← Daftar isi Hidup Bersama Tuhan · bab 3/4

BERITA KETIGA

Pembacaan Alkitab :

Yohanes 14:23; 1 Yohanes 2:27-28; Efesus 3:16-19

HIDUP BERSAMA TUHAN ADALAH KISAH ASMARA

Hidup bersama Tuhan bukanlah paksaan. Pada prinsipnya itu sama dengan hidup pemikahan. Hidup pernikahan bukanlah paksaan, melainkan cinta kasih. Jika dua orang hidup bersama, kalau tidak disertai manisnya cinta dan penunjangan cinta, sungguh sangat berat. Alkitab mengumpamakan kehidupan kita bersama Tuhan justru dengan penghidupan kasih suami isteri. Kekasih kita adalah Tuhan Yesus yang kita cintai, dan kita adalah pasanganNya. Ikatan Tuhan dengan kita sepenuhnya tergantung pada cinta yang manis. Dalam Alkitab yang terdiri dari enam puluh enam kitab itu, ada satu kitab yang khusus membahas hidup percintaan antara sang kekasih dan pasangannya, yaitu kitab Kidung Agung. Kitab ini, dari awal sampai akhir, membicarakan tarik menarik antara kita dengan Tuhan, menempuh penghidupan dalam cinta.

Dalam Yohanes pasal 14, Tuhan dengan jelas berkata, "Jika seorang mengasihi Aku." Yang dipentingkan oleh agama dan juga agama "Kristen" adalah menghormati Allah, takut dalam takwa kepada Allah. Allah itu serius dan menakutkan, karena itu harus mempunyai hati yang takut kepadaNya. Ada juga yang mengatakan harus menyembah Allah. Allah adalah Allah yang besar dan agung, manusia harus menyembahNya. Kebanyakan agama memimpin orang dalam kedua hal ini : takut akan Allah dan menyembah Allah. Tetapi perkataan Tuhan Yesus yang dikatakanNya sendiri kepada kita, tidak mementingkan takut, tidak mementingkan penyembahan, juga bukan hanya kasih seorang bawahan kepada atasannya. Dia membicarakan cinta. Cinta itu sejajar, sama rata. Cinta suami isteri bukan yang satu tinggi, yang lain rendah; yang satu di atas, yang satu di bawah; tetapi sama rata. Tuhan Yesus tidak berkata, "Jika seorang mengasihiMu sebagai atasan." Lebih-lebih tidak berkata, "Jika seorang takut akan Aku." Takut, menyembah, dan mengasihi sebagai atasan, di dalamnya sedikit banyak ada hubungapnya dengan keagamaan. Tuhan kita bukan agama. Dia adalah Persona yang hidup. Dia bukanlah sasaran untuk kita anut. Dia adalah Persona yang hidup.

Dia adalah Allah yang hidup selamanya, Pengatur Yang Mahakuasa, hari ini telah mengenakan wujud manusia, memakai sifat yang sama dengan kita. Tepatnya, dapat kita katakan, bahwa Dia adalah Allah, tetapi Allah ini telah menjadi manusia, mengenakan sifat manusia. Setelah bangkit dari kernatian, Dia tetap memakai sifat manusia yang telah bangkit. Dia masih tetap Yesus, Anak Manusia. Maka I Timotius 2:5 mengatakan, "Yaitu manusia Kristus Yesus." Allah kita, Tuhan semesta alam, Juruselamat kita, hari ini masih tetap manusia. Meskipun Dia telah menjadi Roh pemberi hayat, Dia tetap mengenakan sifat manusia, sehingga Dia dapat membicarakan cinta kasih yang sejajar dengan kita. Dia berkata, "Jika seorang mengasihi Aku." Setiap hari kita membaca Alkitab, membaca sampai di sini, belum tentu kita dapat menghargai kata "cinta " ini. Ketahuilah, ini bukanlah cinta kepada atasan, juga bukan takut atau menyembah, melainkan cinta yang sejajar. Dia berdiri pada kedudukan yang sama rata dengan Anda. Anda adalah manusia, Dia juga manusia; Anda mempunyai sifat manusia, Dia juga mengenakan sifat manusia. Dia sejajar dengan Anda. Dia bukan berdiri di atas Anda, melainkan berdiri di depan Anda, dalam keadaan yang sederajat dengan Anda. Dia berkata kepada Anda, "Jika seorang mengasihi Aku."

