← Daftar isi Keluaran (10) · bab 3/17

PERAK PENDAMAIAN (3)

Pembacaan Alkitab: Kel. 30:11-16; 38:25-28; Bil. 1:45-46; 2:32

Tanpa perak pendamaian, tempat kediaman Allah tak bisa dibangun. Lagi pula, tanpa perak pendamaian, tempat tinggal Allah juga tidak bisa bergerak. Perak pendamaian menyediakan bahan untuk alas, kepala, kait, dan penyambung tiang. Perak pendamaian juga berhubungan dengan pendaftaran laki-laki yang berumur dua puluh tahun ke atas untuk dipanggil bagi pembentukan pasukan yang akan berperang bagi pergerakan Allah di bumi.

SETENGAH SYIKAL UNTUK PERINGATAN

Beberapa guru Alkitab menyalahartikan makna perak pendamaian, dan berkata bahwa perak pendamaian hanya melambangkan penebusan Kristus. Sepintas lalu perak pendamaian memang melambangkan penebusan Kristus. Untuk permulaan pengalaman atas penebusan Kristus, kita tidak perlu membayar apa-apa. Namun, mengenai perak pendamaian dalam Keluaran 30, semua yang didaftar diharuskan membayar setengah syikal perak.

Untuk selanjutnya, di antara orang Israel, setengah syikal ini dikenal sebagai pajak orang. Matius 17:24-27 menunjukkan hal ini. Ayat 24 mengatakan, “Ketika Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum datanglah pemungut pajak Bait Allah kepada Petrus dan berkata, ‘Apakah gurumu tidak membayar pajak sebesar dua dirham itu?’” Setengah syikal ini adalah pajak orang untuk tempat tinggal Allah dalam Keluaran 30:12-16. Dari Matius 17 kita melihat, 1500 tahun setelah Kitab Keluaran ditulis, peraturan dalam Keluaran 30:12-16 menjadi ketetapan yang berhubungan dengan pajak orang, pajak yang dibebankan kepada tiap-tiap orang. Menurut Keluaran 30, laki-laki yang berumur dua puluh tahun ke atas harus membayar setengah syikal. Ini benar-benar lebih dari sekadar lambang penebusan Kristus.

Pembayaran setengah syikal dalam Keluaran 30 adalah semacam pajak. Prinsipnya sama seperti pajak pendapatan pada hari ini. Pajak ini dipakai oleh Allah untuk dua hal: Pertama, Allah memakai pajak ini untuk mengumpulkan perak bagi pembangunan Kemah Suci. Keluaran 38:25-28 mengatakan, perak yang didapatkan dari pajak ini, perak pendamaian, dipakai untuk membuat seratus alas tiang Kemah Suci, dan untuk membuat kepala, kaitan, dan penyambung tiang. Kedua, Allah memakai pajak ini untuk merampungkan pembentukan satu pasukan. Sebab itu, melalui satu perkara pembayaran setengah syikal, Allah melakukan sesuatu untuk pembangunan Kemah Suci dan pembentukan pasukan.

Perak pendamaian berhubungan dengan penebusan Kristus, tetapi bukan lambang langsung dari penebusan, karena dalam perlambangan ini tidak ada darah. Oleh karena tidak ada darah, maka perak sesungguhnya tidak berhubungan dengan kematian Kristus. Sebaliknya, Kristus yang dilambangkan oleh perak pendamaian adalah Persona yang terangkat, bukan Persona yang disalibkan. Semua perak yang dibayar oleh orang-orang yang didaftar untuk pembentukan pasukan Allah, dianggap sebagai persembahan unjukan. Keluaran 30:14 mengatakan, “Setiap orang yang akan termasuk orang-orang yang terdaftar itu, yang berumur dua puluh tahun ke atas, haruslah mempersembahkan persembahan unjukan (Tl.) kepada TUHAN.” Persembahan unjukan melambangkan Kristus yang terangkat.

Persembahan unjukan ini dipersembahkan kepada Allah bukan untuk penebusan, tetapi untuk peringatan. Ayat 16 mengatakan, “Supaya itu menjadi peringatan di hadapan TUHAN untuk mengingat kepada orang Israel dan untuk mengadakan pendamaian bagi nyawa kamu sekalian.” Suatu peringatan adalah perkara yang menyenangkan. Di pandangan Allah, setengah syikal yang dibayar oleh orang Israel yang dipanggil masuk dalam pasukan-Nya adalah suatu peringatan.

