PRAKTEK SIDANG PERJAMUAN TUHAN (6)
Pembacaan Alkitab: Im. 3:1-17; 7:23, 25-27, 33
GARIS BESAR
IV. Menyajikan Kristus sebagai kurban pendamaian kepada Bapa:
E. Kenikmatan akan kurban pendamaian:
1. Porsi Allah:
a. Darah–3:2, 8, 13, 17; 7:26-27, 33:
1) Untuk memuaskan tuntutan-tuntutan kebenaran-Nya.
2) Untuk mempertahankan posisi kudus-Nya.
3) Untuk menjaga kemuliaan-Nya–Rm. 3:23.
b. Lemak–3:3-4, 9-10, 14-17; 7:23, 25, 33:
1) Kekayaan bagian dalam untuk kepuasan-Nya menurut kemuliaan-Nya.
2) Perlindungan dari bagian-bagian dalam.
c. Dua ginjal–bagian paling lembut dari bagian-bagian dalam–3:4, 10, 15.
d. Umbai di atas hati–3:4, 10, 15:
1) Kekayaan tambahan bagian dalam.
2) Selubung bagian dalam.
e. Ekor berlemak dari domba atau anak domba–kekayaan tambahan–3:9.
f. Rasa manis yang dibuat oleh api dari butir b sampai e sebagai makanan untuk Allah–3:5, 11, 16.
Pada pelajaran sebelumnya kita telah melihat porsi-porsi dari kurban pendamaian. Di dalam pelajaran ini kita akan mulai mempersekutukan tentang kenikmatan akan kurban pendamaian. Untuk pelajaran ini kita perlu membaca semua kitab Imamat 3. Saya merasa bahwa kita perlu membantu kaum beriman untuk membaca pasal ini dengan hati-hati sekali, dan kita perlu meminta mereka untuk menaruh perhatian penuh kepada dua hal: darah dan lemak. Kita telah melihat bahwa umbai di atas hati juga adalah porsi Allah dari kurban pendamaian. Umbai adalah bagian dari lemak. Sebagai tambahannya, ada dua ginjal dan ekor berlemak. Sebenarnya, ekor berlemak adalah lemak tambahan (Im. 3:9).
E. Kenikmatan akan Kurban Pendamaian
1. Porsi Allah
a. Darah
Di dalam pelajaran ini kita akan membahas porsi Allah dari kenikmatan akan kurban pendamaian. Porsi Allah yang pertama adalah darah (Im. 3:2, 8, 13, 17; 7:26-27, 33). Lemak adalah untuk Allah, dan darah adalah juga untuk Allah. Manusia tidak diijinkan untuk makan lemak atau minum darah. Imamat 3:17 berkata, "Inilah suatu ketetapan untuk selamanya bagi kamu turun-temurun di segala tempat kediamanmu: janganlah sekali-kali kamu makan lemak atau darah." Ayat ini dengan tegas memerintahkan bahwa lemak atau darah tidak boleh dimakan oleh seorangpun.
1) Untuk Memuaskan Tuntutan-tuntutan Kebenaran-Nya
Darah memuaskan tuntutan-tuntutan kebenaran Allah. Allah memerlukan darah. Allah damba untuk memiliki persekutuan dengan umat pilihan-Nya, tetapi Dia itu benar. Tuntutan-tuntutan kebenaran-Nya tidak mengijinkan-Nya untuk memiliki persekutuan dengan umat pilihan-Nya selama mereka mempunyai dosa-dosa. Oleh karena itu, darah diperlukan. Kita dapat mengatakan bahwa dosa kita atau dosa-dosa kita memerlukan darah, tetapi sebenarnya, itu tidaklah begitu tepat. Sesungguhnya yang dapat kita katakan adalah bahwa dosa kita atau dosa-dosa kita perlu darah untuk menyelesaikan masalahnya. Tetapi tuntutan-tuntutan itu bukanlah pada pihak kita; tuntutan-tuntutan itu adalah pada pihak Allah. Tuntutan kebenaran Allah memerlukan darah. Maka darah pertama-tama memuaskan tuntutan-tuntutan kebenaran Allah.
