← Daftar isi Pelajaran Dasar tentang Pelayanan · bab 11/22

PELAYANAN PEMBANGUNAN-GEREJA

Pembacaan Alkitab:

Ef. 4:16, 7, 12; 1 Ptr. 4:10; Rm. 12:7a; 16:1; Kis. 6:3; 1 Kor. 12:28b; Mat. 20:26-28; Kol. 1:7; 4: 12, 7; Ef. 6:21

GARIS BESAR

I. Gereja terbangun dengan sendirinya, bukan hanya melalui sendi-sendi penyuplai tetapi juga melalui masing-masing bagian–Ef. 4:16.

II. Kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus bagi pembangunan Tubuh Kristus–Ef. 4:7, 12.

III. Sebagaimana setiap orang telah menerima suatu karunia, maka layanilah seorang akan yang lain, sebagai pengurus yang baik dari berbagai kasih karunia Allah–1 Ptr. 4:10.

IV. Pelayanan praktis–ministri–Rm. 12:7a; 1 Ptr. 4:10:

A. Sebagai diaken-diaken dan diakonis-diakonis–1 Tim. 3:8-13; Flp. 1:1; Rm. 16:1.

B. Melayani orang lain–Kis. 6:3.

C. Membantu orang lain–1 Kor. 12:28b.

D. Sebagai seorang hamba, bahkan seorang budak–Mat. 20:26-27.

V. Contoh-contoh pelayanan demikian:

A. Tuhan Yesus–Mat. 20:28.

B. Epafras–Kol. 1:7; 4:12.

C. Tikhikus–Kol. 4:7; Ef. 6:21.

Di dalam pelajaran ini kita akan melihat pelayanan pembangunan-gereja, yaitu, pelayanan yang membangun gereja.

I. GEREJA TERBANGUN DENGAN SENDIRINYA,

BUKAN HANYA MELALUI SENDI-SENDI PENYUPLAI

TETAPI JUGA MELALUI MASING-MASING BAGIAN

Efesus 4:16 berkata, "Dari pada-Nyalah seluruh tubuh–yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar-kadar tiap-tiap anggota–menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih." Ayat ini menunjukkan bahwa gereja dibangun oleh sendirinya, bukan oleh Tuhan secara langsung. Sendi-sendi penyuplai mengacu kepada karunia khusus seseorang yang disebutkan di dalam ayat 11: rasul-rasul, nabi-nabi, pemberita-pemberita injil, gembala-gembala, dan pengajar-pengajar. Tubuh membangun dirinya sendiri bukan hanya melalui sendi-sendi penyuplai, tetapi juga melalui masing-masing bagian, masing-masing anggota dari Tubuh itu

Kita perlu menekankan perkara ini dengan tegas. Kita bukan berada di dalam ke-Katolik-an atau ke-Protestan-an. Kita adalah gereja. Di dalam ke-Katolik-an ada hirarki paus, kardinal-kardinal, uskup agung, uskup-uskup, dan imam-imam. Di dalam Protestan ada suatu hirarki dari pastur-pastur. Tetapi gereja adalah suatu organisme, Tubuh Kristus yang organik dengan semua anggota yang hidup dan berfungsi. Tidak ada hirarki di dalam Tubuh, gereja.

Kita semua harus berusaha keras untuk menghindari semua jenis hirarki. Ini merupakan suatu perkara yang sangat mudah bagi anggota-anggota yang berfungsi dan yang tidak berfungsi untuk jatuh ke dalam jerat ini. Adalah suatu kecenderungan alamiah untuk mengadakan hirarki, seperti air mengalir dari atas bukit turun ke bawah. Kecenderungan ini masih ada di antara kita, maka kita harus berhati-hati untuk menghindarkannya. Mereka yang ada di antara kita yang mempunyai kemampuan untuk berfungsi harus berjaga-jaga agar tidak menyerobot kesempatan orang lain untuk menunaikan fungsinya. Kita harus memberikan suatu kesempatan sehingga semua kaum beriman mendapat kesempatan untuk berfungsi, kita harus mendorong semua kaum beriman, besar dan kecil untuk menunaikan fungsinya.