Anda ingat, setelah Tuhan bangkit dari kernatian, Dia segera mencari Petrus yang menyangkal Dia di hadapanNya. Pada malam hari, ketika Tuhan Yesus hendak dijual, Petrus percaya akan keteguhan dirinya, percaya bahwa ia akan mampu ikut Tuhan selainanya. Tetapi begitu datang pencobaan, Petrus menyangkal Tuhan tiga kali di hadapanNya. Tiga hari kemudian, Tuhan Yesus bangkit. Malaikat berkata kepada Maria Magdalena, "Beritahukanlah kepada murid-muridNya dan kepada Petrus." Petrus telah menyangkal Tuhan, tapi Tuhan tidak melupakan dia. Saya percaya, setelah Petrus menyangkal Tuhan, tentu ia sangat menyesal dan sedih. "Oh! Bagaimana boleh aku tiga kali menyangkal Tuhan di hadapanNya!" Tetapi tepat pada saat itu, Maria datang dan berkata, "Petrus, Tuhan menyuruhku memberitahu saudara-saudara dan engkau. "

Kemudian, pada Yohanes 21, Tuhan menampakkan diri kepada para murid. Sewaktu menampakkan diri, Tuhan menyediakan waktu untuk berbicara dengan Petrus. Berturut-turut Dia bertanya, "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Saya percaya, Tuhan bertanya demikian kepadanya tiga kali, sedikit banyak tentu karena Petrus pernah tiga kali menyangkal Tuhan. Engkau tiga kali menyangkal Aku, "Tidak! Tidak! Tidak! Maka Akupun tiga kali bertanya : Apakah? Apakah? Apakah?" "Apakah engkau mengasihi Aku lebih daripada semua ini?" "Apakah engkau mengasihi Aku? Apakah engkau mengasihi Aku?" Sungguh sulit Petrus menjawab. Dapatkah dia menjawab, "Benar, Tuhan. Aku mengasihi Engkau!" Tiga hari yang lalu dia baru saja menyangkal Tuhan, bagaimana dia sekarang bisa berkata begitu? Tapi dia juga tidak dapat berkata, "Ya Tuhan, aku tidak mengasihi Engkau." Kalau mengatakan, "Aku tidak mengasihi Engkau, aku berdusta; kalau mengatakan aku mengasihi Engkau, maka kasihku mudah berubah. Harus bagaimana? Ya Tuhan, mengasihi atau tidak, Engkaulah yang tahu." Maka Petrus berkata, "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau."

SETIAP ORANG YANG BEROLEH SELAMAT

MEMPUNYAI HATI VANG MENGASIHI TUHAN

Malam ini saya ingin bertanya kepada Anda sekalian, "Apakah kalian mengasihi Tuhan?" "Mengasihi!" Saya percaya, malam ini tentu banyak saudara saudari yang berkata seperti Petrus, "Ya Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Dalam hati setiap orang yang percaya, tentu ada rasa cinta kasih kepada Tuhan. Bagaimana Anda tahu, bahwa Anda telah percaya Tuhan Yesus dan Allah telah menerima Anda? Bagamana Anda bisa tahu, bahwa Tuhan tinggal di dalam Anda? Bagaimana Anda bisa tahu, bahwa Tuhan telah bersatu dengan Anda? Bukan karena Anda telah menjamah Tuhan secara lahiriah. Saya pernah mendengar orang berkata, "Begitu percaya Tuhan, segeralah aku menjamah Tuhan. Begitu percaya Tuhan, segeralah aku memperoleh Tuhan. Begitu percaya Tuhan, Tuhan segera tinggal bersamaku. Begitu percaya Tuhan, Tuhan selamanya tidak meninggalkan aku lagi." Ada orang lalu mencoba mengerti dengan pengertian lahiriahnya, dengan harapan bisa menjamah Tuhan Yesus secara lahiriah. Ini adalah pengertian manusia, konsepsi manusia. Jangan lupa, Tuhan Yesus adalah Roh pemberi hayat. Dia adalah Sang Ajaib.

