BAHAYA DAN KERUGIAN JIKA TIDAK MENGGUNAKAN KARUNIA KITA
Pembacaan Alkitab: Mat. 24:48-51; 25:24-31
GARIS BESAR
I. Bahaya:
A. Memukul sesama budak kita–memperlakukan tidak benar sesama kaum beriman–24:49a.
B. Makan dan minum dengan pemabuk–berteman dengan orang yang mabuk dengan hal-hal duniawi–24:49b
C. Menyembunyikan karunia kita di dalam tanah–25:25:
1. Menjadi pasif, tidak aktif, bagi pelayanan Tuhan.
2. Hanya memelihara karunia Tuhan, tanpa kehilangan atau mencari keuntungan dari karunia itu.
II. Kerugian:
A. Diputuskan dari Tuhan pada saat kedatangan-Nya–dipisahkan dari Tuhan dalam kemuliaan-Nya yang akan datang–24:51:
1. Diganjar secara dispensasi.
2. Di dalam ratap dan kertak gigi.
B. Kehilangan karunia kita–25:28-29.
C. Dilemparkan ke dalam kegelapan di luar dari kemuliaan Tuhan yang akan datang–25:30; 8:12.
Di dalam pelajaran ini kita akan melihat bahaya dan kerugian jika tidak menggunakan karunia kita. Pelajaran sebelumnya memberitahukan kepada kita bahwa kita semua mempunyai karunia. Sekarang pelajaran ini memperingatkan kita bahwa jika kita tidak menggunakan karunia kita, ini berbahaya, dan ini akan menjadi suatu kerugian. Semua poin-poin ini dibahas secara mendetail di dalam pelajaran Hayat Matius (lihat berita enam puluh tiga sampai enam puluh enam, hal. 733-774).
Masalah yang paling besar hari ini dengan orang-orang Kristen adalah bahwa kebanyakan dari mereka tidak menggunakan karunianya. Saya dapat mengatakan bahwa hampir sembilan puluh persen orang-orang Kristen sejati hari ini menolak karunianya. Tentu, perkara ini disebabkan oleh ke-Katholikan dan Protentanisme. Disebabkan oleh kedua organisasi yang besar ini dengan hirarki dan sistem kependetaan mereka, banyak karunia-karunia dan fungsi-fungsi kaum beriman yang telah ditiadakan. Mereka tidak menggunakan karunia-karunianya, dan mereka tidak menyadari bahwa perkara ini merupakan suatu kesalahan yang serius yang akan menyebabkan suatu kerugian besar baginya. Saya rasa kita perlu pelajaran demikian untuk memperingatkan semua kaum beriman di antara kita dan menyetir hati mereka agar menggunakan karunia-karunianya.
Kita harus menekankan beban pada pelajaran sebelumnya kepada kaum beriman sekali lagi. Kita perlu melihat bahwa semua anggota Tubuh Kristus mempunyai karunia (Rm. 12:6a). Di dalam perumpamaan Tuhan dalam Matius 24 dan 25, Tuhan menunjukkan bahwa setiap orang dari kaum beriman-Nya mempunyai satu karunia. Dia tidak memberikan kesempatan kepada kaum beriman-Nya untuk beralasan agar tidak berfungsi. Semua kaum beriman adalah persona-persona yang berkarunia.
Matius 25 memberitahukan kepada kita bahwa ada beberapa orang yang mempunyai lima talenta, ada beberapa orang yang mempunyai dua talenta, dan yang lainnya satu talenta. Pada yang terakhir, kita adalah orang-orang yang mempunyai satu talenta. Seorang kaum beriman tidak dapat mengatakan bahwa dia belum menerima satu talenta. Kita harus menekankan dengan keras perihal yang satu ini. Ini adalah suatu dusta. Menurut kebenaran Alkitab, setiap orang percaya mempunyai satu karunia. Anda mungkin mempunyai karunia yang paling kecil, tetapi Anda masih mempunyai satu karunia. Setiap orang bertalenta; setiap orang berkarunia.
