← Daftar isi 1 Petrus (1) · bab 7/23

TIGA TAHAP DARI KESELAMATAN SEMPURNA ALLAH

Pembacaan Alkitab: 1Ptr. 1:5

Dalam berita ini kita akan mengatakan lebih lanjut perkataan tentang tiga tahap dari keselamatan penuh Allah.

DIJAGA KEPADA KESELAMATAN

Satu Petrus 1:5 mengatakan, “Yaitu kamu, yang dijaga oleh kekuatan Allah melalui imanmu kepada keselamatan yang telah siap untuk dinyatakan pada zaman akhir” (Tl.). Beberapa tahun yang lalu saya diganggu ketika saya membaca ayat ini. Saya diganggu oleh frase “kepada keselamatan”. Menurut frase ini, seolah-olah kita sama sekali belum memiliki keselamatan, karena kita dijaga kepada keselamatan. Saya tidak dapat mengerti mengapa kita dijaga kepada keselamatan jika kita telah menerima keselamatan. Saya yakin bahwa saya telah menerima keselamatan Allah dan telah diselamatkan. Mengenai hal ini, saya sangat kuat. Ketika seseorang menanyai saya apakah saya telah diselamatkan, saya menjawab, “Ya, saya telah diselamatkan.” Selain itu, saya mengunjungi beberapa tempat memberitakan jaminan keselamatan. Saya menunjukkan ayat-ayat di dalam Perjanjian Baru yang mengatakan bahwa ketika kita percaya ke dalam Tuhan Yesus, kita diselamatkan dan bahwa kita dapat memiliki jaminan keselamatan ini. Tetapi di sini ada suatu ayat di dalam 1Petrus 1:5 dengan suatu frase “kepada keselamatan”. Saya tidak percaya Petrus memiliki pengetahuan yang tepat mengenai keselamatan. Saya pikir dia mungkin mengatakan sesuatu yang salah menurut doktrin. Saya memiliki pertimbangan yang sedemikian karena saya dibingungkan, terganggu, oleh ayat ini.

Di dalam 1:5 Petrus mengatakan bahwa keselamatan ini “siap untuk diwahyukan”. Ini berarti bahwa keselamatan ini belum ada di sini. Karena itu, saya berkata kepada diri saya sendiri, “Apakah artinya keselamatan ini siap untuk dinyatakan? Aku telah menerima keselamatan Allah. Lalu, bagaimana keselamatan ini siap untuk dinyatakan? Petrus mengatakan bahwa keselamatan ini siap untuk dinyatakan pada zaman akhir. Apakah artinya zaman akhir?” Saya di-bingungkan bukan hanya oleh frase “kepada keselamatan”, tetapi juga oleh perkataan “siap untuk dinyatakan pada zaman akhir”. Saya tidak tahu mengapa keselamatan belum dinyatakan, dan saya tidak mengerti kapan zaman akhir akan tiba.

Saya dibingungkan oleh 1:5 selama hampir empat puluh tahun. Hanya dalam periode belakangan dari kehidupan kristiani saya, saya mulai mengerti hal ini. Sekarang saya paham bahwa keselamatan bukanlah suatu hal yang sederhana. Keselamatan mencakup suatu jangka waktu yang panjang dan tidak dapat dinikmati atau dialami sekaligus. Keselamatan sempurna Allah terdiri atas tiga tahap: tahap awal, tahap pertumbuhan, dan tahap penyempurnaan. Saya ingin mendorong semua orang kudus, terutama kaum muda, untuk memperoleh pengetahuan yang menyeluruh tentang ketiga tahap keselamatan sempurna Allah. Secara khusus, kita perlu mengerti apa yang telah dikerjakan oleh keselamatan Allah bagi kita dalam setiap tahap. Kita perlu tahu dari apa kita diselamatkan oleh setiap tahap dari keselamatan sempurna Allah. Kita juga perlu tahu hal-hal dan aspek-aspek dari keselamatan ini dan hasilnya. Dalam ketiga tahap dari keselamatan sempurna Allah kita dilepaskan dari hal-hal tertentu, kita mengalami hal-hal tertentu, dan kita memiliki hasil yang pasti.

