← Daftar isi Pelajaran Dasar tentang Pelayanan · bab 8/22

PRAKTEK SIDANG PERJAMUAN TUHAN (5)

Pembacaan Alkitab: Im. 3:3-5, 9-11, 14-17; 7:11-21, 28-34

GARIS BESAR

IV. Menyajikan Kristus sebagai kurban pendamaian kepada Bapa:

D. Porsi-porsi dari kurban pendamaian:

1. Untuk Allah:

a. Dari lembu–3:3-5:

1) Lemak di bagian dalam.

2) Kedua ginjal dan lemak yang melekat padanya.

3) Umbai di atas hati.

b. Dari domba atau anak domba–3:9-11:

1) Sama dengan yang dari lembu.

2) Ditambah seluruh lemak ekor.

c. Dari kambing–sama dengan yang dari lembu–3:14-16.

2. Untuk imam yang mempersembahkan:

a. Satu roti bundar sebagai persembahan khusus kepada Tuhan–7:14.

b. Paha kanan sebagai persembahan khusus kepada Tuhan–7:32-34.

3. Untuk semua imam–dada sebagai persembahan unjukan–7:30-31, 34.

4. Untuk orang yang mempersembahkan:

a. Daging ternak–7:15-18:

1) Dari kurban pendamaian untuk pemberian syukur baik untuk dimakan pada hari persembahan–ay. 15.

2) Dari kurban pendamaian untuk suatu kurban nazar atau kurban sukarela baik untuk memakannya selama dua hari–ay. 16-18.

b. Roti-roti bundar–7:12-13:

1) Roti-roti bundar tak beragi–roti-roti tipis yang berlubang-lubang–dibaurkan dengan minyak.

2) Roti-roti tipis berongga tak beragi yang diurapi dengan minyak.

3) Roti-roti bundar dari tepung halus yang dijenuhi dan dibaurkan dengan minyak.

4) Roti beragi.

5. Untuk yang lainnya–7:19-21:

a. Daging ternak.

b. Pembasuhan diperlukan.

Fokus: Kristus sebagai kurban pendamaian yang dipersembahkan oleh kita kepada Bapa adalah untuk kenikmatan Allah dan semua kelompok yang berpartisipasi di dalam penyembahan di dalam penyaluran Allah.

Di dalam pelajaran ini kita akan melanjutkan persekutuan kita tentang menyajikan Kristus sebagai kurban pendamaian kepada Bapa di dalam sidang perjamuan Tuhan. Secara khusus kita akan melihat arti dari porsi-porsi kurban pendamaian sebagaimana yang terlihat di dalam kitab Imamat.

D. Porsi-porsi dari Kurban Pendamaian

1. Untuk Allah

a. Dari Lembu

Porsi dari kurban pendamaian disajikan kepada Allah dari lembu (Im. 3:3-5). Porsi ini adalah lemak yang ada di bagian dalam, bagian-bagian dalam dari ternak. Semua lemak yang ada di bagian dalam haruslah untuk Allah. Kedua ginjal dan lemak yang melekat padanya adalah untuk Allah, demikian juga dengan umbai di atas hati. Semua lemak ini dan bagian-bagian yang empuk di dalam ternak ini harus dibakar untuk Allah sebagai makanan-Nya untuk memuaskan Dia dan menyenangkan Dia.

Butir-butir ini mengacu kepada kemanisan dan kelemahlembutan bagian dalam dari Kristus. Bagian dalam Kristus hanya dapat diapresiasikan oleh Allah. Kita tidak memiliki kemampuan yang demikian di dalam pemahaman kita. Dalam pemahaman kita, kita tidak dapat merasakannya secara mendalam. Hanya Allah yang memiliki kemampuan untuk mengapresiasi yang demikian. Di dalam Matius 11:27 Tuhan Yesus berkata bahwa "tidak ada seorangpun yang sepenuhnya mengenal Putra kecuali Bapa." Ketika Dia mengatakan hal ini, banyak orang, termasuk murid-murid, mengelilingi Dia. Mereka melihat Dia, tetapi mereka tidak dapat merasakan apa yang ada di dalam diri-Nya. Tidak ada seorangpun yang dapat merasakan sepenuhnya apa yang ada di dalam Diri Tuhan. Hanya Allah yang dapat sepenuhnya mengevaluasi, mengapresiasi, menikmati, dan memahaminya.

