← Daftar isi Keluaran (10) · bab 13/17

UNSUR-UNSUR ROH MAJEMUK YANG DILAMBANGKAN DENGAN MINYAK URAPAN MAJEMUK (3)

Pembacaan Alkitab: Kel. 30:23-30; 1Yoh. 2:18-27; 4:2-3

Dalam dua berita sebelumnya kita telah membahas unsur-unsur Roh majemuk dan pengurapan Roh majemuk. Unsur-unsur Roh itu meliputi Allah yang unik, Allah Tritunggal, insani Yesus, kematian Kristus yang mustika, kemanisan dan khasiat kematian Kristus, kebangkitan Kristus yang mustika, kuasa kebangkitan Kristus, perbauran antara keinsanian dengan keilahian, kekuatan untuk bertanggung jawab, dan unsur pembangunan. Kita telah melihat bahwa pengurapan Roh majemuk adalah terurapnya kaum beriman dengan Bapa dan Putra yang terkandung dalam Roh pengurapan, dan terurapnya kaum beriman dengan hayat kekal yang terkandung dalam Roh ini. Pengurapan Roh majemuk juga menyuntik kaum beriman untuk mencegah merasuknya ajaran-ajaran bidah yang berkenaan dengan persona Kristus. Lagi pula, kaum beriman boleh tinggal di dalam Tuhan sesuai dengan ajaran pengurapan yang ada di dalam kita. Dalam berita ini kita akan membahas lebih lanjut tentang pengurapan Roh itu sebagaimana diwahyukan dalam 1Yohanes 2:18-27. Tentu saja, kita akan membahas bagian ini dipandang dari sudut lambang minyak urapan majemuk yang ada dalam Keluaran 30:23-30.

TIDAK MUNGKIN MEMISAHKAN

YESUS DARI KRISTUS ATAU PUTRA DARI BAPA

Satu Yohanes 2:22 mengatakan, “Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Mesias? Inilah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.” Ayat ini ditulis berdasarkan latar belakang Surat 1Yohanes. Jika kita tidak tahu apa pun tentang latar belakang ini, kita tidak akan mampu memahami ayat ini sepenuhnya. Mereka yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus berarti memisahkan Yesus dari Kristus, yaitu menjadikan Mereka dua persona. Karena itu, mengatakan bahwa Yesus bukan Kristus berarti memisahkan Yesus dari Kristus, seolah-olah Yesus dan Kristus adalah dua persona yang berlainan. Adanya ajaran bidah semacam ini adalah bagian dari latar belakang perkataan Yohanes dalam ayat 22 mengenai mereka yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus. Yesus dan Kristus adalah satu. Mengatakan bahwa Yesus bukan Kristus berarti bidah. Ayat 22 tidak mengatakan bahwa antikristus menyangkal Yesus dan Kristus. Pertama-tama, ayat ini menyatakan bahwa antikristus menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus. Kemudian, ayat tersebut menyatakan bahwa antikristus menyangkal Bapa dan Putra. Ini menunjukkan bahwa Yesus Kristus, Bapa, dan Putra adalah satu. Beberapa guru Alkitab berusaha memisahkan Bapa dari Putra, dan Putra dari Roh itu. Guru-guru ini menyangkal bahwa Putra adalah Bapa dan Putra adalah Roh itu. Akibat dari usaha mereka untuk memisahkan Bapa dari Putra, dan Putra dari Roh itu, mereka memiliki tiga Allah.

Sebagaimana kita tidak dapat memisahkan Bapa, Putra, dan Roh, kita pun tidak dapat memisahkan keilahian Kristus dari keinsanian-Nya. Tidak ada jalan yang dapat memisahkan keilahian Kristus dan keinsanian-Nya. Berusaha memisahkan keilahian dengan keinsanian Kristus dapat disamakan dengan memisahkan raga seseorang dari jiwanya, dan raga serta jiwanya dari rohnya, sehingga menjadi tiga satuan yang berbeda. Siapa pun yang dapat dipisahkan dengan cara demikian bukan lagi persona yang utuh. Inilah gambaran tentang keseriusan dari kekeliruan karena berusaha memecah dan memisahkan Bapa dari Putra, dan Putra dari Roh itu. Usaha itu menghasilkan bidah triteisme, yaitu keyakinan bahwa Bapa, Putra, dan Roh itu adalah tiga Allah.

