← Daftar isi Berkuasa dalam Hayat, Pahala Kerajaan, dan Yerusalem Baru · bab 11/24

DIPENUHI DENGAN ROH KUDUS

Pembacaan Alkitab

Rm. 5:5; 1 Kor.15:45b; Yoh.14:16-17; 20:19-22; Kis. 13:52; Luk. 24:49; Kis. 1:4-5, 8; 2:1-4; 1 Kor. 12:13, 3; Rm. 10:12-13; Kis. 2:38; 1 Yoh 1:7-9; Ef. 5:18b-19a

Garis Besar

I. Perlunya untuk dipenuhi dengan Roh Kudus

II. Siapakah Roh Kudus itu?

III. Dua aspek dari Roh Kudus

A. Aspek esensial untuk hayat

B. Aspek ekonomikal untuk kuasa

IV. Pemenuhan bagian dalam oleh Roh itu untuk hayat

V. Pemenuhan bagian luar oleh Roh itu untuk kuasa

VI. Cara untuk dipenuhi dengan Roh Kudus

VII. Manifestasi dipenuhi dengan Roh Kudus

I. PERLUNYA UNTUK DIPENUHI DENGAN ROH KUDUS

Pada sepuluh pelajaran sebelumnya, kita telah membahas beberapa pengetahuan dasar mengenai hayat dan beberapa pengalaman hayat untuk pertumbuhan hayat. Anda tentu telah memperhatikan satu faktor umum--Roh itu. Satu-satunya hayat, hayat yang sesungguhnya adalah zoe, yang adalah ilahi, kekal, dan tidak dapat dirusak. Tanpa Roh itu, kita tidak bisa mendapat zoe. Allah adalah hayat, tetapi tanpa Roh itu, Allah yang tidak dapat dihampiri itu tidak dapat menjadi hayat kita. Kristus adalah hayat, akan tetapi tanpa Roh itu, Kristus yang di atas tahta di sorga itu tidak dapat menjadi hayat kita. Tanpa Roh itu, Allah tidak dapat mengalir ke dalam kita untuk menjadi hayat kita. Tanpa Roh itu, roh insani kita tidak mempunyai hayat. Tanpa Roh itu, kita tidak mempunyai hukum hayat di dalam kita; karena itu, kita tidak dapat dibebaskan dari hukum dosa dan maut. Tanpa Roh itu, kita tidak mempunyai terang dan akan hidup di dalam kegelapan. Tanpa Roh itu untuk menambah unsur/elemen Allah di dalam kita, kita tidak akan bisa bertumbuh di dalam hayat. Bahkan permulaan penghidupan Kristiani kita--kelahiran ulang--adalah masuknya Roh itu ke dalam roh insani kita. Roh itu adalah hayat kita. Perasaan Roh itu adalah perasaan hayat kita. Mengalirnya Roh itu di dalam diri kita adalah persekutuan hayat. Walaupun mungkin kita jelas bahwa kita perlu mengkonsikrasikan diri kita kepada Tuhan yang telah membeli kita, motif konsikrasi kita--kasih--dicurahkan melalui Roh itu (Rm. 5:5). Kekuatan yang kita perlukan untuk melindungi seantero diri kita adalah Roh itu.

Karena itu kita perlu dipenuhi oleh Roh Kudus setiap hari, sepanjang hari, dari sejak kita dilahirulangkan sampai waktu keterangkatan kita, pada masa muda dan masa tua kita. Tidak peduli kita berada di atas atau di bawah, di dalam atau di luar, berpengharapan atau putus asa, senang atau sedih, kita perlu dipenuhi oleh Roh itu. Dipenuhi oleh Roh itu menghasilkan kekuatan bagi kita, tenaga, dan kekuasaan untuk mengatasi segala penghalang untuk hidup. Dipenuhi oleh Roh itu adalah dasar dari penghidupan Kristiani kita, adalah sesuatu yang normal dalam penghidupan sehari-hari kita, diperlukan untuk pengalaman hayat kita, dan penting untuk pertumbuhan hayat kita. Adalah suatu keajaiban kita bahwa manusia bisa dipenuhi oleh Allah, akan tetapi adalah sesuatu yang normal bila orang Kristen dipenuhi Allah. Sama normalnya dengan kelahiran ulang. Karena itu dipenuhi oleh Roh itu adalah suatu kenormalan yang ajaib. Hal ini sangat kita diperlukan dan harus terus berlanjut.

