← Daftar isi Pelajaran Dasar tentang Pelayanan · bab 15/22

MEMPERHATIKAN BAGAIMANA UNTUK MEMBANGUN

Pembacaan Alkitab: 1 Kor. 3:10-15

GARIS BESAR

I. Dasar yang unik telah diletakkan–ay. 10a, 11.

II. Membangun di atas dasar yang unik itu–ay. 10m.

III. Membangun dengan emas, perak dan batu-batu permata–ay. 12a:

A. Emas melambangkan sifat Allah.

B. Perak melambangkan pekerjaan penebusan Kristus.

C. Batu-batu permata melambangkan pekerjaan transformasi Roh itu.

IV. Membangun dengan kayu rumput dan jerami–ay. 12b:

A. Kayu melambangkan sifat insani.

B. Rumput melambangkan manusia di dalam daging–Yes. 40:6-7.

C. Jerami melambangkan tanpa hayat.

V. Setiap pekerjaan manusia akan diuji dengan api–ay. 13-15:

A. Jika pekerjaan manusia tahan api, dia akan menerima suatu pahala.

B. Jika pekerjaan manusia terbakar, dia akan menderita kerugian:

1. Dia sendiri akan diselamatkan.

2. Namun seperti melalui api.

Melanjutkan pelajaran sebelumnya mengenai api asing, kita memerlukan pelajaran memperhatikan bagaimana untuk membangun ini. Pelajaran-pelajaran ini dapat diperhatikan seperti satu pasangan, seperti dua "saudari." Pelajaran-pelajaran ini singkat sehingga perlu pekerjaan dan pengembangan dari pihak kita.

I. DASAR YANG UNIK TELAH DILETAKKAN

Kita harus memberitahukan kepada kaum beriman semua pelayanan yang riil adalah suatu pekerjaan pembangunan. Pelayanan gereja bukan hanya suatu pekerjaan, tetapi suatu pekerjaan pembangunan. Ada banyak pekerjaan yang bukan pekerjaanpekerjaan pembangunan. Hanya pekerjaan-pekerjaan tertentu adalah pekerjaan-pekerjaan pembangunan. Karena kita akan melayani, untuk membangun, kita harus menyadari bahwa kita tidak dapat meletakkan suatu dasar. Dasar yang unik telah diletakkan oleh Rasul Paulus. Hari ini kita masih sedang membangun di atas dasarnya. Paulus berkata, "Sesuai dengan kasih karunia Allah yang telah dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar..." (1 Kor. 3:10a). Kemudian dia berkata, "Karena tidak ada seorangpun yang telah meletakkan dasar lain yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus" (ay. 11).

II. MEMBANGUN DI ATAS DASAR YANG UNIK ITU

Pelayanan kita harus menjadi suatu pekerjaan pembangunan di atas dasar yang unik itu (1 Kor. 3:10m). Kita tidak dapat meletakkan suatu dasar, ataupun membangun sesuatu di atas dasar lain. Kita harus dengan tegas menekankan poin-poin ini. Sekalipun semua denominasi menegaskan bahwa Kristus adalah dasar mereka, sebenarnya banyak pekerjaan kekristenan hari ini sedang membangun pekerjaan-pekerjaan di atas dasar lain. Kita tidak suka mendirikan pekerjaan-pekerjaan sosial dan dermawan seperti sekolah-sekolah dan rumah sakit-rumah sakit. Rasul Paulus tidak melakukan pekerjaan yang demikian. Pelayanan kita harus menjadi suatu pembangunan yang langsung di atas dasar yang unik itu. Ada banyak pekerjaan dermawan di dalam kekristenan yang baik, tetapi tidak dibangun di atas Kristus sebagai dasar yang unik itu. Apapun yang kita lakukan di dalam gereja harus sesuatu yang dibangun secara langsung di atas Kristus. Itulah sebabnya mengapa Rasul Paulus mengatakan perkataan yang keras dalam 1 Korintus.

III. MEMBANGUN DENGAN EMAS, PERAK,

DAN BATU-BATU PERMATA

Bahan-bahan bangunan yang tepat bagi gereja adalah emas, perak, dan batu-batu permata (1 Kor. 3:12a). Emas melambangkan sifat ilahi Allah Bapa. Perak melambangkan pekerjaan penebusan Kristus. Batu-batu permata melambangkan pekerjaan transformasi Roh itu. Ini menunjukkan bahwa apa yang kita bangun di atas dasar Kristus haruslah sesuatu yang berasal dari Allah Tritunggal–Bapa, Putera, dan Roh itu.

