Daftar isi Pembinaan Dasar · bab 48/50

TUBUH KRISTUS

Pembacaan Alkitab: Ef. 1:23; 5:29-30; Kej. 2:21-24; 1 Kor. 12:12-13; Rm.12:4-8; Ef.4:11-13; 1 Kor. 10:16-17

I. GEREJA BERASAL DARI KRISTUS

Kitab Kejadian 2 memperlihatkan kepada kita bahwa Allah mengambil sebatang tulang rusuk dari tubuh Adam untuk membentuk Hawa. Hal ini melambangkan hubungan gereja dengan Kristus: Hawa berasal dari Adam, gereja juga berasal dari Kristus. Sebagaimana Allah membentuk Hawa dari diri Adam, begitu pula Ia membentuk gereja dari diri Kristus. Allah tidak saja mengaruniakan kasih karunia, kekuatan, dan sifat Kristus kepada kita, Ia pun mengaruniakan tubuh Kristus kepada kita. Allah telah mengaruniakan tulang, daging, dan diri-Nya sendiri kepada kita, seperti halnya mengaruniakan tulang Adam kepada Hawa. Apakah gereja? Gereja adalah sesuatu yang keluar (berasal) dari Kristus. Alkitab mewahyukan kepada kita bahwa Kristus adalah Kepala gereja, gereja adalah Tubuh Kristus. Karena itu, setiap orang Kristen secara individual adalah anggota Tubuh Kristus, semuanya berasal dari Kristus.

Kita perlu khusus memperhatikan satu hal: Tubuh Kristus berada di bumi, namun ia bukan milik bumi; Tubuh Kristus adalah yang surgawi, namun ia berada di bumi. Tatkala Saulus menganiaya gereja, di tengah jalan menuju Damsyik, Tuhan Yesus bertanya kepadanya, “Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku?” (Kis. 9:4). Pertanyaan Tuhan ini sangat ajaib. Tuhan tidak berkata, “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya murid-murid-Ku?” melainkan “Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku?” Tuhan tidak berkata, “Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya gereja-Ku?” melainkan “Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku?” Hal ini menampakkan kepada Saulus bahwa gereja bersatu dengan Kristus. Gereja dengan Kristus bersatu padu sedemikian rupa sehingga siapa saja yang menganiaya gereja, berarti menganiaya Kristus. Hal ini pun menampakkan kepada kita bahwa Tubuh Kristus berada di bumi, sebab kalau ia berada di surga, mustahillah manusia menganiayanya. Tubuh Kristus berada di bumi, karena itu, Saulus dapat menganiayanya. Tubuh Kristus adalah gereja yang berada di bumi, karena itu, menganiaya gereja berarti menganiaya Tuhan sendiri. Ada orang berpendapat bahwa ekspresi Tubuh Kristus adalah suatu perkara yang terjadi di surga; setelah kita naik ke surga kelak, barulah ada ekspresi Tubuh itu. Kalau benar demikian, maka penganiayaan Saulus atas gereja tidaklah dapat dikatakan menganiaya Tuhan. Faktanya, ketika Saulus menganiaya gereja, Tuhan berkata bahwa ia “menganiaya Aku”. Sebab itu, tempat ekspresi Tubuh Kristus adalah di bumi, bukan di surga. Gereja menjadi Tubuh Kristus adalah perkara di bumi. Jadi, ketika kita hidup di bumi ini, kita harus mengekspresikan Tubuh Kristus. Walau Kepala ada di surga, tetapi Tubuh dan Kepala bersatu; Tubuh yang di bumi bersatu dengan Kepala yang di surga. Menganiaya Tubuh berarti menganiaya Kepala, menganiaya gereja berarti menganiaya Tuhan. Dalam hal ini — gereja dan Kristus — adalah mutlak satu, tidak mungkin dipisahkan.

