← Daftar isi Ministri Firman Allah · bab 8/17

KRISTUS SEBAGAI FIRMAN ALLAH SATU

Yohanes 1:1-2 mengatakan, “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.” Dalam ayat ini dikatakan bahwa Anak Allah adalah Firman. Kristus adalah Firman Allah. Maka ministri firman adalah ministri Anak Allah. Melayani gereja dengan firman Allah berarti melayani gereja dengan Anak Allah. Seorang ministri firman mendispensikan firman Allah. Sma seperti tujuh diaken di dalam Kisah Para Rasul 6 yang mendispensikan pelayanan makanan kepada kaum beriman, seorang minister firman adalah seorang yang mendispensikan firman kepada orang lain. Firman ini bukan hanya kata-kata tetapi seorang persona. Firman ini adalah Kristus sendiri. Karena alasan ini, melayani orang lain dengan firman berarti melayani mereka dengan Anak Allah. Seorang minister firman melayani gerja dengan meministrikan Anak Allah.

Beberapa orang hanya bisa melayani dengan pengajaran Alkitab. Mereka tidak bisa melayani orang lain dengan Tuhan Yesus. Mereka hidup di alam huruf-huruf. Mereka hanya bisa melayani dengan kebenaran, doktrin, dan pengajaran. Pelayanan mereka hanya sampai di sana. Mereka tidak bisa melayani dengan Kristus yang ada di dalam firman. Mereka tidak bisa meministrikan Kristus kepada orang lain. Inilah yang terjadi dengan banyak orang. Firman Allah adalah Kristus. Alkitab bukan hanya sebuah buku, bukan hanya sekedar halaman tulisan yang darinya manusia menerima doktrin dan pengajaran. Jika Alkitab, sebuah buku, terpisah dari persona Kristus, buku itu seperti benda mati. Di satu sisi, Alkitab itu sebuah buku; di sisi lain adalah Kristus sendiri. Jika seorang hanya tinggal di satu sisi, yang dia miliki hanyalah sebuah buku, dan dia tidak bisa melayani sebagai minister firman Allah. Dia hanya bisa meministrikan doktrin, kebenaran, dan pengajaran; tetapi dia tidak bisa meministrikan Kristus. Hanya orang-orang yang berada pada sisi yang kedualah yang bisa meministrikan Kristus kepada orang lain.

DUA

Perkataan Paulus sangat jelas. Dia berkata, “Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang juga pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian”(2 Kor. 5: 16). Hari ini kita tidak mengenal Kristus menurut daging; sebaliknya, kita harus mengenal Dia menurut Roh. Dengan kata lain, kita tidak mengenal Dia sebagai Yesus dari Nazaret yang berjalan di atas bumi secara sejarah. Hari ini, kita mengenal Dia sebagai Kristus di dalam Roh. Kita harus ingat bahwa mereka yang hanya mengenal Dia sebagai salah satu tokoh sejarah tidak perlu mengenal Dia sama sekali. Banyak orang-orang Yahudi berpikir bahwa mereka mengenal Tuhan. Mereka berkata, “Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?” (Mat. 13:55-56). Mereka berpikir bahwa mereka mengenal Dia karena mereka mengetahui hal-hal ini. Tetapi kita tahu bahwa mereka tidak mengenal Dia.

Yohanes pembaptis adalah seorang manusia dari Allah. Tetapi dia mengakui dan berkata, “Inilah yang diberitakannya: "Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus" (Mrk. 1:7-8). Membungkuk dan membuka tali kasut merupakan pekerjaan seorang budak pada masa kerajaan Romawi. Ketika tuan datang di depan pintu, budak itu membungkuk dan membuka tali kasutnya. Pekerjaan ini sangat memalukan. Yohanes tahu bahwa Dia yang datang kemudian lebih besar dari dirinya. Apakah dia mengerti hal itu? Jawabannya adalah ya. Tetapi dia tidak tahu bahwa Tuhan Yesus adalah Seorang yang datang setelah dirinya. Dia tidak jelas akan hal itu. Sejauh hubungan daging, Yohanes adalah sepupu Yesus. Mereka saling mengenal sejak kecil. Tetapi dia tidak mengenal bahwa Tuhan Yesus adalah Seorang yang datang setelah dirinya. Dia berkata, “Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu. Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia” (Yoh. 1:33-34). Pada hari Tuhan Yesus dibaptis, Roh Kudus turun ke atas diri-Nya, dan Yohanes mengakui Yesus, seorang yang telah dikenal sebagai sepupunya selama tiga puluh tahun, adalah Anak Allah. Sebelum kejadian hari itu, dia dekat dengan Tuhan dan akrab dengan-Nya. Tetapi dia tidak mengenal Dia. Rohlah yang membuka matanya mengakui Dia sebagai Seorang itu. Seorang boleh saja bersama dengan Tuhan Yesus selama tiga puluh tahun di bumi dan tetap gagal untuk mengenal Dia. Selama tiga puluh tahun itu, Yohanes Pembaptis mengenal Tuhan. Tetapi Yohanes hanya mengenal Dia sebagai sepupunya. Dia tahu sejarah Yesus, Yesus dari Nazaret, tetapi dia tidak menyadari bahwa Yesus ini adalah Allah.

Tuhan Yesus adalah Allah. Ketika Dia hidup di bumi dalam persembunyian di antara manusia, manusia tidak mengenal Dia. Allah bersembunyi di antara manusia dan manusia tidak mengenali Dia sebagai Allah. Perlu Roh Allah membuka mata manusia sebelum mereka bisa menyadari Yesus sebagai Anak Allah dan Kristus. Alkitab pun sama halnya seperti Yesus dari Nazaret ini. Sejujurnya Alkitab adalah sebuah buku. Mungkin sedikit spesial dibandingkan dengan buku-buku yang lain. Tetapi ketika Roh Allah membuka mata manusia, dia akan melihat bahwa buku ini bukan buku biasa; melainkan wahyu Allah. Mewahyukan Anak Allah. Sama seperti Yesus dari Nazaret adalah Anak Allah yang hidup. Apabila kita hanya melihat ini sebagai sebuah buku, kita tidak mengenal Alkitab Allah. Mereka yang mengenal Yesus, mengenal Anak Allah. Demikian juga, mereka yang mengenal Alkitab harus tahu bahwa Tuhan Yesus adalah Anak Allah. Mereka harus mengenal Anak Allah yang disebutkan di dalam Alkitab. Buku ini—mewahyukan Anak Allah; mewahyukan Kristus. Buku ini bukan buku biasa.

