TEMAN SEKUTU MITRA KRISTUS
Dalam berita ini kita akan melihat teman sekutu mitra Kristus, yaitu mitra korporat Kristus. Dalam Ibrani 1 dan 2 kita telah melihat bahwa kita telah dijadikan saudara-saudara Putra sulung Allah, dan sebagai saudara-saudara, kita telah dibentuk menjadi gereja. Secara keseluruhan, kedua pasal ini mewahyukan bahwa Allah adalah sumber dan dari Dia keluar saudara-saudara Putra sulungNya yang telah terbentuk menjadi gereja. Gereja pada hakikatnya ialah ekpresi Allah di dalam Kristus. Di dalam gereja kita memiliki Allah dan Putra Allah, yakni ahli waris yang ditetapkan Allah. Dalam gereja kita juga memiliki Pemimpin keselamatan, Putra sulung Allah, dan Anak Manusia. Dalam gereja kita memiliki saudara-saudara dari Putra sulung Allah dan mitraNya, yaitu para ahli waris bersama dari ahli waris yang telah ditetapkan Allah. Segenap ahli waris ini ialah mitra dari ahli waris yang tunggal itu. Kesemuanya itu menghasilkan ekspresi kemuliaan Allah. Pada suatu hari, di Yerusalem Baru kita akan nampak ekspresi Allah yang mulia dengan sepenuhnya. Di Yerusalem Baru ada takhta Allah, di atasnya duduk Allah yang Mahakuasa (Why. 22:1). Di Yerusalem Baru ada Allah Bapa, ada Putra yang sebagai Anak Domba, dan ada Roh Kudus yang mengalir sebagai sebatang sungai air hidup, bahkan para saudara Putra sulung Allah, putra-putra Allah pun berada di sana. Di Yerusalem Baru ada Tuhan segala sesuatu, Pemimpin keselamatan, dan Imam Besar. Kota ini akan menjadi ekspresi penuh Allah yang mulia. Itulah kemuliaan, perhentian, tanah permai, dan wilayah yang akan kita masuki sesudah kita menyeberang banyak sungai.
Pada saat saya berbicara sekarang ini, saya melihat suatu visi mulia di hadapan saya. Oh, saya telah nampak gereja! Dalam gereja tidak hanya ada pembenaran oleh iman, keselamatan pribadi, pengampunan dosa, bahkan ada segala-galanya. Hidup gereja merupakan satu fokus kecil yang darinya kita dapat melihat seluruh gambar Yerusalem Baru. Setiap hal yang akan ada di Yerusalem Baru secara penuh dapat kita peroleh miniaturnya dalam gereja hari ini. Saya merasa bahwa pada hari-hari ini kita telah memasuki kemuliaan dan perhentian, dan itulah pencicipan pendahuluan dari kenikmatan sempurna yang akan datang. Kita sekarang berada dalam kemuliaan dalam tanah permai. Kristus bukan hanya Allah kita, bahkan Musa kita hari ini. Dialah Musa yang lebih baik, lebih tinggi, dan lebih indah. Ia pun Harun kita dan Yosua kita yang sejati, dan kita adalah KalebNya, mitranya, teman sekutuNya.
Kalimat pertama dari Ibrani 3:14 mengatakan, “Karena kita telah menjadi mitra (partner) Kristus” (Tl.). Dalam bahasa Yunani, kata “mitra” (partner) sama dengan “pengambil bagian” (partaker). Kata yang sama ini dalam bahasa aslinya memiliki dua makna yang berbeda, yaitu yang pertama berarti mendapat bagian, dan yang kedua berarti mitra. “Mendapat bagian” berbeda dengan “mitra”. Misalkan, saya mengambil bagian dalam suatu sarapan pagi, berarti saya menikmati sarapan pagi itu. Tetapi kalau mengatakan saya adalah mitra dari perusahaan besar itu, berarti saya adalah salah seorang pemegang saham dari perusahaan itu. Berhubung kata ini mengandung dua arti yang berbeda, maka para penerjemah agak sukar untuk menerjemahkan secara tepat. Kata ini seyogianya diterjemahkan sebagai “mitra Kristus”. Ibrani 3:7-14 menerangkan tentang masuk ke dalam tanah permai, yakni yang dilambangkan oleh masuk ke dalam masalah memasuki tanah permai di bawah pimpinan Yosua. Yosua masuk ke dalam tanah permai dan dalam hal ini Kaleb adalah mitranya. Kita tidak dapat mengatakan Kaleb itu “mengambil bagian” dalam Yosua, sebab Kaleb tidak mungkin menikmati Yosua. Kaleb adalah kawan seperjuangan, rekan, dan mitra Yosua dalam hal masuk ke dalam tanah permai. Kristus itulah Yosua sejati kita pada hari ini, dan kita adalah KalebNya. Dari segi ini kita bukan beroleh bagian dalam Kristus, melainkan menjadi mitraNya. Jadi, ketika kita menikmati Kristus, kita adalah orang yang beroleh bagian di dalamNya; ketika kita mengikuti Kristus, kita adalah mitraNya. Beban saya dalam berita ini ialah mempersekutukan kepada kalian bahwa kita tidak hanya sebagai orang-orang yang beroleh bagian dalam menikmati Kristus, juga sebagai mitra yang mengikuti Kristus. Sebagai mitraNya, kita wajib bekerja sama dan berkoordinasi dengan Dia.
