MINISTRI MANUSIA-PENYELAMAT DALAM KEBAJIKAN INSANI-NYA DENGAN ATRIBUT ILAHI-NYA DARI GALILEA KE YERUSALEM (17)
Pembacaan Alkitab: Luk. 17:1-37
Dalam 17:20 orang-orang Farisi bertanya kepada Tuhan Yesus kapan Kerajaan Allah akan datang. Dia menjawab mereka dan berkata, ”Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu” (ay. 20-21). Jawaban Tuhan menunjukkan bahwa Kerajaan Allah bukan bersifat materi melainkan rohani. Kerajaan ini adalah Penyelamat dalam kedatangan-Nya yang pertama (ay. 21-22), dalam kedatangan-Nya yang kedua (ay. 23-30), dalam keterangkat-an para pemenang-Nya (ay. 31-36), dan dalam pemusnahan-Nya akan Antikristus (ay. 37) untuk memulihkan bumi bagi pemerintahan-Nya (Why. 11:15).
Lukas 17:22-24 membuktikan bahwa Kerajaan Allah adalah Penyelamat itu sendiri yang ada di antara orang-orang Farisi ketika Dia ditanya oleh mereka mengenai kedatangan kerajaan itu. Di mana saja Penyelamat berada, di sana ada Kerajaan Allah. Kerajaan Allah ada pada-Nya, dan Dia membawanya kepada murid-murid-Nya. Dia adalah benih Kerajaan Allah yang ditaburkan ke dalam umat pilihan Allah agar berkembang menjadi wilayah pemerintahan Allah.
KERAJAAN ALLAH DAN TUHAN
DALAM KEDATANGAN-NYA KALI KEDUA
Dalam 17:23-30 Tuhan Yesus menunjukkan bahwa Kerajaan Allah adalah Dia sendiri dalam kedatangan-Nya kali kedua. Ayat 24 mengatakan, ”Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya.” Mengenai ayat ini kita perlu sadar bahwa kedatangan Kristus kali kedua memiliki dua aspek: Yang pertama adalah aspek rahasia terhadap kaum beriman-Nya yang berjaga-jaga; yang kedua adalah aspek terbuka terhadap orang-orang Yahudi yang tidak percaya dan terhadap bangsa-bangsa bukan Yahudi. ”Kilat” di sini melambangkan aspek kedatangan Tuhan yang terbuka. Kilat tersembunyi dalam awan, menunggu kesempatan untuk memancar. Kristus juga suatu kali akan berselubungkan awan di angkasa (Why 10:1), dan kemudian Dia akan tiba-tiba menampakkan diri seperti sebuah kilat yang memancar ke bumi.
Menghakimi Dunia yang Bobrok
Dalam Lukas 17:25 Tuhan berkata, ”Tetapi Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh orang-orang zaman ini.” Kemudian dalam ayat 26-29 Dia melanjutkan menggambarkan orang-orang zaman ini, de-ngan mengatakan bahwa hari-hari Anak Manusia akan sama dengan pada zaman Nuh (ay. 26-27) dan zaman Lot (ay. 28-29). Pada zaman Nuh ada kondisi tertentu: Orang-orang terbius dengan makan, minum, kawin, dan mengwinkan. Selain itu, mereka tidak sadar sampai air bah datang dan memusnahkan mereka. Demikian pula pada hari-hari Anak Manusia. Orang-orang akan terbius oleh kebutuh-an hidup ini, dan tidak mengetahui bahwa penghakiman Allah (yang dilambangkan oleh air bah) akan menimpa mereka pada kedatangan Tuhan. Namun, kaum beriman tidak boleh terbius dan harus dengan jelas mengenal bahwa Tuhan akan datang untuk melaksanakan penghakiman Allah atas dunia yang bobrok ini.
Makan, minum, dan perkawinan semula ditetapkan Allah bagi keberadaan manusia. Tetapi karena hawa nafsu manusia, maka Iblis memanfaatkan kebutuhan hidup manusia untuk menjajah manusia dan menjauhkannya dari kepen-tingan Allah. Pada akhir zaman ini, situasi ini akan diperkuat dan akan mencapai klimaksnya menjelang hari-hari Anak Manusia.
