← Daftar isi 1 Petrus (1) · bab 8/23

KESELAMATAN SEMPURNA ALLAH TRITUNGGAL DAN HASILNYA (4)

Pembacaan Alkitab: 1Ptr. 1:10-12

Satu Petrus 1:3-25 membahas keselamatan sempurna Allah Tritunggal dan hasilnya. Ayat 3-9 membahas kelahiran kembali dari Bapa kepada pengharapan yang hidup; ayat 10-12, penerapan Roh itu; dan ayat 13-25, penebusan Kristus. Dalam berita ini kita akan memperhatikan penerapan Roh itu melalui nubuat nabi dan pemberitaan rasul.

RUANG LINGKUP YANG LUAS DARI

TULISAN-TULISAN PETRUS

Menurut kata-kata Petrus dalam 1:10-12, sarana pertama dari penerapan Roh itu adalah nubuat dari nabi-nabi Perjanjian Lama, dan sarana kedua adalah pemberitaan dari rasul-rasul Perjanjian Baru. Melalui hal-hal ini kita nampak bahwa dua kelompok persona digunakan oleh Roh yang menerapkan untuk menerapkan keselamatan sempurna Allah kepada orang-orang pilihan-Nya.

Sekali lagi kita nampak bahwa ruang lingkup tulisan Petrus itu luas. Selain itu, semua isinya yang tercakup dalam ruang lingkup ini kaya dan almuhit. Meskipun Petrus hanya menulis delapan pasal, tidak dapat dibandingkan dengan Paulus, tetapi dalam pasal-pasal itu dia mencantumkan kekayaan ilahi. Mungkin keahlian Petrus dalam menggunakan bahasa Yunani tidak sebanding dengan keahlian Paulus. Namun, saya mengagumi keberanian Petrus. Dengan tidak mempedulikan tata bahasa, bahasa, atau komposisi, Petrus menemukan jalan untuk mengekspresikan kekayaan ilahi dalam tulisan-tulisannya.

Ketika kita membaca 1:10-12 untuk kali pertama, kita mungkin tidak mengira ayat-ayat ini begitu dalam. Tetapi semakin banyak kita membacanya dan mendoa-bacakannya dan dengan demikian menjamah kedalaman ayat-ayat ini, kita akan menyadari bahwa perkataan Petrus di sini sangat dalam. Salah satu contoh dari kedalaman Petrus adalah apa yang ia katakan dalam ayat 11 tentang nabi-nabi yang meneliti saat yang mana Kristus akan menderita.

BERNUBUAT TENTANG ANUGERAH

YANG DIUNTUKKAN BAGI KITA

Satu Petrus 1:10 mengatakan, “Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang anugerah yang diuntukkan bagimu.” Di sini, sama seperti Tuhan (Luk. 24:25-27, 44-46), Petrus memakai nabi-nabi Perjanjian Lama untuk menegaskan ajarannya mengenai keselamatan Perjanjian Baru.

Dalam ayat 10 Petrus menunjukkan bahwa nabi-nabi bernubuat mengenai “anugerah yang diuntukkan bagimu”. “Anugerah” adalah sinonim dari kata “keselamatan” dalam ayat ini. Dalam 1:13 anugerah juga mengacu kepada keselamatan Allah. Yohanes 1:14 mengatakan bahwa Firman telah menjadi daging dan berkemah di antara kita, penuh dengan anugerah. Anugerah ini adalah Allah dalam Putra sebagai kenikmatan kita. Dalam 1Korintus 15:10 Paulus mengatakan, “Tetapi karena anugerah Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan anugerah yang diberikan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras daripada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan anugerah Allah yang menyertai aku.” Anugerah yang disebut tiga kali dalam ayat ini adalah Kristus yang bangkit menjadi Roh pemberi-hayat untuk membawa Allah Tritunggal yang telah melalui proses di dalam kebangkitan, ke dalam kita sebagai hayat dan suplai hayat kita, agar kita dapat hidup di dalam kebangkitan. Karena itu, anugerah adalah Allah Tritunggal menjadi hayat dan segala sesuatu bagi kita.

PENELITIAN NABI-NABI

Dalam 1:11 Petrus meneruskan perkataannya menyinggung nabi-nabi, “Mereka pun meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya bersaksi tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu.” Penelitian nabi-nabi adalah penerapan awal keselamatan Allah dalam Perjanjian Lama oleh Roh itu. Nabi-nabi Perjanjian Lama menyelidiki pada saat yang mana dan dalam keadaan

yang bagaimana Roh itu yang ada di dalam mereka menjelaskan kepada mereka mengenai perampungan ajaib Kristus melalui penderitaan-Nya dan kemuliaan-Nya. Akhirnya, mereka mendapatkan wahyu bahwa hal-hal ajaib yang mereka layankan itu bukan untuk diri mereka sendiri, melainkan untuk orang-orang beriman Perjanjian Baru (ayat 12).

