AHLI WARIS KARUNIA KESELAMATAN
Surat Ibrani adalah surat yang istimewa. Dalam Perjanjian Baru hanya Kitab Wahyu yang sekategori dengan Surat Ibrani. Saya pribadi sangat yakin bahwa surat ini ditulis oleh Rasul Paulus, sebab pada akhir surat ini tercantum Timotius (13:23). Paulus paling sedikit telah menulis tiga belas surat yang termuat dalam Perjanjian Baru, dan di antara sekian banyak itu, Surat Ibranilah yang paling khusus, berbeda dari yang lainnya. Surat ini tidak biasa, bahkan sangat khas. Di antara kitab-kitab lain dalam seluruh Alkitab, Kitab Wahyu pun sangat menonjol. Kedua kitab tersebut merupakan wahyu Kristus yang mewahyukan Kristus dengan cara yang istimewa. Banyak aspek Kristus yang hanya dapat dilihat dalam Surat Ibrani, dan masih ada aspek-aspek lainnya hanya terdapat dalam Kitab Wahyu. Dalam mewahyukan Kristus, kedua kitab ini sangatlah tinggi, dalam, dan tidak terduga. Karena itulah kitab-kitab ini seolah-olah tertutup terhadap kebanyakan orang Kristen. Walaupun banyak orang Kristen dapat mengutarakan kisah-kisah dalam keempat kitab Injil, mengetahui masalah pembenaran oleh iman, dan masalah penudungan kepala, pemecahan roti, serta manifestasi karunia-karunia dan lain sebagainya, tetapi mereka tidak dapat menjamah kedalaman kitab-kitab Ibrani dan Wahyu. Ada orang mem-pelajari Kitab Wahyu hanya mementingkan masalah tanduk, binatang-binatang, kuda, kalajengking, belalang, dan katak. Ada lagi yang lebih maju, membahas masalah jangka waktu kesusahan besar dan masa keterangkatan. Namun saya tidak pernah mendengar orang membicarakan betapa keistimewaan Kristus terwahyu dalam pemerintahan Allah, atau masalah gereja lokal sebagai kesaksian Yesus. Sejak masa muda, saya pernah mendengar banyak berita tentang Kitab Wahyu, tetapi tidak pernah mendengar orang mengatakan Kitab Wahyu dimulai dari ketujuh kaki pelita emas dan berakhir pada sebuah kaki pelita unik, sebuah gunung emas dengan Kristus sebagai pelita yang memancarkan terang Allah sampai selamanya. Terpujilah Tuhan, demi belas kasihanNya, pada akhir zaman ini, Ia telah membukakan kedua kitab ini kepada kita. Demi kedua kitab ini pula Ia telah membuka keunggulan Kristus. Saya tidak menyuruh kalian memperhatikan kitab-kitab Ibrani dan Wahyu karena doktrin-doktrinnya yang muluk-muluk, melainkan karena penyingkapannya yang tidak terduga terhadap Kristus. Wahyu yang demikian terhadap Kristus tidak kita temukan dalam kitab-kitab lainnya. Kristus, Tuhan kita yang terkasih adalah persona ajaib. KeajaibanNya jauh melampaui yang dapat kita pahami dan ucapkan. Kita sama sekali tidak dapat mengisahkan kedalamanNya. Karena itu, kitab-kitab Ibrani dan Wahyu dengan berbagai cara pengungkapan telah menggambarkan, melukiskan, dan menyatakan persona ajaib ini. Saya minta kalian membuat catatan secermatnya atas berbagai wahyu dari kedua kitab ini.
Kelihatannya, berita “Ahli waris karunia keselamatan” ini tidak ada sangkut pautnya dengan Kristus. Tetapi percayalah, bila Anda ingin mengenal Kristus, Anda perlu juga mengerti berita ini, karena di dalamnya termuat aspek Kristus yang khas. Kristus itu ajaib, dalam, tidak terbatas, kaya, dan unggul. Kristus yang sedemikian ini tentu saja memerlukan kita semua menjadi ahli waris karunia keselamatan. Karunia keselamatan tidak lain ialah Kristus sendiri. Kristus yang sangat dalam, luar biasa, tidak terbatas, dan tidak terukur telah menjadi karunia keselamatan kita. Mengatakan kita adalah ahli waris karunia keselamatan berarti kita mewarisi Kristus yang dalam, ajaib, tidak terukur dan tidak terbatas. Kedalaman Kristus perlu kita garap bersama, barulah dapat kita nyatakan.
