← Daftar isi Hosea · bab 1/9

PENDAHULUAN

Pembacaan Alkitab:

Mik. 5:1a; Hos. 11:1; Mat. 2:15; Mik. 4:7b; Hos. 3:5

Dengan berita ini kami memulai Pelajaran-hayat Nabi-nabi Kecil (tidak termasuk Zakharia, yang telah kita bahas dalam seri berita-berita yang terpisah). Beban berita-berita pada Nabi-nabi Kecil dapat diungkapkan dalam empat pernyataan berikut ini:

1) Dari Betlehem akan bangkit seorang Penguasa di Israel, yang permulaannya sudah sejak dahulu kala (Mik. 5:1).

2) Anak Manusia akan berada di rahim bumi tiga hari tiga malam (menyatakan kebangkitan) agar keselamatan Allah sampai kepada semua orang dosa (Yun. 1:17; 2:10; Mat. 12:40-41).

3) Kristus adalah Dambaan semua bangsa dan akan datang sebagai Surya kebenaran dengan kesembuhan di sayap-Nya (Hag. 2:8; Mal. 4:2).

4) Kristus akan tinggal di gunung kudus Sion, untuk menjadi tempat perlindungan dan benteng bagi orang Israel, dan memerintah di antara mereka dari Yerusalem (Yl. 3:16-17; Mik. 4:7).

Mikha 5:1 mengatakan, “Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, / Hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, / Dari padamu akan bangkit bagi-Ku / Seorang yang akan memerintah Israel, / Yang permulaannya sudah sejak purbakala, / Sejak dahulu kala.” “Sejak dahulu kala” mengacu kepada kekekalan Kristus. Kristus adalah Sang kekal, tetapi dalam inkarnasi-Nya Dia menjadi seorang manusia dalam waktu melalui dilahirkan di desa kecil Betlehem.

Matius 12:40 dan 41 mengatakan, “Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan besar tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam. Pada waktu penghakiman orang-orang Niniwe akan bangkit bersama orang-orang zaman ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih daripada Yunus.” Seperti dilambangkan oleh Yunus, Kristus, Anak Manusia, ada di rahim bumi tiga hari tiga malam (menyatakan kebangkitan) agar keselamatan Allah sampai kepada semua orang dosa. Pada zaman Yunus, penebusan dan keselamatan Allah menyebar dari Yerusalem ke Niniwe, ibu kota Asyur. Ini mengherankan nabi orang Yahudi Yunus bahwa Allah memperhatikan orang kafir dan mengutus dia ke Niniwe, kota jahat yang dibangun oleh Nimrod (Kej. 10:9-11). Makna dari lambang Yunus yaitu Kristus mati, dikubur, dan dibangkitkan untuk menyebarkan penebusan dan keselamatan Allah kepada seluruh orang kafir.

Hagai 2:8a mengatakan, “Aku akan menggoncangkan segala bangsa, dan Dambaan semua bangsa akan datang” (T.L). Maleakhi 4:2a menyatakan, “Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit Surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayap-Nya.” Hari ini semua bangsa dipenuhi kegelapan dan ketidakbenaran. Di bumi ada kegelapan di atas kegelapan dan ketidakbenaran di atas ketidakbenaran. Siapakah yang dapat mengatasi situasi ini? Tidak ada orang yang dapat. Kita hanya mengharapkan, yaitu Kristus datang sebagai Surya yang bersinar untuk bayangan kegelapan dan juga sebagai kebenaran untuk menjadi kebenaran bagi bangsa-bangsa. Dia akan datang dengan kesembuhan di sayap-Nya untuk menyembuhkan bangsa-bangsa dari kegelapan dan ketidakbenaran. Kita menantikan Dia sebagai Dambaan bangsa-bangsa dan sebagai Surya kebenaran.

