MEMBERESKAN SUSUNAN ALAMIAH, INDIVIDUALISME DAN PERPECAHAN
Pembacaan Alkitab: Kej. 28:20-22; Kis. 7:22; Ef. 1:22-23; 5:23b, 25b; 4:16; 1 Kor. 1:13; 12:20-21, 25
Garis Besar
I. Susunan Alamiah
A. Definisi
B. Membereskan susunan alamiah
II. Individualisme
A. Definisi
B. Membereskan individualisme
III. Perpecahan
A. Definisi
B. Perpecahan merusak Tubuh Kristus
I. SUSUNAN ALAMIAH
A. Definisi
Membereskan susunan alamiah adalah pemberesan yang lebih dalam. Anda mungkin bertanya, "Apakah susunan alamiah itu?" "Susunan" yang digunakan di sini berarti "keseluruhan kekuatan fisik dan mental manusia." Di dalam Alkitab tidak ada istilah "susunan alamiah," dan istilah ini jarang disebutkan di antara orang-orang Kristen; namun di dalam pengalaman kita ada hal yang demikian. Ini adalah karakteristik yang menonjol dari manusia sukmawi dan ekspresi yang jelas dari memperhidupkan manusia lama yang berhubungan dengan kemampuan, kecakapan, hikmat, kepandaian, rencana-rencana, dan keahlian-keahlian insan.
Yakub, dalam Perjanjian Lama, adalah contoh yang baik. Dia mampu, banyak akal, penuh rencana-rencana, dan sangat cakap dan ahli; dia benar-benar adalah salah seorang yang luar biasa kuat dalam susunan alamiah.
Susunan alamiah Yakub bahkan telah diekspresikan sebelum kelahirannya. Di dalam rahim ibunya dia memegang tumit Esau, bergulat untuk keluar lebih dulu. Ketika dia bertumbuh, dia dengan pandai menyusun rencana untuk mendapatkan suatu posisi yang menguntungkan. Dia menggunakan tipu muslihat dan menipu hak kelahiran Esau. Kemudian dengan muslihat yang cerdik dia mendapatkan berkat anak sulung dari ayahnya. Ketika dia meninggalkan rumah, dalam pengembaraannya, Allah menampakkan Diri kepadanya di Betel dan berjanji untuk memberkati dia; kemudian dia juga mempergunakan keahliannya dan tawar-menawar dengan Allah. Dia berkata, "Jika Allah akan menyertai dan melindungi aku di jalan yang aku tempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai, sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka Yehova akan menjadi Allahku. Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepadaMu" (Kej. 28:20-22). Allah telah berjanji untuk memberkatinya tanpa syarat apapun, walaupun demikian, dia tawar-menawar dengan Allah tentang kondisi-kondisi tertentu. Ini juga membuktikan betapa cerdik dan pandainya dia!
Alasan mengapa Yakub begitu licik adalah karena dia begitu kuat dalam susunan alamiah. Oleh karena itu, sepanjang hidupnya, Allah secara khusus membereskan susunan alamiahnya. Penindasan-penindasan, penderitaan-penderitaan, dan kesulitan-kesulitan yang menimpa dia adalah untuk meremukkan susunan alamiahnya. Krisis dalam hidupnya terjadi ketika Allah menjamah pangkal pahanya di Pniel. Akhirnya dalam Kejadian 35, Allah menyuruh dia pergi ke Betel dan membuat mezbah di sana bagi Allah yang telah menampakkan Diri padaNya ketika dia melarikan diri dari hadapan saudaranya. Sejak saat itu Yakub menghentikan segala tipu-muslihatnya, dan manusia alamiahnya rebah di hadapan Allah. Seluruh kemampuan, rencana-rencana, kepandaian, dan kemampuannya benar-benar hilang dan berhenti. Seluruh dirinya telah benar-benar berubah.
B. Membereskan Susunan Alamiah
Daging, ego, dan susunan alamiah ketiganya adalah ekspresi manusia lama. Oleh karena itu, prinsip dalam membereskannya juga sama: di satu pihak kita memiliki fakta objektif, di pihak lain kita memerlukan pengalaman subjektif. Fakta objektifnya adalah bahwa Kristus telah menyalibkan manusia lama kita, sedangkan pengalaman subjektifnya adalah penerapan kematian Kristus melalui Roh Kudus pada diri kita sendiri. Jika kita menerapkannya pada daging, ini adalah pemberesan daging; jika kita menerapkannya pada opini kita, ini adalah pemberesan ego; dan jika kita menerapkannya pada kemampuan dan kecakapan kita, ini adalah pemberesan susunan alamiah.
Jangan mengatakan bahwa Anda tidak perlu belajar lagi, karena Allah ingin membereskan kemampuan-kemampuan alamiah kita. Walaupun Allah tidak mau membereskan kemampuan-kemampuan alamiah kita, kita masih perlu dididik dan dilatih dengan baik dalam setiap bagian dari kehidupan insani kita. Anda mungkin bertanya mengapa. Allah menginginkan bejana-bejana untuk memuat Dia, mengkespresikan Dia, melayani Dia dan membangun gerejaNya bersama-sama dengan Dia. Jika Anda tidak dapat membaca, bagaimana mungkin Dia dapat memperlihatkan wahyuNya pada Anda melalui firmanNya? Jika Anda tidak dapat menulis, Anda tidak akan mampu menulis traktat injil. Kita perlu dididik setinggi mungkin, setinggi yang kita mampu.
