← Daftar isi Lukas (2) · bab 21/24

MANUSIA-PENYELAMAT MENYERAHKAN DIRI-NYA SENDIRI KEPADA KEMATIAN UNTUK MERAMPUNGKAN PENEBUSAN (4)

Pembacaan Alkitab: Luk. 21:5-38

Lukas 19:28—22:46 adalah satu bagian yang berhubungan dengan Manusia-Penyelamat menyerahkan diri-Nya sendiri kepada kematian untuk merampungkan penebusan. Dalam 21:5—22:46 Tuhan mempersiapkan murid-murid untuk kematian-Nya. Dalam 21:5-36 Dia melakukan hal ini dengan memberitahukan kepada mereka hal-hal yang akan datang. Hal-hal ini meliputi runtuhnya Bait Suci (ay. 5-6), malapetaka-malapetaka yang terjadi di antara keterangkatan-Nya dengan kesusahan besar (ay. 7-11), penganiayaan atas murid-murid dalam zaman gereja (ay. 12-19), kesusahan besar dan kedatangan-Nya (ay. 20-27), dan penebusan para murid serta keterangkatan para pemenang (ay. 28-36).

Manusia-Penyelamat datang ke Yerusalem dengan tujuan menyerahkan diri-Nya sendiri kepada kematian untuk merampungkan penebusan. Setelah melalui ujian yang dilakukan oleh para penentang, Dia mengambil sedikit waktu untuk mempersiapkan murid-murid-Nya bagi kematian-Nya. Dia melakukan hal ini karena mereka degil dan tidak siap. Sebab itu, selama hari-hari terakhir di Yerusalem itu, Tuhan mempersiapkan murid-murid-Nya untuk menerima kematian-Nya dan bahkan berbagian di dalamnya. Persiapan ini digenapkan dalam dua langkah utama: Pertama, dengan memberitahukan kepada mereka hal-hal yang akan datang; kedua, dengan mengadakan perjamuan malam-Nya supaya murid-murid dapat mengambil bagian dalam kematian Tu-han (22:7-23).

Dalam 21:5-36 Tuhan memberikan satu nubuat kepada murid-murid-Nya yang di dalamnya Dia menyingkapkan ke-pada mereka hal-hal yang akan terjadi dari keterangkatan-Nya sampai kedatangan-Nya kembali. Hal pertama yang di-singkapkan-Nya adalah runtuhnya Bait Suci.

RUNTUHNYA BAIT SUCI

Lukas 21:5-6 mengatakan, ”Ketika beberapa orang ber-bicara tentang Bait Allah, betapa bangunan itu dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus, Apa yang kamu lihat di situ — akan datang harinya ketika tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.” Karena murid-murid mengagumi Bait Suci itu, maka Tuhan memberi tahu mereka bahwa apa yang mereka lihat itu akan dihancurkan. Dia mewahyukan bahwa Bait suci akan diruntuhkan, dihancurkan sampai ra-ta dengan tanah. Penghancuran ini terjadi tiga puluh tahun lebih setelah kenaikan Tuhan. Dalam penggenapan nubuat Tuhan ini, Titus, pangeran Romawi, menghancurkan Yeru-salem dengan pasukan Romanya pada tahun 70 M.

MALAPETAKA-MALAPETAKA YANG TERJADI

DI ANTARA KENAIKAN-NYA DENGAN

KESUSAHAN BESAR

Dalam 21:7-11 Tuhan membicarakan mengenai malapetaka-malapetaka yang terjadi di antara kenaikan-Nya dengan kesusahan besar. Banyak pembaca Alkitab yang tidak jelas tentang bagian dari Injil Lukas ini. Setelah belajar bertahun-tahun dan memeriksa sejumlah buku-buku referensi, kita nampak bahwa ayat-ayat ini mengacu kepada malapetaka, penderitaan, dan bencana yang akan terjadi selama jangka waktu yang panjang di antara kenaikan Tuhan dengan kesusahan besar yang akan datang. Hari ini kita masih hidup di dalam periode ini.

Peperangan

Dalam ayat 7 murid-murid bertanya kepada Tuhan, dengan berkata, ”Guru, kapan itu akan terjadi? Apa tandanya, kalau itu akan terjadi?” Dalam jawaban-Nya Tuhan berkata, ”Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka. Apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu takut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera” (ay. 8-9). Peperangan dalam ayat 9 mengacu kepada semua perang dari abad pertama sampai sekarang. Peperangan ini dilambangkan oleh kuda merah dari meterai kedua dalam Wahyu 6:3-4. ”Kesudahan” adalah akhir zaman ini (Mat. 24:3; Dan. 12:4, 9, 6-7), yang akan menjadi tiga setengah tahun masa kesusahan besar.