I. PUTRA SULUNG ADALAH AHLI WARIS
YANG TELAH DILANTIK
Dalam ekonomi Allah, tidak hanya ada pekerjaan yang besar, tetapi juga ada kekayaan yang tidak ada habisnya. Dalam pekerjaan Allah, banyak hal yang telah rampung, dan banyak pula yang akan dirampungkan. Ia juga telah menciptakan dan menghasilkan banyak hal. Untuk itu, Ia tidak saja telah melantik PutraNya sebagai penyelenggara, juga telah melantikNya sebagai ahli waris. Allah memberikan kekuasaan kepada Putra untuk melakukan setiap hal menurut kehendakNya, Ia pun mengaruniakan hak kepada Putra untuk mewarisi segala sesuatu yang telah Ia rampungkan. Ibrani 1:2 mengatakan bahwa Allah telah menjadikan segala yang ada melalui Putra dan menetapkanNya sebagai yang berhak menerima atau mewarisi segala yang ada. Kolose 1:16 mengatakan bahwa di dalam Dialah (Putra) telah diciptakan segala sesuatu dan untuk Dia pula segala sesuatu itu diciptakan. Yohanes 13:3 memberi tahu kita bahwa Bapa telah menyerahkan segala sesuatu kepada Putra. Karena itu, Putra adalah Tuhan segala sesuatu (Kis. 10:36).
Pertama-tama Putra dilantik oleh Allah Bapa (1:2), lalu Ia diurapi oleh Bapa dengan Roh (1:9). Kemudian, setelah Putra ditetapkan menjadi Putra Allah (Rm. 1:4), dilahirkan Allah dalam kebangkitan menjadi Putra sulung Allah (1:5; Kis. 13:33). Setelah naik ke surga, Ia dilantik menjadi Tuhan atas segala sesuatu bagi pemangkuan jabatanNya (Kis. 2:36). Ia tidak saja dilantik dan diurapi Allah ketika Ia ditinggikan, Ia pun ditetapkan sebagai Tuhan dan Kristus untuk mengurus pekerjaan Allah, serta dilantik sebagai ahli waris yang sah untuk mewarisi segala sesuatu dalam ekonomi Allah. Sebagaimana Ishak, anak Abraham, Ia akan mewarisi seluruh bumi (Mzm. 2:8), kerajaan (Dan. 7:13-14), takhta (Luk. 1:32), dan segala sesuatu (Mat. 11:27). Karena Ia bukan hanya Putra Allah, tetapi juga ahli waris Allah, yakni ahli waris yang sah, maka semua adanya Allah Bapa dan milik Allah Bapa adalah milikNya juga (Yoh. 16:15). Inilah Juruselamat kita, juga karunia keselamatan yang akan kita warisi.
II. PARA PUTRA DISELAMATKAN
MENJADI AHLI WARIS BERSAMA
Untuk memahami bahwa kita adalah ahli waris karunia keselamatan, haruslah kita mengerti bahwa dalam ekonomi Allah terdapat Putra sulung dan para putra. Sebelum Kristus menjelma menjadi daging, berapakah putra Allah? Hanya satu, maka Alkitab menyebutNya Putra tunggal (Yoh. 1:14, 18). Yohanes 3:16 yang terkenal di antara kita mengatakan, “Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal.” Putra yang tunggal itulah Kristus. Sebelum Ia dibangkitkan dari kematian, Dialah Putra Allah yang satu-satunya. Akan tetapi, 1 Petrus 1:3 mengatakan bahwa oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, terlahirlah banyak putra Allah. Pada pagi hari kebangkitan Tuhan Yesus, berkatalah Ia kepada Maria, “. . . pergilah kepada saudara-saudaraKu dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada BapaKu dan Bapamu, kepada AllahKu dan Allahmu” (Yoh. 20:17). Sebelum hari itu, Tuhan tidak pernah menyebut murid-muridNya saudara. Bahkan dalam Yohanes 15:15 sebutanNya yang paling intim terhadap murid-muridNya hanyalah “sahabat” “Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat . . .”. Tetapi sesudah Tuhan bangkit, Ia menyuruh Maria pergi kepada “saudara-saudaraKu”. Peristiwa ini telah dinubuatkan dalam Mazmur 22, pada ayat 2 dikatakan, “AllahKu, AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Kata-kata ini juga diucapkan Tuhan ketika Ia berada di salib (Mat. 27:46). Dua puluh dua ayat di depan dari Mazmur 22 mengisahkan tersalibnya Tuhan, tetapi ayat 23 mendadak mengatakan, “Aku akan memasyhurkan namaMu kepada saudara-saudaraku.” Ini membuktikan Tuhan telah melalui kematian dan memasuki kebangkitan. Setelah melalui kematian dan kebangkitan, maka terlahirlah banyak saudara. Dialah sebutir biji gandum itu, yang setelah melalui kematian dan kebangkitan, lalu mengeluarkan banyak butir biji gandum (Yoh. 12:24). Kini Allah telah memiliki banyak putra. Ia tidak saja mempunyai satu Putra, tetapi mempunyai Putra sulung dan para putra. Sebelum Kristus dibangkitkan, Dialah Putra Allah yang tunggal. Sesudah Ia bangkit, para putra Allah telah dilahirkan, dan Ia kemudian menjadi Putra sulung Allah di antara banyak saudara.