Dalam ayat 23 selanjutnya Yohanes berkata, “Sebab siapa yang menyangkal Anak, ia tidak memiliki Bapa. Siapa yang mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa.” Bukankah ini menunjukkan bahwa Bapa dan Putra adalah satu? Menurut ayat ini, jika kita menyangkal Putra, kita tidak memiliki Bapa, tetapi jika kita mengakui Putra, kita memiliki Bapa.

Ayat 22 dan 23 menunjukkan bahwa Yesus Kristus, Bapa, dan Putra adalah satu. Mereka tidak dapat dipisahpisahkan. Kekeliruan dari ajaran bidah tentang Kristologi dan Trinitas adalah memisah-misahkan Putra dari Bapa, dan Roh itu dari Putra. Namun, terutama dalam ayat-ayat ini, Alkitab menaruh Bapa dan Putra bersamasama sebagai campuran. Pekerjaan antikristus ialah memisahkan Bapa dengan Putra.

MEMBIARKAN REALITAS

ALLAH TRITUNGGAL TINGGAL DI DALAM KITA

Dalam ayat 24 Yohanes berkata, “Dan kamu, apa yang telah kamu dengar sejak semula, itu harus tetap tinggal di dalam kamu. Jika apa yang telah kamu dengar sejak semula itu tetap tinggal di dalam kamu, maka kamu akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa.” Apa yang kaum beriman dengar dari mulanya? Dari mulanya mereka mendengar pemberitaan para rasul mengenai Trinitas. Karena itu, dalam ayat ini Yohanes memberi tahu kaum beriman agar membiarkan kebenaran tentang Trinitas yang tepat tinggal di dalam mereka. Jika mereka membiarkan kebenaran ini tinggal di dalam mereka, maka mereka akan tinggal di dalam Putra dan Bapa. Sebenarnya, apa yang mereka dengar lewat pemberitaan para rasul adalah Bapa dan Putra, bukan sekadar doktrin. Mereka mendengar realitas Bapa dan Putra. Di sini Yohanes seolah-olah berkata, “Kami membicarakan realitas Bapa dan Putra kepadamu. Kami mengajarkan ini kepadamu, dan kamu mendengar serta menerimanya. Yang kami terima bukanlah sekadar doktrin, melainkan Allah Tritunggal, yaitu Bapa, Putra, dan Roh itu.” Namun, kini di manakah Roh itu? Roh itu adalah pengurapan yang dibicarakan dalam ayat 20 dan 23.

HAYAT YANG KEKAL

Ayat 25 mengatakan, “Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal.” Selama bertahun-tahun saya mengalami kesulitan dalam memahami ayat ini. Dengan cara pikir saya yang logis saya bertanya, “Apa yang ayat ini katakan? Pertama, Yohanes berkata tentang Yesus Kristus, kemudian Putra dan Bapa. Sekarang ia mengemukakan masalah hayat yang kekal. Apa yang Yohanes katakan? Apakah pokok persoalan tulisannya di sini ialah Yesus Kristus, Bapa dan Putra, atau hayat yang kekal? Bagi saya, Yohanes seolah-olah memiliki tiga subyek.” Melihat bagian ini dengan cara yang demikian, saya tidak bisa memahaminya, tidak bisa menyelaraskan subyek yang berbeda tersebut. Akhir-akhir ini, saya baru paham bahwa di sini kita memiliki campuran, yaitu perbauran antara Yesus Kristus, Bapa, Putra, dan hayat yang kekal. Ahli ilmu agama mungkin bingung dengan pengertian atas ayat-ayat ini. Namun, saya yakin bahwa jika kita menerima terang dari Tuhan, kita akan melihat bahwa penafsiran ini benar. Di sini kita memiliki campuran, yaitu perbauran antara Yesus Kristus, Bapa dan Putra, serta hayat yang kekal.