II. SIAPAKAH ROH KUDUS ITU?

Roh Kudus adalah Allah Tritunggal yang telah melalui proses. Mengapa Allah mengalami proses? Karena Dia mempunyai rencana, ekonomi. Berdasarkan ekonomiNyalah Allah melaksanakan rencanaNya. Tahap pertama yang Dia ambil adalah penciptaan. Ketika manusia yang Dia ciptakan jatuh, Allah mengambil langkah kedua, langkah penebusan. Penebusan Allah ini berhubungan dengan Sang Bapa, Sang Putera, dan Roh itu. Di dalam kekekalan, Sang Bapa menyusun, merencanakan, dan menghendaki semuanya berdasarkan rencanaNya. Di dalam waktu, pada waktu yang ditentukan, Sang Putera datang menjadi manusia, mengenakan daging manusia, memiliki rupa manusia dan sifat manusia, dan hidup di antara manusia selama 33 1/2 tahun. Di dalam tubuh insaniNya, dengan bentuk insaniNya, dan dengan sifat insaniNya, Dia bekerja, berkotbah, dan melakukan keajaiban-keajaiban dan membawa murid-muridNya hidup bersama dengan Dia selama 3 1/2 tahun. Lalu Dia disalib, rela masuk ke dalam maut untuk mengalami maut. Menurut daging, Dia masuk ke dalam kuburan; menurut roh dan sukma, Dia masuk ke dalam alam maut dan tinggal di sana selama 3 hari. Di dalam alam maut Dia memperlihatkan DiriNya pada semua penguasa maut, membuktikan bahwa Dia dapat diikat oleh maut, tetapi telah melampaui maut dan bangkit. Dia masuk ke dalam maut oleh diriNya sendiri; dengan cara yang sama, Dia keluar dari maut oleh diriNya sendiri. Begitu Dia keluar dari maut dan masuk ke dalam kebangkitan, Dia ditransfigurasi (diubah) dari rupa daging menjadi rupa Roh itu. Karena itu dalam kebangkitan, Dia menjadi Roh pemberi hayat (I Kor. 15:45b). Roh pemberi hayat ini adalah kesempurnaan akhir Allah Tritunggal.

III. DUA ASPEK ROH KUDUS

A. Aspek Esensial untuk Hayat

Roh itu mempunyai dua aspek-aspek esensial dan aspek ekonomikal. Esensial artinya berhubungan dengan esensi, perlu untuk penyusunan dan keberadaan, oleh karena itu, hal itu berasal dari hayat dan keberadaan. Aspek esensial adalah bahwa Roh itu akan masuk ke dalam kita, membawa esensi ilahi untuk menjadi hayat dan suplaian hayat kita. Melalui aspek ini kita bisa hidup dan membiarkan diri kita berada di dalam Allah untuk mengekspresikan Allah. Manusia dijadikan oleh Allah supaya mempunyai hayat Allah dan mengekspresikan Allah. Aspek dari Roh ini memenuhi maksud tersebut.

B. Aspek Ekonomikal untuk Kuasa

Ekonomikal artinya berhubungan dengan ekonomi, perlu untuk mengerjakan administrasi rumah tangga Allah, oleh karena itu, hal itu berasal dari kuasa dan pekerjaan. Aspek ekonomikal adalah bahwa Roh itu akan memperlengkapi kita dengan kuasa supaya kita dapat mengerjakan pekerjaan Allah yaitu memberitakan injil, menggembalakan mereka yang muda, menyempurnakan kaum imani, dan membangun gereja. Manusia telah ditebus dan dilahirulangkan untuk menjadi sekerja Kristus dalam membangun gerejaNya menurut ekonomi Allah. Aspek dari Roh ini memenuhi keperluan itu.