Bukan Dia saja demikian, bahIcan kita pun dapat memberikan beberapa contoh. Listrik, misalnya, sangat riil dan tidak boleh kurang dalam hidup masa kini. Tetapi Anda tidak dapat melihat listrik itu. Sampai hari ini, tidak ada seorang pun yang pernah melihat listrik. Hayat tubuh kita ini pun merupakan suatu misteri. Sampai hari ini, tidak ada seorang pun yang dapat menjelaskan dengan tuntas apa sebenamya hayat itu. Tetapi di dalam kita ada hayat. Saya di sini dapat berbicara dan bergerak, karena saya hidup. Di dalamku ada hayat. Seandainya saya mati, Anda memeriksa bagian-bagian tubuhku. sedikitpun tidak ada yang kurang selain hayat. Mati berarti hayatnya telah berhenti berfungsi. Lalu ke mana perginya hayat itu? Sulit dikatakan. Hayat memang suatu misteri. Karena itu, dalam Alkitab dikatakan, bahwa terhadap kita Tuhan adalah. hayat. Dia adalah hayat kita yang riil, juga fakta dan berkekuatan besar. Namun kita tidak bisa menjamahNya. Sekalipun tidak dapat dijamah, namun ada atau tidaknya jelas kelihatan. Coba lihat, hari ini saya berdiri di sini. Apakah Anda perlu diberitahu, bahwa saya memiliki hayat? Tidak perlu. Asal Anda nampak saya berdiri di sini, Anda sudah tahu, bahwa saya hidup. Sama halnya, bagaimana Anda tahu, bahwa Anda sudah percaya Yesus dan beroleh selamat? Bagaimana Anda tahu, bahwa Yesus ada di dalam Anda? Karena dalam Anda sudah hidup. Dalam Anda ada sesuatu yang tidak bisa diusir. Sewaktu saya masih muda dan baru beroleh selamat, mendengar ada orang yang mengatakan, "Yesus tidak baik", saya segera merasa tidak senang. Kemudian saya mengerti, itu merupakan bukti, bahwa di dalam saya sudah ada Tuhan Yesus.

Bukan hanya demikian, meskipun nampaknya Anda tidak begitu mengasihi Dia, di dalam batin Anda selalu terasa, bahwa Yesus manis adanya, dan Anda mengasihi Dia. Mungkin Anda masih tidak tahu bagaimana mengasihi Dia, dalam perasaan Anda, Anda merasa. kurang mengasihiNya; tetapi di dalam Anda justru terdapat perasaan yang dalam dan tersembunyi, yang merasa betapa baiknya Yesus itu, Setiap kali Anda memikirkan Yesus, Anda merasa Yesus sungguh baik. Anda selalu merasa suka kepadaNya. Kalau Anda menyukaiNya, ini adalah bukti bahwa Anda sudah beroleh rahmat, Anda sudah diselamatkan. Asalkan di dalam batin Anda ada hati yang menyukai Yesus, ada perasaan yang menyukai Yesus, ini adalah bukti bahwa Anda telah beroleh selamat.

Kalau Anda berkata, "Saudara Lee, Anda jangan membohongi aku dengan mengatakan bahwa aku telah beroleh selamat mengapa sampai hari ini aku masih suka berjudi dan menonton? Aku tentu belum beroleh selamat." Jangan pedulikan hal itu. Saya pun tidak menganjurkan Anda melakukan hal itu. Saya hanya bertanya kepada Anda, "Apakah batin Anda merasa bahwa Yesus itu baik? Setiap kali mengatakan Yesus, sukakah Anda kepadaNya? Apakah dalam batin Anda merasa bahwa Yesus itu manis?" Mungkin Anda sedang berjudi. Sewaktu Anda berjudi, batin Anda merasa, "Yesus sungguh baik!" Kadang-kadang Anda sedang menonton, sewaktu ramai- ramainya, batin Anda berkata, "Yesus sungguh baik." Di dalam Anda terdapat "Yesus baik yang tidak dapat disingkirkan. "Yesus baik." Ini sudah membuktikan bahwa Anda telah beroleh selamat. Di dalam Anda terdapat "Yesus baik", sudahlah membuktikan bahwa Yesus ada di dalam Anda.