SAAT YANG BAGAIMANA

Dalam ayat 11 Petrus mengatakan bahwa nabi-nabi ti-dak hanya meneliti saat yang mana, tetapi juga saat yang bagaimana. Memahami arti “saat yang mana” itu mudah, tetapi memahami apa yang Petrus maksudkan dengan “saat yang bagaimana” tidaklah mudah. Ini adalah ungkapan yang tidak biasa. Apakah waktu memiliki model? Kita mungkin “direpotkan” karena istilah ini dan heran apa yang Petrus maksudkan dengan “saat yang bagaimana”.

Dalam usaha memahami hal ini, kita dapat mengganti “bagaimana” dengan “macam apa”, dan mengatakan “saat yang macam apa”. Dalam percakapan kita kadang-kadang menyebut suatu waktu tertentu, atau bertanya kepada orang saat (waktu) macam apa yang dia miliki saat mengerjakan sesuatu. Kita dapat bertanya kepada seseorang, “Waktu yang macam apa yang Anda miliki bersama ayah Anda hari ini? Apakah Anda memiliki waktu yang indah dengannya? Apakah Anda menikmati waktu yang menyenangkan?” Selain itu, saat yang bagaimana atau saat yang macam apa menunjukkan musim tertentu. Sebagai contoh, musim salju adalah saat cuaca dingin, sedangkan musim panas adalah saat cuaca panas. Itu adalah ilustrasi yang dapat membantu kita mengerti ungkapan Petrus “saat yang bagaimana”.

Mengenai kedatangan kembali Kristus dan penderitaan-Nya, nabi-nabi tidak hanya meneliti saat yang mana hal ini akan terjadi, tetapi juga meneliti saat yang bagaimana, saat yang macam apa hal ini akan terjadi. Sejumlah ayat dalam nubuat Perjanjian Lama menunjukkan bahwa Yang Diurapi Allah, Mesias, Kristus, akan menderita demi keselamatan umat Allah dan untuk menggenapkan kehendak Allah. Menurut nubuat-nubuat ini, Yang Diurapi Allah, Orang yang ditunjuk Allah untuk menggenapkan amanat Allah, memang perlu menderita. Nabi-nabi zaman dulu mengetahui hal ini, dan mereka meluangkan waktu yang banyak untuk menemukan kapan Mesias akan menderita. Ini berarti mereka sedang mencari tahu kapan Dia akan menderita. Selain itu, mereka juga meneliti saat yang bagaimana hal itu akan terjadi. Akankah hal itu seperti waktu yang dapat di-bandingkan dengan musim dingin atau seperti waktu yang dapat dibandingkan dengan musim panas? Karena alasan inilah, dalam 1:11 Petrus berbicara mengenai saat yang bagaimana.

Kita telah nampak bahwa ciri khas Petrus adalah meng-gunakan ungkapan yang khusus dan bahkan khas dalam tulisan-tulisannya. Dia berbicara bukan hanya tentang darah, tetapi darah yang mahal; tidak hanya benih, tetapi benih yang tidak fana; tidak hanya saat yang mana, tetapi saat yang bagaimana. Kata-kata Petrus dalam ayat 11 bukanlah kata-kata yang hampa. Sebaliknya, apa yang dia katakan berdasar pada apa yang dia temukan dalam Perjanjian Lama. Petrus tentunya memiliki tumpuan, dasar, untuk segala hal yang dia bicarakan. Perkataannya mengenai saat yang bagaimana berdasar pada Perjanjian Lama.

Petrus memustikakan Perjanjian Lama, dan kita dalam pemulihan Tuhan hari ini tentunya memustikakan Alkitab. Salah satu ciri pemulihan Tuhan yang mencolok adalah kita memustikakan Firman Allah dan meluangkan waktu yang banyak untuk membaca dan mempelajarinya. Banyak dari antara kita telah membaca Alkitab dengan rajin dan serius selama bertahun-tahun, terutama selama tahun-tahun kita berada dalam pemulihan. Karena itu, izinkan saya mengajukan pertanyaan terutama kepada mereka yang serius dalam membaca Alkitab: Ayat mana dalam Perjanjian Lama yang mengatakan kepada kita saat yang bagaimana dari penderitaan Kristus dan pemuliaan-Nya? Tidaklah sulit menemukan ayat yang membicarakan saat yang mana. Sebagai contoh, Daniel 9:26 mengatakan, “Sesudah keenam puluh dua kali tujuh masa itu akan disingkirkan seorang yang telah diurapi.” Kata “disingkirkan” menunjuk kepada penyaliban Kristus. Daniel 9:25 menyebutkan, “Tujuh kali tujuh masa; dan enam puluh dua kali tujuh masa.” Di sini kita memiliki jumlah total 69 kali tujuh masa, atau 483 tahun. Menurut ayat-ayat ini, 483 tahun setelah perintah membangun kota Yerusalem, Mesias, Kristus akan disingkirkan, disalibkan. Dengan ini kita tahu kapan Kristus akan menderita. Waktunya adalah pada akhir dari keenam puluh sembilan kali tujuh masa.