Dalam ayat 26 selanjutnya Yohanes berkata, “Semua (hal) itu kutulis kepadamu, yaitu mengenai orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu.” Sebenarnya kata “hal” tidak ditemukan dalam ayat ini, sebagaimana ditunjukkan oleh fakta bahwa beberapa terjemahan meletakkannya dalam huruf miring. Karena itu Yohanes mengatakan bahwa “semua itu” ia tulis kepada kaum beriman mengenai orang-orang yang akan menyesatkan mereka. Ditujukan kepada apakah kata “semua itu” ? Kata ini pasti ditujukan kepada Yesus Kristus, Bapa, dan Putra, serta hayat yang kekal. Selain itu, “kutulis” sebenarnya berarti “sedang kutulis”. Karena itu Yohanes bisa berkata, “Aku sedang menulis kepadamu mengenai orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu.” Antikristus dan nabi-nabi palsu mengajarkan bahwa Kristus terpisah dari Yesus dan Putra terpisah dari Bapa. Ajaran bidah semacam ini adalah sesat.

MINYAK URAPAN MAJEMUK

YANG TINGGAL DI DALAM KITA

Setelah memberi tahu kaum beriman bahwa ia telah menulis kepada mereka mengenai orang-orang yang berusaha menyesatkan mereka, selanjutnya dalam ayat 27 Yohanes berkata, “Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari Dia. Karena itu, kamu tidak perlu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu dan pengajaran-Nya itu benar, bukan dusta dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.” Tentu saja, pengurapan yang tinggal di dalam kita adalah pergerakan dari satu Persona. Pergerakan yang tinggal di dalam kita ialah Persona yang bergerak di dalam kita. Persona yang mengurapi ini ialah pengurapan. Siapakah Persona yang mengurapi ini? Untuk menjawab pertanyaan ini kita harus menengok Keluaran 30.

Dalam Keluaran 30, kita melihat bahwa pengurapan Kemah Suci dan imamat adalah fungsi dari minyak urapan majemuk. Setiap kali seorang imam diurapi dengan minyak urapan majemuk ini, berarti minyak zaitun, mur, kayu manis, deringo, dan kayu teja diurapkan kepadanya. Sebagaimana telah kita tunjukkan dalam berita sebelumnya, Roh majemuk dilambangkan dengan minyak urapan majemuk yang mencakup khasiat kematian Kristus, kuasa kebangkitan-Nya, perbauran antara keilahian dengan keinsanian, kekuatan untuk memikul tanggung jawab, dan unsur pembangunan. Pengurapan majemuk sedemikian ini tinggal di dalam kita. Ayat 27 menunjukkan bahwa karena kita memiliki pengurapan yang tinggal di dalam kita, maka kita tidak memerlukan orang lain untuk mengajar kita. Kita tidak memerlukan siapa pun untuk memberi tahu kita bahwa Bapa terpisah dari Putra, atau Bapa itu esa dengan Putra. Jika kita memperhatikan konteksnya, kita akan melihat bahwa kata “mengajar” berkaitan dengan Yesus Kristus dan Bapa serta Putra.

AJARAN TENTANG PENGURAPAN

Dalam ayat 27, Yohanes juga menunjukkan bahwa “pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu.” Apa yang Yohanes maksudkan dengan “segala sesuatu”? Kita boleh menafsirkan hal ini secara umum seperti yang saya lakukan selama bertahun-tahun dan menganggap “segala sesuatu” sebagai semua hal dalam hidup kita sehari-hari cara kita berpakaian, cara kita memotong rambut, cara kita membelanjakan uang, dan sikap kita terhadap orang lain. Namun, jika dikatakan dengan tepat “segala sesuatu” ini menunjukkan Yesus Kristus, Bapa Putra, dan hayat kekal. Pengurapan yang tinggal di dalam kita mengajar kita tentang hal ini. Karena itu, kita jangan mengindahkan bidah yang bukan-bukan, yang mengatakan bahwa Yesus bukanlah Kristus, maupun yang mengatakan bahwa Bapa dan Putra tidak esa. Kita jangan mengindahkan orang-orang yang memisahkan Kristus dari Bapa, maupun orang-orang yang menyangkal bahwa Kristus adalah Roh itu.

