← Daftar isi Pelajaran Dasar tentang Pelayanan · bab 4/22

PRAKTEK SIDANG PERJAMUAN TUHAN (1)

Pembacaan Alkitab: 1 Kor. 11:23-25

GARIS BESAR

I. Memperingati Tuhan–1 Kor. 11:24-25:

A. Dengan memuji sebagai pengganti berdoa:

1. Tidak meminta Tuhan melakukan sesuatu untuk kita.

2. Melainkan mempersembahkan berkat Tuhan dengan perkataan yang baik mengenai persona dan pekerjaan-Nya–Why. 5:13.

B. Mengarahkan pujian kepada Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah:

1. Mengenal ekonomi Trinitas Ilahi–Mat. 28:19b; 2 Kor. 13:14.

2. Belajar membedakan nama-nama Tuhan dari nama-nama Bapa (lihat Hymns 65-80/Kidung 60-71).

C. Memilih kidung:

1. Belajar mengenal kidung-kidung:

a. Dalam kategori-kategorinya.

b. Dalam isinya.

c. Dalam fokusnya.

d. Dalam perasaan dan cita rasanya.

2. Belajar memakai kidung-kidung pada waktu yang tepat:

a. Untuk memulai suatu sidang.

b. Untuk memperkuat dan memperkaya bagian yang telah dimulai.

c. Untuk memperpanjang dan mengangkat bagian yang sama.

d. Untuk mengikuti suasana sidang.

D. Mengedarkan roti dan cawan:

1. Tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.

2. Ketika peringatan akan Tuhan memuncak.

3. Sebaiknya dengan memberikan beberapa ucapan syukur diberikan kepada Tuhan–Luk. 22:19a.

Fokus: peringatan yang tepat akan Tuhan tergantung dari praktek kita yang tepat.

Pada pelajaran ini kita akan mulai mempersekutukan tentang praktek sidang perjamuan Tuhan. Kita tidak akan menjelaskan apakah arti memperingati Tuhan tetapi mengatakan sesuatu tentang praktek peringatan akan Tuhan.

I. MEMPERINGATI TUHAN

A. Dengan Memuji sebagai Pengganti Berdoa

Untuk memperingati Tuhan (1 Kor. 11:24-25) kita harus memuji Dia, bukan berdoa kepada Dia. Memperingati Tuhan pada perjamuan-Nya adalah melalui memuji, bukanlah dengan berdoa.

1. Tidak Meminta kepada Tuhan Melakukan Sesuatu untuk Kita

Kita datang ke sidang perjamuan Tuhan bukan untuk meminta agar Tuhan melakukan sesuatu untuk kita.

2. Melainkan Mempersembahkan Berkat kepada Tuhan

dengan Perkataan yang Baik mengenai Persona dan Pekerjaan-Nya

Pada sidang perjamuan Tuhan, kita harus mempersembahkan berkat kepada Tuhan dengan perkataan yang baik mengenai persona dan pekerjaan-Nya. Perkataan yang baik berarti memuji melalui membicarakan hal-hal yang baik. Di sini kita perlu menggunakan Wahyu 5:13 sebagai suatu referensi; "Dan aku mendengar semua makhluk yang di surga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!”

Kita harus memberi kesan kepada kaum beriman bahwa berdoa kepada Tuhan itu tidak cocok pada perjamuan Tuhan ketika kita sedang memperingati Tuhan. Sebaliknya, kita harus memuji Dia, mempersembahkan berkat kepada-Nya, membicarakan dengan tepat tentang Dia mengenai persona-Nya. Hal itu akan membantu untuk menerima beberapa poin utama mengenai persona-Nya, seperti keilahian-Nya, keinsanian-Nya, dan status-Nya sebagai Anak Allah, Anak Manusia, Juruselamat, Penebus, Pengudus, Roh pemberi hayat, Tuhan, dll. Kita harus berusaha sebaik mungkin untuk menunjukkan perbedaan butir-butir dari persona Tuhan sehingga kaum beriman dapat dibantu dalam pujian mereka. Kemudian kita juga harus menunjukkan aspek yang bermacam-macam dari pekerjaan Tuhan, seperti pekerjaan penebusan-Nya, pekerjaan keselamatan-Nya, pekerjaan pengudusan-Nya, pekerjaan transformasi-Nya, dll. Kita harus mempersembahkan berkat kepada Tuhan dengan cara demikian sebagai pujian kepada-Nya, membicarakan dengan baik tentang Dia.

B. Mengarahkan Pujian kepada Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah

Dalam bagian memperingati Tuhan, segala pujian harus diarahkan secara langsung kepada Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah.

1. Mengenal Ekonomi Trinitas Ilahi

Untuk mengarahkan puji-pujian kita secara langsung kepada Tuhan Yesus, Putra Allah, kita perlu mengenal ekonomi Trinitas Ilahi. Matius 28:19b mengatakan bahwa kita telah dibaptis masuk ke dalam nama Bapa, Putra, dan Roh itu. Dua Korintus 13:13 mengacu kepada Kasih Allah, kasih karunia Kristus dan persekutuan Roh itu. Ayat-ayat ini mewahyukan ekonomi Trinitas Ilahi untuk menualurkan diri-Nya sendiri masuk ke dalam umat pilihan dan tebusan-Nya.

