← Daftar isi Berkuasa dalam Hayat, Pahala Kerajaan, dan Yerusalem Baru · bab 22/24

MEMBICARAKAN FIRMAN KRISTUS AGAR TETAP BERADA DI DALAM HAYAT

Pembacaan Alkitab

Kis. 5:20; Yoh. 15:2,6; Ef. 5:4; Kol. 3:8; Ef. 4:29; 1 Kor 12:2, 3; Ef. 5:18-19; 2 Kor. 4:13;

Rm. 10:14, 17; 1 Kor. 14:26, 4-5, 12, 31

Garis Besar

I. Menjadi saluran-saluran hayat

II. Organ-orang yang hidup untuk membicarakan Kristus

III. Berbicara bagi dispensasi hayat

IV. Beerbicara di dalam Roh Kudus

V. Berbicara dengan roh iman

VI. Berbicara pada setiap saat dan di setiap tempat kepada setiap orang

VII. Berbicara di dalam sidang-sidang

I. MENJADI SALURAN-SALURAN HAYAT

Setelah roh kita yang dilahirulangkan diperkuat melalui menyeru nama Tuhan dan dengan berdoa untuk berkontak dengan Allah, menikmati Allah, bersekutu dengan Allah, dan menyesap Allah, dan juga untuk mengikat si iblis dan melepaskan orang-orang dan situasi-situasi bagi ekonomi Allah; setelah kita diperkaya dan diperlengkapi dengan Firman melalui cara doa baca, membaca, mempelajari, dan menghafal, kita harus belajar untuk membicarakan firman Kristus di dalam roh. Di dalam pelajaran-pelajaran sebelumnya kita telah melihat bahwa hayat adalah Allah Bapa di dalam Kristus Yesus Sang Putera sebagai Roh itu yang mengalir ke dalam, melalui, dan keluar dari kita. Dengan menyeru, berdoa, dan memegang firman kita menerima Allah sebagai hayat ke dalam diri kita. Dengan membicarakan firman Kristus, kita membiarkan Allah mengalir melalui kita dan keluar dari kita untuk menjadi hayat bagi orang lain. Kita adalah saluran-saluran hayat bagi ekonomi Allah. Di dalam Kisah Para Rasul 5:20 kita ditugaskan untuk pergi dan membicarakan seluruh firman hayat ini kepada orang-orang." Di pihak penerimaan, kita perlu terbuka untuk menerima Tuhan melalui firmanNya; dipihak dispensasi, kita perlu berbicara untuk mendispensikan Tuhan di dalam pembicaraan kita. Melahirkan buah berupa orang-orang adalah menerima suplaian hayat dari Tuhan melalui tinggal di dalam Dia dan mendispensikan hayat melalui membicarakan injil kepada teman-teman kita. Jika kita tidak berbicara kita, akan diam seperti laut mati. Oleh karena itu, di dalam Yohanes 15, setelah Tuhan menugaskan murid-muridNya untuk menghasilkan buah, Dia memperingatkan mereka bahwa mereka akan dipotong dari kenikmatan hayat jika mereka tidak tinggal di dalam Dia dan tidak menghasilkan buah (ay. 2, 6). Kita harus menjadi penikmat-penikmat Allah yang setia sebagai hayat kita dan pendispensi-pendispensi Allah sebagai hayat kepada orang-orang lain di sekitar kita.