2) Untuk Mempertahankan Posisi Kudus-Nya
Kebenaran adalah suatu kondisi, sedangkan kekudusan adalah suatu posisi. Darah diperlukan untuk memuaskan kebenaran Allah, dan darah juga diperlukan untuk mempertahankan kekudusan Allah, posisi kudus Allah. Jika Allah datang untuk bersekutu dengan kita orang-orang berdosa tanpa darah, hal ini akan menggulingkan posisi-Nya. Dia adalah Allah yang kudus, dan posisi-Nya juga kudus, terpisah dari segala sesuatu yang umum.
3) Untuk Menjaga Kemuliaan-Nya
Tuntutan-tuntutan kebenaran Allah, kekudusan Allah, dan kemuliaan Allah semuanya perlu dipenuhi. Kemuliaan adalah ekspresi Allah dalam kebesaran-Nya. Kondisi kebenaran Allah harus dipuaskan, posisi kudus Allah harus dipertahankan, dan kemuliaan Allah, yaitu, kebesaran-Nya yang terekspresi, harus dijaga. Darah Kristus memuaskan tuntutan-tuntutan kebenaran Allah, mempertahankan posisi kudus-Nya, dan menjaga kebesaran-Nya yang mulia, oleh karena itu darah adalah porsi Allah
b. Lemak
1) Kekayaan Bagian Dalam untuk Kepuasan-Nya menurut Kemuliaan-Nya
Lemak juga adalah porsi Allah (Im. 3:3-4, 9-10, 14-17; 7:23, 25, 33). Lemak melambangkan kekayaan bagian dalam untuk kepuasan Allah menurut kemuliaan-Nya. Hal ini berhubungan dengan wahyu di dalam Perjanjian Baru tentang kekayaan Kristus yang tidak terduga (Ef. 3:8). Juga, di dalam Yohanes 10:10 Tuhan mengatakan bahwa Dia datang supaya kita dapat mempunyai hayat secara berkelimpahan. Lemak melambangkan kelimpahan hayat.
2) Perlindungan dari Bagian-bagian Dalam
Menurut catatan Imamat 3, lemak itu menyelubungi bagian-bagian dalam. Oleh karena itu, kita dapat mengatakan bahwa kekayaan bagian dalam adalah pembungkus dan untuk melindungi bagian-bagian dalam. Bagian-bagian dalam dari kurban pendamaian melambangkan bagian dalam, dari diri Kristus (Flp. 1:8). Keempat Injil menunjukkkan kepada kita apa yang ada di dalam Tuhan Yesus sewaktu Dia hidup, berjalan, dan bekerja di bumi ini. Dengan membaca keempat Injil, kita dapat menyadari bahwa pemikiran Tuhan, kedambaan-Nya, maksud-Nya, kasih-Nya, kesukaan dan ketidaksukaan-Nya, emosi-Nya, dan segala yang ada di dalam Dia adalah begitu lembut dan begitu kaya terhadap Allah dan berada dalam hadirat Allah. Dengan membaca biografi TuhanYesus di dalam keempat Injil, kita dapat menyadari bahwa di dalam Dia terdapat bagian-bagian dalam yang kaya dan lembut. Semua bagian dalam-Nya sangat lembut, sangat kaya dan sangat berharga.
Di dalam sidang perjamuan Tuhan, setelah peringatan akan Tuhan, kita harus mempersembahkan Tuhan sebagai kurban pendamaian kepada Bapa. Apa yang kita persembahkan harus termasuk, atau meliputi, bagian-bagian dalam dari Kristus. Sekarang kita perlu mempertimbangkan apakah kita mempersembahkan kurban pendamaian yang obyektif atau kurban pendamaian yang subyektif. Dengan kata lain, apakah kita mempersembahkan sesuatu yang dihasilkan hanya oleh Allah atau yang dihasilkan oleh diri kita sendiri. Menurut perlambangan, kurban pendamaian dipersembahkan oleh para penghasil. Mereka menghasilkan ternak dan barang-barang lainnya untuk persembahan-persembahan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa kita harus berjerih atas Kristus sebagai tanah permai.