Imamat tidak mengatakan bahwa jantung dipersembahkan kepada Allah untuk porsi-Nya. Melainkan, dengan tegas menyebutkan ginjal dan hati ketika membicarakan tentang porsi dari kurban pendamaian yang adalah porsi Allah. Tidak ada lemak di sekitar jantung. Jika ada, tentu akan menyulitkan. Tentu saja, jantung adalah suatu organ penting yang vital, tetapi hati dan ginjal itu sangat lembut dan sangat sensitif. Ini adalah suatu gambaran tentang apa yang berada di dalam Kristus tidak dapat dilihat oleh mata manusia. Hanya Allah yang dapat merasakan apa yang ada di sana.

Lemak selalu menandakan kemanisan dan kelembutan. Bagian yang paling lunak, paling manis, dan paling lembut dari ternak adalah lemaknya, yang menjadi makanan untuk Allah melalui pembakaran. Bagian yang paling baik dari ternak untuk dibakar adalah lemaknya. Bila para imam makan lemak maka ini ditetapkan dengan "hukum kesehatan". Tidak sehat bagi kita manusia untuk makan lemak, tetapi sehat bagi Allah. Kita tidak dapat mencerna lemak, tetapi Allah dapat. Lemak memberikan kesulitan bagi kita, tetapi lemak tidak memberikan kesulitan bagi Allah. Pencernaan ilahi berbeda dengan pencernaan insani kita.

Hal ini menunjukkan kepada kita betapa hebatnya Alkitab itu. Alkitab tidak mempunyai ilmu pengetahuan modern di dalam zaman Perjanjian Lama, tetapi Allah menetapkan suatu peraturan makanan bagi para imam menurut hukum kesehatan-Nya. Ilmu pengetahuan modern, tentu telah menemukan bahwa lemak tidak baik untuk tubuh manusia. Tetapi di dalam Alkitab, prinsip ini telah ada sebelumnya. Allah menjauhkan semua lemak dari para imam.

Banyak orang Cina yang makan lemak. Mereka sangat menghargai lemak dan memberikannya kepada orang-orang yang mereka hormati. Tetapi orang Yahudi di dalam Perjanjian Lama mempersembahkan semua lemak kepada Allah, dan Allah dapat mencernanya. Hal ini sangat berarti. Karena banyak orang Cina tidak mengenal Allah, mereka memberikan barang yang salah kepada orang yang salah. Tetapi orang Yahudi di dalam Perjanjian Lama mengenal Allah menurut Kitab Suci, maka mereka mempersembahkan barang yang benar kepada persona yang benar, yaitu, Allah. Lemak dari ternak haruslah untuk Allah.

b. Dari Domba atau Anak Domba

Porsi-porsi kurban pendamaian yang dipersembahkan kepada Allah adalah juga dari domba atau anak domba (Im. 3:9-11). Porsi-porsi ini sama dengan yang berasal dari lembu ditambah seluruh lemak ekor. Versi King James menggunakan kata daging pantat, tetapi kata dalam bahasa Ibrani berarti ekor gemuk/berlemak. Versi American Standard mengatakan bahwa seluruh "ekor berlemak" dari kurban pendamaian dipersembahkan kepada Allah. Ekor berlemak dan lemak pada bagian dalam juga mengacu kepada bagian manis dan lembut dari diri Kristus. Tidak ada manusia yang dapat memahami bagian ini. Perkara itu hanya dapat disadari dan dinikmati oleh Bapa.

c. Dari Kambing

Porsi-porsi kurban pendamaian yang dipersembahkan kepada Allah dari kambing adalah sama dengan yang dari lembu (3:14-16). Semua porsi ini melambangkan bagian yang lembut, manis dan lezat dari Kristus ini, adalah bagi Allah. Semua itu adalah porsi Allah.