MAKIN MENYATAKAN KASIH KEPADA TUHAN,

MAKIN TERASA SIMPATIMYA TUHAN

Saya harap Anda percaya, "Yesus baik" ini semakin hari semakin besar di dalam batin Anda. Anda tidak perlu terlalu bertekad menyingkirkan kebiasaan berjudi, atau menonton. Asal Anda setiap hari berkata, "Yesus baik, sungguh baik Yesus itu! Hai judi, sekalipun aku berjudi, tetapi Yesus lebih baik daripadamu. Sungguh baik Yesus itu." Setiap hari, bila Anda berkata demikian, makin lama makin banyak mengatakannya, sampai Anda mengatakan seratus kali, Anda tidak akan berjudi atau menonton lagi. Yesus sungguh sangat baik, Yesus terlalu manis.

Saudara saudari yang kekasih, hal ini sama sekali bukan takhayul. Sejak kecil saya telah mendengar banyak khotbah dalam agama Kristen. Sayang sekali, tidak ada orang yang dengan jelas memberitahu saya untuk mengakui Tuhan Yesus dan mengatakan, "Yesus sungguh baik. Yesus sungguh baik! 0, Tuhan Yesus, 0, Tuhan Yesus, Engkau sungguh baik!" Sampai suatu hari, ketika kami sedang menyusun kidung, kami menemukan sebuah lagu : "Yesus, Dikaulah hayatku, demilah kasihMu. Biar namaMu ribuan kali kusebut tiap hari." Syair lagu ini sangat menggerakkan saya. Saya berkata kepada Tuhan, "Ya Tuhan, aku sangat berhutang kepadaMu. Aku, telah beroleh selamat bertahun-tahun, tapi masih belum pernah menyebut namaMu seribu kali dalam sehari."

Ada orang mengatakan, setiap hari menyeru "0, Tuhan Yesus! 0, Tuhan Yesus!" Bukankah itu menyerupai "Omitohud" yang selalu diucapkan oleh orang beragama lain? Ketahuilah, menyebut "Omitohut makin banyak, Anda akan semakin cemberut, makin bermuram durja. Kamar tempat tinggal mereka gelap, juga angker. Bila Anda masuk ke dalamnya, apapun tidak kelihatan. Tetapi sungguh kebalikan kalau orang dari pagi sampai malam berseru, "0 Tuhan Yesus! 0, Tuhan Yesus! 0, Tuhan Yesus! Engkau, sungguh baik!" Begitu menyebut Tuhan Yesus, wajah sedih berubah menjadi berseri, wajah yang cemberut menjadi riang. Makin berseru, "Tuhan Yesus," Anda makin gembira, kerut Anda pun berkurang, rumah tempat tinggal Anda pun makin hangat. Sungguh ajaib! Kejadian apakah ini? Jika Anda berseru, "0, Tuhan Yesus. 0, Tuhan Yesus. Betapa manisnya Engkau!", semakin Anda mengatakan demikian, Tuhan Yesus makin mendekat. Tuhan Yesus adalah segala realitas alarn semesta. Begitu Dia datang, tidaklah aneh kalau Anda sudah memiliki segalanya.

Tidak ada orang yang tidak suka berlian, karena berlian menimbulkan rasa suka. Kalau. Anda memberikan segumpal tanah, bagaimana saya bisa menyukainya? Saya ingin menyukai, tetapi tidak bisa. Saya mencintai Tuhan Yesus bukan karena saya bisa mencintai, tapi karena Tuhan Yesus sangat manis. Saudara saudari, kalau, bukan karena hal ini, di bumi tidak mungkin ada berjuta-juta orang yang sangat mencintai nama Yesus ini. Begitu menyinggung nama Yesus, batin kita merasa senang dan manis. Bukan hanya anak kecil yang demikian, saya sendiri, yang sudah berumur lebih dari delapan puluh tahun, masih seperti anak kecil, setiap, hari berseru, "Aku mencintai Tuhan Yesus." 0, Tuhan Yesus kita sungguh baik.