Ketika Tuhan Yesus hidup di bumi, orang-orang yang mengenal masa lalu-Nya memiliki banyak perkataan mengenai Dia. Mereka mengkritik Dia dari berbagai sisi. Beberapa orang berkata bahwa Dia adalah Yeremia; yang lain mengatakan Dia adalah salah satu nabi. Yang lainnya mengatakan ini dan itu. Tetapi Tuhan Yesus bertanya kepada murid-murid, "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Petrus menjawab, "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kemudian apakah yang Tuhan katakan? Dia berkata, “Bukan darah dan daging yang menyatakan hal ini kepadamu, tetapi Bapa-Ku yang di surga.” Pengetahuan Tuhan Yesus tidak berasal dari daging dan darah, tetapi dari wahyu surgawi. Selanjutnya, Tuhan berkata, “dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku” (Mat.16:15-18). Tanpa wahyu sedemikian tidak akan ada gereja. Inilah dasar gereja. Seluruh gereja dibangun di atas dasar ini. Ketika seorang mengenali sejarah Yesus adalah Kristus Allah dan Anak, penglihatan ini menjadi dasar yang di atasnya gereja dibangun.

Beberapa orang meratap mengatakan, “Aku terlahir terlambat dua ribu tahun. Seandainya aku dilahirkan lebih awal dua ribu tahun yang lalu, aku bisa pergi ke Yerusalem dan bisa melihat Tuhan Yesus secara langsung. Orang-orang Yahudi tidak percaya Yesus adalah Anak Allah, tetapi aku pasti akan percaya.” Tetapi jika orang ini pun hidup, berjalan, dan bekerja bersama Tuhan Yesus setiap hari, mereka tetap tidak mengenal Dia. Mereka hanya mengenal manusia Yesus, mereka tidak akan mengenal siapa Dia sebenarnya. Ketika tuhan Yesus di bumi, banyak orang menerka siapa Dia. Mereka menyadari diri Tuhan sangat spesial dan Dia berbeda dari orang lain. Tetapi mereka tidak mengenal Dia. Namun, Petrus adalah orang yang tidak perlu menebak siapa Dia. Dia melihat Dia dan mengenal Dia. Bagaimana Petrus mengenal Dia? Pertama, Allah menerangi Dia dan menunjukkan kepadanya bahwa Yesus dari Nazaret adalah Kristus, Anak Allah. Tanpa wahyu Allah, seorang bisa saja mengikuti Tuhan dan tetap tidak melihat. Bahkan jika seorang mengikuti Tuhan ke Kaisarea Filipi, dia tetap tidak akan mengenal Dia. Seorang bisa bersama Tuhan setiap hari dan tetap tidak mengenal siapa Dia. Dia tidak dikenal lewat pengenalan luaran tetapi melalui wahyu. Pengetahuan Tuhan Yesus datang dari wahyu, bukan dari pengenalan. Jika Anda tidak mempunyai wahyu, Anda akan hidup dengan Dia selama sepuluh tahun tanpa mengenal siapa Dia yang sebenarnya. Anda hanya akan mengetahui Dia adalah Kristus dan Anak Allah ketika Anda memiliki wahyu Allah, ketika Dia berbicara kepada Anda, dan ketika Dia membuka mata batiniah Anda. Pengenalan luaran bukan pengenalan yang sejati tentang Dia.

Sama halnya dengan Alkitab. Firman Allah adalah seorang persona, dan firman Allah pun sebuah buku. Firman Allah adalah Yesus dari Nazaret, dan firman-Nya adalah Alkitab. Kita perlu Allah membuka mata kita sebelum kita bisa mengenali Yesus dari Nazaret adalah Firman Allah dan Anak Allah. Demikian juga halnya, Allah harus membuka mata kita sebelum kita mengenali Alkitab sebagai firman Allah dan wahyu Anak-Nya. Mereka yang mengenal dan telah membaca dan mempelajarinya selama bertahun-tahun tidak perlu mengenal Alkitab. Perlu wahyu Allah. Allah hanya memberikan wahyu yang hidup.

Kisah penyembuhan perempuan yang sakit pendarahan dalam Markus 5 menunjukkan kepada kita bahwa banyak orang mendesak Tuhan Yesus, tetapi tidak ada seorang pun yang menjamah Dia. Di antara mereka, hanya perempuan yang sakit pendarahan yang menjamah jubah Tuhan. Perempuan itu berpikir jika dia bisa menjamah jubah Tuhan, dia akan sembuh. Dia mempunyai iman, dan dia sangat peka. Dia datang untuk menjamah Tuhan. Segera setelah dia menjamahnya, dia pun sembuh. Tuhan segera bertanya, “Siapa yang menjamah jubah-Ku?” Ketika murid-murid mendengar hal ini, mereka menjawab, "Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?” (ay.30-31). Murid-murid mengeluh mengenai kerumunan orang yang mendesak Dia dari segala penjuru dan heran bagaimana Tuhan bisa bertanya siapa yang menjamah diri-Nya. Setelah ada yang menjamah diri-Nya, Tuhan dengan segera bisa mengetahuinya dan bisa merasakannya. Banyak orang mendesak Dia, tetapi tidak terjadi apa pun pada mereka. Tetapi seorang yang menjamah Dia mengalami perubahan yang cepat. Hari ini, bahkan jika Tuhan berdiri tepat di sebelah Anda, Dia pun tidak akan melakukan apapun jika Anda hanya berdesakan. Hanya mereka yang memiliki iman dan daya pembeda yang menjamah jubah-Nya dan mengenal siapa Dia. Manusia ini adalah Yesus dari Nazaret, tetapi Dia juga Anak Allah. Yesus dari Nazaret adalah Anak Allah. Banyak orang mendesak Yesus dari Nazaret, tetapi mereka tidak menjamah Anak Allah. Banyak orang menjamah aspek luaran Yesus, tetapi mereka tidak menjamah Anak Allah.

