← Daftar isi Pelajaran Dasar tentang Pelayanan · bab 12/22

KASIH KARUNIA–PELAYANAN MEMINISTRIKAN

Pembacaan Alkitab:

Rm. 12:4-6a, 7a; Ef. 4:7; 1 Ptr. 4:10; Yoh. 1:17b; 1 Kor. 15:10; 2 Kor. 12:9

GARIS BESAR

I. Semua anggota Tubuh Kristus mendapatkan karunia–Rm. 12:6a

II. Kepada setiap anggota telah dianugerahkan kasih karunia–Ef. 4:7; Rm. 12:6b.

III. Semua anggota adalah pengurus dari berbagai kasih karunia Allah–1 Ptr. 4:10.

IV. Pelayanan di dalam gereja adalah fungsi anggota-anggota dengan kasih karunia.

V. Kasih karunia adalah Allah diwujudkan di dalam Kristus sebagai kenikmatan kita–Yoh. 1:17b; 1 Kor. 15:10.

VI. Melayani di dalam gereja adalah melayan Kristus sebagai kasih karunia kepada orang lain:

A. Pertama, kita perlu mengalami kasih karunia Kristus di dalam keadaan kita sendiri–2 Kor. 12:9.

B. Kemudian kita melayankan kasih karunia kepada orang lain melalui pelayanan kita.

VII. Sasaran pelayanan kita:

A. Bukan untuk merampungkan hal-hal.

B. Melainkan untuk menginfuskan kepada orang lain dengan Kristus sebagai kasih karunia.

Di dalam pelajaran ini kita akan melihat kasih karunia–pelayanan meministrikan. Roma 12:4-6a mengatakan bahwa kasih karunia telah dianugerahkan kepada setiap anggota dan bahwa setiap anggota memiliki suatu karunia. Efesus 4:7 mengatakan bahwa kepada kita masing-masing kasih karunia telah dianugerahkan menurut ukuran pemberian Kristus. Kemudian 1 Petrus 4;10 memberitahukan kepada kita bahwa kita harus menjadi pengurus-pengurus yang baik dari berbagai kasih karunia Allah. Yohanes 1:17b menunjukkan kepada kita bahwa kasih karunia adalah Kristus itu sendiri datang sebagai perwujudan Allah bagi kenikmatan kita. Di dalam 1 Korintus 15:10 Paulus berkata, "Aku telah bekerja lebih keras... namun bukan aku tetapi kasih karunia Allah yang menyertai aku." Kemudian di dalam 2 Korintus 12:9 Tuhan berkata kepada Paulus, "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna."

I. SEMUA ANGGOTA TUBUH KRISTUS MENDAPATKAN KARUNIA

Roma 12:6a mengatakan bahwa kita semua memiliki karunia-karunia yang berbeda-beda menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita. Ini menunjukkan bahwa semua anggota Tubuh Kristus memiliki karunia. Kita harus memberi kesan kepada kaum beriman tentang perkara ini. Mereka mungkin mengetahui bahwa semua anggota Tubuh Kristus mempunyai karunia, tetapi mereka tidak menggunakan karunianya.

II. KEPADA SETIAP ANGGOTA TELAH

DIANUGERAHKAN KASIH KARUNIA

Menurut Efesus 4:7 dan Roma 12:6b bahwa kepada setiap anggota telah dianugerahkan kasih karunia. Kita perlu membacakan kedua ayat ini kepada kaum beriman dengan berulang-ulang agar memberi kesan kepada mereka bahwa kepada mereka semua telah dianugerahkan kasih karunia. Di dalam berita ini hal-hal yang diperlukan adalah untuk memberi kesan kepada kaum beriman. Mereka mungkin mengetahui beberapa poin ini, mereka belum pernah terkesan dengan poin-poin itu.

