← Daftar isi Berkuasa dalam Hayat, Pahala Kerajaan, dan Yerusalem Baru · bab 21/24

DIPERKAYA DENGAN FIRMAN MELALUI DOA-BACA, MEMBACA, MEMPELAJARI, DAN MENGHAFAL

Pembacaan Alkitab:

Yoh. 1:1, 14; 6:63; I Pet. 1:23; 2:2; Mat. 4:4; Yer. 15:16; Ayub 23:12b; Ef. 6:17-18a; Kol. 3:16; Pkh. 12:1; Mzm. 119:11.

Garis Besar

I. Pentingnya Firman Allah bagi kaum imani

II. Esensi Firman Allah - menjadi hayat bagi kaum imani

III. Fungsi Firman Allah - memberikan hayat kepada kaum imani

A. Menyebabkan orang-orang dilahirulangkan

B. Menjadi susu rohani kaum rohani

C. Menjadi roti hayat kaum imani

IV. Menggunakan kemampuan roh kita dan mental kita untuk menerima Roh dan hayat itu dari Firman Allah

A. Dengan doa-baca

B. Dengan membaca

C. Dengan belajar

D. Dengan menghafal

I. PENTINGNYA FIRMAN ALLAH BAGI KAUM IMANI

Setelah kita diselamatkan, agar memiliki pertum-buhan rohani, kita harus mengenal Alkitab. Selama 2000 tahun umat Kristen telah mengetahui satu hal, bahwa tak ada seorangpun yang dapat mengenal Tuhan dengan baik tanpa mengenal Alkitab.

Warisan rohani yang telah Allah berikan kepada kita termasuk, di satu pihak, Roh Kudus yang tidak kelihatan dan, di pihak lain, Alkitab yang kelihatan. Di satu pihak, Roh itu ada di dalam kita; di pihak lain, Kitab Suci ada di luar kita. Seorang Kristen yang tepat harus seimbang di dalam kedua hal ini. Jika kita hanya memiliki Roh Kudus di dalam tetapi tidak memililki Kitab Suci ada di luar kita. Seorang Kristen yang tepat harus seimbang di dalam kedua hal ini. Jika kita hanya memilki Roh Kudus di dalam tetapi tidak memiliki Kitab Suci di luar, kita akan membuat kesalahan dengan mudah. Jika kita hanya memiliki Kitab Suci di luar, tetapi tidak memiliki Roh Kudus di dalam, kita akan menjadi mati, tanpa vitalitas atau kehidupan.

Seorang Kristen adalah seperti sebuah kereta yang memerlukan tenaga pendorong di dalam dan rel di luar. Dengan memiliki kedua aspek ini - yang di dalam dan yang di luar - yang berkoordinasi bersama-sama, kereta itu dapat bergerak , bahkan bergerak dengan sangat baik. Ini adalah benar-benar dari Roh Kudus yang di dalam kita dan Kitab Suci yang di luar kita. Jika Anda dipenuhi oleh Roh Kudus di dalam dan Anda juga mengenal Alkitab yang di luar, maka sebagai seorang kristen Anda hidup dan stabil dan Anda juga aktif dan tepat. Anda adalah seorang Kristen yang hidup dan stabil juga aktif dan tepat.