Cocokkan dengan pengalaman batiniah Anda. Anda memiliki pengurapan majemuk di dalam Anda. Apakah yang diajarkan oleh pengurapan ini? Bukankah pengurapanpengurapan ini memberi tahu Anda bahwa Yesus Kristus, Bapa, Putra, dan hayat yang kekal berada di dalam Anda? Banyak di antara kita yang mengatakan bahwa berdasarkan pengalaman pengurapan batiniah kita, Yesus Kristus, Allah Bapa, Putra, hayat yang kekal, dan Roh itu, semuanya berada di dalam kita. Kita tidak dapat memisahmisahkan Mereka. Kita tidak perlu ke ahli agama; karena kita memiliki pengurapan majemuk di dalam kita. Pengajaran dari pengurapan ini memberi tahu kita bahwa Yesus Kristus, Bapa dan Putra, hayat yang kekal, dan Roh itu tidak dapat dipisahpisahkan, dan tinggal di dalam kita. Jangan berkonsultasi dengan ahli agama, pastor, maupun guru Alkitab. Sebaliknya, perhatikanlah ajaran dari pengurapan majemuk dalam batin.

TINGGAL DALAM PENGURAPAN

Dalam ayat 27, Yohanes juga mengatakan bahwa pengajaran atau pengurapan itu benar, tidak dusta. Selanjutnya ia berkata, “Dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.” Para penerjemah mendapat kesulitan dalam menentukan apakah kata ganti pada akhir ayat ini diterjemahkan dengan “Dia” (kata ganti orang ketiga tunggal ‘him’) atau “dia” (kata ganti benda itu). Versi King James menyebutkan “it”. Saya lebih suka berkata, “Dan sebagaimana ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalamnya”. Sebenarnya, menurut kata Yunani artinya ialah “nya” (“it”), meskipun tidak keliru jika diterjemahkan “dia” (“him”). Mengapa saya lebih senang mengatakan “it” daripada “him” dalam ayat itu? Alasannya ialah karena di sini kita tinggal di dalam pengurapan. Pengurapan itu almuhit, sebab pengurapan itu ialah Roh almuhit yang meliputi Bapa, Putra, Yesus Kristus, hayat yang kekal, kematian dan kebangkitan Kristus, kekuatan untuk memikul tanggung jawab, dan unsur pembangunan.

KRISTUS — PENCIPTA DAN CIPTAAN

Satu Yohanes 4:2 mengatakan, “Dengan inilah kita mengenal Roh Allah: Setiap roh yang mengaku bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah.” Selanjutnya dalam ayat 3 Yohanes berkata, “Dan setiap roh yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus.” Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Ini menunjukkan inkarnasi-Nya. Mengenai inkarnasi, manusia dalam Yohanes 1:14 menunjukkan keinsanian Tuhan. Yohanes 1:1 mengatakan bahwa Firman itu adalah Allah. Ini menunjukkan keilahian Kristus. Namun, Yohanes 1:14 mengatakan bahwa Firman itu telah menjadi manusia. Dalam ayat ini “manusia” menunjukkan keinsanian Kristus. Karena Tuhan Yesus ikut mengambil bagian dalam keinsanian, maka Ia memiliki tubuh dengan daging, tulang, darah, dan kulit. Tentu saja unsur-unsur ini diciptakan oleh Allah. Karena itu, berkenaan dengan keinsanian-Nya, Tuhan Yesus adalah ciptaan. Jika Tuhan tidak pernah datang dalam daging sebagai ciptaan, bagaimana Ia bisa memiliki darah untuk ditumpahkan di atas salib bagi dosa-dosa kita? Hanya darah manusialah yang dapat menyelamatkan manusia. Tentu saja, malaikat tidak memiliki darah. Namun, sekalipun mereka memiliki darah, darah mereka tidak dapat digunakan untuk menebus manusia. Demikian pula, Allah Sang Pencipta tidak memiliki darah. Jika demikian, siapakah yang memiliki darah yang dapat ditumpahkan untuk penebusan manusia? Jawabannya ialah manusia ciptaan yang memiliki darah. Karena alasan inilah maka kita mengatakan bahwa mengenai keinsanian-Nya, termasuk semua unsur tubuh fisik-Nya, Tuhan Yesus adalah ciptaan.

Baru-baru ini seorang saudara memberi tahu saya bahwa dalam suatu konferensi, seorang pendeta berdiri dan berkata, “Ada orang yang mengatakan bahwa mengenai Kolose 1:15, yang mengatakan bahwa Kristus ialah Yang sulung dari segala yang diciptakan, itu berarti Kristus adalah ciptaan. Bukan! Kristus adalah Pencipta. Ia tidak pernah diciptakan!” Jika pendeta ini benar-benar memiliki keyakinan demikian, maka ia dapat digolongkan ke dalam orang-orang yang dalam 1Yohanes 4 yang menyangkal bahwa Yesus Kristus datang sebagai manusia.