III. SEMUA ANGGOTA ADALAH PENGURUS

DARI BERBAGAI KASIH KARUNIA ALLAH

Menurut 1 Petrus 4:10, semua anggota adalah pengurus dari berbagai kasih karunia Allah atau kasih karunia Allah yang berlipat ganda. Pada poin ini kita perlu membicarakan lebih banyak. Ini bukanlah suatu pemikiran yang biasa bagi kaum beriman. Kasih karunia Allah bukan hanya satu aspek; kasih karunia Allah itu memiliki aspek yang berlipat ganda. Orang-orang Pentakosta mengira bahwa kasih karunia hanyalah untuk berbicara dalam bahasa lidah. Jika Anda berbicara dalam bahasa lidah, Anda tidak mempunyai kasih karunia. Bagi mereka yang hanya untuk penyembuhan; kasih karunia adalah suatu keajaiban. Jika Anda tidak mempunyai keajaiban-keajaiban, Anda tidak mempunyai kasih karunia. Tetapi Perjanjian Baru memperlihatkan kepada kita bahwa melayani kaum beriman dengan secangkir air dingin adalah juga suatu aspek dari kasih karunia. Membersihkan balai sidang dan mempersiapkan kursi-kursi bagi kaum beriman untuk duduk, adalah kasih karunia Allah yang lainnya. Jika seorang saudara dibatasi oleh suatu keadaan tertentu, dan saya pergi untuk berdoa dengannya, itu juga masih aspek kasih karunia yang lainnya. Kasih karunia Allah adalah berlipat ganda. Kita dapat mengilustrasikan poin ini di dalam banyak cara kepada kaumn beriman.

Gereja adalah masyarakat yang terbaik dan memiliki kumpulan hayat yang terbaik. Di dalam suatu masyarakat dengan kumpulan hayat yang demikian, ada keperluan akan bermacam-macam pelayanan. Setiap pelayanan adalah suatu aspek dari kasih karunia yang dilayankan oleh kaum beriman kepada kaum beriman lainnnya. Jadi, semua kaum beriman sebagai anggota-anggota Tubuh Kristus adalah pengurus dari kasih karunia Allah yang berlipat ganda. Pada satu pihak, kita adalah anggota-anggota Tubuh Kristus, dan pada pihak lain kita adalah pelayan-pelayan Allah. Pelayan-pelayan adalah orang yang mempunyai tugas untuk melauankam kekayaan suplaian itu kepada orang lain. Seorang pelayan adalah seorang yang selalu menyuplaikan orang lain dengan keperluan-keperluan tertentu, maka kita harus membantu kaum beriman agar menyadari bahwa setiap saudara dan setiap saudari hari ini di dalam kehidupan gereja adalah sebagai anggota Kristus yang harus menjadi seorang pelayan Allah yang ditugaskan oleh Allah, yang diamanatkan Allah, diperintah oleh Allah, dengan beberapa aspek dari kasih karunia-Nya untuk melayankan kepada orang lain bagi suplaian mereka.

Ada seorang saudara, yang saya kenal selama tiga puluh tahun dan yang sekarang telah bersama dengan Tuhan, adalah suatu contoh yang baik dari kasih karunia ini–pelayanan meministrikan. Dia tidak berbicara banyak di dalam sidang-sidang karena dia ditugaskan dengan karunia yang satu itu. Tetapi kapan saja saya pergi ke lokalitasnya di Taiwan, saya selalu melihat dia melayani dengan beberapa cara di balai sidang. Dia adalah seorang pensiunan biasa dari pasukan yang hidup dengan pensiunannya dan menghabiskan sepanjang waktunya untuk melayani gereja. Dia melayani kaum beriman dengan banyak cara untuk memenuhi keperluan mereka.