II. ESENSI FIRMAN ALLAH MENJADI HAYAT BAGI KAUM IMANI

Banyak orang Kristen mengetahui bahwa Alkitab adalah firman Allah. Tetapi banyak yang tidak mengetahui esensi dari firman Kudus yang sesungguhnya di dalam Alkitab. Segala sesuatu yang padat selalu memiliki suatu elemen dan suatu esensi. Kita harus mempertimbangkan apa esensi firman Tuhan itu. Firman kudus yang telah diucapkan oleh Allah sepanjang generasi adalah per-wujudan dari Allah Tritunggal itu. Ini adalah berdasarkan Yohanes 1:1 dan 14. Ayat 1 memberitahukan kepada kita dengan pasti bahwa Firman itu, Firman kudus itu, adalah Allah. Firman yang telah diucapkan sepanjang generasi itu adalah Allah sendiri secara esensi Firman itu adalah Allah sendiri bukan di dalam persona melainkan esensi. Secara sederhana ini berarti bahwa Allah secara menyeluruh terwujud di dalam Firman itu. Allah adalah Roh, dan suatu roh adalah misterius dan tidak kelihatan. Tetapi Firman adalah sesuatu yang hitam di atas putih. Firman itu dapat dilihat dan padat. Maka, Firman itu adalah perwujudan dari Allah yang misterius dan tidak kelihatan. Walaupun Allah itu tidak kelihatan dan misterius, Firman itu tidaklah demikian. Firman yang padat dan dapat dilihat itu mengandung Allah. Firman itu mendefinisikan, menjelaskan dan mengekspresikan Allah.

Di dalam pasal 1 dari injil Yohanes, kita diberitahu bahwa Firman adalah Allah sendiri yang diwujudkan menjadi Yesus. Ketika Yesus mengucapkan firman, apa-pun yang Dia ucapkan adalah roh dan hayat. Tuhan Yesus berkata di dalam Yohanes 6:63, "Firman yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan adalah hayat." Firman itu hari ini adalah Roh dan hayat. Jika kita ber-kontak dengan Alkitab hanya dengan pikiran kita, maka Alkitab hanya akan menjadi huruf bagi kita. Tetapi kapan saja kita berkontak dengan bagian apapun dari Alkitab dengan roh kita, bagian Alkitab itu menjadi roh dan hayat bagi kita.

III. FUNGSI FIRMAN ALLAH MEMBERIKAN HAYAT KEPADA KAUM IMANI

A. Menyebabkan Orang-Orang Dilahirulangkan

Fungsi praktis yang pertama dari Alkitab di dalam kita adalah menyebabkan kita dilahirulangkan ( 1 Pet. 2:23). Alkitab adalah Firman Allah yang hidup, dan mengandung hayat dari Allah yang hidup. Ketika kita menerima firman dari Kitab Suci ke dalam kita oleh iman, firman itu datang ke dalam kita seperti sebutir benih hayat, yang menaburkan hayat Allah ke dalam kita; maka, kita memiliki hayat Allah dan dilahirulangkan.

B. Menjadi Susu Rohani Kaum Imani

Ketika kita pertama kali diselamatkan, kita tidak memiliki suatu pemahaman yang kuat mengenai hal-hal yang rohani. Beberapa bagian dari kitab Suci adalah seperti susu yang dapat merawat kita dan membuat kita bertumbuh di dalam hayat rohani kita (1 Pet. 2:2). Maka, seorang imani yang baru dilahirulangkan harus men-dambakan firman dari Alkitab, seperti bayi-bayi yang baru dilahirkan yang mendambakan susu yang murni dari firman itu. Kalau tidak, hayat rohaninya tidak dapat bertumbuh, dan dia akan terus-menerus menjadi seorang yang balita di dalam Kristus (1 Kor. 3:1-2).

C. Menjadi Roti Hayat Kaum Imani

Firman dari kitab Suci adalah juga merupakan roti hayat rohani kita (Mat. 4:4). Sama seperti hayat fisik kita memerlukan perawatan, demikian juga hayat rohani kita memerlukan perawatan. Perawatan dari hayat rohani kita hanya dapat disuplaikan oleh firman dari Alkitab. Agar kita menjadi hidup dan kuat di hadapan Allah. Kita tidak dapat bergantung hanya pada roti saja, tetapi pada setiap firman, yaitu, firman Alkitab, yang keluar dari mulut Allah. Kita harus mengambil firman Allah sebagai makanan dan me-makannya (Yer. 15:16), bahkan firman Alkitab lebih penting daripada makanan kita. Kalau tidak, hayat rohani kita tidak dapat bertumbuh. Kita harus mempraktekkan agar kemampuan kita terlatih di dalam memahami firman Alkitab sehingga kita dapat memahami firman-firman yang sulit untuk ditafsirkan; yaitu, seperti mereka yang telah matang, kita dapat makan makanan padat (keras) (Ibr. 5:13-14). Kalau tidak, hayat rohani kita tidak dapat menjadi kuat.

