DUA MACAM BUAH YANG DIHASILKAN DARI HAYAT ILLAHI
Pembacaan Alkitab: Kej. 1:26; 2:8-9; Why. 2:7; 22:1-2; 2 Ptr. 1:1, 3, 8-11; Gal. 5:16, 22-23; Yoh. 15:5, 16.
Garis Besar
I. Hayat menghasilkan buah
II. Buah kebajikan-kebajikan Kristiani.
III. Buah persona-persona yang diselamatkan yang dilahirulangkan dengan hayat ilahi.
IV. Menghasilkan dua macam buah untuk jalan masuk yang kaya ke dalam kerajaan yang akan datang.
I. HAYAT MENGHASILKAN BUAH
Jika Anda telah melihat poin-poin dari pelajaran-pelajaran sebelumnya dan mempraktekkannya, Anda akan memiliki banyak pengalaman hayat dan pertumbuhan dalam hayat. Banyak orang mengaku berada di dalam hayat. Apakah mereka benar-benar berada di dalam hayat? Apakah mereka mengalami hayat setiap hari? Apakah mereka bertumbuh secara penuh dalam hayat? Bagaimana Anda dapat mengatakan bahwa Anda dan yang lainnya adalah manusia-manusia hayat? Kami tidak ingin melihat Anda ditipu oleh siapapun, terutama diri Anda sendiri dalam perkara ini.
Setiap hayat menghasilkan buah-buah atau hasil-hasil. Jika Anda menanam sebuah pohon apel, buah-buah apel akan dihasilkan. Pohon pir akan menghasilkan buah-buah pir. Setiap hayat menghasilkan buah oleh kekuatan hayatnya menurut bentuk hayatnya. Bagaimana dengan hayat Allah? Menurut ke enam belas pelajaran yang pertama, hayat Allah adalah Diri Allah sendiri. Hayat ini adalah ilahi, kekal, dan tidak dapat dirusak. Ini adalah hayat yang tertinggi dan terajaib di dalam alam semesta. Hayat ini harus menghasilkan buah yang ilahi, kekal, tidak dapat dirusak, tertinggi, dan terajaib. Apakah ini adalah perkara Anda?
Di dalam pelajaran ini kita ingin melihat kebenaran dari kedua macam buah yang dihasilkan dari hayat ilahi. Menurut wahyu dari Kitab Suci, ada sebuah prinsip ilahi yang dibuat oleh Allah sebagai rancanganNya, sebagai ekonomiNya. Rancangan ini adalah bahwa Allah ingin mendispensikan DiriNya sendiri ke dalam kita umat manusia untuk hidup di dalam kita sebagai hayat kita. Hayat ilahi ini adalah hayat yang menghasilkan, menghasilkan dua macam buah. Maksud Allah bagi manusia diwahyukan di dalam kedua pasal pertama dari kitab Kejadian. Allah menciptakan manusia menurut gambarNya dengan maksud agar manusia dapat menjadi bejanaNya untuk memuat dan mengekspresikan Dia (1:26). Allah sendiri ingin untuk menjadi isi manusia. Dia membawa manusia ke pohon hayat dalam Kejadian 2 karena Dia memiliki kedambaan untuk berada di dalam manusia sebagai hayat manusia (ay. 8-9). Pohon hayat yang unik ini, yang terlihat dalam permulaan dari Alkitab, juga terlihat di dalam kesimpulannya dalam Wahyu 22. Pohon hayat melambangkan Diri Allah sendiri sebagai hayat bagi kita.
