KRISTUS SEBAGAI RASUL LEBIH UNGGUL DARIPADA MUSA
Dalam berita ini kita tiba pada perbandingan ketiga yang terdapat dalam Surat Ibrani yakni Kristus sebagai Rasul lebih unggul daripada Musa. Pada permulaan surat ini kita nampak perbandingan antara Allah kita dengan Allah orang Yahudi. Selanjutnya, dalam pasal 1 dan 2, kita nampak 2 aspek dari perbandingan antara Kristus dengan malaikat-malaikat. Baik sebagai Putra Allah maupun sebagai Anak Manusia, Kristus jauh lebih unggul daripada malaikat. Kebanggaan Yudaisme yang ketiga ialah Musa, yakni pemimpin besar mereka. Perbandingan keempat ialah antara Kristus dengan Harun; memperlihatkan kepada kita Kristus sebagai Imam Besar, jauh lebih unggul daripada Harun, ini akan kita lihat pada berita lain.
Sebagai Rasul dan Imam Besar, Kristus jauh lebih unggul daripada Musa dan Harun. Kedua sebutan Kristus ini dapat kita lihat dalam 3:1 yang mengatakan, “Perhatikanlah Yesus, Rasul dan Imam Besar yang kita akui.” Yesus adalah Rasul dan Imam Besar kita. Sebagai Rasul, Ia dilambangkan oleh Musa, sedang sebagai Imam Besar, Ia dilambangkan oleh Harun. Rasul adalah orang yang diutus kepada kita dari Allah dan bersama Allah (Yoh. 6:46; 8:16, 29). Imam Besar adalah orang yang kembali kepada Allah dari kita dan bersama kita (Ef. 2:6). Sebagai Rasul, Kristus datang kepada kita bersama Allah untuk membagikan Allah kepada kita, supaya kita mendapat mengambil bagian dalam hayat, sifat, dan kepenuhan ilahiNya. Sebagai Imam Besar, Kristus pergi kepada Allah bersama kita untuk mempersembahkan kita kepada Allah, supaya kita dengan segala perkara kita sepenuhnya dipelihara oleh Dia. Sebagai Rasul, Dia dilambangkan oleh Musa, yang datang dari Allah untuk melayani rumah Allah (3:2-6), sebagai Imam Besar, Dia dilambangkan oleh Harun, yang pergi kepada Allah bersama dengan keluarga Israel dan perkara-perkara mereka (4:14-7:28).
Walaupun Anda tahu bahwa Yesus adalah Imam Besar kita, tetapi mungkin jarang di antara pembaca berita ini pernah mendengar bahwa Yesus juga Rasul. Yesus adalah Rasul pertama dalam Perjanjian Baru. Itulah sebabnya saya mengatakan bahwa Surat Ibrani sangat istimewa. Pertama, surat ini mengatakan Tuhan Yesus telah ditetapkan oleh Allah sebagai ahli waris segala yang ada (1:2). Kemudian dikatakan Dialah Pemimpin keselamatan kita (2:10). Kitab-kitab lainnya tidak begitu jelas mengatakan bahwa Kristus adalah ahli waris segala sesuatu dan Pemimpin keselamatan seperti yang dikatakan dalam kitab ini. Bahkan Kristus sebagai Imam Besar pun tidak terdapat dalam kitab-kitab lainnya dalam Perjanjian Baru. Sekarang kita tahu bahwa Kristus adalah Rasul. Istilah Rasul dalam bahasa Yunani berarti utusan, yaitu orang yang diutus oleh kekuasaan yang lebih tinggi. Yesus ialah yang diutus oleh Allah. Allah mengutusNya datang kepada kita.
I. MUSA
Musa melambangkan Yesus sebagai Rasul, yaitu orang yang diutus. Ketika bani Israel menderita aniaya di bawah kekuasaan Firaun yang kejam, Allah menampakkan diriNya kepada Musa dan mengutusnya pergi kepada umat Israel dan Firaun. Maka Musa menjadi rasul zaman Perjanjian Lama. Musa diutus Allah untuk memimpin bani Israel keluar dari Mesir, memimpin mereka melalui padang gurun, tujuannya adalah agar mereka disusun menjadi rumah Allah, dibentuk menjadi tempat kediaman Allah di bumi ini. Tempat kediaman Allah dapat dilambangkan oleh Kemah Pertemuan yang didirikan umat Israel di padang gurun. Itu hanya lambang saja, bukan tempat kediaman Allah yang sejati. Pada saat itu, tempat kediaman Allah di bumi yang sesungguhnya ialah bani Israel itu sendiri. Bani Israel terbentuk dan tersusun menjadi satu rumah Allah melalui Musa, rasul Allah itu. Gambaran ini sangat jelas. Ketika kita membaca Alkitab, kita perlu memiliki visi surgawi dan wahyu dalam roh yang demikian. Tanpa itu, tidak mungkin kita memahami makna seluruh kisah dalam Perjanjian Lama.