IV. MEMBANGUN DENGAN RUMPUT, KAYU, DAN JERAMI

Kita tidak seharusnya membangun dengan kayu, rumput, dan jerami (1 Kor. 3:12b). Emas melambangkan sifat Allah, sedangkan kayu melambangkan sifat insani. Rumput melambangkan manusia di dalam daging (Yes. 40:6-7). Jerami melambangkan tanpa hayat. Jerami adalah batang padi setelah dituai. Dengan jerami tidak ada benih, tidak ada hayat. Kita harus menerima bahwa kebanyakan pekerjaan dalam kekristenan adalah menurut dan berasal dari ketiga butir ini: sifat insani, daging manusia, dan tanpa hayat.

Saya merasa bahwa pelajaran ini sangat diperlukan di antara kita. Kita boleh menghargai kemampuan saudara-saudara tertentu untuk melakukan hal-hal, tetapi di dalam kehidupan gereja masalah yang utama bukanlah untuk merampungkan hal-hal itu. Hal yang utama adalah membangun dengan Allah Tritunggal di atas dasar yang telah diletakkan, yaitu, di atas Kristus yang almuhit. Jika kita hanya bergantung kepada kemampuan, talenta, atau keahlian kita untuk menyelesaikan sesuatu, itu berarti bahwa kita sedang melayani menurut kayu, rumput dan jerami, bukan emas, perak dan batu-batu permata. Kita perlu melayani dengan sifat Bapa, di dalam jalan penebusan Putra dengan salib, dan oleh transformasi Roh. Jika kita melayani menurut diri kita sendiri, maka tidak ada transformasi, tidak ada salib, dan tidak ada sifat ilahi. Dan juga apa yang kita lakukan hanyalah suatu hal yang duniawi yang tidak berhubungan dengan gereja. Gereja adalah suatu susunan dari emas, perak, dan batu-batu permata–Bapa, Putra, dan Roh itu.

V. SETIAP PEKERJAAN MANUSIA AKAN DIUJI OLEH API

Rasul Paulus memberitahukan kepada kita dalam 1 Korintus 3 bahwa setiap pekerjaan manusia akan diuji oleh api (ay. 13-15).

A. Jika Pekerjaan Manusia Tahan Api, Dia Akan Menerima Upah

Ayat 14 berkata, "Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah." Perkara ini tidak berhubungan dengan keselamatan.Di dalam ayat 14 dan 15, baik upah maupun keselamatan disebutkan. Upah itu bukan untuk keselamatan.

Jika pekerjaan kita, pelayanan kita, benar-benar dari emas, perak dan batu permata, maka akan tahan ujian api. Bahan-bahan ini tidak akan terbakar. Jika pekerjaan kita adalah dengan bahan-bahan ini, kita akan menerima upah. Upah itu pada zaman yang akan datang akan menjadi kenikmatan akan Tuhan yang lebih tinggi dan lebih besar. Hari ini di dalam kehidupan gereja kita, dalam pekerjaan kita, dalam pelayanan kita, kita menikmati Tuhan. Tetapi pada zaman yang akan datang upah itu akan menjadi kekayaan Kristus yang lebih kaya, lebih tinggi dan lebih besar. Upah itu akan menjadi suatu jalan masuk ke dalam manifestasi kerajaan surga, tetapi jalan masuk kita ke dalam kerajaan itu adalah untuk menikmati Kristus yang lebih besar, lebih tinggi, dan lebih kaya.

B. Jika Pekerjaan Manusia Terbakar, Dia Akan Menderita Kerugian

Ayat 15 berkata, "Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian tetapi ia sendiri akan diselamatkan tetapi seperti dalam api." Kayu, rumput, dan jerami tidak baik untuk bahan-bahan bangunan, tetapi baik untuk dibakar. Hari ini banyak orang Kristen sedang menghasilkan bahan bakar untuk pembakaran yang akan datang. Semakin banyak mereka mengerjakan, semakin banyak mereka mempunyai sesuatu untuk pembakaran.

Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian. Kerugian di sini berarti bahwa ia akan kehilangan pahala. Ia akan kehilangan kenikmatan akan Kristus yang lebih kaya, lebih tinggi, dan lebih besar.

Tetapi Firman itu mengatakan dengan jelas, bahwa dirinya sendiri akan diselamatkan, tetapi ia akan diselamatkan seperti melalui api. Ini menunjukkan beberapa macam penghukuman dan pendisiplinan, bukan hanya suatu kerugian.

Kita telah melihat di dalam pelajaran sebelumnya bahwa kita harus menghindarkan segala sesuatu dari api asing di dalam pelayanan kita. Juga, semua pekerjaan yang berasal kayu, rumput, dan jerami haruslah dihindarkan. Kita harus membangun dengan emas, perak, dan batu permata.