Prinsip yang sama bisa diterapkan pada pembacaan Alkitab kita. Banyak orang “mendesak” Alkitab, tetapi hanya sedikit yang menjamah Anak Allah. Anda bisa menjamah Anak Allah melalui Yesus dari Nazaret. Anda juga bisa menjamah Anak Allah melalui Alkitab. Masalah pada kebanyakan orang adalah mereka hanya melihat Alkitab, mereka tidak menjamah Anak Allah. Ketika Tuhan Yesus di bumi, orang-orang hanya mengenal Dia menurut dua alam yang berbeda. Di alam yang satu orang-orang mendengar suara-Nya dan menyelidiki gerak-gerik-Nya tetapi sama sekali tidak mengenal Dia. Di alam yang satunya, ada seorang perempuan yang menjamah jubah-Nya dan disembuhkan. Banyak orang melihat Dia, tetapi hanya satu orang yang mengetahui bahwa Allah ada bersama dengan Yesus dari Nazaret ini. Saya kuatir ketika kita memperkenalkan Yesus dari Nazaret kepada orang lain, kita hanya memperkenalkan Yesus dari Nazaret secara daging. Saya juga takut, saat kita memperkenalkan Alkitab kepada orang lain, kita hanya mempresentasikan sebuah buku kepada mereka. Kita harus ingat bahwa mereka yang mendesak Yesus dari Nazaret tidak menerima keuntungan apa pun untuk diri-Nya sendiri. Banyak orang sakit tidak disembuhkan meskipun mereka mendesak Dia. Sama halnya, mereka yang mendesak Alkitab tidak menerima apa pun dari buku ini. Mereka tidak menerima apa-apa, sama seperti kerumunan orang yang tidak menerima apa pun dari buku ini. Mereka tidak menerima apa-apa, sama seperti kerumunan orang yang tidak menerima apa pun dari Yesus orang Nazaret. Tetapi beberapa orang menerima terang yang di dalam, dan mereka menjamah Anak Allah di dalam buku ini. Perkataan yang Tuhan katakan kepada kita adalah roh dan hayat. Setelah kita menjamah hal ini, kita menjamah ministri firman. Apa yang kita tampilkan kepada orang lain seharusnya bukan hanya buku yang sederhana. Saat mempresentasikan buku, kita juga harus mempresentasikan Anak Allah kepada mereka. Seorang minister firman adalah seorang yang melayani orang lain dengan firman Allah, juga melayani mereka dengan Anak Allah. Kita melayani manusia dengan Kristus. Hanya saat kita mempresentasikan manusia dengan Kristus, kita bisa melayani sebagai seorang minister firman.

Beberapa orang hanya mengenal sejarah Yesus. Mereka tidak mengenal Anak Allah sama sekali. Ketika banyak orang membaca Alkitab, mereka hanya mengenal sejarah Yesus, mereka tidak pernah menjamah Anak Allah di dalam Alkitab. Alkitab bukan hanya sebuah buku, sama seperti Yesus bukan hanya seorang manusia. Di dalam Alkitab kita bisa menemukan Kristus. Jika kita hanya menjamah buku tanpa menjamah Anak Allah, kita tidak akan memiliki ministri firman.

Dalam Lukas 24:13-31, Tuhan Yesus bertemu dengan dua orang murid yang sedang menuju Emaus, dan Dia berjalan dengan mereka. Sementara mereka berjalan, Tuhan mengajukan pertanyaan kepada mereka dan mereka menjawabnya, atau mereka yang bertanya dan Tuhan yang menjawab. Pembicaraannya tidak singkat, dan Tuhan membukakan Alkitab kepada mereka. Ketika mereka mendekati Emaus, mereka mendesak Dia dan berkata, "Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam”(ay.29). tuhan masuk dan tinggal dengan mereka. Mereka bahkan mengundang Tuhan untuk makan dengan mereka. Selama perbincangan yang panjang, mereka tidak mengenal Tuhan Yesus. Hanya saat Tuhan mengambil roti, memberkati, dan memecahkannya, dan membagikannya kepada mereka, barulah mata mereka terbuka. Mereka mengenali Tuhan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ketika orang itu berjalan bersama dengan Tuhan, dia tetap tidak mengenalTuhan. Bahkan ketika dia berbicara dengan Tuhan, dia masih juga tidak menyadari siapa Tuhan.

Saudara saudari, bahkan jika Tuhan berbicara kepada kita, kita masih tidak akan mengenal siapa Dia. Bahkan jika Dia tinggal dengan kita, kita mungkin masih tidak mengenal Dia. Kita harus mengenal Tuhan lebih dalam daripada pengetahuan yang bisa kita dapatkan dari tinggal bersama-Nya, berjalan dengan Dia, atau berbicara kepada-Nya. Kita hanya akan mengenal Dia ketika Dia membuka mata kita. Berjalan dengan Dia, berbicara dengan Dia, dan membiarkan Dia menyingkapkan Alkitab untuk kita tidak menjamin bahwa kita akan mengenal Dia. Kita harus menyadari bahwa pengetahuan yang sejati akan Tuhan lebih dalam daripada hal-hal ini. Kita mungkin meratap di dalam hati kita karena kita tidak bersama dengan-Nya ketika Dia hidup di bumi, tetapi kita harus menyadari bahwa meskipun kita bersama dengan-Nya, kita tidak akan mengenal Dia seperti hari ini. Hari ini, saudara yang paling rendah atau paling lemah lebih mengenal Tuhan Yesus dibandingkan Petrus. Ketika Tuhan Yesus hidup di bumi, dua belas orang murid mengenal Dia tetapi tidak lebih unggul dibandingkan pengenalan saudara yang paling lemah di antara kita hari ini. Kita tidak seharusnya berpikir bahwa kita akan mengenal Dia hanya dengan cara tinggal bersama dengan-Nya beberapa tahun. Kita harus menyadari bahwa Tuhan yang dikenal oleh murid-murid di dalam roh mereka tidak ada bedanya dengan Tuhan yang kita kenal di dalam roh kita hari ini.

Pertanyaannya adalah apa yang menyusun pengetahaun yang sejati akan Tuhan. Pengetahuan yang sejati akan Tuhan tidak datang secara luaran. Kita perlu wahyu Allah sebelum kita bisa mengenal Tuhan. Tuhan harus membuka mata kita dan menunjukkan kepada kita sesuatu sebelum kita bisa mengenal Dia. Tuhan harus membuka mata kita. Inilah artinya menjadi seorang minister firman. Seseorang mungkin menghabiskan banyak waktu belajar. Dia mungkin menghafal semua ayat di dalam Alkitab dan jelas mengenai semua doktrin di dalam Alkitab. Mungkin dia menjawab semua pertanyaan dengan cepat, tetapi sangat mungkin dia tidak mengenal Anak Allah sama sekali. Suatu hari ketika Tuhan membuka mata kita, kita akan melihat Anak Allah. Ketika Tuhan membuka mata kita, kita akan melihat Yesus dari Nazaret dan kita melihat Kristus. Sama halnya, ketika Allah membuka mata kita, kita akan melihat Alkitab dan Anak Allah terwahyu di dalam Alkitab.