Mungkin ada orang bertanya, “Bagaimana Tubuh Kristus dapat terwujud di bumi pada masa Saulus? Bukankah dari masa itu sampai hari ini telah lewat lebih dari seribu sembilan ratus tahun, dan setiap tahun di dunia ini banyak orang yang diselamatkan dan ditambahkan ke dalam gereja, bahkan masih akan ditambah lagi pada tahun-tahun mendatang, bagaimanakah pada masa itu gereja bisa menjadi Tubuh Kristus?” Untuk menjawab pertanyaan ini ada seorang saudara pada satu abad yang lalu, memberikan satu perumpamaan yang sangat baik sebagai berikut: Gereja ibarat seekor burung, ketika ia baru keluar dari telur, bulu-bulunya belum tumbuh dengan sempurna, meskipun demikian, kita sudah boleh menyebutnya seekor burung. Kelak, ketika ia bertumbuh besar, kita tetap menyebutnya seekor burung. Bulu-bulunya bukan dihias dari luar, melainkan berangsur-angsur tumbuh dari dalam. Jadi seluruh pertumbuhan dan pembentukannya itu berasal dari dalam. Demikian pula gereja di bumi ini. Walaupun Saulus menganiaya gereja pada masa gereja baru lahir, tetapi gereja pada masa itu sudah sebagai Tubuh Kristus. Hingga hari ini, tetap tidak ada benda-benda luar yang dimasukkan ke dalamnya, melainkan ia bertumbuh lebih besar daripada yang dulu.

Meskipun hingga hari ini, jumlah manusia dalam gereja di bumi masih sangat kurang, tetapi di dalamnya sudahlah sempurna. Pertumbuhan gereja adalah dari dalam, yaitu dari dalam Kristus. Gereja di bumi hari ini adalah Tubuh Kristus. Dipandang dari luar, seolah-olah orang-orang yang diselamatkan itu masuk ke dalam gereja, tetapi dipandang dari realitas rohani, bukan manusia yang masuk gereja, melainkan Tubuh Kristus bertumbuh dari dalam, yakni pertumbuhan terus-menerus yang berasal dari Kepala. Karena itu, gereja bukan sesuatu yang lain, gereja adalah sesuatu yang berasal dari Tubuh Kristus dan hidup di bumi. Gereja adalah sesuatu yang berasal dari Kepala yang di surga, namun tinggal di bumi, ia pun adalah satu Tubuh yang bersatu dengan Kepala.

Di hadapan Allah, kita harus mengenal dengan jelas bahwa gereja adalah Tubuh Kristus. Karena itu, sesuatu yang lebih kecil daripada Tubuh Kristus, tidak bisa dijadikan dasar pendirian gereja. Kita tidak bisa mendirikan gereja karena menekankan satu doktrin, atau ajaran, atau sistem tertentu, atau karena menekankan sejenis liturgi (tata cara) tertentu, atau berdasarkan nama pendiri pertamanya, atau atas nama tempat asal mulanya; semua dasar itu lebih kecil daripada Tubuh Kristus. Kalau kita mendirikan satu gereja di suatu tempat, haruslah kita belajar berpegang pada kedudukan Tubuh, menyambut dan menerima semua anggota yang mempunyai persekutuan dalam Tubuh Kristus. Setiap orang yang berada dalam Tubuh Kristus, dan yang menjadi milik Tubuh ini adalah saudara saudari dalam gereja. Kalau kita sudah berdiri pada kedudukan Tubuh Kristus, walaupun jumlahnya sedikit, kita sudah memiliki dasar untuk mendirikan gereja. Sebaliknya, jika tidak berdiri pada kedudukan Tubuh, sekalipun jumlahnya banyak, tetap tidak memiliki dasar untuk mendirikan gereja.