II. KEPADA KITA MASING-MASING TELAH DIANUGERAHKAN KASIH KARUNIA

MENURUT UKURAN PEMBERIAN KRISTUS BAGI PEMBANGUNAN TUBUH KRISTUS

Efesus 4:7 berkata, "Tetapi kepada kita masing-masing telah di anugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus." Kasih karunia yang diberikan kepada kita ini adalah bagi pembangunan Tubuh Kristus (ay. 12). Kasih karunia telah diberikan kepada kita masing-masing tanpa pengecualian. Kita harus meyakinkan kaum beriman bahwa tidak ada alasan untuk tidak berfungsi. Selama Anda percaya di dalam Tuhan Yesus, Anda telah dilahirkan kembali. Di dalam roh kelahiran kembali Anda, ada suatu ukuran. Kita harus meyakinkan kaum beriman akan perkara ini dan kita melakukannya sebaik mungkin untuk mengembangkan ukuran mereka.

III. SEBAGAIMANA SETIAP ORANG TELAH MENERIMA SUATU KARUNIA,

MAKA LAYANILAH SEORANG AKAN YANG LAIN,

SEBAGAI SEORANG PENGURUS YANG DARI BERBAGAI KASIH KARUNIA ALLAH

Satu Petrus 4:10 berkata, "Layanilah seorang akan yang lain sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari berbagai kasih karunia Allah." Di dalam ayat ini Petrus menunjukkan bahwa setiap orang telah menerima suatu karunia. Firman ini mengatakan bahwa setiap orang telah menerima suatu karunia, maka tidak ada alasan; kita harus meministrikan karunia ini kepada yang lainnya. kita harus melayani seorang akan yang lain dengan karunia ini. Kata minister di dalam bahasa Yunani sesungguhnya berarti serve (melayani). Seorang minister secara sederhana berarti seorang hamba atau seorang diaken. Setiap orang adalah seorang minister, seorang hamba, seorang diaken, seorang pelayan, yang meministrikan kasih karunia kepada orang lain. Karena kita semua telah menerima suatu karunia, kita perlu meministrikan karunia ini kepada seorang akan yang lain sebagai pengurus yang baik dari berbagai kasih karunia Allah. Ini adalah kasih karunia di dalam banyak aspek. Berbagai kasih karunia Allah dan berlipat ganda dapat diministrikan sepenuhnya pada saat semua kaum beriman meministrikan, atau melayani.

IV. PELAYANAN PRAKTIS--MINISTRI

Sekarang kita akan melihat sesuatu mengenai pelayanan praktis–ministri (Rm. 12:7a; 1 Ptr. 4:10). Ketika kita menyinggung pelayanan praktis, itu berarti kita menyinggung mengenai ministri praktis.

A. Sebagai Diaken-diaken dan Diakonis-diakonis

Pelayanan praktis, ministri praktis, di dalam gereja adalah oleh diaken-diaken dan diakonis-diakonis (1 Tim. 3:8-13; Flp. 1:1; Rm. 16:1). Diaken-diaken dan diakonis-diakonis adalah orang-orang yang melayani. Satu Timotius 3:8-13 menunjukkan kepada kita syarat-syarat dari diaken-diaken dan diakonis-diakonis.

B. Melayani Orang Lain

Ministri praktis adalah salah satu dari melayani orang lain. Kisah Para Rasul 6:3 mengatakan bahwa ketujuh diaken telah ditunjuk untuk memperhatikan keperluan praktis akan pelayanan meja. Orang-orang ini penuh dengan Roh dan hikmat.

C. Membantu Orang Lain

Satu Korintus 12:28b menggunakan istilah helps. Ini mengacu kepada pelayanan-pelayanan dari diaken-diaken dan diakonis-diakonis. Ayat-ayat ini memberikan kepada kita suatu pandangan yang jelas bahwa kaum beriman di gereja lokal itu seharusnya memperhatikan seorang akan yang lainnya. Jika Anda memerlukan sesuatu, saya harus melayani Anda. Jika saya memerlukan sesuatu, Anda harus melayani saya. Kehidupan gereja bukan hanya suatu perkara sidang saja. Melayani seorang akan yang lainnya seharusnya menjadi suatu bagian dari kehidupan kita bersama-sama. Pada permulaan kehidupan gereja, orang-orang yang melayani bahkan memperhatikan pelayanan meja. Paulus menggunakan kata helps/membantu dengan cara yang umum. Perkataan ini mencakup segalanya. Jika seorang saudara mengetahui di mana tempat pemangkas rambut dan Anda membantunya, ini adalah pelayanan praktis dan inilah kasih persaudaraan. Membantu seorang akan yang lain adalah praktek dari kehidupan Tubuh dengan cara bersama-sama.