Ini tidak berarti bahwa pekerjaan Tuhan Yesus di bumi tidak penting. Kita mengatakan bahwa seseorang harus percaya bahwa Yesus adalah Kristus sebelum dia dilahirkan dari Allah. Apabila seorang percaya bahwa Dia adalah Anak Allah, dia dilahirkan dari Allah. Kita tidak hanya perlu melihat bahwa Yesus adalah Kristus, Anak Allah, tetapi kita juga harus melihat Alkitab. Tidak ada yang bisa menyingkirkan Yesus dari Nazaret kemudian tetap memiliki Anak Allah, yaitu Kristus. Yesus dari Nazaret adalah Anak Allah; Dia adalah Kristus. Dengan kata lain, seorang tidak bisa meniadakan Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru lalu berkata bahwa dia mengenal Kristus. Dia tidak bisa menyingkirkan Alkitab dan berkata bahwa dia mengenal Anak Allah. Melalui Alkitab, Allah memberikan pengetahuan mengenai Anak Allah. Jika kita tidak memiliki wahyu, kita mungkin membaca Alkitab namun hanya mempunyai pengetahun doktrinal; kita tidak akan mengenal Kristus yang ada di dalam Alkitab. Ini hasil yang sangat mendasar. Kita bisa mengerti segala sesuatu mengenai buku ini dan tetap tidak melihat Kristus sama sekali. Sangat mungkin bagi kita menjamah buku tanpa menjamah Kristus.

Apa yang menjadikan kekristenan begitu rumit karena ada ada dua alam yang berbeda. Jika hal-hal yang luaran dibuang dan hanya ada hal yang batiniah, situasinya akan lebih sederhana: mereka yang mempunyai akan dengan jelas memilikinya, dan mereka yang tidak mempunyai tidak akan memilikinya. Tetapi masalahnya adalah ada alam yang “mendesak” dan ada juga alam yang “menjamah”. Beberapa mendesak sedangkan yang lainnya menjamah. Keduanya benar-benar berbeda. Mendesak Yesus benar-benar berbeda dari menjamah Dia.

Dapatkah kita melihat perbedaan antara keduanya? Yang mendesak ada di satu alam, dan yang menjamah di alam yang lain. Mereka yang di dalam mendesak tidak mengalami apapun, sedangkan yang berada dalam alam yang menjamah disembuhkan dari penyakit mereka dan sembuh dari semua masalah mereka. Di alam yang satu ada orang-orang berpendidikan yang intelek yang bisa memahami Alkitab, doktrin, dan kebenaran. Tetapi di alam yang satunya mendapatkan terang, wahyu, dan pengurapan Roh Kudus. Saudara, apakah kita melihat hal ini? Ada dua alam yang berbeda. Di alam yang satu ada pengajar secara literal, tulisan. Di alam yang satu ada minister firman Allah. Kita hanya dapat memberitakan apa yang kita ketahui. Allah harus membawa kita pada titik dimana kita menjamah alam yang batini. Kita tidak bisa mengenal Tuhan Yesus dalam alam “mendesak”, kita tidak bisa mengenal Alkitab dalam alam itu juga. Kita harus masuk ke dalam alam yang “menjamah” sebelum kita bisa menjadi orang yang berguna. Hanya di dalam alam itulah kita mendapatkan pembicaraan Allah. Hanya alam itu yang memberikan hasil, dan hanya “menjamah” yang akan menghasilkan. Hal yang luar biasa adalah Tuhan tidak merasakan orang-orang yang mendesak Dia, tetapi Dia sangat memperhatikan orang yang menjamah Dia.

Seorang saudara yang tidak memiliki apa-apa dan tidak tahu apa-apa mungkin datang pada Alkitab dan mengontak firman dalam takut dan gentar, dan di hadapan Tuhan, dia melihat terang. Seorang saudara yang lain mungkin mengenal dengan bahasa Yunani dan Ibrani. Dia mungkin mahir dalam bahasa Mandarin dan Inggris dan telah membaca Alkitab dari sampul depan sampai sampul akhir berulang kali. Dia bahkan mungkin menghafal Alkitab. Akan tetapi jika dia tidak pernah menerima terang dari Allah, dia tidak bisa menjadi minister firman Allah. Hal yang bisa dia lakukan adalah memberikan pengetahuan Alkitab kepada orang lain. Dia tidak bisa meministrikan Kristus kepada gereja. Alkitab itu hidup, seorang persona. Pada faktanya, adalah Anak Allah sendiri. Jika kita tidak menjamah firman yang hidup ini ketika kita membaca Alkitab, apa pun yang kita ketahui tidak akan menghasilkan buah apa pun.

TIGA

Tuhan kita mengajarkan banyak hal kepada kita ketika Dia di bumi, dan banyak orang yang mendengarkan Dia. Dalam Yohanes 8, Tuhan Yesus mengatakan banyak hal. Dia berbicara mengenai pengampunan perempuan yang berbuat zinah. Kemudian Dia memberitahu orang-orang Yahudi bahwa kebenaran akan memerdekakan mereka dan mereka tidak lagi menjadi budak tetapi akan dibebaskan. Orang-orang Yahudi bereaksi dengan mengatakan bahwa mereka adalah keturunan Abraham dan bukan budak. Tetapi Tuhan menjawab bahwa setiap orang yang berbuat dosa adalah budak dosa (ay. 32-34). Orang-orang Yahudi mungkin tidak mengerti perkataan ini. Tetapi mereka tentu tidak mengatakan bahwa mereka belum mendengarnya. Telinga mereka tidak berat, dan mereka tidak tuli. Tetapi Tuhan Yesus mengatakan sesuatu yang sangat khusus: “Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengarkan firman Allah; itulah sebabnya kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah”(ay. 47). Mendengarkan melibatkan sesuatu yang lebih dibandingkan hanya mendengarkan sebuah suara. Beberapa orang mendengar suara dan memiliki pembicaraan Allah. Yang lainnya mendengar suara tetapi tidak memiliki pembicaraan Allah. Hal ini merupakan dua alam yang berbeda. Jika kita bertanya kepada orang-orang Yahudi entahkah mereka mendengar firman Tuhan atau tidak, mereka akan mengatakan ya. Tetapi Tuhan berkata bahwa mereka tidak mendengar apapun, karena mereka tidak berasal dari Allah.

