← Daftar isi Lukas (2) · bab 20/24

MANUSIA-PENYELAMAT MENYERAHKAN DIRI-NYA SENDIRI KEPADA KEMATIAN UNTUK MERAMPUNGKAN PENEBUSAN (3)

Pembacaan Alkitab: Luk. 20:1—21:4

SATU PERTANYAAN MENGENAI KRISTUS

Dalam 20:1-38 Manusia-Penyelamat diuji oleh imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat, dan tua-tua (ay. 1-19), oleh orang-orang Farisi dan para pendukung Herodes (ay. 20-26), dan oleh orang-orang Saduki (ay. 27-38). Dalam 20:39-44 Tuhan membungkam semua penguji. Ahli-ahli Taurat menjawab dan berkata, ”Guru, jawab-Mu itu tepat sekali” (ay. 39). Dikatakan pula bahwa “mereka tidak berani lagi menanyakan apa-apa kepada Yesus” (ay. 40). Dalam 20:41-44 Tuhan selanjutnya mengajukan satu pertanyaan kepada para penguji-Nya, yaitu pertanyaan mengenai Kristus.

Dalam 20:1-38 Tuhan dikepung oleh imam-imam kepala, tua-tua, orang-orang Farisi, para pendukung Herodes, dan orang-orang Saduki, yang berusaha menjerat-Nya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang licik. Pertama, imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat, dan tua-tua, yang mewakili otoritas agama Yahudi, menanyakan kepada-Nya mengenai otoritas-Nya (ay. 2). Ini adalah satu pertanyaan menurut konsepsi agama mereka. Kedua, orang-orang Farisi yang fundamental, dan para pendukung Herodes yang politis mengajukan satu pertanyaan yang berhubungan dengan politik. Ketiga, orang-orang Saduki menanyakan kepada-Nya mengenai kebangkitan. Setelah menjawab semua pertanyaan mereka dengan bijaksana, Tuhan mengajukan satu pertanyaan kepada mereka mengenai Kristus. Ini adalah pertanyaan di atas segala pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan mereka berhubungan dengan agama, politik, dan kepercayaan. Pertanyaan Tuhan adalah mengenai Kristus, yang adalah inti dari segala sesuatu. Mereka tahu agama, politik, dan ke-percayaan, tetapi mereka tidak memperhatikan Kristus.

Dalam ayat 41-44 Tuhan berkata kepada penguji-peng-uji-Nya, ”Bagaimana orang dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah Anak Daud? Sebab Daud sendiri berkata dalam kitab Mazmur: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu. Jadi, Daud menyebut Dia ’Tuan’, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?” Sebagai Allah dalam keilahian-Nya, Kristus adalah Tuan dari Daud. Sebagai manusia dalam keinsanian-Nya, Dia adalah Anak Daud. Para penguji-Nya hanya memiliki sebagian pengetahuan alkitabiah mengenai Persona Kristus, bahwa Dia adalah Anak Daud menurut keinsanian-Nya. Mereka tidak memiliki satu bagi-an lainnya, mengenai keilahian Kristus sebagai Putra Allah. Maksud Tuhan dalam 20:41-44 adalah untuk membantu pa-ra penguji-Nya nampak bahwa Dia yang sedang ditanya oleh mereka sebenarnya adalah Tuhan.

PENGUJIAN MANUSIA-ALLAH

Kita perlu mengenal bahwa Dia yang sedang diuji di sini adalah manusia-Allah. Memang, dalam situasi itu Manusia-Penyelamat adalah manusia, tetapi Dia juga adalah Allah. Ini berarti bahwa sebagai Allah, Dia dikepung oleh para penentang yang menguji-Nya. Betapa buta, bodoh, dan bebalnya mereka! Mereka tidak sadar bahwa Dia yang sedang mereka uji adalah Allah itu sendiri.

Jika kita memiliki pemahaman ini, kita akan nampak betapa sabarnya manusia-Allah ini ketika Dia diuji oleh imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat, tua-tua, orang-orang Farisi, para pendukung Herodes, dan orang-orang Saduki. Meskipun Dia itu jujur, terus terang, dan bijaksana, tetapi Dia tidak marah terhadap mereka. Dia adalah Allah, tetapi Dia rela diuji oleh ciptaan-Nya.