Dalam Wahyu 2:7 Tuhan berkata, "Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon hayat yang berada di dalam firdaus Allah." Menurut seluruh Kitab Wahyu, firdaus Allah dalam 2:7 adalah Yerusalem Baru (3:12; 21:2, 10; 22:1-2, 14, 19), yang mana gereja adalah suatu pencicipan hari ini. Firdaus Allah adalah gereja hari ini dan Yerusalem Baru kelak. Hari ini kita adalah gereja, dan kelak gereja kan menjadi Yerusalem Baru. Kehidupan gereja hari ini adalah firdaus Allah. Di dalam kehidupan gereja, kita merasa bahwa kita berada di dalam firdaus Allah. Kita mungkin sering bertengkar atau membicarakan hal-hal yang buruk. Tetapi ketika kita bersidang bersama-sama, menyanyi, memuji, dan berdoa, kita merasa bahwa kita berada di dalam firdaus. Kadang-kadang di dalam sidang-sidang gereja kita berada dalam kegembiraan yang meluap-luap. Ketika saya memandang wajah orang-orang kudus di dalam suatu sidang, hampir setiap wajah tersenyum. Ini karena kita bergembira di dalam firdaus Allah. Dunia ini adalah tempat yang buruk. Bahkan banyak orang-orang yang belum percaya juga setuju dengan hal ini. Di dalam masyarakat hari ini, orang tidak memiliki cita rasa firdaus; malahan, orang memiliki cita rasa neraka. Tetapi ketika kita berada di dalam kehidupan gereja, kita berada di dalam firdaus. Firdaus Allah terletak di dalam gereja-gereja lokal! Berada di dalam kehidupan gereja adalah menghidupi suatu kehidupan di dalam firdaus. Pada akhirnya perampungan kehidupan gereja di dalam jaman yang akan datang dan di dalam kekekalan adalah Yerusalem Baru. Di dalam Yerusalem Barulah pohon hayat bertumbuh di dalam sungai air hayat untuk makanan dan minuman kita. Itu akan menjadi kenikmatan kita dalam kekekalan. Bahkan hari ini kita memiliki hak istimewa untuk makan pohon hayat dan "minum dari Pancaran yang tak kunjung kering" (lihat Kidung, # 139). Di dalam kehidupan gereja, kita berada di dalam firdaus Allah menikmati Kristus sebagai pohon hayat.
Hari ini, Kristus sebagai perwujudan Allah adalah pohon hayat kita, dan pohon hayat ini sedang bertumbuh di dalam kita. Tuhan Yesus menceritakan suatu perumpamaan dari seorang penabur yang pergi keluar untuk menabur benih (Mrk. 4:1-20). Dia adalah penabur itu dan benih hayat itu. Dia menaburkan DiriNya sendiri sebagai benih hayat ke dalam kita, tanah itu. Kita adalah tanah yang menumbuhkan Kristus. Pada hari kita dilahirulangkan, Kristus ditaburkan ke dalam diri kita. Diri kita ini adalah tanah yang berisi Kristus dan menumbuhkan Kristus. Kita telah menerima hayat ilahi, dan hayat ilahi yang sangat produktif ini sedang bertumbuh di dalam kita. Kita harus menumbuhkan Kristus.
II. BUAH KEBAJIKAN-KEBAJIKAN KRISTIANI
Menurut Alkitab dan menurut pengalaman kita, hayat ini memproduksi dua kategori buah. Dua Petrus 1 dan Galatia 5 memperlihatkan kategori yang pertama. Kategori buah yang pertama adalah kategori kebajikan-kebajikan orang Kristiani. Dua Petrus memberitahu kita bahwa kita semua telah "diundikan seperti iman yang berharga" (1:1). Allah telah mengundikan DiriNya sendiri untuk menjadi bagian kita di dalam kita sebagai iman kita. Kemudian jika kita rajin menyuplaikan kebajikan kepada iman, pengetahuan kepada kebajikan, pengendalian diri kepada pengetahuan, kesabaran kepada pengendalian diri, ibadah (melatih roh) kepada kesabaran, dan kasih persaudaraan kepada ibadah, kita akan memperoleh Diri Allah sendiri sebagai substansi dari kasih ilahi itu. Hasil dari iman sebagai benih hayat yang bertumbuh di dalam kita kepada perkembangannya yang penuh adalah bahwa Allah dan kita menjadi satu kesatuan. Keilahian berbaur dengan keinsanian untuk menyusun kita ke dalam manusia-manusia Allah.
