← Daftar isi Berkuasa dalam Hayat, Pahala Kerajaan, dan Yerusalem Baru · bab 19/24

BERKUASA DALAM HAYAT, PAHALA KERAJAAN, DAN YERUSALEM BARU

Pembacaan Alkitab

Kej. 1:26; Flp. 3:11, Mat. 25:10, 12, 21, 23, 30; 1 Kor. 3;15; Why. 2:26; 20:4; 22:12; Ef. 5:25-27; Why. 21:10-11, 23; 22:1-2, 5

Garis Besar

I. Berkuasa dalam hayat

II. Pahala kerajaan

III. Yerusalem Baru

A. Suatu kota hayat

B. Suatu kota di bawah otoritas Allah

C. Suatu kota persekutuan

D. Suatu kota terang

E. Suatu kota penghasil buah

F. Suatu kota keesaan

G. Suatu kota berkat

H. Suatu kota manusia-manusia yang ditransformasi

I. Suatu kota ekspresi Allah

J. Suatu kota kekuasaan Allah

I. BERKUASA DALAM HAYAT

Hasil lain dari hayat yang dapat kita alami di dalam jaman ini adalah berkuasa dalam hayat. Secara sederhana, berkuasa adalah melaksanakan otoritas bagi Allah - untuk memerintah segala sesuatu dan secara khusus membereskan musuhNya. Kita telah berulang-kali menyebutkan di masa lampaubahwa dalam penciptaan manusia Allah mempunyai suatu maksud dan kedambaan ganda. Di satu pihak, Allah ingin agar manusia memiliki gambarNya sehingga dia dapat mengekspresikan Diri Allah sendiri. Di pihak lain, Allah menginginkan manusia untuk mewakili Dia dengan otoritasNya untuk membereskan musuhNya. Oleh karena itu, ketika Allah menciptkan manusia, di satu pihak, Dia menciptakan dia dalam gambar dan rupaNya agar manusia mirip Dia. Di pihak lain, Allah menyebabkan manusia "berkuasa atas ikan-ikan di laut, dan atas burung-burung di langit, dan atas ternak, dan atas seluruh bumi, dan atas setiap binatang melata yang melata di atas bumi" (Kej. 1:26). Ini berarti bahwa Allah memberikan manusia otoritas agar dia dapat memerintah bagiNya.

Oleh karena itu, dari sudut pandang otoritas, berkuasa adalah sasaran akhir dari penyelamatan Allah. Berkuasa adalah puncak dari pengalaman rohani kita. Sedangkan bagi Allah, bila Dia tidak menyelamatkan kita sampai sedemikian rupa sehingga kita dapat berkuasa bagi Dia di dalam alam sorgawi, sasaran dari penyelamatanNya tidak akan dapat dianggap telah tergenapi secara penuh. Lebih jauh lagi, walaupun perkara memerintah ini tidak akan direalisasikan secara lengkap sampai kedatangan kerajaan itu dan di dalam kekekalan, namun hari ini Allah menginginkan kita untuk memiliki suatu permulaan di atas bumi. Sedangkan bagi kita, jika seorang Kristen belum mencapai tingkat memerintah bagi Allah, dia belum mencapai standar. Seorang Kristen yang telah mencapai standar bukan hanya telah dibebaskan dari dosa, mengatasi dunia, dibereskan dagingnya dan susunan alamiahnya diremukkan, dipenuhi dengan Roh Kudus, dan duduk di dalam alam sorgawi, tetapi terlebih lagi dia sedang memerintah bersama Kristus dalam segala hal. Tidak peduli di dalam pekerjaan Allah, di dalam gereja, di rumah, atau di dalam pertemuan apapun di dalam lingkungannya, dia dapat berkuasa dan memerintah atas apa yang Allah inginkan agar dikuasai olehnya. Haruslah ada orang-orang demikian didapatkan oleh Allah agar melalui mereka otoritas Allah dapat dilaksanakan dan kerajaan Allah dapat datang ke atas bumi.

Seringkali, ketika kita melihat situasi-situasi yang buruk di dalam sekolah kita, di dalam lingkungan kita, di dalam kota kita, dan di dalam dunia, kita mungkin merasa sedih, namun kita tidak berpikir bahwa segala sesuatu dapat diselesaikan. Ini tidaklah benar. Allah telah memberi kita otoritas untuk berkuasa atas bumi. Kita harus melatih otoritas ini. Jika kita masih hidup di dalam diri kita sendiri bukannya di dalam hayat Allah, kita bahkan tidak dapat berkuasa atas diri kita sendiri. Roh kita akan menjadi tumpul dan lemah. Tetapi bila kita mengalami hayat dan bertumbuh setiap hari, roh kita akan menjadi kuat. Dalam keadaan yang demikian, kita akan berdoa melawan segala hal negatif yang sedang terjadi di sekitar kita. Kita akan mengikat musuh di dalam sekolah kita. Yaitu dia yang sedang menghancurkan begitu banyak orang muda melalui obat-obatan, alkohol, kekerasan, hubungan laki-laki-perempuan (percabulan), pemberontakan, kemalasan, dan keduniawian. Kemudian kita akan berdoa untuk membebaskan teman-teman kita dari hal-hal yang merosot, penuh dosa, dan jahat ini sehingga mereka dapat diselamatkan melalui baptisan ke dalam Tubuh Kristus. Kita tidak dapat berdiam diri dan menonton mereka musnah. Kita harus melatih otoritas pemberian Allah kita untuk menguasai atas setiap situasi, mulai hari ini. Ini adalah hasil ketiga dari hayat.