KESELAMATAN SEMPURNA ALLAH TRITUNGGAL MENURUT PENGALAMAN HAYAT

Kata “keselamatan” dalam 1:5 menunjukkan kesela-matan sempurna Allah Tritunggal. Ini berarti, hal ini tidak hanya menunjuk kepada bagian dari keselamatan kita, kepada aspek awal dari keselamatan yang berasal dari Juruselamat, Yesus Kristus. Ini adalah keselamatan sempurna Allah Tritunggal, keselamatan Bapa, Putra, dan Roh. Dalam keselamatan sempurna ini bagian yang besar dilaksanakan oleh Bapa; bagian besar yang lain oleh Putra; dan bagian besar yang lain lagi oleh Roh. Karena itu, keselamatan ini adalah keselamatan sempurna Trinitas ke-Allahan.

Keselamatan sempurna Allah Tritunggal terdiri atas banyak hal berlangsung dalam tiga tahap. Sebagaimana telah kita tunjukkan, tahap-tahap ini adalah tahap awal, tahap pertumbuhan, dan tahap penyempurnaan. Ketiga tahap ini tidak dibagi menurut pengetahuan atau hanya menurut aspek obyektif dari keselamatan Allah. Sebaliknya, tahap-tahap ini disusun menurut hayat. Hayat rohani, seperti yang kita semua ketahui, dimulai dengan kelahiran kembali, berlanjut dalam pengubahan, dan mencapai kematangan dalam tahap penyempurnaan. Karena itu, ketiga tahap dari keselamatan ini dibagi berdasarkan pengalaman hayat.

TAHAP KELAHIRAN KEMBALI

Tahap awal, tahap kelahiran kembali, terdiri atas pene-busan, pengudusan (atas posisi — 1:2; 1Kor. 6:11), pembenaran, pendamaian, dan kelahiran kembali. Penebusan, pengudusan, pembenaran, dan pendamaian semuanya adalah untuk kelahiran kembali. Kelahiran kembali adalah totalitas penebusan, pengudusan, pembenaran, dan pendamaian. Kelahiran kembali adalah hasil dari keempat hal ini.

Dalam tahap kelahiran kembali, Allah telah membenarkan kita melalui penebusan Kristus (Rm. 3:24-26), dan melahirkan kita kembali dalam roh kita dengan hayat-Nya oleh Roh-Nya (Yoh. 3:3-6). Demikianlah kita mendapatkan keselamatan kekal Allah (Ibr. 5:9) dan hayat kekal (Yoh. 3:15), menjadi anak-anak-Nya (Yoh. 1:12-13), tidak binasa sampai selama-lamanya (Yoh. 10:28-29).

Hayat Kekal dan Keselamatan Kekal

Allah telah melahirkan kita kembali dalam roh kita. Unsur, substansi yang Allah gunakan untuk melahirkan kita kembali adalah hayat-Nya sendiri. Selain itu, kelahiran kembali dengan hayat Allah dilaksanakan oleh satu Persona, yaitu Allah Roh. Sebagai hasil dari kelahiran kembali ini, kita telah menerima keselamatan kekal Allah dan hayat kekal-Nya. Dalam arti aspek ini, kita telah menerima keselamatan Allah. Tidak ada seorang pun yang dapat menyangkal bahwa kita telah menerima keselamatan Allah dalam tahapan pertama. Kita tidak perlu bertumbuh mencapai tahap ini, dan kita tidak perlu menunggu sampai hal itu diwahyukan kepada kita. Kita telah menerima dua hal yang kekal — keselamatan kekal dan hayat kekal. Ini bukan peng-ajaran, teologi, atau opini saya; ini adalah wahyu firman Allah yang murni.