Semua kebajikan dalam 2 Petrus 1 ini adalah sejenis buah (2 Ptr. 1:8). Jika kita mengekspresikan kebajikan-kebajikan ini dari hari ke hari, ini berarti bahwa kita sangat berbuah. Hari demi hari dalam perjalanan sehari-hari kita seharusnya melahirkan buah yang demikian. Kalau tidak, orang-orang tidak akan dapat melihat iman, kebajikan, pengetahuan, pengendalian diri, kesabaran, ibadah, kasih persaudaraan, atau kasih ilahi di dalam kita. Kemudian kita akan menjadi mandul, tidak berbuah, dalam kebajikan-kebajikan ini. Bita hidup dengan mengambil Kristus sebagai hayat kita, kita akan melahirkan buah kebajikan-kebajikan Kristiani hari demi hari. Kebajikan-kebajikan dalam 2 Petrus 1 sebenarnya adalah atribut (sifat-sifat luaran) Allah. Allah itu iman, Allah itu kasih, dan Allah itu adalah semua kebajikan Kristiani kita. Atribut-atribut, atau karakteristik-karakteristik Allah menjadi suplaian kita dalam aspek-aspek yang berbeda. Ketika atribut-atribut ilahi ini terekspresi melalui kita dan oleh kita di dalam perjalanan sehari-hari kita, mereka menjadi kebajikan-kebajikan kita. Kebajikan-kebajikan Kristiani ini telah dipenuhi dengan atribut-atribut Allah. Atribut-atribut ilahi yang diekspresikan di dalam kebajikan-kebajikan insani kita adalah kebajikan-kebajikan Kristiani, yang adalah buah dalam karakter kita.
Galatia 5 adalah bagian yang lain dari Firman itu yang memberitahu kita mengenai buah macam ini. Ayat 16 mengatakan bahwa kita harus berjalan oleh Roh itu sehingga kita tidak akan memenuhi nafsu daging. Roh itu dan daging itu berlawanan satu sama lain sepanjang hari. Jika kita berjalan oleh Roh itu, kita akan melahirkan buah Roh itu, seperti kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, keramahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan pengendalian diri (ay. 22-23). Buah Roh itu adalah juga kebajikan-kebajikan ilahi.
Di dalam Galatia 5 Paulus berbicara dari sudut yang lain mengenai hal yang sama seperti yang Petrus lakukan. Di dalam 2 Petrus kuasa ilahi itu, kuasa hayat itu, telah memberi kita segala sesuatu yang berhubungan dengan hayat dan ibadah (1:3). Kuasa ilahi ini adalah Diri Allah sendiri, Sang Ilahi itu, hayat ilahi itu. Setiap jenis hayat memiliki kuasanya sendiri. Allah itu ilahi, dan hayatNya adalah ilahi. Dia MahaKuasa dan penuh kuat kuasa, dan Dia kini berada di dalam kita sebagai hayat kita. Paulus tidak menyebutkan sesuatu mengenai kuasa hayat ilahi di dalam Galatia 5, tetapi dia menunjukkan kepada kita Roh Kudus itu. Dia mengatakan bahwa melalui Roh itulah kita dapat menghasilkan buah kebajikan-kebajikan Kristiani.