I. KRISTUS — TELAH DITETAPKAN ALLAH
A. Merampungkan Rencana Allah
Allah memiliki suatu usaha yang besar dalam alam semesta ini. Tujuan usaha ini ialah agar Ia sendiri mendapat suatu ekspresi yang mulia. Ekspresi mulia ini adalah sasaran yang akan kita masuki kelak. Pandangan kita perlu diperluas sehingga kita nampak bahwa usaha Allah dalam alam semesta ini tidak lain ialah mendapatkan suatu ekspresi yang mulia bagi diriNya sendiri. Putra Allah ditetapkan untuk merampungkan rencana Allah. Ia telah ditetapkan untuk melaksanakan usaha ini. Pada kekekalan yang lampau Ia telah ditetapkan untuk menangani tugas ini.
B. Diurapi oleh Allah
Kristus ditetapkan pada kekekalan yang lampau dan diurapi dalam waktu (1:9). Pengurapan itu adalah awal pelantikan surgawi dan ilahi. Allah telah melantik ahli waris yang ditetapkanNya ini untuk mulai mengemban tugas tersebut melalui pengurapan. Allah Roh menuangkan diriNya seperti minyak urapan di atas ahli waris yang ditetapkan ini, yaitu mengurapiNya agar Ia menjadi pelaksana dari usaha Allah yang ilahi.
Sebagai mitra Kristus, kita juga beroleh bagian dalam pengurapanNya. Ia telah menerima penetapan pada kekekalan yang lampau, tetapi pengurapanNya adalah dalam waktu. PengurapanNya juga telah mencakup kita sekalian. Dalam Mazmur 133 kita nampak bahwa minyak dituang di atas kepala Harun, imam besar dan meleleh ke janggut, tubuh dan ke leher jubahnya. Itu menunjukkan bahwa seluruh anggota tubuh dari imam besar telah mengambil bagian dalam pengurapan minyak. Kita yang menjadi mitraNya dalam pengurapan ahli waris tunggal juga telah diurapi bersamaNya. Sebagaimana telah saya katakan, pengurapan Kristus kali ini ialah awal pelantikanNya, maka kita juga mengambil bagian dalam pelantikanNya. Dalam pelantikan yang surgawi, ilahi, dan kekal ini kita adalah mitraNya. Ia telah menerima pengurapan dan kita beroleh bagian dalam hal ini, sebab kita adalah mitraNya. Dengan perkataan lain, kita semua telah menerima pengurapan, dan telah menerima jabatan itu. Kita tidak hanya mengambil bagian dalam Kristus, yakni menikmatiNya, bahkan menjadi mitraNya, yang berbagian dalam usahaNya. Saya yakin sepenuhnya, ketika saya menyampaikan berita ini saya sedang berbagian dalam usahaNya. Kristus sedang melaksanakan suatu tugas, yakni agar Allah mendapatkan suatu ekspresi mulia dan sempurna, dan kita pun kini sedang bekerja sama dengan Dia dalam usaha ini. Saya telah mendengar banyak kesaksian tentang bagaimana mereka telah mengambil bagian dalam Kristus, menikmati Kristus, namun tidak pernah ada orang mempersaksikan bagaimana dia menjadi mitra Kristus. Saya harap mulai hari ini akan ada banyak orang dalam gereja yang bersaksi bahwa ia adalah mitra Kristus yang berbagian dalam usaha agungNya. Belakangan ini, banyak di antara kita yang menerima beban untuk memberitakan Injil yang bermutu tinggi di kalangan perguruan tinggi. Penginjilan semacam itu adalah mengambil bagian dalam usaha ahli waris yang diurapi. Kita adalah ahli waris bersama dan mitra Kristus, bekerja sama denganNya dan turut serta dalam pekerjaanNya. Maka tugasNya semestinya juga menjadi tugas kita.