Bila di suatu tempat (kota), sudah berdiri satu gereja yang berdasarkan Tubuh Kristus, maka tidak boleh ada beberapa saudara keluar mendirikan gereja lain karena mereka mempunyai perbedaan dalam doktrin, pandangan, atau pendapat. Dasar gereja adalah Tubuh Kristus, maka tidak pada tempatnya jika orang mendirikan gereja karena ingin mempertahankan doktrin tertentu, sebab hal itu tidak cukup dijadikan dasar. Kalau “gereja” yang sudah ada semula tidak berdasarkan Tubuh Kristus, kita boleh keluar dari situ dan mendirikan gereja yang berdasarkan Tubuh. Tetapi, jika gereja yang semula sudah sebagai gereja yang berdasarkan Tubuh Kristus, tak dapat tidak haruslah kita bersatu dan bersekutu dengan mereka. Jangan sekali-kali kita memisahkan diri untuk mendirikan “gereja” lain.

Satu gereja lokal harus mencakup semua anak Allah di lokal itu. Satuan atau unit gereja adalah Tubuh Kristus. Jika ada saudara saudari yang tidak datang, itu urusan mereka sendiri. Pihak gereja tidak seharusnya membuat persyaratan-persyaratan di luar Tubuh. Hanya Tubuhlah satu-satunya syarat untuk mendirikan gereja. Gereja tidak boleh lebih kecil daripada Tubuh Kristus. Dengan kata lain, setiap orang yang menjadi milik Kristus harus berada di dalam gereja; dan setiap orang yang berada dalam Tubuh Kristus, tidak boleh ditolak.

Tetapi, bila suatu “gereja” menerima orang-orang yang di luar Tubuh, yaitu orang-orang yang tidak percaya, itu berarti melampaui Tubuh Kristus, itu bukan gereja milik Kristus, melainkan suatu organisasi campur aduk. Pendek kata, baik yang tidak memadai maupun yang melampaui Tubuh Kristus, tidak layak disebut gereja.

II. KESATUAN GEREJA ADALAH OLEH ROH KUDUS

Satu Korintus 12:12-13 mengatakan, “Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan semua anggota tubuh itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu Tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.”

Kita telah mengenal bahwa gereja berasal dari Kristus. Sekarang kita akan melihat kesatuan gereja adalah oleh Roh Kudus.

Gereja berasal dari Kristus, ini adalah masalah sumber. Tiap orang Kristen memiliki hayat baru. Satu hayat Kristus telah terwujud menjadi jutaan orang Kristen. Injil Yohanes 12 memperlihatkan kepada kita, “Jika biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.” Buah-buah yang dihasilkan ini memiliki unsur gandum yang sebutir tadi. Satu butir berubah menjadi banyak butir, dan butir-butir yang banyak itu berasal dari yang satu butir tadi. Kemudian, bagaimana sekian banyak orang Kristen yang memiliki hayat yang sama itu dapat bersatu menjadi Tubuh Kristus? Hal ini terjadi berdasarkan pekerjaan Roh Kudus. Dari satu Kristus terwujudlah jutaan orang Kristen, kemudian Roh Kudus membaptiskan mereka menjadi satu Tubuh. Inilah ajaran pokok yang tercantum dalam 1 Korintus 12:12-13. Tubuh hanya satu, tetapi anggotanya banyak. Bagaimana anggota yang sebanyak itu bersatu menjadi satu Tubuh? “Dalam satu Roh . . . telah dibaptis menjadi satu tubuh.” Dengan kata lain, satu Tubuh ini terjadi melalui pembaptisan. Melalui pembaptisan Roh Kudus, orang-orang Kristen yang banyak itu telah dibaptis menjadi satu Tubuh. Setiap orang Kristen ibarat batu-batu yang dipecahkan dari satu batu karang, Roh Kudus ibarat semen yang mencelup (membaptis) kita, batu yang banyak, sehingga menjadi satu.