Saya tahu ajaran-ajaran dari orang-orang yang menggunakan Kolose 1:15 untuk mengajarkan bidah tentang persona Kristus. Arius yang dihukum di Konsili Nicea pada 325 SM, mengajarkan bahwa Kristus adalah ciptaan dan bukan Allah. Ia berusaha menggunakan Kolose 1:15 untuk membuktikan hal ini. Arius menyatakan bahwa Kristus diciptakan oleh Allah, namun diciptakan sebelum zaman azali, mendahului benda-benda ciptaan lainnya. Karena itu, menurut Arius, terdapat suatu di mana Kristus tidak ada. Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa “Firman itu adalah Allah” (Yoh. 1:1). Arius berpendapat Kristus bukanlah Allah Sang Ada, dan karena itu ia berpendapat bahwa keilahian Kristus tidak dapat disamakan dengan Allah sendiri. Ini sungguh merupakan bidah yang sangat besar!

Alkitab mewahyukan bahwa Kristus adalah Allah yang ada dari semula dan yang hidup serta tidak berawal. Namun, Arius mengatakan bahwa terdapat suatu masa di mana Kristus tidak ada. Ajaran semacam itu merupakan penghinaan yang besar terhadap persona Kristus! Arius secara total menyangkal keilahian Kristus yang bukan ciptaan. Ajarannya itu dianggap bidah dan ditentang oleh Konsili Nicea. Kita juga menolak ajaran bidah Aries itu.

Kolose 1:15 mengatakan bahwa Kristus adalah Yang sulung dari semua ciptaan. Kolose 1:18 membicarakan Dia sebagai “yang pertama bangkit dari antara orang mati.” Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa Kristus adalah yang pertama dalam dua cara yang berbeda: Ia adalah Yang sulung dalam ciptaan lama, dan Ia pun adalah Yang pertama dari ciptaan baru dalam kebangkitan. Allah hanya memiliki dua ciptaan, yaitu ciptaan lama yang bersifat materi, dan ciptaan baru yang bersifat rohani. Kristus adalah yang pertama dalam kedua ciptaan Allah.

Kita boleh mengatakan bahwa Kristus mengambil dua langkah besar inkarnasi dan kebangkitan. Melalui langkah inkarnasi, Kristus mengambil bagian dalam sifat manusia ciptaan. Melalui inkarnasi, Kristus menjadi manusia sejati. Sebagai manusia, Kristus diciptakan. Jika kita menyangkal Kristus diciptakan berkenaan dengan insani-Nya, berarti kita menyangkal bahwa Ia adalah manusia sejati. Jika demikian, apakah Ia itu? Hantukah Ia? Bukan! Kristus menjadi manusia sejati dengan daging dan darah. Dalam hal ini, Ia diciptakan. Dalam tubuh daging-Nya, Ia adalah Yang sulung dari antara ciptaan lama Allah. Kemudian dalam kebangkitan, Ia adalah Yang pertama bangkit dari antara orang mati, yaitu yang pertama dari antara ciptaan baru Allah. Karena itu, Tuhan Yesus adalah Allah, Pencipta, dan Ia pun adalah manusia, yaitu ciptaan. Inilah ajaran tentang kealmuhitan Tuhan.

Berdasarkan wahyu Alkitab yang lengkap, Kristus adalah Sang pencipta dan ciptaan, karena Ia adalah Allah dan manusia. Ia adalah Allah yang menciptakan, dan Ia pun adalah manusia, yang diciptakan. Mengenai ke-Allahan-Nya, Ia adalah Sang pencipta, bukan ciptaan, yaitu Aku yang tanpa awal. Pada satu aspek, Alkitab mengatakan bahwa Kristus adalah Sang pencipta. Pada aspek yang lain, Alkitab juga mengatakan bahwa Ia adalah ciptaan. Inilah wahyu yang lengkap dan jelas tentang firman Allah.