II. ORGAN-ORGAN YANG HIDUP UNTUK MEMBICARAKAN KRISTUS

Allah menciptakan organ-organ yang hidup yang ajaib bagi kita untuk berbicara untuk mendispensikan Allah sebagai hayat kepada orang lain. Allah menciptakan kita dengan pita suara, sebuah lidah, bibir, dan gigi-gigi sehingga kita dapat diisi oleh Kristus yang adalah Firman Allah. Ketika kita berbicara, kita diisi dengan Kristus sebagai Firman Allah. Kita membicarakan Kristus dalam suatu bahasa seperti Mandarin, Inggris, Yunani, atau Ibrani, bukan di dalam ucapan-ucapan yang tidak masuk akal. Kita membicarakan Kristus d engan bahasa ibu kita. Kita membicarakan Kristus di dalam lidah pinjaman kita. Semua denotasi dari pembicaraan kita mengkonsentrasikan Satu Persona Kristus. Kita tidak seharusnya menggunakan organ-organ ciptaan Allah kita untuk membicarakan perkataan-perkataan yang tidak masuk akal seperti perkataan yang sembrono, kotor, dan bahasa yang kotor (Ef. 5:4; Kol. 3:8). Efesus 4:29 mengatakan, "Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, dimana perlu, supaya orang yang mendengarnya,beroleh kasih karunia. Kita seharusnya menggunakan kemampuan berbicara kita untuk membicarakan firman Kristus untuk meministrikan hayat kepada orang-orang sehingga mereka dapat dibangunkan ke dalam Tubuh Kristus.

III. BERBICARA BAGI DISPENSASI HAYAT

Bagi Anda untuk dipenuhi di dalam roh dengan Firman itu, bukan hanya untuk perawatan Anda, tetapi juga untuk mendispensikan. Bagi Anda perkara itu adalah untuk berkembang biak. Setiap manusia dibuat oleh Allah untuk bertambah banyak, untuk berkembang-biak. Oleh karena itu, setiap orang harus melahirkan anak-anak! Sekarang kita semua harus belajar bagaimana untuk berkembang biak, bagaimana mendispensikan, bagaimana membagikan apa yang telah kita terima ke dalam diri kita ke dalam orang lain. Ini adalah untuk mereproduksi, ini adalah untuk berkembang biak, ini adalah untuk melahirkan orang-orang Kristen yang baru melalui berbicara. Oleh karena itu, berbicara adalah mengembangbiakan, berbicara adalah membagikan, berbicara adalah mendispensikan.

IV. BERBICARA DI DALAM ROH KUDUS

Di dalam 1 Korintus pasal duabelas, Paulus membicarakan perkara berbicara di dalam sidang-sidang. Di dalam ayat 2 dia mengingatkan orang-orang di Korintus, "Kamu tahu, bahwa pada waktu kamu masih belum mengenal Allah, kamu tanpa berpikir ditarik kepada berhala-berhala yang bisu." Penyembahan berhal-berhala yang bisu telah membuat mereka menjadi orang-orang yang bisu. Karena objek dari penyembahan mereka adalah sebuah berhala yang bisu, maka penyembahan mereka membuat mereka menjadi orang-orang yang bisu. Tetapi sekarang saudara-saudara Korintus telah berbeda. Mereka tidak lagi menyembah berhala yang bisu. Mereka menyembah Allah yang hidup, yang adalah Allah yang berbicara. Allah yang berbicara ini adalah Roh yang berbicara, yaitu Roh Allah, yang adalah juga Roh Kudus. Oleh karena itu di dalam ayat 3 Paulus mengatakan, "Tidak ada seorangpun yang berkata di dalam Roh Allah, dapat berkata, terkutuklah Yesus; dan tidak ada seorangpun yang dapar berkata, " Tuhan Yesus, kecuali di dalam Roh Kudus.

Disebabkan Karena latar-belakang kita, tradisi dari kekristenan, dan kebiasaan lama kita, maka kita tidak berbicara bagi Kristus. Kita mungkin berbicara banyak mengenai hal-hal yang lain, tetapi kita tidak memiliki kebiasaan membicarakan firman Kristus di dalam Roh Kudus. Kita semua seperti berhala-berhala yang bisu yang memiliki mulut tetapi tidak dapat berbicara. Kita perlu suatu penerobosan. Kita perlu bertobat kepada Tuhan, melatih roh kita, dan dengan berani mengutarakan firman Kristus yang telah kita terima. Ini adalah cara untuk berada di dalam Roh Kudus. Karena Dia itu hidup dan berbicara, kapan saja kita membicarakan firmanNya, RohNya memenuhi kita di dalam (Ef. 5:18-19); dan kita berada di dalam Roh Kudus. Pengisian yang di dalam adalah esensi bagi hayat. Berada di dalam Roh Kudus menyatakan bahwa secara ekonomikal kita dikenakan kuasa Roh Kudus bagi ekonomi Allah. Oleh karena itu, ketika kita membicarakan firman Kristus, kita memiliki otoritas dan kuasa untuk mengatasi si jahat.