Yoel 3:16 dan 17 dan Mikha 4:7 mengatakan kerajaan milenium, waktu pemulihan. Yoel 3:16b dan 17a mengatakan, “Tetapi TUHAN adalah tempat perlindungan umat-Nya, / Dan benteng bagi orang Israel. / Maka kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, adalah Allahmu, / Yang diam di Sion, gunung-Ku yang kudus. / Dan Yerusalem akan menjadi kudus, / Dan orang-orang luar tidak akan melintasinya lagi.” Ayat-ayat ini mewahyukan bahwa dalam kerajaan milenium Kristus akan tinggal di gunung kudus Sion untuk menjadi tempat perlindungan dan benteng bagi orang Israel dan akan memerintah di antara mereka mulai dari Yerusalem. Pada waktu pemulihan Kristus tidak akan tinggal di surga tetapi akan datang secara fisik ke bumi, ke negeri Yahudi, ke kota Yerusalem, ke gunung Sion, untuk tinggal di sana dan menjadi tempat perlindungan dan benteng bagi orang Israel. Ini adalah Kristus yang akan datang.

Dalam ayat-ayat ini kita melihat banyak hal mengenai Kristus: kepurbaan-Nya, inkarnasi-Nya dalam waktu, kematian, dikubur, dan kebangkitan-Nya untuk menyebarkan penebusan dan keselamatan Allah kepada semua bangsa di bumi, kedatangan-Nya sebagai Dambaan bangsa-bangsa dan sebagai Surya kebenaran, dan Dia adalah Sang yang tinggal di gunung Sion untuk menjadi tempat perlindungan dan benteng bagi umat pilihan Allah. Dia sebagai yang memerintah di antara mereka, Kristus akan memerintah seluruh bumi mulai dari Yerusalem.

Inilah kata pendahuluan, sekarang mari kita melanjutkan membahas komposisi, isi, dan pokok pikiran Nabi-nabi Kecil.

I. SUSUNAN

Nabi-nabi Kecil disusun dari duabelas kitab, dari Hosea sampai Maleakhi. Pada waktu yang lampau kitab-kitab ini dapat dianggap satu kitab. “Kitab nabi-nabi” yang disebutkan oleh Stefanus dalam Kisah Para Rasul 7:42, dalam kutipannya dari Amos 5:25-27, dapat diacukan kepada kumpulan kitab ini. Meskipun kitab-kitab ini kecil, mereka lengkap dengan wahyu ilahi mengenai ekonomi Allah dalam penanggulangan-Nya terhadap umat-Nya—Israel—dan bangsa-bangsa, yang dibahas dengan rinci di kitab-kitab Nabi Besar—Yesaya, Yeremia, Yehezkiel, dan Daniel. Seluruh kitab Nabi-nabi Besar dan Nabi-nabi Kecil disebut oleh Tuhan Yesus “Nabi-babi,” di dalamnya ditulis perihal mengenai Dia (Luk. 24:44). Ini menunjukkan bahwa poin inti dari semua nabi-nabi bukan penghukuman atau penghakiman tetapi Kristus. Ketika kita sampai kepada kitab-kitab nabi-nabi, yang terutama kita harus memperhatikan Kristus.

II. ISI

Isi Nabi-nabi Kecil termasuk ekonomi Allah dalam penghukuman kasih-Nya terhadap orang Israel, Kristus sebagai sentralitas dan universalitas ekonomi Allah, dan sejumlah poin penting.

A. Ekonomi Allah dalam Penghukuman Kasih-Nya terhadap Orang Israel

Ekonomi Allah dalam penghukuman kasih-Nya terhadap orang Israel, dalam penanggulangan kedaulatan-Nya terhadap orang Israel, dan dalam penghakiman-Nya atas bangsa-bangsa yang dihasilkan dalam manifestasi Kristus sebagai sentralitas dan universalitas ekonomi Allah untuk membawa masuk pemulihan. Menurut Mazmur 2, Kristus, Raja Allah, adalah Tuan, Pemilik bumi. Seluruh dunia ada di bawah Kristus sebagai “Manajer umum.” Dia bukan saja Tuan tetapi juga Menejer, mengatur seluruh situasi dunia. Pada hari ini agak tersembunyi, tetapi suatu hari Dia akan termanifestasi. Ekonomi Allah di bumi akhirnya akan dihasilkan dalam manifestasi Kristus. Ketika manifestasi ini terjadi, semua orang akan melihat Kristus adalah sentralitas dan universalitas ekonomi Allah untuk membawa masuk zaman pemulihan. Inilah aspek pertama isi dari Nabi-nabi Kecil, satu penekanan yang juga ditemukan dalam Nabi-nabi Kecil.