Kita perlu sangat terkesan dengan fakta bahwa Dia yang sedang diuji itu adalah manusia-Allah. Pencipta dari semuanya itu dikepung oleh ciptaan-ciptaan-Nya dan diuji oleh mereka dengan cara yang licik dan hina. Meskipun demikian, Dia itu sabar dan sama sekali tidak marah. Dia menjawab mereka dengan tepat dan bijaksana.

Dalam pasal ini kita memiliki satu gambaran yang jelas dari standar moralitas yang tertinggi. Moralitas ini diekspresikan dalam kebajikan insani Tuhan dengan atribut ilahi-Nya. Di sini kita nampak kekayaan kebajikan insani Manusia-Penyelamat dengan atribut ilahi-Nya. Setelah ditanya oleh para penguji-Nya, Dia berusaha membantu mereka, ciptaan-ciptaan-Nya, untuk mengenal bahwa Dia adalah Allah dan manusia, anak manusia dan Tuhan Allah. Pertanyaan-Nya mengenai Kristus membungkam mereka.

Dalam perlambangan, domba Paskah harus diuji selama empat hari sebelum disembelih (Kel. 12:3-6). Manusia-Penyelamat, sebagai Anak Domba Paskah yang sejati (1 Kor. 5:7), juga diuji selama empat hari sebelum dibunuh. Dia datang ke Betania enam hari sebelum hari Paskah (Yoh. 12:1; Mrk. 11:1). Keesokan harinya Dia datang ke Yerusalem dan kembali ke Betania (Yoh. 12:12; Mrk. 11:11). Pada hari yang ketiga Dia kembali ke Yerusalem (Mrk. 11:12-15) dan mulai diuji oleh para pemimpin orang Yahudi menurut hukum Yahudi (Mrk. 11:27—12:37; 14:53-65; Yoh. 18:13, 19-24), dan oleh Pilatus sebagai penguasa pemerintah Romawi, berdasarkan hukum Romawi (Yoh. 18:28—19:6). Dia diuji sampai disalibkan pada hari raya Paskah (Mrk. 14:12; Yoh. 18:28). Pengujian yang licik dan menjerat dari berbagai sudut ini berlangsung tepat selama empat hari. Manusia-Penyelamat telah melalui pengujian ini, yang membuktikan bahwa Dia benar-benar layak untuk menjadi Domba yang diperlukan oleh Allah bagi penggenapan penebusan-Nya sehingga Allah dapat melewatkan orang-orang berdosa, baik orang Yahudi maupun orang bukan Yahudi.

PERINGATAN TENTANG AHLI-AHLI TAURAT

Dalam 20:46-47 Tuhan memperingatkan murid-murid-Nya tentang ahli-ahli Taurat: ”Waspadalah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar, yang suka duduk di tempat terbaik di rumah ibadat dan di tempat ter-hormat dalam perjamuan, yang menelan rumah janda-janda dan yang mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.” Setelah membungkam mulut semua penentang-Nya, Penyelamat memperingatkan murid-murid-Nya terhadap ke-munafikan dan kejahatan ahli-ahli Taurat. Ini menunjukkan bahwa mereka dikutuk oleh Tuhan yang mereka cari-cari kesalahan-Nya.

Apa yang akan Anda lakukan seandainya Anda menjadi salah satu dari ahli-ahli Taurat itu? Beranikah Anda memperlihatkan muka Anda? Saya kira ahli-ahli Taurat itu tidak tahu apa yang harus mereka katakan. Dalam firman dari Yudas 19, mereka sepertinya tidak memiliki roh, tidak ada roh sama sekali.

MEMUJI JANDA YANG MISKIN

Dalam 21:1-4 terdapat pujian dari Manusia-Penyelamat terhadap seorang janda yang miskin. Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan, dan ”Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua uang tembaga, ke dalam peti itu” (ay. 2). Bahasa Yunani yang diterjemahkan ”miskin” sebenarnya ada-lah ”melarat”. Istilah yang lebih keras daripada ”miskin” dan menunjukkan satu keadaan yang tidak memiliki uang.

Dalam ayat 3-4 Tuhan berkata, ”Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, janda miskin ini memberi lebih banyak daripada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan seluruh nafkah yang dimilikinya.” Manusia-Penyelamat adalah Allah yang hidup dalam keinsanian. Dia menaruh perhatian untuk melihat bagaimana umat Allah mengekspresikan kesetiaan mereka dalam memberikan persembahan kepada-Nya. Dengan cara ini Dia memuji kesetiaan janda itu kepada Allah. Pengamatan Manusia-Penyelamat jauh lebih dalam daripada pengamatan manusia.

