← Daftar isi Pelajaran Dasar tentang Pelayanan · bab 10/22

PRAKTEK SIDANG PERJAMUAN TUHAN (7)

Pembacaan Alkitab: Im. 7:11-21, 28-34

GARIS BESAR

IV. Menyajikan Kristus sebagai kurban pendamaian kepada Bapa:

E. Kenikmatan akan kurban pendamaian:

2. Porsi imam yang mempersembahkan:

a. Satu roti bundar dari masing-masing persembahan sebagai suatu persembahan khusus kepada Yehova–Kristus di dalam keinsanian-Nya sebagai perawatan di dalam keterangkatan untuk yang melayani–7:14:

1) Roti bundar tipis tak beragi yang berlubang yang dibaurkan dengan minyak–Kristus yang menempuh suatu kehidupan yang tersalib yang dibaurkan dengan Roh itu dan mudah untuk dikontaki dan diterima–7:12a.

2) Roti-roti tipis berongga tak beragi yang diurapi dengan minyak–Kristus yang menempuh suatu kehidupan yang merendahkan diri di bawah pengurapan Roh itu–7:12b; Flp. 2:7-8.

3) Roti bundar dari tepung halus yang dijenuhi dan dibaurkan dengan minyak–Kristus yang menempuh suatu kehidupan insani yang halus yang dijenuhi dan dibaurkan dengan Roh itu–7:12c.

4) Roti beragi, yang melambangkan kedosaan dari orang yang mempersembahkan imam yang mempersembahkan sebagai suatu peringatan untuk mereka–7:13.

b. Paha kanan sebagai suatu persembahan khusus kepada Yehova–kuasa Kristus di dalam keterangkatan untuk menguatkan yang melayani–7:32-34.

3. Porsi keimaman–dada sebagai suatu persembahan unjukan di hadapan Yehova–kasih Kristus di dalam kebangkitan untuk perawatan semua imam–7:30-31, 34.

4. Porsi orang yang mempersembahkan:

a. Daging ternak–suplaian Kristus–7:15-18:

1) Dari kurban pendamaian untuk pemberian syukur (dari emosi) baik untuk dimakan selama satu hari–ay. 15.

2) Dari kurban pendamaian untuk suatu nazar atau suatu kurban sukarela (dari tekad) baik untuk dimakan selama dua hari–ay. 16-18.

b. Roti-roti bundar dari keempat jenis yang digambarkan di dalam 1), 2), 3), dan 4), di bawah 2a–Kristus dalam keinsanian-Nya sebagai makanan untuk orang yang mempersembahkan-Nya–7:12-13.

5. Porsi jemaat–7:19-21:

a. Daging ternak–suplaian Kristus untuk perawatan.

b. Di bawah kondisi kebersihan–1 Kor. 5:8-11, 13b.

Di dalam pelajaran ini kita akan melanjutkan persekutuan kita mengenai kenikmatan akan kurban pendamaian. Kita telah melihat bahwa porsi Allah dari kurban pendamaian terutama adalah dari dua hal: darah dan lemak. Kita harus menyadari bahwa kedua hal ini mempunyai arti yang besar. Inilah sebabnya Alkitab mewahyukan bahwa persekutuan kita dengan Allah selalu berdasarkan atas tiga atribut-Nya: kebenaran Allah, kekudusan Allah, dan kemuliaan Allah. Menurut seluruh Alkitab, hubungan yang kita miliki dengan Allah harus didasarkan atas atau dibangun di atas ketiga atribut ilahi ini.

Seluruh kitab Roma dibangun dengan ketiga elemen atau atribut ini. Bagian pertama dari Roma adalah mengenai pembenaran dan pembenaran adalah menurut kebenaran Allah. Kemudian bagian kedua dari Roma meliput perkara pengudusan, dan pengudusan adalah oleh kekudusan Allah. Kemudian Roma mempunyai bagian lain mengenai pemuliaan. Kita telah dibenarkan; kita sekarang sedang dikuduskan; dan suatu hari kita akan dimuliakan dengan kemuliaan Allah. Kitab Roma dibangun dengan kebenaran, kekudusan, dan kemuliaan Allah karena Roma adalah suatu buku yang menunjukkan kepada kita hubungan yang riil antara Allah dengan kita. Hubungan ini adalah berdasarkan atas dan dibangun di atas kebenaran Allah untuk pembenaran, kekudusan Allah untuk pengudusan, dan kemuliaan Allah untuk pemuliaan. Ketika ketiga hal dari Allah ini dipelihara dengan baik, maka tidak akan ada masalah di dalam persekutuan kita dengan Allah.