2. Untuk Imam yang Mempersembahkan

Ini adalah kategori kedua dari porsi-porsi kurban pendamaian. Yang pertama adalah porsi untuk Allah, dan yang kedua adalah porsi untuk imam yang mempersembahkan.

a. Satu Roti Bundar sebagai Persembahan Khusus kepada Tuhan

Ketika kaum Israel mempersembahkan kurban pendamaian menurut tuntutan Allah, mereka tidak perlu mempersembahkan roti-roti bundar. Allah hanya memerlukan ternak untuk kurban pendamaian. Tetapi jika orang yang mempersembahkan berterima kasih kepada Allah dan mempersembahkannya untuk suatu pengucapan syukur, dia harus menambahkan sesuatu pada kurban pendamaian yang diperlukan. Porsi ini bukan tersusun dari ternak tetapi dari roti bundar. Menurut Imamat 7:14, dari banyak roti bundar yang dipersembahkan, harus ada satu roti bundar yang dipisahkan dan dikhususkan untuk Allah sebagai persembahan khusus. Ini menjadi porsi dari imam yang mempersembahkan, imam yang memimpin dan melayani, imam yang mempersembahkan darah dan lemak.

Imamat 7:13 dan 14 berkata, "Dengan kurban ucapan syukur dari kurban pendamaiannya, ia harus mempersembahkan persembahannya itu beserta roti bundar yang beragi, dan dari padanya, yakin dari setiap bagian persembahan itu, haruslah dipersembahkannya satu roti bundar sebagai persembahan khusus kepada Yehova; persembahan itu adalah bagian imam yang menyiramkan darah kurban pendamaian." Setiap kali imam yang melayani mempersembahkan kurban pendamaian untuk pengucapan syukur, dia harus mengambil satu roti bundar untuk persembahan khusus. Jika dia mempersembahkan suatu kurban, dia harus mengambil satu potong dari semua roti bundar dan mengkhususkannya untuk Tuhan. Kemudian bagian ini menjadi porsinya.

b. Paha Kanan sebagai Persembahan Khusus kepada Tuhan

Paha kanan dari kurban pendamaian juga diberikan kepada imam untuk persembahan khusus di luar pengorbanan kurban pendamaian (Im. 7:32-34). Satu roti bundar dan paha kanan adalah untuk perawatan dan menguatkan imam yang melayani. Roti bundar adalah untuk perawatan, paha kanan adalah untuk kekuatan, dan keduanya adalah persembahan khusus. Ini mengacu kepada kenikmatan akan keterangkatan Kristus, yaitu untuk menikmati Kristus sebagai Sang terangkat, Sang khusus. Ini menunjukkan bahwa imam-imam yang mempersembahkan, imam-imam yang memimpin, mendapatkan kenikmatan yang paling tinggi. Semakin banyak kita melayani, semakin tinggi porsi Kristus yang kita nikmati.

3. Untuk Semua Imam–Dada sebagai Persembahan Unjukan

Dada sebagai persembahan unjukan adalah porsi dari kurban pendamaian untuk semua imam, termasuk Harun dan semua anaknya (Im. 7:30-31, 34). Persembahan unjukan tidaklah setinggi persembahan khusus, dan dada tidaklah sekuat paha. Oleh karena itu, semua imam menikmati porsi yang tidak setinggi dan sekuat bagian para imam yang melayani. Porsi yang paling tinggi dan yang paling kuat adalah untuk para imam yang melayani, bukan untuk para imam biasa. Imam-imam biasa hanya menikmati jenis porsi yang biasa. Mereka menikmati dada unjukan bukan paha khusus. Persembahan unjukan melambangkan Kristus yang bangkit. Persembahan khusus melambangkan Kristus yang ditinggikan. Kristus yang ditinggikan tentunya lebih tinggi dari Kristus yang bangkit. Kalau kita tidak mengalami Kristus di dalam keterangkatan, kita belum mencapai sasaran. Kita masih berada di dalam perjalanan.