Kepada mereka yang menyatakan Kristus hanyalah Sang pencipta dan tidak pernah diciptakan, saya berkata: “Anda bersikeras bahwa Kristus adalah Sang pencipta, bukan ciptaan. Pernah menjadi manusia atau tidakkah Kristus itu? Bukankah Ia mati dan menumpahkan darah-Nya di kayu salib? Bagaimana Kristus dapat memiliki darah jika Ia bukan ciptaan? Hantu tidak dapat disalibkan dan menumpahkan darah”. Hari ini Kristus yang berada di takhta Allah tetap adalah manusia. Dalam 1Timotius 2:5 Paulus memberi tahu kita bahwa ada seorang Pengantara antara Allah dan manusia, yaitu Manusia Kristus Yesus. Pengantara ini bukanlah hantu Ia adalah manusia sejati. Hantu tak dapat menjadi pengantara kita. Pengantara yang riil haruslah Allah dan juga manusia; Ia harus memiliki baik keinsanian maupun keilahian.

Kita dapat menggunakan penerjemahan sebagai suatu gambaran. Seorang penerjemah setidaknya harus menguasai dua bahasa untuk menerjemahkan dari satu bahasa ke bahasa lainnya. Bagaimana seorang dapat menerjemahkan bahasa Mandarin ke bahasa Inggris jika ia hanya menguasai bahasa Mandarin, namun tidak menguasai bahasa Inggris? Ketidakmampuannya menguasai bahasa Inggris akan menyebabkan ia tidak mungkin menjadi seorang penerjemah. Dalam prinsip yang sama, Kristus harus memiliki dua sifat ilahi dan insani. Ia haruslah Allah dan juga manusia, sehingga “dapat menerjemahkan” Allah kepada manusia dan manusia kepada Allah.

Alangkah buta dan bodohnya para guru agama hari ini! Karena mereka bodoh dan buta, maka mereka menyalahkan kebenaran pada saat kebenaran tersebut dinyatakan. Sebenarnya menurut perkataan Rasul Yohanes, guru-guru semacam itu adalah antikristus. Seandainya hari ini Yohanes berada di antara kita, siapa pun yang menyangkal bahwa Kristus diciptakan berkenaan dengan insani-Nya akan dinyatakan sebagai nabi palsu atau guru palsu.

KEHIDUPAN ORANG KRISTEN

Kehidupan orang Kristen adalah kehidupan yang sepenuhnya diurapi oleh Roh majemuk. Segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan orang Kristen diselubungi dengan pengurapan ini. Dalam pengurapan Roh majemuk kita memiliki kekudusan, kemenangan, hayat, terang, kuasa, dan kerohanian yang riil. Kehidupan orang Kristen adalah kehidupan dalam pengurapan Roh Pemberi-hayat yang almuhit. Oh, semoga Tuhan membuka mata kita agar melihat bahwa kehidupan orang Kristen bukanlah perihal pengajaran, perbaikan, penyesuaian, maupun koreksi! Kehidupan orang Kristen sepenuhnya adalah perihal pengurapan majemuk!

Sebenarnya kita dapat menerapkan pengurapan ini pada segala sesuatu dalam kehidupan kita setiap hari. Kita dapat menerapkannya pada kehidupan keluarga, kehidupan di tempat kerja, juga pada cara kita berbelanja. Dengan mengurapi kita, Roh yang majemuk mengajar kita mengenai segala hal. Sebab itu, kita seharusnya menempuh hidup sebagai orang Kristen menurut pengajaran minyak urapan majemuk ini, bukan menurut yang lain. Kita semua perlu melihat visi ini.

Jika kita melihat visi tentang minyak urapan dari Roh yang majemuk, kita akan menyadari bahwa yang dimiliki oleh sebagian besar orang Kristen hari ini adalah agama. Agama ini sangat berbeda dengan pengurapan Roh yang majemuk. Mereka tidak memiliki ajaran pengurapan, melainkan teologi, peraturan, organisasi, dan ajaran mengenai perbaikan karakter. Karena mata banyak orang Kristen telah tertutup oleh selubung agamawi, alamiah, dan etika, mereka tidak memiliki pengertian, penafsiran yang tepat atas potongan firman ini. Semoga Tuhan membuka mata kita untuk melihat apa yang diwahyukan di sini. Kiranya kita melihat minyak urapan majemuk untuk menempuh hidup sebagai orang Kristen.