KATA PENDAHULUAN DAN LAMBANG DARI SEORANG ISTRI PESUNDAL (1)
Pembacaan Alkitab: Hos. 1:1---2:1
Dalam berita ini kita pertama-tama akan memberikan satu kata pendahuluan dan kemudian memulai membahas lambang dari seorang istri pesundal.
I. PENDAHULUAN
A. Arti Nama Hosea
Hosea dalam bahasa Ibrani, nama asalnya Yosua, berarti “keselamatan Yehova (TUHAN),” menunjukan bahwa TUHAN adalah keselamatan (Bil. 13:8, 16).
B. Waktu Ministri Hosea
Waktu ministri Hosea adalah 785-725 S.M. selama enampuluh tahun.
C. Sasaran Ministrinya
Sasaran ministri Hosea adalah perzinahan dan penyelewengan kerajaan Israel. Perzinahan mengacu kepada kondisi Israel, dan menyeleweng mengacu kepada posisi Israel. Mengenai kondisi mereka ada perzinahan; dan posisi mereka ada penyelewengan. Itu adalah situasi orang Israel sebagai istri Allah.
D. Tempat Ministrinya
Tempat ministri Hosea juga bagian utara kerajaan Israel. Ketika ministri Hosea, bangsa Israel telah dibagi ke dalam dua kerajaan: bagian utara adalah kerajaan Israel dan bagian selatan adalah kerajaan Yehuda.
E. Pokok
Pokok kitab Hosea adalah TUHAN sebagai keselamatan kepada umat Israel yang berzinah dan menyeleweng dalam menerima mereka kembali dan memulihkannya. Kitab ini mewahyukan bahwa karena kondisi perzinahan dan posisi penyelewengan Israel, TUHAN akan menjadi keselamatan baginya. Akhirnya, Dia akan menerima mereka kembali dan memulihkan mereka.
F. Pokok Pikiran
Pokok pikiran kitab ini adalah bahwa tanpa memperhatikan bagaimana perzinahan orang Israel sebagai istri TUHAN dan bagaimana penyelewengan orang Israel sebagai umat-Nya, Dia masih mendambakan dia akan kembali kepada-Nya. Jika dia kembali kepada TUHAN, Dia akan masih menerimanya, membawa mereka kembali, dan memulihkan mereka.
Umat Israel telah diserahkan Allah pada zaman Nebukadnezar, raja Babel, dan selanjutnya ketika Titus menghancurkan Yerusalem pada tahun 70. Umat Israel menjadi gersang dan tanpa rumah, tersebar di antara bangsa-bangsa. Meskipun mereka memiliki kedudukan di tanah Palestina, Allah tetap tidak menerima atau memulihkan mereka.
G. Wahyu Mengenai Kristus
Kitab Hosea mewahyukan Kristus dalam kedatangan-Nya yang pertama dan kedatangan-Nya yang kedua.
1. Dalam Kedatangan-Nya yang Pertama
Dalam kedatangan-Nya yang pertama Kristus akan menyatukan Israel seperti Anak Allah yang dilarikan (diungsikan) ke Mesir dan dipanggil keluar dari Mesir (11:1; cf. Mat. 2:13-15). Ini mengacu bahwa meskipun orang Israel sangat jahat, Kristus akan menjadi satu secara organik dengan mereka melalui inkarnasi menjadi orang Israel yang sejati. Kristus adalah Putra Allah, dan orang-orang Israel adalah anak-anak Allah. Kristus menyatukan diri-Nya dengan mereka dalam perkara ini menjadi anak-anak Allah. Dalam keinsanian-Nya Dia adalah seorang Israel sejati.
2. Dalam Kedatangan-Nya yang Kedua
Dalam kedatangan-Nya yang kedua, Kristus akan muncul seperti fajar, dan akan datang seperti hujan kepada Israel, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi (Hos. 6:3b; 10:12). Pada waktu itu umat Israel seperti tanah yang akan diairi oleh Kristus seperti hujan.
H. Bagian-bagiannya
Kitab Hosea memiliki tiga bagian: Seorang istri pesundal (ps. 1¾3); umat yang menyeleweng (ps. 4¾13); dan pemulihan umat Israel (ps. 14).
II. LAMBANG DARI SEORANG ISTRI PESUNDAL
A. Nabi Hosea Mengambil Gomer, Seorang Istri Pesundal
Nabi Hosea mengambil Gomer, seorang istri pesundal (1:2-9). Ini melambangkan bahwa Allah mengambil umat Israel sebagai istri-Nya¾seorang yang menyerahkan dirinya untuk bersundal dan yang meninggalkan TUHAN. Allah memberi tahu Hosea untuk mengerjakan apa yang akan Dia lakukan, dan Hosea melakukan seperti yang Allah perintahkannya.
1. Gomer Melahirkan bagi Hosea Seorang Anak
yang Diberi Nama Yizreel oleh Allah
Gomer melahirkan bagi Hosea seorang anak yang diberi nama Yizreel oleh Allah (ay. 3b-5), melambangkan bahwa Allah akan menuntut hutang darah Yizreel (2 Raj. 10:1-11) atas keluarga Yehu dan akan mengakhiri kerajaan dari umat Israel (2 Raj. 15:10-12).
