← Daftar isi Pelajaran Dasar tentang Pelayanan · bab 1/22

BAGAIMANA BERSIDANG

Pembacaan Alkitab:

Mat. 18:20; Kis. 2:1; 14:27; 20:7; 1 Kor. 14:19, 23a, 25b, 26; 11:17; Ibr. 10:25

GARIS BESAR

I. Gereja adalah sidang, perkumpulan orang-orang yang dipanggil ke luar.

II. Bersidang adalah untuk menyembah Allah dan untuk melayani Dia.

III. Bersidang adalah untuk meministrikan Kristus kepada orang lain.

IV. Bersidang adalah untuk membangun gereja–1 Kor. 14:4b, 26.

V. Bagaimana bersidang:

A. Ke dalam nama Tuhan.

B. Dengan melatih roh kita–1 Kor. 14:32.

C. Dengan membawa pengalaman Kristus.

D. Meministrikan Kristus.

E. Dengan bernubuat–1 Kor. 14:31.

F. Tanpa perpecahan–1 Kor. 11:17-18.

Fokus: Bersidang adalah untuk melayani, untuk meministrikan.

Kita perlu mengajar umat Allah bahwa bila menggunakan istilah pelayanan, kita tidak mengacu kepada pelayanan Minggu pagi seperti di denominasi-denominasi. Tidak hanya kekristenan merusak istilah pelayanan, tetapi bahkan di tengah-tengah kita perkataan ini telah sangat dirusak. Ketika menggunakan kata pelayanan, kita mungkin membayangkan kelompok-kelompok pelayanan kita dalam kehidupan gereja atau jabatan pelayanan. Sebenarnya di dalam Perjanjian Baru, bahasa Yunani untuk kata pelayanan sesungguhnya berarti “ministri.” Meministrikan adalah berarti melayani umat dengan sesuatu. Jika saya melayani Anda tanpa meministrikan sesuatu kepada Anda, itu adalah salah.

Di dalam Perjanjian Baru, pelayanan atau ministri adalah tugas penyelenggaraan (1 Kor. 9:17; Ef. 3:2; Kol. 1:25). Seorang pelayan adalah selalu melayani orang dengan sesuatu. Pramugari di pesawat terbang adalah ilustrasi yang baik untuk hal ini. Mereka melayani orang-orang di pesawat dengan makanan, minuman, selimut, bantal, atau dengan sesuatu untuk dibaca. Mereka melayani Anda dengan sesuatu, yang berarti bahwa mereka meministrikan sesuatu kepada Anda. Seorang pelayan pada sebuah restoran juga adalah suatu ilustrasi yang baik dari seseorang yang melayani orang lain dengan sesuatu. Kita harus membuat poin ini jelas bagi kaum beriman. Melayani tidak hanya datang untuk membersihkan balai sidang. Pelayanan adalah ministri.

Hanya ada satu ministri di dalam Perjanjian Baru (2 Kor. 4:1). Selama kita meministrikan Kristus menurut pengajaran para rasul (Kis. 2:42), pengajaran dari ekonomi Perjanjian Baru Allah (1 Tim. 1:3-4), kita berada di dalam satu ministri. Satu ministri itu adalah meministrikan Kristus kepada umat Allah untuk menghasilkan dan membangun gereja, Tubuh Kristus. Ketika kita melihat hal ini, kita akan menyadari bahwa pengertian atau penerapan di antara umat Kristen hari ini terhadap kata ministriadalah tidak tepat. Kita harus kembali kepada arti yang murni dari kata ini di dalam Perjanjian Baru untuk melihat suatu visi yang jelas dari ministri Perjanjian Baru.

Hal pertama yang harus kita bantukan kepada kaum beriman mengenai pelayanan adalah tentang bagaimana bersidang. Saya berpendapat bahwa kebanyakan orang Kristen tidak menganggap bahwa bersidang itu adalah untuk melayani. Bersidang adalah suatu ministri. Bersidang adalah suatu pelayanan. Begitu kita diselamatkan, pelayanan pertama yang harus kita berikan kepada Allah adalah bersidang. Jika Anda tidak datang bersama-sama kaum beriman untuk bersidang, Anda belum memulai ministri Anda. Pertama kali Anda menghadiri persidangan gereja, itu adalah permulaan pelayanan Anda. Ini disebabkan karena di dalam sidang-sidang kita menyembah kepada Allah, dan ini adalah pelayanan. Kita menyembah Allah dan melayani Allah di dalam sidang-sidang kita, dan di dalam sidang-sidang kita, kita mempersembahkan pujian dan ucapan syukur kita kepada Allah.