Semua kurban dalam realitasnya adalah untuk hubungan kita dengan Allah, maka dalam kurban-kurban ini, bagian-bagian yang penting untuk Allah adalah darah dan lemak. Darah memenuhi tuntutan kebenaran dan kekudusan Allah, dan darah juga mempertahankan kemuliaan Allah. Roma 3:23 mengatakan bahwa semuanya telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Kuasa pembasuhan darah menjaga kemuliaan Allah dari dipermalukan oleh dosa. Manusia yang seharusnya mengekspresikan Allah dalam kemuliaan-Nya, malah mengekspresikan dosa dan dirinya yang penuh dosa. Maka manusia kehilangan kemuliaan Allah. Kehilangan kemuliaan dan ekspresi Allah ini adalah dosa. Darah itu membasuh kita dari setiap dosa (1 Yoh. 1:7) dan mempertahankan kemuliaan Allah.

Kemudian pada sisi positifnya ada keperluan akan lemak untuk memuaskan kedambaan Allah untuk kemuliaan Allah. Lemak adalah untuk memuaskan kedambaan Allah, sedangkan darah adalah untuk memenuhi tuntutan-tuntutan-Nya. Lemak melambangkan kekayaan-kekayaan yang di dalam Kristus untuk kepuasan Allah menurut kemuliaan-Nya dan mencapai standar kemuliaan-Nya. Kepuasan Allah menghasilkan kemuliaan Allah. Ini menunjukkan bahwa lemak memenuhi tujuan Allah. Lemak adalah kekayaan yang di dalam dari ternak yang dipersembahkan sebagai suatu kurban, dan ini menunjukkan kekayaan hayat yang di dalam Kristus. Hayat ini memuaskan Allah Bapa dan memenuhi tujuan kekal Allah.

Juga, hayat ini memiliki kekayaan yang berlimpah yang mempertahankan fungsi-fungsi yang di dalam, yang dilambangkan oleh hati dan ginjal. Fungsi-fungsi yang di dalam semuanya dipertahan, dilindungi, dan ditutupi oleh kekayaan hayat. Menurut pengalaman-pengalaman kita sendiri, kita dapat menyadari hal ini dan mempersaksikannya. Jika kita kekurangan kekayaan hayat, fungsi-fungsi yang ada di dalam kita akan menjadi kasar, kaku, dan tumpul. Semakin banyak kekayaan hayat yang kita miliki, fungsi-fungsi yang ada di dalam kita akan menjadi sangat lembut, segar, baru, dan hidup. Ini menunjukkan kepada kita bahwa kekayaan hayat yang di dalam Tuhan Yesus mempertahankan fungsi-fungsi yang di dalamNya agar menjadi sangat lembut dan segar bagi Bapa. Semuanya ini memuaskan kedambaan Bapa kepada kemuliaan-Nya.

Oleh karena itu, kita dapat melihat bahwa oleh darah dan lemak dari kurban pendamaian, tuntutan-tuntutan Allah dipenuhi dan kedambaan Allah dipuaskan. Sehingga tidak ada yang mempermalukan kemuliaan Allah, tetapi sebagai gantinya Allah diekspresikan dalam kemuliaan-Nya. Sebenarnya, darah dan lemak harus menjadi elemen-elemen esensial dari pelayanan kita hari ini, dengan darah memenuhi tuntutan-tuntutan Allah dan lemak memenuhi kedambaan Allah kepada kemuliaan-Nya.

2. Porsi Imam yang Mempersembahkan

Imamat 7:12 sampai 14 berkata, "Jikalau ia mempersembahkannya untuk memberi syukur, haruslah beserta kurban syukur itu dipersembahkannya roti-roti bundar yang tidak beragi yang dibaurkan dengan minyak dan roti-roti tipis yang tidak beragi yang dibaurkan dengan minyak, serta roti-roti bundar dari tepung halus yang dijenuhi dan dibaurkan dengan minyak. Ia harus mempersembahkan persembahannya itu beserta dengan roti-roti bundar dari roti beragi, di samping kurban syukur yang menjadi kurban pendamaiannya. Dan dari padanya, yakni dari setiap bagian persembahan itu haruslah dipersembahkannya satu roti sebagai persembahan khusus kepada Yehova. Persembahan itu adalah bagian imam yang menyiramkan darah kurban poendamaian." Dari roti-roti yang dipersembahkan ini, satu dari masing-masing jenis harus dipisahkan dan dikhususkan kepada Allah sebagai persembahan khusus. Ini menjadi porsi dari imam yang melayani.

a. Satu Roti Bundar dari Masing-masing Persembahan sebagai suatu Persembahan Khusus kepada Yehova–Kristus di dalam KeinsanianNya

sebagai Perawatan di dalam Keterangkatan untuk yang Melayani

Semua roti menggambarkan Kristus dalam keinsanian-Nya, dan semuanya ini menjadi suatu persembahan khusus kepada Yehova. Ini menunjukkan bahwa Kristus dalam keinsanian-Nya menjadi perawatan di dalam keterangkatan bagi kita, yang melayani.