Jika kita mempelajari sejarah, kita akan nampak bahwa sebelum kenaikan Tuhan, tidak begitu banyak peperangan. Tetapi sejak kenaikan-Nya, perang mulai bertambah. Peperangan terjadi susul menyusul. Sejarah peperangan yang panjang dari waktu kenaikan sampai sekarang ini adalah suatu penggenapan firman Tuhan dalam Lukas 21:9.

Dalam ayat 10 Tuhan selanjutnya berkata, ”Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajan.” Kata ”bangsa” di sini mengacu kepada masyarakat, orang bukan Yahudi, dan kata ”kerajaan” mengacu kepada suatu kekaisaran. Bangkitnya bangsa melawan bangsa itu mengacu kepada perang saudara, sedangkan bangkitnya kerajaan melawan kerajaan mengacu kepada perang internasional.

Gempa Bumi, Penyakit Sampar, dan Kelaparan

Dalam ayat 11 Tuhan berkata, ”Dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang menakutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.” Sejak kenaikan Kristus, gempa bumi telah bertambah. Sepanjang abad gempa bumi ini semakin banyak, dan gempa bumi ini akan makin hebat pada akhir zaman ini (Why. 6:12; 8:5; 11:13, 19; 16:18). Kelaparan adalah hasil dari pepe-rangan. Menurut sejarah, peperangan selalu membawa kelaparan, yang dilambangkan oleh kuda hitam dari meterai ketiga di dalam Wahyu 6:5-6. Gempa bumi, penyakit sampar, kelaparan, teror, dan tanda-tanda yang besar dari langit akan terus terjadi.

PENGANIAYAAN ATAS MURID-MURID

DALAM ZAMAN GEREJA

Di dalam 21:12-19 Tuhan membicarakan penganiayaan atas murid-murid dalam zaman gereja. Dalam zaman sekarang ini, yang adalah zaman gereja, orang-orang Kristen yang setia akan menderita penganiayaan. Dalam ayat 12 Tuhan berkata, ”Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku.” Di sini kata ganti ”kamu” mengacu kepada murid-murid sebagai kaum beriman yang setia dalam Kristus. ”Rumah-rumah ibadat” menunjukkan penganiayaan di negeri Yahudi, sedangkan ”raja-raja dan penguasa-penguasa” menunjukkan penganiayaan di negeri-negeri bukan Yahudi. Dalam ayat 13 Tuhan mengatakan bahwa penganiayaan ini memberi kesempatan kepada murid-murid untuk bersaksi.

Tuhan Memberikan Kata-kata Hikmat kepada Murid-murid

Dalam ayat 14-15 Tuhan melanjutkan, ”Sebab itu tetap-kanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu.” Di sini Tuhan mengatakan bahwa hati kita harus tenang dan tidak boleh tegang. Kita juga tidak perlu mempersiapkan pembelaaan kita sebelumnya. Kapan saja kita menderita penganiayaan, kita tidak boleh memikirkan sebelumnya apa yang akan kita katakan. Sebaliknya, kita harus bersandar di dalam Tuhan, karena Dia akan memberikan kata-kata hikmat kepada kita.

Sungguh bermakna bahwa dalam ayat 15 Tuhan berkata, ”Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat,” sedangkan 12:12 mengatakan, ”Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan.” Selain itu, Matius 10:20 berkata, ”Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.” Menurut catatan Markus 13:11, Tuhan berkata, ”Sebab bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Kudus.” Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa Bapa, Roh, Putra, dan Manusia-Penyelamat adalah satu. Ketika Bapa berbicara, Roh dan Putra berbicara.

Dibenci oleh Semua Orang karena Nama-Nya

Dalam Lukas 21:16-17 Tuhan melanjutkan, ”Kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku.” Di sini kita nampak, anggota-anggota keluarga pun akan menyerahkan anggota keluarganya yang lain untuk dibunuh karena kesetiaannya kepada Tuhan Yesus. Firman Tuhan di sini adalah penggenapan dari firman-Nya dalam 12:52-53: ”Karena mulai sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga. Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anak-nya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya.” Dari abad ke abad banyak keluarga yang terpecah belah selama masa peng-aniayaan.

Dengan Bertahan Mendapatkan Jiwa Kita

Dalam 21:18 Tuhan berkata, ”Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang.” Ini menunjukkan bahwa orang-orang yang setia tidak akan ada yang binasa. Ka-rena itu, pribadi-pribadi mereka pasti tidak akan binasa.