Jadi, Tubuh Kristus memiliki dua prinsip dasar: Pertama, yang bukan berasal dari Kristus, bukan Tubuh Kristus; kedua, tidak ada daya guna Roh Kudus, tidak ada Tubuh Kristus. Jadi, harus dibaptis di dalam Roh Kudus, dipenuhi Roh Kudus, membiarkan Roh Kudus membaptis semua anak Allah, baru dapat dibaptis menjadi satu Tubuh. Inilah kisah yang terjadi pada hari Pentakosta yang tercantum dalam Kisah Para Rasul 2. Banyak orang telah menerima hayat dari Tuhan, dan telah menjadi banyak anggota; kemudian Tuhan membaptis anggota-anggota yang banyak itu ke dalam Roh Kudus, sehingga mereka menjadi satu Tubuh. Setiap orang yang mengenal Tuhan dan Roh Kudus, pasti mengenal pula Tubuh ini. Pada tubuh manusia ada banyak anggota, tetapi kepala dapat mengatur setiap anggota itu melalui urat saraf. Demikian pula, melalui Roh Kudus, Kepala gereja dapat menyatukan anggota yang banyak itu menjadi satu Tubuh.

Gereja berasal dari Kristus, dan bersatu menjadi satu Tubuh di dalam Roh Kudus. Sebab itu, dasar persekutuan dan pergaulan orang Kristen harus berada di atas kedudukan Tubuh Kristus. Antara kita satu sama lain tidak ada hubungan lain. Kita bukan bersama-sama menjadi orang Yahudi atau bersama-sama menjadi orang Yunani. Kita semua adalah anggota dalam Tubuh Kristus, karena inilah kita saling bergaul. Dasar kita untuk saling bergaul ialah Tubuh.

Dasar persekutuan kita dalam gereja hanya ada satu, yaitu kita semua menjadi anggota di dalam Tubuh. Kita tidak mempunyai persekutuan di atas dasar lain; persekutuan-persekutuan macam apa pun yang di luar Tubuh Kristus, semua merupakan tindakan perpecahan atau bergolong-golongan. Setiap persekutuan yang besarnya tidak sebesar Tubuh, atau yang lebih kecil daripada Tubuh bukanlah persekutuan Tubuh. Lagi pula, persekutuan atau persatuan yang meninggalkan ruang lingkup Tubuh Kristus dan memiliki satu ruang lingkup lain, meskipun tidak secara langsung melawan ruang lingkup Tubuh, itu pasti akan menghambat atau merugikan ruang lingkup Tubuh. Bagaimanapun ruang lingkup kecil itu akan selalu menghambat persekutuan yang menyeluruh, itu sudah pasti. Karena itu, kita tidak dapat menerima persekutuan macam apa pun yangtidak sesuai dengan Tubuh. Yang harus kita pelihara ialah persekutuan orang Kristen, persekutuan Tubuh, bukan persekutuan yang lebih kecil daripada Tubuh Kristus.

III. PELAYANAN TUBUH

Satu Korintus 12:14-21 mengatakan, “Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota. Andaikata kaki berkata, ‘Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh’, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? Andaikata telinga berkata, ‘Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh’, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman? Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya. Andaikata semuanya adalah satu anggota, di manakah tubuh? Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh. Jadi, mata tidak dapat berkata kepada tangan, ‘Aku tidak membutuhkan engkau.’ Demikian pula kepala tidak dapat berkata kepada kaki, ‘Aku tidak membutuhkan engkau.’” Ayat 28-30 mengatakan, “Allah telah menetapkan beberapa orang dalam jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karuniauntuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam berbagai jenis bahasa lidah. Apakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Apakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa lidah, atau untuk menafsirkan bahasa lidah?”

