mewahyukan, umat Israel akan kembali dan mencari TUHAN dan Daud raja mereka (Kristus dalam milenium—Why. 20:4, 6), dan mereka akan datang dengan takut kepada Allah dan untuk kebajikan-Nya pada hari-hari kemudian (dalam zaman pemulihan—Mat. 19:28).

Apa yang dikerjakan Hosea dalam taat kepada perintah Allah sehubungan Gomer adalah satu penegasan apa yang Allah janjikan untuk dikerjakan sehubungan umat Israel. Allah memberi tahu Hosea untuk mencintai Gomer lagi sebagai satu lambang maksud-Nya untuk mencintai umat Israel lagi. Hari ini Israel adalah seorang Gomer, tetapi hari itu datang ketika Allah akan memulihkan dia kepada diri-Nya sendiri.

Pemulihan ini akan menyebabkan manifestasi Kristus. Sekali lagi saya akan menegaskan fakta bahwa dalam kitab-kitab nubuat empat hal di bahas berulang-ulang: penghukuman Allah atas orang Yahudi, penghakiman Allah atas bangsa-bangsa, menifestasi Kristus, dan pemulihan. Penghukuman dan penghakiman Allah akan menyebabkan manifestasi Kristus, dan manifestasi Kristus akan membawa zaman pemulihan, kerajaan milenium, yang membawa alam semesta lama dan rusak ke dalam langit dan bumi baru dengan Yerusalem Baru. Jika kita melihat empat hal ini, kita akan melihat apa pengharapan yang kita miliki dalam Kristus.