PENGALAMAN TERTINGGI TERHADAP KRISTUS

Kita telah menekankan fakta bahwa perak pendamaian hanya dibayar oleh laki-laki yang telah berumur dua puluh tahun ke atas saja. Ini menunjukkan, secara rohani, kita semua perlu bertumbuh. Kalau kita tidak bertumbuh besar dan mencapai umur dua puluh tahun, kita tidak bersyarat dipanggil masuk dalam pasukan yang berperang untuk pergerakan Allah di bumi. Di beberapa negara, orang-orang muda takut dipanggil masuk wajib militer, mereka berharap umurnya tetap di bawah umur wajib militer. Karena takut menjalani wajib militer, mereka tidak mau bertumbuh besar. Dalam hayat rohani, banyak orang beriman memperlambat pertumbuhan mereka. Meskipun mereka agak tua, mereka kelihatannya kerdil. Hayat mereka tidak bertumbuh. Semoga di antara kita yang berada di dalam pemulihan, tidak ada yang menjadi kerdil. Saya harap di antara kita lebih banyak orang dapat berkata, ketika ditanya berapa umur kita, secara rohani, kita telah mencapai umur dua puluh tahun, dan bersyarat membayar setengah syikal. Akhirnya, kita semua dapat berkata, “Puji Tuhan, di dalam hayat rohani, aku bukan lagi anak belasan tahun! Aku sudah melampaui dua puluh tahun, dan bersyarat membayar setengah syikal, dan terpanggil masuk pasukan Allah.”

Apakah artinya setengah syikal? Apa yang dilambangkan olehnya? Setengah syikal melambangkan Kristus yang terangkat. Setengah syikal tidak melambangkan Kristus yang berinkarnasi, Kristus yang tersalib, atau Kristus yang bangkit. Perak pendamaian sebagai persembahan unjukan adalah lambang Kristus yang terangkat.

Untuk membayar setengah syikal, pengalaman kita terhadap Kristus harus mencapai titik yang paling tinggi, titik di mana kita duduk bersama Kristus di surga. Ini adalah pengalaman tertinggi terhadap Kristus. Kita perlu mengalami Kristus yang demikian untuk mendapatkan Dia sebagai setengah syikal. Dengan kata lain, setengah syikal perak menandakan Kristus yang terangkat telah kita alami dan dibayarkan oleh kita sebagai pajak orang.

Perak setengah syikal menandakan pengalaman kita terhadap Kristus sebagai Persona yang terangkat. Ketika kita bersidang, kita perlu berada di surga, kalau tidak, kita tidak dapat berfungsi. Bila kita tidak bersama Kristus di surga, kita tidak dapat berfungsi di dalam sidang. Ketika kita berfungsi secara wajar, kita benar-benar di dalam Kristus yang terangkat.

SETIAP ORANG HARUS MEMBAYAR JUMLAH ITU

Sekarang kita perlu maju lagi mencari tahu mengapa baik yang kaya maupun yang miskin sama-sama membayar setengah syikal. Yang kaya tidak diharuskan membayar lebih, yang miskin tidak diperbolehkan membayar kurang. Ayat 15 mengatakan, “Orang kaya janganlah mempersembahkan lebih dan orang miskin janganlah mempersembahkan kurang dari setengah syikal itu pada waktu dipersembahkan persembahan unjukan (Tl.) itu kepada TUHAN untuk mengadakan pendamaian bagi nyawa kamu sekalian.” Setiap orang yang membayar pajak ini, harus membayar jumlah yang sama, setengah syikal.

Menurut Keluaran 30:13, satu syikal adalah dua puluh gera. Jadi setengah syikal adalah sepuluh gera. Selanjutnya sepuluh gera sama dengan satu beka. Setengah syikal, sepuluh gera, dan satu beka, semuanya menandakan jumlah yang sama. Allah meminta umat-Nya hanya membayar setengah syikal.

Ketika pemungut cukai datang kepada Petrus dalam Matius 17, mereka bertanya kepada Petrus, apakah gurunya membayar bea setengah syikal. Petrus tidak pergi kepada Tuhan menanyakan persoalan ini. Ia langsung menjawab bahwa gurunya membayar bea. Ini menunjukkan bahwa Petrus lupa akan visi yang telah ia lihat di gunung perubahan. Di Matius 17:5 suara yang keluar dari awan mengatakan, “Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.” Bapa telah memberi tahu murid-murid agar jangan mendengarkan Musa atau Elia, yang mewakili hukum dan nabi, tetapi dengarkanlah Kristus, Anak Allah yang hidup. Bapa seolah-olah berkata, “Jangan mempedulikan apa yang dikatakan Musa atau Elia, perhatikanlah apa yang dikatakan Anak-Ku, dengarkanlah Dia!” Meskipun Petrus telah mendengar suara yang keluar dari awan, ketika dia turun dari gunung, ia gagal menghadapi ujian pemungut pajak. Sesungguhnya, pada saat itu Petrus tidak mengerti apa yang terjadi di gunung perubahan.