BERKASIH-KASIHAN DENGAN TUHAN

BERARTI HIDUP BERSAMA TUHAN

Saudara saudari, Anda mengasihi Tuhan Yesus atau tidak? "Mengasihi!" Kalau Anda mengasihi Tuhan Yesus, tentunya Anda hidup bersama Dia! Saya meminta seorang saudara untuk memperagakan lagi. Andaikan saudara ini tidak manis seperti sekarang. Sudah tiga hari dia. tidak mandi, tubuhnya berbau sangat apek, kalau Anda disuruh mengasihi dia, hidup, bersama dia, sungguh sulit. Dua orang yang ingin hidup, bersama, harus saling mengasihi, dan saling merasa suka. Tuhan Yesus kita menimbulkan rasa suka. Meskipun kita sebermula tidak manis, tetapi Tuhan Yesus yang manis itu membuat kita menjadi manis. Jadi Tuhan Yesus bukan hanya manis, Dia juga membuat kita, orang yang mengasihiNya, menjadi manis. Saya benar-benar tahu apa yang saya katakan. Tadinya orang ini adalah orang dosa besar, scorang makhluk yang aneh. Tetapi begitu percaya kepada Tuhan Yesus dan berseru-seru, "0, Tuhan Yesus. 0, Tuhan Yesus." Dalam waktu dua, tiga hari, dia telah menjadi orang yang sangat manis. Manisnya Tuhan Yesus telah menjadi manisnya. Karena itu ingatlah, Anda mengasihi Yesus, Anda pun menjadi manis. Dia manis, Anda pun manis. Dia mengasihi Anda, Anda pun mengasihiNya. Apa akibatnya? Dua orang setiap hari hidup bersama, karena saling mengasihi. Dia sungguh manis, aku mencintai Dia, karena itu, aku senang jika sering memandangi Dia, hidup bersaina Dia. Aku dan Dia, Dia dan aku, satu Tubuh adanya. Dia mengasihi aku, aku mengasihi Dia, dua orang hidup bersama.

Tuhan Yesus berkata, "Jika seorang mengasihi Aku, BapaKu akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia" (Yohanes 14:23). Bukan sekadar memberi salam, bukan sekadar menjenguk, bahkan tinggal bersama- sama. Tinggal bersama adalah hidup bersama; tinggal bersama adalah menetap bersama; tinggal bersama adalah bertingkah laku bersama. "Jika seorang mengasihi Aku, BapaKu akan mengasihi dia." Sungguh ajaib. Kasih kita kepadaNya bukanlah kasih seorang bawahan kepada atasan. KasihNya kepada kita juga bukan kasih seorang atasan kepada bawahan. Kita mengasihi Dia secara sejajar, Dia mengasihi kita juga secara sejajar. Inilah penghidupan orang Kristen.

Lalu bagaimana selanjutnya? Selanjutnya adalah tinggal bersama Dia. Penghidupan orang Kristen adalah tinggal bersama Tuhan, dan Tuhan tinggal bersama kita. Tinggal bersama sampai suatu taraf, sehingga aku dapat berkata, "Ya Tuhan, mari kita bersama-sama menonton." "Aku tidak mau!" "0, Engkau tidak mau? Baiklah, Tuhan, Engkau tidak mau, akupun tidak mau. Lalu apa yang akan kita lakukan?" "Ya Tuhan, tuan anu berjudi, kekurangan teman berjudi. Mari kita berjudi saja. Mau?" "Tidak!" "Ya Tuhan, baiklah, aku tidak pergi. Malam ini di gedung olah raga ada sidang istimewa. "Ya Tuhan, baiklah kita pergi bersama." "Benar! Kita pergi." "Baiklah, kita pergi bersama." Inilah tinggal bersama Tuhan. "Ya Tuhan, aku sudah empat minggu tidak cukur. Baikkah hari ini mencukur rambut?" "Baik!" "Ke tukang cukur mana?" Inilah penghidupan orang Kristen.