Ibrani 1:9 mengatakan, “Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, AllahMu telah mengurapi Engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutuMu (mitra-mitraMu).” Kita telah nampak bahwa Putra adalah Allah, kalau begitu Allah yang disebut di sini Allah siapa? Berapakah sebenarnya Allah itu? Allah hanya satu! Boleh jadi di antara pembaca berita ini masih ada yang secara tanpa sadar memiliki konsepsi bahwa Allah itu tiga, hanya saja mereka tidak berani mengatakan demikian. Menurut kebenaran Alkitab, Allah itu hanya satu (1Kor. 8:4). Kita tidak dapat mengatakan Allah itu lebih dari satu. Namun demikian, masih banyak orang Kristen yang dalam batinnya memiliki suatu konsepsi bahwa Allah itu ada tiga, itulah yang disebut “tritheisme”. Saya anjurkan Anda melupakan ajaran yang tradisional semacam itu. Kita tidak dapat mengakui adanya banyak Allah. Walaupun ada Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh (Mat. 28:19), itu tidak berarti ada tiga Allah yang berbeda. Allah hanya ada satu!
Yesaya 9:5 dan 2Korintus 3:17 membuktikan bahwa Bapa, Putra, dan Roh adalah satu. Yesaya 9:5 mengatakan, “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang Putra telah diberikan untuk kita . . . dan namanya disebutkan orang . . . Allah yang perkasa, Bapa yang kekal . . .” Jika Anda percaya bahwa Anak yang dilahirkan di palungan adalah Allah yang perkasa, Anda pun harus percaya bahwa Putra yang diberikan kepada kita itu adalah Bapa yang kekal. Dalam Yesaya 9:5 ini terdapat dua garis, yaitu Anak yang dilahirkan untuk kita adalah Allah yang perkasa, dan Putra yang diberikan kepada kita ialah Bapa yang kekal. Setiap orang Kristen yang fondamental, termasuk kita juga, percaya bahwa Anak itu adalah Allah yang perkasa. Tetapi, maafkan saya berkata, yaitu banyak orang Kristen hanya percaya pada garis pertama dari Yesaya 9:5, mereka tidak percaya pada garis yang keduanya.
Ada orang Kristen yang tidak berani menjamah masalah Putra disebut Bapa yang kekal. Ada yang mengubahnya untuk menyesuaikannya dengan konsepsi mereka yang tradisional itu. Kita harus mengakui bahwa kemampuan otak kita kurang untuk memahami rahasia ketritunggalan Allah itu. Allah juga tidak mengaruniakan kemampuan itu. Masalah Tritunggal ilahi ini jauh di luar jangkauan pengertian kita. Ketiga bagian dari diri kita saja kita tidak dapat memahami sepenuhnya! Dapatkah Anda menunjukkan di manakah letak hati Anda? Di manakah hati nurani Anda? Banyak orang mengira dirinya mengerti tentang ketritunggalan Allah, padahal terhadap diri sendiri saja tidak jelas. Di manakah jiwa Anda? Apakah perbedaan antara roh, jiwa, hati, pikiran, tekad, emosi, dan hati nurani Anda? Bila Anda tidak dapat mengenal diri sendiri dengan jelas, bagaimana Anda dapat memahami Allah?
Kita harus melupakan ajaran-ajaran tradisional; kita harus kembali kepada Alkitab. Saya anjuri Anda untuk menerima seluruh Alkitab. Masalah Kristologi sejak akhir dari abad pertama sudah menjadi judul perdebatan besar dalam teologi. Tidak ada seorang pun dapat menyelesaikan masalah ini. Tidak ada seorang pula dapat memahaminya secara menyeluruh. Kita harus merendahkan hati dan menerima apa saja yang dikatakan Alkitab, baik itu cocok dengan konsepsi kita atau tidak. Anak yang tercantum dalam Yesaya 9:5 disebut Allah yang perkasa, dan Putra yang diberikan itu disebut Bapa yang kekal, dan 2Korintus 3:17 mengatakan, “Sebab (kini) Tuhan adalah Roh (itu).