Tentu saja, menurut Perjanjian Lama, ada beberapa orang yang tidak bekerja tetapi membeli sesuatu untuk dipersembahkan. Mereka mengambil keuntungan dari jerih payah orang lain. Tetapi persembahan-persembahan yang dibeli ini tidaklah semanis yang dihasilkan oleh jerih payah. Persembahan-persembahan yang paling baik dan yang paling manis adalah yang dihasilkan oleh diri kita sendiri. Jika saya tidak berjerih atas Kristus, namun saya mempersembahkan Kristus hasil jerih payah Anda, ini tidaklah begitu baik. Saya harus mempersembahkan hasil jerih payah saya. Saya harus mempersembahkan apa yang dihasilkan oleh jerih lelah saya, dan Anda harus mempersembahkan apa yang dihasilkan oleh jerih lelah Anda.
Lemak pada bagian dalam yang dipersembahkan kepada Allah haruslah sesuatu yang dihasilkan oleh kita. Dengan kata lain, jika kita tidak mempunyai kelembutan, kekayaan, dan maksud, kehendak, kedambaan, dan tujuan yang berharga di dalam kehidupan sehari-hari kita seperti yang Kristus miliki, maka akan sulit bagi kita untuk menyajikan Kristus kepada Bapa dengan cara ini pada sidang perjamuan Tuhan. Jika di dalam perjalanan kita sehari-hari kita sungguh-sungguh menjadi satu dengan Tuhan dalam maksud kita terhadap Bapa, dalam konsepsi kita, dalam pemikiran kita, dalam kesukaan dan ketidaksukaan kita, dalam kedambaan kita, dalam maksud kita, dan dalam tujuan kita, maka hal-hal ini akan menjadi pengalaman kita. Kemudian kita sungguh-sungguh menjadi satu dengan Tuhan dalam bagian-bagian dalam-Nya terhadap Bapa. Jika demikian, maka kita mempunyai realitas bagian-bagian dalam dan lemak pada bagian-bagian dalam kurban pendamaian ketika kita datang ke sidang perjamuan Tuhan.
Mereka yang berada di dalam gerakan Pentakosta hanya mempedulikan kekuatan mereka, kebangunan-kebangunan mereka, dan untuk sesuatu yang besar. Hampir semua yang ada pada mereka itu kasar dan luaran. Dan yang terpenting, mereka tidak mempedulikan bagian-bagian dalam dari Kristus, bagian dalam dari diri Kristus, seperti yang digambarkan oleh ginjal dan lemak pada bagian-bagian dalam. Di dalam gerakan Pentakosta, tidak ada yang tersembunyi, tidak ada yang tertutup. Tetapi ketika kita membaca keempat Injil, kita dapat melihat bahwa kehidupan Yesus sesungguhnya adalah suatu perkara yang di dalam. Di dalam Dia kekayaan ilahi tersembunyi. Jika kita ini luaran seperti mereka yang berada di dalam aliran Pentakosta, kita tidak akan memiliki bagian-bagian dalam ketika kita datang untuk mempersembahkan kurban pendamaian.
c. Dua Ginjal–Bagian Paling Lembut dari Bagian Dalam
Sekarang kita perlu mempertimbangkan apa yang dilambangkan oleh kedua ginjal (Im. 3:4, 10, 15). Dari semua bagian dalam, ginjal adalah di antara yang paling kecil. Lebih jauh lagi, ginjal adalah bagian yang paling lembut dari bagian-bagian dalam. Ini menandakan bahwa kita perlu beberapa bagian yang kecil namun yang paling lembut di dalam kita terhadap Allah Bapa. Di dalam kita Allah tidak menginginkan hal-hal yang besar. Di dalam kita Bapa menginginkan hal-hal yang kecil yang sangat lembut dan berharga. Ginjal dilindungi oleh lemak, yang berarti hal-hal yang kecil namun lembut dan mustika di dalam kita terhadap Bapa dilindungi oleh kekayaan bagian dalam.