Ciri-ciri zaman Nuh adalah makan, minum, kawin, dan mengawinkan. Ciri-ciri zaman Lot adalah makan, minum, jual, beli, menanam dan membangun. Empat ciri-ciri yang terakhir ini menunjukkan perdagangan. Perhatikanlah ciri-ciri dunia hari ini. Ciri-ciri orang-orang zaman ini adalah makan, minum, kawin, mengawinkan, menjual, membeli, menanam, dan membangun.
Penampakan Manusia-Penyelamat
Keadaan kehidupan yang jahat yang membius zaman Nuh sebelum air bah dan membius zaman Lot sebelum pemusnahan Sodom menggambarkan keadaan yang genting dari hidup manusia sebelum parousia (kehadiran, kedatangan) Tuhan dan masa kesusahan besar (Mat. 24:3, 21). Jika kita ingin mengambil bagian dalam keterangkatan para pe-menang untuk menikmati parousia Tuhan dan terlepas dari kesusahan besar, kita harus mengalahkan efek pembius dari hidup manusia hari ini.
Dalam ayat 30 Tuhan melanjutkan berkata, ”Demikianlah halnya kelak pada hari Anak Manusia dinyatakan.” Bahasa Yunani yang diterjemahkan ”demikianlah halnya” secara harfiah berarti ”menurut hal yang sama hal itu akan terjadi.” Seperti yang ditunjukkan oleh ayat 24, pada akhir zaman ini Manusia-Penyelamat akan diwahyukan seperti kilat yang memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain. Pancaran kilat itu akan menjadi penam-pakan kerajaan. Sebenarnya, kilat yang memancar itu akan menjadi penampakan Manusia-Penyelamat, penampakan se-orang Persona; namun penampakan itu juga akan menjadi penampakan Kerajaan Allah.
KERAJAAN ALLAH DAN KETERANGKATAN
KAUM BERIMAN YANG MENANG
Dipenuhi Kristus
Dalam 17:31-36 Tuhan menunjukkan bahwa Kerajaan Allah berhubungan dengan Dia dan keterangkatan kaum beriman-Nya yang menang. Ini berarti keterangkatan kaum beriman juga merupakan bagian dari Kerajaan Allah. Sebenarnya, keterangkatan juga adalah Penyelamat itu sendiri. Kita dapat memahami hal ini jika kita sadar bahwa bila kita tidak memiliki Kristus di dalam kita, kita tidak mungkin terangkat. Keterangkatan yang di dalamnya kita akan mengambil bagian adalah Kristus sendiri. Bila kita memiliki Kristus di dalam kita sampai pada suatu tingkat yang cukup, kita akan terangkat.
Kita dapat membandingkan diri kita dengan sebuah balon dan Kristus yang berhuni dengan helium yang meme-nuhi balon itu. Semakin balon itu dipenuhi dengan helium, balon itu akan semakin terangkat. Demikian pula halnya, supaya kita terangkat, kita perlu dipenuhi dengan Kristus. Karena itu, keterangkatan merupakan perihal dipenuhi de-ngan Kristus sampai pada puncaknya. Menjelang waktu ke-terangkatan, ”helium”, yaitu Kristus yang menghuni kita, akan mengangkat kita, ”balon” yang dipenuhi dengan ”he-lium”, pneuma ini.
Peringatan mengenai Istri Lot
Para pemenang tidak memelihara hayat jiwa mereka. Dalam kaitannya dengan peringatan mengenai istri Lot, para pemenang ini tidak mengasihi atau memperhatikan hal-hal materi. Ayat 31 mengatakan, ”Siapa saja yang pada hari itu sedang berada di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali.” Ini mewahyukan bahwa segan meninggalkan hal-hal duniawi dan materi akan menyebabkan kita tidak ber-bagian dalam keterangkatan para pemenang yang digambar-kan dalam ayat 34-36.
Dalam ayat 32 Tuhan berkata, ”Ingatlah akan istri Lot!” Istri Lot menjadi tiang garam karena dia menoleh ke Sodom seakan-akan segan meninggalkannya. Pandangan yang demikian menunjukkan bahwa dia mengasihi dan memus-tikakan dunia jahat yang akan dihakimi dan dimusnahkan oleh Allah. Dia diselamatkan dari Sodom, tetapi dia tidak sampai pada tempat aman yang dicapai oleh Lot (Kej. 19:15-30). Dia tidak binasa; juga tidak sepenuhnya diselamatkan. Seperti garam yang menjadi tawar (Luk. 14:34-35), dia ditinggalkan di tempat yang memalukan. Ini merupakan suatu peringatan yang serius kepada kaum beriman yang menga-sihi dunia.