Di satu pihak, hayat ilahi sebagai kuasa itu memberi kita energi untuk melaksanakan segala keindahan hayat ilahi, kebajikan-kebajikan itu. Di pihak lain, oleh Roh Kudus itulah kita dapat melahirkan segala buah rohani. Sebenarnya, Roh Kudus itu adalah kuasa ilahi itu. Roh Kudus itu mengacu pada satu Persona. Kuasa ilahi adalah sejenis energi. Persona itu adalah energi itu. Kita harus berjalan oleh Roh Kudus sebagai satu Persona. Ketika kita berjalan oleh Persona ini, Dia menjadi energi kita, kuasa ilahi itu. Bila kita makan sarapan pagi yang baik, sarapan pagi ini menjadi energi di dalam kita untuk memberi kita tenaga sepanjang hari, memberikan kita kekuatan untuk melakukan banyak hal. Kita umat Kristiani memiliki suatu energi ilahi di dalam kita yang memberi kita tenaga sepanjang hari. Energi ini sebenarnya adalah satu Persona, Allah Tritunggal itu yang telah rampung menjadi Roh yang almuhit di dalam kita. Oleh Persona ini kita dapat menghidupi suatu kehidupan yang penuh dengan kebajikan, yang adalah buah yang kita hasilkan setiap hari.
III. BUAH PERSONA-PERSONA YANG DISELAMATKAN YANG DILAHIRKAN KEMBALI DENGAN HAYAT ILAHI
Jika kita adalah kaum imani yang menghasilkan buah dalam kebajikan-kebajikan Kristiani yang demikian, kategori buah yang kedua akan dihasilkan oleh kita. Kategori buah yang kedua ini disebutkan di dalam Yohanes 15. Tuhan berkata bahwa Dia adalah pohon anggur itu dan kita adalah ranting-rantingnya (ay. 5). Ranting-ranting pohon anggur itu tidak hanya menghasilkan buah kebajikan-kebajikan Kristiani. Buah yang dihasilkan oleh ranting-ranting di dalam Yohanes 15 menunjukkan orang-orang yang diselamatkan yang dilahirulangkan dengan hayat ilahi melalui dispensasi dari ranting-ranting itu (ay. 16b). Hal ini dapat dibuktikan dengan melihat bahwa penghasil buah ini harus "pergi" (ay. 16a). Untuk menghasilkan kebajikan-kebajikan etis dan moral sebagai buah tidaklah memerlukan kita untuk pergi. Tetapi untuk menghasilkan buah persona-persona yang dilahirulangkan melalui dispensi hayat ilahi kita, memerlukan kita untuk pergi berkontak dan mengunjungi orang-orang. Kita umat Kristiani harus menghasilkan buah kebajikan-kebajikan dan buah persona-persona yang dilahirulangkan.
Jika suatu pohon buah di dalam sebuah kebun buah-buahan tidak menghasilkan buah apapun, petani itu pasti akan ingin menebangnya. Tidak ada keindahan di dalam suatu pohon buah yang tidak menghasilkan buah. Bagaimanakah kelihatannya suatu ranting pohon anggur tanpa buah anggur di atasnya? Sebuah ranting dengan bertandan-tandan buah anggur di atasnya kelihatan cantik. Kita tidak hanya perlu untuk menghasilkan buahkebajikan-kebajikan sebagai keindahan hayat ilahi tetapi juga buah persona-persona yang berisi.
