UNSUR-UNSUR ROH MAJEMUK YANG DILAMBANGKAN DENGAN MINYAK URAPAN MAJEMUK (2)
Pembacaan Alkitab:
Kel. 30:23-30; 1Yoh. 2:18-27; 4:1-3, 6;
Rm. 8:16; 1Kor.6:17; Gal. 5:22-24; Rm. 8:13
Kita telah melihat bahwa ketiga unsur pertama Roh majemuk yang dilambangkan dengan minyak urapan majemuk ialah Allah yang esa; Allah Tritunggal, dan manusia Yesus yang berturut-turut dilambangkan dengan satu hin minyak zaitun, tiga satuan dari takaran empat macam rempah-rempah, dan empat macam rempah-rempah yang berasal dari hayat nabati. Dalam berita ini kita akan membahas lebih lanjut tentang unsur-unsur Roh majemuk yang dilambangkan dengan minyak urapan majemuk, dan kemudian kita akan membahas pengurapan Roh majemuk.
Kematian Kristus yang Mustika
Mur tetesan dalam Keluaran 30:23 melambangkan kematian Kristus yang mustika. Berdasarkan lambang ini, kematian yang mustika tersebut dicampur dengan Roh urapan. Dalam Roma 6:3 dan 6, Paulus mengatakan bahwa kita yang telah dibaptis dalam Kristus Yesus telah dibaptis dalam kematian-Nya, dan manusia lama kita telah tersalib bersama Kristus. Kematian Kristus yang di dalamnya kita dibaptiskan sebenarnya tercakup dalam Roh itu. Tanpa Roh itu, kematian Kristus hanya merupakan fakta sejarah saja dan tak dapat kita alami. Dalam Roh itulah kita mendapat bagian dalam kematian Kristus. Ini juga merupakan bagian dari pengurapan Roh.
KEMATIAN DAN KHASIAT KEMATIAN KRISTUS
Kayu manis yang harum dalam Keluaran 30:23 melambangkan kemanisan dan khasiat kematian Kristus. Khasiat kematian Kristus dapat disamakan dengan antibiotik yang dipakai untuk membunuh kuman. Jika seseorang menderita sakit yang disebabkan oleh bakteri atau kuman tertentu, maka ia akan minum obat tertentu untuk membunuh kuman-kuman tersebut. Khasiat kematian Kristus dapat dipandang sebagai antibiotik rohani untuk membunuh “kuman” di dalam kita.
Galatia 5:22-24 menunjukkan bahwa fungsi kematian Kristus sama dengan antibiotik rohani. Ayat 22 dan 23 membicarakan buah-buah Roh. Kemudian ayat 24 mengatakan, “Siapa saja yang menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.” Secara fisik, tak ada orang yang dapat menyalibkan dirinya sendiri. Seseorang dapat bunuh diri dengan berbagai cara, kecuali menyalibkan dirinya sendiri. Pada zaman kuno orang yang disalib digantungkan di atas salib oleh orang lain. Jika penyaliban tidak dapat kita laksanakan sendiri, mengapa dalam Galatia 5:24 Paulus mengatakan bahwa mereka yang menjadi milik Kristus Yesus telah menyalibkan daging? Jika kita telah membaca konteks ayat ini disertai pengertian, kita akan melihat bahwa bukan kita sendiri yang menyalibkan diri kita. Sebaliknya, penyaliban ini dilakukan oleh Roh itu, yang darinya berasal buah Roh. Roh yang menghasilkan buah di dalam kita ialah Dia yang oleh-Nya kita menyalibkan diri kita sendiri. Ini sesuai dengan Roma 8:13, “Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.” Melalui diri kita sendiri, kita tidak bisa mematikan perbuatan-perbuatan tubuh kita. Demikian pula, kita tidak dapat menyalibkan diri kita sendiri. Kita memerlukan seorang penyalib untuk menyalibkan kita. Kristus disalibkan oleh tentara Romawi. Hari ini, kita mengalami penyaliban melalui Roh itu dan oleh Roh itu. Tahukah Anda di mana letak khasiat kematian Kristus? Khasiat kematian Kristus terletak dalam Roh yang almuhit. Roh ini meliputi unsur khasiat kematian Kristus yang ajaib. Ini berarti kematian Kristus yang dibicarakan dalam Roma 6 telah menjadi unsur Roh yang disebutkan dalam Roma 8. Jadi “obat” yang berasal dari Roh itu mengandung khasiat kematian Kristus sebagai unsur untuk membunuh kuman, yaitu bakteri yang berbahaya di dalam kita.