IV. MENGGUNAKAN KEMAMPUAN ROH DAN

MENTAL KITA UNTUK MENERIMA ROH DAN HAYAT DARI FIRMAN ALLAH

Satu Petrus 2:2 memberitahu kita bahwa kita dapat bertumbuh oleh susu dari firman yang murni. Istilah "dari firman itu" di dalam bahasa Yunani adalah logikos. Perkataan ini, di dalam Roma 12:1 yang diterjemahkan sepantasnya, diturunkan dari kata benda logos firman itu; maka, dari firman itu; memiliki cita-rasa yang berhubungan dengan pikiran (berlawanan dengan tubuh), kepada kemampuan-kemampuan yang rasional; maka rasional, masuk akal, dan beralasan. Susu dari firman itu bukanlah susu untuk tubuh, tetapi untuk sukma, yang di dalam. Susu dari firman itu disampaikan di dalam Firman Allah untuk merawat manusia batiniah kita melalui pemahaman dari pikiran rasional kita, dan diasimilasikan oleh kemampuan-kemampuan mental kita. Walaupun susu perawatan dari firman itu adalah untuk sukma melalui pikiran, susu itu akhirnya merawat roh kita, membuat kita tidak sukmawi melainkan rohani, cocok untuk pembangunan suatu rumah rohani bagi Allah.

Tuhan menunjukkan bahwa untuk memberikan hayat, Dia akan menjadi Roh itu. Kemudian Dia mengatakan bahwa perkataan-perkataan yang Dia katakan adalah roh dan hayar. Ini memberitahu kita bahwa firman-firman yang diucapkanNya adalah perwujudan dari Roh pemberi hayat. Dia kini adalah Roh pemberi hayat di dalam kebangkitan, dan Roh itu diwujudkan di dalam firmanNya. Ketika kita menerima firmanNya dengan melatih roh kita, kita men-dapatkan Roh itu yang adalah hayat. Kitab Suci adalah perwujudan dari Allah sebagai Roh itu. Roh itu adalah esensi, substansi, dari Kitab Suci, sama seperti fosfor adalah (substansi) bahan dasar dalam korek api. Kita harus menyentuh Roh dari Kitab Suci itu dengan roh kita untuk mendapatkan api ilahi.

A. Dengan Doa-Baca

Doa baca adalah cara terbaik untuk menerima Roh itu dan hayat dari Firman Allah. Ketika Anda membaca Firman Allah, jangan hanya membaca dengan pikiran Anda. Anda juga harus menggunakan roh Anda dengan menyeru dan berdoa. Efesus 6:17 dan 18a mengatakan, "Dan menerima ... pedang Roh yang adalah Firman Allah, dalam segala doa dan permohonan, berdoa setiap waktu di dalam roh." Ketika Anda membaca Firman Allah, beberapa perkataan mungkin menjamah Anda; ubahlah dengan segera ke dalam doa. Misalnya Anda sedang membaca ayat-ayat di atas. Anda dapat berdoa, "O Tuhan, aku di sini untuk menerima pedang Roh. O Tuhan Yesus, Dikau-lah Roh itu; aku ingin menerima Dikau. Roh itu adalah firman Allah, Tuhan. Ketika aku mendoabacakan firman-Mu, aku menerima RohMu. Haleluya! Aku berdoa di dalam roh untuk menerima Dikau melalui FirmanMu." Jika Anda berdoa seperti ini, Anda akan didorong oleh Roh itu dan hayat, dan Anda akan dibakar di dalam roh Anda oleh api ilahi.