D. Sebagai seorang Hamba, Bahkan seorang Budak

Praktek pelayanan kita harus menjadi seorang hamba, bahkan seorang budak. Perkara ini menurut Matius 20:26-27. Orang-orang yang besar di antara kita harus menjadi budak-budak bagi orang lain. Sedikitnya kita harus menjadi hamba-hamba bagi orang lain.

V. CONTOH-CONTOH PELAYANAN YANG DEMIKIAN

Di dalam pelajaran ini kita akan memberikan tiga contoh pelayanan yang demikian.

A. Tuhan Yesus

Tuhan Yesus mengatakan bahwa Dia datang bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani, untuk meministrikan (Mat. 20:28). Dia melayani kita bahkan dengan memberikan nyawa-Nya. Ini menunjukkan bahwa kita bahkan harus mati untuk saudara-saudara kita jika itu perlu. Kita harus menanggalkan kehidupan-kehidupan kita untuk saudara-saudara kita (1 Yoh. 3:16). Tuhan Yesus adalah teladan bagi kita dalam melayani saudara-saudara bahkan sampai mengorbankan nyawa bagi kita.

B. Epafras

Di dalam kitab Kolose Paulus menyebutkan Epafras dua kali. Paulus mengatakan bahwa dia adalah "seorang pelayan Kristus yang setia" demi kepentingan kaum beriman (1:7) dan salah seorang yang selalu bergumul demi kepentingan mereka di dalam doa (4:12). Seorang pelayan yang setia adalah seorang hamba yang setia. Epafras meninggalkan Paulus dari Kolose, dan kembali kepada Paulus ke Kolose untuk melayani kaum beriman di sana. Seorang pelayan Kristus bukan hanya seorang hamba Kristus, yang melayani Kristus, tetapi seorang yang melayani, yang melayani orang lain dengan Kristus melalui melayankan Kristus kepada mereka.

C. Tikhikus

Di dalam Kolose 4:7 dan Efesus 6:21 Paulus mengatakan Tikhikus sebagai seorang saudara yang kekasih, pelayan yang setia, dan rekan sebudak di dalam Tuhan. Ayat-ayat ini menunjukkan kepada kita bahwa pada hari-hari terakhir ada beberapa saudara-saudara yang melayani gereja sepenuh-waktu. Kalau tidak, mereka tidak dapat bepergian sampai begitu jauh seperti yang mereka lakukan. Pada zaman dahulu untuk bepergian dengan kapal dari satu tempat ke tempat lainnya dapat menghabiskan waktu beberapa bulan. Mereka memerlukan waktu yang panjang untuk pergi ke suatu tempat tertentu dan kembali, maka tentunya mereka melayani kaum beriman dan gereja-gereja sepenuh-waktu mereka.

Kita harus menunjukkan bahwa ada sesuatu ciri khas yang unik dan khusus dari kehidupan gereja pada masa lalu. Kehidupan gereja bukanlah suatu organisasi di mana orang-orang dipekerjakan dan dipecat. Kehidupan gereja adalah suatu perkara kasih terhadap Tuhan dan terhadap kaum beriman. Sebab ada beberapa kaum beriman terkasih yang mengasihi Tuhan, mengasihi gereja, dan mengasihi kaum beriman, mereka melayani orang lain sampai mengorbankan nyawanya. Pada permulaan abad kesembilanbelas, ada satu macam situasi di antara yang disebut Kaum Saudara. Inilah sebabnya mengapa mereka dianggap sebagai penggenapan dari gereja di Filadelfia, gereja kasih persaudaraan. Pelayanan yang membangun gereja haruslah seperti ini.