2. Belajar Membedakan Nama-nama Tuhan dari Nama-nama Bapa

Kita perlu belajar membedakan nama-nama Tuhan dari nama-nama Bapa. Akan baik jika pada waktu-waktu pribadi kita membaca Hymns # 65-80/Kidung 60-71, mengenai nama-nama Tuhan. Supaya terarahkan atau memuji Tuhan secara langsung, kita perlu mengenal nama-nama-Nya.

C. Memilih Kidung

1. Belajar Mengenal Kidung-kidung

Supaya memilih kidung-kidung yang tepat di dalam sidang perjamuan, kita terlebih dahulu perlu belajar untuk mengenal kidung-kidung tersebut menurut kategori-kategorinya. Daftar isi buku kidung kita dapat membantu kita terhadap hal ini, karena daftar isi itu mengkategorikan semua kidung. Kemudian kita perlu membaca dan bahkan mempelajari isi dari kidung-kidung tersebut. Kita juga perlu mencari pemikiran, fokus, sentral, dari setiap kidung. Akhirnya, kita perlu mengenal kidung -kidung dalam perasaan dan cita rasanya. Setiap kidung mempunyai perasaannya tersendiri, maka kidung-kidung itu mempunyai cita rasanya sendiri. Bila Anda mengenal kidung-kidung di dalam keempat aspek berikut–dalam kategorinya, isinya, fokusnya, perasaan, dan cita rasanya–Anda akan mengenal kidung itu secara menyeluruh.

2. Belajar Memakai Kidung-kidung pada Waktu yang Tepat

Kita juga perlu belajar bagaimana memakai kidung-kidung pada waktu yang tepat. Ada beberapa kidung tertentu yang baik untuk waktu-waktu tertentu di dalam sidang, sehingga kita pertama-tama harus mengenal kidung-kidung tersebut dan kemudian memakainya pada waktu yang tepat.

Kidung-kidung tertentu sangat baik untuk memulai suatu bagian sidang. Setelah bagian sidang itu dimulai, kita boleh memilih kidung lain, untuk memperkuat dan memperkaya bagian yang telah dimulai itu. Memperkuat dan memperkaya apa yang telah dimulai itu tidaklah mudah. Pekerjaan tim terlibat di sini. Satu orang memulai, dan yang lainnya harus melanjutkan untuk memperkuat dan memperkaya apa yang telah dimulai. Satu kidung juga mungkin diperlukan untuk memperpanjang dan mengangkat bagian yang sama itu. Di sini perlu ada keahlian. Sesuatu yang telah dimulai dan diperkuat serta diperkaya, dalam jangka waktu yang pendek akan hilang. Inilah sebabnya mengapa kita harus memperpanjang dan mengangkatnya.

Lebih jauh lagi, untuk memakai kidung-kidung pada waktu yang tepat, kita perlu mengikuti suasana sidang. Jika suasana sidang itu hikmat, maka kidung sukacita, kidung sorak-sorai, tidaklah cocok dengan suasana tersebut. Karena itu, memilih kidung pada waktu yang tepat tergantung dari berapa banyak kita dapat merasakan suasana sidang itu.

D. Mengedarkan Roti dan Cawan

1. Tidak Terlalu Cepat dan tidak Terlalu Lambat

Pengedaran roti dan cawan yang tepat juga memerlukan pengamatan kita. Kita tidak boleh mengedarkan roti dan cawan tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat. Ini adalah seperti melayani suatu perjamuan makan. Seseorang tidaklah menyajikan menu utama pada permulaan acara makan tersebut ataupun setelah hidangan cuci mulut selesai. Di sini berarti tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.

2. Ketika Peringatan akan Tuhan Memuncak

Kita perlu mengedarkan roti dan cawan ketika peringatan akan Tuhan itu memuncak. Ini berarti bahwa suasana peringatan kita kepada Tuhan telah mencapai titik yang paling tinggi.

3. Sebaiknya dengan Memberikan Beberapa Ucapan Syukur

Diberikan kepada Tuhan

Lebih jauh lagi, sebaiknya kita mengedarkan roti dan cawan dengan memberikan beberapa ucapan syukur kepada Tuhan. Kita menerima roti dan anggur kebanyakan dengan cara yang sunyi senyap. Adalah lebih baik menerima roti yang datang dari Tuhan dan memberikan ucapan syukur kepada-Nya. Lukas 22:19a mengatakan bahwa Tuhan mengambil roti dan mengucapkan syukur.

Fokus dari berita ini adalah dinyatakan dalam kalimat berikut ini: Peringatan yang tepat akan Tuhan tergantung dari praktek kita yang tepat.