A. Bagian dari Rumah Allah
Tak peduli berapa banyak melambangkan Kristus, di antara Musa dengan Kristus tetap ada perbedaan dalam tingkatannya. Musa hanyalah bagian dari rumah Allah, sedangkan Kristus adalah Pembangun rumah Allah (3:3).
B. Setia dalam Segenap Rumah Allah
Musa diutus Allah untuk melayani rumah Allah dengan setia. Hal ini melambangkan Kristus sebagai Rasul Allah, untuk rumah Allah, setia kepada Allah yang telah menetapkanNya (3:2).
C. Memberi Kesaksian tentang
Apa yang akan Diberitakan Kemudian
Ibrani 3:5 mengatakan, “Musa . . . sebagai pelayan untuk memberi kesaksian tentang apa yang akan diberitakan kemudian.” Musa adalah satu kesaksian. Artinya, Musa seperti sebuah potret. Potret Anda selalu mempersaksikan Anda sendiri. Misalnya kita belum pernah melihat seseorang, tetapi jika kita mempunyai potretnya, potretnya ini adalah kesaksiannya. Demikian pula, Musa adalah satu kesaksian, sebuah lambang, sebuah potret dari Rasul sejati yang diutus oleh Allah.
II. KRISTUS
A. Ahli Bangunan Rumah Allah, Allah Sendiri
Kristus bukan hanya sebagai bagian dari rumah Allah, bahkan adalah Ahli Bangunan rumah Allah (3-4). Musa mempunyai sifat insani yang cocok untuk bangunan Allah, tetapi dia tidak mempunyai sifat ilahi yang cocok untuk menjadi pembangunnya. Lain halnya dengan Kristus, dalam keinsanianNya, Kristus adalah bahan yang baik untuk bangunan Allah. Dia adalah batu pondasi (Yes. 28:16), batu penjuru (Mat. 21:42, Kis. 4:11), batu utama (Za. 4:7), dan batu hidup yang menghasilkan kita sebagai batu-batu hidup (1Ptr. 2:4-5). Dalam sifat insaniNya, Kristus adalah bahan yang baik bagi pembangunan Allah, sedang dalam sifat ilahiNya Ia adalah Pembangun itu. Musa adalah rasul yang diutus Allah untuk menyusun rumah Allah di bumi ini, dan Kristus adalah Rasul yang mengerjakan hal yang serupa. Tetapi Kristus bukan hanya bagian dari rumah itu, Ia pun adalah Pembangunnya. Inilah perbedaan antara Kristus dengan Musa.
B. Mengepalai Rumah Allah, Yakni Kita
Dalam Ibrani 2 Kristus dikatakan sebagai Putra sulung Allah, dan kita adalah putra-putra yang membentuk gereja. Dalam pasal itu Kristus ialah Pemimpin, Perintis, Putra sulung, Imam Besar, agar para saudara menjadi gereja. Dalam pasal ini Kristus ialah Rasul, sedang gereja adalah rumah Allah. Dalam Ibrani 2, Kristus adalah Putra sulung, Pemimpin, Perintis, Imam Besar, sedangkan para saudara ialah gereja. Dalam Ibrani 3, Kristus ialah Rasul dan para saudara ialah rumah Allah. Gereja mempunyai dua fungsi. Bagi Kristus, gereja ialah Tubuh; bagi Allah, gereja ialah rumah. Kristus adalah Kepala, sedang gereja ialah Tubuh dari Kepala itu. Inilah fungsi pertama dari gereja. Allah adalah Bapa, dan gereja ialah rumahNya, inilah fungsi kedua dari gereja. Seperti halnya Kristus adalah Kepala dan gereja adalah TubuhNya, maka Allah adalah Bapa dan gereja adalah rumahNya. Sebagai Tubuh Kristus, gereja juga adalah suatu organisme. Demikian pula, sebagai rumah Allah, gereja juga bukan suatu rumah yang material, melainkan rumah yang hidup.