Ketika masih muda, saya menerima pengajaran dari guru-guru kaum Saudara yang mengajarkan kebenaran Alkitab menurut pengetahuan mereka. Mereka mengajarkan bahwa kita tidak boleh berdoa kepada Putra atau kepada Roh Kudus, tetapi berdoa kepada Bapa atas nama Putra dan berdasarkan kekuatan Roh Kudus. Kata mereka, hanya dalam keadaan tertentu baru kita boleh berdoa kepada Tuhan Yesus, itu pun tidak boleh terlalu sering. Kemudian Tuhan membimbing saya tinggal bersama Saudara Watchman Nee. Pada suatu hari, ia mengundang seorang pengkhotbah China dari China Inland Mission untuk berkhotbah dalam sidang kita. Dalam pemberitaannya pengkhotbah itu mengatakan, “Janganlah menganggap Tuhan Yesus sebagai satu persona yang di luar Roh Kudus.” Ketika ia meneruskan berkata bahwa Tuhan Yesus itu justru adalah Roh Kudus, Saudara Watchman Nee berkata, “Amin!”. Selesai sidang, saya datang kepada Saudara Watchman Nee, dan ia berkata kepada saya, “Inilah yang kita perlukan dan yang patut kita terima.” Bagi saya ini merupakan satu revolusi yang besar. Pada hari itu saya menyeberang sungai ajaran kaum Saudara, dan memasuki tanah permai kebenaran. Tidak lama kemudian, Saudara Watchman Nee bersekutu dengan beberapa orang dari kami mengenai Yohanes 14 dan menjelaskan bahwa hari ini Tuhan Yesus adalah Roh Kudus itu. Ia menjelaskan bahwa “Ia” dalam ayat 17 adalah “Aku” dalam ayat 18. Saat itu mata saya terbuka dan saya beroleh terang. Selanjutnya ayat 17 mengatakan bahwa Roh itu akan diam di dalam kita, sedang ayat 20 mengatakan bahwa Tuhan akan diam di dalam kita. Di dalam kita sebenarnya ada dua atau satu? Sudah tentu hanya satu. Siapakah yang satu itu? Tuhan Yesus atau Roh Kudus? Kedua-duanya, sebab Mereka adalah satu. Lalu ayat 9-11 menunjukkan bahwa Tuhan Yesus bukan hanya Roh juga Bapa. Kita hari ini jangan bersikap bodoh seperti Filipus, yaitu memohon Tuhan menunjukkan Bapa kepada mereka. Firman Tuhan, “Siapa saja yang telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.” Sebab Tuhan dengan Bapa adalah satu (Yoh. 10:30).
Sebelum Saudara Watchman Nee dipenjarakan, ia pernah menerbitkan sejilid buku kidung yang tebal, yang memuat sebanyak 1056 nyanyian. Banyak nyanyian yang baik dalam buku kidung kita dewasa ini adalah pilihan dari buku kidung itu. Di antaranya ada sebuah nyanyian (No. 368) yang bait kelimanya mengatakan demikian: Pernah Kau ini Sang Bapa, kini Kau ialah Roh Kudus; Dengan corak yang berbeda, keadaanMu yang baru. Di sini dengan jelas dikatakan bahwa Tuhan adalah Bapa, Ia pun Roh Kudus. Sekarang kalian tahu dari mana saya menerima ke-benaran bahwa Kristus ialah Roh itu. Kebenaran ini telah terbukti sepenuhnya dalam pengalaman dan praktek pribadi saya. Saya katakan sekali lagi, yang kita perhatikan bukanlah doktrin, melainkan pengalaman.
Perkataan “Ya Allah. . . Allah-Mu . . .” dalam 1:8-9 ditujukan kepada Putra. Karena Putra adalah Allah sendiri, maka Ia adalah Allah. Sebab itu, di sini disebut “Ya Allah”.
Akan tetapi Putra juga manusia, dan Allah ialah AllahNya, maka disebut “AllahMu”.
II. PEMIMPIN KESELAMATAN
A. Sebagai Pelopor dan Perintis, Ia telah Memasuki Perhentian dan Kemuliaan
Ahli waris yang telah diurapi Allah, Pemimpin keselamatan ini, setelah mengalami maut dan bangkit lalu memasuki perhentian dan kemuliaan (6:20). Ia melakukan hal itu sebagai Pelopor dan Perintis. Ia mengepalai melewati jalan salib dan memasuki perhentian dan kemuliaan. Kini Ia duduk di sebelah kanan Allah (1:3. 13), dimahkotai dengan kehormatan dan kemuliaan (2:9), memenuhi syarat menjadi Pemimpin keselamatan kita untuk membawa kita melalui jalan salib memasuki tanah permai perhentian dan kemuliaan.
