PERTUMBUHAN HAYAT
Pembacaan Alkitab
Kej. 2:9; 1 Kor. 8:1; 13:2; Ef. 3:19; 4:13; Rm. 8:6; 2 Kor. 4:16.
Garis Besar
I. Apa yang bukan pertumbuhan hayat?
A. Kemajuan perilaku
B. Peningkatan pengetahuan
II. Apa itu pertumbuhan hayat?
A. Peningkatan elemen Allah
B. Peningkatan perawakan Kristus
C. Perluasan lahan Roh Kudus
D. Penurunan elemen insani
III. Cara untuk bertumbuh di dalam hayat.
Menajdi seorang Kristen, seluruhnya adalah perkara hayat. Dilahirulangkan adalah menerima hayat Allah masuk ke dalam roh kita. Kita harus bertumbuh di dalam hayat setiap hari sampai kita matang secara penuh di dalam hayat. Karena perkara ini merupakan proses sehari-hari seumur hidup kita, kita harus memusatkan perhatian kita pada point yang penting ini. Pertama, kita harus nampak bahwa orang-orang mempunyai pendapat yang salah mengenai pertumbuhan hayat. Kedua, kita perlu membedakan arti pertumbuhan hayat yang sebenarnya. Ketiga, kita perlu nampak bagaimana cara untuk bertumbuh di dalam hayat.
I. APA YANG BUKAN PERTUMBUHAN HAYAT?
A. Kemajuan Perilaku
Walaupun kita memerlukan banyak kemajuan, kemajuan perilaku mungkin bukan berasal dari hayat. Kemajuan perilaku berarti mengubah perilaku seseorang dari buruk menjadi baik, dari jahat menjadi bajik. Misalnya, seseorang yang dulunya sangat sombong, sekarang dia rendah hati. Dia dahulu sering membenci orang lain; sekarang dia mengasihi orang lain. Dia dahulu cepat marah dan mudah terpancing amarahnya; sekarang temperamennya menjadi lambat, dan dia tidak lagi mudah marah. Semuanya ini dapat dianggap sebagai kemajuan perilaku. Bila perilaku seseorang bertambah maju, apakah ini berarti ada pertumbuhan hayat? Tidak! Mengapa? Sama seperti jahat itu bukan hayat, maka baik juga bukan hayat. Maka di dalam Alkitab, baik dan jahat bukan dua pohon, tetapi adalah satu pohon; sedangkan hayat adalah pohon yang lainnya, sesuatu yang berasal dari dunia yang lain, kerajaan yang lain (Kej.2:9). Maka, manusia,oleh keputusannya dan usahanya sendiri, dapat meningkatkan perilakunya namun masih sangat tidak matang dan lemah di dalam hayat Allah. Ini disebabkan karena semua kemajuannya tidak berhubungan dengan hayat; semua berasal dari pekerjaannya sendiri dan bukan dari hayat. Lagi pula, kemajuannnya ini bukan merupakan hasil dari pertumbuhan hayatnya. Maka, pertumbuhan hayat bukanlah kemajuan perilaku. Hampir semua agama, ajaran etika, demikian juga ahli-ahli jiwa, berusaha untuk membantu orang untuk meningkatkan perilaku mereka. Hanya Kristus yang masuk ke dalam kitalah yang dapat menjadi hayat kita.
B. Peningkatan Pengetahuan
Walaupun kita perlu tahu lebih banyak tentang Tuhan melalui firmanNya, namun pengetahuan bukanlah hayat. Walaupun peningkatan pengetahuan rohani kaum imani melalui mendengarkan banyak berita, mengenal lebih banyak tentang kebenaran, lebih memahami Alkitab lebih banyak, dan lebih mengerti tentang istilah-istilah rohani, dll, adalah suatu jenis pertumbuhan, namun hal ini bukanlah pertumbuhan hayat. Peningkatan pengetahuan yang seperti ini hanya menyebabkan pikirannya menjadi lebih maju dan kepalanya mempunyai kemampuan yang lebih untuk dapat mengerti. Ini bukanlah Roh Kudus yang memberikan waahyu yang lebih besar di dalam dia, ataupun hayat yang mendapatkan tempat yang lebih banyak di dalam dia sehingga dia telah bertumbuh di dalam pengetahuan dan pengalaman Kristus sebagai hayat. Peningkatan pengetahuan hayat yang demikian hanya menyebabkan manusia menjadi sombong (1 Kor 8:1). Sama sekali tidak berarti di hadapan Allah (I Kor 13:2) dan tidak mempunyai nilai hayat. Maka, pertumbuhan hayat bukanlah peningkatan pengetahuan.
II. APA ITU PERTUMBUHAN HAYAT?
A. Peningkatan Elemen Allah
Peningkatan elemen Allah berarti lebih banyak Diri Allah sendiri yang dibaurkan ke dalam kita, didapatkan oleh kita, dan menjadi elemen kita. Kita telah mengatakan bahwa hayat adalah Diri Allah sendiri, dan mengalami hayat adalah mengalami Allah sendiri; oleh karena itu, pertumbuhan hayat adalah peningkatan elemen Allah di dalam kita, sehingga semua yang berasal dari Allah Kepala (Godhead) seluruhnya terbentuk di dalam kita sehingga kita dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah (Ef. 3:19).