Kisah Para Rasul 7:22 mengatakan, "Musa dididik dalam segala hikmat orang Mesir, dan ia berkuasa dalam perkataan dan perbuatannya." Di bawah kedaulatan Allah, Musa mempelajari segala hikmat Mesir selama tinggal di dalam istana kerajaan sebagai putera dari anak perempuan Firaun. Melalui pendidikan Mesirnya, dia menjadi sangat berbudaya dan menerima pelajaran tertinggi mengenai dunia. Jangan berpikir bahwa Allah akan menggunakan kekuatan dan tenaga Anda untuk menggenapi tujuanNya. Agar dapat dipakai oleh Allah, kita harus memiliki hati untuk Allah dan kepentingan-kepentinganNya, tetapi kekuatan alamiah kita harus dikesampingkan. Allah mengambil 40 tahun pertama dari kehidupan Musa untuk membangun seorang manusia yang kuat dalam hayat alamiahnya, dan kemudian Dia mengambil 40 tahun lagi untuk mengikis manusia ini dari segala kemampuan alamiahnya. Inilah cara Allah untuk menyempurnakan Musa.
Prinsip yang sama juga berlaku pada kita. Kita perlu bekerja keras untuk mempelajari semua yang berguna, namun mengetahui bahwa Allah akan membereskan kemampuan-kemampuan alamiah kita dan kemudian memakai kita. Orang muda harus bercita-cita untuk mendapatkan tingkat yang terbaik dan gelar yang tertinggi, namun tidak berpegang atau bergantung pada hal-hal yang demikian.
II. INDIVIDUALISME
A. Definisi
Maksud Allah bukan hanya untuk memiliki banyak putera yang individual, tetapi juga untuk memiliki satu Tubuh bagi Kristus. Secara individual, kita dapat bertumbuh dalam hayat dan mengekspresikan Tuhan dalam penghidupan sehari-hari kita, namun itu bukanlah kepenuhan Kristus. Efesus 1:22-23 mengatakan, "Gereja yang adalah TubuhNya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua di dalam segala sesuatu." Orang Kristen yang individual bukanlah kepenuhan Kristus, gereja adalah kepenuhan Kristus. Efesus 3:18-19 mengatakan, "Supaya kamu bersama-sama dengan orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya, ... supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah." Lagi pula, secara individu kita tidak dapat memahami dimensi Kristus ataupun menjadi kepenuhan Allah, tetapi secara korporat kita dapat. Di satu pihak Tuhan mati buat kita secara individu, di pihak lain Dia mati bagi Tubuh (Ef. 5:25b). Dia tidak hanya menyelamatkan kita sebagai individu-individu, tetapi sebagai anggota-anggota Tubuh untuk Tubuh ini.
Ketika Adam mengambil buah pohon pengetahuan baik dan jahat dia menjadi merdeka terhadap Allah. Alkitab juga mengatakan pada kita bahwa manusia menjadi merdeka satu dengan yang lainnya. Sifat merdeka ini berakar dalam kita, menyebabkan kita menjadi individualistik. Ketika kita membaca Alkitab, kita ingin membacanya menurut cara kita sendiri. Jika orang lain tidak mau mengikuti cara kita, kita akan membacanya sendiri atau sama sekali tidak membacanya. Dalam melayani Tuhan juga sama. Hari ini, banyak orang Kristen melayani Tuhan, namun mereka melayani Tuhan dengan merdeka. Mengapa? Ini berhubungan dengan individualisme kita. Karena individualisme, Tubuh Kristus tidak dapat dibangun. Kita perlu diselamatkan dari individualisme untuk Tubuh Kristus. Hanya hayat yang dapat menyelamatkan kita dari individualisme.
B. Membereskan Individualisme
Karena individualisme adalah hasil dari kejatuhan dan merupakan bagian dari manusia lama, cara untuk membereskannya adalah sama dengan yang disebutkan dalam point-point yang terdahulu. Alasan mengapa banyak orang Kristen tidak membereskannya adalah karena mereka tidak nampak Tubuh Kristus dan tidak nampak jahatnya individualisme. Kita perlu berdoa agar Tuhan menyingkapkan Tubuh itu dan menelanjangi pemikiran-pemikiran, pidato-pidato, dan tindakan-tindakan kita yang individualistik. Begitu kita menyadari keindividualismean apapun, kita harus berdoa, "O Tuhan Yesus, ampuni jalan-jalanku yang merdeka. Aku terlalu individulistik. Tuhan aku bertobat. Basuhlah aku dan penuhi aku dengan RohMu. Aku ingin dibangunkan bersama yang lainnya untuk menjadi TubuhMu untuk mengekspresikan kepenuhanMu." Ketika Anda berdoa secara demikian, Anda sedang membereskan individualisme Anda. Anda dibasuh, dipenuhi Roh itu, dan bertumbuh dalam hayat. Ketika terangNya bersinar atas Anda, jangan berdebat, tetapi bertobatlah, mengaku, dan berdoa. Roh itu akan bekerja untuk megarap individualisme Anda.