Apakah artinya putra? Putra ialah ekspresi bapa. Sering kali bila saya melihat seorang anak, saya dapat mengetahui wajah ayahnya, sebab anak mengekspresikan ayah. Adakalanya begitu saya melihat seorang anak, saya tahu ia itu anak siapa, sebab wajahnya serupa dengan wajah ayahnya. Bapa tidak mengekspresikan anak, tetapi anak mengekspresikan bapa. Berapakah putra Allah? Sebelum Kristus bangkit, Allah hanya memiliki seorang Putra, berarti Allah hanya mempunyai satu ekspresi. Sekarang, berapakah ekspresi Allah? Hari ini Allah mempunyai banyak ekspresi, sebab Ia telah memiliki banyak putra. Semua putranya adalah ekspresiNya. Pemahaman atas hal ini merupakan dasar untuk mengenali perihal ahli waris karunia keselamatan.
Dalam karunia keselamatan Allah, kita bukan hanya dilahirkan menjadi putra-putra Allah (Yoh. 1:12-13), juga telah dijadikan ahli warisNya bersama-sama dengan Kristus (Rm. 8:17; Gal. 4:7; Tit. 3:7). Menjadi putra yang dilahirkan oleh Allah adalah satu hal, menjadi ahli waris adalah hal lain. Apakah beda antara putra dengan ahli waris? Anda mungkin adalah putra, tetapi bukan ahli waris. Ingin menjadi putra, cukup dengan dilahirkan saja, namun ingin menjadi ahli waris, haruslah bertumbuh dewasa. Sebelum seorang bocah menjadi ahli waris, ia harus bertumbuh dewasa dulu. Namun, sekalipun ia telah dewasa, belum tentu ia menjadi ahli waris, sebab masih perlu mendapat pengabsahan. Boleh jadi Anda mencapai usia dewasa, tetapi belum tentu menjadi ahli waris yang sah. Karena itu, untuk menjadi ahli waris Anda memerlukan kedewasaan dan pengabsahan. Begitu pula, orang yang ingin menjadi ahli waris Allah perlu melalui tiga tahap: dilahirkan kembali menjadi putra Allah, bertumbuh dewasa, dan mendapat pengabsahan. Misalnya seorang raja mempunyai lima putra, apakah kelimanya itu dapat mewarisi takhta kerajaannya? Tidak. Hanya putra sulung yang dapat mewarisi takhta kerajaannya. Tetapi putra sulung itu pun harus dewasa dulu dan harus pula dilantik menjadi putra mahkota barulah ia dapat menjadi penerus takhta kerajaan dan mewarisi kuasa raja dengan sah. Mungkin ketika Anda mendengar ini Anda akan berkata, “Karena Kristus adalah Putra sulung, takhta Kerajaan Surga tidak mungkin kita miliki.” Tetapi, di sini saya beri tahu Anda, walaupun takhta Kerajaan Inggris hanya satu, namun takhta Kerajaan Surga selain untuk Putra sulung juga untuk saudara-saudaraNya yang banyak itu. Kita adalah saudara-saudaraNya, juga ahli waris Allah bersama Dia, sehingga ketika Ia naik takhta, kita pun akan di takhta bersamaNya (Why. 3:21). Kita akan meraja bersama Dia (Why. 20:4, 6).