B. Peningkatan Perawakan Kristus
Hayat adalah Diri Allah sendiri, Allah yang menjadi hayat kita adalah Kristus; maka Alkitab mengatakan bahwa Kristus adalah hayat kita. Kita dapat mengatakan bahwa ketika kita dilahirulangkan, Kristus sendiri dilahirkan kembali di dalam kita untuk menjadi hayat kita. Namun ketika kita menerimanya untuk pertama kali, hayat ini masih sangat muda dan tidak matang, yang berarti bahwa perawakan Kristus di dalam kita masih sangat kecil. Ketika kita mengasihi Kristus, mencari Kristus, dan membiarkan Kristus lebih banyak di dalam kita dan mendapatkan kita, perawakan Kristus secara bertahap akan meningkat di dalam kita. Ini adalah pertumbuhan hayat. Karena hayat ini adalah Kristus yang hidup di dalam kita, maka pertumbuhan hayat ini adalah peningkatan perawakan Kristus di dalam kita.
C. Perluasan Lahan Roh Kudus
Kita juga telah menyinggung bahwa hayat bukan hanya Allah sendiri, namun juga adalah Kristus, dan juga adalah Roh Kudus. Kita dapat mengatakan bahwa mengalami hayat adalah mengalami Roh Kudus; maka, bertumbuh di dalam hayat berarti juga membiarkan Roh Kudus mendapatkan semakin banyak lahan di dalam kita. Bila kita lebih menuntut pekerjaan Roh Kudus di dalam kita dan lebih rajin mentaati pekerjaan Roh Kudus di dalam kita sebagai suatu pengurapan, Roh Kudus akan dapat mengembangkan lahanNya dengan cepat; maka hayat di dalam kita akan bertumbuh dengan kecepatan yang luar biasa. Oleh karena itu, pertumbuhan hayat juga berarti bahwa lahan Roh Kudus diperluas di dalam kita.
D. Penurunan Elemen Insani
Ketiga point diatas mewahyukan bahwa jika elemen Allah di dalam seorang percaya ditingkatkan, perawakan Kristus ditingkatkan, dan lahan Roh kudus diperluas, hayatnya telah bertumbuh. Semua poin ini dibicarakan dari aspek Allah. Sekarang kita akan membicarakan dari aspek kita. Pertama-tama, pertumbuhan hayat adalah, penurunan elemen insani. Penurunan elemen insani ini adalah penurunan Adam, ciptaan lama, di dalam manusia, yang juga berarti penurunan unsur manusia dan peningkatan unsur Allah. Jika seorang percaya sungguh-sungguh bertumbuh dalan hayat, maka perkataannya, tindakan-tindakannya, penghidupan atau pekerjaannya semuanya harus menyatakan bahwa mereka tidak menuruti dirinya sendiri, melainkan menuruti Allah; bukan berasal dari kepintarannya sendiri, melainkan oleh kasih karunia Allah; sehingga, tidak membawa unsur-unsur manusia, melainkan lebih banyak unsur Allah, yang juga berarti bahwa elemen insaninya telah diturunkan dan elemen Allah ditingkatkan. Maka pertumbuhan hayat bukan hanya peningkatan elemen Allah, tetapi juga penurunan elemen manusia.
III. CARA UNTUK BERUMBUH DALAM HAYAT
Setelah melihat bahwa pertumbuhan hayat adalah peningkatan Allah dan penurunan diri kita sendiri di dalam kita, kita harus mencari bagaimana untuk bertumbuh dalam hayat. Ini tidaklah sulit. Ini hanya memerlukan latihan setiap hari. Terutama, kita perlu diisi dengan roh itu setiap hari sepanjang hari dengan berseru kepada Tuhan, berdoa, bertobat dan mengaku dosa kepada Tuhan, membaca dan mendoa-bacakan firman itu, berbicara dan menyanyikan kidung, bersyukur dan memuji kepada Tuhan atas segala sesuatu, bersekutu dengan kaum imani, memberitakan injil, dan bernubuat di dalam sidang-sidang. Kemudian kita perlu hidup oleh Roh itu, tinggal dalam persekutuan hayat dan mentaati pengajaran dari pengurapan ketika kita di rumah, di sekolah, dan ketika kita bersama-sama dengan teman-teman kita. Yang terakhir kita perlu menjauhkan diri dari semua hal yang negatif dan mengatasi dengan Roh itu mengatasi semua rintangan yaitu hidup berdasarkan cara hidup yang lama, dosa-dosa, hawa nafsu orang muda, kebobrokan, ketidak salehan, dunia, nafsu daging, keinginan mata, kecongkakan hidup, daging, ego, opini, kritik, gosip, perdebatan, hayat sukma, keindividuan, dan perpecahan.
Kesimpulannya, jalan untuk bertumbuh di dalam hayat adalah diisi dengan Roh itu setiap hari, hidup oleh Roh itu sepanjang hari untuk mengatasi segala rintangan kehidupan.