Karena kita telah dilahirkan kembali dan telah mene-rima keselamatan kekal Allah dan hayat kekal Allah, maka kita telah menjadi anak-anak Allah. Sebagai anak-anak Allah, kita tidak akan binasa. Kebenaran ini seharusnya menguatkan kita dan menjaga kita dari ajaran yang mengatakan bahwa jika kita berdosa setelah kita diselamatkan, kita akan binasa. Pengajaran itu tidak masuk akal dan mutlak tidak berdasarkan kebenaran. Sekali kita menerima kese-lamatan kekal Allah, kita diselamatkan selamanya, sampai kekal. Keselamatan kekal Allah tidak bersifat zaman, bu-kan sementara. Karena hal ini adalah keselamatan kekal, kita pasti tidak akan binasa.

Diselamatkan dari Penghukuman dan Kebinasaan

Keselamatan awal Allah ini telah menyelamatkan kita dari penghukuman Allah dan dari kebinasaan kekal (Yoh 3:18, 16). Meskipun keselamatan awal ini menyelamatkan kita dari penghukuman Allah dan dari kebinasaan kekal, keselamatan ini tidak menyelamatkan kita dari pendisiplinan Allah. Seumur hidup kita Allah akan mendisiplin kita dan bahkan mungkin menghukum kita. Dalam 1Korintus 11 Paulus menunjukkan bahwa Allah menghakimi, mendisiplin, dan bahkan menghukum kaum beriman. Namun, ini tidak berarti mereka yang didisiplin oleh Allah akan kehilangan keselamatan mereka. Menurut Kitab Suci, di satu pihak, kita telah diselamatkan selama-lamanya; kita tidak mungkin dihukum oleh Allah, dan kita tidak akan binasa. Di pihak lain, selagi kita hidup di bumi di dalam daging, Allah akan menanggulangi kita dan mendisiplin kita. Kadang-kadang mungkin Ia malah menghakimi kita atau menghukum kita. Melalui hal ini kita nampak bahwa melalui tahap awal dari keselamatan Allah, kita menerima keselamatan kekal dan hayat kekal. Meskipun kita tidak akan binasa, kita bisa mengalami pendisplinan Allah seumur hidup kita. Tetapi mengajarkan bahwa didisiplin oleh Allah berarti kita akan kehilangan keselamatan kita adalah satu hal yang sama sekali bertentangan dengan Alkitab. Allah mungkin menghukum kita untuk hal-hal tertentu, tetapi kita telah diselamatkan untuk selamanya dan kita tidak mungkin kehilangan keselamatan kekal ini.

TAHAP PENGUBAHAN

Pengudusan Sifat

Tahap kedua dari keselamatan sempurna Allah, tahap pertumbuhan, adalah tahap pengubahan, yang terdiri atas kemerdekaan dari dosa, pengudusan (terutama atas sifat atau watak — Rm. 6:19, 22), pertumbuhan hayat, pengubahan, pembangunan, dan pematangan. Pengudusan dalam tahap ini terutama atas sifat, meskipun masih ada sejumlah pengudusan atas posisi. Dalam tahap pertama pengudusan seluruhnya atas posisi; dalam tahap kedua pengudusan terutama atas sifat.

Dalam tahap pengubahan Allah memerdekakan kita dari penguasaan dosa yang berhuni di dalam kita — hukum dosa dan hukum maut — dengan hukum Roh hayat melalui pekerjaan subyektif dari khasiat kematian Kristus di dalam kita (Rm. 6:6-7; 7:16-20; 8:2); menguduskan kita oleh Roh Kudus-Nya (Rm. 15:16), dengan sifat kudus-Nya, melalui pendisiplinan-Nya (Ibr. 12:10) dan penghakiman-Nya atas rumah-Nya sendiri (1Ptr. 4:17). Allah sekarang sedang menguduskan kita dengan satu Persona, dan Persona ini adalah Roh Kudus. Unsur, substansi yang Allah gunakan untuk menguduskan kita adalah sifat-Nya yang kudus. Sarana yang melaluinya kita dikuduskan adalah pendisip-linan Allah dan penghakiman-Nya, penghakiman yang Dia laksanakan dalam memerintah rumah-Nya sendiri.