Istri Lot diselamatkan dari Sodom oleh para malaikat, tetapi hatinya masih berada di dalam kota yang jahat itu. Waktu malaikat-malaikat itu membawa Lot dan istrinya, mereka berkata, ”Larilah, selamatkanlah nyawamu, janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap” (Kej. 19:17). Lot dan istrinya diperintahkan untuk lari ke depan dan jangan menoleh ke belakang. Sodom benar-benar berada di bawah penghukuman Allah dan akan dimusnahkan. Mereka harus melupakannya. Namun istri Lot tidak dapat melupakan kota Sodom, ia masih ingin menoleh ke belakang ke kota itu, maka ia segera menjadi tiang garam: ”Tetapi istri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam” (Kej. 19:26).
Peringatan mengenai istri Lot berhubungan dengan peringatan mengenai garam yang menjadi tawar dalam Lukas 14:34-35. Bila kita menjajarkan 14:34-35 dengan 17:32, kita akan nampak bahwa seorang milik Tuhan dapat menjadi garam yang tawar, bahkan menjadi sebuah tiang garam yang tawar. Kita dapat mengatakan bahwa istri Lot memiliki garam, tetapi garamnya telah kehilangan rasanya. Sungguh memalukan!
Kita telah nampak bahwa dalam 14:35 garam mungkin terdapat di dalam salah satu dari tiga tempat ini: tanah, pupuk, atau tempat lain (bukan di dalam tanah atau pupuk). Dalam kasus istri Lot, juga ada tiga tempat: kota Sodom, tempat Lot diselamatkan, dan tempat di antara keduanya, yaitu satu tempat yang memalukan, tempat istri Lot tetap tinggal di sana sebagai tiang garam.
Tidak banyak pemimpin-pemimpin dan guru-guru Kristen yang melihat tempat yang ketiga ini. Kebanyakan mereka mengajarkan bahwa hanya ada dua tempat, tempat bagi orang-orang yang diselamatkan dan tempat bagi orang-orang yang tersesat. Tetapi menurut wahyu Perjanjian Baru, ada satu tempat yang ketiga. Ini bukanlah tempat bagi orang-orang yang diselamatkan maupun tempat bagi orang-orang yang tersesat; melainkan satu tempat yang memalukan.
Jika kita mengasihi Tuhan dan diperingatkan oleh kasus istri Lot, kita tidak akan memperhatikan benda-benda materi atau meletakkan hati kita padanya. Kita bukan me-melihara hayat jiwa kita dengan mengasihi benda-benda materi, melainkan dipenuhi dengan Kristus sebagai helium surgawi. Kemudian kita akan bangkit dalam keterangkatan.
Tidak Memelihara Hayat Jiwa Kita
Setelah mengingatkan kita tentang istri Lot, Tuhan Yesus selanjutnya berkata, ”Siapa saja yang berusaha me-melihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan siapa saja yang kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya” (ay. 33). Memelihara nyawa (hayat jiwa) adalah membiarkan jiwa mendapatkan kenikmatannya dan tidak menderita. Kehilangan hayat jiwa adalah membuat jiwa menderita kehilangan kenikmatannya. Jika para pengikut Manusia-Penyelamat membiarkan jiwa mereka mendapatkan kenikmatannya pada zaman ini, mereka akan membuat jiwa mereka kehilangan kenikmatannya pada zaman kerajaan yang akan datang. Jika mereka membiarkan jiwa mereka menderita kehilangan kenikmatannya demi Manusia-Penyelamat pada zaman ini, mereka akan membuat jiwa mereka mendapatkan kenikmatannya pada zaman kerajaan yang akan datang, yaitu mengambil bagian dalam sukacita Tuhan dalam memerintah atas bumi (Mat. 25:21, 23).
Memelihara hayat jiwa berhubungan dengan enggan meninggalkan hal-hal duniawi dan hal-hal materi yang disinggung dalam Lukas 17:31. Kita enggan meninggalkan hal-hal duniawi karena kita memperhatikan kenikmatan jiwa kita pada zaman ini. Hal ini akan membuat kita kehilangan jiwa kita; yaitu jiwa kita akan menderita kehilang-an kenikmatannya pada zaman kerajaan yang akan datang.