Istilah “rumah” dalam bahasa Yunani mengandung makna “keluarga” atau “rumah tangga”, yaitu berarti anggota keluarga. Rumah Allah bukan mengacu kepada rumah yang material, melainkan rumah yang hidup. Rumah Allah adalah rumah tanggaNya, rumah tanggaNya adalah rumahNya. RumahNya juga adalah keluargaNya, karena keluargaNya justru adalah tempat kediamanNya. Misalkan satu rumah tangga memiliki sebuah rumah. Rumah tangga dan rumah adalah dua hal yang berlainan. Rumah tangga itu hidup, sedang rumah itu benda material. Namun rumah tangga Allah maupun rumah Allah adalah hidup.
Bagaimana rumah Allah dapat menjadi hidup? Rumah Allah hidup karena berada di dalam nama Bapa dan hayat Bapa. Ketika kita mengatakan ia hidup dalam nama Bapa berarti ia hidup dalam realitas Bapa. Jadi, rumah ini adalah susunan hidup dari putra-putra Allah dalam hayat dan realitas Bapa. Sungguh ajaib. Di mana ada rumah Allah, di situ ada rumah tangga Allah; di mana ada rumah tangga Allah, di situlah ada rumah tangga Allah; di mana rumah tangga Allah, di situ ada Allah Bapa beserta hayat dan realitasNya. Hal ini serupa dengan gereja adalah Tubuh Kristus. Kristus tidak dapat terpisah dengan semua anggota Tubuh, karena sebagai Kepala Tubuh, Kristus tinggal di dalam setiap anggota Tubuh. Janganlah mengira Kristus berada di luar anggota Tubuh, sebab Ia berada di dalam setiap anggota Tubuh. Demikian pula, rumah Allah adalah rumah tangga Allah. Bapa bukanlah anggota yang terpisah dari rumah tangga ini, melainkan berada di dalam semua putra. Inilah Betel, rumah Allah, rumah yang terlihat oleh Yakub dalam mimpinya (Kej. 28). Karena itu, di mana ada gereja, di situ ada Betel, rumah Allah yang di dalamnya ada Yesus Kristus, Anak Manusia, sebagai tangga surgawi. Gereja yang sedemikian adalah pintu surga yang dengannya orang bisa dari bumi berkomunikasi dengan surga. Sekarang ini juga telah ada komunikasi antara bumi dengan surga. Bila kita berada dalam hidup gereja yang tepat, kita berada di pintu surga. Jika Anda memiliki pandangan rohani, Anda akan nampak para malaikat turun naik di atas tangga surgawi itu.
Siapa yang merancang, membangun, dan menyusun rumah ini? Siapa yang memelihara rumah ini? Yesus Kristus, Rasul utusan Allah, telah menyusun dan membangunnya. Ia tidak saja membangun rumah ini, bahkan membawanya maju. Rumah ini dapat bergerak, yaitu rumah yang hidup yang bisa bergerak. Percayakah Anda bahwa organisasi kekristenan hari ini adalah rumah semacam itu? Dapatkah organisasi kekristenan itu bergerak? Kita hidup, berjalan, dan bergerak. Kita berjalan bersama Rasul ini secara korporat. Rumah Allah adalah satu Tubuh yang korporat. Kalau kita mau menikmati Rasul dan menikmati Bapa beserta realitasNya, kita harus berada di rumah ini. Dalam agama, sayang sekali, orang tidak diberi tahu tahu bahwa mereka memiliki seorang Rasul. Namun kita harus tahu bahwa kita memiliki seorang Rasul. Pemimpin keselamatan dan Imam Besar kita adalah Rasul yang diutus Allah untuk memelihara rumah Allah. Bila Anda tidak berada di rumah ini, Anda tidak akan menikmatiNya sebagai Rasul. Mungkin Anda menikmati Dia dalam aspek-aspek lain, sebab Ia sangat besar, baik, dan kaya akan rahmat, bahkan Ia pun bisa berbuat banyak hal bagi Anda, namun dari segi gereja sebagai rumah Bapa, Anda tidak dapat menikmatiNya sebagai rasul.