Orang-orang yang memungut bea ingin mengetahui apakah Tuhan Yesus membayar setengah syikal menurut perintah Musa. Kalau Petrus mengerti apa yang ia dengar di atas gunung, ia akan menjawab, “Tidak, guruku tidak perlu membayar bea ini.” Karena Petrus tetap di bawah pengaruh tradisi, ia menjawab, “Memang membayar.” Seperti Petrus, kita juga terlalu dipengaruhi oleh tradisi agama.

Matius 17:25 mengatakan, “Ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan, ‘Apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea atau pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?” Tuhan sesungguhnya menegur Petrus. Tuhan seolah-olah berkata, “Petrus, engkau telah melupakan apa yang engkau dengar di atas gunung. Aku adalah Anak Pemilik Bait. Aku adalah Anak Raja. Sebab itu Aku tidak perlu membayar bea apa pun.”

Petrus mungkin sangat terkejut dengan pertanyaan Tuhan. Mungkin ia berkata kepada dirinya sendiri, “Apa yang harus aku perbuat sekarang? Aku memberi tahu orang yang di luar bahwa guruku membayar setengah syikal, dan mereka masih berada di luar menunggu pembayaran bea. Namun, Tuhan dengan jelas memberi tahu aku bahwa Dia tidak perlu membayar bea.” Namun, menurut Matius 17:27, Tuhan berkata, “Tetapi supaya jangan kita membuat mereka gusar, pergilah memancing ke danau. Tangkaplah ikan pertama yang kaupancing dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga.” Ketika Tuhan mengoreksi dan mengajar Petrus, Ia memperhatikan keperluannya. Cara Tuhan menanggulangi kita selalu demikian.

Fakta bahwa jumlah perak pendamaian itu setengah syikal, menunjukkan dalam hal ini permintaan Allah terhadap kita tidak terlalu tinggi. Demikian pula permintaan untuk berfungsi di dalam sidang juga tidak terlalu tinggi, setiap orang yang hadir dalam sidang cukup membayar setengah syikal saja. Bea yang harus dibayar supaya kita dipanggil masuk pasukan surgawi juga hanya setengah syikal. Dari pandangan Allah, jumlah ini tidak terlalu tinggi.

Meskipun besar bea itu hanya setengah syikal, itu sama dengan sepuluh gera. Karena angka sepuluh menandakan kepenuhan, sepuluh gera menandakan bea yang dibayar itu sudah genap. Tidak ada kekurangan. Selain itu, setengah syikal sama dengan satu beka, satu unit yang sempurna. Sebab itu, membayar setengah syikal berarti pembayaran sudah genap dan sempurna.

Perintah Allah mengenai perak pendamaian: Yang kaya janganlah mempersembahkan lebih dan yang miskin janganlah mempersembahkan kurang dari setengah syikal. Ini sama sekali berlawanan dengan praktek kekristenan hari ini. Hari ini cara kerja kekristenan adalah lebih banyak lebih baik. Orang-orang yang kaya, raksasa rohani membayar lebih dari permintaan Allah, sebaliknya yang miskin tidak membayar apa-apa. Akibatnya dalam pelayanan timbul sistem paderiawam. Beberapa orang tertentu memborong pembicaraan, dan sebagian besar orang tidak angkat suara.

Saya ingin memberi peringatan sepatah dua patah kepada orang yang memimpin atau orang yang pandai bicara di antara kita: Janganlah mengira karena Anda kaya lalu harus membayar lebih dari setengah syikal di dalam sidang. Saya juga ingin berbicara kepada mereka yang tidak pandai bicara, bila umur kerohanian sudah melampaui dua puluh tahun, Anda perlu membayar setengah syikal, tidak boleh kurang sedikit pun.

Tuhan membenci perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus. Dia membenci raksasa rohani menjadi paderi, lalu yang lainnya menjadi kaum awam. Lambang perak pendamaian dalam Keluaran 30 sesungguhnya dapat ditafsirkan dan diterapkan demikian. Karena adanya sistem paderiawam di antara orang Kristen hari ini, tidak ada lagi sensus dan panggilan masuk militer.

Hai orang-orang yang memimpin, perhatikanlah agar tarif bea yang Anda bayar dalam sidang tidak lebih dari setengah syikal. Meskipun Anda telah dijadikan kaya oleh Allah bersyukurlah kepada-Nya untuk ini Anda perlu dibatasi untuk tidak membayar bea terlalu banyak di dalam sidang. Berilah kesempatan kepada yang lain untuk berbicara. Mereka yang menganggap diri mereka miskin dan lemah, sedikitnya mempunyai setengah syikal.