Keterangkatan Berhubungan dengan Praktek Hidup Kita
Dalam 17:34-35 Tuhan berkata, ”Aku berkata kepada mu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Ada dua orang perempuan bersama-sama menggiling gandum, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.” Ayat-ayat ini menyingkapkan keterangkatan kaum beriman yang menang. Ini akan terjadi secara tersembunyi dan tiba-tiba, pada malam hari bagi kaum beriman yang sedang tidur, dan pada siang hari bagi beberapa saudari yang sedang menggiling gandum di rumah dan beberapa saudara yang sedang bekerja di ladang. Mereka dipilih karena mereka telah mengalahkan efek pembius dari zaman ini.
Dalam 14:25-35 Penyelamat menyuruh kita membayar harga semampu kita, supaya kita dapat mengikuti-Nya. Dalam 16:1-13, Dia menyuruh kita mengalahkan Mamon, supaya kita dapat melayani Dia dengan bijaksana sebagai hamba-hamba yang setia. Di sini, dalam 17:22-37, Dia menyuruh kita mengalahkan efek pembius dari hidup yang mengumbar diri pada zaman ini supaya kita boleh diangkat ke dalam kenikmatan parousia-Nya. Semua nasihat ini ber-hubungan dengan kaum beriman pemenang dalam hidup mereka yang nyata.
Dalam 17:34-35 Tuhan mengatakan bahwa ”yang seorang akan dibawa.” Ini mengacu kepada keterangkatan para pemenang, yang tidak menyelamatkan hayat jiwa mereka dengan mengasihi hal-hal duniawi dari zaman ini. Orang-orang yang dibawa dengan cara ini akan diangkat sebelum masa kesusahan besar (Mat. 24:21), yang akan merupakan suatu kesusahan yang sangat hebat bagi seluruh penduduk bumi (Why. 3:10). Jadi, terangkat adalah dikeluakan dari masa kesusahan yang akan menimpa seluruh penduduk bumi, untuk menguji mereka yang diam di bumi (Why. 3:10).
Kata ”mengilang” dalam Lukas 17:35 dan kata ”di ladang” dalam Matius 24:40 melambangkan bekerja untuk keperluan hidup. Meskipun kaum beriman tidak boleh terbius oleh kebutuhan hidup ini, tetapi mereka perlu bekerja untuk hidup. Pemikiran tentang tidak usah bekerja untuk hidup adalah salah satu taktik Iblis yang ekstrim.
Tidak Semua Orang Beriman Diangkat Sekaligus
Dalam 17:34-36 kita nampak bahwa ada orang yang sedang tidur akan diangkat pada malam hari, dan ada saudari yang sedang menggiling gandum dan ada saudara yang bekerja di ladang akan diangkat pada siang hari. Di sini kita nampak bahwa keterangkatan ini akan melibatkan orang-orang kudus di berbagai tempat dan pada waktu yang berbeda-beda. Bila keterangkatan ini terjadi, maka akan ada orang yang diangkat pada malam hari, dan yang lainnya diangkat pada siang hari, tergantung pada tempat mereka hidup di bumi. Mungkin orang-orang kudus di Timur Jauh akan diangkat pada malam hari, dan orang-orang kudus di Barat akan diangkat pada siang hari.
Dalam ayat-ayat ini kita nampak bahwa tidak semua orang yang tidur, menggiling gandum, atau bekerja di ladang akan diangkat. Ini menunjukkan bahwa tidak semua orang beriman diangkat sekaligus. Tuhan mengatakan bahwa akan ada dua orang di rumah, yang satu akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Hal yang sama akan terjadi pada dua orang yang menggiling gandum dan dua orang yang bekerja di ladang. Dalam setiap kasus, yang ditinggalkan tidak akan tahu ke mana perginya orang yang dibawa itu. Ini adalah keterangkatan dari kaum beriman yang berjagajaga.
Guru-guru fundamental Alkitab tidak percaya bahwa keterangkatan para pemenang berbeda dengan keterangkatan kaum beriman pada umumnya. Dengan kata lain, mereka tidak percaya kepada apa yang disebut ”keterangkatan sebagian”. Guru-guru fundamental itu hanya percaya kepada apa yang disinggung dalam 1 Tesalonika 4. Mereka tidak percaya bahwa Matius 24 dan Lukas 17 membicarakan keterangkatan dari kaum beriman yang menang, yang berjaga-jaga. Namun, sewaktu kita membahas pasal-pasal ini, kita sadar bahwa satu-satunya cara untuk menafsirkan bagian-bagian itu adalah menganggapnya sebagai pembicaraan tentang keterangkatan kaum beriman yang menang.