IV. PEMENUHAN BAGIAN DALAM OLEH ROH ITU UNTUK HAYAT

Dalam Yohanes 14:16-17 Yesus berkata, "Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu Penghibur yang lain ... yaitu Roh realitas ... akan diam di dalam kamu." Dalam Yohanes 16:7, Dia berkata lebih lanjut, "Jikalau Aku pergi Aku akan mengutus Dia (Penghibur itu) kepadamu." Sebelum kematian Tuhan, Dia berjanji kepada murid-muridNya yang menderita bahwa Dia perlu pergi ke atas salib agar Roh realitas itu dapat diutus. Roh realitas itu berada di dalam murid-murid untuk membawa semua realitas ilahi Bapa dan Putra kepada mereka. Ini telah dipenuhi pada hari kebangkitan menurut pada Yohanes 20:19-22, "Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu...datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah...Dia menghembus mereka dan berkata, Terimalah Roh Kudus." Melalui dihembusi, murid-murid menerima Roh realitas ke dalam mereka sebagai hayat dan suplai hayat, sebab Roh itu adalah Roh pemberi hayat.

Dalam Kisah Para Rasul, murid-murid terus menerus mengalami pemenuhan bagian dalam ini. Kisah Para Rasul 13:52 berkata, "Dan murid-murid penuh dengan sukacita dan penuh dengan Roh Kudus." Bahasa Yunani yang digunakan di sini adalah plerooberarti pengisian bagian dalam sampai penuh. Dengan pemenuhan di dalam, kita memiliki sukacita sebagai salah satu dari buah-buah Roh itu (Gal. 5:22-23).

V. PEMENUHAN BAGIAN LUAR OLEH ROH ITU UNTUK KUASA

Dalam Lukas 24:49 Tuhan Yesus berkata, "Aku akan mengirimkan kepadamu apa yang dijanjikan BapaKu.....sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi." Dalam Kisah Para Rasul 1:4-8, Dia juga berkata, "Menantikan janji Bapa...Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun atas kamu." Dia berbicara tentang Roh kuasa yang dijanjikan setelah kebangkitanNya, sebelum keterangkatanNya. Walaupun murid-murid telah menerima Roh Kudus untuk menjadi hayat dan suplai hayat mereka, mereka masih memerlukan kuasa Roh Kudus untuk bekerja bagi Allah. Untuk memberitakan injil, mereka perlu mengikat si iblis dan membebaskan orang-orang berdosa, mereka memerlukan keberanian, dan mereka memerlukan berbagai karunia rohani. Oleh karena itu, mereka harus menunggu untuk diperlengkapi dengan kuasa oleh baptisan Roh Kudus.

Ini telah digenapi pada hari Pentakosta menurut Kisah Para Rasul 2:1-4, "Ketika tiba hari Pentakosta....penuhlah mereka dengan Roh Kudus." Bahasa Yunani yang digunakan di sini untuk kata "dipenuhi" adalah pletho berarti diisi secara luaran. Mereka diberi kuasa oleh pemenuhan yang di luar. Setelah itu, mereka keluar memberitakan injil dengan penuh keberanian dan kekuasaan. Kita semua memerlukan pengalaman yang seperti ini dalam penghidupan gereja sehari-hari kita.