B. Kristus sebagai Sentralitas dan Universalitas Ekonomi Allah

Di dalam Nabi-nabi Kecil Kristus sebagai sentralitas dan universalitas ekonomi Allah dengan tegas disingkapkan. Di dalam Nabi-nabi Kecil (tidak termasuk Zakaharia, yang mewahyukan aspek Kristus yang lain) mengenai penyingkapan wahyu Kristus ini, ada enambelas poin. Sekarang kita akan membahas secara singkat poin-poin ini menurut urutan fakta-fakta.

1. Di dalam Kepurbaan-Nya

Kita telah menekankan bahwa Mikha 5:1c mengatakan bahwa Kristus “yang permulaannya sudah sejak purbakala, / Sejak dahulu kala.” Ini mengacu kepada kepurbaan Kristus.

2. Di dalam Insani-Nya yang Dilahirkan di Betlehem

Mikha 5:1a mengatakan bahwa dari Betlehem akan bangkit Seorang yang akan menjadi Penguasa Israel. Hanya ada ayat ini di dalam seluruh Perjanjian Lama yang memberi tahu kita bahwa Kristus lahir di Betlehem.

3. Di dalam Kedatangan-Nya yang Pertama sebagai Utusan Allah

Maleakhi 3:1-3 mewahyukan bahwa di dalam kedatangan-Nya yang pertama Kristus datang sebagai Utusan Allah. Sebagai Utusan Allah, Dia membawa firman Allah, berita Allah kepada manusia. Firman ini, berita ini sebenarnya diri Kristus sendiri. Kita dapat berkata bahwa Dia adalah surat yang dikirim Allah kepada kita.

4. Di dalam Kesatuan-Nya dengan Umat Israel sebagai Anak Allah yang Dikasihi Allah dan Dipanggil Keluar dari Mesir oleh Allah

Hosea 11:1 mengatakan, “Ketika Israel masih muda, Kukasiki dia, / Dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu.” Ini membicarakan Kristus di dalam kesatuan-Nya dengan umat Israel sebagai Anak Allah yang dikasihi Allah dan dipanggil keluar dari Mesir oleh Allah. Penggenapan nubuat ini ada dalam Matius 2. Tidak lama setelah Kristus dilahirkan, sementara Dia masih bayi, Herodes mencoba membunuh Dia. Tetapi menurut firman seorang malaikat, Yusuf mengambil Yesus dan ibu-Nya dan berangkat ke Mesir dan tinggal di sana “hingga Herodes mati. Hal ini terjadi supaya digenapi apa yang difirmankan Tuhan melalui nabi: ‘Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku’” (ay. 15).

5. Di dalam Kematian dan Kebangkitan-Nya agar Keselamatan Allah sampai kepada Orang-orang Dosa

Aspek Kristus selanjutnya dilambangkan oleh nabi Yunus. Yunus ditelan oleh seekor ikan besar dan dimuntahkannya untuk menyebarkan keselamatan Allah kepada orang kafir Niniwe (Yun. 1:17; 2:10). Ini adalah satu lambang Kristus dalam kematian dan kebangkitan-Nya agar keselamatan Allah sampai kepada orang-orang dosa, bahkan sampai kepada bangsa Kafir (Mat. 12:39-41).

6. Di dalam Diri-Nya sebagai Dambaan Segala Bangsa

Di dalam Hagai 2:7 kita melihat bahwa Kristus adalah Dambaan segala bangsa. Sekalipun seluruh bangsa tidak mengenal Kristus, mereka masih mendambakan untuk memiliki Kristus. Semua bangsa mendambakan memiliki damai sejahtera dan kehidupan yang baik, tetapi situasi dalam dunia berlawanan dengan hal ini. Kristus adalah damai sejahtera; Kristus juga kehidupan yang baik. Karena bangsa-bangsa mendambakan perihal ini berarti mereka sebenarnya mendambakan Kristus. Dia adalah Dambaan segala bangsa.

7. Di dalam Mengutus Elia sebelum Dia untuk Mempersiapkan Jalan bagi Kedatangan-Nya Kembali

Elia akan diutus sebelum Kristus untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan-Nya kembali (Mal. 4:5-6; 3:1a; Why. 11:3-4).