2. Gomer Melahirkan bagi Hosea Seorang Anak Perempuan
yang Diberi Nama oleh Allah Lo-Ruhama
Gomer juga melahirkan bagi Hosea seorang anak perempuan yang diberi nama oleh Allah Lo-Ruhama (Hos. 1:6-7). Nama ini, yang berarti “dia tidak memperoleh belas kasihan,” melambangkan bahwa Allah tidak akan mencintai lagi umat Israel, dan sama sekali tidak akan mengampuni mereka. Tetapi Aku akan menyanyangi kaum Yehuda dan menyelamatkan mereka demi TUHAN, Allah mereka. Aku akan menyelamatkan mereka bukan dengan panah atau pedang, bukan dengan alat perang atau dengan kuda dan orang-orang berkuda.
3. Gomer Melahirkan Seorang Anak Laki-laki
yang Diberi Nama oleh Allah Lo-Ami
Sesudah menyapih Lo-Ruhama, Gomer melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama oleh Allah Lo-Ami (ay. 8-9). Nama ini, yang berarti “bukanlah umat-Ku,” melambangkan bahwa umat Israel bukan umat Allah dan Allah bukan Allah mereka.
4. Janji Pemulihan
Hosea 1:10¾2:1 adalah janji pemulihan Allah kepada umat Israel. Janji ini adalah perkara kasih karunia. Kasih karunia mengikuti dosa. Di mana ada dosa kasih karunia menjadi berlimpah-limpah (Rm. 5:20).
a. Jumlah Orang Israel akan seperti Pasir Laut
Dalam pemulihan jumlah orang Israel akan seperti pasir laut, yang tidak dapat ditakar dan tidak dapat hitung (Hos. 1:10a).
b. Disebut Anak-anak Allah yang Hidup
“Dan di mana di tempat dikatakan kepada mereka, kamu ini bukanlah umat-Ku, / Akan dikatakan kepada mereka, anak-anak Allah yang hidup” (ay. 10b). Anak-anak Allah mengacu kepada kelahiran kembali. Ketika Allah membuat satu perjanjian baru dengan orang Israel (Yer. 31:31-34), mereka akan memiliki Allah yang tertulis di dalam hati mereka. Ini berarti bahwa mereka akan dilahirkan kembali. Allah akan meletakkan diri-Nya ke dalam mereka sebagai hayat mereka untuk membuat mereka menjadi anak-anak Allah. Maka, umat Israel bukan hanya menjadi umat Allah tetapi juga anak-anak Allah.
c. Orang Yehuda dan Orang Israel akan Berkumpul Bersama
dan akan Mengangkat bagi Mereka Seorang Pemimpin
Pada masa pemulihan, orang Yehuda dan orang Israel akan berkumpul bersama dan akan mengangkat bagi mereka seorang pemimpin, lalu mereka akan menduduki negeri ini, sebab besar hati Yizreel itu (berarti “Allah menabur” atau “Allah hendak menabur”), hari itu umat Israel akan ditabur di tanah kudus oleh Allah (Hos. 1:11; 2:21-22). Hari ini Allah telah menabur orang Israel kembali di tanah nenek moyang mereka, dan tidak seorangpun dapat mencabut mereka lagi.
d. Allah Memerintah Mereka untuk Mengatakan kepada Saudara-saudaranya Laki-laki, “Ami,” dan kepada Saudara-saudaranya Perempuan, “Ruhama”
Akhirnya, Tuhan akan memerintah mereka untuk mengatakan kepada saudara-saudaranya laki-laki, “Ami,” (artinya “umat-Ku), dan kepada saudara-saudaranya perempuan, “Ruhama” (artinya dia memperoleh belaskasihan). Maka, orang Israel akan disempurnakan. Di bawah kemenangan kasih Allah, umat Israel akan menjadi umat-Nya dan memperoleh belas kasihan-Nya.
Kita semua perlu belajar dua pelajaran dari Hosea pasal 1. Pertama, Allah mengasihi umat Israel dengan kasih yang tak berakhir. Di mana tidak akan berubah di dalam kasih-Nya. Kedua, walaupun Allah adalah kasih, tetapi Dia juga Allah yang murni dan adil benar. Dia tidak dapat mentolerir setiap jenis yang tak tahir dan tidak adil benar. Di manapun hal ini didirikan di antara umat Allah, hukuman Allah datang. Ini akan menyebabkan, bahkan lebih dulu umat Israel telah dibentuk ulang sebagi satu bangsa, mereka masih di bawah hukuman Allah. Namun demikian, mereka akan dihukum oleh Allah, mereka masih dikasihi Allah. Ini adalah kebaikan dari kasih Allah terhadap mereka tak akan berkesudahan (Rat. 3:22). Karena belas kasihan-Nya, orang Israel tetap tinggal.
Kita telah dipilih Allah dan dikasihi oleh Dia dengan kasih yang tak berkesudahan. Namun, kita seharusnya tidak menzinahkan diri kita hanya karena Allah adalah kasih. Kita harus takut dan gentar sewaktu kita menikmati kasih-Nya. Jika kita melakukan sedikit kesalahan, Allah akan datang untuk menghukum kita. Namun kasih yang tak berkesudahan selalu menang. Di satu pihak, Dia menanggulangi kita adalah perkara penghukuman-Nya; di pihak lain, ini adalah perkara kasih-Nya. Kasih-Nya akan memperoleh kemenangan.