Dalam Tubuh Kristus terdapat banyak anggota, Roh Kudus mengaruniakan kepada masing-masing anggota berbagai macam karunia dan ministri (pelayanan) sesuai dengan kebutuhan Tubuh. Pemberian berbagai macam karunia dan ministri yang berbeda-beda oleh Tuhan kepada mereka itu adalah untuk menyuplai keperluan seluruh Tubuh. Tuhan sendiri tahu, Ia tidak mungkin hanya memberikan mata atau telinga kepada satu Tubuh. Tuhan ingin memberikan macam-macam karunia dan ministri yang berbeda kepada tiap-tiap anggota guna menyuplai seluruh Tubuh. Seperti halnya tubuh jasmani manusia perlu banyak anggota, demikian pula, gereja perlu banyak karunia dan ministri yang berbeda-beda demi pelayanan yang rohani. Ada yang melayani firman, ada yang melakukan mujizat, ada yang menyembuhkan sakit, ada yang membantu orang, ada yang berbahasa lidah, ada yang menafsirkan bahasa lidah. Itu sebabnya gereja harus memberikan kesempatan kepada segenap saudara saudari untuk menunaikan pelayanan. Semua anggota, termasuk yang tidak indah, memiliki fungsi dalam ministri yang rohani ini. Dalam satu Tubuh tidak mungkin terdapat banyak anggota yang tak berfungsi. Setiap saudara saudari adalah anggota dalam Tubuh, dan setiap anggota mempunyai fungsinya masing-masing; karena itu, setiap anggota harus memiliki pelayanannya. Kalau Anda orang Kristen, Anda adalah salah satu anggota dalam Tubuh Kristus. Sebagai salah satu anggota dari Tubuh, Anda harus mempunyai pelayanan di hadapan Allah. Kita harus mementingkan pelayanan yang umum dan merata ini. Sebagai orang Kristen, kita masing-masing harus memiliki pelayanan; kita tak dapat tidak menunaikan pelayanan kita sebaik-baiknya di hadapan Allah.

Sebab itu, di dalam gereja, setiap anggota harus mempunyai pelayanan, tidak boleh ada sistem monopoli. Tidak boleh hanya satu atau beberapa anggota saja yang bekerja mewakili semua anggota lainnya. Sistem yang tidak memberikan peluang bagi pelayanan setiap anggota itu pasti bukan sistem Tubuh. Di dalam Tubuh, mata, mulut, kaki, atau tangan boleh jadi sangat sibuk, tetapi antara satu dengan yang lain sama sekali tidakakan terjadi bentrokan. Andaikata hanya mata saja yang bergerak, mulut, kaki, dan tangan tidak bergerak, itu berarti ada penyakitnya. Sebaliknya, jika mata bergerak, mulut, kaki, atau tangan pun bergerak, mereka dapat saling berkoordinasi di dalam Tubuh, itu barulah Tubuh. Jika ada yang melayani, ada pula yang tidak melayani, banyak pelayanan diwakili oleh seorang atau beberapa orang, itu tidak mirip dengan Tubuh Kristus. Prinsip ini harus kita ketahui dengan jelas.

Roma 12:4-8 mengatakan, “Sebab sama seperti pada satu tubuh, kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas (fungsi) yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut anugerah yang diberikan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan belas kasihan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.”

Masih ada satu perkara lagi yang harus khusus diperhatikan dalam Tubuh, yaitu anugerah yang diterima setiap orang berbeda. Karena anugerah yang diterima setiap orang berbeda, maka talenta yang diperoleh setiap orang di hadapan Allah pun berlain-lainan. Kalau dalam 1 Korintus 12, yang ditekankan adalah ministri firman dan karunia yang bersifat gaib, maka yang tercatat dalam Roma 12, di samping ministri firman, terdapat pula ministri pelayanan dalam kehidupan gereja. Ada yang membagi-bagikan sesuatu, ada yang memimpin, ada yang menunjukkan kemurahan, dan lain sebagainya. Semua ini sama dengan tugas orang-orang suku Lewi, yaitu pelayanan di bidang urusan-urusan biasa.