8. Di dalam Diri-Nya yang Diutus Allah Kali Kedua bersama Para Pemenang-Nya

“Bawalah turun, ya TUHAN, pahlawan-pahlawan-Mu!” (Yl. 3:11b). Ini mewahyukan Kristus akan diutus Allah kali kedua bersama para pemenang-Nya. Hari ini Kristus membuat para pemenang, mereka yang akan bersama dengan Dia dalam kedatangan-Nya kembali. Ketika Kristus datang kembali, Dia akan datang bersama para pemenang-Nya untuk berperang melawan Antikristus.

Di dalam alam semesta ada dua sumber: Allah dan Satan. Allah diwujudkan di dalam Kristus, dan Satan akhirnya akan diwujudkan di dalam Antikristus. Kristus dan Antikristus akan memiliki pasukan. Dalam kedatangan-Nya kembali Kristus akan turun bersama pasukan-Nya, yang disusun dari orang-orang pahlawan, para pemenang. Ini menunjukkan bahwa waktu kedatangan-Nya kembali itu, Kristus dan pasukan-Nya akan menghancurkan Antikristus dan pasukannya.

9. Di dalam Terbit-Nya seperti Surya Kebenaran dengan Kesembuhan di Sayap-Nya

Seperti telah kita lihat, menurut Maleakhi 4:2 Kristus akan terbit seperti Surya kebenaran dengan kesembuhan di sayap-Nya.

10. Di dalam Muncul-Nya seperti Fajar dan Turun seperti Hujan, seperti Hujan pada Akhir Musim yang Mengairi Bumi

Hosea 6:3b mengatakan, “Ia pasti muncul seperti Fajar, /Ia akan datang kepada kita seperti hujan, / Seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi." Di dalam 10:22 kita diberi tahu bahwa Kristus akan datang dan hujan kebenaran di atas kita. Kedatangan Kristus tidak dapat dihentikan. Dia tetap muncul seperti fajar. Juga Dia akan datang seperti hujan, bahkan seperti hujan pada akhir musim. Berapa banyak Kristus bagi kita! Dia adalah fajar, hujan, dan hujan pada akhir musim.

11. Di dalam Kedatangan-Nya Kali Kedua sebagai Malaikat Perjanjian, Yang Dikehendaki Orang Israel

“Malaikat perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam” (Mal. 3:1b). Ini membicarakan Kristus di dalam kedatangan-Nya kali kedua sebagai Malaikat perjanjian, yang dikehendaki orang Israel. Perjanjian yang mana Dia adalah Malaikat perjanian yang baru.

12. Di dalam Kedatangan-Nya sebagai Seorang Pahlawan bersama Para Pemenang-Nya untuk Menghancurkan Antikristus dan Pasukannya

Di dalam Yoel 3:11 Kristus disingkapkan di dalam kedatangan-Nya sebagai seorang Pahlawan bersama para pemenang-Nya untuk menghancurkan Antikristus dan pasukannya.

13. Di dalam Penghakiman-Nya atas Bangsa-bangsa

Kristus juga disingkapkan di dalam penghakiman-Nya atas bangsa-bangsa—penghakiman orang-orang hidup (Yl. 3:2a, 12, 14; Mat. 25:31-46; Kis.10:42; 17:31).

14. Di dalam Tinggal-Nya di Gunung Kudus Sion di Yerusalem untuk Memerintah di antara Orang Israel

Yoel 3 menyingkapkan Kristus di dalam tinggal-Nya di gunung kudus Sion di Yerusalem untuk memerintah di antara orang Israel menjadi Allah mereka, perlindungan mereka, dan benteng mereka (ay. 16-17, 21b).

15. Di dalam Memerintah-Nya di Sion seperti Daud Raja Mereka sebagai Penguasa di Israel, di dalam Kerajaan Milenium

Daud adalah gambaran Kristus sebagai Raja. Di dalam Nabi-nabi Kecil disingkapkan di dalam memerintah-Nya di Sion sebagai Raja Israel, Penguasa Israel, di dalam kerajaan milenium (Mik. 4:7b; 5:1b; Hos. 3:5a; Zef. 3:15b; Why. 20:4, 6).

