KESELAMATAN SEMPURNA ALLAH TRITUNGGAL DAN HASILNYA (5)
Pembacaan Alkitab: 1Ptr. 1:10-12
Dalam 1:10-11 Petrus berkata, “Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang anugerah yang diuntukkan bagimu. Mereka pun meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya bersaksi tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu.” Dalam berita sebelumnya kita menunjukkan bahwa dalam ayat 11 Petrus menyebut tidak hanya saat yang mana tetapi juga saat yang bagaimana Kristus akan menderita dan dimuliakan. Memahami saat yang mana agak mudah, tetapi memahami apa yang dimaksud Petrus dengan saat yang bagaimana itu sulit.
Kejadian 3:15 mengatakan, “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” Menurut ayat ini, keturunan perempuan akan meremukkan kepala ular, dan ular itu akan meremukkan tumitnya. Ini berarti Kristus akan meremukkan kepala Iblis (Satan) dan Iblis akan meremukkan tumit Kristus. Meremukkan kepala adalah membunuh, tetapi meremukkan tumit adalah melukai. Perkataan mengenai ular meremukkan tumit Kristus menunjukkan penderitaan-Nya. Ketika Kristus datang untuk menanggulangi Iblis di atas salib, Dia menderita. Jika kita meneliti Kejadian 3:15 dengan cermat, kita akan nampak bahwa ayat ini membicarakan penderitaan Kristus. Apa yang digambarkan dalam Kejadian 3:15 tepat seperti yang Kristus lakukan terhadap Iblis, dan apa yang Iblis lakukan terhadap Kristus.
WAKTU KETIDAKPERCAYAAN
Yesaya 53 membicarakan saat yang bagaimana Kristus menderita. Jika Anda meneliti Yesaya 53, Anda akan nampak bahwa pasal ini mewahyukan saat yang bagaimana Kristus disalibkan. Pasal ini dengan jelas membicarakan kematian Kristus dengan kata-kata yang jelas, sama seperti yang dibicarakan dalam Perjanjian Baru. Tetapi mungkin tidak seorang pun meneliti pasal ini untuk menemukan saat yang bagaimana Kristus mati.
Ayat pertama dari Yesaya 53 mengatakan, “Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?” Ayat ini menunjukkan bahwa Kristus datang untuk menderita pada waktu yang penuh dengan ketidakpercayaan, waktu di mana umat Allah tidak percaya kepada-Nya. Nabi mengajukan suatu pertanyaan, “Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar?” Nabi melaporkan, memberitakan, mengumumkan, tetapi tidak seorang pun mendengarkannya. Ini berarti ketika Kristus datang, umat Allah penuh dengan ketidakpercayaan. Itu adalah saat yang bagaimana. Kristus tidak datang ketika umat Allah penuh dengan iman dan setiap orang memiliki kepercayaan yang kuat kepada Allah. Tidak, Dia datang pada saat ketika umat Allah tidak memiliki kepercayaan kepada Dia. Para nabi mengetahui hal ini. Mereka tahu pada saat yang bagaimana Kristus akan datang.
Dalam Yesaya 6 nabi menunjukkan bahwa umat Allah tidak bersedia mendengarkan perkataan-Nya, “Kemudian firman-Nya: ‘Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi menanggap: jangan! Buatlah hati bangsa ini keras dan buatlah telinganya berat mendengar dan buatlah matanya melekat tertutup, supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik dan menjadi sembuh’” (ayat 9-10). Tuhan Yesus mengutip perkataan ini dalam Matius 13, dan Paulus juga mengutip hal itu di dalam Kisah Para Rasul 28. Dikutipnya perkataan ini oleh Tuhan Yesus dan oleh Paulus menunjukkan bahwa waktu Kristus datang untuk menderita bagi penggenapan penebusan Allah adalah waktu ketidakpercayaan.
WAKTU PENAWANAN
Selain itu, menurut Daniel 9, waktu itu adalah waktu penawanan. Jika kita membaca mengenai tujuh puluh kali tujuh masa dan mempelajari konteksnya, kita akan mengerti bahwa tujuh puluh kali tujuh masa itu adalah waktu penawanan. Ini adalah petunjuk lebih lanjut dari saat yang bagaimana Kristus akan datang. Itu adalah waktu penawanan. Sebenarnya Kristus datang pada saat yang demikian. Menurut Daniel 9:26, “Sesudah keenam puluh dua kali tujuh masa itu akan disingkirkan seorang yang telah diurapi.” Ini mengacu kepada penyaliban Kristus, yang adalah waktu penawanan. Baik Yesaya 53 dan Daniel 9 menunjukkan saat yang bagaimana Kristus akan datang untuk menderita bagi kita.