Efesus 4:11 membicarakan tentang rasul-rasul, nabi-nabi, pemberita-pemberita injil, dan gembala-gembala dan pengajar-pengajar. Persona-persona yang berkarunia yang disebutkan di sini adalah mereka yang telah diberi suatu karunia yang khusus. Tetapi ayat 7 berkata, "Kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus." Kita masing-masing adalah termasuk setiap anggota Tubuh Kristus, yang masing-masing telah menerima suatu karunia yang umum. Hal ini menunjukkan bahwa setiap orang adalah persona yang berkarunia dan bertanggung jawab untuk menggunakan karunianya. Kaum Saudara tidak suka menggunakan sebutan penatua, maka mereka menggunakan istilah saudara pewajib. Ini adalah suatu istilah yang salah sebab setiap orang yang percaya itu mempunyai kewajiban/bertanggung jawab. Siapakah saudara atau saudari yang tidak bertanggung jawab? Kita harus berhati-hati untuk tidak menggunakan istilah saudara pewajib, sebab kita semua berkarunia dan bertanggung jawab di hadapan Tuhan untuk menggunakan karunia kita bagi pembangunan Tubuh Kristus.
I. BAHAYA:
A. Memukul Sesama Hamba–
Memperlakukan Tidak Benar Sesama Kaum Beriman
Matius 24 membicarakan tentang hamba yang jahat yang "berkata di dalam hatinya, tuan-Ku tidak datang-datang, dan dia mulai memukul sesama hamba–nya..." (ay. 48-49a). Ketika kita memperlakukan sesama orang yang percaya dengan mengkritik, melawan, atau meremehkannya, itu adalah memukulnya di mata Tuhan. Kita harus mengatakan perkataan yang keras di sini. Kita akan dapat lebih mudah jatuh ke dalam bahaya ini tanpa sadar. Kita dapat jatuh ke dalamnya dengan mengkritik saudara dan saudari. Kadang-kadang kita melawan atau meremehkan beberapa dari kaum beriman. Mungkin kita bahkan berkelahi dengan mereka. Inilah memukul hamba-hamba Tuhan, yang adalah sesama hamba.
B. Makan dan Minum dengan Pemabuk–Berteman dengan Orang-orang yang Mabuk dengan Hal-hal Duniawi
Matius 24:49b mengatakan bahwa hamba yang jahat ini "makan dan minum dengan pemabuk." Perkataan Tuhan di dalam Matius 24 adalah suatu perumpamaan. Karena perkara itu merupakan perumpamaan, maka itu harus ditafsirkan. Makan dan minum dengan pemabuk adalah berteman dengan orang-orang dunia, yang mabuk dengan hal-hal duniawi. Mereka mabuk dengan kenikmatan dunia mereka. Ini adalah berbahaya jika tidak menggunakan karunia kita. Begitu kita menjadi seorang yang bergaul dengan orang-orang dunia, kita tidak akan setia kepada Tuhan dalam menggunakan karunia yang Dia berikan kepada kita, maka kita jatuh ke dalam bahaya.
C. Menyembunyikan Karunia Kita di dalam Tanah
1. Menjadi Pasif, tidak Aktif, bagi Pelayanan Tuhan
Di dalam Matius 25:25 hamba yang bodoh mengatakan kepada tuannya, "Aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah; Ini, terimalah kepunyaan tuan!" Takut adalah negatif. Kita seharusnya agak, positif dan agresif dalam menggunakan karunia Tuhan. Pergi dan menyembunyikan talenta Tuhan di dalam tanah adalah terlalu pasif. Kita harus aktif di dalam pekerjaan Tuhan. Jika kita menyembunyikan karunia kita, kita tidak perlu melakukan sesuatu. Menjadi pasif dan tidak aktif bagi pelayanan Tuhan berarti menyembunyikan karunia kita dan tidak menggunakannya.
2. Hanya Memelihara Karunia Tuhan tanpa Kehilangan
atau Mencari Keuntungan dari Karunia itu
Hanya memelihara karunia Tuhan dan tidak kehilangan itu tidaklah cukup; kita harus mendapatkan keuntungan dengan menggunakannya. Di dalam pelajaran ini kita tidak perlu masuk ke dalam pengertian penuh akan perumpamaan ini, sebab kita dapat meminta kaum beriman untuk membaca Berita pelajaran-Hayat di dalam Matius. Tetapi kita harus menekankan kepada mereka bahwa sebenarnya menyembunyikan karunia kita di dalam tanah bukanlah menggunakannya. Tanah mengacu kepad hal-hal duniawi. Selama kita tidak menggunakan karunia kita, kita sedang menyembunyikannya.