Bapa kita adalah Bapa yang besar, jauh lebih besar daripada Abraham. Sebagai putra-putra Allah Bapa, kita mewarisi begitu limpahnya bersama Kristus, Putra sulung Allah. Hanya saja kita harus bertumbuh dewasa dalam hayat, agar kita dapat menjadi ahli waris yang sah.
Apakah nasib orang yang beroleh selamat? Apakah tujuan Allah dalam menyelamatkan putra-putra sebanyak itu? TujuanNya tidak lain ialah agar kita menjadi ahli waris bersama dengan PutraNya. Putra sulung Allah adalah ahli waris yang telah dilantik Allah, sedang kita, putra-putra yang sebanyak ini, diselamatkan menjadi ahli waris bersamaNya. Tujuan terakhir dari karunia keselamatan ialah agar kita menjadi ahli waris bersama Kristus! Kristus adalah ahli waris yang dilantik, sedang kita ialah ahli waris bersamaNya.
Apakah yang akan kita warisi? Ibrani 2 mengatakan bahwa kita, orang-orang yang menjadi ahli waris bersama Kristus, akan mewarisi bumi. Tentu saja, kita akan mewarisi sesuatu yang jauh lebih unggul daripada bumi. Mewarisi bumi selama Kerajaan Seribu Tahun hanya sebagai pahala, seperti hadiah bagi seorang pelajar yang berprestasi unggul. Yang akan kita warisi pasti jauh lebih banyak da-ripada itu, sebab 1 Korintus 3:22 mengatakan bahwa segala sesuatu adalah milik kita.
III. AHLI WARIS BERSAMA SEBAGAI TEMAN SEKUTU AHLI WARIS YANG DILANTIK
Ahli waris bersama adalah teman sekutu (mitra) ahli waris yang dilantik (1:9). Karena Kristus, Putra sulung Allah adalah ahli waris, dan kita, putra-putra adalah ahli waris bersama, maka kita adalah teman-teman sekutuNya. Ia dengan kita, kita dengan Dia, bersama-sama selaku pemegang saham dalam perusahaan Allah, dan bersama-sama menikmati keuntungan. Pernahkah Anda mendengar bahwa kita adalah mitra Kristus? Haleluya! Kita adalah mitraNya! Andaikata Anda adalah mitra dari seorang milyader, sudah tentu Anda juga kaya raya, sebab milik sang milyarder itu juga menjadi milik Anda. Anda dengan dia berada dalam sebuah perusahaan yang sama. Dalam alam semesta ini Allah juga memiliki sebuah perusahaan besar, yang bernama “Kristus dan gereja”, dan kita ini adalah pemegang sahamnya. Kita bukan pegawai perusahaan, melainkan pemegang saham. Dalam alam semesta ini, Allah hanya membuka satu perusahaan, yakni “Kristus dan gereja”, dan di dalamnya terdapat jutaan malaikat yang melayani. Maka orang Yahudi tidak lagi dapat menyombongkan malaikat, sebab malaikat-malaikat itu hanyalah pelayan kita saja (1:14).
IV. PUTRA-PUTRA ITU MEMBENTUK
RUMAH ALLAH — BETEL
Putra-putra itu, yaitu teman sekutu dan ahli waris bersama Kristus, membentuk rumah Allah Betel. Rumah Allah dibentuk oleh semua putraNya itu. Jadi, kita bukan hanya sebagai ahli waris bersama dan teman sekutu Kristus, kita pun putra-putra dan rumah Allah. Ibrani 2:10 mengatakan kita adalah anak-anak Allah. Kemudian Ibrani 3:16 mengatakan kita adalah rumah Allah. Rumah Allah ini hidup, karena dibangun dengan kita, yaitu putra-putra yang hidup dari Allah yang hidup. Ini seluruhnya adalah kisah Allah sebagai Roh tinggal di dalam roh kita. Allah yang hidup sebagai Roh itu tinggal di dalam roh kita yang dilahirkan kembali. Inilah rumah Allah di bumi ini dan inilah tempat kediaman Allah di dalam roh kita (Ef. 2:22).