VI. CARA UNTUK DIPENUHI DENGAN ROH KUDUS

Bagaimana kita dapat dipenuhi dengan Roh Kudus? Menurut konsepsi yang salah dari kebanyakan keKristenan hari ini, untuk dipenuhi oleh Roh itu adalah sangat istimewa dan sulit diperoleh. Mereka berpikir bahwa Anda perlu berdoa dan meminta kepada Bapa untuk menganugrahi Anda pengalaman yang istimewa ini. Mereka mungkin berpuasa dan berdoa selama beberapa hari. Kadang-kadang, bila mereka tidak yakin bahwa mereka telah menerimanya, mereka pura-pura telah memilikinya dan mengaku-ngaku bahwa mereka mengerjakan hal-hal yang adalah manifestasi dari Roh itu, seperti berbahasa lidah, berguling-guling di lantai, menangis, dan menjerit dengan keras, dan sebagainya.

Pertama-tama, kita harus mengerti bahwa kita telah menerima Roh itu pada hari kelahiran ulang kita seperti yang terlihat dalam Kisah Para Rasul 2:38, "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis di dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosa-dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus." I Korintus 12:13 juga memberitahu kita bahwa kita telah dibaptis dalam satu Roh. Karena itu, setelah kita dilahirulangkan, kita tidak perlu meminta kepada Bapa untuk memberi kita Roh yang telah kita terima.

Bagaimana kita bisa dipenuhi?

Kita dapat dipenuhi dengan berseru. Berseru pada nama Tuhan adalah jalan yang paling mudah dan yang paling cepat untuk dipenuhi oleh Roh itu. Satu Korintus 12:3 mengatakan, "Tidak seorangpun dapat mengatakan, Tuhan Yesus, selain oleh Roh Kudus." Ketika kita berseru kepada Tuhan, kita berada di dalam Roh itu. Makin sering Anda berseru kepada Tuhan, semakin banyak Anda menerima Roh itu. Roh itu adalah seperti udara. Berseru adalah seperti bernafas. Semakin banyak Anda berseru, semakin banyak Anda dipenuhi. Berserulah sampai Anda dipenuhi. Tuhan adalah kaya bagi semua yang berseru kepadaNya. Dia akan menyelamatkan kita dari diri kita sendiri ketika kita berseru kepadaNya (Rm. 10:12-13). Berserulah setiap hari; berserulah sepanjang hari.

Kita dapat dipenuhi melalui bertobat dan mengaku dosa. Kita mungkin punya dosa-dosa yang belum diakui. Kita mungkin telah memberontak terhadap ayah kita, mengkritik kaum imani di dalam gereja, mengambil barang milik teman-teman, menggunakan kata-kata kasar/mencaci maki orang, bernafsu terhadap barang-barang di toko-toko serba ada, mempunyai hubungan "boy-girl" (anak laki dan anak perempuan), dan melakukan hal-hal lain yang seperti itu. Sebagai akibatnya, hati nurani kita tertegur, pembuluh-pembuluh darah jantung kita tersumbat; tubuh kita tercemar, dan persekutuan kita dengan Allah terputus. Lalu bagaimana kita bisa dipenuhi dengan Roh itu? Oh Tuhan Yesus! Tolonglah kami! Jika kita mau berseru kepada Tuhan dan berdoa untuk mengembalikan hati kita kepada Tuhan dan mengakui dosa-dosa kita ketika Dia menelanjangi kita, secara otomatis, hasilnya adalah pemenuhan Roh Kudus. Ini adalah untuk melatih roh kita.

Kita dapat dipenuhi melalui berdoa bersama. Ini mungkin adalah kekurangan kita yang terbesar. Untuk yang pertama kalinya dalam sejarah gereja bahwa murid-murid dibaptis dengan Roh Kudus dalam Kisah Para Rasul 1 dan 2, yaitu setelah mereka dengan sehati berdoa bersama selama sepuluh hari. Sejak itu, kapan saja kita sehati berdoa bersama, Roh itu akan tercurah ke atas diri kita.

Kita dapat dipenuhi melalui percaya. Kita perlu percaya pada firman sehingga ketika kita bertobat dan mengaku dosa, Dia akan mengampuni dan membersihkan, dan kita akan menerima Roh itu dan persekutuan itu (aliran Roh itu) akan dipulihkan (Kis. 2:38; 1 Yoh. 1:7-9).