ROH DIPERKUAT,

KRISTUS TINGGAL DI DALAM, DIPENUHI ALLAH

Kita harus nampak, bahwa penghidupan orang Kristen bukanlah berialat, bukan perbaikan-perbaikan, bukan melakukan perkara lain apapun, melainkan mengasihi Dia, membiarkan Dia tinggal bersama kita. Dia benar-benar mau tinggal bersama kita. Persoalannya ialah apakah kita mengasihi Dia? Apakah kita menyukai Dia? Dalam Efesus pasal 3 Paulus berkata, bahwa dia berdoa bagi orang-orang kudus, bukan memohonkan hidup yang lancar, bukan memohonkan kemakmuran, bukan memohonkan kemajuan usaha, melainkan aku memohon supaya Bapa, menurut kekayaan kemuliaanNya, menguatkan manusia batiniahmu oleh Roh dan kuasaNya. Ketika manusia batiniah Anda, yaitu roh Anda yang dilahirkan kembali telah kuat, maka roh Anda terbuka seluruhnya, sehingga Tuhan Yesus bukan hanya memenuhi roh Anda, bahkan masih bisa meluas ke sekitar roh Anda, ke semua bagian hati Anda, baik emosi, tekad, maupun pikiran Anda, sehingga bagian-bagian yang mengitari roh Anda menjadi tempat perluasanNya, dan seluruh hati Anda didudukiNya. Dernikianlah Dia mapan di dalam hati Anda. Dia bukan hanya memenuhi roh Anda, bahkan menduduki hati Anda.

Saudara saudari, apakah Anda mengasihi Tuhan? Puji syukur kepada Tuhan, Anda mengasihi Dia. Tetapi sampai hari ini, dalam pikiran Anda, Anda masih belum memberiNya banyak tempat, tidak banyak kedudukan yang Anda serahkan kepadaNya. Tuhan Yesus masih menghadapi pintu yang terkunci. Dia tidak dapat masuk. Anda masih menjaga ketat pikiran Anda. Anda tidak mengizinkan Dia masuk. Anda seolah-olah berkata kepadaNya, "Ya Tuhan, jangan masuk. Jangan masuk ke dalam pikiranku. Ini jalan buntu. Tuhan, tinggallah di dalam rohku saja." Adakah keadaan yang demikian? Kita dengan "sopad menahan Tuhan Yesus dalam ruang tamu di roh kita. Roh di dalam kita sudah hampir menyerupai ruang tamu, dan kita menahan Tuhan di sana. Ditahan begitu lama sehingga ruang tamu di dalam roh kita menjadi kamar tahanan. Kita memenjarakan Tuhan di dalam roh, tidak mengizinkan Tuhan keluar selangkahpun. Tetapi ketika RohNya menggunakan kuat kuasa untuk menguatkan manusia batiniah kita, maka roh kita pun menjadi kuat.

Bagaimana kita bisa membiarkan Roh Kudus dengan kuat kuasaNya menguatkan manusia batiniah kita? Satu-satunya jawaban yang tersingkat ialah dengan menyeru, "0, Tuhan Yesus. 0, Tuhan Yesus! Aku cinta kepadaMu! 0, Tuhan Yesus! Aku cinta kepadaMu!" Dengan berlatih demikian selama lima sampai sepuluh menit, maka roh Anda menjadilah bagian yang terkuat di dalam Anda. Roh Anda akan dipenuhi oleh Tuhan Yesus. Bahkan Tuhan Yesus akan meluas keluar dari roh Anda, meluas sampai ke pikiran Anda, meluas ke emosi Anda, juga meluas ke tekad Anda. Selangkah demi selangkah Anda berkata, "0, Tuhan Yesus! 0, Tuhan Yesus!" roh Anda akan penuh dengan Dia. Sekali lagi, "0, Tuhan Yesus!" di dalam Anda muncul suatu perasaan, "Ah, aku masih belum membiarkan Tuhan menduduki emosiku. Aku masih tidak membiarkan Tuhan Yesus menyingkirkan pendapat-pendapatku. Tuhan Yesus masih belum kubiarkan menduduki tekadku." Ketika Anda berkata, "0, Tuhan Yesus!" pengalaman membuktikan, bahwa Kristus yang tinggal di dalam kita akan sedikit demi sedikit, dari roh Anda memenuhi pikiran Anda, memenuhi tekad Anda, juga memenuhi emosi Anda. Sedikit demi sedikit, sehari, dua hari, seminggu, sebulan, didudukilah seluruh diri Anda. Demikianiah Dia berdiam di dalam hati Anda.

