← Daftar isi Berkuasa dalam Hayat, Pahala Kerajaan, dan Yerusalem Baru · bab 6/24

PENGALAMAN HAYAT

Pembacaan Alkitab

Flp. 2:12-16; Rm. 8:9-11; 13; 26; Yer. 17:9; 13:23; Yoh. 3:3-6, 16:8; 1:12-13; Yoh. 3:3-6, 16:8; 1:12-13; 2 Kor. 15:17; 1 Kor. 6:17

Garis Besar

I. Apakah pengalaman hayat itu?

A. Mengalami Allah

B. Mengalami Kristus

C. Mengalami Roh itu

II. Pengalaman hayat yang pertama Kelahiran kembali

A. Mengapa kelahiran kembali itu perlu?

B. Apakah kelahiran kembali itu?

C. Bagaiamana kita dapat dilahirkan kembali?

D. Hasil-hasil kelahiran kembali

I. APAKAH PENGALAMAN HAYAT ITU?

Kini kita telah memiliki beberapa dasar dari pengetahuan hayat, kita perlu melanjutkan untuk mengetahui apakah pengalaman hayat itu. Segala sesuatu di dalam Alkitab yang berhubungan dengan hayat adalah untuk dialami oleh kita pada hari ini. Kita harus mengetahui apa hayat dan belajar untuk mengalaminya. Jika Anda kekurangan pengalaman terhadap setiap firman, kembalilah dan pelajarilah firman itu, kemudian berdoalah agar mengalami hayat. Tuhan akan memberikan kita pengalaman hayat bila kita ingin mengalaminya.

A. Mengalami Allah

Perama-tama kita perlu bertanya pada diri kita, apakah pengalaman hayat itu? Kita telah nampak bahwa hayat adalah Diri Allah sendiri. Diri Allah sendiri mengalir ke dalam kita, diterima dan dialami oleh kita, itulah hayat. Suatu pengalaman yang dihasilkan dari Allah melalui manusia dan manusia melalui Dia dianggap sebagai pengalaman hayat. Sebagai contoh: di dalam doa, kita berjumpa dengan Allah, diterangi, nampak kesalahan kita, dan membereskannya di hadapan Allah. Bukan kita yang menemukan kesalahan kita, tetapi kita berada dekat dengan Allah, kita berjumpa dengan Allah, dan oleh karena itu kita nampak kesalahan kita. Allah itu terang; maka ketika kita berumpa dengan Dia, kita melihat kesalahan kita dalam terangNya. Kita secara spontan mengaku pada Allah dan memohon Tuhan membasuh kita dengan darahNya. Sebagai akibatnya, Allah lewat melalui kita, dan kitapun lewat melalui Allah. Pengalaman seperti ini menyebabkan kita mengalami Allah; maka, hal itu adalah pengalaman-pengalaman hayat.

Semua pengalaman hayat adalah berasal dari Allah dan merupakan pekerjaanNya di dalam kita; sehingga kita dapat menjamah Allah dan mengalami Dia. Maka, pengalaman akan Allah seperti ini dapat memamerkan hayat (Flp. 2:13-16).

B. Mengalami Kristus

Kristus adalah manifestasi dan perwujudan Allah; Dia adalah Allah yang menjadi pengalaman kita. Oleh karena itu, seluruh pengalaman kita akan Allah adalah pengalaman akan Kristus berada di dalam Kristus.

Mengalami Kristus adalah membiarkan Kristuis hidup didalam kita dan keluar dari kita; mengambil Kristus sebagai hayat dan hidup oleh Kristus. Mengalami Kristus berarti bahwa segala penghidupan dan tindakan kita adalah Diri Kristus sendiri yang diperhidupkan dan dipamerkan melalui kita.

C. Mengalami Roh itu

Kristus adalah perwujudan Allah, demikian pula Roh Kudus adalah perwujudan Kristus. Allah sebagai hayat ada di dalam Kristus, dan Kristus sebagai hayat adalah Roh Kudus. Kita mengalami Allah di dalam Kristus, dan kita mengalami Kristus sebagai Roh Kudus. Maka, sama seperti pengalaman hayat adalah pengalaman akan Allah dan Kristus, demikian pula halnya dengan pengalaman akan Roh Kudus.

Roh Kudus hayat inilah yang menyebabkan kita mengalami Kristus yang berhuni, dan Roh Kudus hayat inilah yang menyebabkan kita mengalami kuasa kebangkitan Allah di dalam Kristus (Rm. 8:9-11). Roh Kudus hayat inilah yang memimpin kita mematikan perbuatan-perbuatan tubuh yang jahat, dan Roh Kudus hayat inilah yang berdoa di dalam kita (Rm. 8:13, 26). Seluruh pengalaman hayat kita, baik dalam maupun dangkal, dihasilkan oleh Roh Kudus; maka semuanya itu adalah pengalaman-pengalaman dari Roh Kudus hayat itu. .