Mereka yang berkata diri mereka tidak mempunyai setengah syikal, seharusnya terdorong untuk mendapatkan setengah syikal untuk dibayar dalam setiap sidang. Kalau tidak, menurut Alkitab, mereka akan dibuang. Mereka yang tidak membayar pajak pendapatan mungkin dijatuhi hukuman penjara. Seprinsip dengan itu, mereka yang tidak membayar bea setengah syikal, mungkin akan dibuang. Hari ini banyak orang Kristen “dipenjara”, karena mereka tidak membayar pajak mereka.

MEMBAYAR SETENGAH SYIKAL DALAM SETIAP SIDANG

Dalam satu sidang yang wajar, sidang yang hidup, kaya, dan seimbang, setiap orang membayar setengah syikal. Namun, situasi hari ini adalah beberapa orang kaya memberi jutaan syikal, sedangkan kebanyakan orang Kristen tidak membayar apa-apa. Ini adalah situasi orang Kristen hari ini, mungkin juga adalah situasi di tengahtengah kita.

Saya prihatin karena di dalam sidang orang-orang yang memimpin membayar terlalu banyak. Kalau orang yang memimpin membayar terlalu banyak, mereka akan membunuh sidang. Di pihak lain, banyak orang beriman membayar kurang dari setengah syikal, dan beberapa orang mungkin tidak membayar apa-apa. Setiap saat Anda datang ke persidangan gereja, Anda harus menyerahkan setengah syikal Anda. Ini bukan permintaan yang besar. Sesungguhnya Anda hanya perlu membayar setengah syikal, dan setengah syikal adalah pembayaran yang penuh dan unit yang sempurna, karena ia adalah sepuluh gera, atau satu beka. Saya damba melihat sidang-sidang yang di dalamnya semua orang beriman membayar setengah syikal.

Belum lama ini saya sangat terganggu oleh persoalan membayar terlalu banyak dan membayar sedikit dalam persidangan gereja. Selain Sidang Pemecahan Roti, dalam kebanyakan sidang gereja, ada orang yang membayar banyak lebih dari setengah syikal dan ada yang membayar sedikit kurang dari setengah syikal. Tentunya kita tidak dapat menyalahkan mereka yang usia rohaninya di bawah dua puluh tahun, tidak membayar apa-apa dalam sidang. Kelompok yang membayar terlalu banyak bea, mungkin berfungsi seperti pendeta korporat, dan pengunjung yang lain mungkin seperti kaum awam. Situasi ini sangat mengganggu saya. Ini bukan pemulihan Tuhan, dan ini bukan sensus untuk pembentukan pasukan.

Kita semua perlu bertumbuh dan mengalami Kristus sampai mencapai standar permintaan Allah. Kemudian setengah syikal harus ditimbang dengan neraca kudus, tidak boleh dengan neraca kita sendiri. Sebab itu, ayat 13 menyebut syikal ini syikal kudus, syikal yang ditimbang menurut standar kekudusan Allah. Sedikitnya, kita perlu mengalami Kristus sampai kita mempunyai perak yang cukup untuk membayar pajak rohani kita untuk sensus, untuk terpanggil dalam wajib militer.

Kalau kita semua membayar setengah syikal dalam setiap sidang, sidang kita pasti kuat, hidup, kaya, unggul, super, dan menakjubkan. Sekali lagi saya katakan, mereka yang terlalu muda dalam hayat rohani, tidak perlu membayar setengah syikal. Menurut kerohanian, mereka masih anak remaja belasan tahun. Adanya anak-anak remaja di antara kita itu normal. Namun, mereka yang melampaui dua puluh tahun diharuskan membayar setengah syikal. Ini adalah untuk pembentukan pasukan.

BERPERANG UNTUK PERGERAKAN ALLAH

Ketika pasukan maju berperang melawan musuh, kita tidak akan mengutus anak yang baru belajar jalan, anak usia sekolah, atau remaja belasan tahun. Sebaliknya kita akan melindungi mereka, mengamankan mereka di rumah. Namun, mereka yang berumur dua puluh tahun ke atas, harus maju berperang. Sesungguhnya setiap sidang adalah peperangan. Kita perlu memahami bahwa setiap sidang adalah peperangan untuk pergerakan Allah.

Sampai di sini, kita seharusnya sudah jelas bahwa perak pendamaian adalah untuk membangun tempat tinggal Allah dan juga untuk pergerakan kesaksian Allah. Akhirnya, seperti yang akan kita lihat kemudian, setelah tempat kediaman Allah dibangun, perak pendamaian dipakai untuk bea pemeliharaan.