Kita dapat dipenuhi melalui berbicara. Berbicara adalah cara untuk dipenuhi dan adalah hasil dari dipenuhi dengan Roh itu (Ef. 5:18b-19a; Kis. 2:38; 4:31). Setelah bertobat dan mengaku, kita harus melatih iman kita dan berbicara. Berbicaralah kepada Tuhan, kepada diri Anda sendiri, kepada iblis, kepada orang lain, bahkan kepada kucing, anjing, dan meja Anda. Berbicaralah kepada siapa saja dan kepada apa saja. Anda akan menemukan bahkan semakin banyak Anda berbicara dengan cara demikian, semakin banyak Anda akan dipenuhi dengan Roh itu, dan semakin banyak Anda memiliki iman dan keberanian. Semakin banyak Anda pergi mengabarkan injil, semakin banyak Anda akan mengalami pemenuhan yang di luar oleh Roh itu. Anda akan pergi bersama kasih Allah, otoritas (kekuasaan) Kristus, dan kuasa dari Roh Kudus. Banyak yang akan diselamatkan melalui Anda dan dibaptiskan oleh Anda. Anda akan melakukan pekerjaan Allah untuk ekonomiNya dengan kuasa Roh itu.

VII. MANIFESTASI DIPENUHI DENGAN ROH KUDUS

Apakah manifestasi dari dipenuhi dengan Roh Kudus? Atau, bagaimanakah kita dapat mengetahui bahwa kita telah dipenuhi oleh Roh Kudus? Karena Roh Kudus yang berada di dalam kita adalah Roh hayat, dan karena di dalam kita dipenuhi oleh Roh Kudus untuk kematangan hayat, maka manifestasi dari dipenuhinya di dalam kita oleh Roh Kudus adalah ekspresi hayat yang berlimpah dan meluap, mengalir seperti sungai air hayat yang keluar dari bathin kita (Yoh. 7:38-39). Galatia 5:22-23 memberitahu kita bahwa kita juga mempunyai kasih, sukacita, damai sejahtera, dan lain-lain, sebagai kondisi-kondisi dan kebajikan-kebajikan kita yang di dalam.. Berdasarkan pada Kisah Para Rasul 4:31 kita mempunyai keberanian, kekuatan, dan kekuasaan untuk membicarakan/mengucaphan firman Allah di dalam memberitakan injil dan untuk bernubuat di dalam sidang-sidang. Alkitab menyebutkan lebih dari 20 poin dari manifestasi dari dipenuhi dengan Roh Kudus.

Apakah Anda memiliki beberapa dari manifestasi-manifestasi ini? Kita harus melatih roh kita melalui mengaku dosa, memalingkan hati kita kepadaNya, mengkonsikrasikan diri kita kepadaNya, percaya bahwa kita bisa dipenuhi, membicarakan firman Allah dengan keberanian, dan diam di dalam roh melalui berseru namaNya dan berdoa tanpa putus-putus. Karena tanpa dipenuhi oleh Roh itu, apa yang kita pelajari hanya akan menjadi doktrin, dan pelajaran-pelajaran selanjutnya akan menjadi tata cara agama. Tetapi melalui dipenuhi dengan Roh itu, semua yang telah Alkitab wahyukan kepada kita akan menjadi kenikmatan kita hari ini. Semua penanggulangan akan menghasilkan pengisian yang lebih banyak oleh Roh itu dan pengalaman-pengalaman hayat akan menghasilkan pertumbuhan hayat. Saudara-saudari yang kekasih, adalah sangat mudah untuk bisa dipenuhi, dan kita harus berlatih agar dipenuhi setiap hari, sepanjang hari, sampai kita diangkat olehNya. Haleluya! Inilah kehidupan Kekristenan!