Tentunya, kita berharap bahwa semua saudara dan saudari mau berfungsi dengan membuka mulut mereka untuk berbicara di dalam sidang-sidang. Tetapi kita tidak suka untuk memaksa kaum beriman untuk melakukan hal ini, sebab ada beberapa orang yang tidak mempunyai porsi yang khusus dari kasih karunia itu untuk menjadi pembicara-pembicara. Jika Anda meminta orang-orang tertentu untuk berfungsi, ini adalah seperti meletakkan mereka ke dalam peti mati. Kita tidak seharusnya melakukan perkara ini. Kita harus membuat perkara ini jelas secara umum. Kita dapat mengatakan bahwa kita menyadari bahwa ada beberapa kaum beriman yang tidak mempunyai suatu porsi berbicara, maka kita tidak akan memaksa mereka untuk berbicara. Mereka mempunyai satu mulut untuk makan dan bernafas tetapi bukan satu mulut yang berbicara. Tetapi mereka seharusnya masih melayani di dalam gereja menurut kasih karunia yang telah dianugerahkan kepada mereka. Mereka dapat melayani secara praktis dalam sesuatu seperti membersihkan balai sidang. Semua kaum beriman itu akan mendapatkan keuntungan dari pembersihan mereka. Itu adalah kasih karunia untuk "membersihkan." Kita seharusnya mengilustrasikan pelayanan yang praktis kepada kaum beriman dengan cara ini.

Ada beberapa kaum beriman mungkin merasa terganggu mengenai perihal berbicara ini sehingga mereka tidak berani ke sidang. Mereka bukan saja tidak merasa gembira datang bersidang dan mereka bahkan merasa agak malu. Mereka tidak mempunyai aspek kasih karunia yang khusus, maka sulit bagi mereka untuk berbicara. Tetapi pada pihak lain, kita harus membuat perkara itu jelas bahwa setiap orang yang mempunyai mulut tidak boleh beralasan. Anda mungkin dapat menipu umat, tetapi Anda tidak dapat menipu Tuhan. Tuhan tahu kalau Anda sungguh cerewet. Seorang saudara mungkin tidak begitu banyak berbicara di dalam sidang-sidang, tetapi dia mungkin banyak berbicara kepada isterinya.

Kita perlu berada pada poin ini untuk memberi kesan kepada semua kaum beriman bahwa mereka semua adalah pelayan-pelayan yang dipercayai banyak aspek kasih dari karunia Allah. Kasih karunia Allah adalah berlipat ganda. Anda tidak dapat mengatakan bahwa Anda belum pernah dianugerahi kasih karunia. Anda telah dianugerahi kasih karunia itu. Anda mungkin tidak mempunyai aspek kasih karunia seperti Paulus miliki atau aspek kasih karunia yang beberapa penatua miliki, tetapi Anda pasti mempunyai aspek kasih karunia. Allah telah menganugerahi sesuatu kepada Anda.

IV. PELAYANAN DI DALAM GEREJA ADALAH FUNGSI DARI ANGGOTA-ANGGOTA DENGAN KASIH KARUNIA

Pelayanan praktis di dalam gereja, memelihara balai sidang dengan mengatur kursi-kursi, membersihkan jendela-jendela, memotong rumput, merapikan pohon-pohon, adalah fungsi dari anggota-anggota itu dengan kasih karunia. Sewaktu Anda memotong rumput, Anda dapat melayankan kasih karunia kepada orang lain yang sedang memotong rumput bersama-sama dengan Anda.

Jika kita menyewa tukang sapu untuk membersihkan balai sidang, hal itu akan menciptakan satu jenis keadaan. Tetapi jika semua kaum beriman datang untuk memperhatikan pekerjaan pembersihan di dalam balai sidang dengan banyak berdoa, hal ini akan membuat suatu perbedaan yang besar. Kemudian balai sidang akan menjadi tandu di dalam Kidung Agung, yang dibangun dan dipersiapkan melalui kasih perawan-perawan (3:9-10). Pelayanan kaum beriman mempersiapkan balai sidang adalah untuk menjadi tandu yang di atasnya Kristus dapat dibawa. Balai sidang yang demikian tentu akan berbeda dengan segala macam auditorium. Ketika kita masuk ke dalam sebuah auditorium, kita akan mempunyai perasaan dingin. Tetapi ketika kita masuk ke dalam balai sidang kita, yang telah dipersiapkan, dibersihkan dan dibereskan oleh perawan-perawan, perasaannya akan berbeda. Kita tidak seharusnya mengira bahwa membersihkan lantai balai sidang atau membereskan satu jendela saja di dalam balai sidang adalah suatu hal yang kecil.

