← Daftar isi Berkuasa dalam Hayat, Pahala Kerajaan, dan Yerusalem Baru · bab 20/24

MEMELIHARA SATU ROH YANG KUAT DENGAN MENYERU DAN BERDOA

Pembacaan Alkitab

Kis. 2:21; Rm. 10:12-13; Kis. 9:14; 22:16; 2 Tim 2:22;

1 Kor. 1:2; Mzm. 116:2, 4, 13, 17; Yes. 12:2-4, 6;

1 Tes. 5:17; 1 Yoh. 1:7-9; Mat. 18:18-19; Yoh. 15:16.

Garis Besar

I. Perlunya memiliki satu roh yang kuat

II. Menyeru nama Tuhan

A. Menyeru di dalam Perjanjian Lama

B. Dipraktekkan oleh kaum imani Perjanjian Baru

C. Tujuan menyeru

D. Cara untuk menyeru

E. Perlunya praktek

III. Berdoa untuk berkontak, untuk menikmati, dan untuk bersekutu dengan Allah

IV. Berdoa untuk melaksanakan otoritas Allah bagi tujuan kekal Allah

Di dalam lima pelajaran terakhir ini kita akan membicarakan mengenai perkara-perkara yang berhubungan dengan pemeliharaan hayat di dalam kehidupan kita sehari-hari dan kehidupan gereja. Hanya mengenal hayat dan bagaimana mengalami hayat saja tidaklah cukup, kita juga perlu mengenal bagaimana memelihara hayat yang ada di dalam kita.

I. PERLUNYA MEMILIKI SATU ROH YANG KUAT

Hal pertama yang diperlukan untuk memelihara hayat yang ada di dalam kita adalah memiliki satu roh yang kuat. Ketika kita diselamatkan, roh kita telah dilahirulangkan oleh Roh Kudus Allah. Kita telah menerima Allah ke dalam kita untuk menjadi hayat kita. Roh kita yang mati menjadi hidup. Haleluya! Mulai sejak saat itulah, kita perlu memelihara satu roh yang kuat untuk memelihara suatu tingkat hayat yang sehat. Banyak orang Kristen yang tidak memperhatikan roh mereka. Roh mereka telah menjadi seperti "ban-ban kempes," tidak memiliki perasaan hayat maupun petunjuk dari pengurapan itu. Mereka berdosa dan melakukan hal-hal duniawi tanpa malu karena roh mereka terlalu lemah. Begitu kita diselamatkan, kita harus melatih roh kita setiap hari agar roh itu tetap kuat

.

II. MENYERU NAMA TUHAN

Menyeru nama Tuhan adalah jalan yang termudah, tercepat, terbaik untuk melatih roh kita, untuk menjamah roh kita, dan untuk memelihara satu roh yang kuat. Kita memulai kehidupan Kristen kita dengan menyeru, "Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan" (Kis. 2:21). "Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan" (Kis. 22:16). Semoga setiap hari kita terus-menerus menyeru nama Tuhan agar diselamatkan (Rm. 10:13).

A. Menyeru di dalam Perjanjian Lama

Menyeru nama Tuhan dimulai pada generasi ketiga umat manusia oleh Enos, putra Set (Kej. 4:26). Sejarah menyeru nama Tuhan berlanjut sepanjang Alkitab oleh Abraham (Kej. 12:8), Ishak (Kej. 26:25), Musa (Ul. 4:7), Ayub (Ayub 12:4), Yabes (I Taw. 4:10), Simson (Hak. 16:28), Samuel (I Sam. 12:18), Daud (2 Sam. 22:4), Yunus (Yunus 1:6), Elia (I Raja-raja 18:24), dan Yeremia (Rat. 3:55). Orang-orang kudus dalam Perjanjian Lama bukan hanya menyeru nama Tuhan, mereka bahkan menubuatkan bahwa orang-orang akan menyeru namaNya (Yoel 2:32; Zef. 3:9; Zak. 13:9). Walaupun telah banyak yang mengenal nubuat Yoel mengenai Roh Kudus, namun tidak banyak yang memperhatikan fakta bahwa menerima Roh Kudus yang dicurahkan memerlukan kita menyeru nama Tuhan. Di satu pihak, Yoel bernubuat bahwa Allah akan mencurahkan RohNya; dipihak lain, dia bernubuat bahwa orang-orang akan menyeru nama Tuhan. Nubuat ini tergenapi pada hari Pentakosta (Kis. 2:17a, 21). Pencurahan Allah memerlukan kerjasama kita menyeru namaNya.