Kita harus menunjukkan ketiga bahaya ini: memperlakukan dengan tidak benar sesama kaum beriman, berteman dengan orang-orang dunia, dan tidak menggunakan karunia kita untuk melaksanakan pelayanan Tuhan. Kita harus menunjukkan bahwa banyak orang yang sedang menyembunyikan karunianya, tidak menggunakan karunianya, sebab mereka tidak melayani.
II. KERUGIAN
A. Diputuskan dari Tuhan pada Kedatangan-Nya Kembali–Dipisahkan dari Tuhan di dalam Kemuliaan-Nya yang akan Datang
Ketika Tuhan datang kembali, Dia akan datang di dalam kemuliaan. Dengan kata lain, Dia akan disertai dengan kemuliaan-Nya. Orang-orang yang tidak setia yang tidak menggunakan karunia mereka akan diputuskan dari kemulian-Nya pada kedatangan-Nya kembali (Mat. 24:51). Mereka tidak akan berbagian di dalam kemuliaan-Nya yang akan datang. Untuk mendapatkan suatu pengertian yang penuh akan perkara ini, kita perlu membaca Berita-berita Pelajaran-Hayat Matius.
1. Diganjar secara Dispensasi
Diputuskan dari kemuliaan Tuhan yang akan datang adalah suatu pengganjaran dispensasional.
2. Dalam Ratap dan Kertak Gigi
Orang-orang yang diganjar akan berada di dalam ratapan dan kertakan gigi. Ratapan menunjukkan menyesal, dan kertakan gigi menunjukkan menyalahkan-diri sendiri. Kita tidak mengetahui seperti apakah pengganjaran ini, tetapi kita tahu bahwa itu merupakan suatu penderitaan.
B. Kehilangan Karunia Kita
Matius 25:28 dan 29 berkata, "Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia akan berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil daripadanya." Ayat-ayat ini memperlihatkan bahwa kita dapat kehilangan karunia kita disebabkan karena kebodohan kita. Jika kita tidak menggunakan talenta kita, Tuhan akan mengambilnya kembali dari kita ketika Dia datang kembali, dan kita akan kehilangan karunia kita. Jika kita tidak menggunakan karunia kita, ini berarti bahwa kita menghamburkannya.
C. Dilemparkan ke dalam Kegelapan di luar
Kemuliaan Tuhan yang akan Datang
Kegelapan di luar adalah kegelapan di luar kemuliaan Tuhan yang akan datang di dalam manifestasi kerajaan surga (Mat. 25:30; 8:12). Dilemparkan ke dalam kegelapan yang di luar bukanlah dihukum; melainkan ditanggulangi dengan secara dispensasi, didiskualifikasikan dari berbagian dalam kenikmatan akan kerajaan selama seribu tahun, karena tidak memperhidupkan Kristus Sang hayat kemenangan. Di dalam kerajaan seribu tahun kaum beriman yang menang akan bersama-sama dengan Kristus di dalam kemuliaan kerajaan yang terang (Kol. 3;4), sedangkan kaum beriman yang gagal akan menderita pendisiplinan di dalam kegelapan yang di luar.
Ketika kita menekankan poin-poin ini, ada beberapa kaum beriman mungkin ingin mengetahui tentang apakah kegelapan yang di luar itu. Kita harus dengan sederhana memberitahukan kepada mereka bahwa kita belum pernah berada di sana, maka kita tidak dapat mengatakan dengan sesungguhnya apakah yang ada di sana; tetapi kita mengetahui dengan pasti bahwa ini bukanlah suatu tempat yang baik. Kegelapan yang demikian ini bukanlah untuk mereka yang akan menderita kebinasaan kekal. Mereka yang akan tinggal selama-lamanya di dalam lautan api. Kegelapan luar yang di luar dari kemuliaan Tuhan itu bukanlah lautan api atau bagian tempat penyiksaan di dalam dunia orang mati di mana semua orang-orang berdosa di tawan di sana (Luk. 16:26, 23a, 28). Tetapi ini adalah suatu tempat penghukuman dispensasional bagi kaum beriman yang gagal.