Di kampung halaman saya di Chefoo, ada seorang saudara tua yang adalah menejer dari satu perusahaan asuransi yang besar. Dia sehat, setiap hari Sabtu dia datang hanya dengan tujuan untuk membersihkan lima jendela dari balai sidang itu. Dia mengatakan kepada setiap orang untuk menyisakan kelima jendela itu. Kelima jendela itu adalah kelima "mata" dari balai sidang itu pada bagian depan. Dia memperhatikan jendela-jendela itu membersihkannya seperti kristal, dan ada sejumlah kaum beriman yang diinspirasi dan didorong oleh pelayanannya.

Balai sidang dari gereja di Chefoo dipakai secara besar-besaran oleh Tuhan. Ada seorang saudara muda melewati balai sidang dengan sepedanya membaca ayat yang ditempatkan di halaman luar balai sidang itu. Ayat itu adalah Kisah Para Rasul 16:31: "Percayalah kepada Tuhan Yesus, dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu." Dia melihat ayat itu, turun dari sepedanya, dan berdoa dan diselamatkan oleh Tuhan. Setelah dia masuk ke dalam kehidupan gereja, dia memberikan kepada kita kesaksian ini.

Ada satu saudari, yang menjadi seorang diakonis di antara kita, terbeban untuk berdoa bagi keselamatan suaminya, yang adalah seorang usahawan yang baik di Shanghai. Seorang saudara di antara kita adalah temannya, dan dia mengundangnya agar datang ke sidang pemberitaan injil kita pada hari yang kedua dari tahun baru itu. Disebabkan oleh kesetiakawanannya dengan saudara ini dan disebabkan oleh istrinya, dia merasakan bahwa dia tidak dapat menolak undangan ini. Malam harinya sebelum dia datang ke sidang, dia bermimpi. Di dalam mimpinya dia melihat balai sidang itu dan sekelompok orang pada jalan masuk sedang menyambut orang-orang. Di dalam mimpinya dia masuk ke dalam balai sidang itu dan naik sebuah tangga ke lantai dua. Dia melihat temannya, yang adalah seorang saudara di dalam gereja, pada tangga lainnya. Dia juga melihat interior balai sidang itu. Ketika dia bangun pada keesokan harinya, dia membayangkan apa yang telah dia mimpikan. Tidak ada perlu bagi temannya atau istrinya untuk mendesak dia untuk pergi ke sidang, karena dia ingin pergi untuk melihat apakah balai sidang itu sesuai dengan apa yang telah dia lihat di dalam mimpinya. Ketika dia pergi, dia menyelidiki balai sidang itu dengan orang-orang pada jalan masuk yang sedang menyambut orang-orang. Dia masuk ke dalam balai itu, dan balai sidang itu persi dengan apa yang telah dia lihat di dalam mimpinya. Dia melihat temannya datang pada tangga lainnya menurut apa yang dia mimpikan. Balai sidang itu dipenuhi orang-orang pada hari itu. Setelah saya memberitakan injil di dalam sidang itu, dia adalah orang yang pertama yang berdiri dan berdoa untuk menerima Tuhan bagi keselamatannya.

Poin saya di dalam membagikan hal ini adalah bahwa balai sidang di Chefoo itu dipakai dan diberkati oleh Tuhan secara besar-besaran disebabkan oleh pelayanan praktis yang dituangkan oleh begitu banyak kaum beriman. Setiap bagian kecil dari balai sidang itu dibersihkan dan dipersiapkan dengan banyak kasih dan doa. Sewaktu kaum beriman di Chefoo membersihkan balai sidang itu, mereka berdoa. Seperti seseorang membersihkan sebuah kursi, dia akan berdoa, "Tuhan, saya berdoa bahwa siapa saja yang duduk di atas kursi ini akan diselamatkan. " Mereka berdoa dengan tegas dengan cara ini.