Hal yang penting di dalam sidang-sidang adalah bahwa kita mempersembahkan Kristus kepada Allah. Pada saat kita bertobat, Allah memberikan Putra-Nya kepada kita sebagai suatu karunia. Segera setelah kita diselamatkan, kita datang menyembah Allah, di dalam sidang-sidang kita mempersembahkan pemberian Allah, yaitu Kristus, kepada Bapa. Ini adalah persembahan kita kepada Allah. Pada saat kita bertobat, Allah memberikan Putra-Nya kepada kita sebagai suatu karunia. Ketika kita diselamatkan, kita menjadi putra-putra Allah. Sekarang kita harus melayani Allah, datang ke sidang-sidang untuk mempersembahkan Kristus kepada Allah sebagai karunia yang unik yang telah Allah Bapa berikan kepada kita. Ministri kita terhadap Allah adalah meministrikan Kristus kepada Allah.

Menurut gambaran di dalam Perjanjian Lama, para imam meministrikan persembahan-persembahan kepada Allah. Mereka mempersembahkan kurban bakaran, kurban sajian, dan kurban perdamaian mereka kepada Allah. Ini adalah hal-hal yang diministrikan kepada Allah bagi kepuasan-Nya. Ini adalah pelayanan puncak. Adalah suatu hal yang memalukan bahwa kita umat Kristen telah kehilangan pengertian yang demikian. Kita tidak pernah menganggap bahwa kita datang bersidang adalah untuk mempersembahkan Kristus kepada Allah adalah pelayanan puncak kita.

Pada zaman dahulu, seluruh orang Israel datang bersama-sama untuk menyembah Allah tiga kali dalam satu tahun (Ul. 16:16). Hal yang pertama yang mereka lakukan adalah membawa segala kekayaan hulu hasil dari tanah permai dan mempersembahkan hasil yang berlebih ini kepada Allah bagi kepuasan Allah. Itu adalah puncak pelayanan yang mereka berikan kepada Allah. Teladan yang demikian harus digenapi hari ini di dalam Perjanjian Baru bersama kita. Keselamatan kita adalah Paskah kita. Sekarang kita telah menerima keselamatan Allah dengan Kristus sebagai Paskah kita, kita harus mempersembahkan Kristus kepada Allah. Mempersembahkan Kristus kepada Allah adalah pelayanan kita. Semakin banyak kita menekankan hal ini, semakin baik. Sedikit sekali yang menganggap bahwa kita bersidang adalah untuk melayani Allah dan bahwa pelayanan kita adalah ministri kita. Bersidang adalah untuk melayani, untuk meministrikan.

I. GEREJA ADALAH SIDANG, PERKUMPULAN ORANG-ORANG

YANG DIPANGGIL KE LUAR

Sebagai suatu dasar untuk menyadari pentingnya sidang-sidang dan bagaimana bersidang, kita perlu melihat hal yang paling mendasar, yaitu bahwa gereja itu adalah sidang, perkumpulan orang-orang yang dipanggil keluar. Istilah gereja dalam bahasa Yunani (ekklesia) berarti adalah sejenis sidang panggilan. Pada zaman dahulu, bila suatu kota memanggil penduduknya untuk berkumpul bersama untuk tujuan tertentu, hal ini selalu disebut ekklesia, yang adalah suatu sidang, suatu perkumpulan orang-orang yang dipanggil ke luar. Alkitab menggunakan kata ekklesia untuk menunjukkan gereja, sebab hal itu sangat berhubungan dengan arti gereja. Gereja adalah suatu perkumpulan dari orang-orang yang dipanggil ke luar oleh Allah. Kita telah dipanggil ke luar dari dunia ini, karena itu kita berkumpul bersama. Kapan saja kita berkumpul bersama-sama, perkumpulan itu adalah gereja.

Kita perlu menunjukkan bahwa Tuhan Yesus menyinggung tentang gereja dua kali di dalam Injil–sekali di dalam Matius 16:18 yang mengacu kepada gereja yang universal dan sekali lagi dalam Matius 18:17 yang mengacu kepada gereja lokal. Ketika Tuhan Yesus menyinggung tentang gereja untuk kedua kalinya dalam Matius 18:17, itu adalah dalam pengertian lokal dan hal itu menunjukkan perkara sidang. Di dalam ayat 20 Tuhan berkata, "Di mana ada dua atau tiga orang berkumpul bersama ke dalam nama-Ku, Aku ada di tengah-tengah mereka." Ketika Tuhan Yesus menyebutkan perkara gereja dalam suatu pengertian lokal, Dia menunjukkan perlunya perkumpulan, sidang. Jika kita ingin memiliki kehadiran Tuhan, tentunya kita perlu bersidang bersama-sama.

