SIDANG PERJAMUAN TUHAN (1)
Pembacaan Alkitab: 1 Kor. 11:17-34
GARIS BESAR
Dua kategori sidang-sidang:
I. Sidang-sidang ministri:
A. Untuk memberitakan injil–Kis. 2:6, 14.
B. Untuk memberikan laporan tentang pekerjaan Allah–Kis. 14:26-27.
C. Untuk membacakan tulisan rasul-rasul (kitab Suci)–Kis. 15:30-31.
II. Sidang-sidang gereja:
A. Sidang Perjamuan Tuhan:
1. Pada hari pertama minggu itu (Hari Tuhan)–Kis. 20:6b-7a; 1 Kor. 16:2.
2. Untuk berbagian dalam perjamuan Tuhan–1 Kor. 10:21b.
3. Untuk memakan perjamuan malam Tuhan–1 Kor. 11:20.
4. Untuk memperingati Tuhan:
a. Fokus perjamuan Tuhan:
1) Semua kidung, pujian, ucapan syukur, kesaksian, dan firman harus dikonsentrasikan pada Diri Tuhan sendiri.
2) Semua hal yang dapat mengalihkan perhatian harus dihindarkan.
b. Dengan memecahkan roti untuk menghargai dan berterima-kasih atas tubuh fisik Tuhan yang telah terbelah bagi kita–Luk. 22:19; 1 Kor. 11:24.
Pada pelajaran kita yang pertama mengenai pelayanan, kita telah membahas tentang bagaimana bersidang. Sidang pertama yang harus kita ikuti adalah sidang perjamuan Tuhan. Sebelum kita mempersekutukan tentang sidang perjamuan Tuhan, kita perlu melihat dua kategori sidang-sidang di dalam Alkitab.
I. SIDANG-SIDANG MINISTRI
Pertama, ada sidang-sidang ministri. Ministri berarti pekerjaan. Sidang-sidang untuk pekerjaan adalah untuk tiga tujuan dasar: memberitakan injil, memberikan laporan tentang pekerjaan Allah, dan membacakan tulisan rasul-rasul (Kitab Suci).
A. Untuk Memberitakan Injil
Sidang-sidang pekerjaan, sidang-sidang ministri adalah untuk memberitakan injil. Kisah Para Rasul pasal 2 menunjukkan tentang pemberitaan injil yang pertama yang dipimpin oleh Petrus pada kehidupan gereja yang mula-mula (ay. 6, 14). Sidang itu bukanlah suatu sidang gereja, tetapi suatu sidang untuk pekerjaan, suatu sidang ministri, untuk memberitakan injil.
B. Untuk Memberikan Laporan tentang Pekerjaan Allah
Sidang-sidang ministri juga adalah untuk memberikan laporan tentang pekerjaan Allah. Setelah Paulus melakukan perjalanan injilnya yang pertama, dia kembali lagi ke Antiokhia, dari mana dia diutus, dan mengadakan suatu sidang untuk memberikan laporan kepada kaum beriman tentang pekerjaan Allah di antara bangsa-bangsa Kafir (Kis. 14:26-27). Itu bukanlah suatu sidang gereja. Sidang itu adalah suatu sidang ministri.
C. Untuk Membacakan Tulisan Rasul-Rasul (Kitab Suci)
Sidang-sidang ministri adalah juga untuk membacakan tulisan rasul-rasul (Kitab Suci). Hal ini ditunjukkan di dalam Kisah Para Rasul 15:30-31. Setelah konferensi di Yerusalem, rasul-rasul dan para penatua membuat suatu keputusan untuk menuliskan sesuatu. Kemudian beberapa orang pergi untuk mengumpulkan kaum beriman dan membacakan tulisan ini kepada mereka. Perkumpulan ini bukanlah suatu sidang gereja, melainkan suatu sidang ministri. Pada waktu itu mereka mendengarkan tulisan rasul-rasul itu. Akhirnya tulisan rasul-rasul itu menjadi Kitab Suci. Ini menunjukkan bahwa sidang ministri mungkin untuk tujuan membacakan dan mempelajari Kitab Suci.
Di dalam Perjanjian Baru ada tiga hal utama yang dilaksanakan di dalam sidang-sidang ministri: memberitakan injil, memberikan laporan tentang pekerjaan Allah, mempelajari dan meministrikan Firman. Ketika kita datang bersama-sama untuk mendengarkan ministri Firman, sidang itu bukanlah suatu sidang gereja, tetapi suatu sidang ministri.