KERAJAAN ALLAH ADALAH PERSONA
YANG HIDUP
Kita perlu memahami 17:21-37 dalam terang dari pertanyaan yang diajukan oleh orang-orang Farisi dalam ayat 20. Orang-orang Farisi bertanya kepada Tuhan kapan Kerajaan Allah akan datang, dan jawaban-Nya, diberikan dalam semua ayat berikutnya. Jawaban-Nya mencakup semua hal yang diliput dalam ayat 20b sampai 37. Dalam jawaban-Nya Tuhan menunjukkan bahwa Kerajaan Allah sebenarnya adalah diri-Nya sendiri dalam kedatangan-Nya kali pertama, dalam penderitaan-Nya, dalam kedatangan-Nya kali kedua, dan dalam keterangkatan para pemenang-Nya. Dalam semuanya ini, Dia ada di dalam kita sebagai Kerajaan Allah.
Kerajaan Allah bukanlah suatu organisasi atau suatu alam materi. Melainkan adalah, Putra Allah sebagai hayat ditaburkan ke dalam kaum beriman untuk bertumbuh dan berkembang menjadi suatu wilayah rohani tempat Allah memerintah dalam hayat. Maka, Kerajaan Allah adalah satu Persona yang hidup. Persona yang hidup ini adalah Kerajaan Allah dalam kedatangan-Nya kali pertama dan dalam penderitaan-Nya, dan Dia juga akan menjadi kerajaan dalam kedatangan-Nya kali kedua dan dalam keterangkatan kaum beriman-Nya yang menang. Dalam setiap hal ini, Persona yang hidup ini adalah Kerajaan Allah.
Saya dapat bersaksi bahwa saya telah melihat bagian dari Injil Lukas ini selama lebih dari setengah abad. Saya berulang-ulang membaca bagian ini, mempelajarinya, dan menyelidikinya, mencari penafsiran yang tepat. Setelah mempelajari keempat kitab Injil secara menyeluruh, saya dibawa kepada satu kesimpulan mengenai Kerajaan Allah seperti yang diwahyukan di sini, satu kesimpulan yang saya yakin tepat.
Lukas 17:20-37 mewahyukan bahwa Kerajaan Allah adalah Putra Allah sebagai benih hayat yang ditaburkan ke dalam umat pilihan Allah untuk bertumbuh dan berkembang di dalam mereka menjadi suatu wilayah rohani tempat Allah memerintah dan berkuasa dalam hayat ilahi-Nya. Kerajaan ini sebenarnya adalah satu Persona yang hidup. Ketika Dia datang, Kerajaan Allah pun datang. Kerajaan ini datang dalam kedatangan Tuhan kali pertama dan dalam penderitaan-Nya; dan kerajaan ini akan datang dalam kedatangan-Nya kali kedua, dalam keterangkatan orang-orang kudus-Nya yang menang; dan seperti yang sekarang akan kita lihat, dalam pemusnahan Antikristus.
KERAJAAN ALLAH DAN PEMUSNAHAN
ANTIKRISTUS
Lukas 17:37 mengatakan, ”Kata mereka kepada Yesus: Di mana, Tuhan? Kata-Nya kepada mereka: Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung-burung nasar.” Ini adalah satu ayat yang sangat misterius, dan saya telah dibingungkan oleh ayat ini selama lebih dari lima puluh tahun. Akhirnya, setelah dengan teliti mempelajari Alkitab dan tulisan-tulisan lainnya, saya menyimpulkan bahwa ayat ini berkenaan dengan Tuhan menghancurkan Antikristus.