II. PENGALAMAN HAYAT YANG PERTAMA KELAHIRAN KEMBALI

Kita telah nampak tentang hayat dan kita telah nampak pengalaman hayat. Sekarang kita perlu nampak pengalaman hayat yang pertaman, yaitu kelahiran kembali.

Mengapa kita harus dilahirkan kembali? Ada dua alasan. Pertama, dari aspek yang lebih rendah, kelahiran kembali adalah langkah pertama pengalaman kita terhadap hayat; maka ini adalah pengalaman-pengalaman hayat Allah kita yang pertama. Pengalaman ini sangat mendasar dan benar-benar penting. Kita perlu menggunakan beberapa poin untuk melihat ke dalamnya. Pertama-tama, mari kita melihat:

A. Mengapa Kelahiran Kembali itu Perlu?

Mengapa kita harus dilahirkan kembali? Ada dua alasan. Pertama, dari aspek yang lebih rendah, kelahiran kembali itu perlu karena hayat kita telah menjadi rusak dan menjadi jahat (Yer. 17:9; Rm. 7:18), dan hayat tersebut tidak dapat diubah dari jahat menjadi baik (Yer. 13:23). Inilah alasan yang sering kita berikan untuk kelahiran kembali. Karena hayat kita (1) rusak dan jahat, dan (2) tidak dapat diperbaiki, maka kita perlu dilahirkan kembali. Orang-orang bijakasana dari masa lampau dan masa kini menganjurkan perbaikan diri untuk memperbaiki manusia. Keselamatan Allah tidak membenarkan atau memperbaiki manusia, tetapi melahirkan kembali manusia, karena hayat insani kita telah rusak dan tidak dapat dibuat menjadi baik oleh perbaikan. Ini adalah alasan pertama mengapa kita perlu dilahirkan kembali.

Kedua, dari aspek yang lebih tinggi, ada alasan lain mengapa kita perlu dilahirkan kembali. Ketika kita diciptakan, kita hanya mendapatkan hayat yang tercipta; kita tidak mendapat hayat Allah yang tak tercipta. Tujuan Allah bagi kita adalah agar kita mendapatkan hayatNya yang tak tercipta dan ditransformasikan ke dalam gambarNya agar serupa dengan Dia, seperti Dia. Oleh karena itu, walaupun seandainya hayat insani kita belum dirusak, kita tetap perlu dilahirkan kembali.

Tujuan Allah dalam menciptakan manusia adalah bukan hanya untuk mendapatkan seorang manusia yang baik, tetapi terlebih lagi adalah untuk memiliki manusia-Allah, yang memiliki hayat dan sifat Allah dan sama seperti Allah. jika Allah hanya mendambakan manusia untuk menjadi manusia yang baik, dan manusia tidak jatuh dan rusak, manusia tidak perlu dilahirkan kembali. Tetapi dambaan Allah bukan hanya agar manusia menjadi baik, tetapi terlebih lagi agar manusia menjadi manusia-Allah, yang sama seperti Dia. Oleh karena itu, bahkan seorang yang baik pun perlu dilahirkan kembali.

Jangan menganggap enteng alasan yang kedua ini. Ini adalah masalah yang sangat penting. Oh, tujuan dari kelahiran kembali adalah agar kita memiliki hayat Allah dan menjadi seperti Allah! Kita tidak perlu mengatakan bahwa kita telah rusak, jahat, dan tidak dapat diperbaiki kembali; bahkan seandainya kita ini baik atau dapat diperbaiki menjadi sempurnapun, kita tetap perlu dilahirkan kembali agar memiliki hayat Allah.

B. Apakah Kelahiran Kembali itu?

Menurut Kitab Suci, dilahirkan kembali berarti dilahirkan oleh Roh itu (Yoh. 3:3-6). Mulanya, roh kita telah mati, tetapi ketika kita percaya, Roh Allah datang menjamah roh kita; sehingga roh kita memperoleh hayat Allah dan dihidupkan. Dengan jalan inilah Roh Allah melahirkan kita, terlepas dari kelahiran alamiah kita yang pertama. Secara singkat, dilahirkan kembali berarti dilahirkan sekali lagi, dilahirkan dari Allah (Yoh. 1:13), atau, terlepas dari hayat insani kita yang semula untuk memperoleh hayat Allah.

Dilahirulangkan berarti dilahirkan sekali lagi. Mengapa kita menggunakan istilah "dilahirkan kembali?" Pada mulanya kita dilahirkan dari orang-tua kita; tetapi kini kita dilahirkan sekali lagi, kali ini oleh Allah; pengalaman ini disebut dilahirkan kembali. Dilahirkan oleh orang-tua kita menyebabkan kita memperoleh hayat insani, sedangkan dilahirkan kembali oleh Allah menyebabkan kita memiliki hayat Allah. Oleh karenanya, kita yang telah dilahirkan kembali memiliki hayat Allah sebagai tambahan pada hayat insani kita. Maka, orang Kristen bukanlah orang yang dilahirkan di dalam sebuah keluarga Kristen atau tinggal di "negara Kristen," melainkan adalah orang yang telah dilahirkan kembali oleh hayat Allah di dalam rohnya.