II. BERSIDANG ADALAH UNTUK MENYEMBAH ALLAH

DAN UNTUK MELAYANI DIA

Kita telah mengatakan bahwa bersidang adalah untuk menyembah Allah dan untuk melayani Dia. Tetapi kita perlu menekankan lagi berulang-kali bahwa jika seorang yang percaya tidak bersidang dalam gereja, itu berarti dia tidak menyembah Allah dan melayani Dia dengan cara yang tepat.

III. BERSIDANG ADALAH UNTUK MEMINISTRIKAN KRISTUS

KEPADA ORANG LAIN

Bersidang adalah untuk meministrikan Kristus kepada orang lain. Butir ini sangat penting. Kebanyakan orang Kristen memiliki konsepsi bahwa datang bersidang adalah untuk menerima pertolongan. Mereka tidak memiliki perasaan, pertimbangan, atau konsepsi bahwa mereka perlu meministrikan Kristus kepada orang lain. Setiap orang percaya seharusnya memiliki sesuatu yang berasal dari Kristus. Maka, bila kita datang untuk bersidang, kita datang untuk membagikan nikmat atas Kristus bersama orang lain, meministrikan Kristus kepada orang lain, baik itu melalui doa kita, kesaksian kita, atau melalui perkataan kita sebagai suatu berita pendek. Kita harus selalu mempersiapkan diri kita untuk meministrikan Kristus di dalam sidang. Kita perlu membicarakan lebih banyak tentang butir ini untuk memberikan kesan kepada orang-orang muda dan orang-orang yang baru di antara kita. Konsepsi mereka yang salah perlu dikoreksi.

Bahkan kita sendiri telah terlalu lama berada dalam "gudang bawang putih" dari pengajaran yang salah. Oleh karena ini, kita tidak memiliki perasaan bahwa adalah suatu kekurangan yang mutlak bila kita datang ke suatu sidang tanpa meministrikan Kristus kepada orang lain. Menurut gambaran dalam Perjanjian Lama, Allah memerintahkan umat-Nya untuk tidak datang bersidang dengan tangan hampa (Ul. 16:16). Ketika Anda datang bersidang Anda harus mempunyai sesuatu untuk dipersembahkan. Juga, jika imam di dalam Perjanjian Lama tidak mempersembahkan sesuatu di atas mezbah, dia tidak dapat masuk ke dalam kemah pertemuan. Tanpa memiliki sesuatu untuk dipersembahkan kepada Allah, kita tidak dapat masuk ke dalam kemah pertemuan, karena itu hal ini adalah suatu keharusan. Jika kita tidak mempersembahkan sesuatu kepada Allah, dan kita berusaha masuk ke dalam hadirat Allah, ini adalah suatu kekurangan yang besar.

IV. BERSIDANG ADALAH UNTUK MEMBANGUN GEREJA

Kita juga perlu melihat bahwa bersidang adalah untuk membangun gereja (1 Kor. 14:26). Satu Korintus 14 mengatakan bahwa di dalam suatu sidang hal yang paling baik adalah bernubuat (ay. 31). Ini disebabkan karena bernubuat itu membangun gereja (ay. 4b). Ini memberitahukan kepada kita dengan jelas bahwa bila kita datang bersidang, kita membangun gereja. Bersidang adalah suatu pelayanan, dan ini adalah pelayanan pembangunan, ministri pembangunan.

Kita perlu memakai waktu yang lebih panjang dalam persekutuan kita untuk menekankan hal yang satu ini: bahwa setiap kaum beriman harus membangun gereja. Menurut Efesus 4:16, Tubuh Kristus dibangun tidak hanya melalui setiap sendi yang menerima suplaian yang kaya tetapi juga melalui pekerjaan setiap anggota Tubuh. Ini menunjukkan bahwa setiap kaum beriman harus berpartisipasi dalam pembangunan Tubuh itu. Hal ini terutama dilaksanakan melalui datang bersidang. Bersidang adalah cara untuk membangun gereja.