Inilah sebabnya saya tidak mau menjadi orang Kristen individual. Bila Anda menyendiri, Anda akan habis. Bila Anda menyendiri, Anda adalah batu yang terpisah, yakni tidak berhubungan dengan rumah ini. Kita harus hidup di dalam gereja. Banyak di antara kita dapat bersaksi alangkah nikmat, berkat, dan anugerah yang telah kita terima selama kita menetap dalam gereja. Kita akan nampak pula hal-hal yang ajaib akan terjadi di dalam rumah ini.
Banyak sdr/i muda tergerak hendak memberitakan Injil yang tinggi, begitu tergerak, mereka tidak tahan menunggu walau setengah menit. Mereka ingin tahu apa langkah berikutnya. Hai kaum muda, langkah berikutnya ialah masuk ke dalam rumah ini dan menetap terus di sini. Langkah selanjutnya lagi ialah maju ke depan bersama rumah ini. Kita tidak dapat memberitakan Injil yang bermutu tinggi kecuali kita lebih dulu memiliki rumah ini. Untuk dapat memberitakan Injil yang tinggi kita perlu gereja sebagai rumah Allah yang hidup. Kemudian baru kita dapat menyiarkan kepada kaum cendekiawan, “Teman-teman, datang dan lihatlah, inilah makna hidup manusia. Inilah dia yang telah lama dicari-cari oleh ahli filsafat dan yang tidak pernah mereka dapatkan. Marilah lihat hidup gereja!” Kita perlu hidup gereja. Jika kita tidak memiliki satu contoh, tidak mungkin kita memberitakan Injil yang bermutu tinggi. Orang menginginkan yang riil. Mereka tidak mau mendengarkan perkara yang akan terjadi di masa yang akan datang, mereka ingin memperolehnya sekarang juga. Mereka akan bertanya, “Di manakah hal yang kalian katakan?” Kita harus dapat menjawab, “Marilah, lihat di sini!” Tanpa memiliki hidup gereja yang bermutu tinggi, tidak mungkin pula memberitakan Injil yang bermutu tinggi. Di satu aspek, hidup gereja yang bermutu tinggi adalah pemberitaan Injil yang bermutu tinggi. Asalkan kita membawa orang datang dan membiarkan mereka melihat dan mengecap, mereka pasti akan berkata, “Ya, sekarang kami telah mengetahui.” Bila kita telah mempunyai satu contoh, Injil mudah sekali diberitakan. Setiap penjual memahami, jika ingin menjual suatu barang, harus ada contohnya, tanpa contoh, barang itu sulit dijual. Maka cara terbaik untuk melariskan barang dagangan ialah memperlihatkan contoh barang itu.
Dalam berita yang lalu saya pernah mengatakan bahwa banyak jururawat di rumah sakit di Peking yang tertarik oleh hidup gereja. Mereka semua adalah jururawat berpendidikan tinggi dan bermutu. Sering kali sesudah selesai bertugas, mereka menghadiri sidang dengan seragam putih mereka. Hal itu mempengaruhi orang lain, sehingga orang bertanya-tanya kepada mereka, “Apakah sebenarnya yang begitu menarik kalian? Kalian sampai tidak mempedulikan makan dan lainnya, kalian hanya tahu bersidang. Apakah sebenarnya sidang itu?” Akhirnya banyak orang juga tertarik karena mereka.
Kita sangat membutuhkan suatu hidup gereja yang tertinggi, yang dapat menarik orang. Kita harus membiarkan orang mengetahui apa itu keinsanian yang sejati, apa itu masyarakat manusia yang sebenarnya. Hidup gereja harus menjadi masyarakat yang paling baik dan kehidupan berkelompok yang paling tinggi. Percayalah, pada suatu hari kelak semua ini akan terjadi. Saya percaya kepada hayat Tuhan. Tidak lama lagi, seluruh dunia akan nampak dan kalangan agama akan tercengang. Saat itu mereka baru tahu bahwa hidup gereja berbeda dengan mereka. Hari ini mereka boleh saja mengkritik bahkan mengecam kita, namun waktu akan membuktikan segalanya itu.