Lukas 21:1-4 tidak boleh dipisahkan dari pasal 20. Dalam peringatan tentang ahli-ahli Taurat dan pujian terhadap janda yang miskin, Lukas sekali lagi memperlihatkan standar moralitas yang tertinggi kepada kita. Moralitas ahli-ahli Taurat itu sangat rendah, tetapi moralitas janda miskin itu sangat tinggi.

Mengapa Lukas menempatkan dua kejadian ini segera setelah pengujian dari para penentang terhadap Manusia-Penyelamat? Dia melakukan hal ini karena prinsip yang mengendalikan Injilnya adalah standar moralitas yang ter-tinggi. Prinsip ini mengendalikan penulisan kitab ini. Karena itu, empat ayat pertama dari pasal 21 ini harus dikaitkan dengan pasal 20, supaya kita dapat memiliki satu pan-dangan yang jelas tentang standar moralitas yang tertinggi. Orang-orang yang menguji Tuhan memiliki standar morali-tas yang rendah. Tetapi sebagai Dia yang berperilaku dalam standar moralitas yang tertinggi, Manusia-Penyelamat memuji janda yang miskin itu, karena ia juga hidup menurut standar moralitas yang tinggi.

TIGA STATUS DARI MANUSIA-PENYELAMAT

Menurut Keluaran 12, setiap keluarga harus mengambil seekor anak domba yang tidak bercacat untuk merayakan Paskah (Kel. 12:3-5). Kita dapat mengatakan bahwa Tuhan Yesus adalah Anak Domba Paskah yang ditunjuk untuk mati bagi keluarga manusia. Dalam Perjanjian Lama, domba itu harus diuji untuk menentukan apakah ia tanpa cela. Dalam Lukas 20, imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat, tua-tua, orang-orang Farisi, para pendukung Herodes dan Saduki menguji Domba Paskah yang sesungguhnya. Tetapi mereka tidak sadar bahwa Dia yang sedang mereka uji itu adalah Domba yang disediakan Allah untuk mati bagi mereka. Domba ini memiliki standar moralitas yang tertinggi. Dalam firman dari Keluaran 12, Dia itu tanpa cacat; artinya, Dia benar-benar sempurna, tanpa cacat, tanpa cela. Karena itu istilah ”tanpa cacat” sama dengan ungkapan ”standar moralitas yang tertinggi.”

Perhatikanlah, siapakah Dia yang diuji dalam Lukas 20. Dia yang diuji di sini adalah manusia-Allah, sebagai Domba Paskah. Sebagai Dia yang demikian ini, Tuhan memiliki status tiga ganda — status Allah, manusia, dan Domba Paskah. Dia adalah Domba yang ditentukan Allah dan disediakan Allah bagi keluarga Yahudi dan keluarga bukan Yahudi. Dia adalah satu-satunya Domba yang ditentukan sejak dunia dijadikan. Maka, Dia diuji bukan hanya oleh orang-orang Farisi, kelompok agamawan, melainkan juga oleh para pendukung Herodes, kelompok politisi. Ini berarti Domba Paskah ini telah diuji oleh orang Yahudi dan orang bukan Yahudi. Selain itu, sebelum Dia mati, Dia bukan hanya dicobai oleh Mahkamah Agama Yahudi, melainkan juga oleh Pilatus, Gubernur Romawi, dan oleh Raja Herodes.

Sebagai manusia-Allah, Tuhan Yesus itu unik. Dia memiliki esens ilahi dan esens insani. Esens ilahinya ada dalam keinsanian-Nya. Allah itu sebenarnya unsur esensial dari diri Tuhan. Maka, sebagai Domba Paskah, Dia tersusun secara esensial dari dua unsur — unsur ilahi dan unsur insani. Sebagai Dia yang adalah insani dan ilahi, Dia adalah manusia-Allah.

Manusia-Allah ini adalah Domba yang unik dan universal yang diuji oleh dua keluarga besar manusia, yaitu keluarga Yahudi dan keluarga bukan Yahudi. Pengujian ini membuktikan bahwa Manusia ini memiliki standar morali-tas yang tertinggi. Ini juga menyingkapkan kelicikan, keburukan, dan kehinaan dari orang-orang yang menguji-Nya. Sewaktu para penguji-Nya disingkapkan, Tuhan diwahyukan dalam hikmat, ketulusan, dan kejujuran-Nya. Pengujian yang tercatat dalam Injil Lukas ini menyatakan kesempurnaan dari Domba Paskah yang unik ini.