1) Roti-Roti Tipis tak Beragi, yang Berlubang yang Dibaurkan dengan Minyak--Kristus yang Menempuh suatu Kehidupan yang Tersalib yang Dibaurkan dengan Roh itu dan Mudah untuk Dikontaki dan Diterima

Roti-roti bundar tipis tak beragi, yang berlubang yang dibaurkan dengan minyak melambangkan Kristus yang menempuh suatu kehidupan yang tersalib yang dibaurkan dengan Roh itu dan mudah untuk dikontaki dan diterima (Im. 7:12a). Roti-roti bundar tipis itu mudah untuk dimakan, artinya Kristus mudah dikontaki dan diterima. Jika sepotong roti bundar itu terlalu tebal, maka sulit untuk dimakan. Roti-roti ini juga berlubang, tertusuk. Ini menandakan penanggulangan salib dan melambangkan kehidupan yang tersalib.

Keempat Injil menunjukkan kepada kita bahwa kehidupan Tuhan di bumi adalah "penuh dengan lubang-lubang." Kehidupan-Nya adalah suatu kehidupan yang berlubang, suatu kehidupan yang tersalib. Dia menempuh suatu kehidupan yang selalu tertusuk oleh penderitaan-penderitaan. Lebih jauh lagi, keempat Injil menunjukkan kepada kita bahwa Kristus mudah untuk dikontaki dan diterima, seperti yang digambarkan oleh ketipisan dari roti-roti bundar tak beragi. Roti-roti bundar ini dibaurkan dengan minyak, melambangkan bawah Kristus dibaurkan dengan Roh itu.

2) Roti-Roti berongga tak Beragi, yang Diurapi dengan Minyak–

Kristus yang Menempuh suatu Kehidupan yang Merendahkan Diri

di bawah Pengurapan Roh itu

Roti bundar jenis kedua adalah roti-roti tipis berongga tak beragi yang diurapi dengan minyak (Im. 7:12b). Tuhan dalam kehidupan insani-Nya di bumi ini sangat berongga, yang berarti bahwa Dia itu miskin dalam roh; Dia sangat merendah (Flp. 2:7-8). Dia menempuh suatu kehidupan yang merendahkan diri di bawah pengurapan Roh itu. Perbauran dari Roh itu yang berada di dalam-Nya, dan pengurapan Roh itu berada di atas-Nya.

Di dalam keempat Injil, kita dapat melihat kedua aspek dari kehidupan Tuhan Yesus ini. Kehidupan-Nya di satu pihak berbaur dengan Roh itu. Ketika Dia berumur duabelas tahun di dalam bait, kita dapat melihat perbauran yang ada di dalam-Nya, bukan pengurapan yang di atas-Nya (Luk. 2:40-52). Tetapi di dalam Lukas 4 kita dapat melihat pengurapan itu. Di dalam ayat 18 Tuhan mengutip dari kitab Yesaya: "Roh Tuhan ada atas-Ku, sebab Dia telah mengurapi Aku..." (Yes. 61:1-2). Dengan membaca keempat Injil itu, kita dapat melihat beberapa contoh dari kehidupan Tuhan yang menunjukkan suatu kehidupan yang berbaur dengan Roh itu dan yang lainnya menunjukkan suatu kehidupan yang berada di bawah pengurapan Roh itu.