Matang di Dalam Hayat Ilahi

Dalam tahap pengubahan dari keselamatan, Allah juga membuat kita bertumbuh dalam hayat-Nya (1Kor. 3:6-7); mengubah kita dengan memperbarui setiap bagian dalam jiwa kita dengan Roh pemberi-hayat (2Kor. 3:6, 17-18; Rm. 12:2; Ef. 4:23) melalui kerja sama segala sesuatu (Rm. 8:28); membangun kita bersama menjadi satu rumah rohani bagi tempat kediaman-Nya (1Ptr. 2:5; Ef. 2:22), dan mematangkan kita dalam hayat-Nya (Why. 14:15) untuk merampungkan keselamatan sempurna-Nya.

Dalam tahap pertama dari keselamatan Allah kita diselamatkan dari penghukuman Allah dan dari kebinasaan kekal. Tetapi dalam tahap kedua kita dilepaskan dari kuasa dosa, dunia, daging, diri, jiwa (hayat alamiah), dan individualisme. Karena itu, dalam tahap ini kita berada dalam proses diselamatkan dari begitu banyak hal yang negatif. Tujuan dari penyelamatan ini adalah kita akan memiliki kematangan dalam hayat ilahi untuk merampungkan kehendak kekal Allah.

TAHAP PENYEMPURNAAN

Tahap ketiga dari keselamatan penuh Allah, tahap penyempurnaan, yaitu tahap pemuliaan, yang terdiri atas penebusan (transfigurasi) tubuh kita, penyerupaan dengan Tuhan, pemuliaan, mewarisi Kerajaan Allah, berbagian dalam jabatan rajani Kristus, dan kenikmatan yang paling tinggi atas Tuhan. Hal-hal ini jauh melampaui pengalaman kita saat ini. Hal-hal ini akan dinyatakan kepada kita di masa yang akan datang. Meskipun kita telah mengalami tahap pertama dari keselamatan dan sekarang berada di dalam tahap kedua, tahap ketiga masih jauh dari kita. Hal-hal dalam tahap ini akan diwahyukan pada saat Tuhan Yesus menyatakan diri.

Transfigurasi Tubuh Kita

Dalam tahap penyempurnaan dari keselamatan kita, Allah akan menebus tubuh kita yang telah jatuh dan rusak (Rm. 8:23) dengan mengubahnya menjadi serupa dengan tubuh mulia Kristus (Flp. 3:21), menyerupakan kita dengan gambar mulia Putra Sulung-Nya (Rm. 8:29), agar kita sepenuhnya dan mutlak seperti Dia dalam roh kita yang dilahirkan kembali, jiwa kita yang diubah, dan tubuh kita yang ditransfigurasikan; dan memuliakan kita (Rm. 8:30), mencelup kita dalam kemuliaan-Nya (Ibr. 2:10), agar kita bisa masuk ke dalam kerajaan surgawi-Nya (2Tim. 4:18; 2Ptr. 1:11), yang ke dalamnya Dia telah memanggil kita (1Tes. 2:12), dan mewarisinya sebagai bagian paling tinggi dari berkat-Nya (Yak. 2:5; Gal. 5:21), yaitu agar kita dapat memerintah bersama Kristus sebagai sesama raja, berba-gian dalam jabatan raja-Nya atas bangsa-bangsa (2Tim. 2:12; Why. 20:4, 6; 2:26-27; 12:5) dan berbagian dalam sukacita rajani-Nya dalam pemerintahan ilahi-Nya (Mat. 25:21, 23). Demikianlah tubuh kita akan dimerdekakan dari perbudakan kebobrokan ciptaan lama, dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan ciptaan baru Allah (Rm. 8:21); dan jiwa kita juga akan diselamatkan, terlepas dari wilayah pencobaan dan penderitaan (1Ptr. 1:6; 4:12; 3:14; 5:9), masuk ke dalam satu wilayah baru yang penuh dengan kemuliaan (4:13; 5:10), berbagian dalam dan menikmati segala apa adanya, milik, dan apa yang telah dirampungkan, dicapai, serta diperoleh Allah Tritunggal.