Hal ini sangat jelas. Seorang tidak mendengar pembicaraan Allah hanya karena dia berada di tempat Tuhan berbicara. Seorang mungkin berada di sebelah pembicara tetapi tidak mendengarkan apa-apa. Dia mungkin mendengar semua suara dan semua perkataan, tetapi Tuhan Yesus benar-benar berbeda. Ada dua jenis mendengarkan, dan keduanya berada dalam yang berbeda. Seorang mungkin bisa mendengar dari alam yang satu tetapi tidak mendengar dari alam yang lainnya. Ini masalah yang mendasar dengan banyak orang. Mereka mendengar perkataan Alkitab, tetapi mereka tidak mendengar pembicaraan Allah. Tuhan berbicara kepada mereka. Kita tidak bisa mengatakan bahwa mereka bodoh. Kita tidak bisa mengatakan bahwa mereka sakit mental atau bermasalah dengan telinga mereka. Mereka tahu apa yang telah Tuhan katakan. Akan tetapi, bagaimana mereka rebuffed Tuhan Yesus? Mereka menolak Dia karena mereka telah mendengar semua perkataan-Nya. Akan tetapi Tuhan Yesus mengatakan bahwa mereka yang berasal dari Allah mendengarkan perkataan Allah tetapi yang lainnya tidak mendengarkan karena mereka tidak berasal dari Allah. Inilah dasar dari semua masalah. Banyak orang yang hanya mendengar suara dari satu alam; mereka tidak mendengarkan suara dari alam yang lain. Mereka hanya mengertinya dari satu alam; mereka tidak mengerti perkataan apa pun dari alam yang lain. Mereka tidak mendengar karena mereka tidak berasal dari Allah. Tuhan Yesus berkata bahwa mereka tidak mengerti perkataan-Nya karena orangnya tidak tepat. Dalam ayat 43 Tuhan Yesus berkata, “Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku.” Telinga daging hanya bisa mendengar perkataan daging; mereka hanya bisa mendengar dari satu alam. Perkataan dari alam yang lain hanya bisa didengar dengan telainga yang berbeda. Hanya mereka yang berasal dari Allah yang bisa mendengar; mereka yang tidak berasal dari Allah tidak bisa mendengar.

Ketika banyak orang datang pada Alkitab, mereka hanya bisa mendengar kulit luar perkataan Tuhan. Mereka hanya meraih penampilan perkataan-Nya. Tetapi firman Allah benar-benar berada di alam yang berbeda. Kita harus mengatasi hal ini. Apabila kita tidak dapat mendengar perkataan-Nya, kita tidak dapat menjadi minister firman-Nya. Apakah yang kita maksudkan ketika kita berkata manusia tidak dapat mendengar firman Allah? sangat mungkin Tuhan Yesus berdiri di samping Anda dan berbicara selama dua jam, tetapi Anda tetap tidak mendengar apapun. Ini berarti anda belum mendengar firman Allah. Anda mungkin mendengar semua perkatan Tuhan dan menuliskannya. Ketika Anda pulang, Anda menghafalkannya, tetapi Anda tetap belum mendengar apa-apa. Dengan kata lain, Anda tidak mendengar perkataan Allah; Anda hanya menjamah kulit luar perkataan Allah. Anda telah mendengarnya, tetapi Anda masih belum memahaminya, dan firman itu belum masuk ke dalam Anda. Beberapa orang setiap waktu menjamah kulit luaran Alkitab; mereka beranggapan bahwa mereka adalah minister firman Allah. Teapi kita harus menekankan bahwa ini bukan satu-satunya syarat. Hari ini inspirasi harus dilengkapu dengan wahyu sebelum hal itu bisa menjadi perkataan Allah; inspirasi saja tidak cukup. Alkitab adalah inspirasi Allah, tetapi harus dilengkapi wahyu sebelum bisa disebut sebagai perkataan Allah. Apabila kita semua memiliki wahyu, kita tidak akan memiliki perkataan Allah; sebaliknya kita hanya akan memiliki kulit luaran firman. Kita mungkin bangga karena kita telah membaca Alkitab, tetapi saya tidak tahujika kita sudah mempunyai perkataan Allah atau tidak. Kita tidak dapat menyangkal bahwa mereka yang ada dalam Yohanes 8 mendengar perkatan Tuhan. Tetapi Tuhan berkata mereka belum mendengarnya.

Kita harus mengerti apakah firman Allah itu. Firman Allah adalah kata di balik kata, suara di balik suara, dan bahasa di balik bahasa. Yang menjadikan firman Allah begitu spesial adalah karena telinga alamiah, telinga daging, dapat mendengar firman-Nya, namun mendengar demikian tidak terhitung. Seorang mungkin sangat hebat dalam penampilan alamiahnya. Mungkin dia mampu, mempunyai pikiran yang cepat dan sangat cerdas. Apakah Anda berpikir orang yang seperti itu bisa mendengar firman Tuhan? Tolong diingat bahwa pendengaran demikian hanya akan menjamah kulit luaran firman Tuhan; hanya akan menjamah hal-hal luaran yang berkaitan dengan Alkitab.pendengaran demikian hanya akan membawa orang itu masuk ke dalam hal-hal fisik; tidak membawa dia dalam kontak langsung dengan alam rohani firman Allah. Firman Allah millik alam yang lain. Jangan beranggapan bahwa setipa orang bisa mendengar firman Allah. Tidak, hanya mereka yang milik Allah yang bisa mendengr percatan ini. Tidak peduli ada atau tidak capacitas untuk mendengar bergantung pada orang itu sendiri. Apabila telinga jasmani saya ada masalah, saya tidak bisa mendengar firman Tuhan Yesus. Apabila telinga rohani saya ada masalah, saya pun tidak bisa mendengarnya. Saya bisa berada di dalam dua alam, dan firman-Nya juga demikian. Satu alam ini fisikal dan yang satunya rohani. Jira saya tetap tinggal dalam alam fisikal, hal yang paling bisa saya dengar adalah bagian fisikal firman Tuhan. Saya bisa mendengar dan memahaminya, tetapi Tuhan akan tetap mengarkan bahwa saya Belem mendengarnya. Dia tidak ingin saya mendengar perkataan demikian. Dia ingin saya mendengar fiaman dan alam yang lain. Ada ribuan bahkan jutaan manusia yang telah mendengar satu jenis firman, tetapi mungkin hanya ada delatan atau sepuluh orang yang mendengar firman jenis ini. Inilah masalah yang terjadi pada banyak orang saat mereka datang pada Alkitab. Mereka hanya menjamah bagian luaran Alkitab tanpa menjamah Kristus yang ada di dalam Alkitab. Ini seperti manusia yang menjamah Yesus tanpa menjamah Anak Allah. Sungguh tidak ada gunanya jika hanya menjamah Alkitab, sebuah buku, tanpa menjamah firman Allah atau Kristus.

