UNSUR-UNSUR ROH MAJEMUK YANG DILAMBANGKAN DENGAN MINYAK URAPAN MAJEMUK (4)
Pembacaan Alkitab: Kel. 30:23-30; 1Yoh. 2:22-27
Dalam berita ini saya akan memberikan perkataan lebih lanjut tentang 1Yohanes 2:22-27 berkenaan dengan Roh majemuk yang dilambangkan dengan urapan majemuk yang disebutkan dalam Keluaran 30.
YESUS, KRISTUS, BAPA, DAN PUTRA YANG ADALAH SATU
Satu Yohanes 2:22 membicarakan orang yang menyangkal Yesus itu Kristus, dan selanjutnya membicarakan antikristus sebagai orang yang menyangkal Bapa dan Putra. Mengapa ayat ini menaruh kedua masalah tersebut bersama-sama? Mengapa ayat ini membicarakan baik orang yang menyangkal Yesus itu Kristus maupun orang yang menyangkal Bapa dan Putra? Jawabannya ialah menyangkal Yesus itu Kristus berarti menyangkal Bapa dan Putra. Ini menunjukkan bahwa Yesus itu Kristus, dan Kristus itu Bapa dan Putra. Ini juga menunjukkan bahwa Yesus Kristus, Bapa, dan Putra adalah satu. Jika kita menyangkal salah satu di antara Mereka, berarti kita juga menyangkal yang lainnya, sebab Mereka adalah satu.
Selanjutnya ayat 23, yaitu penegasan dari ayat 22, mengatakan, “Sebab siapa yang menyangkal Anak, ia tidak memiliki Bapa. Siapa yang mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa.” Jika kita menyangkal Putra, berarti kita menyangkal Bapa. Namun, jika kita mengakui Putra, berarti kita mengakui Bapa. Pada satu aspek, jika kita menyangkal Putra berarti kita menyangkal Bapa. Pada aspek lain, jika kita mengakui Putra, berarti kita mengakui Bapa. Alasannya ialah karena Putra, dan Bapa adalah satu. Bukan hanya Bapa dan Putra yang adalah satu, melainkan juga Yesus, Kristus, Putra, dan Bapa, semuanya adalah satu.
PERSONA YANG ALMUHIT
Satu Yohanes 2:25 mengatakan, “Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal.” Dalam ayat 22, 23 dan 25 kita jumpai Yesus, Kristus, Putra, Bapa, dan hidup (hayat) yang kekal. Semua ini adalah persona almuhit sebagai minyak urapan majemuk dalam Keluaran 30. Apakah hayat yang kekal itu? Hayat yang kekal ialah Yesus, Kristus, Putra, dan Bapa. Persona yang almuhit yang diwahyukan dalam ayat ini ialah hayat yang kekal itu.
Pada zaman Rasul Yohanes, ajaran-ajaran bidah tertentu berusaha memisahkan Yesus dari Kristus, dan Kristus dari Bapa. Pengajar-pengajar bidah menggunakan otak insani mereka yang alamiah untuk menganalisis persona ilahi Kristus yang almuhit. Namun, mereka tidak menemukan cara untuk mensistematiskan persona ini. Mereka tidak dapat membayangkan bagaimana Yesus dapat pula menjadi Kristus, dan Kristus dapat pula menjadi Bapa. Bahkan ada orang yang menyatakan bahwa Kristus itu Allah, namun bukan manusia. Mereka menyatakan bahwa tidak mungkin satu persona dapat menjadi baik Allah maupun manusia pada waktu yang sama. Ada orang lain lagi yang menyatakan bahwa Yesus itu manusia, tetapi bukan Allah. Namun, Rasul Yohanes menulis, “Firman itu telah menjadi daging” (Yoh. 1:14 Tl.). Firman ini adalah Allah (Yoh. 1:1), dan daging di sini menunjukkan keinsanian. Ini berarti, menurut perkataan Yohanes, ada satu persona yang adalah Allah juga manusia.
Untuk menanggulangi penentang-penentang, kita harus mengajukan empat pertanyaan. Pertama, bukankah Yesus itu Kristus? Kedua, apakah Kristus itu bukan Putra Allah? Ketiga, apakah Putra Allah itu bukan Allah sendiri? Keempat, apakah itu bukan tritunggal, yaitu Bapa, Putra, dan Roh itu? Semua orang Kristen sejati akan mengakui bahwa Yesus itu Kristus, Kristus itu Putra Allah, Putra Allah itu Allah, dan Allah itu tritunggal. Jika kita mengakui bahwa Yesus itu Kristus, Kristus itu Putra Allah, Putra Allah itu Allah, dan Allah itu tritunggal. Jika kita mengakui semua ini, maka kita harus melanjutkan berkata bahwa Kristus itu Bapa, Putra, dan Roh itu. Lagi pula, kita harus melihat bahwa Yesus, Kristus, Putra Allah, Allah, Bapa, Putra, dan Roh itu, semuanya adalah satu persona yang almuhit.