Apa yang kita bicarakan di sini adalah berdasarkan pengalaman-pengalaman kita. Jika kita tidak memiliki pengalaman pengalaman hayat yang kaya, kita tidak dapat memiliki hal-hal yang kecil, lembut, dan berharga di dalam kita terhadap Allah Bapa. Dengan bagian-bagian dalam, yang sangat manis bagi Bapa, ukuran tidak mengandung arti apa-apa, tetapi kwantitas mengandung arti. Semakin banyak lemak, semakin baik. Pada kehidupan Tuhan Yesus di dalam keempat Injil, ada kekayaan, kelimpahan dalam kwantitas, tetapi tidak ada kebesaran di dalam ukuran.
Ilustrasi mengenai hal ini dapat dilihat di dalam Yohanes 7. Di dalam pasal ini saudara-saudara Tuhan di dalam daging meminta Dia untuk pergi ke Yudea dan menyatakan diri-Nya kepada dunia (ay. 3-4), tetapi Tuhan memberi respon dengan berkata, "Waktu-Ku belum tiba, tetapi bagi kamu selalu ada waktu" (ay. 6). Contoh yang demikian menunjukkan kepada kita kelembutan, kemustikaan, dan kekayaan hayat di dalam Tuhan. Kehidupan-Nya bukanlah suatu pekerjaan yang besar, karir yang besar, atau suatu aktivitas yang besar. Meskipun Dia adalah Putra dari Allah Yang Mahakuasa, tetapi Dia mau dibatasi dengan tidak melakukan apa-apa. Saudara-saudara-Nya di dalam daging menentang Dia untuk menyatakan diriNya kepada umum, untuk melakukan sesuatu yang besar untuk mencari nama, tetapi Dia mengatakan bahwa waktu-Nya belumlah tiba. Dia senang menjadi kecil. Di dalam kehidupan-Nya bersama Bapa, ada suatu pembatasan yang di dalam. Ini menunjukkkan kepada kita ginjal dari kurban pendamaian yang di persembahkan kepada Bapa dengan kekecilan, kelembutan, dan kemustikaan.
Tidak ada perkataan manusia yang dapat dengan layak mengekspresikan wahyu ini, tetapi contoh di dalam Yohanes 7 ini menunjukkan kepada kita diri Tuhan yang di dalam seperti yang dilambangkan oleh ginjal dari kurban pendamaian dengan lemak yang mengelilinginya. Jika kita besar, menjadi raksasa-raksasa rohani menurut jalan kekristenan hari ini, kita tidak akan dapat mempersembahkan lemak dengan kedua ginjal. Jika kita membaca keempat Injil untuk melihat kehidupan Yesus, kita dapat melihat diri-Nya yang di dalam seperti yang dilambangkan oleh bagian-bagian dalam dari kurban pendamaian. Kita dapat melihat bahwa diri-Nya yang di dalam itu kaya dalam hayat dengan sesuatu yang lembut dan kecil, namun untuk Allah Bapa. Ini sepenuhnya berhubungan dengan pengalaman-pengalaman kita. Ini menandakan bahwa kekuatan dan kuasa yang dilambangkan oleh paha tidak memuaskan Bapa. Bapa mendambakan bagian-bagian dalam dari Kristus yang dilambangkan oleh lemak dan ginjal.
d. Umbai di atas Hati
Umbai di atas hati (Im. 3:4, 10, 15), bukan hati itu sendiri, dipersembahkan kepada Allah sebagai kekayaan bagian dalam yang merupakan tambahan dan menutupi bagian yang di dalam ini. Saya percaya bahwa hati itu tidak diperlukan karena hati tidaklah sekecil ginjal. Umbai di atas hati itu lebih tipis daripada lemak yang mengelilingi bagian-bagian lainnya. Tentu saja, umbai itu tidak mungkin tebal. Ini berarti bahwa hati tidak hanya lebih besar daripada ginjal tetapi juga tidak terlalu terlindung oleh lemak. Tetapi tidak peduli betapa tipisnya umbai itu, umbai itu tetap adalah lemak, dan lemak dituntut sebagai porsi Allah. Ini menunjukkan bahwa kita harus memiliki kekayaan hayat untuk melindungi dan untuk mempertahankan pengalaman-pengalaman kita akan bagian-bagian dalam dari Kristus, yang sangat berharga bagi Allah Bapa. Di dalam kita, kita mungkin mempunyai pengalaman-pengalaman akan bagian dalam dari Diri Kristus, tetapi kita mungkin tidak mempunyai kekayaan hayat yang sebanyak itu. Umbai di atas hati itu tipis, tetapi masih berfungsi sebagai kekayaan di dalam yang merupakan tambahan yang menutupi hati.