Dada tidak melambangkan kekuatan; dada melambangkan kasih. Ini melambangkan bahwa selama gereja masih berada dalam tingkatan kasih maka tidaklah kuat dan agak rendah. Gereja harus maju dari tingkatan kasih kepada tingkatan kekuatan, yaitu, dari tingkatan dada ke tingkatan paha. Jika ada banyak imam biasa di antara kita dan sedikit imam yang melayani, kehidupan gereja kita akan menjadi lemah. Kita memerlukan beberapa pelayan-pelayan yang khusus untuk menikmati paha kanan sebagai persembahan khusus.

4. Untuk Orang yang Mempersembahkan

Porsi kurban pendamaian juga diberikan kepada orang yang mempersembahkan.

a. Daging Ternak

Daging ternak adalah porsi untuk orang yang mempersembahkan (7:15-18). Daging kurban pendamaian untuk pemberian syukur baik untuk dimakan pada hari persembahan (ay. 15), sedangkan daging kurban pendamaian untuk suatu kurban nazar atau kurban sukarela baik untuk dimakan selama dua hari (ay. 16-18). Ini menunjukkan bahwa kurban untuk suatu nazar lebih kuat dari kurban untuk pengucapan syukur. Oleh karena itu, kurban untuk pengucapan syukur hanya baik untuk dimakan selama satu hari.

Kita perlu melihat perbedaan antara kurban pendamaian untuk pengucapan syukur dan kurban pendamaian untuk suatu nazar. Kurban untuk suatu nazar lebih kuat. Hari ini kita dapat mempersembahkan diri kita sendiri kepada Allah dengan pengucapan syukur. Kita dapat berdoa, "Tuhan, aku cinta kepada-Mu, karena itu aku mempersembahkan diriku kepada-Mu." Inilah pengucapan syukur, tetapi ini terlalu umum. Di pihak lain, kita dapat mempersembahkan diri kita sendiri kepada Allah dengan suatu nazar. Kita dapat berdoa, "Tuhan, aku datang ke sini untuk bernazar kepada-Mu. Aku menyerahkan diriku kepada-Mu dan menikahkan diriku dengan-Mu. Aku ingin menjadi semata-mata untuk-Mu selalu, tanpa menghiraukan apa yang terjadi atau bagaimana perasaanku." Nazar adalah sesuatu yang suka rela.

Sejumlah kaum beriman mungkin mempersembahkan diri mereka kepada Kristus dan gereja, tetapi lima tahun kemudian mereka meninggalkan gereja. Ini berarti bahwa mereka tidak mempunyai suatu nazar. Nazar adalah seperti suatu ikatan pernikahan. Persembahan pengucapan syukur, memang, berdasarkan atas perasaan kita. Kita mungkin tinggal bersama seseorang karena perasaan kasih kita terhadap mereka, tetapi nazar jauh melebihi perasaan kita. Nazar adalah suatu pertalian yang mengikat kita tanpa menghiraukan perasaan atau keadaan kita. Kita semua perlu menjadi orang-orang yang dinikahkan kepada Kristus bagi pemulihan-Nya. Kemudian tanpa menghiraukan apa yang terjadi atau bagaimana perasaan kita, kita mau selalu tetap bersama dengan Tuhan untuk pemulihan-Nya. Saya berterimakasih kepada Tuhan karena banyak kaum beriman yang sungguh-sungguh terikat kepada Kristus oleh suatu nazar pernikahan. Membuat nazar yang demikian adalah menjadi seorang nazir yang sejati menurut apa yang diwahyukan di dalam Bilangan 6.

Persembahan untuk pengucapan syukur adalah penuh emosi dan dangkal, tetapi persembahan untuk suatu nazar adalah berketetapan dan lebih dalam. Pengucapan syukur terutama berhubungan dengan emosi, tetapi nazar berhubungan dengan tekad. Beberapa persembahan diri kaum beriman adalah berasal dari pengucapan syukur, sedangkan persembahan diri yang lainnya berasal dari suatu nazar. Supaya dapat mengikuti Tuhan, kita perlu suatu nazar. Suatu pernikahan menyangkut suatu nazar tanpa adanya perubahan, tanpa variasi, tanpa pengubahan. Tuhan menghargai nazar kita kepada-Nya.

b. Roti-roti Bundar

Di samping daging dari ternak, orang yang mempersembahkan juga menikmati tiga jenis roti bundar sebagai porsinya (7:12-13).