Ada sejumlah orang yang mengajarkan trinitas yang terpisah; tetapi kita mengajarkan Trinitas yang almuhit. Ajaran orang-orang tertentu mengenai persona Kristus dan Trinitas yang berdasarkan prinsip pemisahan merupakan usaha untuk memisahkan Bapa, Putra, dan Roh itu. Sebenarnya prinsip pemisahan itu merupakan sumber dari kebanyakan ajaran bidah tentang persona Kristus dan trinitas ilahi. Usaha pemisahan itu telah menimbulkan problem yang serius. Wahyu ilahi dalam Alkitab bukan berdasarkan prinsip pemisahan, melainkan berdasarkan prinsip kealmuhitan. Persona ilahi itu almuhit, Ia tidak bisa dipisah-pisahkan. Namun, ada beberapa orang yang bersikeras menyatakan bahwa Tiga dari Trinitas adalah tiga persona yang terpisah. Usaha untuk memisahkan Bapa dari Putra dan Putra dari Roh ini telah menimbulkan bidah sejak dulu hingga sekarang. Berdasarkan apa yang diajarkan dalam 1Yohanes 2, bahkan siapa yang menyangkal sebagian saja dari persona Kristus yang almuhit ini, ia adalah antikristus. Di sini kita memiliki prinsip yang berlaku pada kebanyakan pengajar hari ini. Boleh jadi pengajar-pengajar ini adalah orang-orang Kristen sejati, namun setidak-tidaknya sebagian adalah antikristus dalam ajaran mereka, karena menyangkal Kristus dalam aspek persona-Nya yang almuhit. Menyangkal Kristus dalam cara apa pun berarti adalah antikristus, setidak-tidaknya pada tingkat tertentu. Itulah dasarnya mengapa Yohanes mengatakan orang-orang bidah tersebut sebagai antikristus. Ajaran-ajaran mereka adalah antikristus karena dalam beberapa aspek mereka menyangkal Kristus. Sebagai contoh, ajaran yang mengatakan bahwa Kristus itu Allah berarti pro-Kristus, bukan anti Kristus. Namun ajaran yang menyatakan bahwa Kristus hanyalah Allah dan bukan manusia adalah antikristus.
Ada orang yang mengakui bahwa Kristus itu Pencipta, tetapi mereka bersikeras menyangkal bahwa Ia pun adalah ciptaan berkenaan dengan keinsanian-Nya. Mengatakan bahwa Kristus itu Pencipta berarti pro-Kristus, namun menyangkal fakta bahwa berkenaan dengan keinsanian-Nya Ia adalah ciptaan berarti mengatakan sesuatu yang bersifat antikristus. Kita harus pro-Kristus dalam cara almuhit dan mengatakan bahwa Ia adalah Pencipta maupun ciptaan.
ALLAH TRITUNGGAL
Alkitab mewahyukan bahwa Putra disebut Bapa (Yes. 9:5), dan Ia adalah Roh itu (2Kor. 3:17). Perhatikan wahyu tentang Allah Tritunggal dalam Yohanes 14. Dalam ayat 8, Filipus berkata kepada-Nya, “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” Heran dengan permintaan Filipus, Tuhan Yesus menjawab, “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Siapa saja yang telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimanakah engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami” (ayat 9). Selanjutnya Tuhan berkata, “Tidak percayakah engkau bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku?” Di sini seolah-olah Tuhan berkata, “Filipus, telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, masihkah kamu tidak mengenal Aku? Tidak tahukah kamu bahwa bila kamu melihat Aku, berarti melihat Bapa? Aku dengan Bapa adalah satu. Bapa di dalam Aku, dan Aku di dalam Bapa. Terlepas dari Aku, di luar Aku, tidak ada persona yang disebut Bapa sedemikian ini.” Yesaya 9:5 berkata, “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putra telah diberikan untuk kita; . . . dan namanya disebutkan orang: . . . Allah yang Perkasa, Bapa yang kekal.” Menurut ayat ini, Putra yang diberikan kepada kita disebut Bapa yang kekal, atau Bapa kekekalan.