Bertahun-tahun terhadap Roma 6 banyak orang yang beranggapan bahwa manusia lama kita telah tersalib bersama Kristus. Namun, sedikit orang yang melihat cara yang tepat untuk mengalami kematian kita bersama Kristus yang dijelaskan dalam Roma 6. Hanya bila kita telah memahami bahwa kematian Kristus tercampur dalam Roh almuhitlah baru kita dapat memiliki pengalaman yang benar atas tersalib bersama Kristus. Sekali kita melihat bahwa kematian Kristus dalam Roma 6 telah tercampur dalam Roh yang almuhit, kita akan mudah berjalan dalam Roh ini. Ini berarti minum “obat” yang berasal dari Roh itu, yang mengandung unsur Kristus yang mematikan. Kita tidak usah berusaha mematikan diri kita sendiri, atau mematikan kuman di dalam kita. Kita hanya perlu minum antibiotik, obat inilah yang akan bekerja dengan baik di dalam kita untuk membunuh semua kuman. Pengalaman kita membuktikan hal ini. Kita dapat bersaksi bahwa kapan kala kita berjalan dalam Roh itu, suatu pekerjaan yang mematikan sedang terjadi di dalam kita.
Kita dapat mengalami pekerjaan yang mematikan ini dalam kehidupan kita sehari-hari. Misalnya, seorang saudara tidak mengindahkan Roh itu, mengabaikannya, bertengkar dengan istrinya, dan mengeluarkan perkataan yang tidak enak terhadap istrinya. Andaikata saudara ini mendoakan dirinya ke dalam Roh, maka ia tak mudah untuk bertengkar dengan istrinya. Segera setelah ia membuka mulut untuk bertengkar dengan istrinya, ia akan mengalami kematian Kristus yang beroperasi di dalamnya. Dengan demikian tidak mungkin ia bertengkar dengan istrinya. Banyak saudara yang telah berkeluarga memiliki pengalaman semacam ini.
Saya yakin sejumlah saudari mengalami “antibiotik” dalam Roh ini pada saat berbelanja. Jika seorang saudari tidak mendoakan dirinya ke dalam Roh, hidup di dalam Roh, dan berjalan di dalam Roh, maka mungkin ia akan berbelanja tanpa batas. Untuk alasan ini, saya menganjuri para saudari agar berdoa dengan sungguh-sungguh dan baik-baik sebelum berangkat berbelanja. Seorang saudari boleh berdoa, “Tuhan mari kita berbelanja bersama-sama. Dalam hal berbelanja, aku tidak ingin meninggalkan Engkau. Aku ingin bersama-Mu”. Jika seorang saudari berbelanja dengan cara demikian, ia akan mengalami pembatasan Tuhan. Boleh jadi ia telah mengambil barang tertentu, dan telah memutuskan untuk membelinya. Namun, setelah merasakan pembatasan Tuhan, ia meletakkannya kembali. Kadang-kadang bahkan ia meninggalkan toko tanpa membeli apa-apa, karena ia memperhatikan roh yang ada di dalamnya. Inilah pengalaman atas khasiat kematian Tuhan yang manis yang diterapkan pada kita oleh Roh yang almuhit. Banyak di antara kita yang dapat bersaksi bahwa kapan saja kita memiliki pengalaman semacam ini, kita akan merasa bahwa kita berada bersama-sama dengan Tuhan di surga.
Kebangkitan Kristus yang Mustika
Keluaran 30:23 membicarakan deringo (LAI: tebu). Deringo ini melambangkan kebangkitan Kristus yang mustika (1Ptr. 1:3; Ef. 2:6; Kol. 3:1). Setelah kita mengalami kemanisan dan khasiat kematian Kristus, kita dibawa ke dalam kebangkitan. Sebagai contoh, andaikata seorang saudari mengalami khasiat kematian Kristus yang diterapkan pada cara belanjanya, maka secara spontan ia akan memiliki pengalaman berada di dalam kebangkitan. Ia akan mengalami kebangkitan Kristus yang mustika.
Kuasa Kebangkitan Kristus
Kayu teja dalam Keluaran 30:24 melambangkan kuasa kebangkitan Kristus. Dalam Filipi 3:10, Paulus menyatakan keinginannya untuk mengenal kuasa kebangkitan Kristus. Dalam berita sebelumnya telah kita tunjukkan bahwa kayu teja berfungsi sebagai penolak; Demikian pula, kuasa kebangkitan Kristus juga berfungsi sebagai penolak. Kuasa kebangkitan Tuhan menolak Iblis dan semua hal negatif.