V. BERBICARA DENGAN ROH IMAN

Dua Korintus 4:13 berkata, "Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis, aku percaya, sebab itu aku berkata-kata, kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata." Berbicara oleh roh iman di dalam kehidupan praktis kita sehari-hari adalah suatu poin yang besar dan penting. Ungkapan yang sangat khusus ini hanya dipakai sekali di dalam seluruh Alkitab. Roh iman adalah suatu perbauran dari Roh Kudus dengan roh kita. Frasa "roh iman" menempatkan roh sebagai keterangan tambahan untuk iman. Iman berasal dari roh. Oleh karena itu, roh iman adalah iman. Iman kita adalah roh yang terbaur. Lebih jauh lagi, iman datang dari mendengar dan mendengar datang dari pemberitaan Firman itu (Rm. 10:14, 17). Inilah sebabnya mengapa kita harus masuk ke dalam Firman itu. Semakin kita masuk ke dalam Firman, semakin banyak kita akan memiliki iman, dan iman ini adalah roh. Sekarang dengan roh yang demikian Anda dapat membicarakan Firman yang adalah sumber iman Anda. Di sini ada suatu siklus. Firman itu menghasilkan iman, iman adalah roh, dan oleh roh ini Anda membicarakan Firman itu. Pembicaraan Anda akan menjadi sumber iman di dalam orang lain. Iman di dalam mereka kemudian menjadi roh yang melaluinya mereka berbicara.

Ketika kita sedang berbicara kepada teman-teman kita, kita harus melatih roh iman kita untuk membagikan iman, yang adalah roh, yang adalah hayat dibagikan ke dalam teman-teman kita. Mereka mungkin tidak memiliki iman waktu memulai pembicaraan. Tetapi dengan mendengarkan firman Kristus dari mulut Anda yang ajaib, iman dikembang-biakan di dalam mereka. Roma pasal 10 memberitahu kita bahwa pembicaraan seperti ini menempatkan firman iman ke dalam mulut dan hati teman-teman Anda. Oleh karena itu, kita tidak perlu kuatir, apakah teman-teman kita mau percaya atau tidak. Kita berbicara oleh roh iman untuk membagikan kemampuan percaya, iman, ke dalam mereka. Respon mereka terhadap pembicaraan kita di dalam roh iman adalah iman mereka. Keselamatan mereka tidak bergantung pada mereka, tetapi bergantung pada pembicaraan kita.

VI. BERBICARA PADA TIAP SAAT DAN PADA SETIAP TEMPAT KEPADA SETIAP ORANG

Karena Allah kita adalah Allah yang hidup, Dia adalah Allah yang berbicara. Dia berbicara setiap saat, karena Dia memiliki banyak yang harus dibicarakan. Semakin kita berada di dalam roh dan diperkaya dengan firman Allah, semakin banyak kita ingin berbciara. Sebenarnya, kita perlu berbicara pada setiap saat dan di setiap tempat kepada setiap orang. Seluruh waktu yang kita miliki adalah bagi kita untuk membicarakan Kristus. Dari pagi sampai malam, kita dapat membicarakan Kristus dan kita seharusnya membicarakan Kristus. Setiap tempat adalah untuk membicarakan Kristus. Kita tidak terbatas oleh balai sidang. Kita dapat berbicara di dalam sidang-sidang dan juga di jalan menuju dan dari sidang-sidang, di rumah, di sekolah, di jalan menuju dan dari sekolah, di taman-taman, dan sebagainya. Setiap tempat adalah tempat kita bersidang dan tempat kita berbicara. Kita dapat dan harus berbicara kepada setiap orang yang kita lihat setiap hari. Setiap orang perlu mendengar firman Kristus. Berbicaralah kepada orang-tua Anda dan juga kepada saudara-saudara laki-laki dan saudara-saudara perempuan Anda. Pembicaraan Anda kepada mereka menjadi suatu persekutuan dari Allah Tritunggal. Anda perlu berbicara kepada teman-teman Anda yang belum percaya sehingga mereka dapat menerima injil Allah. Semua pembicaraan akan meminstrikan Kristus sebagai hayat kepada pendengar-pendengarnya, yang akan menyebabkan Anda menikmati Dia sebagai hayat, dan bertumbuh dalam hayat.