1) Roti-roti Bundar Tak Beragi–Roti-roti Tipis yang

Berlubang-lubang–Dibaurkan dengan Minyak

Pertama-tama, ada roti-roti bundar tak beragi yang dibaurkan dengan minyak. Darby menunjukkan di dalam suatu catatan pada Imamat 2:4 bahwa roti-roti ini sangat tipis serta berlubang-lubang. Roti-roti bundar itu tipis dan penuh dengan lubang-lubang sehingga lebih mudah untuk dimakan dan dicerna. Ini adalah suatu gambar Kristus sebagai Dia yang mudah dimakan dan dicerna. Dia terbaur dengan Roh itu, dan Dia tidak beragi, tanpa dosa.

2) Roti-roti Tipis Berongga Tak Beragi yang Diurapi dengan Minyak

Roti jenis yang kedua adalah roti-roti tipis berongga tak beragi yang diurapi dengan minyak. Roti-roti tipis ini juga mudah untuk dimakan, dicerna, dan dinikmati karena roti-roti tipis itu kosong, berongga di dalamnya. Roti-roti bundar tak beragi dibaurkan dengan minyak, sedangkan roti-roti tipis berongga tak beragi diurapi dengan minyak.

Kristus selalu berongga di dalamnya; berongga berarti miskin di dalam roh. Lebih jauh lagi, Dia ditusuk pada kayu salib, yaitu, Dia dilubangi. Banyak orang Kristen hari ini seperti roti yang tebalnya tiga puluh sentimeter, tanpa ada satu lubangpun. Tidak ada seorang pun yang dapat makan mereka. Tetapi Kristus tidaklah setebal itu. Kristus membuat diri-Nya sendiri begitu rendah. Dia berongga, miskin di dalam roh, dan dilubangi, ditusuk, bagi kenikmatan kita.

3) Roti-roti Bundar dari Tepung Halus yang Dijenuhi

dan Dibaurkan dengan Minyak

Roti bundar jenis yang ketiga adalah dari tepung halus yang dijenuhi dan dibaurkan dengan minyak. Dibaurkan adalah satu hal, dijenuhi adalah hal yang lain, dan diurapi juga adalah suatu hal yang lainnya lagi. Roti bundar dibaurkan dengan minyak adalah sesuatu yang di dalam. Roti bundar dijenuhi dengan minyak adalah dibasahi dengan minyak. Roti bundar diurapi dengan minyak adalah agar minyak itu dicurahkan ke atasnya.

Roti-roti bundar ini dipersembahkan dengan kurban pemberian syukur, yang adalah sesuatu yang kita tambahkan pada apa yang Allah tuntut. Allah dipuaskan oleh lembu, domba, anak domba, atau kambing yang diperlukan. Tetapi ketika kita berterima kasih atas apa yang telah kita nikmati dari Kristus, kita mempunyai sesuatu untuk diberikan kepada Allah untuk pengucapan syukur kita. Ini adalah suatu pengalaman akan Kristus sebagai tambahan pada apa yang Allah tuntut dan dimulai oleh kita. Karena kita sangat berterima kasih kepada Allah karena Kristus, kita membawa suatu tambahan dari Kristus kepada Allah.

Tentu saja, apa yang telah Kristus kerjakan bagi kita di dalam penebusan-Nya sudah termasuk di dalam ternak itu. Kita tidak dapat menambahkan sesuatu kepadanya. Tetapi perilaku Kristus, kehidupan insani Kristus belum termasuk ke dalam ternak itu. Kita perlu membaca keempat injil untuk mengenal kehidupan insani Kristus di bumi. Dia digambarkan oleh roti-roti bundar dari kurban pendamaian yang tipis dan berlubang. Ketika kita berterima kasih kepada Allah, kita membawa sesuatu dari Kristus di dalam aspek kehidupan insani-Nya sebagai ucapan syukur kita kepada Allah.