ROH KRISTUS BEKERJA DI DALAM PARA NABI
Petrus mungkin hanyalah seorang nelayan, tetapi dia juga seorang penulis yang luar biasa. Dia meluangkan sejumlah besar waktu untuk mempelajari Perjanjian Lama. Dia menemukan hal-hal yang diselidiki para nabi, dan dia mempunyai keberanian untuk mengatakan bahwa sewaktu para nabi menyelidiki, Roh Kristus berada di dalam mereka. Sebagaimana telah kita singgung dalam berita sebelumnya, penyusunan Roh Kristus bersifat zaman. Ini berarti Roh Kristus disusun secara zaman melalui dan dengan kematian dan kebangkitan Kristus. Namun, fungsi Roh ini bersifat kekal, karena Dia adalah Roh yang kekal (Ibr. 9:14). Mengenai penyusunan Roh Kristus, faktornya adalah waktu. Tetapi mengenai fungsi Roh Kristus, faktornya bukan wak-tu. Roh Allah memadai dan cukup bagi penciptaan, tetapi bagi pelaksanaan keselamatan sempurna Allah dan bagi penerapan keselamatan ini, diperlukan Roh Kristus. Ketika nabi-nabi Perjanjian Lama menyelidiki saat yang bagaimana Kristus akan menderita, Roh Kristus bekerja di dalam mereka. Ini berarti Roh Allah Tritunggal — Roh pemberihayat yang almuhit dari Kristus — sedang beroperasi di dalam mereka. Menurut fungsi, tidak ada perbedaan antara pekerjaan Roh itu di dalam nabi-nabi dan pekerjaan-Nya di dalam para rasul. Itu adalah Roh yang sama dengan fungsi yang sama.
Satu dan 2Petrus ditulis kepada kaum beriman Yahudi. Orang Yahudi mengenal Allah, dan mereka percaya kepada pemercikan darah kurban. Meskipun mereka mengenal Allah, mereka tidak mengenal Dia sebagai Bapa dari Kristus. Selanjutnya, mereka mengenal Roh Allah dan Roh Yehova (TUHAN), tetapi mereka tidak mengenal Roh Kristus. Dalam 1:2 Petrus sengaja menggunakan ungkapan “percikan darah-Nya” untuk membedakan pemercikan ini dengan pemercikan darah kurban dalam Perjanjian Lama. Selain itu, dalam 1:3 dia berbicara tentang “Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus” untuk membedakan Allah orang Kristen dari Allah orang Yahudi. Sekarang kita melihat bahwa dia bahkan sering menggunakan istilah “Roh Kristus”, bukan Roh Allah, untuk membuat perbedaan lain. Petrus berusaha meyakinkan kaum beriman Yahudi bahwa bahkan para nabi Perjanjian Lama sama dengan orang Kristen Perjanjian Baru. Roh Kristus yang ada di dalam orang Kristen Perjanjian Baru juga bekerja di dalam nabi-nabi Perjanjian Lama.
Secara umum, dalam zaman Perjanjian Lama Roh itu berada di atas kaum beriman, tidak berada di dalam mereka. Tetapi di sini, berdasarkan prinsip fungsi yang kekal dari Roh Kristus, ada suatu perkecualian: kita diberi tahu bahwa Roh Kristus bekerja di dalam para nabi Perjanjian Lama. Petrus berkata bahwa Roh Kristus di dalam mereka membuat para nabi jelas mengenai saat yang bagaimana Kristus akan menderita. Sungguh memalukan, begitu banyak orang beriman Perjanjian Baru yang tidak jelas tentang hal ini. Mungkin baru sekarang Anda mengerti apa yang dimaksud Petrus dengan saat yang bagaimana Kristus akan menderita.
Ungkapan “saat yang bagaimana” menyiratkan banyak hal. Ungkapan ini menunjukkan kepada kaum beriman Yahudi bahwa saat yang bagaimana Kristus akan datang adalah saat ketidakpercayaan. Ini juga saat yang bagaimana kita hidup hari ini. Pada zaman Petrus, tidak banyak orang Yahudi yang percaya kepada Tuhan Yesus. Mereka yang percaya malah dianiaya. Orang Yahudi yang tidak percaya menantang kaum beriman Yahudi, katanya, “Lihat, betapa sedikitnya orang yang percaya kepada Yesusmu! Mengapa kalian begitu bodoh, percaya kepada seorang Nazaret yang tergantung di atas salib?” Saat yang bagaimana Kristus datang benar-benar adalah saat ketidakpercayaan. Sama halnya dengan hari ini. Kita tidak seharusnya mengharapkan banyak orang Yahudi percaya kepada Tuhan Yesus. Saat yang bagaimana Kristus datang adalah saat ketidakpercayaan. Ini berarti ketidakpercayaan adalah ciri khas waktu kedatangan Kristus. Yesaya bertanya, “Siapa yang percaya kepada pemberitaan kami?” Petrus tentunya telah melihat ketidakpercayaan ini pada orang-orang dalam zamannya. Petrus memberitakan, tetapi sangat sedikit orang Yahudi yang menanggapi. Itu adalah saat yang bagaimana. Hari ini, banyak orang Kristen mengharapkan kebangunan yang besar. Namun, itu berlawanan dengan prinsip bahwa saat yang bagaimana Kristus datang ditandai dengan ketidakpercayaan.