Antikristus akan menjadi penyebab kesusahan besar. Jadi, dialah yang perlu dihakimi dan dihancurkan. Sama seperti semua orang mati di dalam Adam (1 Kor. 15:22), demikian juga Antikristus yang jahat dengan pasukan jahatnya, yang akan berperang melawan Tuhan di Harmagedon (Why. 19:17-21), adalah satu mayat yang berbau busuk di mata Tuhan, cocok untuk dimakan burung nasar. Dalam Alkitab, Tuhan dan orang-orang yang bersandar kepada-Nya digambarkan seperti burung rajawali (Kel. 19:4; Ul. 32:11; Yes. 40:31), dan pasukan penghancur musuh yang tangkas digambarkan seperti burung rajawali yang terbang (Ul. 28:49; Hos. 8:1 NASV), demikian juga burung-burung nasar di sini, burung sejenis rajawali ini, pasti mengacu kepada Kristus dan para pemenang, yang akan datang sebagai pasukan terbang yang tangkas untuk ber-perang melawan Antikristus dan pasukannya dan menghancurkan mereka, sehingga melaksanakan penghakiman atas mereka di Harmagedon. Ini menunjukkan bahwa bukan hanya pada saat penampakan-Nya ke bumi Kristus akan bersama orang-orang kudus-Nya yang menang berada di tempat Antikristus bersama pasukannya, tetapi juga Kristus bersama para pemenang-Nya akan muncul dengan tangkas di angkasa seperti burung nasar. Hal ini berhubungan dengan kilat yang memancar dalam Lukas 17:24.
Sekarang kita memiliki jawaban Tuhan yang tuntas terhadap pertanyaan yang diajukan oleh orang-orang Farisi mengenai kedatangan Kerajaan Allah. Jawabannya adalah ketika Putra Allah datang untuk kali pertama, kerajaan itu datang bersama-Nya, dan ketika Dia pergi ke salib, kerajaan itu pergi bersama-Nya. Selanjutnya, ketika Dia datang kem-bali, kerajaan itu akan datang kembali bersama-Nya. Ketika orang-orang kudus-Nya yang menang terangkat, Kerajaan Allah akan ada di sana. Akhirnya, ketika Antikristus di-kalahkan oleh Kristus yang akan datang, Kerajaan Allah juga akan ada di sana. Dari semuanya ini kita nampak bahwa Kerajaan Allah sebenarnya adalah Persona Manusia-Penyelamat yang hidup. Karena Dia adalah Kerajaan Allah, maka di mana saja Dia berada, di sanalah Kerajaan Allah berada. Kapan saja Dia muncul, Dia muncul sebagai Kera-jaan Allah.
RINGKASAN
Sekarang marilah kita meringkas secara sederhana keseluruhan pasal 17 ini. Dalam pasal ini Tuhan mengajar kita agar tidak menyandung orang lain, selalu dengan sukarela mengampuni bila orang lain bersalah kepada kita, beriman kepada Allah yang berdaulat, dan menganggap diri kita sendiri sebagai hamba-hamba yang tidak berguna. Jika kita melakukan hal-hal ini, kita akan terjaga dalam standar moralitas yang tertinggi. Sebagai orang-orang dengan standar moralitas yang demikian tinggi, kita tidak akan menyan-dung orang lain atau disandung oleh mereka. Karena kita beriman kepada Allah, maka kita tidak akan mengeluh. Selain itu, kita tidak menganggap diri sendiri besar, berguna, dan berfaedah terhadap Allah dan orang lain, tetapi kita merendahkan diri kita sendiri dan mengatakan bahwa kita adalah hamba-hamba yang tidak berguna. Lagi pula, kita akan menyadari betapa Penyelamat penuh dengan rahmat. Ketika sepuluh orang kusta datang kepada-Nya, Dia tidak memilih-milih, pilih kasih, melainkan menyembuhkan mereka semua.
Dalam pasal ini kita juga nampak bahwa ketika orang-orang Farisi ingin menyulitkan Tuhan dengan satu pertanyaan yang sukar mengenai Kerajaan Allah, Dia menyatakan dalam jawaban-Nya bahwa Kerajaan Allah sebenarnya adalah satu Persona yang hidup, Manusia-Penyelamat itu sendiri. Realitas rohani dari Persona yang adalah Kerajaan Allah ini tidak dapat diselidiki dengan mata jasmani. Maka, Kerajaan Allah tidak datang dengan tanda-tanda lahiriah. Untuk melihat realitas rohani Kerajaan Allah, kita memerlukan penglihatan rohani. Kerajaan Allah, sebagai Persona yang hidup dari Tuhan itu sendiri, muncul dalam kedatangan-Nya kali pertama dan dalam penderitaan-Nya, dan kerajaan ini akan muncul dalam kedatangan-Nya kali kedua, dalam keterangkatan kaum beriman-Nya yang menang, dan dalam pemusnahan Antikristus dan pasukannya.