II. PAHALA KERAJAAN

Setelah kita mengalami hayat dan bertumbuh dalam hayat, menghasilkan buah, membangun Tubuh Kristus, dan berkuasa dalam hayat, kita telah siap untuk kedatangan Tuhan kembali. Di dalam waktuNya, Dia akan datang kembali untuk memulai kerajaan seribu tahun (kerajaan millenium). Mereka semua yang telah benar-benar dewasa di dalam hayat dan melayani Dia dengan setia dalam membangun dan berkuasa akan menerima suatu pahala. Mereka semua yang belum matang dan tidak setia dalam melayani Tuhan akan dihukum. Pahala itu begitu mulia dan hukuman itu begitu menyedihkan. Pahala tersebut adalah kenikmatan dini akan Yerusalem Baru. Ini mencakup kebangkitan dari antara orang-orang mati (Flp. 3:11), transfigurasi dari tubuh yang hina kepada tubuh kemuliaanNya (Flp. 3:21), perjamuan kawin (Mat. 25:10), berkuasa atas banyak hal, sukacita Tuhan (Mat. 25:21, 23), memiliki otoritas atas bangsa-bangsa (Why. 2:26), dan berkuasa bersama Kristus selama seribu tahun (Why. 20:4). Penghukuman mencakup tidak memiliki seluruh hal-hal di atas, tidak dikenal oleh Tuhan (Mat. 25:12), dicampakkan ke dalam kegelapan yang di luar dengan ratapan dan kertak gigi (Mat. 25:30), dan pekerjaannya terbakar, menderita kerugian, walaupun selamat tetapi seperti melalui api (I Kor. 3:15). Pahala itu pada mulanya adalah bagian yang biasa bagi seluruh kaum imani; namun, karena kemerosotan Kekristenan merosot, kerajaan millenium menjadi suatu pahala bagi mereka yang setia pada tujuan kekal Allah dan telah mengatasi segala kemerosotan untuk bertumbuh secara penuh dalam hayat. Oleh karena itu, sebagai orang Kristen yang muda, kita harus bercita-bercita untuk menerima pahala kerajaan itu dengan menjadi orang-orang Kristen yang normal, mengalami hayat setiap hari untuk bertumbuh dalam hayat sampai kita mencapai kematangan, menghasilkan buah-buah kebajikan, menghasilkan buah-buah manusia, membangun Tubuh Kristus, dan berkuasa dalam hayat bagi Allah maka pada kedatangan Tuhan kembali, kita akan mendapat pahala itu (Why. 22:12).

III. YERUSALEM BARU

Yerusalem Baru adalah hasil akhir dari hayat. Yerusalem Baru adalah perampungan ultima dari hayat yang ilahi, kekal, tidak dapat dirusak yang bertumbuh dalam semua umat pilihan, tebusan, dan yang telah dilahirulangkan Allah. Yerusalem Baru adalah pembauran dari Allah Tritunggal yang telah diproses dengan manusia tiga bagian yang telah ditransformasi. Yerusalem Baru bukanlah suatu kota fisik seperti kebanyakan orang sangka. Yerusalem Baru adalah kota spiritual. Yerusalem Baru adalah pertumbuhan penuh dari gereja, Tubuh Kristus, mempelai perempuan Kristus (Why. 21:2; Ef. 5:25-27). "Dan di dalam roh ia membawa aku ke atas gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah, kota itu penuh dengan kemuliaan Allah. Cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal" (Why. 21:10-11). "Dan kota itu tidak memerlukan matahari atau bulan untuk meneranginya, sebab kemuliaan Allah meneranginya, dan Anak Domba itu adalah lampunya" (Why. 21:23). "Dan ia menunjukkan kepadaku sungai air hayat, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir keluar dari tahta Allah dan Anak Domba di tengah-tengah jalannya. Di seberang mnyeberang sungai itu ada pohon hayat yang menghasilkan dua belas buah, yang menghasilkan buahnya setiap bulan, dan daun pohon itu adalah untuk menyembuhkan bangsa-bangsa (Why. 22:1-2). Tahta Allah dan Anak Domba itu berada di puncak dan di pusat kota itu. Roh itu mengalir keluar darinya sebagai sungai air hayat di tengah-tengah jalan yang terbuat dari emas." Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sampai selama-selamanya" (Why. 22:5).