Meskipun kita memiliki ayat-ayat yang berkaitan dengan waktu apa Kristus akan menderita, sangat sulit untuk menemukan ayat yang memberi tahu kita saat yang bagaimana. Selagi menulis catatan untuk Versi Pemulihan Surat 1Petrus, saya sangat terkesan dengan kata “bagaimana” ini dalam ayat 11. Ini seperti batu yang sangat besar yang menggiling saya. Saya memerlukan waktu yang lama dan banyak jerih lelah untuk mengerti ayat ini. (Kita akan membahas ayat-ayat mengenai saat yang bagaimana dalam berita selanjutnya). Ayat 10-12 tidaklah dangkal. Sebaliknya, ayat-ayat ini dalam dan sulit dimengerti. Jadi, kita tidak seharusnya memandang rendah Petrus sebagai penulis atau mengira dia itu dangkal.

KESELAMATAN YANG SEMPURNA

Keselamatan dalam ayat 10 mengacu kepada keselamatan jiwa yang disebutkan dalam ayat sebelumnya. Frase “keselamatan jiwa” menunjukkan keselamatan sempurna. Hal itu tidak mengacu kepada keselamatan awal; melainkan keselamatan yang sempurna, keselamatan yang penuh. Selain itu, sebagaimana telah kita tunjukkan, dalam ayat 10 keselamatan bersinonim dengan anugerah. Ini berarti anugerah di sini mengacu kepada keselamatan sempurna Allah. Banyak orang Kristen mendefinisikan anugerah sebagai kebaikan yang tidak patut diterima. Betapa dangkalnya pengertian itu! Anugerah dalam Alkitab tidak terbatas hanya pada beberapa jenis kebajikan yang tidak patut diterima. Anugerah dalam Alkitab sama dengan keselamatan yang sempurna.

ROH KRISTUS DI DALAM PARA NABI

Dalam ayat 10 Petrus juga memberi tahu kita bahwa nabi-nabi menyelidiki dan meneliti. Dalam ayat 11 Dia membicarakan nabi-nabi meneliti. Semua perkataan ini menunjukkan pencarian. Jika kita membaca seluruh Perjanjian Lama dari Kitab Kejadian sampai Kitab Maleakhi, kita akan melihat bahwa seluruh kaum saleh Perjanjian Lama adalah para pencari. Saya percaya bahwa mereka lebih terlatih dalam pencarian mereka daripada kita hari ini. Nabi-nabi secara khusus mencari dan meneliti saat yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus. Mari kita mengutip bagian pertama dari perkataan Petrus dalam ayat 11 sekali lagi, “Meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka.” Komposisi di sini tampak kaku. Namun, ungkapan Petrus sangatlah tidak lazim, dan sangat digunakan oleh Allah. Apa yang ditunjukkan oleh ungkapan yang tidak lazim ini? Ungkapan ini menunjukkan bahwa sementara nabi-nabi menyelidiki, mereka memiliki Roh Kristus di dalam mereka.

Anda mungkin terganggu oleh frase “Roh Kristus” dalam ayat 11. Ketika beberapa orang membaca ayat ini, mereka mungkin berkata kepada saya, “Saudara Lee, Anda telah mengatakan kepada kami berkali-kali bahwa menurut Yohanes 7, Roh itu belum datang sebelum pemuliaan Kristus. Anda telah mengatakan bahwa sebelum pemuliaan Kristus, Roh itu hanyalah Roh Allah dengan keilahian dan tidak memiliki unsur keinsanian, kematian Kristus, dan kebangkitan Kristus. Anda telah mengajari kami bahwa Roh Allah belum tersusun dengan semua ramuan ini. Tetapi, Saudara Lee, Petrus berbicara berlawanan dengan pengajaranmu. Dia mengata-kan bahwa bahkan dalam Perjanjian Lama Roh Kristus telah berada dalam nabi-nabi. Bagaimana tanggapan Anda tentang hal ini?” Bahkan saya telah menerima surat yang mengajukan pertanyaan ini. Dalam 1:11 Petrus dengan jelas mengatakan bahwa sewaktu nabi-nabi zaman dulu menyelidiki dan meneliti, Roh Kristus berada dalam mereka. Kita perlu mempertimbangkan hal ini dengan sangat teliti untuk memahaminya dengan tepat.