Banyak sebutan buruk telah dilemparkan orang ke atas diri kita, bahkan ada yang mengatakan kita ini bidah. Belakangan ini saya menerima surat dari seorang saudara yang bertugas di atas kapal angkatan laut. Ia mengatakan telah bertemu dengan beberapa orang Kristen di atas kapal itu dan mereka (seperti terkena racun) begitu hebat mengecam kita. Tetapi biarlah kita menunggu waktu yang membuktikan. Jangan terpengaruh oleh desas-desus. Hari ini di bumi tidak ada yang lebih mendasar daripada kita. Tidak ada yang lebih mengindahkan firman Allah daripada kita. Tidak ada yang percaya ketritunggalan Allah seriil kita. Kita tidak mempercayainya secara doktrinal saja, itu adalah sia-sia hampa; kita ini riil. Bila kita percaya kepada pembenaran oleh iman, hal itu harus riil dan dapat dialami. Setiap hal dalam Alkitab kita percayai secara riil. Kita tidak mau doktrin yang hampa macam apa pun. Apakah faedahnya doktrin yang hampa bagi Anda? Tidak ada! Dahulu kita hidup di dalam kesia-siaan doktrin yang hampa, di dalamnya kosong, hanya istilah-istilah belaka. Saya sendiri juga dibesarkan dalam kesia-siaan hampa itu, dan saya harus menggunakan 20 tahun lebih untuk menanggalkannya. Hari ini segala yang kita percaya haruslah yang riil.
Kita percaya Allah Trituggal, yakni Bapa, Putra, dan Roh, namun itu berdasarkan firman murni Allah yang tercetak dengan tinta hitam di atas kertas putih, bukan berdasarkan tradisi.
Tuhan ada di sini dan menaungi kita. Siapa saja yang menyerang kesaksian ini, ia tidak mungkin dapat tetap berdiri tegak. Cepat atau lambat, kebodohannya akan terbongkar. Waktu akan menyatakan, waktu akan membuktikan. Kesaksian ini bukan barang baru, ia telah diuji lebih dari 50 tahun lamanya. Ke mana saja kesaksian ini diberitakan, tidak ada yang bisa menentangnya. Jika Anda bertanya kepada misionaris yang pernah mengunjungi Taiwan, mereka akan mengatakan bahwa di Taiwan tidak ada satu pekerjaan lain yang dapat menandingi kesaksian ini. Semua misionaris mengakui inilah pekerjaan yang terkemuka di Pulau Taiwan. Pada tahun 1968, ada seratus tiga puluh lebih saudara saudari dari Amerika Serikat mengunjungi Taiwan. Di antara mereka ada yang bertemu dengan seorang misionaris yang sangat menentang kami. Walaupun ia tidak menyenangi kesaksian ini, namun ia harus mengakui bahwa pekerjaan ini adalah yang paling nyata. Mengapa pekerjaan ini demikian nyata? Karena ini adalah kesaksian Tuhan, dan ini bukan tergantung pada kita, melainkan tergantung padaNya. Kita hanya bersatu denganNya, tidak berpegang pada apa pun.
Saya ingin bercerita tentang seorang yang menentang kita. Pada tahun 1958, saya diundang ke Inggris untuk mengunjungi salah satu tempat yang rohani. Kepergian saya ke sana bukan untuk menerima bantuan, juga bukan ingin memberikan bantuan, tetapi semata-mata untuk meninjau keadaan di sana. Pemimpin di situ sangat menghormati saya, saya disediakan tempat istimewa, dan ada orang yang khusus melayani saya. Sebulan penuh pemimpin itu menyerahkan semua sidang kepada saya, bukan hanya sidang istimewa, bahkan sidang rutin pun diserahkan kepada saya. Selama tinggal di sana, saya menyadari bahwa tempat itu bukan untuk gereja, tetapi mutlak bagi ministri di sana. Sebelum tahun 1958, kira-kira dua atau tiga puluh tahun lamanya, ministri itu sangatlah unggul di sana. Banyak orang mengakui bahwa itu memang ministri yang rohani. Setelah tinggal sebulan di sana, si pemimpin mengajak saya ke wisma retreatnya di Skotlandia. Saya tinggal di sana selama seminggu dengan maksud duduk bersamanya dan membicarakan ekonomi Tuhan serta apa yang Tuhan kerjakan hari ini. Ia berpendapat bahwa Tuhan akan memakai ministrinya untuk mendirikan pusat-pusat pekerjaan di seluruh muka bumi ini. Tetapi saya berkata kepadanya bahwa ekonomi Tuhan ialah membangun gereja-gereja lokal di tiap kota. Walaupun kita adalah sahabat yang baik, tetapi dalam hal ini kita tidak sependapat. Ia menganggap saya keras kepala dalam hal ini, saya pun melihat bahwa ia tidak dapat diubah sedikit pun. Kami tidak saling berkelahi, tetapi dalam batin masing-masing kami mengerti bahwa dalam pengertian tentang ekonomi Tuhan di antara kami terdapat perbedaan yang besar. Dari wisma retreatnya di Skotlandia kami kembali ke London. Sebelum saya meninggalkan Inggris, ia mengundang saya lagi berbicara dalam satu sidang rutin. Sampai saya berdiri di atas mimbar, saya masih tidak tahu apa yang harus saya bicarakan. Lalu perkataan Tuhan datang dan saya berkata kepada mereka bahwa ministri bukanlah untuk ministri itu sendiri, melainkan setiap ministri harus untuk semua gereja lokal. Dengan tegas saya katakan, “Lihatlah ministri Rasul Yohanes. Walaupun pada masa itu ia merupakan ministri yang paling rohani, tetapi ia bukanlah kaki pelita. Namun lihatlah gereja-gereja lokal dalam Kitab Wahyu, walaupun kebanyakan kacau balau, tetapi mereka adalah kaki pelita.” Dalam berita itu saya tekankan bahwa gereja lokal tidak seharusnya untuk ministri, tetapi ministri haruslah untuk gereja lokal.