Tulisan Petrus tidak dapat diperhalus, namun dia adalah tokoh besar dalam pengalaman rohani. Dia mungkin tidak memiliki pengetahuan yang dalam tentang bahasa Yunani, tetapi dia pasti memiliki pengalaman rohani. Dalam menggunakan pengetahuannya yang terbatas tentang bahasa Yunani, Petrus mencoba sebisanya menuliskan aspek-aspek dari pengalamannya. Khususnya, dia meletakkan banyak aspek dalam 1:11. Saya senang mengikuti Petrus dalam hal lebih memperhatikan pengalaman rohani dan kekayaan Kristus daripada memperhatikan bahasa.
KEMULIAAN KRISTUS
Dalam ayat 11 Petrus mengatakan bahwa nabi-nabi bersaksi sebelumnya tentang “segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu”. Mula-mula Kristus menderita, kemudian masuk ke dalam kemuliaan (Luk. 24:26). Kita seharusnya mengikuti Dia dalam langkah yang sama (1Ptr. 4:13; Rm. 8:17). Penderitaan Kristus, seperti yang diwahyukan kepada nabi-nabi dan dinubuatkan oleh mereka dalam Mazmur 22:2, 7-9, 13-19; Yesaya 53:2-10a, 12b; Daniel 9:26; dan Zakharia 12:10 dan 13:6-7, adalah untuk menggenapkan penebusan Allah yang pada aspek negatifnya telah membereskan semua persoalan antara manusia dengan Allah dan mengakhiri ciptaan lama; pada aspek positifnya telah membebaskan hayat kekal Allah untuk perampungan kehendak kekal Allah.
Kemuliaan Kristus adalah untuk pemuliaan-Nya, yang diminta-Nya dari Bapa sebelum Dia disalibkan (Yoh. 17:1), juga untuk melaksanakan ekonomi Perjanjian Baru Allah guna perampungan kehendak kekal Allah. Penderitaan Kristus dan pemuliaan Kristus dengan kemuliaan dalam berbagai tahap yang kita terapkan dan alami adalah faktor-faktor penebusan dan keselamatan sempurna Allah, sebanding dengan keselamatan yang disebutkan dalam 1Petrus 1:5, 9-10. Inilah yang dicari dan diteliti dengan tekun oleh nabi-nabi dalam Perjanjian Lama, yang diwahyukan Roh Kristus kepada mereka, yang diberitakan para rasul dalam Perjanjian Baru bersandarkan Roh Kudus, dan yang didambakan untuk dilihat oleh para malaikat (ayat 12).
Penderitaan-penderitaan yang dialami Kristus adalah penderitaan yang ditetapkan Allah bagi-Nya (Yes. 53:10); karena itu, penderitaan-penderitaan itu adalah milik Kristus.
Kemuliaan dalam ayat ini, dalam bahasa aslinya berbentuk jamak. Mengacu kepada kemuliaan dalam berbagai tahap: kemuliaan dalam kebangkitan-Nya (Luk. 24:26; Kis. 3:13), kemuliaan dalam kenaikan-Nya (Kis. 2:33; Ibr. 2:9), kemuliaan dalam kedatangan-Nya kembali (Why. 18:1; Mat. 25:31), dan kemuliaan dalam pemerintahan-Nya sebagai raja (2Tim. 2:12; Why. 20:4, 6) seperti diwahyukan dalam Mazmur 16:8-10; 22:22-23; 118:22-24; 110:1, 4; 118:26: Zakharia 14:4-5; Daniel 7:13-14; dan Mazmur 24:7-10; 72:8-11.
Kata kemuliaan tidak lazim digunakan dalam bentuk jamak. Pernahkah Anda membaca tulisan lain yang membicarakan kemuliaan-kemuliaan atau segala kemuliaan? Kata benda yang abstrak biasanya tidak digunakan dalam bentuk jamak. Namun kata benda yang nyata sering digunakan dalam bentuk jamak. Kemuliaan adalah kata benda yang abstrak. Tetapi bagi Petrus kemuliaan tidaklah abstrak; sebaliknya, sangat nyata.