Baru-baru ini seorang guru mengatakan bahwa Bapa dalam Yesaya 9:5 tersebut maksudnya sama seperti gelar “bapa dari bangsanya” yang diberikan kepada Washington dan gelar “bapa listrik” yang diberikan kepada Edison. Meskipun kita menerima pengertian semacam ini, kita perlu bertanya tentang Bapa apakah Putra itu. Menurut Yesaya 9:5, Ia adalah Bapa Kekekalan. Sebutan “Bapa kekekalan” sebenarnya berarti “Bapa yang kekal”. Bapa kekekalan berarti Bapa yang ada untuk selama-lamanya, yaitu Bapa yang kekal. Kata “kekekalan” menunjukkan Dia yang ada dan yang kekal. Karena itu, Bapa kekal ialah Bapa yang ada dan yang kekal. Siapakah Bapa yang ada dan yang kekal ini? Apakah ada dua Bapa yang demikian Bapa dalam ke-Allahan dan Bapa yang lainnya lagi yang adalah Putra dalam Yesaya 9:5? Jawaban untuk pertanyaan ini ialah Bapa dalam ke-Allahan itulah Bapa kekal, dan menurut Yesaya 9:5, Putra itu juga adalah Bapa kekal. Tidak ada dua Bapa! Hanya ada satu Bapa kekal, yaitu Bapa yang ada dan yang kekal.
Setelah Tuhan Yesus menjelaskan hal ini dalam Yohanes 14 bahwa Ia dan Bapa adalah satu, selanjutnya Ia berbicara tentang Roh itu sebagai Penolong yang lain, “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.” (ayat 16-17). Sebenarnya, Penolong yang lain ini adalah Tuhan sendiri dalam bentuk lain. Pertama-tama Ia adalah Penolong dalam bentuk tubuh daging. Kemudian Ia menjadi Penolong yang lain sebagai Roh itu. Penolong ini adalah Roh realitas. Menurut Yohanes 14:17, Roh realitas tidak hanya akan berada di antara para murid, tetapi juga berada di dalam mereka.
Dalam Yohanes 14:20 selanjutnya Tuhan Yesus berkata, “Pada waktu itulah kamu akan tahu bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.” Waktu yang dibicarakan di sini ialah hari kebangkitan Tuhan. Di sini Tuhan seolah-olah berkata, “Pada hari itu kamu akan tahu bahwa Aku di dalam Bapa. Selanjutnya kamu tidak akan meminta lagi agar Aku menunjukkan Bapa kepadamu. Dengan mengetahui bahwa Aku di dalam Bapa, kamu pun akan tahu bahwa kamu di dalam Aku, dan Aku di dalam kamu sebagaimana Roh itu di dalam kamu (ayat 17). Hal ini dapat terjadi karena Aku juga adalah Roh itu.”
Jika Tuhan bukan Roh itu, bagaimana kita dapat berada di dalam-Nya, dan Ia di dalam kita? Jika Ia bukan Roh itu, kita tidak dapat masuk ke dalam-Nya, dan Ia tidak dapat masuk ke dalam kita. Karena itu, Tuhan harus menjadi Roh itu, yaitu Pneuma, udara surgawi. Karena Ia adalah Roh itu, yaitu pneuma, udara, maka Ia dapat berada di dalam kita, dan kita di dalam-Nya. Para murid mengetahui hal ini pada hari kebangkitan Kristus. Pada hari itu mereka baru tahu bahwa Ia di dalam Bapa, mereka di dalam-Nya, dan Ia di dalam mereka.
Firman Tuhan dalam Yohanes 14 menunjukkan bahwa tiga dari ke-Allahan Bapa, Putra, dan Roh itu adalah esa. Hal ini ditegaskan oleh Rasul Paulus. Satu Korintus 15:45 mengatakan, “Adam yang akhir menjadi Roh Pemberi-hayat” (Tl.). Ini berarti Tuhan Yesus sebagai Adam yang akhir di dalam daging telah menjadi Roh Pemberi-hayat. Selain itu, dalam 2Korintus 3:17 Paulus menyatakan, “Sebab Tuhan adalah Roh.”
DIURAPI DENGAN UNSUR PERSONA YANG ALMUHIT
Dalam 1Yohanes 2 kita melihat bahwa Yesus, Kristus, Putra, Bapa, dan Roh yang adalah pengurapan adalah satu. Yesus itu Anak Manusia, Penebus, dan Juruselamat. Kristus itu Dia yang diurapi, Mesias. Ia juga adalah Yang bangkit, Tuhan, dan Tuan. Pada Yesus kita memiliki inkarnasi, kehidupan insani, dan penyaliban. Pada Kristus kita memiliki pengurapan, kebangkitan, dan kenaikan ke surga. Lagi pula, Bapa itu sumber hayat. Putra itu hayat yang terekspresi, dan Roh itu aliran hayat, semua tercakup dalam persona yang almuhit, dan telah dicampur menjadi satu campuran. Itulah sebabnya kita menghabiskan banyak waktu untuk membahas semua unsur Roh majemuk seperti yang dilambangkan dengan urapan majemuk dalam Keluaran 30.