Wilayah Penderitaan dan Wilayah Kenikmatan

Belakangan ini beberapa saudara berkata kepada saya, “Saudara, di negara ini (Amerika Serikat), kita menikmati segala macam kelimpahan, tetapi kaum beriman di tempat-tempat lain sangat miskin dan mereka mengalami banyak penderitaan, termasuk penganiayaan. Kelihatannya ini tidak adil. Sementara mereka banyak menderita, kita di sini menikmati banyak kebaikan.” Saya menjawab, “Kaum beriman di negara-negara lain menderita karena pencobaan tertentu, sedangkan yang di Amerika Serikat menderita karena hal lain. Ketika saya di China, saya tidak mengalami penderitaan seperti yang saya alami sekarang. Jangan mengira, karena kita berkelimpahan, kita tidak akan menderita. Banyak orang Amerika menderita penyakit jantung, radang lambung, dan penyakit jiwa. Di satu negara kita mungkin menderita karena satu hal, sedangkan di negara lain kita mungkin menderita karena hal lain. Di mana saja kita berada, kita akan menderita dan tunduk kepada pendisiplinan Allah.”

Kita tidak bisa menghindari penderitaan dalam jiwa kita. Hidup di bumi sebagai manusia berarti menderita. Bumi hari ini bukan untuk kenikmatan kita.

Orang muda mungkin berharap menyelesaikan pendidikan mereka, mendapat pekerjaan yang baik, dan kemudian memiliki kehidupan pernikahan yang sangat menyenangkan. Namun, mereka perlu menyadari bahwa di bumi ini tidak ada Firdaus. Kita harus menantikan kedatangan Tuhan untuk diselamatkan dari wilayah penderitaan dan masuk ke dalam wilayah penghiburan. Itu akan menjadi keselamatan sempurna dari jiwa kita.

Saya dapat bersaksi bahwa meskipun saya memiliki seorang istri yang baik dan meskipun saya dikasihi oleh orang kudus dan gereja-gereja, saya tetap mengalami banyak penderitaan dalam jiwa saya. Tidak ada seorang pun yang dapat membantu saya menghindari penderitaan ini. Sebab itu, saya menantikan penyataan Tuhan Yesus. Pada saat kedatangan-Nya kembali, saya akan diselamatkan dari wilayah penderitaan dan masuk ke dalam wilayah kenikmatan. Dalam wilayah itu kita akan memiliki kenikmatan penuh atas Allah Tritunggal dan segala apa adanya Dia, apa yang dimiliki-Nya, dan apa yang telah Dia rampungkan, capai, dan peroleh.

Inilah keselamatan jiwa kita, yaitu keselamatan yang siap dinyatakan kepada kita pada zaman akhir, juga adalah anugerah yang akan dibawakan kepada kita pada saat Kristus menyatakan diri dalam kemuliaan (1:13; Mat. 16:27; 25:31). Inilah hasil iman kita. Kekuatan Allah mampu menjaga kita sampai kita mencapai tahap ini, agar kita memperoleh hasil iman ini (1:9). Kita harus mendambakan keselamatan yang demikian ajaib (Rm. 8:23), dan menyiapkan diri kita bagi penyataan-Nya yang indah (Rm. 8:19). Haleluya bagi keselamatan sempurna Allah Tritunggal di dalam tiga tahapannya!