Ketahuilah, sampai pada saat itu, Anda baru mengalami apa yang di alam semesta disebut sebagai : lebar, panjang, dalam dan tinggi. Anda akan menemukan bahwa lebar, panjang, dalam dan tinggi itu adalah Tuhan Yesus. Berapakah dalamnya "dalam"? Tidak terbatas! Berapakah tingginya "tinggi"? Tidak terbatas! Berapakah panjangnya "panjang"? Tidak terbatas! Berapakah lebarnya baru dianggap lebar"? Tidak terbatas! Ukuran yang tidak terbatas inilah Tuhan Yesus. Lebar adalah Tuhan Yesus, panjang adalah Tuhan Yesus, dalam juga Tuhan Yesus, tinggi pun Tuhan Yesus. Anda akan menemukan, bahwa kesabaran Tuhan Yesus tidak terbatas panjangnya. Kesabaran manusia paling panjang 12 cm. Orang bersalah kepada Anda 2 cm, Anda masih bisa bersabar. Orang bersalah kepada Anda 4 cm, Anda masih bisa menarik sedikit kesabaran Anda. Orang bersalah kepada Anda 8 cm, Anda masih bisa menariknya sedikit lagi. Orang bersalah 12 cm kepada Anda, kesabaran Anda sudah sampai maksimurn panjangnya. Kalau orang itu bersalah lagi 2 cm, putuslah Anda. Banyak sekali isteri yang bersabar terhadap suaminya. Hari ini 2 cm, besok malam 2 cm, minggu depan tambah lagi 2 cm, minggu depannya lagi tambah lagi 2 cm, ditambah terus-menerus, sampai akhimya putus. Maka sendok garpu beterbangan ke muka sang suami. Itulah kesabaran Anda. Tetapi ketahuilah, kesabaran Tuhan Yesus bisa mengitari burni berkali-kali, kesabaranNya tidak terbatas.

Waktu itu barulah Anda tahu, bahwa kasih kita pun terlalu dangkal, tetapi kasihNya tidak terbatas dalamnya. Anda tidak akan tahu, seberapa dalam kasihNya. Semakin Anda mengasihi Dia, semakin Anda temukan, bahwa kasihNya tidak terbatas. Semakin Anda mengasihi Dia, semakin Anda temukan, bahwa kebaikanNya tidak terbatas. Semakin Anda mengasihi Dia, Anda akan mengetahui, bahwa belas kasihNya terhadap manusia tidak terbatas. Anda akan temukan, bahwa lebar, panjang, dalam dan tinggi alam semesta adalah Tuhan Yesus. Sebagaimana keempat ukuran lebar, panjang, dalam dan tinggi ini tidak terbatas, demikian pula ukuran Tuhan Yesus kita juga tidak terhatas. PanjangNya tidak terbatas, lebarNya tidak terbatas, tinggiNya tidak terhatas, dalamNya pun tidak terbatas. Panjang, lebar, tinggi, dan dalam itulah Kristus. Kristus adalah ukuran alam semesta. Haleluya!

Sampai pada waktu itu, Anda akan berakar dan beralas di dalam kasihNya. Bahkan sampai pada waktu itu, Anda merasakan bahwa kasih Kristus tidak terduga oleh manusia, Anda pun seluruhnya terbenam di dalam lautan kasihNya. Kasih yang tidak terbatas menggenangi Anda, dan Anda pun berakar dan beralas di dalam kasih. Sampai saat itu, Allah akan memenuhi Anda dengan segala kepenuhan. Bukan perbuatan baik, bukan membina mental, bukan pula berevolusi, melainkan mengasihi Tuhan Yesus, membiarkan Tuhan Yesus menduduki Anda seluruhnya di dalam batin Anda. Akibatnya segala kepenuhan Allah akan memenuhi dan meresapi seluruh diri Anda. Maka dalam Kidung Kristen ada satu syair yang mengatakan : "Roh resapiku merata, Dikau semua, Allah semua!"