Kita telah melihat bahwa dalam minyak urapan ini terdapat sepuluh unsur: Allah yang unik, yang dilambangkan dengan satu hin minyak zaitun; Allah Tritunggal, yang dilambangkan dengan tiga satuan takaran dari empat macam rempah-rempah; manusia Yesus, ciptaan Allah berkenaan dengan keinsanian-Nya, yang dilambangkan dengan empat macam rempah-rempah yang berasal dari hayat nabati; kematian Kristus yang mustika, yang dilambangkan dengan mur tetesan; kemanisan dan khasiat kematian Kristus, yang dilambangkan dengan kayu manis; kebangkitan Kristus yang mustika, yang dilambangkan dengan deringo yang harum; Kekuatan kebangkitan Kristus, yang dilambangkan dengan kayu teja; perbauran antara keilahian dengan keinsanian, yang terlihat dalam pembauran antara minyak zaitun dengan empat macam rempah-rempah; kekuatan untuk bertanggung jawab, yang ditunjukkan oleh kelima unsur urapan majemuk dan tiga kali lima ratus syikal dari empat macam rempah-rempah. Semua unsur ini tercampur untuk menghasilkan Roh majemuk, yaitu minyak urapan dalam 1Yohanes 2:20 dan 27.
Dalam 1Yohanes 2, Rasul Yohanes menyuntik kaum beriman agar kebal terhadap bidah yang berkenaan dengan persona Kristus yang almuhit. Bidah yang demikian juga antikristus. Pada saat ia menyuntik kaum beriman agar kebal terhadap bidah, Yohanes menggunakan kiasan minyak urapan majemuk dalam Keluaran 30. Dalam tulisantulisannya Yohanes sering menggunakan kiasan-kiasan, lambang-lambang, maupun tanda-tanda yang diambil dari Perjanjian Lama. Sebagai contoh, dalam Injil Yohanes kita temukan Kemah dan Anak Domba (Yoh. 1:14, 29), dan dalam Kitab Wahyu kita temukan kaki pelita, manna yang tersembunyi, pohon hayat, dan Kemah Suci (Why. 1:12; 2:7, 17; 21:3; 22:2). Sekarang kita melihat bahwa dalam 1Yohanes 2 ia menggunakan kiasan unik minyak urapan majemuk minyak yang dicampur dengan empat macam rempah-rempah untuk menggambarkan persona yang almuhit. Roh itu sekarang mengurapi kita dengan semua unsur dari persona ini. Ia mengurapi kita dengan setiap bagian, aspek, dan unsur.
Kita boleh menggunakan masalah mengecat tembok sebagai gambaran tentang pengurapan Roh majemuk. Misalnya Anda mengecat tembok dengan cat minyak dasar, berarti Anda mengecat tembok tersebut dengan campuran minyak dengan unsur-unsur lainnya. Kapan kala cat itu dioleskan pada tembok, maka semua unsur dalam cat tersebut teroleskan pula. Demikian pula, kita dapat mengatakan bahwa sebagai Roh majemuk yang mengurapi kita, Ia sedang “mengecat” kita. Ia mengecat kita dengan semua unsur dari persona yang almuhit ini: Bapa, Putra, Roh itu, manusia Yesus, keilahian dan keinsanian Kristus, inkarnasi-Nya, kehidupan-Nya, kematian-Nya, penyaliban-Nya, kebangkitan-Nya, dan kenaikan-Nya ke surga.
Saya telah menunjukkan apa saja yang tercakup dalam Bapa, Putra, dan Roh itu. Yesus meliputi inkarnasi, kehidupan insani, penderitaan insani, dan penyaliban. Kristus meliputi Dia yang diurapi, kebangkitan, kekuasaan, dan kenaikan ke surga. Bapa meliputi sumber hayat, Putra, yaitu ekspresi hayat; dan Roh itu, yaitu pemberi-hayat. Semua unsur ini tercakup dalam Roh majemuk yang dengannya kita diurapi. Hari demi hari, Roh majemuk mengurapi kita dengan semua unsur ini.
Dalam 1Yohanes 2 kita melihat unsur Roh majemuk. Yesus, Kristus, Putra, Bapa, dan hayat kekal. Apa yang tercakup dalam nama-nama ini tak terbatas. Fungsi Roh majemuk ialah untuk mengurapi kita. Kapan kala urapan Roh itu bekerja di dalam kita, terjadilah pengurapan. Karena minyak urapan telah dicampur, maka pengurapan juga telah dicampur. Kembali kita gunakan gambaran tentang mengecat tembok. Kita dapat mengatakan bahwa kapan kala kita mengecat tembok dengan cat minyak dasar, berarti kita bukan hanya mengecat tembok dengan minyak, namun juga dengan semua unsur yang terkandung dalam cat tersebut. Demikian pula, kapan kala kita dicat dengan cat ilahi, kita dicat dengan unsur-unsur yang tercakup di dalamnya. Hari ini, Roh majemuk mengurapi kita dengan semua unsur minyak urapan majemuk. Semoga hal ini dengan jelas kita pahami dan kita alami berlimpah-limpah.