16. Di dalam Dia Menggembalakan Orang Israel. Menjadi Besar dan Damai Sejahtera Mereka

Akhirnya, Kristus disingkapkan di dalam Dia menggembalakan orang Israel, menjadi besar dan damai sejahtera mereka (Mik. 5:3b-4a). Di dalam kerajaan milenium Kristus bukan saja akan menjadi Raja dan Penguasa tetapi juga Gembala.

C. Beberapa Poin Penting

Sekarang mari kita melanjutkan membahas beberapa poin penting di Nabi-nabi Kecil.

1. Dipersiapkan untuk Bertemu Allah Kita

Amos 4:12 mengatakan, “Bersiaplah untuk bertemu dengan Allahmu, hai Israel.” Tidak ada ayat lain di dalam Alkitab yang memberi tahu kita untuk bersiap bertemu Allah. Apakah Anda siap bertemu Allahmu?

2. Allah Mengampuni Kesalahan Kita dan Memaafkan Pelanggaran Kita

Kitab-kitab ini membicarakan cara berbeda mengenai pengampunan Allah. Menurut Mikha 7:18 dan 19, Allah mengampuni kesalahan kita dan memaafkan pelanggaran kita, bekas kesalahan kita yang menghalangi dan membuang semua dosa kita ke dalam laut yang dalam. Ini mewahyukan bagaimana kehendak Allah untuk mengampuni kesalahan-kesalahan kita.

3. Mencurahkan Roh pada Hari Pentakosta

Poin penting lainnya, dinubuat di dalam Yoel, adalah mencurahkan Roh pada hari Pentakosta (2:28-32a; Kis. 2:16-21). Pencurahan ini adalah satu perkara besar, untuk dimulainya kehidupan gereja.

4. Orang Benar Hidup oleh Iman

Perkara orang benar hidup oleh iman, hanya ada satu-satunya, hidup oleh imannya bukan dimulai oleh Paulus tetapi dinubuatkan di dalam Nabi-nabi Kecil. “Tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh imannya” (Hab. 2:4). Firman ini dicuplik oleh Paulus di dalam Roma 1:17, Galatia 3:11, dan Ibrani 10:38. Untuk hidup oleh iman menyatakan memiliki kehidupan oleh iman. Maka, orang benar memiliki hayat dan hidup oleh iman.

5. Allah adalah Terang bagi Kita dan Membawa Kita ke dalam Terang

Allah adalah terang (1 Yoh. 1:5). Tuhan Yesus berkata bahwa Dia adalah terang dunia (Yoh. 8:12). Tetapi di dalam Nabi-nabi Kecil ini dinubuatkan bahwa Allah akan menjadi terang kita, umat-Nya, dan akan membawa kita ke dalam terang (Mik. 7:8-9).

III. POKOK PIKIRAN

Pokok pikiran Nabi-nabi Kecil termasuk banyak hal, dimulai dengan penghakiman Allah, Allah berkehendak menghakimi dunia (Yl. 3:2a). Orang-orang dosa harus bersiap untuk bertemu Allah (Am. 4:12). Kristus sebagai Sang ilahi secara kekekalan datang ke bumi dan dilahirkan menjadi insan (Mik. 5:1). Dia masuk ke dalam kematian dan kebangkitan darinya untuk menyampaikan keselamatan Allah kepada semua bangsa (Yun. 1:17; 2:10; 3:2). Orang-orang dosa yang bertobat dan percaya dalam Dia akan diampuni dosa-dosanya dan dibenarkan oleh Allah untuk memiliki hayat ilahi sehingga mereka dapat berjalan dalam terang ilahi dan menjadi pahlawan-pahlawan Kristus, diutus bersama Dia oleh Allah dalam penampakan-Nya kedua (Am. 4:12; Mi. 7:18-19; Hab. 2:4; Mi. 7:8-9; Yl. 3:11b). Dia akan terbit seperti Surya kebenaran (Mal. 4:2) dan datang sebagai Malaikat perjanjian (Mal. 3:1b) untuk memerintah di Sion (Mik. 4:7b) dan menggembalakan Israel (Mik. 5:4). Kemudian pemulihan milenium akan dibawa masuk (Mi 4:1-3; Hos. 14:4-8; Why. 20:4, 6; Mat. 19:28). Ketika kita meletakkan semua poin ini bersama-sama, kita memiliki pokok pikiran seluruh Nabi-nabi Kecil.