Saya katakan lagi, ini bukan perbuatan bajik, bukan perbaikan- perbaikan, bukan pembinaan mental. Ini mutlak merupakan perbauran dengan Allah Tritunggal. Allah adalah Roh; Ia menggunakan kuat kuasa memperkuat manusia batiniah Anda, lalu menyebabkan Kristus mapan di dalam hati Anda, akhimya membuat kepenuhan Allah memenuhi Anda. Roh memperkuat, Kristus tinggal di dalam kita, Allah memenuhi, seluruh diri Anda diduduki oleh Allah Tritunggal. Batin Anda penuh dengan Tuhan Yesus, juga penuh dengan penyertaan Allah. Saudara saudari, saya sungguh merasa mulia! Inilah penghidupan orang Kristen.

MENYERU NAMA TUHAN PASTI SELAMAT

Hal ini tidak seharusnya hanya merupakan teori di antara kita. Saudara saudari yang kekasih, kita semua harus menerima terang ini. Kita masing-masing harus menceburkan diri ke dalam arus ini. Anda harus menempuh penghidupan menurut perasaan yang manis dari Tuhan Yesus yang ada di dalam batiniah Anda. Apakah Anda merasa bahwa Tuhan Yesus itu manis? Banyak-banyaklah menyeru namaNya. Ingatlah, bahwa di dalam Alkitab benar-benar terdapat jalan yang sederhana ini, "Barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, pasti diselamatkan" (Roma 10:13 Tl). Dikatakan pula, "Tuhan ... kaya bagi semua orang yang berseru kepadaNya." Maukah Anda beroleh selamat? Serulah nama Tuhan. Jangan sekali- kali berkata, "Saudara Lee, saya sudah beroleh selamat." Benar, tetapi Anda masih belum diselamatkan dari temperamen Anda. Anda masih perlu diselamatkan dari ego Anda, Anda masih belum diselamatkan dari yang usang, Anda masih belum diselamatkan dari dunia, Anda masih memerlukan karunia keselamatan yang lebih maju lagi. Yang menyeru nama Tuhan pasti diselamatkan. Kalau Anda mau menyeru, "0, Tuhan Yesus! Aku cinta kepadaMu! Tuhan Yesus, betapa manisnya Engkau!" menyeru beberapa kali lebih banyak, Anda pasti beroleh selamat, Anda pun akan terlepas dari temperamen Anda.

Bagaimana Anda menikmati kasih karunia Tuhan? Bagaimana Anda membiarkan Tuhan melaksanakan penyelamatan ke atas diri Anda? Jalan satu-satunya adalah membuka diri terhadap Tuhan. Jalan membuka diri terhadap Tuhan bukaniah memutar otak, rnemikirkan bagaimana membuka diri terhadap Tuhan. Semakin berpikir, Anda semakin tertutup terhadap Tuhan. Lupakanlah pikiran Anda! Gunakanlah roh Anda untuk menyeru nama Tuhan dari dalam batin Anda, "0, Tuhan Yesus! Aku cinta kepadaMu! 0, Tuhan Yesus, aku cinta kepadaMu! Aku mau memberikan diriku kepadaMu, sebagaimana Engkau telah memberikan diriMu kepadaku. Ya Tuhan, aku cinta kepadaMu" Berserulah lebih banyak lagi beberapa kali, maka roh Anda akan terbuka terhadap Dia, dan Dia akan datang melaksanakan penyelamatan, sehingga Anda pun mainpu hidup bersama Dia. Anda hidup di dalam Dia, dan hidup bersama Dia. Anda hidup di dalam Dia, dan hidup demi Dia. Dia meresapi Anda, sampai-sampai di semua pelosok diri Anda dipenuhi Dia, dan dipenuhi Allah. Inilah penghidupan orang Kristen.