Mari kita membaca 1 Yoh. 4:6 “Kami berasal dari Allah: barangsiapa mengenal Allah, ia mendengarkan kami; barangsiapa tidak berasal dari Allah, ia tidak mendengarkan kami. Itulah tandanya Roh kebenaran dan roh yang menyesatkan.” Yohanes benar-benar tidak memaafkan. Dia mengatakan bahwa kita harus mempunya keyakinan bahwa kita berasal dari Allah dan kebenaran. Mereka yang mengenal Allah akan mendengar kita, dan mereka yang tidak mengenal Allah tidak akan mendengarkan kita. Inilah yang dimaksudkan oleh Yohanes. Hal ini menunjukkan lepada kita bahwa para rasul merasa bahwa hal itu bukan hanya masalah mendengar suara, sura yang fisik. Pada waktu itu Yohanes sudah sangat tua. Mereka yang pernah mendengarkannya mungkin telah terbiasa dengan suaranya. Mereka tidak mungkin rindu dengan suaranya. Namun anehnya dia mengatakan bahwa hanya mereka yang berasal dari Allah yang akan mendengarkan dirinya; mereka yang tidak berasal dari Allah tidak dapat mendengarkan dia. Hal ini menunjukkan bahwa masalahnya bukan pada perkara kita memiliki suara atau tidak maupun bukan masalah memiliki telinga atau tidak. Tidak ada masalah dengan telinga; telinga bisa mendengar dengan baik. Tetapi Yohanes mengatakan bahwa mereka yang tidak berasal dari Allah tidak bisa mendengar. Firman Allah ada di satu alam, dunia yang lain. Tidak setiap orang\ yang mengenal Alkitab mengenal firman Allah. Tidak tidak semua orang bisa membicarakan Alkitab bisa membicarakan firman ALlah. Tidak setiap orang yang menerima Alkitab bisa menerima firman Allah. Seorang harus membangun hubungan yang khusus dengan Allah sebelum dia bisa mendengar firman Allah.

Tiga ayat di dalam kitab Yohanes bisa digabungkan. Yohanes 4:24 mengatakan, “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." Yohanes 3:6 mengatakan, “Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.” Yohanes 6:63 mengatakan, “Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.” Ketiga ayat tersebut merujuk pada kata “roh” yang sangat bermakna. Allah adalah Roh, firman Tuhan adalah roh, dan Roh melahirkan roh. Firman Tuhan adalah roh. Itulah sebabnya hanya manusia rohani yang bisa memahaminya. Hanya benda yang berasal dari sifat yang sama yang bisa saling memahami. Firman yang di luar itu hanya sebuah suara. Manusia bisa membaca Alkitab, mempelajarinya, mendengarnya, dan mengetahui apa yang Alkitab katakan. Tetapi di dalam firman ini ada sesuatu yang disebut roh. Ada sesuatu di mana telinga tidak dapat mendengarnya dan pikiran tidak bisa memahaminya. Firman Tuhan adalah roh. Maka, tidak mungkin pikiran, kepandaian, maupun segudang hikmat bisa memahami firman ini. Tidak mungkin juga pikiran, kepandaian, dan hikmat menyingkapkan firman ini. Firman Tuhan adalah Roh. Itulah sebabnya, hanya mereka yang lahir dari Roh yang akan mendengarnya. Mereka yang dilahirkan dari Roh adalah manusia rohani. Mereka mempunyai sesuatu di dalam diri mereka. Berkaitan dengan firman Allah, seorang harus dikuasai dan diperbarui sebelum dia bisa mendengar pembicaraan Allah. Inilah yang dimiliki alam yang lain. Bukan sesuatu milik alam yang umum.

Semarang, saudara-saudara apakah kita sudah melihat hal ini? Mengapa manusia insani harus diremukkan? Karena tanpa peremukkan demikian, seorang tidak akan pernah bisa menjadi seorang minister firman Allah. Manusia insani yang diluir tidak ada hubungannya dengan firman Allah. Hikmat kita, emosi, perasaan, pemikiran, dan pemahaman semuanya tidak berguna. (Singkatnya, kita akan melihat hal-hal itu aga sedikit gunanya. Yang kami katakan adalah hal itu tidak ada gunanya sejauh menyangkut masalah sebagai oragan yang menerima hal-hal rohani.) Firman Allah adalah roh, dan hanya mereka yang melatih roh mereka akan mendengarnya. Kita harus jelas dengan prinsip ini : Allah adalah Roh dan mereka yang menyembah Dia harus melakukannya dengan roh mereka. Allah adalah Roh, dan mereka yang menerima firman-Nya harus menerimanya dengan roh mereka. Kita tidak dapat menerima roh dengan pikiran. Hanya sesuatu yang memiliki sifat yang sama yang bisa saling menerima. Yang lainnya tidak akan berguna.

Matius 13:10-15 mengatakan, “Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?" Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka. Murid-murid bertanya mengapa Tuhan berbicara dalam perumpamaan. Dia menjawab , “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak” (ay.11).

Apakah alasannya? Sesuatu terjadi dalam Matius 12. beberapa orang menghujat Roh Kudus. Tuhan Yesus mengusir setan dengan kuasa Roh Kudus, namun mereka membenci Tuhan dan sangat ngotot mengatakan Tuhan mengusir setan dengan Beelzebul (ay.28, 24). Mereka mengetahui bahwa itu adalah pekerjaan Roh Kudus, tetapi mereka mengatakan itu pekerjaan Beelzebul. Mereka tahu bahwa Roh Kuduslah yang melakukan hal ini, tetapi mereka ngotot mengatakan bahwa Satan, “dewa tahi”, yang melakukannya. Menyebut Roh Kudus Beelzebul, “dewa tahi”, merupakan hujat terhadap Tuhan. Itulah sebabnya, dalam pasal 13, Tuhan berbicara dalam perumpamaan. Dengan kata lain, sejak saat itu, mereka akan melihat namun tidak mengerti apa yang mereka lihat. Mereka akan mendengar bahwa seorang akan menabur, tetapi mereka tidak akan memahaminya. Mereka akan mendengar musuh datang menaburkan lalang ketika manusia sedang tidur, tetapi mereka tidak akan tahu apa arti lalang ini. Mereka akan mendengar mengenai jala yang dilemparkan ke laut tetapi tidak akan tahu apa artinya melemparkan jala. Mereka akan mendengar mengenai peempuan yang mengambil ragi dan mencampurkannya dengan tiga sukat tepung tetapi itidak akan tahu apa artinya ragi. Mereka akan mendengar segala sesuatu namun tidak akan memahaminya.