Setiap orang yang menghadiri sidang harus menjadi seorang pembangun untuk melakukan pekerjaan pembangunan. Tetapi kita perlu mempertimbangkan situasi kita pada hari ini. Sejumlah kaum beriman dalam sidang-sidang kita tidak mau melakukan apapun. Mereka hanya duduk di sana mengharapkan untuk menerima sesuatu. Tetapi jika semua kaum beriman mau berlatih untuk membangun sidang, tentunya kita akan memiliki sidang yang kuat, suatu sidang yang kaya, dan suatu sidang yang tinggi. Bila tidak ada seorang pun yang mau berfungsi dalam sidang, dan setiap orang datang bersidang untuk duduk di sana dengan membisu, maka itu akan menjadi sidang yang paling rendah, sidang yang paling miskin, suatu sidang yang hampa. Semakin kita membuka mulut kita untuk berbicara bagi Tuhan, semakin banyak pembangunan yang akan dilakukan. Semakin banyak kita berlatih membicarakan Kristus di sidang-sidang, semakin kaya, semakin tinggi, dan semakin hiduplah sidang itu. Kita perlu menguatkan semua kaum beriman untuk meministrikan, untuk melayani, bagi pembangunan gereja (1 Kor. 14:3-5).

V. BAGAIMANA BERSIDANG

A. Ke dalam Nama Tuhan

Di dalam Matius 18:20 Tuhan berkata, "Sebab di mana ada dua atau tiga orang berkumpul bersama ke dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." Kita perlu memperhatikan bahwa menurut naskah asli bahasa Yunani tidak tertulis berkumpul dalam nama Tuhan, tetapi ke dalam nama-Nya. Apabila kita datang bersidang, kita harus ke luar dari diri kita, dunia kita, rumah kita, keluarga kita, pekerjaan kita, bisnis kita, sekolah kita, segala sesuatu selain Kristus. Kita harus masuk ke dalam nama-Nya. Nama Tuhan dalam Perjanjian Baru berarti Persona-Nya. Bila kita berkumpul ke dalam nama-Nya, berarti kita berkumpul ke dalam Persona Tuhan. Kita perlu ke luar dari hal-hal lain dan masuk ke dalam diri Tuhan sendiri.

B. Dengan Melatih Roh Kita

Bila kita bersidang, kita harus selalu melatih roh kita. Ini tercantum di dalam 1 Korintus 14:32, yang mengatakan, "Roh nabi-nabi takluk kepada nabi-nabi." Di dalam sidang kita tidak perlu banyak melatih emosi atau pikiran kita. Yang kita perlukan adalah melatih roh kita.

C. Dengan Membawa Pengalaman Kristus

Kita harus datang ke sidang-sidang gereja dengan membawa pengalaman Kristus. Perjanjian Baru tidak banyak berbicara mengenai apa yang harus kita bawa ke dalam sidang, tetapi Perjanjian Baru selalu bergantung pada gambaran-gambaran yang diperlihatkan di dalam Perjanjian Lama. Di dalam Perjanjian Lama, setiap umat ditetapkan Allah berkumpul di tiap tempat yang dipilih oleh Allah, mereka membawa kekayaan hulu hasil kekayaan tanah permai mereka dan mempersembahkannya kepada Allah. Allah memerintahkan mereka untuk tidak datang dengan tangan hampa. Mereka harus membawa kekayaan hulu hasil tanah permai, dan tanah permai melambangkan Kristus. Hasil yang berlimpah dari kekayaan ini melambangkan pengalaman kita dan kenikmatan kita atas Kristus. Maka, kita harus datang ke dalam sidang dengan membawa pengalaman-pengalaman Kristus.

Berapa banyak isi yang dimiliki oleh sidang tersebut, dan berapa tinggi keadaan sidang tersebut, semuanya tergantung pada berapa banyak kita telah mengalami Kristus. Kita harus datang ke dalam sidang tidak dengan membawa Kristus yang objektif dan doktrinal, tetapi harus membawa Kristus yang subjektif dan yang telah kita alami. Banyak orang Kristen tidak memiliki pengalaman akan Kristus di dalam perjalanan sehari-hari mereka, sehingga ketika mereka datang bersama mereka tidak memiliki apa-apa dari Kristus yang dapat diministrikan kepada orang lain. Tetapi di dalam pemulihan Tuhan, keadaannya harus mutlak berbeda. Hari demi hari kita harus memiliki pengalaman-pengalaman akan Kristus. Maka akan ada sesuatu yang terkumpul di dalam diri kita dan kita akan memiliki sesuatu dari Kristus untuk diministrikan dan dibagikan kepada orang lain. Masuk ke dalam nama Tuhan, melatih roh kita, dan mempersembahkan Kristus yang telah kita alami adalah cara-cara dasar yang harus kita lakukan saat kita berkumpul bersama.