Beberapa orang mungkin mengatakan bahwa ajaran yang demikian ini merugikan keselamatan Allah yang lengkap. Kita seharusnya memberitahukan mereka bahwa kita telah menerima keselamatan Tuhan yang lengkap dan kita percaya di dalamnya. Kita juga percaya bahwa jika kita tidak setia kepada Tuhan hari ini, Dia akan mengganjar kita. Jika Tuhan mengganjar kita di zaman ini, pengganjaran ini tidaklah merugikan keselamatan lengkap-Nya. Karena inilah masalahnya, bagaimana dapat pengganjaran-Nya di zaman yang akan datang merusak keselamatan lengkap-Nya? Tidaklah masuk akal untuk mengatakan demikian.
Tuhan memberitahukan kepada kita bahwa ketika Dia kembali, Dia akan mengganjar hamba-hamba-Nya yang tidak setia (Luk. 12:46-48). Ini bukanlah perkataan kita. Ini adalah firman Tuhan. Kita tidak dapat memenggal ayat-ayat itu. Kita harus menyajikan semua aspek firman Tuhan kepada kaum beriman. Adalah bijaksana jika memperhatikan peringatan Tuhan (Luk. 21:34-36). Kita perlu memberi kesan kepada kaum beriman untuk memperhatikan fakta-fakta di dalam Alkitab.
Karena kita telah dilahirkan kembali oleh Tuhan, kita mempunyai karunia. Tuhan telah memberikan kepada kita sedikitnya satu talenta, sedikitnya satu karunia rohani. Jika kita tidak menggunakan karunia ini dengan setia, kita tidak dapat berada di tempat di mana rasul Paulus akan berada pada waktu kembalinya Tuhan. Seorang yang telah diselamatkan tidak akan menderita secara kekal di dalam telaga api. Mengatakan hal ini adalah suatu penghinaan terhadap penebusan dan keselamatan Tuhan. Tetapi seorang percaya yang telah diselamatkan mungkin akan menderita beberapa pengganjaran dispensasional di dalam kegelapan luar. Dia akan diputuskan dari kehadiran Tuhan di dalam manifestasi kerajan-Nya. Pada waktu itu kehadiran Tuhan akan menjadi kemulian-Nya. Oleh karena itu, kaum beriman yang gagal tidak akan berbagian dari kemuliaan Tuhan di dalam kerajaan seribu tahun.
Ini bukan hanya alkitabiah tetapi juga secara logika. Jika kita hari ini hidup dan berjalan dalam kegelapan, bagaimana kita dapat diterima untuk berbagian di dalam kemuliaan terang Tuhan pada zaman yang akan datang? Jika kita hari ini hidup di dalam kegelapan, kita akan diganjar di dalam kegelapan di luar pada zaman yang akan datang. Di dalam pelajaran ini kita akan membicarakan suatu perkataan praktis kepada kaum beriman. Kita menerima bahwa kita semua yang telah diselamatkan dan telah menerima suatu karunia dari Tuhan. Tetapi apakah kita menggunakan karunia-Nya? Apakah kita setia? Di dalam pelajaran ini kita perlu memberitakan injil kepada orang-orang yang telah diselamatkan. Hal ini dapat membantu beberapa saudara dan saudari dan menyetir mereka agar mempunyai rasa lapar untuk melayani Tuhan. Kita semua perlu melayani Tuhan.
Perkataan mengenai bahaya dan kerugian jika tidak menggunakan karunia kita ini adalah firman Raja kita. Alkitab bukan hanya terbentuk dari Yohanes 3:16 dan Efesus 2:8, yang mengatakan bahwa kita diselamatkan oleh kasih karunia. Alkitab juga termasuk Matius 24 dan 25, dan kita tidak dapat menolak atau meletakan porsi ini. Kekristenan fundamental membagikan kebenaran dari Yohanes 3:16 Efesus 2:8, tetapi mereka tidak meneruskan untuk membagikan kebenaran yang diwahyukan di dalam Matius 24 dan 25. Ini adalah pengajaran yang langsung keluar dari mulut Tuhan Yesus. Kita tidak dapat menolak bahwa kita adalah hamba-hamba Tuhan, dan setiap hamba Tuhan telah dianugerahkan satu karunia. Sekarang masalahnya adalah bagaimana kita menggunakan talenta ini. Kita harus memperingatkan kaum beriman bahwa ada bahaya dan kerugian jika tidak menggunakan karunia kita.