Di dalam seluruh kehidupan saya, saya belum pernah melihat kehidupan gereja yang demikian seperti yang terjadi di Chefoo. Tidak ada raksasa rohani di antara kita, melainkan ada pelayanan dan fungsi dari semua anggota. Bahkan anak-anak kita sedang mencari kesempatan untuk melayani kaum beriman. Sewaktu sidang-sidang injil berlangsung, ada beberapa ruangan kecil di dalam balai sidang yang penuh oleh kaum beriman yang sedang berdoa. Mereka berdoa sampai sidang itu berakhir. Itu adalah sebuah gereja yang melayani secara sepenuhnya. Gereja itu dibesarkan dan dibangun oleh setiap anggota yang berfungsi secara spontan. Kita harus membiarkan kaum beriman mengenal bahwa pelayanan gereja adalah suatu fungsi semua anggota dengan kasih karunia. Kasih karunia ini akan sampai kepada orang-orang, memelihara orang-orang, dan bahkan menyelamatkan orang-orang.

V. KASIH KARUNIA ADALAH ALLAH DIWUJUDKAN DI DALAM KRISTUS SEBAGAI KENIKMATAN KITA

Kasih karunia adalah Allah diwujudkan di dalam Kristus sebagai kenikmatan kita (Yoh. 1:17b; 1 Kor. 15:10). Setiap anggota mempunyai pengalaman Kristus sebagai kasih karunia ini. Di dalam perkara apa pun juga yang kita lakukan untuk melayani dengan praktis, kasih karunia akan menyertai kita, dan kasih karunia ini akan keluar mencapai orang lain. Ini berarti bahwa kita melayankan kasih karunia kepada orang lain di dalam pelayanan kita.

VI. MELAYANI DI DALAM GEREJA ADALAH MELAYANKAN KRISTUS SEBAGAI KASIH KARUNIA KEPADA ORANG LAIN

Tidak peduli apa pun juga yang kita lakukan untuk melayani secara praktis, jika kita sungguh-sungguh melakukannya di dalam roh, kasih karunia tentu akan menyertai kita. Kemudian oleh pekerjaan kita, kita akan melayankan Kristus sebagai kasih karunia kepada orang lain. Pertama, kita perlu mengalami kasih karunia Kristus di dalam keadaan kita sendiri (2 Kor. 12:9). Kemudian kita dapat melayankan kasih karunia kepada orang lain dalam pelayanan kita. Di sini kita seharusnya menekankan bahwa supaya kita mengalami Kristus sebagai kasih karunia, Allah akan selalu memberikan kepada kita keadaan-keadaan tertentu. Penderitaan-penderitaan dan kesulitan-kesulitan sering ditetapkan Tuhan bagi kita supaya kita mengalami Kristus sebagai kasih karunia. Maka ketika Paulus meminta kepada Tuhan tiga kali untuk mengambil duri di dalam dagingnya, Tuhan tidak mau melakukannya. Dia mengatakan bahwa kasih karunia-Nya cukup bagi Paulus. Di bawah keadaan-keadaan tertentu yang ditentukan Allah, kita akan mengalami kasih karunia dan mengumpulkan kasih karunia untuk mendapatkan suatu penyimpanan kasih karunia di dalam kehidupan kristiani kita. Kemudian ketika kita melayani, kita akan mempunyai sesuatu sebagai kasih karunia untuk dilayankan kepada orang lain.

VII. SASARAN PELAYANAN KITA

Sasaran pelayan kita bukanlah untuk merampungkan hal-hal, bahkan dengan sesuatu seperti membersihkan lantai. Sasaran kita adalah untuk menginfuskan kepada orang lain dengan Kristus sebagai kasih karunia. Kita dapat menginfuskan kepada satu dengan yang lainnya dengan kasih karunia sewaktu kita melayani bersama-sama. Seharusnya tidak ada gosip, bersungut-sungut, kritik, atau perkatan sia-sia. Pembicaraan kita harus menjadi persekutuan kita dengan kasih karunia untuk menginfuskan satu dengan yang lainnya. Kita perlu mempunyai kasih karunia untuk melayankan kepada orang lain. Sebenarnya sasaran kita bukanlah untuk memelihara kebersihan balai sidang, tetapi untuk melayankan Kristus sebagai kasih karunia kepada orang lain.