II. SIDANG-SIDANG GEREJA
Kategori sidang-sidang yang kedua adalah sidang-sidang gereja, dan sidang gereja pertama yang perlu kita perhatikan adalah sidang perjamuan Tuhan.
A. Sidang Perjamuan Tuhan
1. Pada Hari Pertama Minggu itu (Hari Tuhan)
Kisah Para Rasul pasal 2 memberitahukan pada kita bahwa kaum beriman yang pertama mengadakan perjamuan Tuhan, memecahkan roti setiap hari, di rumah-rumah mereka (ay. 42, 46). Kemudian di dalam Kisah Para Rasul 20:6b-7a, kita dapat melihat bahwa kaum beriman mempunyai kebiasaan melaksanakan perjamuan Tuhan pada Hari Tuhan, hari yang pertama minggu itu. Ayat 6b mengatakan bahwa Rasul Paulus dan sekerjanya tinggal di Troas selama tujuh hari. Kemudian ayat berikutnya mengatakan bahwa pada hari pertama minggu itu mereka mengadakan perjamuan Tuhan. Hal ini menunjukkan dengan jelas bahwa pada waktu itu perjamuan Tuhan diadakan terutama pada Hari Tuhan, hari pertama minggu itu, hari kebangkitan.
Kita di sini perlu membicarakan sedikit tentang perbedaan antara Hari Tuhan dengan hari Minggu. Minggu (Sunday) adalah istilah penyembahan berhala, yang diambil oleh Katolik dan dipertahankan oleh tradisi kita. Sebenarnya, adalah suatu penyembahan berhala bila kita mengatakan bahwa suatu hari adalah milik matahari (the sun). Alkitab menunjukkan hari ini sebagai hari pertama minggu itu. Wahyu 1:10 menyebut hari ini "Hari Tuhan." Kita harus menghargai hari pertama minggu itu sebagai suatu peringatan akan kebangkitan Tuhan. Kita harus menganggap hari ini sebagai hari Tuhan dan untuk Tuhan.
Hari ini seluruh dunia memakai hari Minggu terutama bukan untuk penyembahan, tetapi untuk kesenangan, olah raga, dan segala macam hiburan. Ini lebih jahat dari pada penyembahan berhala, tetapi arus ini telah menghanyutkan banyak orang Kristen. Banyak orang Kristen tidak hanya mengacukan Hari Tuhan sebagai hari Minggu, tetapi juga menganggap hari Minggu sebagai hari kesenangan dan hiburan. Tetapi kita, harus menganggap hari pertama minggu itu sebagai satu hari untuk Tuhan.
Pada zaman dulu, kaum beriman akhirnya mengadakan perjamuan Tuhan pada Hari Tuhan, hari pertama dari setiap minggu. Hal ini juga dibuktikan oleh 1 Korintus 16:2. Di dalam ayat ini Rasul Paulus memberitahukan kaum beriman bahwa pada hari pertama pada setiap minggu, mereka harus mempersembahkan sesuatu dari milik mereka kepada Tuhan. Ini membuktikan bahwa pada hari pertama dari setiap minggu, kaum beriman yang sebermula bersidang bersama-sama. Hari ini, hari yang paling baik bagi orang Kristen untuk bersidang bersama-sama adalah pada hari pertama minggu itu, Hari Tuhan. Kita harus membuat perkara ini jelas bagi kaum beriman.
2. Untuk Berbagian dalam Perjamuan Tuhan
Perjamuan Tuhan adalah suatu pesta. Satu Korintus 10:21b menggunakan istilah perjamuan Tuhan. Kita harus memberitahukan kepada kaum beriman bahwa perjamuan di sini berarti pesta. Kita datang ke perjamuan Tuhan adalah untuk menikmati suatu pesta.
3. Untuk Makan Perjamuan Malam Tuhan
Satu Korintus 11:20 mengacu kepada kita makan perjamuan malam Tuhan. Ini bukanlah makan pagi atau makan siang, tetapi makan malam, perjamuan malam. Ketika Tuhan menetapkan perjamuan itu, Dia melakukannya pada malam Paskah, maka itu adalah suatu perjamuan malam.