3) Roti-Roti Bundar dari Tepung Halus yang Dijenuhi dan Dibaurkan dengan Minyak–Kristus uang Memperhidupkan suatu Kehidupan Insani yang Halus

yang Dijenuhi dan Dibaurkan dengan Roh itu

Tepung halus itu selalu melambangkan kehidupan insani Tuhan yang halus dan seimbang. Kehidupan yang seimbang; bukan yang kasar atau tidak seimbang. Kehidupan insani-Nya terbentuk dari dan disusun dengan elemen dari tepung halus itu. Roti-roti bundar dari tepung halus ini dijenuhi dan dibaurkan dengan minyak (Im. 7:12c). Dijenuhi adalah lebih dalam dari pada dibaurkan. Anda mungkin mempunyai sesuatu yang berbaur, namun belum dijenuhi. Pengurapan adalah yang di luar, perbauran adalah yang di dalam, dan penjenuhan adalah perendaman dan perembesan dari minyak ke dalam tepung halus itu. Ini menunjukkan kepada kita bahwa Alkitab itu sangat detail. Pengurapan, perbauran dan penjenuhan memberitahukan kepada kita bahwa kehidupan insani Tuhan di bumi bukanlah di bawah Roh itu secara luaran saja, melainkan juga berbaur dengan Roh itu sampai sedemikian rupa sehingga seluruh elemen insani-Nya dijenuhi dan direndam dengan Roh itu.

4) Roti Beragi, yang Melambangkan Kedosaan dari Orang yang empersembahkan dan Imam yang mempersembahkan sebagai suatu Peringatan untuk Mereka

Imamat 7:13 berkata, "Ia harus mempersembahkan persembahannya itu beserta dengan roti-roti bundar dari roti yang beragi, di samping kurban syukur yang menjadi kurban pendamaiannya." Roti beragi di sini menurut perlambangan adalah merupakan suatu peringatan bahwa baik orang-orang yang mempersembahkan maupun para imam yang memimpin masih penuh dengan dosa.

b. Paha Kanan sebagai suatu Persembahan Khusus kepada Yehova–Kuasa Kristus di dalam Keterangkatan untuk Menguatkan Imam yang Melayani

Porsi imam yang melayani adalah juga paha kanan sebagai suatu persembahan khusus kepada Yehova (Im. 7:32-34). Sebelah kanan di dalam Alkitab selalu menandakan posisi yang paling tinggi. Paha kanan sebagai persembahan khusus melambangkan kuasa Kristus dalam kenaikan, kuasa Dia yang berada di dalam posisi yang paling tinggi, yang duduk di sebelah kanan Allah.

Kebangkitan terutama mengacu kepada hayat. Keterangkatan mengacu kepada kuasa. Pada hari kebangkitan, Tuhan menghembuskan Roh itu ke dalam murid-murid-Nya; itu adalah Roh hayat (Yoh 20:22). Kemudian pada hari Pentakosta dalam keterangkatan-Nya, Dia mencurahkan Roh kuasa itu, yang disimbolkan oleh angin keras (Kis. 2:2). Roh hayat adalah hembusan, sedangkan Roh kuasa adalah angin keras. Hembusan memberikan hayat, sedangkan angin penuh kuasa. Hari kebangkitan adalah suatu hari hembusan, hari hayat, tetapi hari Pentakosta adalah suatu hari angin, hari kuasa.

Paha kanan dipersembahkan sebagai suatu persembahan khusus. Ini menandakan kuasa Kristus dalam kenaikan-Nya untuk menguatkan imam yang melayani. Oleh karena itu, kedua porsi utama bagi kenikmatan imam-imam yang memimpin persembahan adalah roti-roti bundar untuk perawatan mereka dan paha kanan untuk kekuatan mereka. Ini berarti bahwa di dalam pelayanan kita, kita memerlukan perawatan dan kekuatan. Kita memerlukan roti-roti bundar dan paha kanan. Kita memerlukan roti-roti yang menggambarkan kehidupan insani Yesus yang tersalib, kehidupan insani Yesus yang merendahkan diri, dan kehidupan insani Yesus yang dijenuhi sebagai perawatan kita untuk pelayanan kita, dan kita juga memerlukan paha kanan untuk menguatkan kita bagi pelayanan kita.

3. Porsi Keimaman–Dada sebagai suatu Persembahan Unjukan

di hadapan Yehova–Kasih Kristus di dalam Kebangkitan

untuk Perawatan Semua Imam

Porsi keimaman mengacu kepada porsi untuk tubuh para imam. Kata keimaman mempunyai dua arti. Keimaman berarti pelayanan imamat, ministri imamat, dan juga tubuh imamat, tubuh korporat imam-imam. Di sini keimaman mengacu kepada tubuh secara imamat.