Dalam Roma 12, kita tampak bahwa setiap orang yang berkarunia, baik itu minister firman, atau minister pelayanan, semua harus dilakukan sesuai dengan karunia yang Allah berikan; yang bernubuat harus bernubuat; yang melayani harus melayani; yang mengajar harus mengajar; yang menasihati harus menasihati; dan yang memberi pimpinan harus memberi pimpinan dengan rajin. Dengan kata lain, setiap orang harus melayani, dan setiap orang wajib melayani secara khusus, yaitu khusus melakukan apa yang harus ia lakukan. Karena itu, setiap orang di hadapan Allah harus tahu, apakah yang dapat ia lakukan, dan karunia apakah yang Tuhan berikan kepadanya. Setelah tahu, lakukanlah dengan khusus, jangan melampaui tugas sendiri dan melakukan tugas orang lain. Setiap anggota tidak menduduki posisi anggota lain, dan tidak meninggalkan posisinya sendiri, melainkan semuanya bersama-sama melayani, dan melakukan tugasnya masing-masing dengan khusus. Kalau demikian, Tubuh Kristus pasti terwujud.

Tubuh tidak boleh membiarkan salah satu anggota kehilangan fungsinya. Bila mata tidak melihat, gelaplah seluruh Tubuh. Bila kaki tidak berjalan, seluruh Tubuh tidak dapat berjalan. Mata harus melihat, kaki harus berjalan. Sekalipun karunia yang Anda peroleh dari Allah sangat kecil, janganlah Anda menyimpan atau menyembunyikannya. Walau karunia Anda hanya satu talenta (Mat. 25:14-30), jangan Anda simpan dan tidak memanfaatkannya. Baik besar atau kecil karunia yang diperoleh, baik “lima” talenta, baik “dua” talenta, atau pun “satu” talenta, haruslah dimanfaatkan demi pelayanan. Andaikata ada yang tidak melayani dengan khusus, yaitu menyembunyikan “satu” talentanya, hal itu akan merugikan gereja. Bila dalam Tubuh ada beberapa anggota yang tidak bergerak, Tubuh pasti akan menderita kerugian besar.

Dalam gereja, hanya sedikit orang yang memiliki karunia sebesar “lima” talenta. Tetapi, tiap-tiap anak Allah yang mana pun setidaknya memiliki “satu” talenta. Kalau tiap orang yang berkarunia “satu” talenta dapat bangun melayani, hal itu akan jauh lebih efektif daripada mengandalkan pelayanan beberapa orang yang berkarunia “lima” talenta. Sebab itu, jika semua orang yang berkarunia “satu” talenta mau bangun melayani bersama, gereja pasti menjadi jaya dan kuat. Semoga setiap orang yang memiliki “satu” talenta mau bangun melayani! Dapat tidaknya gereja menjadi jaya dan kuat tergantung mau tidaknya pemilik-pemilik “satu” talenta ini bangun melayani. Jika hanya sebagian kecil saja yang sibuk bekerja, itu tidak mirip gereja. Tetapi, jika segenap saudara saudari sibuk bekerja, itu baru berarti pelayanan gereja, itu baru berarti aktivitas Tubuh, bukan aktivitas beberapa anggota yang mewakili Tubuh. Semoga setiap pemilik “satu” talenta mau mengeluarkan talentanya masing-masing dari dalam tanah. Semoga pemilik-pemilik “talenta” menyadari bahwa sapu tangan adalah untuk menyeka keringat, bukan untuk membungkus talenta (Luk. 19:20). Hendaklah kita belajar melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuan kita, dan kita masing-masing dapat bangun melayani Allah, tidak seorang pun yang boleh melemparkan kewajibannya kepada orang lain. Demikian barulah mirip gereja.

IV. PEMBANGUNAN TUBUH

Efesus 4:11-13 mengatakan, “Dialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan (ministri), bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.”

Di sini ada beberapa macam manusia yang sedikit berbeda dengan apa yang dikatakan dalam Roma 12, dan berbeda pula dengan yang dikatakan dalam 1 Korintus 12. Orang-orang ini mutlak adalah pelayan-pelayan firman. Untuk apakah Allah memberikan pelayan-pelayan firman ini? Untuk membangun Tubuh Kristus! Pelayan-pelayan firmanlah yang teristimewa berfungsi dalam pembangunan Tubuh Kristus. Sebab itu, demi pembangunan Tubuh Kristus, patutlah kita mohon Allah mengaruniakan pelayan-pelayan firman ini.