Di sini kita harus menekankan bahwa perjamuan Tuhan bukan hanya suatu pesta tetapi juga suatu perjamuan malam. Pesta adalah suatu kenikmatan, dan perjamuan malam adalah sejenis perjamuan yang santai. Setelah seharian bekerja, seharian berlelah, orang dengan santai menyantap perjamuan malam mereka. Karena itu, kita datang ke perjamuan Tuhan bukan hanya menikmatinya sebagai suatu pesta, tetapi juga untuk menikmati perjamuan itu dengan penuh ketenangan. Setelah kita makan pagi kita bekerja, tetapi perjamuan Tuhan adalah suatu perjamuan malam bagi kita untuk beristirahat. Di sini tidak menyinggung pekerjaan, melainkan menyinggung beristirahat. Kalau dikatakan secara umum, makan malam tidaklah menunjukkan suatu pekerjaan, jerih lelah, atau keinginan untuk bekerja. Makan malam menunjukkan bahwa pekerjaan sudah berlalu, dan sekarang adalah waktunya untuk beristirahat.
4. Untuk Memperingati Tuhan
Di sini kita harus mengatakan perkataan yang tegas untuk mengoreksi konsep yang salah. Banyak orang Kristen berpendapat bahwa mengadakan perjamuan Tuhan adalah untuk memperingati kematian-Nya. Ini adalah salah. Kita bukanlah memperingati kematian itu, tetapi untuk memperingati diri Tuhan sendiri. Tuhan memberitahu kita untuk melakukan perkara ini untuk memperingati diri-Nya, bukan kematian-Nya. Kita memperingati Persona-Nya, yaitu diri Tuhan sendiri. Ini adalah butir inti dari sidang perjamuan Tuhan.
a. Fokus Perjamuan Tuhan
Sidang perjamuan Tuhan adalah untuk memperingati Tuhan, maka segala kidung, kesaksian, atau berita yang mengalihkan perhatian umat Allah dari Tuhan, Persona itu, tidaklah tepat. Dalam sidang perjamuan Tuhan, seseorang mungkin memilih sebuah kidung peperangan rohani, atau di tengah-tengah perjamuan Tuhan, seseorang mungkin memberikan kesaksian bagaimana ia diselamatkan dari penderitaannya. Hal itu mungkin baik untuk sidang-sidang yang lain, tetapi tidaklah cocok bila dilakukan dalam sidang perjamuan Tuhan. Seorang saudara mungkin datang ke perjamuan Tuhan dengan membawa satu ayat yang baik yang telah ia nikmati pada saat penyegaran pagi. Dia mungkin datang dengan membawa ayat yang baik itu untuk memberikan suatu pengajaran yang baik kepada umat Allah mengenai pertobatan dan keselamatan, ini adalah salah. Pengajaran yang demikian bukanlah untuk sidang perjamuan Tuhan, tetapi untuk sidang pemberitaan injil. Sidang perjamuan Tuhan itu dikonsentrasikan pada Persona Tuhan, maka semua kidung, pujian, dan perkataan harus dikonsentrasikan pada diri Tuhan sendiri. Semua hal yang mengalihkan perhatian kita dari fokus perjamuan Tuhan harus dihindarkan.
b. Dengan Memecahkan Roti untuk Menghargai dan Berterima-kasih
atas Tubuh Fisik Tuhan yang telah Terbelah Bagi Kita
Kita memperingati Tuhan melalui memecahkan roti, dengan makan roti, dan dengan minum cawan. Di dalam pelajaran ini kita hanya ingin membicarakan tentang memecahkan roti. Kita memperingati Tuhan bukanlah dengan memikirkan, mengingat-ingat sesuatu atau memperhitungkan apa yang telah Tuhan lakukan, melainkan dengan memecahkan roti. Kita memecahkan roti adalah untuk menghargai dan berterima-kasih atas tubuh fisik Tuhan yang telah terbelah bagi kita (Luk. 22:19; 1 Kor. 11:24). Banyak di antara kita yang tidak mempedulikan arti dari memecahkan roti. Kita memecahkan roti di dalam sidang tersebut adalah melambangkan tubuh fisik Tuhan telah terbelah di kayu salib untuk kita dan untuk dosa-dosa kita.
Pada pelajaran berikutnya kita akan membahas lebih banyak mengenai peringatan kita akan Tuhan pada perjamuan Tuhan. Butir penting berikutnya yang akan kita lihat adalah kita makan roti untuk menikmati Tuhan sebagai suplai hayat kita, untuk mempersaksikan bahwa kita hidup oleh Tuhan, dan untuk memiliki persekutuan di dalam Tubuh misteri Kristus. Kemudian kita akan mempersekutukan tentang memamerkan kematian Tuhan, mengekspresikan kedambaan kita akan kedatangan Tuhan kembali dan menyembah Bapa.