Sejak orang-orang Yahudi itu menghujat Roh Kudus, mereka tidak lagi mendengar apapun kecuali perumpamaan. Hari ini kita berbicara dalam perumpamaan untuk membuat orang-orang mengerti. Tetapi ketika Tuhan berbicara kepada mereka dengan perumpamaan, tujuannya adalah agar mereka tidak mengerti. Tuhan sengaja menggunakan perumpamaan supaya mereka tetap di alam luar tanpa mengerti arti kata-kata yang sebenarnya. Mereka hanya mendengar kata-kata, seperti menabur, gandum, lalang, jala, dan ragi; mereka tidak tahu maknanya. Hari ini banyak orang membaca Alkitab dengan cara yang sama seperti orang-orang Yahudi ketika mendengarkan perumpamaan; mereka hanya mengetahui penabur keluar untuk menabur. Mereka hanya tahu mengenai tanah yang baik, bersemak-semak, tanah yang tipis dan berbatu-batu, dan hasil tiga kali lipat, enam kali lipat, dan seratus kali lipat. Mereka tidak tahu apapun mengenai hal ini. Mereka mendengar kata-kata ini, tetapi tidak tahu apapun. Inilah cara beberapa orang ketika membaca Alkitab. Mereka hanya melihat hal-hal luaran, bukan yang di dalam. Sangat menarik mengethui Tuhan Yesus sengaja berbicara dalam perumpamaan agar mereka tidak mengerti apa-apa. Orang-orang Yahudi mengira mengira mereka tahu segala sesuatu. Sesungguhnya mereka tidak tahu apapun.

E M P A T

Apakah ministry firman? Ministry firman berkaitan dengan hal-hal yang ada di balik perumpamaan-perumpamaan. Berkaitan dengan hal-hal di balik kata-kata luaran. Seorang bisa melihat hal ini ketika kondisinya depan Allah itu tepat. Hati orang-orang Yahudi telah menebal. Tentu saja, mereka tidak bisa mendengar perkataan ini. Telinga mereka menjadi berat, dan mata mereka telah tertutup. Masalah hari ini adalah bukan kekurangan firman Allah tetapi ketidakpedulian anak-anak Allah mengenai firman-Nya. Yang mereka perhatikan hanya perumpamaan dan kata-kata luaran. Saudara, seorang bisa menjamah Alkitab, tetapi tidak berarti dia sedang menjamah firman Allah. Untuk menjamah firman Allah, seorang harus menjamah Alkitab. Ini fakta, dan ini penting. Namun, tidak cukup hanya menjamah Alkitab. Kita harus berkata kepada Tuhan, “Aku ingin melihat perkataan di dalam firman-Mu. Aku ingin melihat terang di dalam terang-Mu, dan Aku ingin melihat wahyu di dalam wahyu-Mu.” Apabila kita tidak menjamah hal-hal di balik firman, kita bisa mengatakan apa pun yang kita inginkan kepada orang lain, tetapi kita tidak akan mempunyai sesuatu untuk diministrikan kepada mereka. Apabila kita tidak melihat sesuatu di balik setiap firman, kita tidak bisa memberitakan Kristus kepada orang lain. Kita harus melihat Tuhan di balik setiap perkataan. Kita jangan hanya melihat Alkitab tetapi diri Tuhan sendiri. Sekali kita mengenal Tuhan, kita mengenal Alkitab. Seorang tidak bisa mengenal Tuhan hanya dengan memahami doktin. Sangat mungkin seorang mengetahui foktrin tidak mengenal Tuhan sama sekali. Seorang tidak bisa mengenal Tuhan hanya dengan cara mengetahui kebenaran yang ada di dalam Alkitab. Hanya orang yang melihat terang kemuliaan wajah-Nya yang jelas mengenai segala sesuatu. Ketika kita melihat terang kemuliaan wajah-Nya, segala masalah dengan firman Allah tersingkirkan. Ketika kita mengenal Tuhan, kita mengenal Alkitab. Ketika kita mengenal Kristus, kita mengenal firman Allah. Di luar pengalaman ini, kita tidak mempunyai jalan meministrikan Kristus kepada gereja.

Ketika seorang hidup depan Allah dan mengetahui kesukaan Tuhan, dia akan dengan spontan menemukan sesuatu di dalam Alkitab. Dia akan mampu menghubungkan bagian-bagian yang dia lihat di dalam Tuhan atau pada sesutau yang telah Tuhan ekspresikan melalui dirinya. Itulah alasannya ada seorang yang pernah mengatakan bahwa setiap bagian di dalamAlkitab adalah mengenai Kristus. Saudara, sekali kita mengenal Kristus, Alkitab menjadi hidup. Hal terpenting adalah apakah kita memiliki wahyu atau tidak. Jika kita memiliki wahyu Kristus, pengetahuan Alkitab akan membentuk pengetahuan kita akan Dia. Jika tidak, maka Alkitab tetaplah Alkitab, dan Tuhan tetap Tuhan. Kita hanya akan bisa meministrikan Alkitab kepada gereja; kita tidak akan bisa meministrikan Kristus kepada gereja. Akan tetapi, jika mempresentasikan bagian Alkitab, kita mempresentasikan Kristus, kita sedang memnistrikan Kristus kepada orang. Sama halnya saat kita mempresentasikan bagian firman, kita mempresentasikan Kristus kepada manusia. Saat kita mempresentasikan bagian lain dari firman, kita mempresentasikan Kristus kepada gereja. Kita tidak hanya mengutip istilah-istilah Alkitab dan kata-kata alkitabiah, kita meministrikan Kristus kepada gereja. Jika seorang tidak belajar mengenal Kristus, dia tidak mengenal Alkitab. Tidak ada gunanya jika hanya menjelaskan, menafsirkan ataupun memberikan pemahaman yang datar mengenai Alkitab. Kita harus ingat bahwa membimbing orang kepada pengetahuan Alkitab dengan membimbing orang pada pengetahuan akan Kristus dalah duh al yang benar-benar berbeda.