B. Dipraktekkan oleh Kaum Imani Perjanjian Baru

Menyeru nama Tuhan dipraktekkan oleh kaum imani Perjanjian Baru dimulai pada hari Pentakosta (Kis. 2:21). Ketika Stefanus dilempari batu hingga mati, dia menyeru nama Tuhan (Kis. 7:59). Kaum imani Perjanjian Baru mempraktekkan menyeru nama Tuhan (Kis. 9:14; 22:16; I Kor. 1:2; 2 Tim. 2:22). Saulus dari Tarsus menerima otoritas dari imam-imam kepala untuk mengikat semua orang yang menyeru nama Tuhan (Kis. 9:14). Ini menunjukkan bahwa kaum imani sebermula adalah penyeru-penyeru Yesus. Seruan mereka pada nama Tuhan adalah suatu lambang, suatu tanda, bahwa mereka adalah orang-orang Kristen. Jika kita menjadi mereka yang menyeru nama Tuhan, maka seruan kita akan menandakan bahwa kita adalah orang-orang Kristen.

Rasul Paulus menekankan perkara menyeru ketika dia menulis kitab Roma. Dia berkata, "Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepadaNya. Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan" (Rm. 10:12-13). Paulus juga berbicara mengenai menyeru nama Tuhan di dalam I Korintus. Ketika dia menulis firman, "dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita" (I Kor. 1:2). Lebih-lebih lagi, di dalam 2 Timotius dia memberitahu Timotius agar menuntut hal-hal rohani dengan mereka yang menyeru nama Tuhan dari hati yang murni (2 Tim. 2:22). Melalui ayat-ayat ini kita dapat nampak bahwa di dalam abad pertama orang-orang Kristen sering mempraktekkan menyeru nama Tuhan. Oleh karena itu, sepanjang Perjanjian Lama dan juga di dalam permulaan jaman Kekristenan, kaum imani menyeru nama Tuhan. Betapa menyedihkan bahwa perkara menyeru nama Tuhan ini telah lama diabaikan oleh kebanyakan orang Kristen. Kita percaya bahwa hari ini Tuhan ingin memulihkan menyeru namaNya dan ingin agar kita mempraktekkannya supaya kita dapat menikmati kekayaan hayatNya.

C. Tujuan Menyeru

Mengapa kita perlu menyeru nama Tuhan? Manusia perlu menyeru nama Tuhan agar diselamatkan (Rm. 10:13). Berdoa dengan tenang memang menolong orang-orang agar diselamatkan, tetapi tidak begitu kaya. Berdoa dengan keras membantu orang untuk diselamatkan di dalam cara yang lebih kaya dan mendalam. Maka, kita perlu mendorong orang untuk membuka diri mereka sendiri dan menyeru nama Tuhan Yesus. Mazmur 116 memberitahu kita bahwa kita dapat mengambil bagian dalam penyelamatan Tuhan dengan menyeru namaNya, "Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama Tuhan" (ay. 13). Dalam Mazmur ini, menyeru nama Tuhan disebutkan empat kali (ay. 2,4,13,17). Seperti yang telah kita lihat sebelumnya, cara untuk menimba air dari mata air keselamatan adalah menyeru nama Tuhan (Yes. 12:2-4). Banyak orang Kristen belum pernah menyeru nama Tuhan. Jika Anda tidak pernah menyeru, bahkan berteriak di hadapan Tuhan, Anda diragukan telah menikmati Kristus dengan jalan yang kaya. "Panggilah namaNya ... Berserulah dan berteriaklah ..." (Yes. 12:4, 6). Cobalah berteriak di hadapanNya. Jika Anda belum pernah menyerukan apakah Tuhan itu bagi Anda, cobalah. Semakin Anda berteriak, "O Tuhan Yesus, Dikau begitu baik padaku!" Semakin banyak Anda akan dibebaskan dari diri (ego) Anda dan dipenuhi dengan Tuhan. Ada beribu-ribu kaum imani yang telah dibebaskan dan diperkaya melalui menyeru nama Tuhan.