V. PUTRA SULUNG ADALAH
TANGGA SURGAWI DI BETEL
Kali pertama Alkitab mengatakan tentang rumah Allah ialah dalam Kejadian 28. Ingat, setiap hal yang kali pertama tercantum dalam Alkitab berlaku sebagai prinsip hal tersebut. Menyinggung rumah Allah yang tercantum dalam Kejadian 28, juga terdapat banyak prinsip rohani: di mana rumah Allah, di situ ada tangga surgawi; rumah Allah dan tangga surgawi adalah pintu gerbang surga; di mana ada rumah Allah dan tangga surgawi sebagai pintu gerbang surga, di situ ada pelayanan malaikat-malaikat yang naik turun di tangga itu. Di mana saja di bumi ini ada rumah Allah, di sana ada tangga surgawi. Tangga surgawi ini telah menghubungkan bumi dengan surga, dan membawa surga ke bumi. Tempat di mana ada tangga surgawi adalah pintu gerbang surga. Di sinilah para malaikat naik turun melakukan tugas mereka, yaitu menjaga rumah Allah, pintu gerbang surga. Inilah sebuah lukisan rumah Allah di bumi.
Kita harus ingat, Surat Ibrani mengatakan bahwa kita adalah ahli waris bersama Kristus, teman sekutu Kristus, rumah Allah, yaitu Betel hari ini di bumi. Jika kita adalah rumah Allah, Betel yang sejati, maka Kristus, tangga surgawi, ada di sini. Bila di sini ada tangga surgawi, pasti ada para malaikat yang naik turun melayani. Hari ini gereja adalah rumah Allah, yang terbentuk dari anak-anak Allah dan Kristus Putra sulungNya sebagai tangga surgawi. Karena itu, gereja adalah pintu gerbang surga, dengan Kristus sebagai tangga surgawi yang menghubungkan bumi dengan surga, dan membawa surga ke bumi. Di tangga ini para malaikat naik turun melakukan tugas pelayanan mereka.
Apa yang diwahyukan dalam Kejadian 28 telah dikonfirmasi oleh Tuhan Yesus dalam Yohanes 1:51, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah naik turun kepada Anak Manusia.” Di sini Tuhan Yesus dengan jelas mengatakan kepada kita bahwa Ia sendiri sebagai Anak Manusia, yang dalam kebangkitan dilahirkan menjadi Anak sulung Allah, adalah tangga surgawi, dan di atas diriNya itu para malaikat yang melayani akan naik turun melayani rumah Allah yang terbangun dari banyak anak Allah.
VI. RUMAH ALLAH ADALAH
PINTU GERBANG SURGA
Gereja sebagai rumah Allah, tempat kediaman Allah yang hidup di bumi ini, adalah pintu gerbang surga. Di mana ada rumah Allah, di situ ada Kristus sebagai tangga surgawi. Di manakah Kristus berada? Ia berada di surga juga berada dalam gerejaNya di bumi ini. Dengan demikian, Dia menjadi tangga dalam gereja, yang menghubungkan bumi dengan surga, juga membawa surga ke bumi. Inilah tempat di mana kita seharusnya berada. Sebagai anak-anak Allah yang telah Allah selamatkan, sebagai ahli waris bersama dan teman sekutu Kristus, selama kita hidup di bumi, kita harus hidup dan berperilaku dalam gereja. Di sinilah kita menikmati surga yang terbuka itu. Di sini baru ada Kristus sebagai tangga surgawi. Di sini pula baru ada para malaikat yang melayani kita di segala bidang. Yang lebih penting lagi, di sini barulah kita dapat mengekspresikan kemuliaan Allah.
VII. MALAIKAT-MALAIKAT MELAYANI
ORANG YANG MEWARISI KESELAMATAN
Pada akhir pasal 1 Surat Ibrani yang mulia ini, selain menyinggung tentang Putra Allah yang tidak terbatas, juga memberi tahu kita bahwa malaikat-malaikat hanyalah pelayan kita. “Bukankah mereka (malaikat) semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang akan mewarisi keselamatan?” Kristus adalah ahli waris Allah, kita adalah ahli waris bersama dengan Kristus. Bahkan kita adalah pemegang saham dalam perusahaanNya yang ilahi. Alangkah tingginya kedudukan kita! Ini tentu jauh lebih tinggi daripada kedudukan malaikat! Dalam ekonomi Allah, malaikat hanya sebagai roh-roh yang melayani, yakni melayani kita yang menjadi ahli waris bersama Kristus dan mitra ahli waris yang ditetapkan oleh Allah. Dalam alam semesta milik Allah ini, malaikat hanyalah roh-roh yang melayani, sedangkan kita adalah pemiliknya. Mereka melayani kita, anak-anak Allah, dan ahli waris karunia keselamatan.