D. Meministrikan Kristus

Bila Anda masuk ke dalam Persona Kristus, melatih roh Anda, dan memiliki pengalaman-pengalaman Kristus, maka kapan saja Anda membuka mulut Anda, kapan saja Anda memilih kidung, berdoa, memuji, bersaksi, membaca Firman, atau membawa berita pendek, Anda akan meministrikan Kristus. Kristus akan ditampilkan dari Anda. Ini adalah ministri, dan ini adalah pelayanan yang paling puncak. Anda akan menjadi seorang pelayan yang melayankan Kristus kepada orang-orang. Anda akan menjadi seorang pelayan ilahi, menunggu banyak orang datang dan melayankan sesuatu yang berasal dari Kristus kepada mereka.

E. Dengan Bernubuat

Satu Korintus 14 mengatakan bahwa bila kita berkumpul, kita semua dapat bernubuat seorang demi seorang (ay. 31) dan nubuat itu akan membangun gereja (ay. 4b). Di dalam Keluaran 4 Musa memberitahu Tuhan bahwa dia bukanlah orang yang pandai berbicara (ay. 10). Lalu Tuhan memberikan Harun kepada Musa untuk menjadi kawan sekerjanya. Dia berkata kepada Musa mengenai Harun, "Maka engkau harus berbicara kepadanya, dan menaruh perkataan itu ke dalam mulutnya; Aku akan menyertai mulutmu dan mulutnya, dan mengajarkan kepada kamu apa yang harus kamu lakukan" (ay. 15). Jika Musa mau berbicara kepada kakaknya Harun dan meletakkan beberapa perkataan ke dalam mulutnya, Allah akan menyertai mulut Musa dan mulut Harun. Kemudian Tuhan berkata kepada Musa, "Dan dia akan menjadi penyambung lidahmu" (ay. 16). Harun adalah juru bicara Musa. Di dalam Keluaran 7:1 Tuhan berkata kepada Musa, "Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai allah bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu." Itu berarti bahwa Harun akan berbicara bagi Musa. Seorang nabi adalah seorang jurubicara. Arti dasar dari kata bernubuat adalah berbicara bagi seseorang. Bernubuat, menurut Perjanjian Baru, adalah berbicara bagi Kristus. Kita perlu menggunakan 1 Korintus 14:31 untuk meyakinkan orang-orang kudus bahwa di dalam sidang-sidang gereja kita semua dapat bernubuat seorang demi seorang.

F. Tanpa Perpecahan

Di dalam 1 Korintus 11:17-18 Rasul Paulus berkata, "Dalam peraturan-peraturan yang berikut aku tidak dapat memuji kamu, sebab pertemuan-pertemuanmu tidak mendatangkan kebaikan, tetapi mendatangkan keburukan. Sebab pertama-tama aku mendengar, bahwa apabila kamu berkumpul di dalam gereja, ada perpecahan di antara kamu, dan hal itu sedikit banyak aku percaya." Paulus memberitahu orang-orang di Korintus bahwa mereka bersidang bukan untuk mendapatkan keuntungan, melainkan untuk mendapatkan kerugian, karena mereka bersidang dengan perpecahan. Maka, kita harus menjauhi segala perpecahan di dalam sidang. Kita tidak boleh berpartisipasi di dalam sidang yang memecah-belah.

Menurut gambaran di dalam Perjanjian Lama, bani Israel harus berkumpul di satu tempat yang unik, dan tempat yang unik itu menjaga mereka semua di dalam keesaan. Perkumpulan mereka menurut cara Allah adalah berada di dalam keesaan dan juga adalah mempertahankan keesaan. Keesaan di antara bani Israel di dalam masa-masa yang lampau itu dipertahankan oleh cara mereka berkumpul. Bani Israel datang ke hadapan Tuhan tiga kali setahun di tempat yang dipilih oleh Allah untuk berkumpul bersama ke dalam keesaan. Selama ada perpecahan ketika kita bersidang, maka kita tidak akan mendapatkan keuntungan, melainkan akan ada kerugian.

Butir-butir di dalam berita ini seharusnya cukup untuk memberi gambaran yang jelas kepada kaum beriman tentang bagaimana caranya kita bersidang. Kita perlu ingat akan fokus berita ini: bersidang adalah untuk melayani, untuk meministrikan.