Ministry firman merupakan hal yang sangat subjektif di dalam diri manusia. Bukan masalah menemukan apa yang dikatakan Alkitab lalu memberitahukannya kepada orang lain. Pemberitahuan demikian objektif; tidak bisa dianggap sebagai ministri firman. Setiap minister firman haruslah seorang yang penuh wahyu, seorang yang telah melihat sesuatu secara subjektif. Seorang harus memiliki wahyu, dan dia harus melihat sesuatu secara subjektif. Kemudian dia bisa mengatakan Alkitab adalah dasar pembicaraannya. Dengan cara itulah dia bisa meministrikan Kristus kepada orang lain melalui Alkitab. Seorang mungkin menjelaskan Alkitab menurut Alkitab. Seorang lagi mungkin menjelaskan Alkitab menurut Kristus. Dua hal ini jelas berbeda. Hari ini kita bisa meneukan banyak orang yang menjelaskan Alkitab. Namun kondisi batiniah mereka mungkin sangat berbeda. Beberapa penjelasan focus pada Alkitab, sedangkan yang lainnya focus pada Kristus. Yang terakhir berdasarkan pada apa yang telah diterima orang pertama yang menerima wahyu, visi, atau pengetahuan di depan Allah dan mempelajari apa yang Alkitab katakan. Kotbah yang disampaikan berdasarkan pada perbandingan keduanya. Inilah meministrikan Kristus sang wahyu. Bukan hanya mempresentasikan Alkitab menurut pengertian objektif. Kita mengakui bahwa banyak penafsiran yang bermanfaat, dan penafsiran ini bisa menyelamatkan orang-orang muda, menyelamatkan orang dari pengalaman yang salah dan orang-orang yang putus asa. Tetapi ministry dan pelayanan tidak dibangun hanya berdasarkan penafsiran. Ketika seorang hidup depan Allah, mengenal Tuhan, dan mengenal Kristus, dia bisa mengambil bagian-bagian Alkitab. Dia melayani sebagai seorang minister, dan dia memiliki firman Allah. Dia mengambil berbagai bagian Alkitab dan menggabungkannya. Inilah caranya dia meministrikan Kristus kepada gereja.

Untuk meministrikan firman Allah, seorang harus memiliki pengetahuan dasar akan Kristus. Seringkali, seiring dengan pengetahuan akan Kristus yang bertambah, dia menemukan bahwa apa yang dia ketahui mengenai Kristus jauh dari apa yang dia ketahui dari Alkitab. Akhirnya, dia akan menemukan hal yang sama di dalam Alkitab. Kemudian dia akan tahu bahwa dia memiliki kotbah untuk disampaikan, karena Kristus telah menjadi perkataannya. Ini adalah faktor dasar dalam ministry. Pada mulanya Tuhan mewahyukan diri-Nya kepada Anda dan menunjukkan siapa diri-Nya kepada Anda; Anda melihat sesuatu yang tidak Anda lihat di dalam Alkitab. Setelah beberapa hari, mungkin beberapa tahun kemudian, Anda melihat hal yang sama di dalam Alkitab, dan Anda mengatakan, “Ternyata ini yang dulu aku pelajari dari Tuhan waktu itu!” Mungkin satu, dua, tiga, atau empat bagian Alkitab bermunculan, dan Kristus yang anda ketahui dalam wahyu anda telah menjadi perkataan, dan Anda tahu bahwa Tuhan sedang menyiapkan Anda menjadi seorang minister firman. Mungkin setelah beberapa hari, Tuhan akan mengatur situasi untuk Anda untuk membicarakan firman ini. Dengan cara deminian, perkataan yang Anda utarakan akan menjadi perwujudan Kristus kepada orang lain. Inilah ministry firman. Kristus yang kita kenal dari wahyu pelan-pelan menjadi perkataan di dalam kita. Kita menyelidiki Alkitab, dan perlahan menemukan kata ini satu, dua, sembilan, atau sepeluh kali di tempat yang berbeda di dalam Alkitab. Ketika hal ini terjadi, kita meministrikan firman ini, yang adalah perwujudan Kristus kepada orang lain. Apabila Allah merahmati dan memberi kasih karunia kepada para pendengar, Roh Kudus akan bekerja di dalam mereka ketika mereka mendengar perkataan ini, dan perkataan ini akan menjadi Kristus yang melayani keperluan mereka. Inilah artinya meministrikan Kristus. Kita meministrikan Kristus melalui firman di dalam Alkitab. Ketika orang lain menerima firman ini, mereka menerima Kristus. Inilah dasar semua ministry firman.

Saudara, kita harus melihat dan embedakan antara cara luaran dan batini. Untuk menjadi seorang minister firman, kita harus memiliki firman. Tetapi firman ini haruslah apa yang kita lihat depan Tuhan. Firman inilah yang kira jamah di dalam Kristus. Sekali kita menjamah Kristus,Anak Allah, buku ini langsung menjadi firman hidup untuk kita. Jika di depan Tuhan kita hanya melihat buku ini, yaitu Alkitab, kita tidak akan memiliki banyak perkataan untuk diministrikan kepada orang lain. Paling-paling kita hanya mempunyai penafsiran. Hal ini akan membuat orang mengerti Alkitab, tetapi tidak cukup memimpin mereka kepada Tuhan. Mungkin membantu orang dalam kebenaran, tetapi tidak cukup membimbing mereka kepada Kristus.

Kita harus menyadari apa itu firman Allah. Apakah artinya menjamah firman-Nya, dan apakah minister firman itu. Kita harus membayar harga. Hati kita jangan menjadi tebal, mata kita jangan tertutup, dan telinga kita jangan menjadi berat. Kita perlu melihat Allah. Semoga telinga kita mendengar Allah dan mata kita melihat Dia. Kita jangan menjadi orang yang melihat namun tidak melihat, dan mendengar namun tidak mendengar. Apa yang ada di depan kita adalah dua alam. Kita harus memiliki hal-hal dari kedua alam ini. Kita perlu firman yang di luar, dan kita perlu menjamah firman yang di dalam. Jika demikian, kita kemudian akan menjadi bejana yang berguna di tangan Tuhan.

Semoga Tuhan merahmati kita, dan semoga kita bisa melihat bahwa firman Allah adalah Kristus, seperti juga Yesus dari Nazaret adalah Kristu. Manusia daging dan darah yang berjalan di bumi adalah Kristus, dan Alkitab pun adalah Kristus. Yesus , manusia yang hidup di bumi dalam daging dan darah, adalah firman Allah. Demikian juga Alkitab, firman yang tertulis dan dicetak, juga adalah firman Allah. Kita jangan hanya menjamah hal-hal luaran tetapi juga harus menjamah hal-hal yang batini. Kemudian, kita akan mempunyai ministry firman. Mereka yang tidak mengenal Kristus bisa menghafal semua ayat Alkitab, tetapi mereka tetap tidak bisa menjadi seorang minister firman. Kita harus merendahkan diri di depan Allah. Kita perlu wahyu. Ketika kita kotbah, anak-anak Allah harus sampai jatuh mencium tanah, bertiarap. Ini bukan masalah tingkatan tetapi masalah sifat dasar. Sifata dasar dari para minister banyak yang salah. Jika Allah merahmati kita, kita akan menjatuhkan diri di depan Dia, dan kita akan memiliki permulaan yang baru. Kita harus menjamah Alkitab

melalui Tuhan, dan pelayanan kita di dalam ministry firman harus berdasarkan hal oini. Apabila kita melakukannya, kita akan memiliki cara untuk maju.