C. Bagaimana Kita dapat Dilahirkan Kembali?

Bagaimana seorang manusia dapat dilahirkan kembali? Secara singkat, Roh Allah masuk ke dalam roh manusia dan menempatkan hayat Allah ke dalamnya; maka manusia dilahirkan kembali.

Bagaimana Roh Allah dapat masuk ke dalam roh manusia? Ketika manusia mendengarkan injil atau membaca firman dalam Kitab suci, Roh Allah bekerja di dalamnya dan menyebabkan dia merasakan bahwa dia telah berdosa dan rusak; maka, dia diinsafkan akan dosa dan kebenaran dan penghakiman (Yoh. 16:8). Ketika manusia melihat dirinya sebagai manusia berdosa, mengenal kebobrokannya, dan mempunyai keinginan untuk bertobat, Roh Allah akan menyebabkan dia nampak bahwa Tuhan Yesus adalah Juruselamatnya, dan bahwa Dia mati di atas kayu salib, mencucurkan darahNya untuk pengampunan dosa. Pada saat itu, secara otomatis dia percaya pada Tuhan dan menerimaNya sebagai Juruselamatnya. Begltu dia menerima Tuhan sebagai Juruselamatnya, Roh Allah masuk ke dalam rohnya dan memasukkan hayat Allah ke dalamnya, menyebabkan dia dilahirkan kembali.

Maka, dari kedudukan Roh Allah, Roh Allahlah yang masuk ke dalam roh kita untuk memasukkan hayat Allah di dalamnya yang menyebabkan kita dilahirkan kembali. Dari kedudukan pertobatan, kepercayaan, dan penerimaan kita akan Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat kita, maka kita telah dilahirkan kembali, yang berarti, sebagai tambahan atas hayat kita yang semula, maka kita mendapatkan hayat Allah.

D. Hasil-hasil Kelahiran Kembali

Hasil-hasil/perampungan-perampungan kelahiran kembali dapat secara singkat digolongkan menjadi tiga bagian:

1. Kelahiran kembali menyebabkan manusia menjadi anak-anak Allah. Karena kelahiran kembali berarti dilahirkan oleh Allah, maka secara otomatis kelahiran kembali menyebabkan manusia-manusia menjadi anak-anak Allah (Yoh. 1:12,13) dan memiliki persekutuan hayat dengan Allah.

2. Kelahiran kembali menyebabkan manusia-manusia menajadi satu ciptaan baru. Ciptaan baru adalah ciptaan yang memiliki elemen Allah di dalamnya. Jika sesuatu memiliki elemen Allah di dalamnya, dia adalah ciptaan baru. Dalam ciptaan lama, tak ada elemen Allah. Kita sebagai makhluk insani pada mulanya tidak memiliki elemen Allah; oleh karenanya kita adalah ciptaan lama. Tetapi setelah elemen Allah ditambahkan ke dalam kita, kita menjadi ciptaan baru. Kelahiran kembali menyebabkan kita memiliki hayat Allah dan elemenNya, yang membuat kita menjadi ciptaan baru (2 Kor. 5:17). Ciptaan baru ini adalah perwujudan dari pembauran Allah dan manusia, merupakan hal yang paling ajaib di alam semesta; yang memiliki elemen insani dan ilahi, yang adalah manusia dan Allah, dan yang serupa manusia dan Allah.

3. Kelahiran kembali menyebabkan manusia-manusia dipersatukan dengan Allah menjadi satu. Ini bukan hanya menyebabkan manusia memperoleh hayat Allah dan elemenNya, tetapi juga menjadi satu dengan Allah. Melalui kelahiran kembali, Allah Roh itu masuk ke dalam roh manusia, menyebabkan manusia diikat denganNya menjadi satu roh (1 Kor. 6:17). Allah menyebabkan manusia memiliki hubungan yang paling dalam dengan DiriNya sendiri, untuk menjadi satu dengan DiriNya sendiri.

Sebagai kesimpulan, ketika Roh Kudus, melalui kita percaya dalam Tuhan Yesus, menempatkan hayat Allah ke dalam roh kita dan menyebabkan kita dilahirkan oleh Allah, untuk menjadi anak-anak Allah, dan di dalam ciptaan baru untuk dipersatukan dengan Allah menjadi satu, ini adalah kelahiran kembali.

Karena kita telah dilahirkan kembali, setiap hari kita harus terus mengalami hayat Allah masuk ke dalam kita sampai kita benar-benar matang di dalam hayat.