e. Ekor Berlemak dari Domba atau Anak Domba–Kekayaan Tambahan
Ekor berlemak dari domba atau anak domba juga adalah porsi Allah dari kurban pendamaian sebagai kekayaan tambahan (Im. 3:9). Pada domba atau anak domba, kekayaan hayat lemak ekor berlemak adalah bagian-bagian dalam yang ada di luar. Ini menandakkan bahwa domba atau anak domba, menurut lemaknya, adalah lebih baik daripada lembu karena ekor berlemak lembu tidak diterima. Ekor berlemak lembu tidak cukup lembut.
Lemak, ginjal, umbai di atas hati, dan ekor berlemak semuanya menandakan kekayaan hayat yang di dalam dengan kelembutan, kekecilan dan kemustikaan. Jika kita ingin melakukan suatu pekerjaan yang besar, memcari nama yang besar, atau segera mempunyai kesuksesan yang besar, tidak akan ada bagian-bagian dalam pada persembahan kita kepada Allah. Dengan kata lain, tidak akan ada kekayaan yang tersimpan, atau yang tersembunyi di dalamnya. Tidak akan ada sesuatu yang kecil, lembut, dan berharga bagi Allah Bapa.
Saya tidak mempunyai bahasa manusia yang dapat mengekspresikan hal ini dengan tepat, tetapi saya akan berulang kali mengacukan Anda kepada kehidupan Tuhan Yesus di dalam keempat Injil. Kehidupan di dalam Injil-injil itu lebih manis dan lebih lembut daripada kehidupan yang diwahyukan di dalam Kisah Para Rasul. Kehidupan di dalam Injil-injil itu mempunyai lebih bayak lemak dan bagian-bagian dalam. Saya tidak mencela kehidupan di dalam Kisah Para Rasul, tetapi tidak ada yang dapat dibandingkan dengan kehidupan Tuhan Yesus yang diwahyukan di dalam keempat Injil. Kehidupan di dalam Injil-injil itu lebih kaya, lebih lembut, lebih berharga namun lebih kecil. Manakah yang lebih Anda hargai–tiga ribu orang yang diselamatkan pada hari Pentakosta di dalam Kisah Para Rasul 2 atau tiga orang murid di atas bukit bersama-sama dengan Tuhan Yesus di dalam Matius 17? Apakah Anda ingin berada di antara tiga orang itu atau hanya berada di antara tiga ribu orang itu? Pengkhotbah-pengkhotbah aliran Pentakosta akan lebih menyukai ketiga ribu orang itu. Tetapi apa yang terjadi dengan ketiga ribu orang itu tidaklah setinggi apa yang terjadi dengan lima ribu orang yang diberi makan oleh Tuhan di dalam Injil (Mat. 14:14-21). Ini menunjukkan bahwa di dalam Injil ada lebih banyak bagian-bagian dalam dengan lebih banyak lemak.
f. Rasa Manis yang Dibuat oleh Api dari Butir b sampai e
sebagai Makanan untuk Allah
Porsi-porsi dari kurban pendamaian yang adalah porsi Allah menjadi suatu rasa manis yang dibuat oleh api sebagai makanan untuk Allah (Im. 3:5, 11, 16). Porsi itu adalah suatu rasa manis yang dibuat oleh api dari lemak, ginjal dan umbai di atas hati, dan ekor berlemak. Keempat butir ini dibakar oleh api dan menghasilkan rasa, dan rasa ini adalah makanan untuk Allah (3:5, 11, 16). Ini adalah kenikmatan Allah akan kurban pendamaian. Dapat atau tidak dapatnya kita mempersembahkan suatu kurban pendamaian itu adalah berdasarkan kepada jalan hidup kita sehari-hari.