VII. BERBICARA DI DALAM SIDANG-SIDANG

Kita semua harus bekerja keras dengan sungguh-sungguh untuk membangun suatu kebiasaan berbicara di dalam sidang apapun (1 Kor. 14:26, 4-5, 12, 31). Kita harus mati-matian membangun suatu kebiasaan berbicara. Kebiasaan ini harus dibangun secara universal di dalam pemulihan Tuhan. Kita tidak memiliki suatu kebiasaan yang demikian sehubungan dengan latar-belakang kekristenan, dan fungsi kita telah dibunuh karena latar-belakang ini. Banyak orang Cina yang tidak berbicara bahasa Inggris dengan baik karena mereka tidak memiliki kebiasaan berbicara bahasa Inggris ketika mereka dewasa, mereka tidak memiliki kebiasaan ini. Saya tidak biasa berbicara bahasa Inggrs sampai saya mulai ministrikan firman di Amerika Serikat pada tahun 1962. Sulit bagiku untuk mempelajari kebiasaan ini, tetapi bagi cucu-cucuku itu adalah mudah. Karena mereka bertumbuh di dalam lingkungan yang berbahasa Inggris. Jika kita belajar untuk membangun suatu kebiasaan berbicara di sidang apapun, anak-anak kita, orang-orang yang baru, secara spontan akan menjadi orang-orang yang berbicara. Orang-orang yang baru akan mengikuti gaya dan suasana di dalam sidang. Mereka akan memperlajari kebiasaan berbicara dengan mudah. Kita harus berusaha keras untuk melakukan perkara ini karena ini bukanlah hanya bagi diri kita sendiri tetapi bagi keuntungan pemulihan Tuhan.

Anda boleh mengatakan bahwa Anda tidak tahu apa yang akan dibicarakan di dalam sidang-sidang. Itu mudah diatasi. Anda hanya perlu mendoabacakan beberapa ayat setiap pagi, dan membaca atau mempelajari Alkitab setiap hari. Tulislah apa yang Anda lihat di dalam ayat-ayat itu atau apa yang paling Anda nikmati. Anda boleh menulis beberapa kata, sebuah kalimat, atau sebuah paragraf pendek mengenai apa yang membuat Anda terkesan. Pada hari Sabtu, Anda dapat menulis sebuah karangan menurut catatan-catatan yang Anda tulis selama seminggu. Di dalam sidang pagi Hari Tuhan, Anda akan siap untuk mengucapkan kata-kata yang kaya limpah. Kemudian Anda membicarakan karangan Anda dengan roh iman dengan berani kepada kaum imani untuk meministrikan hayat di dalam sidang. Jangan pernah membicarakan pembicaraan yang monoton tanpa melatih roh. Dengan berbicara di dalam Roh Kudus secara demikian, gereja akan dibangunkan.

Kita, anak-anak Allah, harus sama seperti Bapa kita, yang berbicara. Kita seharusnya membicarakan firman Kristus setiap waktu, berbicara di manapun juga kepada setiap orang. Maka kita akan mengalami hayat, bertumbuh dalam hayat, dan mendispensikan hayat kepada orang lain. Hasil akhirnya adalah menghasilkan buah dan pembangunan gereja.