B. Dengan Membaca

Kita perlu membaca Alkitab dari awal sampai akhir. Putuskan di hadapan Tuhan berapa banyak Anda ingin membaca setiap hari. Jika Anda membaca tiga pasal dari Perjanjian Lama dan satu pasal dari Perjanjian Baru setiap hari, ini memerlukan waktu kira-kita satu tahun bagi Anda untuk menyelesaikan Alkitab itu. Jika Anda membaca satu pasal Perjanjian baru diperlukan kira-kira sembilan bulan bagi Anda untuk menyelesaikan Perjanjian Baru. Anda perlu menentukan sasaran Anda untuk pembacaan Alkitab dan melaksanakannya menurut sasaran itu. Ketika Anda membacanya, berdoalah dengan ayat-ayat yang menjamah Anda, tulislah apa yang Anda lihat, kemudian ceritakanlah pada orang-orang di sekitar Anda apa yang telah Anda tulis. Ceritakanlah kepada orang tua Anda, saudara-saudara kandung Anda, partner-partner Anda, orang-orang yang melayani Anda, dan teman-teman Anda.

C. Dengan Belajar

Anda juga perlu menggunakan pikiran Anda di dalam mempelajari Firman Allah. Anda harus membiarkan firman Kristus mengisi pikiran Anda dan membiarkan firman itu tinggal di dalam Anda dengan kayanya (Kol. 3:16). Ketika Anda belajar, Anda harus berpikir; ketika Anda berpikir, Anda harus berdoa dan menikmati. Praktek ini akan mem-bantu kita menerima susu dari firman itu untuk kemam-puan-kemampuan mental kita dan akan merawat roh kita. Anda dapat mempelajari suatu kitab di dalam Alkitab, seperti Yohanes dan Roma, dengan pertolongan catatan-catatan kaki dan referensi-referensi di dalam versi Pemulihan, dan juga berita-berita pelajaran hayat yang berhubungan. Puji syukur pada Tuhan, kita memiliki versi Pemulihan dan berita-berita pelajaran hayat untuk setiap kitab di dalam Perjanjian Baru. Anda dapat mempelajari kitab apapun di dalam Perjanjian Baru dengan pertolongan dari begitu banyak terbitan-terbitan yang membantu. Anda dapat mempelajari buku-buku pelajaran bagi murid-murid SMP dan SMA. Anda dapat mempelajari Pelajaran-pela-jaran Hayat dan Pelajaran-pelajaran Kebenaran. Ada begitu banyak cara bagi Anda untuk belajar. Bersekutulah dengan orang tua, orang-orang yang melayani Anda, dan penatua-penatua mengenai bagaimana Anda dapat mempelajari Firman Allah.

D. Dengan Menghafal

Kita juga perlu menghafal Firman Allah. Ini mungkin dilupakan oleh kebanyakan kaum imani. Menghafal Firman Allah sangatlah membantu. Pernahkah Anda mengalami kekurangan Firman Allah di dalam pengabaran Injil Anda? Anda mungkin tidak tahu apa yang harus Anda katakan ketika mengabarkan kepada seorang teman. Jika Anda menghafal satu ayat satu hari, dalam tiga tahun, Anda akan memiliki kira-kira 1000 ayat hafalan. Anda tidak perlu khawatir tentang apa yang akan dikatakan atau di mana menemukan ayat-ayat yang ingin Anda kutip. Orang muda harus menghafal ayat-ayat. Apa yang Anda hafalkan di masa muda Anda tidak akan pernah terlupakan. Anda dapat menggunakan ayat-ayat itu untuk sisa hidup Anda. Pikiran Anda dikacaukan oleh terlalu banyak hal ketika Anda bertambah tua. Pengkhotbah 12:1 mengatakan, "Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu." Salah satu cara yang terbaik untuk mengingat Tuhan adalah untuk menghafal firmanNya. Mazmur 119:11 mengatakan, "Dalam hatiku aku menyimpan janjiMu, supaya aku tidak berdosa terhadap Engkau." Apa yang simpan di dalam hati Anda ( terutama pikiran Anda) akan membantu Anda agar terjaga dari dosa dan menolong membentuk Anda menurut kedambaan Allah.

Kesimpulannya, kita harus menggunakan roh kita dan pikiran kita untuk berkontak dengan Firman Allah setiap hari untuk menerima Roh dan hayat itu agar kita diper-kaya. Kemudian kita akan memiliki satu roh yang kuat untuk mengalami hayat dan untuk bertumbuh dalam hayat sampai kita mencapai kedewasaan.