Nabi-nabi Kecil adalah kecil, tetapi wahyu yang mereka bawa besar. Poin sentral dari wahyu ilahi dalam Nabi-nabi Kecil adalah sama seperti dalam Nabi-nabi Besar.

Penekanan penting dari wahyu yang dilepaskan oleh semua nabi dari Yesaya sampai Maleakhi yaitu Allah ingin memiliki kesatuan organik dengan umat pilihan-Nya, seperti kesatuan Adam dan Hawa. Dalam tulisan-tulisan nabi-nabi, Allah menyatakan kedambaan-Nya untuk memiliki satu kesatuan organik dengan umat pilihan-Nya, membuat diri-Nya menjadi hayat mereka dan menjadikan mereka ekspresi-Nya. Dalam cara ini Allah dan umat pilihan-Nya menjadi satu pasangan, persona majemuk, seperti Adam dan Hawa menjadi satu pasangan. Asalnya Adam sendirian, tetapi kemudian Hawa dihasilkan dari Adam. Hawa dibangun dari tulang rusuk Adam agar cocok dengan Adam, untuk menikah dengan Adam, dan menjadi pasangan Adam (Kej. 2:21-22). Akhirnya, dua menjadi satu dalam sifat dan dalam hayat. Ini adalah satu lambang dari apa yang Allah dambakan. Kedambaan Allah adalah bersatu dengan umat pilihan-Nya untuk menjadi pasangan universal, yang mana dalam Wahyu 22:17 disebut “Roh itu dan mempelai perempuan.” Karena ini maksud Allah dalam ekonomi kekal-Nya, Nabi-nabi Besar dan Kecil membicarakan Allah sebagai Suami dan umat pilihan Allah sebagai istri. Ini sepenuhnya dikembangkan dalam Perjanjian Baru, tetapi ini disingkapkan pertama-tama melalui nabi-nabi. Penting sekali kita nampak hal ini dalam kita mempelajari Nabi-nabi Besar dan Kecil.

Maksud Allah, kedambaan Allah, menjadikan Kristus sentralitas dan universalitas ekonomi Allah. Di dalam Perjanjian Baru Kristus adalah semua di dalam semua (Kol. 3:11). Kristus ada dalam setiap orang dan di dalam setiap orang. Akhirnya, seluruh gereja tidak ada apa-apa selain Kristus.

Kita telah melihat bahwa bagian dari isi Nabi-nabi Kecil yaitu ekonomi Allah dalam penghukuman kasih-Nya atas orang Israel, yaitu, dalam penanggulangan kedaulatan-Nya terhadap orang Israel, dan dalam penghakiman-Nya atas bangsa-bangsa yang dihasilkan dalam manifestasi Kristus sebagai sentralitas dan universalitas ekonomi Allah untuk membawa masuk pemulihan. Alat Allah untuk menghukum orang Israel telah dan tetap melalui bangsa-bangsa.

Sejarah dunia menampakkan penggenapan dari apa yang dinubuatkan seluruh nabi. Setelah mereka bernubuat, yang disamapaikan tujuh atau delapan abad sebelum Kristus, Allah datang untuk menghukum orang Israel melalui mengirim Nebukadnezar, raja Babel, untuk menghancurkan Yerusalem. Sejak saat itu, Israel tidak dipulihkan. Israel berada di bawah Babel, Media-Persia, Makedonia-Kekaisaran Yunani, dan Kekaisaran Romawi, yang berlanjut untuk mempengaruhi seluruh dunia. Selama dua puluh enam abad orang Israel di bawah penderitaan panjang, penghukuman ilahi. Hari ini Allah menggunakan bangsa-bangsa Arab untuk menghukum orang Israel.

Penghukuman ini untuk tujuan bahwa Kristus akan dinyatakan sebagai segala sesuatu, sebagai sentralitas dan universalitas dalam ekonomi Allah. Manifestasi ini akan membawa zaman pemulihan. Maka, Allah bergerak, bekerja, dan mengatur perkara dunia untuk menggenapkan ekonomi kekal-Nya, yaitu, untuk membuat Kristus segala sesuatu bagi umat manusia untuk membawa masuk kerajaan, zaman pemulihan.