Saudara pemimpin itu telah menyentuh kekuasaan Allah. Bersalah kepada kekuasaan Allah adalah suatu hal yang serius. Kalau kesaksian ini adalah pemulihan Tuhan, di dalamnya pasti ada pemerintahan ilahi. Bila ada seorang menyalahi kesaksian ini tanpa terjadi sesuatu, itu membuktikan bahwa kesaksian ini tidak berarti apa-apa. Namun ini adalah pemulihan Tuhan, maka kita semua harus berhati-hati, sebab menyalahi pemulihan Tuhan adalah hal yang sangat serius!
Saudara yang mengundang saya ke Inggris itu sebelumnya pernah kami undang ke Taiwan, yakni sekali pada tahun 1955 dan sekali lagi pada tahun 1957. Pada kunjungannya yang pertama, ia tidak menyinggung masalah gereja. Tetapi pada kedatangannya yang kedua, ia sengaja menyinggung masalah gereja, sehingga menimbulkan perdebatan sengit. Perdebatan itu dimulai dari antara saudara itu dengan beberapa saudara pimpinan di Taiwan. Dalam dua sidang yang pertama, saya menjadi penerjemah, maka saya tidak ikut serta dalam perdebatan. Tetapi, dalam sidang ketiga, saya terlibat dalam perdebatan. Walaupun kami selalu bersahabat dengan saudara tersebut, bahkan sangat akrab, tetapi kami masing-masing berbeda pendapat dalam hal ekonomi Tuhan. Saudara tersebut meninggalkan Taipei pada bulan April tahun 1957. Enam belas bulan kemudian, yakni bulan Agustus 1958, sewaktu saya mengunjunginya di London, ia sempat berkata kepada saya, pada saat pesa-wat yang ditumpanginya meninggalkan landasan Taipei menuju Hongkong, ia merasa bahwa aliran yang ada di dalamnya terasa terputus, bahkan sampai saat itu masih belum terpulih kembali. Pada hari itu pula, yaitu pada pagi saat ia berbicara dengan saya, ia masih berseru kepada Tuhan, bertanya kepada Tuhan mengapa arus itu terputus.
C. Setia kepada Allah yang Menetapkan-Nya
Kristus, yang dilambangkan oleh Musa, setia kepada Allah dalam segenap rumahNya (3:2). Ibrani 2:17 juga mengatakan bahwa Ia setia sebagai Imam Besar. Di sini dikatakan bahwa Ia setia sebagai Rasul yang diutus dari Allah kepada kita.
D. Dipandang Layak Mendapat Kemuliaan dan Kehormatan Melebihi Musa
Musa hanya merupakan bagian dari rumah itu, sedangkan Kristus bukan hanya rumah itu bahkan Pembangun rumah. Maka Kristus dipandang layak mendapat kemuliaan dan kehormatan melebihi Musa (3:3). Kita perlu nampak bahwa sebagai Pembangun rumah, Kristus memiliki kemuliaan dan kehormatan yang lebih besar daripada Musa. Sebab itu, Kristus jauh lebih unggul daripada Musa.