B. Sebagai Mitra-Nya, Kita Turut Menikmati Apa yang telah Dicapai dan Diperoleh-Nya
Pada mulanya, Allah telah menentukan agar ahli waris yang unik ini memperoleh sekelompok ahli waris. Allah tidak merasa cukup indah bila hanya Kristus sendiri yang masuk ke dalam tanah permai. Allah menghendaki adanya sekelompok ahli waris untuk menyertai Kristus masuk ke dalam tanah permai, yaitu ekspresi mulia apa adanya Allah, barulah Ia merasa puas. Semakin banyak ahli waris, semakin banyak pula ekspresi kemuliaanNya. Perhatikanlah perihal Yosua memimpin bani Israel masuk ke dalam tanah permai. Sudah tentu Allah dapat dengan mudah sekali membawa Yosua sendiri masuk ke dalam tanah permai. Namun bila hanya Yosua sendiri yang masuk ke dalam tanah permai, dan di sana ia berseru, “Bersandar pada Allah yang Mahakuasa, aku telah merebut tanah ini!” Memang hal itu tidak mustahil, tetapi itu tidaklah mulia. Ketika Yosua memimpin masuk ke dalam tanah permai, setidaknya ada dua juta orang yang menyertainya di belakang, sehingga bangsa Kanaan sangat terkejut. Jadi bukan Kristus, ahli waris tunggal saja yang memasuki tanah permai, tetapi Ia memimpin sepasukan ahli waris. Dalam hal menyerbu kota Yerikho, bila di sana hanya ada Yosua sendiri, memang Allah juga dapat melakukan mujizat, tetapi kalau Ia berbuat demikian, tidak akan ada kemuliaan. Kali itu Yerikho dikelilingi oleh bala tentara yang besar, dan membuat seluruh musuh gentar ketakutan, pada akhirnya kota itu direbut dengan kemuliaan. Pintu gerbang menuju tanah permai adalah pintu gerbang yang mulia. Kita sedang berbaris masuk ke tanah permai. Pemimpin besar, yakni Yosua yang sejati, sedang memimpin kita di depan, dan kita sekalian harus menjadi mitraNya dalam memperoleh tanah permai itu.
Sebelum kita bisa menjadi mitraNya, kita harus lebih dulu menjadi orang yang mengambil bagian dalam menikmatiNya. Ketika kita beroleh bagian dalam Dia dan menikmati Dia, bagi kita Ia tidak disebut Kristus, melainkan disebut Roh Kudus. Kita adalah orang-orang yang mengambil bagian dalam Roh Kudus (6:4). Sewaktu Ia menjadi Pemimpin, Ia disebut Yesus Kristus, bukan Roh Kudus. Ketika Ia menjadi kenikmatan kita, Ia adalah Roh Kudus, tetapi ketika Ia menjadi Pemimpin kita, Ia adalah Kristus.
Jangan bingung karena adanya sebutan-sebutan yang berbeda itu. Sebagaimana telah kita tunjukkan, dalam dua pasal pertama dari Surat Ibrani kita nampak Allah ini adalah Putra Allah, dan Putra Allah adalah Pemimpin juga Imam Besar. Hal ini sama seperti dalam Zakharia 2. Di sana tercatat Tuhan semesta alam mengutus Tuhan semesta alam. Jadi Tuhan semesta alam adalah Pengutus juga Utusan. Demikian juga dalam Ibrani 1, kita nampak Allah berfirman di dalam Putra, dan akhirnya Putra itu disebut “Ya Allah”. Selanjutnya dikatakan pula bahwa Dialah Pemimpin keselamatan kita dan Imam Besar kita. Betapa indah dan mengherankan hal ini! Sebagai Pemimpin kita, Ia adalah Kristus. Sebagai kenikmatan kita, Ia adalah Roh Kudus. Ketika Ia memimpin kita berperang, Ia adalah Pemimpin, ketika Ia masuk ke dalam kita, menjadi kenikmatan kita, dan suplai kita, Ia adalah Roh Kudus.