Mari kita lihat beberapa contoh riil dari pelayanan malaikat. Ketika Petrus ditawan dalam penjara, datanglah seorang malaikat membukakan pintu penjara itu dan mengantarnya keluar (Kis. 12:5-16). Petrus lalu pergi ke rumah Maria dan mengetuk pintunya. Kemdian Rode, pelayan wanita itu membukakan pintu dan memberi tahu orang-orang dalam rumah itu bahwa Petrus datang, tetapi mereka menduga itu adalah malaikat Petrus. Kita masing-masing setidak-tidaknya memiliki satu malaikat. Hal ini dikuatkan oleh Matius 18:10, “Ingatlah, jangan menganggap rendah salah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu; Ada malaikat mereka di surga yang selalu me-mandang wajah BapaKu yang di surga.” Kita tidak boleh menyalahi saudara-saudara kita, karena malaikat mereka selalu berada di hadapan Bapa. Malaikat-malaikat Allah juga sering naik turun di atas tangga surgawi sambil melayani orang-orang yang mewarisi karunia keselamatan. Kita juga dapat mengutip contoh Kornelius, yang dikunjungi malaikat ketika ia berdoa (Kis. 10:1-4). Mazmur 34:8 mengatakan pula, “Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.” Jika Anda mengasihi Allah dan mencari Allah, Ia akan mengutus malaikat-malaikat berkemah di sekeliling Anda.
Siapakah kita? Kita adalah ahli waris karunia keselamatan. Siapakah para malaikat? Mereka adalah pelayan-pelayan kita, yang melayani kita setiap saat. Bagaimana kita menjadi ahli waris karunia keselamatan? Karena Kristus. Ia adalah Putra Allah yang sulung, sedangkan kita adalah para putraNya. Ia sebagai ahli waris yang telah dilantik, dan kita diselamatkan sebagai ahli waris bersama Kristus. Kita adalah pemegang saham dari perusahaan besar surgawi “Kristus dan gereja”, dan kita memiliki jutaan malaikat sebagai pelayan kita. Semoga Tuhan mencelikkan mata kita untuk melihat hal ini.
Sekarang marilah kita menarik kesimpulan dari pokok berita ini: Kristus, Putra sulung Allah, dilantik sebagai ahli waris segala sesuatu. Kita, para putra Allah, ahli waris bersama Kristus (Rm. 8:17), bukan hanya mewarisi ke-selamatan, tetapi juga mewarisi segala sesuatu bersamaNya (1 Kor. 3:21-22). Karena itu, kita dengan Dia adalah sesama pemilik alam semesta, sedangkan malaikat-malaikat hanyalah pelayan-pelayan kita, bukan hanya lebih rendah daripada Dia, juga lebih rendah daripada kita. Putra telah ditetapkan menjadi ahli waris. Kita diselamatkan untuk menjadi sesama ahli waris, yang berbagian dalam warisanNya. “Keselamatan yang sebesar itu” yang disinggung dalam 2:3 itu dapat menyelamatkan kita demikian rupa sehingga membuat kita menjadi teman-teman sekutuNya, berbagian dalam penetapanNya. Demikianlah, kita berbagian dalam apa saja yang Dia warisi. Sebagai teman-teman sekutu Putra, kita adalah rumah Allah, Betel yang sejati, pintu gerbang surga, tempat Putra sebagai tangga surgawi yang menghubungkan bumi dengan langit dan yang membawa langit ke bumi. Di atas tangga ini malaikat-malaikat Allah naik dan turun (Kej. 28:12, 16-19; Yoh. 1:51) sebagai roh-roh yang melayani kita, orang-orang yang mewarisi keselamatan yang begitu besar. Apa yang dibicarakan dalam kitab ini adalah seperti pintu gerbang surga. Di sini kita menikmati Kristus sebagai yang surgawi, yang menghubungkan kita dengan surga, dan yang membawa surga kepada kita, sehingga kita dapat menjadi umat surgawi yang menempuh hidup surgawi di bumi dan mewarisi semua hal yang surgawi. Bagaimana mungkin kaum beriman Ibrani berpaling dari hal ini dan kembali kepada agama usang mereka dan memegahkan malaikat-malaikat? Malaikat-malaikat itu hanyalah pelayan-pelayan yang melayani kita.