Pada pihak lainnya, gereja juga harus memberikan kesempatan kepada orang-orang yang baru beriman untuk menyatakan dirinya apakah ia seorang pelayan firman atau bukan. Janganlah kita membendung karunia-karunia yang Allah berikan, dan tidak memberikan kesempatan kepada orang untuk menyatakan dirinya apakah ia seorang pelayan firman atau bukan. Demi pembangunan Tubuh Kristus, haruslah kita mohon Allah memberikan pelayan-pelayan firman, dan kita pun harus memberikan kesempatan kepada orang untuk menyatakan dirinya apakah ia seorang pelayan firman atau bukan.

V. KESAKSIAN TUBUH

Satu Korintus 10:16-17 mengatakan, “Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus? Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu.”

Gereja adalah Tubuh Kristus, sebab itu, pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan gereja di bumi adalah menyatakan Tubuh ini, bahkan menyatakan kesatuan Tubuh dan menyatakan bahwa Tubuh ini hanya satu. Bukan sampai di surga kelak baru gereja menyatakan kesatuan Tubuh, melainkan di bumi dan sekarang ini juga, ia menyatakan kesatuan Tubuh.

“Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu.” Dalam Perjanjian Baru, pemecahan roti adalah satu perkara yang sangat penting. Setiap hari Tuhan (hari Minggu) ketika kita memecahkan roti memperingati Tuhan, di samping kita menyatakan Tuhan telah memecahkan tubuh-Nya bagi kita, kita pun menyatakan kesatuan Tubuh ini. Terpecah berarti Tuhan menyerahkan dan mengorbankan diri-Nya di salib demi mengasihi kita, sedangkan bersatu berarti anak-anak Allah disatukan di sini. Setiap hari Tuhan, kita datang ke hadapan Tuhan untuk mengakui bahwa tubuh Tuhan telah terpecah bagi kita, dan bahwa semua anak-anak Allah adalah esa. Pada satu pihak, kita bersaksi bahwa Tuhan telah mengorbankan tubuh-Nya bagi kita, pada pihak lainnya, kita pun bersaksi bahwa gereja adalah Tubuh Kristus, adalah esa. “Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu.” Kita adalah satu roti, satu Tubuh, dan kita mengekspresikan kesatuan ini. Orang yang mengerti makna Tubuh Kristus, setiap hari Tuhan, ia pasti memelihara kesaksian ini, setiap hari Tuhan pasti mempersaksikan betapa roti ini adalah satu. Di hadapan Allah, roti ini merupakan inti segala persidangan; anak-anak Allah berhimpun bersama justru adalah untuk memecahkan roti dan bersekutu. Semakin memahami Tubuh Kristus, orang akan semakin memahami keharusan memelihara kesaksian kesatuan Tubuh melalui pemecahan roti. Pada satu aspek, pemecahan roti adalah memperingati kematian Tuhan, pada aspek lain adalah mengekspresikan kesatuan Tubuh. “Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu.” Kita wajib memperlihatkan kepada seluruh manusia dan segenap makhluk dalam alam semesta bahwa gereja adalah satu Tubuh!

Semoga Allah merahmati kita, agar kita mengetahui dengan jelas bahwa dasar pembangunan gereja ialah Tubuh Kristus. Di dalam Tubuh, kita saling menjadi anggota, dan disatukan menjadi satu Tubuh oleh baptisan Roh Kudus. Sebab itu, persekutuan kita juga hanya berdasarkan Tubuh Kristus semata. Di dalam Tubuh, setiap anggota memiliki fungsinya masing-masing, dan harus menunaikan pelayanannya masing-masing. Kita perlu mohon Allah mengaruniakan pelayan firman kepada gereja demi memperlengkapi kaum saleh, agar setiap orang menunaikan tugasnya masing-masing sehingga Tubuh Kristus terbangun. Kita pun harus memelihara kesaksian kesatuan Tubuh melalui pemecahan roti. Semoga Allah memberkati kita!