Kita adalah orang yang mengambil bagian dalam Kristus dan mitra Kristus. Ketika kita menikmati Dia, kita beroleh bagian di dalam Dia. Ketika kita mengikuti Dia, kita adalah mitraNya. Apakah Anda seorang yang mengambil bagian dalam Kristus? Ini berarti sekalipun pada saat-saat yang sulit, kita tetap menikmatiNya, menerima kelimpahan dan suplaiNya. Setelah kita menikmatiNya sedemikian, Ia akan menjadi Pemimpin kita yang memimpin kita maju ke depan. Kita mengikuti Dia dan menjadi mitraNya. Ketika Ia maju ke depan, kita pun maju ke depan bersamaNya. Ia sebagai Pemimpin dan kita adalah bala tentaraNya. Dengan demikianlah kita akan masuk ke dalam perhentian (4:8-9) dan dibawa masuk ke dalam kemuliaanNya (2:10).
III. YOSUA DAN KALEB HARI INI
Kristus, Pemimpin keselamatan, adalah Yosua sejati yang memimpin umat Allah untuk memperoleh tanah permai itu. Kita, mitraNya adalah Kaleb sejati yang turut serta dengan Dia untuk memperoleh tanah itu. Apakah artinya memperoleh tanah permai itu? Kita perlu mengeluarkan banyak waktu untuk melihat masalah ini, karena masih banyak orang yang tidak jelas terhadap hal ini.
Ada suatu tafsiran yang sangat dangkal terhadap tanah permai, yaitu yang mengatakan bahwa ketika seorang saleh meninggal, ia akan menyeberang Sungai Yordan, lalu memasuki tanah permai di surga. Banyak kidung yang dikarang berdasarkan itu, yakni menyeberang Sungai Yordan dengan ombaknya yang dingin. Sampai-sampai John Bunyan juga menafsirkan tanah permai demikian dalam buku “Pilgrim’s Progress” (Perjalanan Musafir). Orang golongan hayat batiniah, atau yang disebut golongan rohani, mengatakan bahwa Tanah Kanaan bukan ditujukan kepada surga tingkat ketiga, sebab Tanah Kanaan masih penuh dengan jin, raksasa, musuh-musuh, dan suku bangsa Kanaan, sedangkan di surga tingkat ketiga sama sekali tidak ada musuh. Karena itu, golongan hayat batiniah ini menolak pendapat dangkal yang menafsirkan tanah permai itu sebagai surga. Namun golongan hayat batiniah juga tidak dapat menegaskan apakah sebenarnya tanah permai itu.
Ada orang yang mengatakan tanah permai ialah lambang dari angkasa, langit, di mana terdapat kuasa-kuasa, penguasa, dan roh jahat. Sejak muda saya tidak puas terhadap tafsiran bahwa tanah permai itu surga, tetapi sebagai penuntut muda, saya menerima konsepsi kedua, yakni tanah permai Kanaan itu adalah angkasa, yang di dalamnya ada suku bangsa Kanaan, kuasa-kuasa, dan penguasa. Tetapi selang beberapa waktu saya mulai meragukan hal itu. Bila tanah permai mengacu kepada angkasa, tempat bercokolnya roh-roh jahat, di ma-nakah perhentian. Saya mengutarakan hal ini dengan maksud menerangkan bahwa usaha Kristus adalah bertujuan untuk memperoleh tanah permai Kanaan. Tanpa tanah permai, rencana Allah mustahil terlaksana. Usaha Kristus adalah ingin memperoleh tanah permai agar dapat membangun rumah Allah di atasnya. Tanah permai adalah penggenapan kehendak Allah di dalam Kristus, yakni di mana Allah dapat mengekspresikan diriNya dengan sepenuhnya. Untuk hal ini, Kristus adalah Pelaksana, sedangkan kita adalah mitra-mitraNya. Dalam usahaNya ini, kita adalah mitra-mitraNya. Kita telah dilantik bersama Kristus untuk tujuan ini. Dengan Kristus kita bersama-sama memangku jabatan ini, agar bersamaNya kita dapat memperoleh tanah permai, memilikinya dan kemudian membangun rumah Allah di sana. Akhirnya, tanah ini akan menjadi tanah yang mulia. Terpujilah Tuhan! Kita adalah mitra-mitraNya. Menikmati Dia adalah untuk tujuan menjadi mitraNya. Kita tidak hanya menjadi orang yang beroleh bagian dalam Kristus, kita juga adalah mitraNya.