Perbauran Antara Keilahian dengan Keinsanian
Pembauran antara keilahian dengan keinsanian dilambangkan dengan pencampuran antara minyak zaitun dengan empat macam rempah-rempah. Kita telah melihat bahwa minyak zaitun melambangkan Allah yang unik, dan empat macam rempah-rempah melambangkan manusia sebagai yang utama dalam ciptaan Allah. Karena itu, pembauran antara Allah dengan manusia dilambangkan dengan pencampuran antara minyak dengan rempah-rempah. Jangan hiraukan mereka yang mengatakan bahwa dalam Alkitab tidak ada perkara perbauran antara keilahian dengan keinsanian semacam ini. Dalam firman terdapat wahyu yang jelas tentang perbauran ini. Dalam Keluaran 30, kita jumpai lambang tentang perbauran, sedang dalam Perjanjian Baru kita jumpai penggenapannya. Penggenapan lambang ini ialah perbauran antara Roh ilahi dengan roh insani kita yang telah dilahirkan kembali. Roma 8:16 mengatakan, “Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah.” Di sini kita melihat perbauran antara Roh itu dengan roh kita. Selain itu, 1Korintus 6:17 mengatakan, “Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.” Ini membuktikan bahwa roh kita telah terikat, yaitu berbaur dengan Roh itu.
Kekuatan untuk Memikul Tanggung Jawab
Kekuatan untuk memikul tanggung jawab juga merupakan unsur dalam Roh majemuk. Saya dapat bersaksi bahwa kapan kala saya berjalan dalam Roh yang almuhit, saya memiliki kekuatan untuk memikul tanggung jawab. Akhir-akhir ini saya memerlukan waktu dua puluh satu jam untuk bersekutu dengan saudara-saudara tertentu. Kami memiliki enam kali sidang yang panjang. Saya tidak hanya duduk-duduk dalam sidang-sidang itu, namun saya memiliki tanggung jawab untuk memimpin persekutuan tersebut. Istri saya sangat khawatir jangan-jangan nanti saya akan kelelahan. Tahu bahwa konferensi besar telah disusun dalam waktu singkat, ia menganjuri saya agar saya tidak melelahkan diri saya sendiri. Namun, saya dapat bersaksi bahwa pada hari-hari itu, saya mengalami Roh almuhit dengan unsur kekuatan-Nya untuk memikul tanggung jawab.
Fakta bahwa Roh majemuk dilambangkan dengan minyak urapan majemuk yang mengandung kekuatan untuk memikul tanggung jawab ditunjukkan oleh kelima unsur dari minyak urapan majemuk dan tiga kali lima ratus syikal dari keempat rempah-rempah. Dalam Alkitab, angka lima adalah angka pertanggungjawaban (Mat. 25:4, 8). Angka lima terlihat pada kelima unsur minyak urapan majemuk. Sebagaimana telah kita tunjukkan dalam berita sebelumnya, kita melihat angka tiga melambangkan Allah Tritunggal, yaitu dengan tiga satuan yang terdiri atas lima ratus syikal. Satuan yang di tengah terbagi menjadi dua bagian dan melambangkan terbelahnya Tuhan Yesus di atas salib. Selain itu, angka tiga melambangkan kebangkitan. Setelah pembelahan, kita memiliki deringo yang melambangkan kebangkitan. Karena itu, angka tiga di sini melambangkan Allah Tritunggal dalam kebangkitan. Kapan kala kita mengalami Roh majemuk, Allah Tritunggal dalam kebangkitan menjadi bagian kita. Inilah kekuatan, yaitu kemampuan untuk memikul tanggung jawab.
Unsur Pembangunan
Angka tiga dan lima menunjukkan bahwa unsur pembangunan juga tercakup dalam Roh majemuk. Di sini kita memiliki tiga satuan utuh yang masing-masing terdiri atas lima ratus syikal. Karena itu, kita memiliki angka tiga. Angka lima muncul dalam angka lima ratus. Selain itu kita memiliki lima unsur, yaitu minyak zaitun dan empat macam rempah-rempah. Menurut Perjanjian Lama, angka tiga dan lima berhubungan dengan pembangunan Allah. Pembangunan Allah yang pertama ialah bahtera yang dibuat oleh Nuh, dan yang kedua ialah Kemah Suci. Mengenai bahtera, Kejadian 6:15 mengatakan, “Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya.” Pada ukuran bahtera kita dapati kelipatan angka tiga dan lima. Selain itu, Kejadian 6:16 mengatakan bahwa bahtera itu dibuat bertingkat bawah, tengah, dan atas.
Kemah Suci terdiri atas tiga bagian: pelataran luar, tempat kudus, dan tempat maha kudus. Menurut Keluaran 27:13, lebar pelataran luar bagian muka pada sebelah timur harus lima puluh hasta. Kemudian ayat 14 dan 15 mengatakan bahwa tirai untuk sisi yang satu di samping pintu gerbang adalah lima belas hasta dengan tiga tiangnya dan tiga alas tiang itu. Lagi pula, ayat 18 mengatakan bahwa tinggi tenda lenan halus pelataran luar harus lima hasta. Sebenarnya, masing-masing tenda pagar di pelataran luar berukuran lima kali lima hasta.