A. Suatu Kota Hayat

Yerusalem Baru adalah suatu kota hayat. Ia memiliki sebuah sungai air hayat dan pohon hayat. Ia tidak berasal dari pengetahuan. Pohon pengetahuan telah hilang. Hanya pohon hayat yang ada di sana bertumbuh di tengah-tengah sungai air hayat. Ia adalah mutlak kota zoe.

B. Suatu Kota di bawah Otoritas Allah

Yerusalem Baru adalah suatu kota di bawah otoritas Allah. Tahta Allah dan Anak Domba berada di puncak dan di tengah-tengah kota itu. Suatu Tahta mewakili otoritas orang yang duduk di atasnya. Tahta Allah dan Anak Domba mewakili otoritas Allah Tritunggal. Tidak ada pemberontakan di dalam Yerusalem Baru karena semuanya tunduk kepada Allah Tritunggal secara penuh.

C. Suatu Kota Persekutuan

Yerusalem Baru adalah suatu kota persekutuan. Persekutuan adalah Roh itui mengalir. Kemana saja Roh itu mengalir, maka akan ada persekutuan. Sungai air hayat yang keluar dari tahta Allah adalah pengaliran Roh itu. Sungai itu adalah persekutuan Roh itu yang membawakan kita Allah dan Anak Domba, Bapa dan Putra.

D. Suatu Kota Terang

Yerusalem Baru adalah suatu kota terang. Allah adalah terang itu dan Anak Domba adalah lampu itu. Allah Tritunggal bersinar di dalam kota ini. Setiap orang di dalam kota ini hidup dan berjalan oleh terang hayat dari Allah. Terang itu menyingkapkan, memimpin, dan memandu. Tidak ada kegelapan dalam kota ini.

E. Suatu Kota Penghasil Buah

Yerusalem Baru adalah suatu kota penghasil buah. Pohon hayat menghasilkan 12 buah. Pohon hayat adalah sebuah pohon yang sangat subur. Pohon hayat tidak hanya menghasilkan satu buah saja tetapi dua belas buah, mengeluarkan buahnya tiap bulan. Ini menandakan hayat dalam kelimpahan.

F. Suatu Kota Keesaam

Yerusalem Baru adalah suatu kota keesaan. Walaupun di sana ada 12 pintu gerbang, di sana hanya ada satu jalan, satu sungai, sau pohon, satu takhta, dan satu sifat - emas (sifat ilahi). Orang-orang dari berbagai bangsa, suku, dan bahasa yang berbeda dari keempat penjuru bumi datang ke dalam kota itu, dan hanya menemukan keesaan di sana. Segala latar belakang, budaya, dan perbedaan mereka ditiadakan untuk keesaan itu. Tidak ada perpecahan, kekacauan, dan perpisahan. Di sana hanya ada keesaan.

G. Suatu Kota Berkat

Yerusalem Baru adalah suatu kota berkat. Di dalam Yerusalem Barulah terdapat berkat tiga kali ganda dari Allah Tritunggal. Kita menikmati Allah pencipta, Anak Domba penebus dan Roh yang melahirulangkan itu.

H. Suatu Kota Manusia-Manusia yang telah Ditransformasi

Yerusalem Baru adalah suatu kota manusia-manusia yang telah ditransformasi. Manusia terbuat dari tanah liat. Setelah kelahiran-ulang dan transformasi, manusia menjadi batu berharga, seperti permata yaspis, jernih seperti kristal. Aslinya manusia itu tidak tembus cahaya; di sini manusia jernih seperti kristal, dikarenakan oleh transformasi Roh itu melalui persekutuanNya.

I. Suatu Kota Ekspresi Allah

Yeruselem Baru adalah suatu kota ekspresi Allah. Wahyu 4:3 memberitahu kita bahwa Dia yang duduk di atas tahta memiliki penampilan seperti yaspis. Dinding dari Yerusalem Baru juga kelihatannya seperti permata yaspis. Umat Allah telah bertumbuh dalam hayat sampai kematangan yang penuh; oleh karena itu, mereka memiliki ekspresi Allah.

J. Suatu Kota Kekuasaan Allah

Yerusalem Baru adalah suatu kota kekuasaan Allah. Bukan hanya Allah memerintah di atas tahtaNya, semua umat Allah pun memerintah dalam hayat.

Yerusalem Baru adalah pemenuhan tujuan kekal Allah yang digenapi melalui ekonomi Allah. Melalui pendispensian Allah Tritunggal yang telah terproses sebagai hayat ke dalam umat pilihan, ciptaan, yang telah jatuh, tertebus, dan dilahirulangkanNya, mereka dibaurkan dengan Dia dan ditransformasi agar segambar denganNya. Mereka, bersama-sama dalam keesaan, mengekspresikan seluruh apa adanya Dia dalam hayat dan memerintah bersama Dia dan bagi Dia atas seluruh alam semesta sampai kekekalan. Amen! Haleluya! Ini adalah perampungan ultima dari pengalaman hayat dan pertumbuhan hayat. Kita bersuka-cita karena ini adalah takdir kekal kita!