Naskah Vaticanus yang dipandang sangat tinggi, tidak mencantumkan kata Kristus. Hal ini sesuai dengan wahyu Perjanjian Baru mengenai Roh itu. Namun, naskah-naskah lain yang berwibawa mencantumkan kata Kristus. Dalam wahyu Perjanjian Baru, Roh Kristus ditujukan kepada Roh setelah Kristus bangkit (Rm. 8:9-11). Roh itu bukan hanya Roh Allah, tetapi juga Roh Kristus; sebelum Kristus bangkit, Roh itu belum ada (Yoh. 7:39). Roh Kristus adalah Roh Allah yang tersusun melalui dan dengan kematian dan kebangkitan Kristus untuk penerapan dan penyaluran kematian dan kebangkitan Kristus kepada kaum beriman. Meskipun penyusunan Roh Kristus bersifat sezaman, yaitu dalam zaman Perjanjian Baru tersusun melalui dan dengan kematian dan kebangkitan Kristus, namun fungsi Roh Kristus bersifat kekal, karena Dia adalah Roh yang kekal (Ibr. 9:14). Ini seperti salib Kristus; pada faktanya, tergenap pada saat penyaliban Kristus, tetapi fungsinya kekal. Karena itu, dalam pandangan kekal Allah, Kristus sudah disembelih sejak dunia dijadikan (Why. 13:8). Dalam zaman Perjanjian Lama, Roh Allah sebagai Roh Kristus menjelaskan masa dan keadaan waktu Kristus mati dan bangkit kepada nabi-nabi yang menyelidiki dan mencari dengan rajin mengenai penderitaan dan kemuliaan Kristus.

Mengenai kata “Kristus”, seperti telah kita tunjukkan, ada beberapa perbedaan dalam naskah-naskah. Dalam menerjemahkan Alkitab, kita perlu mempelajari naskah-naskah. Bila kita memiliki naskah-naskah yang tepat barulah kita mempunyai tumpuan untuk membuat sebuah terjemahan. Naskah-naskah Vaticanus tidak mencantumkan kata “Kristus”, tetapi naskah-naskah yang lain mencantumkannya. Menelusuri naskah-naskah yang mencantumkan kata “Kristus” ini sudah benar. Hal yang penting untuk kita pegang adalah penyusunan Roh Allah menjadi Roh Kristus terjadi setelah kebangkitan Kristus. Ini berarti penyusunan Roh Kristus bersifat zaman. Namun, fungsi Roh Kristus bersifat kekal, karena Dia adalah Roh kekal.

Sebagaimana telah kita tunjukkan, kita dapat membandingkan penyusunan Roh itu dengan penyaliban Kristus. Kapan Kristus disalibkan? Menurut fakta sejarah, Kristus telah disalibkan lebih dari 1.900 tahun yang lalu. Tetapi menurut Wahyu 13:8, Kristus disembelih sejak dunia dijadikan. Perkataan dalam Wahyu 13:8 adalah menurut pandangan Allah. Dalam pandangan Allah, Kristus sudah disembelih sejak dunia dijadikan. Tetapi menurut penggenapan dalam sejarah, Kristus disalibkan lebih dari 1.900 tahun yang lalu. Menurut penggenapannya, penyaliban Kristus terjadi dalam waktu lebih dari 1900 tahun yang lalu. Tetapi menurut fungsi, khasiat kematian Kristus itu kekal, dan dalam pandangan Allah, Kristus sudah disembelih sejak dunia dijadikan. Prinsipnya sama dengan penyusunan Roh Allah menjadi Roh Kristus. Penyusunan yang sebenarnya terjadi setelah kebangkitan Kristus. Tetapi fungsi dari Roh ini bersifat kekal.

ROH KRISTUS BEKERJA DI DALAM KITA

Komposisi Petrus yang agak kaku membantu kita untuk melihat bahwa sementara nabi-nabi menyelidiki, Roh Kristus bekerja di dalam mereka. Demikian pula, jika kita datang kepada firman kudus dengan hati yang mencari, dengan segera Roh Kristus akan bekerja di dalam kita. Saya dapat bersaksi tentang hal ini dari pengalaman saya. Sering kali, sewaktu saya mempelajari, menyelidiki, dan bahkan meneliti Kitab Suci, Roh Kristus menjelaskan banyak hal kepada saya. Karena pekerjaan Roh Kristus di dalam saya, saya dapat melihat hal-hal yang jauh di luar kemampuan saya untuk melihatnya. Puji Tuhan, sewaktu kita menyelidiki firman, Roh Kristus bekerja di dalam kita!