Jika kita percaya bahwa segala sesuatu dalam Alkitab memiliki makna, maka kita harus percaya bahwa angka tiga dan lima melambangkan sesuatu. Penyelidikan firman yang cermat menunjukkan bahwa angka-angka ini berhubungan dengan pembangunan Allah. Karena itu, dalam roh majemuk kita memiliki Allah Tritunggal dalam kebangkitan yang berbaur dengan ciptaan-Nya, yaitu manusia untuk memikul tanggung jawab, dan kita memiliki pula unsur untuk pembangunan Allah. Secara keseluruhan kita memiliki sepuluh unsur yang memberi kita gambaran tentang Roh majemuk. Dalam Roh majemuk kita memiliki Allah yang unik, Allah Tritunggal, manusia Yesus, kematian Kristus, khasiat kematian Kristus, kebangkitan Kristus, kuasa kebangkitan Kristus. Perbauran antara keilahian dengan keinsanian, kekuatan untuk memikul tanggung jawab, dan unsur pembangunan Allah. Semua ini adalah unsur-unsur Roh majemuk.
Mengurapi Kaum Beriman dengan Bapa dan Putra
Sekarang kita sampai pada fungsi atau pengurapan Roh majemuk yang diwahyukan dalam 1Yohanes 2:18-27. Fungsi Roh majemuk ialah untuk mengurapi kita. Menurut perlambangan, Kemah Suci berikut perabotannya dan para imam diurapi dengan minyak urapan majemuk. Ini menunjukkan bahwa kita diurapi dengan semua unsur Roh majemuk. Kita diurapi dengan Allah Trinitas, keinsanian Yesus, kematian Kristus, khasiat kematian Kristus, kebangkitan-Nya, kuasa kebangkitan-Nya, kekuatan untuk memikul tanggung jawab, dan unsur pembangunan.
Pertama-tama, Roh majemuk mengurapi kaum beriman dengan Bapa dan Putra, yang terkandung dalam Roh pengurapan. Inilah yang dimaksud dengan diurapi dengan Allah Tritunggal, karena pada saat itu kita diurapi dengan Bapa dan Putra, yang terkandung dalam Roh itu. Kita boleh menggunakan ilustrasi tentang mengecat tembok dengan cat minyak dasar, yaitu cat yang mengandung minyak sebagai dasar bersama unsur lainnya. Roh Allah adalah dasarnya, dan Bapa serta Putra adalah unsur-unsurnya. Sekarang kita tengah diurapi dengan Allah Tritunggal oleh Roh majemuk. Menurut 1Yohanes 2:23 dan 24, Roh itu mengurapi kaum beriman dengan Bapa dan Putra.
Mengurapi Kaum Beriman dengan Hayat Kekal
Roh majemuk juga mengurapi kaum beriman dengan hayat kekal yang terkandung dalam Roh pengurapan. Ini ditunjukkan dalam 1Yohanes 2:25, “Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal.” Hayat kekal di sini disebutkan berkenaan dengan pengurapan.
Menyuntik Kaum Beriman
untuk Mencegah Masuknya Ajaran Bidah
yang Berkenaan dengan Persona Kristus
Pengurapan Roh majemuk menyuntik kaum beriman untuk mencegah masuknya ajaran bidah yang berkenaan dengan persona Kristus. Sebelum Yohanes membicarakan pengurapan dalam 1Yohanes 2:20, ia membicarakan anti kristus dalam ayat 18, seraya menunjukkan sekali lagi kepada mereka dalam ayat 19. Lagi pula dalam ayat 26 ia menulis kepada kaum beriman “mengenai orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu”. Dalam 1Yohanes 4:3, Yohanes membicarakan “roh antikristus”. Menurut konteks lengkap dari surat ini, pengurapan berfungsi untuk menyuntik kaum beriman untuk mencegah masuknya ajaran-ajaran bidah.
PENGURAPAN MENGAJAR KAUM BERIMAN
UNTUK TINGGAL DI DALAM TUHAN
Yang terakhir, kita jumpai perihal tinggal di dalam Tuhan sesuai dengan ajaran-ajaran dari pengurapan-Nya yang ada di dalam kita. Satu Yohanes 2:27 mengatakan, “Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari Dia. Karena itu, kamu tidak perlu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu dan pengajaran-Nya itu benar, bukan dusta dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.” Dalam berita selanjutnya, kita akan membahas pangurapan Roh majemuk dalam cara yang lebih rinci sebagaimana terlihat dalam 1Yohanes 2:18-27.