Saat ini, mungkin baik bila Anda berhenti membaca dan menyeru nama Tuhan dengan keras selama paling sedikit 5 menit untuk mengalami bahwa Tuhan itu kaya bagi mereka yang menyeru. Anda dapat memperkuat roh Anda dengan cara demikian.

D. Cara untuk Menyeru

Bagaimanakah seharusnya kita menyeru nama Tuhan? Kita harus menyerukan namaNya dari hati yang murni ( 2 Tim. 2:22). Hati kita, yang merupakan sumber seruan kita, harus murni, tidak mencari yang lain kecuali Tuhan sendiri. Juga, kita harus menyeru (memanggil) dengan suatu bibir yang murni (Zef. 3:9). Kita perlu menjaga ucapan kita, karena tidak ada yang mencemarkan bibir kita lebih dari perbincangan yang kendor jika bibir kita tidak murni karena perbincangan yang kendor, akan sulit bagi kita untuk menyeru Tuhan. Selain dengan suatu hati yang murni dan bibir-bibir yang murni, kita perlu memiliki suatu mulut yang terbuka (Mzm. 81:10). Kita perlu membuka mulut kita lebar-lebar untuk menyeru Tuhan. Lebih jauh lagi, kita perlu menyeru Tuhan secara korporat. Dua Timotius 2:22 mengatakan, "Jauhilah juga nafsu-nafsu orang muda; tetapi kejarlah kebenaran, iman, kasih, damai sejahtera, bersama-sama dengan mereka yang menyeru Tuhan dari hati yang murni." Kita perlu datang bersama-sama untuk tujuan menyeru nama Tuhan. Mazmur 88:9 berkata, "Aku telah berseru kepadaMu, ya Tuhan, sepanjang hari. Lebih jauh lagi, Mazmur 116:2 berkata, "... maka seumur hidupku aku akan berseru kepadaNya." Selama kita hidup, kita harus menyeru nama Tuhan.

E. Perlunya Praktek

Menyeru nama Tuhan bukanlah hanya merupakan suatu doktrin. Menyeru nama Tuhan sangatlah praktis. Kita perlu mempraktekkannya setiap hari dan setiap jam. Kita tidak pernah boleh menghentikan pernapasan rohani kita. Kita berharap agar lebih banyak lagi umat Tuhan, khususnya kaum imani yang baru, mulai mempraktekkan menyeru Tuhan. Hari ini, banyak orang Kristen yang telah menemukan bahwa mereka dapat mengenal Dia, bahwa mereka dapat dibawa masuk ke dalam kuasa kebangkitanNya, bahwa mereka dapat mengalami penyelamatanNya yang spontan, dan bahwa mereka dapat berjalan di dalam keesaan dengan Dia melalui menyeru namaNya. Di dalam segala situasi, pada setiap waktu, serulah "Tuhan Yesus, O Tuhan Yesus!" Jika Anda mempraktekkan menyeru namaNya, Anda akan nampak bahwa menyeru adalah suatu cara yang ajaib untuk menikmati kekayaan-kekayaan Tuhan. Melalui praktek yang menyenangkan ini roh kita akan dikuatkan bagi kita untuk mengalami hayat setiap hari. Maka, pertumbuhan dalam hayat akan menjadi hasilnya.