PENGAKHIRAN DAN PERTUNASAN

Kita telah nampak bahwa Tuhan Yesus menyingkapkan kematian dan kebangkitan-Nya kepada murid-murid-Nya sebanyak tiga kali (9:22; 9:44-45; 18:31-34). Mengapa Penye-lamat mewahyukan kematian dan kebangkitan-Nya kepada murid-murid-Nya? Jawaban yang lengkap untuk pertanyaan ini memerlukan empat belas Surat Rasul Paulus.

Kematian Tuhan melibatkan pengakhiran para pengikut-Nya. Para pengikut Manusia-Penyelamat ini semuanya berada dalam ciptaan lama, maka ciptaan lama ini perlu dibawa ke salib dan diakhiri. Setelah pengakhiran oleh salib, ada pertunasan. Untuk pertunasan perlu ada kebangkitan. Karena itu, Tuhan perlu mati dan dibangkitkan. Dia mati untuk membawa para pengikut-Nya ke dalam pengakhiran, dan Dia bangkit untuk membawa mereka ke dalam hayat yang baru.

Ketika Tuhan mengungkapkan kematian dan kebangkitan-Nya kepada murid-murid-Nya, Dia sepertinya akan memberi tahu mereka, ”Jika kalian tetap tinggal dalam ciptaan lama, kalian tidak dapat menikmati yobel. Untuk menikmati yobel kalian harus menjadi ciptaan baru. Kalian perlu di-cipta ulang. Untuk hal ini, pertama-tama kalian perlu di-akhiri, dan kemudian ditunaskan. Dengan cara ini kalian dapat menjadi ciptaan baru. Yobel bukanlah untuk ciptaan lama; yobel adalah untuk ciptaan baru. Jika kalian ingin berbagian dalam yobel, kalian perlu pergi bersama-Ku ke salib.”

Dalam Injil Markus terdapat pemikiran tentang penggantian universal. Tetapi dalam Injil Lukas terdapat pemikiran tentang pengakhiran dan pertunasan. Bila kita memiliki pengakhiran ciptaan lama dan pertunasan orang-orang yang ditebus untuk menjadi ciptaan baru, kita akan berada di dalam yobel.

MENINGGALKAN HARTA KEKAYAAN DUNIAWI

DENGAN MENERIMA MANUSIA-PENYELAMAT

SEBAGAI KESELAMATAN KITA

YANG PENUH KUAT KUASA

Dalam Injil Lukas Manusia-Penyelamat menekankan pemberesan kekayaan dan harta benda materi. Kita melihat penekanan ini dalam kasus Zakheus, yang berkata kepada Tuhan, ”Tuhan, lihatlah, setengah dari milikku akan ku berikan kepada orang miskin, dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat” (19:8). Zakheus dapat meninggalkan kekayaan dan benda-benda materi karena ia menerima Penyelamat yang hidup sebagai keselamatannya yang penuh. Ini menunjukkan bahwa kita dapat meninggalkan benda-benda materi bukan oleh ciptaan lama kita. Bahkan sekalipun kita dapat melakukan hal ini berdasarkan ciptaan lama, ini tidak berarti apa-apa. Jalan untuk meninggalkan harta kekayaan duniawi adalah menerima Penyelamat yang hidup sebagai keselamat-an kita yang penuh kuat kuasa.

Zakheus tidak mendengar berita dari Tuhan mengenai uang dan harta benda materi. Dia tidak hadir sewaktu Tuhan membicarakan hal ini dalam pasal 12, 14, 16, 17, dan 18. Namun, Zakheus menerima Manusia-Penyelamat ini sebagai keselamatannya yang penuh kuat kuasa. Karena itu, ia secara otomatis dan spontan dapat memberikan setengah dari harta kekayaannya kepada orang miskin.

Hari ini orang-orang dosa juga memerlukan Manusia-Penyelamat diinfuskan ke dalam mereka sebagai Roh yang almuhit. Ketika Tuhan diinfuskan ke dalam orang-orang de-ngan cara ini, Dia akan menjadi keselamatan mereka yang penuh.

Kasus Zakheus adalah satu ilustrasi dari kekayaan dan kealmuhitan Injil Lukas. Dalam berita-berita ini saya hanya dapat memberikan beberapa petunjuk kepada Anda untuk mempelajari kitab ini. Saya mendorong Anda meluangkan lebih banyak waktu untuk menyelidiki kekayaan dari Injil ini.