Menurut pengertian Petrus, Kristus memiliki banyak kemuliaan, kemuliaan demi kemuliaan. Dia memiliki kemuliaan dalam kebangkitan, kemuliaan lain dalam kenaikan, dan kemuliaan lain dalam penobatan, pertuanan, jabatan raja, dan pemerintahan. Dia memiliki kemuliaan dalam keinsanian-Nya dan kemuliaan lain dalam keilahian-Nya.
Kristus tidak hanya memiliki satu jenis kemuliaan; Dia memiliki banyak kemuliaan. Nabi-nabi menyelidiki kemuliaan ini. Mereka belajar saat yang mana Kristus akan datang untuk menderita dan saat yang mana Dia akan masuk ke dalam semua kemuliaan-Nya.
PENERAPAN RIIL ROH ITU
AKAN KESELAMATAN ALLAH
Dalam ayat 12 Petrus meneruskan perkataannya, “Kepada mereka telah dinyatakan bahwa mereka bukan melayani diri mereka sendiri, tetapi melayani kamu dengan segala sesuatu yang telah diberitakan sekarang kepada kamu dengan perantaraan orang-orang, yang oleh Roh Kudus yang diutus dari surga, menyampaikan berita Injil kepada kamu, yaitu hal-hal yang ingin diketahui oleh malaikat-malaikat.” “Segala sesuatu” mengacu kepada penderitaan Kristus dan kemuliaan-Nya yang disebutkan dalam ayat 11. Nabi-nabi Perjanjian Lama meministrikan penderitaan dan kemuliaan Kristus kepada kaum beriman Perjanjian Baru.
Segala sesuatu telah diberitakan kepada kita melalui mereka yang memberitakan Injil. Mereka yang memberitakan Injil adalah para rasul Perjanjian Baru. Para nabi menyelidiki dan menubuatkan; para rasul memberitakan. Pemberitaan para rasul adalah penerapan riil keselamatan Allah dalam Perjanjian Baru yang dilaksanakan oleh Roh itu. Baik nubuat para nabi maupun pemberitaan para rasul adalah penerapan Roh itu. Ini berarti Roh itu menerapkan keselamatan sempurna Allah dengan menggunakan dua sarana, nubuat para nabi dan pemberitaan para rasul.
Dalam ministri saya, saya terus memberitakan. Saya percaya bahwa melalui pemberitaan ini Roh itu sedang menerapkan keselamatan sempurna Allah kepada Anda. Sesungguhnya saya tidak bermaksud untuk melatih siapa pun. Saya hanya memberitakan Kristus, kematian Kristus, dan berbagai kemuliaan Kristus. Masing-masing pemberitaan adalah suatu penerapan dari Roh itu. Mereka yang menghadiri sidang-sidang ministri berada di bawah penerapan Roh Kristus. Sukacita saya yang terbesar adalah melihat kaum saleh menerima Kristus melalui penerapan Roh itu. Saya terutama bergembira melihat generasi kedua bertumbuh dalam hidup gereja. Hati saya melonjak ketika saya melihat mereka sedang menerima penerapan keselamatan Allah melalui ministri ini dan oleh Roh itu.
Saya mendorong Anda semua untuk pergi dan memberitakan Kristus. Bukan hanya para rasul yang dapat memberitakan. Asalkan Anda memberitakan Kristus, Anda termasuk di antara mereka yang memberitakan Injil oleh Roh Kudus yang diutus dari surga.
HAL-HAL YANG INGIN DIKETAHUI
OLEH MALAIKAT-MALAIKAT
Petrus mengakhiri ayat 12 dengan perkataan, “Yaitu hal-hal yang ingin diketahui oleh malaikat-malaikat.” Kata Yunani yang diterjemahkan “ingin diketahui” menggambarkan orang yang membungkuk dan menjulurkan lehernya untuk melihat suatu pemandangan yang ajaib, menarik. Ini memperlihatkan betapa tertariknya para malaikat dalam mengamati hal-hal mengenai Kristus bagi keselamatan Allah. Mereka mengumumkan dan merayakan kelahiran Penyelamat (Luk. 2:8-14), bersukacita atas pertobatan orang dosa yang menerima keselamatan (Luk. 15:10), dan dengan sukacita melayani orang-orang yang mewarisi keselamatan (Ibr. 1:14; Kis. 12:15; Mat. 18:10).
Setelah berbicara mengenai para nabi dalam Perjanjian Lama dan para pemberita dalam Perjanjian Baru, Petrus tiba-tiba berbicara mengenai para malaikat. Ketika para malaikat melayani kita, mereka membungkuk untuk melihat situasinya. Sebagai bagian dari satu kalimat mengenai keselamatan sempurna Allah, kita memiliki para nabi, para pemberita, dan para malaikat. Ini adalah ciri khas tulisan Petrus.