III. BERDOA UNTUK BERKONTAK, UNTUK MENIKMATI DAN UNTUK

BERSEKUTU DENGAN ALLAH

Berdoa akan membuat roh kita kuat karena melalui berdoa kita berkontak dengan Allah, kita menikmati Allah dan kita memiliki persekutuan dengan Allah. Makna yang riil mengenai berdoa adalah berkontak dengan Allah di dalam roh kita dan untuk menyerap Diri Allah sendiri. Doa adalah berkontaknya roh manusia (insan) dengan Roh Allah, dimana manusia menghirup Allah masuk ke dalam dirinya sendiri. Oleh karena itu, penekanan mengenai berdoa bukan terletak pada meminta sesuatu kepada Allah melainkan di dalam berkontak dan menyerap Allah. Satu Tesalonika 5:17 mengatakan, "Berdolah senantiasa." Berdoa itu seperti menghirup udara sorgawi. Ketika seorang manusia berhenti bernapas, dia mati secara fisik. Demikian juga, ketika kita berhenti menghirup udara rohani, roh kita menjadi mati. Kita perlu menghirup Roh itu untuk memelihara roh kita hidup dan sehat. Menyeru adalah suatu bentuk doa yang pendek. Kita harus selalu membaurkan doa kita dengan menyeru.

Seringkali kita lebih senang berbicara atau melakukan sesuatu yang lain daripada berdoa; oleh karena itu, roh kita seringkali tidak kuat. Kita perlu berdoa untuk berkontak dengan Allah kita yang hidup. Karena Dia itu hidup dan Dia adalah Roh pemberi hayat, kapan saja kita berdoa kita menerima hayat dan roh kita dikuatkan dari dalam. Ini akan menghalau segala perasaan maut di dalam kita. Jika kita merasa gelap, sedih, terluka, dan bingung, kita perlu berdoa. Doa akan menyebabkan kita menikmati hayat. Perasaan hayat mengangkat kita keluar dari parit yang buruk. Doa semacam ini akan memelihara kita di dalam persekutuan Roh Kudus. Kadang-kadang, ketika kita sedang berdoa untuk menikmati Tuhan, Dia memperlihatkan dosa-dosa lampau kita. Kita harus mengaku dosa-dosa ini untuk memelihara persekutuan dengan Dia (1 Yoh. 1:7-9). Oleh karena itu, kita harus berdoa setiap waktu untuk memperhidupkan kehidupan Kristen yang tepat, untuk mengalami hayat yang ilahi, kekal, dan tidak dapat binasa di dalam roh kita. Sekarang adalah saat yang baik untuk berdoa selama 5 menit untuk menikmati Tuhan dan untuk menyerap Allah ke dalam diri kita.

IV. BERDOA UNTUK MELAKSANAKAN OTORITAS ALLAH

BAGI TUJUAN KEKAL ALLAH

Doa kita yang berkontak dengan Allah, menikmati Allah, dan bersekutu dengan Allah akan menghasilkan doa-doa bagi tujuan kekal Allah. Ketika Anda sedang menikmati Allah di dalam doa, Tuhan mungkin mengingatkan Anda bahwa seorang dari teman-teman Anda masih belum diselamatkan dan nasib kekalnya adalah telaga api. Anda harus berdoa bagi keselamatannya dengan meminta Tuhan mempersiapkan hatinya untuk mendengarkan injil. Anda juga boleh beroda agar Tuhan mengikat musuh sehingga teman Anda dapat dibebaskan untuk menerima keselamatan Allah. Setelah doa Anda, Anda perlu pergi dan mengabarkan injil kepadanya. Anda perlu terus berdoa bagiNya sepanjang jalan untuk mengunjungi dia dan ketika Anda sedang mengabarkan kepadanya. Jika dia tidak terbuka, kembalilah berdoa bagi dia dan pergilah mengunjungi dia lagi. Ini adalah untuk melaksanakan otoritas yang Tuhan berikan kepada gereja untuk mengikat dan untuk melepaskan (Mat. 18:18-19). Terkadang lebih baik untuk berdoa dengan mitra-mitra Anda di dalam cara ini. Tuhan senang menjawab doa semacam ini (Yoh. 15:16). Banyak di antara kita yang mungkin telah mengalami doa semacam ini. Kita masih perlu banyak praktek. Dengan doa yang demikian, roh kita akan dikuatkan dan ekonomi Allah akan terlaksana oleh kita. Menyeru nama Tuhan dan berdoa adalah cara yang terbaik untuk bertumbuh dalam hayat.