4) Roti Beragi

Imamat 7:13 berkata, "Dengan kurban ucapan syukur dari kurban pendamaiannya, ia harus mempersembahkan persembahannya itu beserta dengan roti-roti bundar beragi". Butir-butir yang lain adalah untuk apresiasi dan kenikmatan, sedangkan ragi mengingatkan bahwa kita, orang-orang yang mempersembahkan dan orang-orang yang menikmati Kristus yang demikian kudus, masih tidak kudus; kita masih beragi. Apapun yang Allah lakukan semuanya mutlak murni dan kudus. Tetapi apapun juga yang kita mulai semuannya masih mengandung ragi di dalamnya. Roti beragi mengingatkan orang yang mempersembahkan bahwa dia masih penuh dengan dosa. Kapan saja kita mempersembahkan Kristus pada perjamuan Tuhan, kita perlu diingatkan bahwa kita belum tahir, masih beragi.

5) Untuk yang Lainnya

a. Daging Ternak

Ada lima kelompok yang berpartisipasi dalam kelima porsi dari kurban pendamaian. Satu porsi adalah untuk Allah, satu porsi untuk imam yang memimpin, satu porsi untuk semua imam, satu porsi untuk orang yang mempersembahkan, dan porsi yang terakhir adalah untuk yang lainnya, yaitu, untuk jemaat yang lainnya yang menyembah Allah (7:19-21). Porsi terakhir untuk yang lainnya adalah daging ternak. Tentunya, tidak ada orang yang mempersembahkan yang dapat makan semua kurban itu sendirian, maka diperlukan beberapa "orang yang membantu makan". Inilah sebabnya mengapa kita semua datang bersama-sama pada perjamuan Tuhan untuk menikmati kekayaan Kristus yang tidak terduga itu.

Hari ini kita sendiri harus menjadi imam-imam yang memimpin, imam-imam yang melayani. Dalam penyembahan di dalam Perjanjian Lama, ada imam-imam yang melayani dan orang-orang yang datang kepada mereka untuk mempersembahkan sesuatu. Tetapi di dalam Perjanjian Baru tidak ada kependetaan dan kaum awam. Hari ini kita harus menjadi keempat kelompok itu: orang-orang yang mempersembahkan, imam-imam yang memimpin, imam-imam biasa, dan jemaat. Hanya porsi tertentu dari kurban pendamaian itu, terutama bagian dalam, adalah untuk Allah, tetapi selebihnya adalah untuk kita.

Tetapi, beberapa orang di antara kita, datang ke sidang hanya sebagai suatu bagian dari jemaat dan bukan sebagai orang-orang yang mempersembahkan. Yang lain mungkin menjadi orang-orang yang mempersembahkan, tetapi mereka tidak kuat dan tidak ada pelayanan keimaman yang riil pada mereka. Secara doktrinal, di antara kita tidak ada kependetaan dan kaum awam. Tetapi sebenarnya ada beberapa orang yang mempersembahkan doa "kaum awam," sedangkan yang lainnya mempersembahkan doa seorang yang melayani. Kita dapat melihat perbedaan tersebut. Kita semua adalah imam-imam, tetapi ada beberapa yang mungkin malas dan tidak mau melayani. Orang-orang yang demikian ini hanya dapat menikmati dada unjukan, bukan paha khusus. Lambang yang disajikan di dalam Imamat ini adalah suatu gambaran yang penuh dari situasi hari ini.

b. Pembasuhan Diperlukan

Setiap orang yang ingin makan kurban pendamaian harus tahir, tanpa dosa. Hal ini telah sepenuhnya dibereskan di dalam 1 Korintus 11, yang menunjukkan bahwa kita tidak mungkin dapat berbagian dalam perjamuan Tuhan dengan cara yang tidak layak (ay. 27). Satu Korintus 5 memberitahukan kepada kita orang yang bagaimana yang tidak tahir dan yang harus dikeluarkan dari persekutuan Tubuh Tuhan.

Fokus dari pelajaran ini adalah sebagai berikut: Kristus sebagai kurban pendamaian yang dipersembahkan oleh kita kepada Bapa adalah untuk kenikmatan Allah dan semua kelompok yang berpartisipasi di dalam penyembahan di dalam penyaluran Allah.