Porsi keimaman, porsi untuk seluruh tubuh para imam, adalah dada sebagai suatu persembahan unjukan di hadapan Yehova (Im. 7:30-31, 34). Untuk persembahan khusus, kata depannya adalah kepada, yaitu, dikhususkan kepada Yehova. Untuk persembahan unjukan, kata depannya adalah di hadapan, yaitu diunjukan di hadapan Yehova. Tuhan Yesus berada di hadapan Bapa di dalam kebangkitan-Nya dan kepada Bapa di dalam keterangkatan-Nya. Dada sebagai suatu persembahan unjukan di hadapan Yehova melambangkan kasih Kristus di dalam kebangkitan untuk perawatan bagi semua imam. Karena kita adalah imam-imam, kita dapat menikmati kasih Kristus di dalam kebangkitan-Nya, kasih di dalam hayat. Tentunya, kasih bukanlah suatu perkara kuasa dalam kenaikkan. Kasih adalah suatu perkara hayat dalam kebangkitan.

4. Porsi Orang yang Mempersembahkan

a. Daging Ternak–Suplaian Kristus

Daging ternak melambangkan suplain Kristus yang kaya sebagai perawatan kita (7:15-18).

1) Dari Kurban Pendamaian untuk Pemberian Syukur (dari Emosi)

Baik untuk Dimakan Selama Satu Hari

Daging ternak dari kurban pendamaian untuk pemberian syukur hanya baik selama satu hari (ay. 15). Daging itu hanya dapat bertahap selama satu hari karena motif dari persembahan ini dangkal. Daging itu disajikan dari emosi orang yang mempersembahkan, maka tidak tahan terlalu lama. Pengalaman kita dapat mempersaksikan hal ini. Kadang-kadang kita mempersembahkan sesuatu kepada Tuhan dari emosi kita, tetapi dalam jangka waktu yang pendek hal ini akan hilang.

2) Dari Kurban Pendamaian untuk suatu Nazar atau suatu Kurban Sukarela

(dari Tekad) Baik untuk Memakannya Selama Dua Hari

Daging ternak dari kurban pendamaian untuk suatu nazar atau kurban sukarela (dari tekad) adalah baik untuk memakannya selama dua hari (ay. 16-18). Kurban pendamaian untuk pemberian syukur adalah sesuatu yang emosional, sedangkan kurban untuk nazar adalah sesuatu yang berasal dari tekad dan lebih kuat serta lebih dalam. Kita perlu membantu kaum beriman agar menyadari bahwa kurban yang emosional adalah baik, tetapi tidak berlangsung terlalu lama. Kita perlu lebih dalam untuk menyajikan suatu kurban sukarela. Karena Dia adalah Tuhan dan kita adalah umat tebusan-Nya, kita harus melakukan sesuatu dengan cara sukarela. Tidak ada emosi yang terlibat di sini, tetapi sesuatu motivasi yang kuat yang berasal dari tekad kita. Kurban ini dapat berlangsung selama dua hari karena kurban itu lebih kuat.

b. Roti-roti dari Semua Jenis yang Digambarkan di dalam 1), 2), 3), dan 4),

di bawah 2a--Kristus di dalam Keinsanian-Nya sebagai Makanan

untuk Orang-orang yang Mempersembahkan-Nya

Keempat jenis roti yang telah kita gambarkan sebelumnya menunjukkan kristus di dalam keinsanian-Nya sebagai makanan untuk orang-orang yang mempersembahkan-Nya (Im. 7:12-13). Roti-roti itu adalah porsi kenikmatan untuk orang-orang yang mempersembahkan. Semain banyak kita mempersembahkan, semakin banyak makanan yang kita miliki.

5. Porsi Jemaat

Porsi jemaat bagi kenikmatan mereka adalah daging ternak, menunjukkan suplaian Kristus untuk perawatan, di bawah kondisi pembasuhan (Im. 7:19-21; I Kor. 5:8-11, 13b). Seluruh jemaat akan menikmati daging ternak itu, tetapi mereka tidak mempunyai bagian dari roti-roti itu. Kondisi bagi seluruh jemaat untuk menikmati, untuk berbagian di dalam, kurban pendamaian adalah bahwa mereka harus bersih/tahir. Satu Korintus 5 menunjukkan bahwa hari ini kita menjaga Hari Raya Roti Tidak Beragi. Kita perlu menjaga hari raya ini tanpa adanya ragi, yaitu tanpa adanya hal-hal yang penuh dosa. Siapa saja yang hidup di dalam hal-hal yang penuh dosa harus diputuskan dari persekutuan dengan gereja, Tubuh. Orang-orang yang demikian tidak dapat berbagian di dalam kenikmatan kurban pendamaian itu. Ini dengan tegas menunjukkan bahwa siapa saja dari kaum beriman yang masih terlibat dalam hal-hal yang penuh dosa tidak dapat mempunyai persekutuan dalam perjamuan Tuhan. Dia telah diputuskan dari persekutuan Tubuh.