Ayat 19 berkata, ”Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.” Firman Tuhan di sini berarti kaum beriman yang setia dalam Kristus akan memelihara, menyelamatkan, mendapatkan jiwa mereka. Walaupun mereka mungkin dianiaya dan menderita dalam tubuh dan jiwanya, penderitaan itu akan menjadi keselamatan bagi jiwa mereka dalam zaman yang akan datang. Pada zaman berikutnya, ketika kerajaan datang, jiwa mereka akan di-selamatkan untuk menikmati yobel yang akan datang, dan mereka akan berbagian dalam sukacita Tuhan.

Dalam Matius 25 Tuhan berkata kepada orang-orang yang setia, ”Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuan-mu” (ay. 21, 23). Ini adalah undangan untuk berbagian dalam sukacita Tuhan. Masuk ke dalam sukacita Tuhan terutama merupakan kenikmatan dalam jiwa kita. Namun, orang-orang yang tidak setia akan kehilangan jiwa mereka selama zaman yang akan datang. Ini berarti mereka akan kehilangan kenikmatan terhadap sukacita Tuhan di dalam Kerajaan Seribu Tahun. Karena itu, firman Tuhan tentang memper-oleh jiwa kita dengan bertahan berhubungan dengan kenik-matan terhadap yobel pada zaman kerajaan yang akan datang.

KESUSAHAN BESAR DAN KEDATANGAN-NYA

Lukas 21:20-27 mengacu kepada kesusahan besar dan kedatangan Tuhan. Berapa lama jangka waktu yang akan berlangsung untuk ayat 8-19 itu tidak ada seorang pun yang tahu. Tetapi nubuat dalam ayat 20-27 akan digenapi pada tiga setengah tahun terakhir dari zaman ini, yaitu masa ke-susahan besar (Mat. 24:21), paruh kedua dari minggu terakhir yang dinubuatkan dalam Daniel 9:27. Jangka waktu itu akan dimulai dengan pendirian patung Antikristus (berhala) di Bait Allah (Mat. 24:15) dan akan berakhir dengan kedatangan Kristus yang terbuka (Luk. 21:27).

Ayat 20 mengatakan, ”Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah bahwa keruntuh-annya sudah dekat.” Ini bukan mengacu kepada tahun 70 M ketika pasukan Romawi, yang dipimpin oleh Titus, mengepung Yerusalem dan menghancurkannya. Ayat 20 mengacu kepada sesuatu yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Antikristus akan membawa pasukannya ke Yerusalem, dan kota itu akan dikepung oleh pasukannya. Beberapa guru Alkitab tidak jelas mengenai perbedaan antara pengepungan Yerusalem oleh sejumlah pasukan pada tahun 70 M dengan pengepungan terhadap kota itu oleh pasukan Anti-kristus pada suatu waktu di masa yang akan datang.

Tuhan mengatakan bahwa bila kita melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, kita akan tahu bahwa keruntuhannya sudah dekat. Kemudian orang-orang di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam kota Yerusalem harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke kota (ay. 21). Semua orang yang tetap tinggal di Yerusalem akan terlibat dalam penderitaannya.

Ayat 22-23 mengatakan, ”Sebab itulah masa pembalasan ketika semua yang telah tertulis akan digenapi. Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau menyusukan bayi pada masa itu! Sebab akan datang kesusahan yang dahsyat atas selu-ruh negeri dan murka atas bangsa ini.” ”Negeri” di sini bukan mengacu kepada seluruh bumi; melainkan, mengacu kepada tanah Palestina, tanah kudus. ”Bangsa ini” dalam ayat 23 menunjukkan orang Yahudi. Tanah Yahudi dan orang Yahudi akan menderita penganiayaan di bawah tangan Anti-kristus. Menurut ayat 24, ”Mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu.”

Ayat 25-27 mengatakan, ”Akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemas-an berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan guncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.” Malapetaka-malape-taka yang supernatural di langit ini akan mengikuti ke-susahan besar pada penutupan zaman ini. Hal ini berbeda dengan sangkakala keempat (Why. 8:12), yang akan terjadi sangat dekat dengan kesusahan besar.

Ayat 27 membicarakan tentang kedatangan Manusia-Penyelamat secara terbuka. Ini adalah aspek terbuka dari kedatangan-Nya yang akan datang.

Firman Tuhan dalam Lukas 21:20-27 mengacu kepada kesusahan besar, runtuhnya Yerusalem oleh Antikristus, dan kedatangan kembali Manusia-Penyelamat. Dalam berita selanjutnya kita akan membahas firman Tuhan mengenai penebusan para murid dan keterangkatan para pemenang.