Ketika kita ditelanjangi, Tuhan memiliki kesempatan untuk hidup di dalam kita. Oleh karena itu, jangan menyalahkan gereja. Terlebih lagi, jangan menyalahkan Tuhan. Malahan, seharusnya Anda berkata, "Tuhan betapa aku berterima kasih padaMu atas situasi ini. Aku mengasihi gereja, bukan karena gereja itu sempurna, tetapi karena gereja menelanjangi diriku. Tuhan, baringkan aku di atas mezbah dan bereskan pikiran, emosi, dan tekadku sehingga Dikau dapat hidup di dalamku." Ketika Tuhan hidup di dalam kita, Dia menyelamatkan kita. HayatNya yang menyelamatkan dapat bekerja hanya bila memiliki kesempatan untuk hidup di dalam kita. Maka hayat ilahi itu akan menyelamatkan kita dari keindividualismean. Ketika kita diselamatkan di dalam hayatNya, kita menjadi Tubuh itu dan anggota satu sama lain. Semoga Tuhan membelaskasihani kita agar kita nampak keperluan kita untuk diselamatkan di dalam hayatNya dari keindividualismean bagi pembangunan Tubuh.
III. PERPECAHAN
A. Definisi
Di dalam alamiah kita ada elemen perpecahan. Sebelum kita diselamatkan, kita mungkin tidak menyadari bahwa elemen yang demikian ada di dalam diri kita, sehingga dalam hayat alamiah kita ada kecenderungan untuk memecah. Perpecahan lebih buruk dari kealamiahan atau individualisme. Jika seseorang bersifat individu, dia lebih senang ditinggal sendirian. Dia tidak ingin orang lain mengganggu dia atau campur tangan dengan dia. Dia hanya ingin menjadi apa yang dia inginkan. Tetapi memecah adalah menyebabkan perpecahan secara aktif. Berbalikan dengan mereka yang individualistik, oknum pemecah itu agresif untuk membentuk partai-partai. Mereka menghubungi orang-orang kudus dengan tujuan untuk memecah-belah mereka. Mereka bahkan berkeliling dari satu tempat ke tempat lain dengan maksud menyebabkan perpecahan.
B. Perpecahan Merusak Tubuh Kristus
Satu dari strategi utama si Setan melawan Tubuh Kristus adalah perpecahan. Pertimbangkan apa yang akan terjadi jika tangan Anda terpisah dari lengan Anda, kaki Anda terpisah dari paha Anda, dan tungkai-tungkai Anda terpisah dari tubuh Anda. Tipe tubuh apakah yang akan Anda miliki? Anda akan mati. Prinsip yang sama dapat diterapkan pada Tubuh Kristus. Semua anggota menerima suplai hayat dari Sang Kepala, Kristus, secara langsung, dan secara tidak langsung melalui anggota-anggota itu oleh persekutuan Roh Kudus. Oleh karena itu, kita, sebagai anggota-anggota Tubuh Kristus, harus bekerja keras untuk mempertahankan persekutuan dalam keesaan dan tidak terpecah-belah. Kemudian Tubuh itu akan dibangunkan dalam kasih (Ef. 4:16). Tuhan Yesus berkata dalam Matius 16:18, "Aku akan mendirikan gerejaKu, dan pintu alam maut tidak akan menguasainya." Ketika kita dibangunkan, kita menjadi kuat dan menang. Ketika kita terpecah-belah. Kita menjadi lemah dan kalah.
Pernahkah Anda memecah-belah? Pernahkah Anda mengucapkan sesuatu melawan orang kudus yang lain? Pernahkah Anda memiliki pikiran yang memecah-belah? Bahkan mendengarkan pembicaraan yang memecah-belahpun adalah memecah-belah. Pernahkah Anda mendengarkan seseorang berbicara melawan penatua atau melawan ministri yang membawakan ekonomi Perjanjian Baru kepada Anda? Kita harus menolak dan menjauhkan diri dari pembicaraan yang demikian. Jika kita sendiri telah melakukannya, kita perlu bertobat pada Tuhan dan pada mereka yang kepadanya kita telah berbicara dengan cara demikian. Jika kita pernah memikirkannya, tetapi tidak pernah mengungkapkan hal-hal yang demikian, pertobatan pada Tuhan sudahlah cukup. Jika Anda mendengar orang lain berbicara demikian, kita harus bertobat pada Tuhan dan mengatakan pada si pembicara bahwa Tuhan dan Anda sendiri tidak menyetujui pembicaraan yang memecah-belah demikian. Kita harus membereskan perpecahan apapun dalam kita dengan sepenuhnya sehingga kita dapat bertumbuh secara penuh dalam Kristus, dan dibangunkan ke dalam Tubuh Kristus untuk menjadi kepenuhan Allah.