Jika Anda bukanlah seseorang yang menghasilkan kategori buah yang pertama, buah kebajikan-kebajikan, Anda tidak akan berhasil dalam injil tidak peduli Anda menggunakan cara apapun. Pengabaran Anda hanya dapat berhasil jika Anda menghasilkan buah-buah kebajikan. Anda harus menjadi orang yang hidup oleh kuasa ilahi di dalam Anda, berjalan oleh dan dengan satu Persona Kudus, Roh Kudus itu. Anda harus menjadi orang yang hidup oleh Kristus sebagai hayat Anda dan berjalan bersama Roh Kudus sebagai mitra Anda untuk menghasilkan banyak buah kebajikan. Sehingga ketika Anda membicarakan Kristus dalam pengabaran Injil, kategori buah yang kedua akan ada di sana, buah persona-persona. Jika Anda hidup di dalam daging dan hayat alamiah di siang hari, Anda akan menjadi "ban kempis" di malam hari dan tidak akan mempunyai kedudukan di hadapan musuh Allah untuk memberitakan injil. Jika Anda adalah orang Kristen yang hidup oleh Kristus dan berjalan bersama Roh itu, Anda akan penuh dengan kebajikan, penuh dengan keindahan. Maka ketika Anda pergi untuk menjamah orang-orang berdosa, semua roh jahat akan takut pada Anda. Inilah sebabnya mengapa injil di dalam mulut para rasul sangat berhasil. Firman para rasul itu sangat berbobot. Firman yang sama yang kita ucapkan mungkin ringan dan sia-sia. Maka, kita harus menjadi orang-orang yang menghasilkan buah kebajikan-kebajikan Kristiani, yang merupakan ekspresi dari atribut-atribut ilahi. Kemudian kita bersyarat dan diperkuat untuk membicarakan Kristus. Firman yang keluar dari mulut kita akan menjadi suatu kuasa untuk menyelamatkan orang-orang. Pengabaran injil lebih bergantung pada personanya daripada caranya. Jika Anda bukan orang yang tepat, tidak peduli cara apa yang Anda ambil. Cara itu akan menjadi kosong.
IV. MENGHASILKAN DUA MACAM BUAH UNTUK JALAN MASUK YANG KAYA KE DALAM KERAJAAN YANG AKAN DATANG
Kita semua perlu bangkit untuk memiliki suatu permulaan yang baru. Kita harus melupakan masa lalu, memandang pada Tuhan, dan mengatakan pada Dia, "Tuhan, aku di sini. Aku ingin memiliki suatu permulaan yang baru. Aku ingin melupakan segala sesuatu di masa lampau, bahkan sejarah yang lampau dari kehidupan Kristiani dan kehidupan gerejaku. Tuhan, aku menyadari bahwa Dikaulah kuasa ilahi di dalamku, yang memberiku tenaga sepanjang hari. Tuhan, sebagai Roh itu Engkau adalah mitraku yang hidup bersama aku. Aku ingin hidup olehMu dan berjalan bersamaMu aku ingin melupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan pohon pengetahuan baik dan jahat, yang melibatkan perkara-perkara benar atau salah dan ya atau tidak. Aku ingin memiliki suatu permulaan yang bersih, murni, dan benar-benar baru denganMu." Kita memerlukan permulaan ilahi yang demikian. Secara sederhana, kita harus mengambil Kristus sebagai kuasa ilahi kita, yang memberi tenaga di dalam kita, dan mengambil Dia sebagai Roh pemberi hayat, sebagai mitra yang dengannya kita harus berjalan sepanjang hari. Kemudian kita akan menghasilkan buah kebajikan-kebajikan, mengekspresikan atribut-atribut ilahi untuk diperkuat, diberi tenaga, dan bersyarat untuk mengutarakan Kristus sebagai injil kepada orang lain. Pembicaraan kita akan sangat berkuasa dan berbobot. Minggu demi minggu kita akan melihat buah persona-persona yang berisi ditambahkan pada buah kebajikan-kebajikan kita. Kita tidak hanya akan mengasilkan buah atribut-atribut Allah sebagai kebajikan-kebajikan kita tetapi juga buah persona-persona yang diselamatkan dan berisi yang ditambahkan pada kebajikan-kebajikan kita. Kita akan penuh dengan buah dalam dua kategori: kategori kebajikan-kebajikan dan kategori persona-persona yang berisi. Kita memerlukan buah dalam dua kategori ini untuk mendapatkan jalan masuk yang kaya dan berlimpah ke dalam kerajaan yang akan datang. Banyak pelajar di dalam sebuah sekolah yang dapat lulus, tetapi hanya beberapa yang lulus dengan suatu pahala atau suatu penghargaan. Jika kita setia untuk melahirkan kedua macam buah ini di dalam jaman ini, kita akan memiliki suatu kehidupan gereja yang baru, dan kita akan menikmati Tuhan sebagai pahala kita di dalam jaman kerajaan yang akan datang.